cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PREVALENSI HIPERTENSI PADA PENDUDUK UMUR 30 TAHUN HINGGA 80 TAHUN DI KECAMATAN TEMBUKU BANGLI BALI TAHUN 2013 I Made Artha Wiguna Sanjaya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.638 KB)

Abstract

Hypertension cases at coverage of work of Puskesmas Tembuku is ranked number 9 of 10 major diseases whereby majority of the cases are among people at the age of 30 y.o. to 80 y.o. with the total number of 950 cases (3.50%). Death due to stroke in year 2011 is ranked number 3 with the total number of 11 deaths (5.79%). Lifestyle of the community is one of the factor of hypertension. Method: This research uses quantitative descriptive. Population for this study is the whole community of Tembuku District, Kabupaten Bangli within the age of 30 y.o. to 80 y.o. on June with the total of 961 people ( 39 sampels). Results: Majority of the respondents who suffer from hypertension are above the age of 60 y.o. (53.8%). From the total of 39 sampels, 13 respondents suffer from hypertension, 76.9% consume inadequate amount of fruits, 100% consume inadequate amount of vegetables, 97.4% consumes meat from where 44.7% consume red meat, 33.3% smoke cigarette, 10.2% consume alcoholic drinks and 53.8% do not perform physical activities. Conclusion: Hypertension is found on respondents who consume inadequate amount of fruits (34.5%), respondents who consume inadequate amount of vegetables (39.4%), respondents who consume meat (31.6%), respondents who smoke cigarette (15.4%), respondents who consume alcoholic drinks (25.0%) and respondents who do not perform physical activities (42.9%). The result of this research shows there is a tendancy of hypertension based on lifestyle.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERLAMBATAN PENGOBATAN PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) SANGLAH DENPASAR Ni Putu Prema Rossalia; Ida Bagus Tjakra Wibawa Manuaba
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.924 KB)

Abstract

Keterlambatan pengobatan ke rumah sakit oleh seorang penderita kanker payudara berkontribusi terhadap rendahnya angka harapan hidup bagi penderita penyakit tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan pengobatan pada wanita penderita kanker payudara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif longitudinal dengan melakukan wawancara berbasis kuisioner selama 6 bulan dari bulan Maret-September 2015, terhadap pasien kanker payudara stadium lanjut (IIB, IIIA, IIIB, IIIC, IV) di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar. Diantara 77 pasien yang menjadi responden 31,2% pada tingkat pendidikan SMA/sederajat. Yang berasal dari luar Bali sejumlah 26% dan 24,7% berasal dari Denpasar. Sekitar 29,9% responden menunda dalam rentang waktu >6-12 bulan. Tujuh puluh empat persen tidak mengetahui tentang SADARI, dan yang menginterpretasikan gejala sebagai sesuatu yang tidak serius sejumlah 64,9%. Yang menyatakan takut operasi dan kemoterapi sejumlah 50,6%. Jaminan kesehatan dimiliki oleh 63,6% responden. Sementara 70,1% mengaku pernah mencoba pengobatan alternatif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan keterlambatan pengobatan pada pasien kanker payudara berhubungan dengan beberapa faktor. Diperlukan adanya penyuluhan yang efektif pada masyarakat mengenai gejala, prognosis, terapi, dan screening kanker payudara untuk meminimalisir keterlambatan pengobatan
PREVALENSI SHIFT WORK SLEEP DISORDER PADA PEKERJA SHIFT MALAM DI BEBERAPA WARALABA DI DENPASAR SELATAN Ida Ayu Candra Sari; Susy Purnawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.759 KB)

Abstract

The practice of shift work may cause risk factors for occupational health and safety, one of which is a circadian rhythm sleep disorder, called as shift work sleep disorder (SWSD). This study was conducted to find out the prevalence of SWSD with reference to night-shift workers in several outlets of convenience-store in south Denpasar. The study was conducted with cross-sectional and carried out on 84 samples by visiting each outlet, interviewing the employees, then asking them to fill the questionnaires. Research instrument used are the Epworth Sleepiness Scale (ESS) and the Insomnia Severity Index. Based on the Epworth Sleepiness Scale (ESS) questionnaire, 33 (39.3%) samples indicate clinical sleepiness and 51 (60.7%) samples did not show clinical sleepiness. On the other hand, by using the Insomnia Severity Index questionnaire, it is obtained moderate and severe insomnia as many as 27 (32.1%) samples. There are 14 samples indicate moderate insomnia and clinical sleep disorders. From the data obtained, thus the prevalence SWSD in several convenience-stores in South Denpasar is 46 (54.76%) and still requires certain concern and needs to implement sleep hygiene.
Prediktor immunological failure pada pasien HIV/AIDS di Yayasan Kerti Praja, Bali : studi kohort retrospektif Ni Putu Ayu Astri Prana Iswara; I Nyoman Sutarsa; Anak Agung Sagung Sawitri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.154 KB)

Abstract

The occurrence of immunological failure (IF) in HIV/AIDS patients undergoing antiretroviral treatment at clinic Kerti Praja Foundation (YKP) Bali has never been evaluated. This study aimed to determine predictors of the occurrence IF in HIV/AIDS patients undergoing antiretroviral therapy. This study was an observational study with retrospective cohort design that used secondary data. Secondary data was obtained from medical records of 549 HIV/AIDS patients undergoing antiretroviral therapy in 2002-2012 period in YKP. The majority of patients in YKP are female sex workers, injecting drug users (IDUs), homosexual and bisexual. This study analyzes sociodemographic and clinical predictors influence on the IF. Analysis data using univariate, bivariate (chi-square) and multivariate was conducted. Only 205 patients of the total data that was eligible for analysis. A total of 61.0% of population are men with the dominant age 18-32 years (63.9%), and 13.7% experienced IF.. Multivariate analysis of the sexes, the supervisor taking medication, transmission lines infected with opportunistic infection, and CD4 counts baseline, showed only CD4 counts baseline variable is significant as a predictor of the occurrence IF. The results of this study indicate that baseline of CD4 counts plays an important role in the success of antiretroviral therapy in HIV / AIDS patients. Keywords: HIV/AIDS, ARV therapy, immunological failure, kerti praja foundation
HUBUNGAN ANTARA KADAR CARCINOEMBRYONIC ANTIGEN (CEA) DAN STADIUM KANKER KOLOREKTAL DI RSUP SANGLAH TAHUN 2016-2017 I Gusti Ngurah Putu Neo Yunatsi Barata; Made Agus Dwianthara Sueta; Made Suka Adnyana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.031 KB)

Abstract

Kanker kolorektal menduduki urutan keganasan ke-empat terbanyak di dunia dan penyebab kematian kedua terbanyak (terlepas dari gender) di dunia. Umumnya perkembangan kanker kolorektal merupakan interaksi antara faktor lingkungan dan faktor genetik. Mayoritas penderita kanker kolorektal tidak bergejala, sehingga penting dilakukan skrining. Skrining yang biasa dikerjakan adalah pengecekan kadar CEA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar CEA dan stadium kanker kolorektal di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016-2017. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional analitik dengan sampel yang digunakan adalah pasien kanker kolorektal di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016-2017 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 60 orang rekam medis yang berisi kadar CEA dan stadium kanker kolorektal. Dari hasil analisis korelasi didapat hubungan antara kadar CEA dan stadium kanker kolorektal sebesar 0,459. Analisis kemaknaan dengan uji spearman menunjukkan bahwa nilai p = 0,00. Dimana dari hasil analasis tersebut menunjukkan adanya hubungan positif antara kadar CEA dan stadium kanker kolorektal yang menyimpulkan bahwa semakin tinggi kadar CEA semakin berat stadium kanker kolorektal. Kata Kunci: Kadar CEA, Kanker Kolorektal, Stadium
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENDERITA KARSINOMA NASOFARING DI RSUP SANGLAH TAHUN 2016 Patricia Dea Hartanto; Ni Ketut Putri Ariani; Luh Nyoman Alit Aryani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.056 KB)

Abstract

Karsinoma nasofaring (KNF) adalah tumor dari sel-sel epitel yang menutupi permukaan danmelapisi nasofaring. Pasien kanker biasanya menghadapi masalah stress psikologis yang lebihdibandingkan dengan pasien lain. Kecemasan dan depresi adalah masalah psikologis yangpaling umum di antara pasien kanker. Kehadiran depresi atau kecemasan pada pasien diyakinimempengaruhi kelangsungan hidup pasien kanker. Penelitian ini dilakukan untuk memperolehgambaran tingkat kecemasan pada penderita KNF di RSUP Sanglah tahun 2016 secara umumserta berdasarkan jenis kelamin, usia dan tingkat pendidikan. Penelitian in merupakan penelitianobservasional dengan rancangan studi deskriptif cross sectional kepada penderita KNF yangmenjalani perawatan di Poliklinik THT-KL RSUP Sanglah berdasarkan metode consecutivesampling pada bulan Juni hingga Agustus 2016. Penelitian menggunakan data primer dengankuesioner Beck Anxiety Inventory (BAI) untuk mengetahui derajat kecemasan pada penderitaKNF. Sebanyak 47 orang penderita KNF dianalisis secara deskriptif dengan gambaransosiodemografik seperti jenis kelamin, usia dan tingkat pendidikan. Diperoleh gambaran tingkatkecemasan pada penderita KNF sebanyak 9 orang (19,1%) dengan kecemasan minimal, 8 orang(17%) dengan kecemasan ringan, 12 orang (25,5%) dengan kecemasan sedang dan 18 orang(38,3%) dengan kecemasan berat. Dapat disimpulkan bahwa distribusi proporsi penderita KNFdi RSUP Sanglah tahun 2016 terbanyak pada jenis kelamin laki-laki, rentang usia 56-65 tahunatau kelompok usia lansia akhir dan memiliki pendidikan rendah setingkat SD dan SMP.Gambaran tingkat kecemasan berdasarkan BAI yang diperoleh pada penderita KNF terbanyakpada tingkat kecemasan berat. Kata kunci: karsinoma nasofaring, kecemasan, Beck Anxiety Inventory (BAI)
PREVALENSI TELUR SOIL TRANSMINTED HELMINTH PADA SAYURAN KUBIS YANG DIJUAL DI KOTA DENPASAR Daondy Friarsa Soeharto; I Made Sudarmaja; I Kadek Swastika
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.663 KB)

Abstract

Infeksi Soil Transmitted Helmiths (STH) merupakan penyakit endemik di banyak negara. Indonesia sebagai negara berkembang menjadi salah satunya. Telur cacing ini sangat lengket sehingga bisa menempel di sayuran, yang apabila masuk ke tubuh manusia bisa berubah menjadi dewasa dan menetap di illeum sebagai parasit dan menyebabkan penyakit. Beberapa penelitian sebelumnya di daerah di luar Bali, menemukan kubis yang telah terinfeksi telur/larva cacing STH dijual di pasar. Penelitian diskriptif ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan metode random sampling, bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi telur/larva cacing STH pada sayuran kubis yang dijual di pasar tradisional yang ada di kota Denpasar, serta jenis telur/larva cacing apa yang paling banyak ditemukan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Departemen Parasitologi FK Udayana dengan data berasal dari 60 kubis yang didapatkan dari pasar yang dikelola PD Pasar Denpasar. Hasil penelitian ini didapatkan 16% sampel positif terinfeksi telur/larva cacing STH dengan kubis dari pasar Abian Timbul yang memiliki prevalensi telur/larva cacing terbanyak. Spesies yang paling banyak ditemukan (50%) adalah larva Ancylostoma duodenale. Kata Kunci : Soil-Transmited Helminth, Kubis, Pasar, Infeksi, Prevalensi
SIKAP AMBIVALEN ORANG TUA TERKAIT PELARANGAN PERILAKU MEROKOK PADA SISWA LAKI-LAKI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKASADA II Ni Komang Ari Santi; A. A. Sri Wahyuni
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.628 KB)

Abstract

Perokok usia dini cenderung akan menjadi perokok reguler dan mengalami adiksi di usia dewasa. Karenanya, pencegahan dan penanganan perokok usia remaja perlu mendapat perhatian dalam program puskesmas dengan memperhatikan peran keluarga yang juga mempengaruhi perkembangan remaja menjadi seorang perokok. Hasil survei awal pada siswa Sekolah Menengah Pertama menunjukkan bahwa 14,3% siswa adalah perokok aktif. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini ditujukan untuk mengetahui karakteristik perokok dan kaitannya dengan sikap orang tua yang tidak konsisten dalam melakukan pelarangan pada siswa laki-laki sekolah menengah pertama. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sukasada II, dan merupakan studi deskriptif cross sectional. Data diambil melalui wawancara terhadap 75 siswa SMP yang dipilih secara purposif. Pada penelitian ini didapatkan 28,6% siswa yang merokok mendapat larangan merokok dari orang tuanya. Dari keseluruhan siswa yang merokok, 22,6% diantaranya memiliki orang tua dengan sikap ambivalen terhadap larangan untuk merokok, dan 22,7% lainnya tanpa sikap ambivalen terhadap larangan untuk merokok. Terdapat 77,5% orang tua yang tidak mengizinkan anaknya merokok tetapi ia sendiri merupakan perokok, yang menunjukkan adanya sikap ambivalen. Aturan yang longgar dapat membuat remaja menganggap merokok sebagai hal yang wajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kecendrungan siswa berperilaku merokok dapat dicegah dengan mengontrol lingkungan siswa tersebut melalui sosialisasi bahaya merokok, serta membuat aturan yang konsisten dan dimulai dari orang tua siswa.  
PERBAIKAN STASIUN KERJA MENURUNKAN AKTIVITAS LISTRIK OTOT DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PERAJIN UKIR KAYU DI DESA BATUAN GIANYAR BALI Putu Dyah Wulandari Putri; I Putu Adiartha Griadhi
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.55 KB)

Abstract

IMPROVEMENT OF WORK STATION REDUCE MUSCLE ELECTRICAL ACTIVITY AND MUSCULOSKELETAL COMPLAINTS AMONG WOOD CRAFTSMEN IN BATUAN VILLAGE GIANYAR BALIThe role of humans in the industrialized world as a source of labor is still dominant in the work, especially in the manual activities. Manual work, particularly with regard to the strength and endurance of humans in their worklead to problems namely ergonomic problems, including back pain, neck pain, pain in the wrists, elbows and feet called musculoskeletal disorders. In addition, unergonomicworking conditionsincrease theelectrical activity of musclesthat measured bysurfaceelectromyography. This studyaimed to reducemuscleelectrical activity andmusculoskeletal complaintsthroughimprovement of workstationbased on ergonomic. Treatment by subject design was used in this experimentalstudyamongwoodcraftsmeninBatuanvillage GianyarBaliwith atotal 10 male subjects. Theelectrical activity of muscleswere measured when working in conventional working condition (1stPeriod) andwith improved work stations(2ndPeriod). While, musculoskeletal complaintswere measuredbefore andafterworkingwitha conventionalworking conditions(1stPeriod) and with improved work stations(2ndPeriod). Datameasurement resultsbetween the twoperiodswere analyzedwithPaired Samples t TestandWilcoxonSigned RanksTest.Dataresultsshowed thatTrapeziusmuscleelectricalactivitydecreased by17.44% andErector Spinaemuscleelectrical activitydecreased by12.28% afterwork station improvement and the averageof musculoskeletal disordersalso decreased by 8.9as measuredafterworkingin the 1stPeriodand2ndPeriod. It was concluded thatimprovement of work stations based onergonomiccan reducemuscleelectrical activityand musculoskeletal complaintsamong woodcraftsmenin Batuanvillage GianyarBali.
PREVALENSI GANGGUAN INSOMNIA YANG MENGALAMI KETERGANTUNGAN GADGET PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA I Dewa Gede Surya Mahardika Badung; Nyoman Ratep
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.738 KB)

Abstract

Insomnia disorder merupakan gangguan yang terjadi akibat ketidakmampuan memenuhi kebutuhan tidur, baik secara kualitas maupun kuantitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi Insomnia pada remaja fakultas kedokteran Udayana yang mengalami ketergantungan terhadap gadget. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional descriptive untuk memperoleh gambaran umum mengenai jumlah mahasiswa FK UNUD yang mengalami gangguan insomnia dengan ketergantungan terhadap gadget. Sampel penelitian ini adalah remaja yang melakukan pendidikan di FK UNUD dengan rentang usia 19-23 tahun. Pengambilan sampel data dilakukan menggunakan kuesioner melalui teknik consecutive sampling. Selanjutnya data akan diolah untuk mendapatkan prevalensi gangguan insomnia yang kemudian dikelompokkan berdasarkan status ketergantungan gadget, jenis kelamin, status hubungan dan tujuan penggunaan gadget yang dilakukan. Dari 140 sampel, didapatkan prevalensi insomnia sebesar 24,3%. Proporsi gejala insomnia lebih sering ditemukan pada sampel dengan ketergantungan gadget (29,3%) dibanding sampel tanpa ketergantungan gadget (22,2%). Pada sampel dengan gejala insomnia, proporsi ketergantungan gadget lebih tinggi pada sampel yang menggunakan gadget untuk media sosial (52,6%), sementara cenderung lebih rendah pada sampel yang menggunakan gadget untuk mencari informasi (12,5%) dan sarana hiburan (14,3%). Berdasarkan jenis kelamin, proporsi ketergantungan gadget lebih tinggi pada laki-laki (38%) dibanding perempuan (30,8%). Sementara berdasarkan status hubungan, proporsi ketergantungan gadget lebih tinggi pada sampel yang memiliki pasangan (53,8%) dibanding sampel lajang (23,8%).   

Page 61 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue