cover
Contact Name
Fuji Rahmawati
Contact Email
fujirahmawati@fk.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
antariniidriansari@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23555459     EISSN : 26849712     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Sriwijaya berisi artikel-artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian maupun hasil studi pustaka meliputi ranah keilmuan, ilmu keperawatan dasar (konsep dasar keperawatan, teknik-teknik dan metodologi asuhan keperawatan, teknik komunikasi dan pendekatan budaya dalam asuhan keperawatan), ilmu dasar keperawatan (anatomi, fisiologi, fisika kedokteran, biokimia, patologi klinis, patologi anatomi, kimia medik,gizi klinik), keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan gawat darurat, keperawatan komunitas (komunitas, keluarga, lansia, kesehatan kerja), serta keperawatan paliatif.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2019)" : 12 Documents clear
EFEKTIFITAS MENDENGARKAN MUROTTAL DAN DOA TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD WATES Galih Noor Alivian; Iwan Purnawan; Danang Setiyono
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan: Pasien yang menjalani hemodialisis mengalami masalah fisik dan psikologi. Salah satu masalahpsikologi yang timbul yaitu kecemasan. Kecemasan yang tidak teratasi dengan baik dapat berdampak burukpada kualitas hidup mereka. Terapi murottal dan doa mampu menurunkan kecemasan. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui perbedaan terapi murottal dan doa untuk mengurangi skor kecemasan pada pasienhemodialisis.Metode: Penelitian quasy experiment ini menggunakan rancangan pretest-posttest with control groupdesign. Penelitian ini menggunakan 30 responden yaitu 15 kelompok doa dan 15 kelompok murottal sesuaikriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran skor kecemasan menggunakan Visual Analog Scale Anxiety (VASA) 0-100. Uji statistik menggunakan paired t test dan independent t test.Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna antara skor cemas sebelum dan sesudah mendengarkan terapimurottal dan doa dengan masing-masing p value < 0,001, sedangkan skor kecemasan antara kelompokmurottal dan doa tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan p value 0,571.Simpulan: Terapi mendengarkan murottal dan doa secara statistik sama-sama mampu menurunkan skorkecemasan pada pasien hemodialisis, tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara terapi murottal denganterapi doa.Kata kunci: Doa, Hemodialisis, Kecemasan, MurottalAbstractAim: Patients who undergo hemodialysis experience physical and psychological problems. Onepsychological problem that arises is anxiety. Anxiety that is not resolved properly can adversely affecttheir quality of life. Murottal therapy and prayer can reduce anxiety. The purpose of this study was todetermine differences in murottal therapy and prayer to reduce anxiety scores in hemodialysis patientsMethod: This study quasy experiment used a pretest-posttest design with control group design. This studyused 30 respondents, namely 15 prayer groups and 15 murottal groups according to inclusion andexclusion criteria. Anxiety score measurement using Visual Analog Anxiety Scale (VAS-A) 0-100.Statistical tests using paired t test and independent t test.Results: There were significant differences between anxiety scores before and after listening to murottaltherapy and prayer with each p value <0.001, while the anxiety score between murottal group and prayerthere was no significant difference with p value 0.571.Conclusion: Murottal listening and prayer therapy were both statistically able to reduce anxiety scores inhemodialysis patients, there was no significant difference between murottal therapy and prayer therapy.Keywords: Prayer, Hemodialysis, Anxiety, Murottal
PENGALAMAN KELUARGA MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN PALLIATIVE CARE (STUDI FENOMENOLOGI) Jaji Jaji
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengeksplor perasaan anggota keluarga dalam merawat klien paliatif.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif.Hasil: Hasil analisis data didapatkan tujuh tema, yaitu: konsep sakit (modern dan tradisional), penyebab penyakit yang di derita, berusaha untuk membawa dan mengobati klien yang sakit, berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan klien, kondisi klien sangat menyita waktu orang di sekitarnya, peralihan peran, semuanya di serahkan kepada sang pencipta (pasrah).Simpulan: Saran bagi para keluarga yang terdapat klien paliatif care, agar selalu bersabar dan berusaha memberikan yang terbaik bagi klien yang mengalami paliatif care.Kata Kunci: keluarga, pengalaman merawat, paliatif, stroke.AbstractAim: The purpose of this study was to explore the feelings of family members in caring for palliativeclients.Method: This research is a qualitative research with descriptive phenomenology approach.Result: The results of data analysis found seven themes, namely: the concept of sickness (modern andtraditional), the causes of illness, trying to bring and treat clients who are sick, trying to meet all theneeds of clients, the condition of the client is very time-consuming for those around him, the transition ofroles, all of which are left to the creator (surrender).Conclusion: Suggestions for families who have palliative care clients, to always be patient and tryto provide the best for clients who experience palliative care.Keywords: family, caring, palliative, stroke experience.
PENGALAMAN PERSALINAN PERTAMA DENGAN RIWAYAT MENIKAH DINI DI KELURAHAN PAGAR DEWA KOTA BENGKULU Fatsiwi Nunik Andari; Ratu Ayuningrum
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan : Angka pernikahan dini di Indonesia tertinggi kedua di ASEAN. Kondisi rahim wanita pada usia 19tahun ke bawah masih belum cukup kuat, sehingga kehamilan yang terjadi pada usia tersebut, memiliki risikoperdarahan bahkan keguguran serta rIsiko terjadinya pre-ekslamsi dan ekslamsi pada akhir kehamilan. Calonibu yang menikah di usia dini, dikhawatirkan akan terjadi penyulit dalam kehamilan, seperti ukuran panggulsempit, tidak sabar menahan sakit saat mau melahirkan, tenaga untuk mengedan kurang, his kurang dan lainsebagainya, sehingga terkadang dokter menyarankan untuk memilihoperasi sectio caesarea. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengalaman melahirkan pertama pada wanita denganriwayat menikah dini.Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode survey danwawancara mendalam. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pola pikir deduktif.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya ketidaksiapan yang dirasakan wanita dengan riwayatmenikah dini saat akan bersalin atau melahirkan baik secara fisik, psikologis, maupun finansial.Simpulan: Pengalaman persalinan pertama pada wanita dengan riwayat menikah dini kurang baik yaitu tidakadanya kesiapan secara khusus baik secara fisik, psikologis, maupun finansial. Diharapkan kepada pararemaja untuk memilih lingkungan yang baik dalam pergaulan agar terhindar dari seks bebas dan pernikahandini.Kata Kunci: Pengalaman, Persalinan Pertama, Pernikahan Dini.AbstractAim : Early marriage rate in Indonesia is the second highest in ASEAN. The condition of a woman's uterus atthe age of 19 and under is still not strong enough, so that a pregnancy that occurs at that age, has the risk ofbleeding and miscarriage and the risk of pre-eclampsia and exlamation in late pregnancy. Prospectivemothers, who get married in early age feared to be complicated in pregnancy, for example narrow pelvis,impatient to bear pain during labor, lack of energy when interceding, less uterine contractions and so on,from these cases, doctor sometimes suggest for cesarean section surgery, or sectio Caesarea. The purpose ofthis study was to determine the problems that occur during early childbirth and first birthing experience foradolescents who are married early.Method : The method of research was descriptive qualitative with used in-depth survey and interviewapproach. Data of research obtained are further analyzed using a deductive mindset.Result : The results showed there was unpreparedness felt by women who get marriage early when gave birthphysically, psychologically, and financially as well.Conclusion : The first experience of labor in women with a history of premature marriage is not good,namely the absence of special preparedness both physically, psychologically, and financially.The suggestion,for teenagers, it is very important to choose a good environment and avoid free sex and early marriage.Keywords: Experience, First Birth, Early marriage.
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MAKRAYU PALEMBANG Gunardi Pome; Sri Endriyani; Fahmi Rizal
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan: Kecemasan merupakan masalah psikososial yang banyak dialami pasien hipertensi.Kecemasan yangdialami berupa kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar, yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dantidak berdaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi progresif terhadappenurunan tingkat kecemasan pada pasien hipertensi di Puskesmas Makrayu Palembang.Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy experiment pre-post test with controlgroup dengan intervensi relaksasi progresif. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan tingkatkecemasan pada pasien hipertensi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa relaksasi progresif.Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara lamahipertensi dengan tingkat kecemasan responden. Padakejadian kecemasan penderita hipertensi, respon fisiologis terjadinya stres terutama pada sistemkardiovaskular, stimulasi adrenergik mengakibatkan vasokonstriksi perifer dan peningkatan tekanan darahsistemik.Simpulan: Terdapat penurunan tingkat kecemasan pasien hipertensi di Puskesmas Makrayu lebih besarpada kelompok yang intervensi yang mendapatkan terapi relaksasi progresif daripada kelompok kontrol (pvalue <0,05).Kata kunci: Relaksasi Progresif, Hipertensi, KecemasanAbstractAim: Anxiety is a psychosocial problem that many hypertensive patients experience. Anxiety is experienced inthe form of vague and pervasive worries, which are associated with feelings of uncertainty and helplessness.The aims of this study was to determine the effect of progressive relaxation techniques on reducing anxietylevels in hypertensive patients at the Makrayu Public Health Center in Palembang.Method: The design used in this study was the Quasy experiment pre-post test with control group withprogressive relaxation interventions. The study was conducted to determine differences in anxiety levels inhypertensive patients before and after treatment in the form of progressive relaxation.Results: There was a significant relationship between patient's hypertension and respondent's anxiety level.In the case of anxiety sufferers of hypertension, physiological responses to stress, especially in thecardiovascular system, adrenergic stimulation results in peripheral vasoconstriction and an increase insystemic blood pressure.Conclusion: There was a decrease in the level of anxiety of hypertensive patients at the Makrayu PublicHealth Center in the intervention group receiving progressive relaxation therapy than the control group (pvalue <0.05).Keyword: Progressive Relaxation, Hypertension, Anxiety
IDENTIFIKASI PELAKSANAAN CODE BLUE : LITERATURE REVIEW Anisah Rahmawati; Etika Emaliyawati; Cecep Eli Kosasih
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan: Sistem code blue merupakan sistem komunikasi yang mampu memastikan dilakukannya panggilancepat dan efektif untuk melakukan resusitasi pasien henti jantung paru. Sistem ini dibangun sebagai responcepat terhadap kegawatan jantung paru di area rumah sakit, sehingga mampu memberikan resusitasi danstabilisasi sesegera mungkin.Tim ini harus bekerja cepat dan efisien untuk mengoptimalkan pertolongan. Disisi lain, kondisi kegawatan jantung paru seringkali menimbulkan stressor yang tinggi pada tim sehinggacukup mengganggu pelaksanaan. Literature review ini dilakukan untuk mengidentifikasi pelaksanaan codeblue.Metode: Metode yang dilakukan dengan melakukan analisis kritis pada artikel penelitian berbahasa inggristentang identifikasi pelaksanaan code blue tahun 2013-2018. Pencarian artikel dilakukan pada mesinpencarian Google Scholar, PubMed, serta Sciencedirect, dan dipilih dengan kriteria mudah diakses fulltexnya.Kata kunci yang digunakan adalah “Evaluation of Code blue”, “Implementation of Code blue”. Artikeldiseleksi secara bertahap dengan menggunakan metode PRISMA dan didapatkan 10 artikel yang relevan.Hasil: Hasil menunjukkan tiga hal penting dalam pelaksanaan code blue, meliputi : identifikasi pasien yangtidak tepat, code blue efektif untuk meningkatkan ROSC (return of spontaneous circulation), danpelaksanaan sesuai protokol akan memberi hasil lebih baik.Simpulan: Identifikasi pelaksanaan code blue menunjukkan tiga hal ini sangat bermanfaatbagi pelaksanaancode blue. Hal ini bisa untuk menjadi perhatian bagi pelaksanaan code blue di Indonesia, agar bisa mendapathasil yang lebih baik.Kata kunci: sistem code blue, implementasi code blue, evaluasi code blueAbstractAim: Bluecode system are communication systems that ensure the most rapid and effective resuscitationwhen a patient is in respiratory or cardiac arrest. Its was build as fast respond for cardiopulmonaryemergency in the hospital, until resuscitation and stabilization can do immediately. Bluecode team must bework fastly and efisienly to get maximal outcome. Beside that,bluecode situation is full of stressor conditions,that obstruct the implementation. This literature review aims to identify the implementation of bluecodesystem.Method: A method used is critical review full text of 2013-2018 period in English language. The multipledata bases used is Google Scholar, PubMed, and Sciencedirect with keyword “Evalution of code blue”, and“Implementation of Code blue”. The article select gradually by using of appraisal tool of PRISMA and obtained 10 relevan article.Results: The literature review obtained 3 important point on the implementation of code blue. First,Identification patient not properly, second, blucode is effective for increasing of rosc event,third,implementation base on protocol give better outcome .Conclusion: This literature review give us three important point on bluecode implementation. So, base onthis literature review, all of the point must be respected on bluecode implementation in Indonesia, to getbetter outcome.Keyword: bluecode system, blue code evaluation, bluecode implementation
PENGARUH SUPPORTIVE INTERVENTION TERHADAP BEBAN PERAWATAN DAN KUALITAS HIDUP KELUARGA PENDERITA KANKER SERVIKS Mutia Nadra Maulida; Putri Widita Muharyani; Karolin Adhisty
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Kanker serviks merupakan keganasan yang paling banyak ditemukan dan merupakan penyebab kematian utama pada perempuan. Hal ini akan memberikan dampak yang besar tidak hanya bagi penderita namun juga berdampak terhadap keluarga. Keluarga merupakan support system utama bagi penderita yang juga perlu menjadi perhatian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh supportive intervention terhadap beban perawatan dan kualitas hidup keluarga penderita kanker serviks.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif jenis quasy experiment dengan rancangan penelitian Pretest Posttest with Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga penderita kanker serviks yang berada di wilayah Palembang. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling berjumlah 60 orang. Peneliti menggunakan kuesioner Zarit Caring Burden dan Caregiver Quality of Life Index-Cancer (CQoL-C).Hasil: Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa ada perbedaan signifikan dalam rerata skor beban perawatan (p=0,012) dan kualitas hidup (p=0,001) antara sebelum dan setelah diberikan intervensi.Simpulan: Ada pengaruh supportive intervention terhadap beban perawatan dan kualitas hidup keluarga penderita kanker serviks.Kata Kunci: beban perawatan, kualitas hidup, kanker serviks, keluarga, supportive interventionAbstractAim: Cervical cancer is the most common malignancy and is the leading cause of death in women. This will have a big impact not only for sufferers but also families. A family is the main support system for sufferers who also need attention. The aim of this study was to determine the effect of supportive intervention on caring burden and quality of life in family caregivers of women with cervical cancer.Method: This research was a quasy experiment with a Pretest Posttest with Control Group research design. The population in this study were family of cervical cancer sufferers in the Palembang region. The sampling method used purposive sampling totaling 60 respondents. Researchers used the Zarit Caring Burden questionnaire and Caregiver Quality of Life Index-Cancer (CQoL-C) questionnaire.Result: The results showed a significant difference in the mean score of caring burden (p = 0.012) and quality of life (p = 0.001) between before and afterintervention.Conclusion: There was an effect of supportive intervention on caring burden and quality of life in family caregivers of women with cervical cancer.Keywords: caring burden, cervical cancer, family, quality of life, supportive intervention
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MAKRAYU PALEMBANG Pome, Gunardi; Endriyani, Sri; Rizal, Fahmi
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 6 No. 2 (2019): Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Kecemasan merupakan masalah psikososial yang banyak dialami pasien hipertensi.Kecemasan yang dialami berupa kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar, yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi progresif terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien hipertensi di Puskesmas Makrayu Palembang.Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy experiment pre-post test with control group dengan intervensi relaksasi progresif. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan pada pasien hipertensi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa relaksasi progresif.Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara lamahipertensi dengan tingkat kecemasan responden. Pada kejadian kecemasan penderita hipertensi, respon fisiologis terjadinya stres terutama pada sistem kardiovaskular, stimulasi adrenergik mengakibatkan vasokonstriksi perifer dan peningkatan tekanan darah sistemik.Simpulan: Terdapat penurunan tingkat kecemasan pasien hipertensi di Puskesmas Makrayu lebih besar pada kelompok yang intervensi yang mendapatkan terapi relaksasi progresif daripada kelompok kontrol (p value <0,05).
IDENTIFIKASI PELAKSANAAN CODE BLUE : LITERATURE REVIEW Rahmawati, Anisah; Emaliyawati, Etika; Kosasih, Cecep Eli
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 6 No. 2 (2019): Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Sistem code blue merupakan sistem komunikasi yang mampu memastikan dilakukannya panggilan cepat dan efektif untuk melakukan resusitasi pasien henti jantung paru. Sistem ini dibangun sebagai respon cepat terhadap kegawatan jantung paru di area rumah sakit, sehingga mampu memberikan resusitasi dan stabilisasi sesegera mungkin.Tim ini harus bekerja cepat dan efisien untuk mengoptimalkan pertolongan. Di sisi lain, kondisi kegawatan jantung paru seringkali menimbulkan stressor yang tinggi pada tim sehingga cukup mengganggu pelaksanaan. Literature review ini dilakukan untuk mengidentifikasi pelaksanaan code blue.Metode: Metode yang dilakukan dengan melakukan analisis kritis pada artikel penelitian berbahasa inggris tentang identifikasi pelaksanaan code blue tahun 2013-2018. Pencarian artikel dilakukan pada mesin pencarian Google Scholar, PubMed, serta Sciencedirect, dan dipilih dengan kriteria mudah diakses fulltexnya. Kata kunci yang digunakan adalah “Evaluation of Code blue”, “Implementation of Code blue”. Artikel diseleksi secara bertahap dengan menggunakan metode PRISMA dan didapatkan 10 artikel yang relevan.Hasil: Hasil menunjukkan tiga hal penting dalam pelaksanaan code blue, meliputi : identifikasi pasien yang tidak tepat, code blue efektif untuk meningkatkan ROSC (return of spontaneous circulation), dan pelaksanaan sesuai protokol akan memberi hasil lebih baik.Simpulan: Identifikasi pelaksanaan code blue menunjukkan tiga hal ini sangat bermanfaatbagi pelaksanaan code blue. Hal ini bisa untuk menjadi perhatian bagi pelaksanaan code blue di Indonesia, agar bisa mendapat hasil yang lebih baik.
EFEKTIFITAS MENDENGARKAN MUROTTAL DAN DOA TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD WATES Alivian, Galih Noor; Purnawan, Iwan; Setiyono, Danang
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 6 No. 2 (2019): Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Pasien yang menjalani hemodialisis mengalami masalah fisik dan psikologi. Salah satu masalah psikologi yang timbul yaitu kecemasan. Kecemasan yang tidak teratasi dengan baik dapat berdampak buruk pada kualitas hidup mereka. Terapi murottal dan doa mampu menurunkan kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan terapi murottal dan doa untuk mengurangi skor kecemasan pada pasien hemodialisis. Metode: Penelitian quasy experiment ini menggunakan rancangan pretest-posttest with control group design. Penelitian ini menggunakan 30 responden yaitu 15 kelompok doa dan 15 kelompok murottal sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran skor kecemasan menggunakan Visual Analog Scale Anxiety (VASA) 0-100. Uji statistik menggunakan paired t test dan independent t test. Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna antara skor cemas sebelum dan sesudah mendengarkan terapi murottal dan doa dengan masing-masing p value < 0,001, sedangkan skor kecemasan antara kelompok murottal dan doa tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan p value 0,571. Simpulan: Terapi mendengarkan murottal dan doa secara statistik sama-sama mampu menurunkan skor kecemasan pada pasien hemodialisis, tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara terapi murottal dengan terapi doa.
PENGALAMAN KELUARGA MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN PALLIATIVE CARE (STUDI FENOMENOLOGI) Jaji
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 6 No. 2 (2019): Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengeksplor perasaan anggota keluarga dalam merawat klien paliatif.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif.Hasil: Hasil analisis data didapatkan tujuh tema, yaitu: konsep sakit (modern dan tradisional), penyebab penyakit yang di derita, berusaha untuk membawa dan mengobati klien yang sakit, berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan klien, kondisi klien sangat menyita waktu orang di sekitarnya, peralihan peran, semuanya di serahkan kepada sang pencipta (pasrah).Simpulan: Saran bagi para keluarga yang terdapat klien paliatif care, agar selalu bersabar dan berusaha memberikan yang terbaik bagi klien yang mengalami paliatif care.

Page 1 of 2 | Total Record : 12