cover
Contact Name
Fuji Rahmawati
Contact Email
fujirahmawati@fk.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
antariniidriansari@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23555459     EISSN : 26849712     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Sriwijaya berisi artikel-artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian maupun hasil studi pustaka meliputi ranah keilmuan, ilmu keperawatan dasar (konsep dasar keperawatan, teknik-teknik dan metodologi asuhan keperawatan, teknik komunikasi dan pendekatan budaya dalam asuhan keperawatan), ilmu dasar keperawatan (anatomi, fisiologi, fisika kedokteran, biokimia, patologi klinis, patologi anatomi, kimia medik,gizi klinik), keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan gawat darurat, keperawatan komunitas (komunitas, keluarga, lansia, kesehatan kerja), serta keperawatan paliatif.
Articles 318 Documents
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MAKRAYU PALEMBANG Gunardi Pome; Sri Endriyani; Fahmi Rizal
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan: Kecemasan merupakan masalah psikososial yang banyak dialami pasien hipertensi.Kecemasan yangdialami berupa kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar, yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dantidak berdaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi progresif terhadappenurunan tingkat kecemasan pada pasien hipertensi di Puskesmas Makrayu Palembang.Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy experiment pre-post test with controlgroup dengan intervensi relaksasi progresif. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan tingkatkecemasan pada pasien hipertensi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa relaksasi progresif.Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara lamahipertensi dengan tingkat kecemasan responden. Padakejadian kecemasan penderita hipertensi, respon fisiologis terjadinya stres terutama pada sistemkardiovaskular, stimulasi adrenergik mengakibatkan vasokonstriksi perifer dan peningkatan tekanan darahsistemik.Simpulan: Terdapat penurunan tingkat kecemasan pasien hipertensi di Puskesmas Makrayu lebih besarpada kelompok yang intervensi yang mendapatkan terapi relaksasi progresif daripada kelompok kontrol (pvalue <0,05).Kata kunci: Relaksasi Progresif, Hipertensi, KecemasanAbstractAim: Anxiety is a psychosocial problem that many hypertensive patients experience. Anxiety is experienced inthe form of vague and pervasive worries, which are associated with feelings of uncertainty and helplessness.The aims of this study was to determine the effect of progressive relaxation techniques on reducing anxietylevels in hypertensive patients at the Makrayu Public Health Center in Palembang.Method: The design used in this study was the Quasy experiment pre-post test with control group withprogressive relaxation interventions. The study was conducted to determine differences in anxiety levels inhypertensive patients before and after treatment in the form of progressive relaxation.Results: There was a significant relationship between patient's hypertension and respondent's anxiety level.In the case of anxiety sufferers of hypertension, physiological responses to stress, especially in thecardiovascular system, adrenergic stimulation results in peripheral vasoconstriction and an increase insystemic blood pressure.Conclusion: There was a decrease in the level of anxiety of hypertensive patients at the Makrayu PublicHealth Center in the intervention group receiving progressive relaxation therapy than the control group (pvalue <0.05).Keyword: Progressive Relaxation, Hypertension, Anxiety
IDENTIFIKASI PELAKSANAAN CODE BLUE : LITERATURE REVIEW Anisah Rahmawati; Etika Emaliyawati; Cecep Eli Kosasih
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan: Sistem code blue merupakan sistem komunikasi yang mampu memastikan dilakukannya panggilancepat dan efektif untuk melakukan resusitasi pasien henti jantung paru. Sistem ini dibangun sebagai responcepat terhadap kegawatan jantung paru di area rumah sakit, sehingga mampu memberikan resusitasi danstabilisasi sesegera mungkin.Tim ini harus bekerja cepat dan efisien untuk mengoptimalkan pertolongan. Disisi lain, kondisi kegawatan jantung paru seringkali menimbulkan stressor yang tinggi pada tim sehinggacukup mengganggu pelaksanaan. Literature review ini dilakukan untuk mengidentifikasi pelaksanaan codeblue.Metode: Metode yang dilakukan dengan melakukan analisis kritis pada artikel penelitian berbahasa inggristentang identifikasi pelaksanaan code blue tahun 2013-2018. Pencarian artikel dilakukan pada mesinpencarian Google Scholar, PubMed, serta Sciencedirect, dan dipilih dengan kriteria mudah diakses fulltexnya.Kata kunci yang digunakan adalah “Evaluation of Code blue”, “Implementation of Code blue”. Artikeldiseleksi secara bertahap dengan menggunakan metode PRISMA dan didapatkan 10 artikel yang relevan.Hasil: Hasil menunjukkan tiga hal penting dalam pelaksanaan code blue, meliputi : identifikasi pasien yangtidak tepat, code blue efektif untuk meningkatkan ROSC (return of spontaneous circulation), danpelaksanaan sesuai protokol akan memberi hasil lebih baik.Simpulan: Identifikasi pelaksanaan code blue menunjukkan tiga hal ini sangat bermanfaatbagi pelaksanaancode blue. Hal ini bisa untuk menjadi perhatian bagi pelaksanaan code blue di Indonesia, agar bisa mendapathasil yang lebih baik.Kata kunci: sistem code blue, implementasi code blue, evaluasi code blueAbstractAim: Bluecode system are communication systems that ensure the most rapid and effective resuscitationwhen a patient is in respiratory or cardiac arrest. Its was build as fast respond for cardiopulmonaryemergency in the hospital, until resuscitation and stabilization can do immediately. Bluecode team must bework fastly and efisienly to get maximal outcome. Beside that,bluecode situation is full of stressor conditions,that obstruct the implementation. This literature review aims to identify the implementation of bluecodesystem.Method: A method used is critical review full text of 2013-2018 period in English language. The multipledata bases used is Google Scholar, PubMed, and Sciencedirect with keyword “Evalution of code blue”, and“Implementation of Code blue”. The article select gradually by using of appraisal tool of PRISMA and obtained 10 relevan article.Results: The literature review obtained 3 important point on the implementation of code blue. First,Identification patient not properly, second, blucode is effective for increasing of rosc event,third,implementation base on protocol give better outcome .Conclusion: This literature review give us three important point on bluecode implementation. So, base onthis literature review, all of the point must be respected on bluecode implementation in Indonesia, to getbetter outcome.Keyword: bluecode system, blue code evaluation, bluecode implementation
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI BANDAR LAMPUNG Fakhri Rizki; M. Agung Akbar
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12221

Abstract

Tujuan: Salah satu permasalahan atau perilaku menyimpang ini marak terjadi terutama pada remaja dan di lingkungan sekolah yaitu perilaku bullying. Hal ini berhubungan dengan penolakan teman sebaya yang menyebabkan munculnya perilaku bullying yang merupakan bentuk khusus agresi di kalangan teman sebaya.Perilaku bullying merupakan masalah yang terjadi hampir di semua sekolah.Tujuan Penelitian ini Untuk Mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Bullying Sekolah Menengah Pertama.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi ini adalah siswa SMP 2 Muhammadiyah Bandar Lampung yang berjumlah 109 siswa dan sampelnya total sampling yaitu semua anggota pupulasi digunakan sebagai sampel. Sampel penelitian ini berjumlah 92 responden sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan untuk analisa variat distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan ujichi square.Hasil: Pada penelitian ini menunjukkan distribusi frekuensi responden dengan 44 responden yang mempunyai harga diri rendah didapatkan 38 (84,6%) berilaku bullying, Sebanyak 50 responden mempunyai keluraga yang kurang baik didapatkan 44 (88%) berilaku bullying, Sebanyak 49 responden mempunyai teman sebaya yang kurang baik didapatkan 39 (79,6%) berilaku bullying dan untuk perilaku bullying dan harga diri (p value 0,000), perilaku bullying dan keluarga (p value 0,000), perilaku bullying dan teman sebaya (p value 0,000).Simpulan: Pada penelitian ini menunjukkan adanyahubungan antara faktor harga diri, keluarga dan teman sebaya dengan perilaku bullying pada siswa SMP 2 Muhammadiyah Bandar Lampung Tahun 2018.Kata Kunci: Faktor-Faktor (Harga Diri, Keluarga, Teman Sebaya), Perilaku Bullying, Remaja
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS TIPE 2 Lily Marleni
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12248

Abstract

Tujuan: Efikasi Diri diperlukan bagi pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 untuk meningkatkan kemandirian pasien dalam mengelola penyakitnya, efikasi diri mengacu pada keyakinan seseorang akan kemampuan diri dalam mengatur dan melakukan tindakan atau kegiatan yang mendukung kesehatannya berdasarkan pada tujuan dan harapan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan kejadian komplikasi diabetes mellitus tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Bhayangkara Palembang tahun 2018.Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain Cross Sectional, sampel penelitian ini berjumlah 95 responden diabetes mellitus tipe2. Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Diabetes Management Self-Efficacy Scale (DMSES).Hasil: Berdasarkan hasil analisis univariat didapatkan rata-rata umur responden berusia 59,89 tahun dengan rentang usia 38-78 tahun, distribusi frekuensi jenis kelamin sebanyak 55 orang atau (57,9%) yang berjenis kelamin perempuan, distribusi frekuensi efikasi diri sebanyak 53 orang atau (55,8%) yang mempunyai efikasi diri yang baik, dan distribusi frekuensi kejadian komplikasi sebanyak 56 orang atau (58,9%) yang mempunyai komplikasi. Sedangkan hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan antara efikasi diri dengan kejadian komplikasi diabetes mellitus tipe 2 dengan hasil ?-value = 0,001 ?? 0,05. Terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan kejadian komplikasi diabetes mellitus tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Bhayangkara Palembang tahun 2018.Simpulan: Rumah sakit dapat membuat kebijakan tentang efikasi diri dan memberikan informasi penting lewat media seperti leaflet efikasi diri khususnya di Ruang Penyakit Dalam Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.Kata Kunci: Efikasi Diri, Kejadian Komplikasi Diabetes Mellitus Tipe 2
ANAK USIA PRA SEKOLAH ANTARA METODE PEMERIKSAAN KPSP DENGAN DENVER II STUDI KASUS DI PUSKESMAS GANDUS PALEMBANG Dwi Apriani; Tri Febrianti
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12240

Abstract

Tujuan: Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP) adalah instrumen yang digunakan untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan. Tujuan skrining ini untuk mengetahui apakah perkembangan anak normal atau tidak. Denver II adalah salah satu dari metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak, tes ini bukanlah tes diagnostik atau tes IQ. Kedua metode pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi penyimpangan perkembangan anak. Deteksi penyimpangan perkembangan anak dilakukandi semua tingkat pelayanan kesehatan mulai dari Posyandu, Pos PAUD/BKB, Pustu, Puskesmas, Polindes, Bidan dan dokter praktek hingga Rumah Sakit. Pelaksana skrining bisa petugas atau kader Posyandu/PAUD/BKB, guru TK, tenaga kesehatan atau petugas terlatih lainnya. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui hasil screening KPSP, Denver II, serta perbandingan hasil screening KPSP dan Denver II pada anak usia pra sekolah di wilayah kerja Puskesmas Gandus Palembang.Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia pra sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Gandus Palembang yang termasuk dalam criteria inklusi sebesar 94 responden. Analisis data dilakukan dengan univariat dan bivariat. Analisis bivariat dengan menggunakan koefisien cohen’s kappa.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pertumbuhan dan perkembangan anak usia pra sekolah normal. Ada kesepakatan antara pemeriksaan perkembangan KPSP dan Denver II terhadap perkembangan anak usia pra sekolah ditunjukkan dari hasil koefisien cohen’s kappa sebesar 0,289.Simpulan: Ada kesepakatan antara pemeriksaan perkembangan KPSP dan Denver II terhadap perkembangan anak usia pra sekolah.Kata Kunci : Anak Usia Pra Sekolah, KPSP, Denver II
PENDIDIKAN MANAJEMEN LAKTASI TERHADAP PERILAKU IBU BEKERJA DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Indah Permatasari; Dhona Andhini; Fuji Rahmawati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12249

Abstract

Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang manajemen laktasi terhadap perilaku ibu bekerja dalam pemberian ASI eksklusif.Metode: Rancangan metode penelitian ini menggunakan design cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Kelurahan Sei Pangeran dan Puskesmas Aryodilah Palembang. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui dengan bayi usia ? 6 bulan. Sampel pada penelitian ini ebanyak 38 ibu menyusui denganbayi usia ? 6 bulan yang memenuhi kriteria inklusi. Adapu kriteria inklusi dalam penelitian ini (1) Ibu bekerja yang mempunyai bayi berumur 1-6 bulan, (2) Bertempat tinggal di wilayah kerja Kelurahan Sei Pangeran, Puskesmas Aryodilah, dan Puskesmas Sematang Borang Palembang, (3) Ibu yang bekerja di rumah, instansi swasta atau pemerintahan. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis univariabel dan bivariabel dilakukan dalam penelitian ini.Hasil: penelitian menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan tentang manajemen laktasi terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku ibu (p-vlue= 0,000) dalam pemberian ASI pada bayinya.Simpulan: diperlukan dukungan keluarga dan tempat kerja bagi ibu untuk keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi.Kata kunci: ASI, Ibu Bekerja, Laktasi
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL (SHALAT) PASIEN RAWAT INAP DI RSUD Dr. IBNU SOETOWO BATURAJA KABUPATEN OKU TAHUN 2017 Gunardi Pome; Sumitro Adi Putro
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12218

Abstract

Tujuan: Manusia terdiri dari bio, psiko, sosial dan spiritual yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Jika ada salah satu unsur dari ke empat aspek tersebut akan mempengaruhi yang lainya. Perawat perlu meneliti apakah ritual atau ibadah yang klien anut telah terganggu akibat penyakit atau perawatan di Rumah Sakit. Klien yang beragama islam mungkin berkeinginan untuk ritual sembahyang (shalat) mereka ke dalam rutinitas perawatan kesehatan, untuk memastikan kepastian ketenangan jiwa bagi klien dan keluarganya. Survei awal yang dilakukan peneliti pada bulan oktober 2016 di 3 Ruang rawat inap di RSUD dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja (18 orang pasien) didapatkan dari 36 responden didapatkan 4 pasien (12%) menyatakan masih rutin shalat, 7 pasien (19%) menyatakan jarang melakukan shalat, dan sisanya 25 pasien (69%) menyatakan tidak pernah melakukan shalat selama dirawat. Penelitian bertujuan melihat faktor yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan spritual (shalat) bagi pasien yang dirawat di RRI RSUD dr. Ibnu Sutowo Baturaja.Metode: Variabel yang diteliti adalah pemenuhan kebutuhan shalat, pengetahuan, kebiasaan, sarana dan sikap/dukungan perawat dalam pemenuhan kebutuhan spritual (shalat) pasien. Penelitian ini menggunakan desain Cross sectional dengan populasi 488 pasien rawat inap sampel diambil dengan teknik Simple Random Sampling menggunakan Rumus Stanley Lemeshow (presisi mutlak) didapatkan sampel minimal 109 responden. Penelitian dilakukan di Ruang rawat inap penyakit dalam dan bedah sebanyak 4 ruangan.Hasil: Hasil penelitian dari 109 responden didapatkan 80,7% (88 pasien) selama dirawat pasien tidak pernah mengerjakan shalat. Sedangkan ketika di rumah hanya 5,5% (6 orang) yang tidak pernah mengerjakan shalat. Untuk tingkat pengetahuan 53,2% (58 pasien) mempunyai pengetahuan kurang tentang shalat. Sarana ada 73,2% tersedia, sikap perawat tidak mengingatkan untuk shalat 81,7% (89 pasien). Hasil uji statistik menggunakan Chi Square didapatkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan pemenuhan kebutuhan spritual (shalat) pasien di Ruang Rawat inap RSUD dr.Ibnu Sutowo Baturaja tahun 2017. Analisis Multivariat didapatkan faktor sikap perawat yang dominan pempengaruhi perilaku pemenuhan kebutuhanspiritual (shalat pasien).Simpulan: Disarankan Pihak Rumah Sakit melalui PKMRS, untuk memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga tenang hubungan kebutuhan ibadah dan proses penyembuhan. Bidang Diklit dan bidang pembinaan mental dapat membuat pelatihan bagi tenaga kesehatan khususnya perawat yang paling lamaberinteraksi dengan pasien untuk diadakan pelatihan membimbing pasien dalam pemenuhan kebutuhan spiritualnya.Kata Kunci: Shalat, pengetahuan, kebiasaan, sarana, sikap perawat
HUBUNGAN STRES DENGAN ENURESIS PADA ANAK USIA SEKOLAH DI DESA PETAK KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO Rasyid Salim; Yunias Setiawati; Nurul Mawaddah
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12241

Abstract

Tujuan: Enuresis merupakan masalah yang sering ditemukan pada anak-anak. Enuresis memberikan pengaruh buruk baik secara psikologis dan sosial sehingga bisa mengganggu kehidupan anak dan mempengaruhi kualitas hidupnya saat dewasa. Salah satu faktor penyebab enuresis pada anak adalah stres atau faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres dengan enuresis pada anak usia sekolah.Metode: Desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 32 anak. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner PSS-C (the Perceived Stress Scale For Children) yang digunakan untuk mengukur tingkat stres pada anak. Teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data adalah uji chi Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak sekolah mengalami stres yang tinggi (62%) dan sebagian besar anak sekolah mengalami enuresis (56%). Hasil uji statistik menunjukkan Pvalue = 0,000 (Pvalue > ) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara stres dengan enuresis pada anak.Simpulan: Diharapkan orang tua mengenali masalah psikososial yang terjadi pada anak sehingga dapat memberikan intervensi segera agar tidak berdampak pada perkembangan anak selanjutnya. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan untuk mengajarkan tehnik manajemen stres pada anak dan manajemen penanganan enuresis pada anak sekolah.Kata kunci: Enuresis, Stres, Anak Sekolah
PENGARUH SUPPORTIVE INTERVENTION TERHADAP BEBAN PERAWATAN DAN KUALITAS HIDUP KELUARGA PENDERITA KANKER SERVIKS Mutia Nadra Maulida; Putri Widita Muharyani; Karolin Adhisty
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Kanker serviks merupakan keganasan yang paling banyak ditemukan dan merupakan penyebab kematian utama pada perempuan. Hal ini akan memberikan dampak yang besar tidak hanya bagi penderita namun juga berdampak terhadap keluarga. Keluarga merupakan support system utama bagi penderita yang juga perlu menjadi perhatian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh supportive intervention terhadap beban perawatan dan kualitas hidup keluarga penderita kanker serviks.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif jenis quasy experiment dengan rancangan penelitian Pretest Posttest with Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga penderita kanker serviks yang berada di wilayah Palembang. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling berjumlah 60 orang. Peneliti menggunakan kuesioner Zarit Caring Burden dan Caregiver Quality of Life Index-Cancer (CQoL-C).Hasil: Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa ada perbedaan signifikan dalam rerata skor beban perawatan (p=0,012) dan kualitas hidup (p=0,001) antara sebelum dan setelah diberikan intervensi.Simpulan: Ada pengaruh supportive intervention terhadap beban perawatan dan kualitas hidup keluarga penderita kanker serviks.Kata Kunci: beban perawatan, kualitas hidup, kanker serviks, keluarga, supportive interventionAbstractAim: Cervical cancer is the most common malignancy and is the leading cause of death in women. This will have a big impact not only for sufferers but also families. A family is the main support system for sufferers who also need attention. The aim of this study was to determine the effect of supportive intervention on caring burden and quality of life in family caregivers of women with cervical cancer.Method: This research was a quasy experiment with a Pretest Posttest with Control Group research design. The population in this study were family of cervical cancer sufferers in the Palembang region. The sampling method used purposive sampling totaling 60 respondents. Researchers used the Zarit Caring Burden questionnaire and Caregiver Quality of Life Index-Cancer (CQoL-C) questionnaire.Result: The results showed a significant difference in the mean score of caring burden (p = 0.012) and quality of life (p = 0.001) between before and afterintervention.Conclusion: There was an effect of supportive intervention on caring burden and quality of life in family caregivers of women with cervical cancer.Keywords: caring burden, cervical cancer, family, quality of life, supportive intervention
PENGARUH MEDIA BOOKLET TERHADAP SELF CARE PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMALANREA JAYA KOTA MAKASSAR Sri Wahyuni; Sri Darmawan
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12219

Abstract

Tujuan: Penyakit gagal ginjal kronik atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) adalah merupakan penyakit dimana gagalnya tubuh dalam mempertahankan metabolism dan keseimbangan cairan dan elektrolit, atau dikenal juga sebagai Chronic Kidney Disease (CKD) yang sering disertai dengan penyakit kardiovaskular (CVD). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Media Booklet terhadap Selfcare Penderita Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Therapy Hemodialisis.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasy Experimen dengan pendekatan Pre-post test design di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar. Populasi yaitu penderita Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa dengan jumlah sampel sebanyak 25 orangHasil: Hasil penelitian didapatkan nilai signifikan 0.003, karena sig < 0.05.Simpulan: Bahwa ada pengaruh Media Booklet terhadap Selfcare Penderita Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Therapy Hemodialisis. Saran peneliti pasien dapat meningkatkan upaya kebutuhan self care untuk mempertahankan dan mengoptimalkan fungsi tubuh dalam melakukkan aktivitas sehari-hari dengan cara disiplin dalam mengatur dan mengontrol kondisi kesehatannya.Kata kunci: Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis, Self Care, Booklet

Page 9 of 32 | Total Record : 318