cover
Contact Name
Fuji Rahmawati
Contact Email
fujirahmawati@fk.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
antariniidriansari@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23555459     EISSN : 26849712     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Sriwijaya berisi artikel-artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian maupun hasil studi pustaka meliputi ranah keilmuan, ilmu keperawatan dasar (konsep dasar keperawatan, teknik-teknik dan metodologi asuhan keperawatan, teknik komunikasi dan pendekatan budaya dalam asuhan keperawatan), ilmu dasar keperawatan (anatomi, fisiologi, fisika kedokteran, biokimia, patologi klinis, patologi anatomi, kimia medik,gizi klinik), keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan gawat darurat, keperawatan komunitas (komunitas, keluarga, lansia, kesehatan kerja), serta keperawatan paliatif.
Articles 318 Documents
PENGARUH INHALASI AROMATHERAPI CITRUS TERHADAP EFEK NAUSEA DAN VOMITUS PASCA KEMOTERAPI PASIEN KANKER SERVIKS DI RSUP Dr. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG Karolin Adhisty; Firnaliza Rizona; Maya Hudiyati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Pasien kanker merupakan pasien dengan tanda gejala juga pengobatan yang memiliki kompleksitas tersendiri. Gangguan biopsikososial menjadi indikasi tersendiri baik pasca pengobatan maupun sebelum pengobatan tersebut. Mual dan muntah pasca kemotherapi menjadi masalah tersendiri bagi pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salah satu intervensi untuk mengatasi mual dan muntah dengan cara menggunakan teknik non farmakologi berupa pemberian aromatherapy citrus secara inhalasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experiment pre test-post test control group design. Pengambilan data menggunakan beberapa kuesioner yang digunakan untuk mengukur status kesehatan pasien kanker. Kuesioner yang digunakan antara lain kuesioner karakteristik responden, screening palliative performance scale, kuesioner EORTC QLQ-C30 dan kuesioner Rhodes INVR. Jumlah sampel sebanyak 34 responden dengan cara purposive sampling melalui pemilihan berdasarkan kriteria inkusi dan ekslusi yang ada. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada penurunan mual muntah pada kelompok intervensi dngan nilai median 2.00 dan uji statistik sebesar 0.000 yang menandakan adanya pengaruh dari intervensi aromatherapi citrus terhadap penurunan mual dan muntah pasien. Simpulan: Berdasarkan penelitian ini, tenaga kesehatan dapat memberikan terapi ini sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi mual dan muntah pada pasien. Kata kunci: kanker serviks, mual dan muntah, aromatherapi citrus
SKOR FATIGUE PADA ANAK DENGAN KANKER DI RUANG PERAWATAN ANAK RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Hermalinda Hermalinda; Dwi Novrianda
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Pengobatan kanker terutama kemoterapi dapat memberikan efek pada fisik, psikologis anak, dan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan serta kualitas hidup anak. Fatigue merupakan keluhan yang paling banyak dikeluhkan anak yang sedang menjalani pengobatan kanker. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi skor fatigue pada anak dengan kanker. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah survey deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah anak dengan kanker yang menjalani pengobatan. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 anak. Alat pengumpulan data adalah kuisioner tentang skor fatigue dengan kuesioner parent fatigue scale (PFS) untuk anak usia kurang dari 7 tahun dan children fatigue scale (CSF) untuk anak usia lebih dari 7 tahun. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor fatigue anak usia <7 tahun adalah 43.55  dan  43.30 pada anak usia >7 tahun. Rata-rata tingkat fatigue yang dialami anak adalah cukup berat. Simpulan: Tingkat fatigue yang dialami anak adalah cukup berat. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup anak.  Adanya keterlibatan tenaga kesehatan sangat diharapkan dalam melakukan pengkajian yang komprehensif terhadap gejala fatigue pada anak dengan kanker. Kata kunci: Kanker, pengobatan kanker, fatigue.
Pengaruh Posisi Ergonomis terhadap Kejadian Low Back Pain Pada Penenun Songket di Kampung BNI 46 Jum Natosba; Jaji Jaji
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penyakit akibat kerja disebabkan oleh pekerjaan dan sikap kerja. Salah satu penyakit akibat kerja pada  tulang  belakang  adalah  nyeri  punggung  bawah, yang  timbul  karena  posisi  statis  dalam  bekerja  dan bersifat  continue.  Setiap tahun  15%–45%  orang  dewasa  menderita  nyeri  punggung  bawah  dan umumnya terjadi  pada  usia  35-55  tahun.  Penerapan  ergonomi  merupakan aktivitas  rancang  bangun  (disain)  ataupun rancang  ulang  yang  disesuaikan dengan  kemajuan  teknologi  dan  juga  anatomy,  psysiology,  industrial medicine. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh posisi ergonomis terhadap kejadian low back pain pada penenun songket, di kampung BNI 46.Metode: Jenis  penelitian  ini  adalah  quasi  experimental  design  tanpa  kelompok kontrol  dengan  metode pendekatan one group  pre test - post test design. Populasinya adalah penenun songket berjumlah 30 orang. Karena jumlah populasi kurang dari 100, maka semua objek diteliti, sehingga penelitiannya merupakan total populasi.Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0.001, yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara nyeri sakit pinggang sebelum dan sesudah di beri posisi ergonomis yaitu kursi sandaran dalam menenun songket.Simpulan: Seyogyanya  para  penenun  menggunakan  posisi  ergonomis  yaitu kursi  sandaran,  karena  tidak hanya akan menambah jadi produktif dalam menenun, tetapi resiko terjadi masalah kesehatan, terutama nyeri pinggang dapat di hindari.
Perbedaan Kemampuan Adaptasi pada ibu hamil risiko tinggi dan risiko rendah primigravida trimester pertama Mutia Nadra Maulida; Intansari Nurjannah; Wiwin Lismidiati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Kehamilan diawali oleh peristiwa konsepsi hingga usia kehamilan mencapai 38-42 minggu. Selama proses tersebut, ibu hamil mengalami perubahan sehingga dibutuhkan kemampuan adaptasi untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi selama masa kehamilan yang akan terjadi baik pada ibu hamil yang berisiko tinggi maupun yang berisiko rendah terutama primigravida trimester pertama. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat perbedaan kemampuan adaptasi pada ibu hamil risiko tinggi dan risiko rendah primigravida trimester pertama. Metode: Desain penelitian dengan pendekatan cross sectional. Sampel yaitu dalam penelitian ini adalah ibu hamil baik yang memiliki risiko tinggi maupun risiko rendah. Penentuan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan metode consequtive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 84 responden, 42 responden risiko tinggi dan 42 responden risiko rendah. Penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney untuk melihat perbedaan antara kelompok ibu risiko tinggi dan risiko rendah dengan derajat kepercayaan 95%, ? = 0,05 bermakna apabila p ? 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kemampuan adaptasi pada ibu hamil risiko tinggi dan risiko rendah primigravida trimester pertama (p < 0,05). Simpulan: Ada perbedaan kemampuan adaptasi pada ibu hamil risiko tinggi dan risiko rendah primigravida trimester pertama. Kata Kunci: kehamilan, kemampuan adaptasi, risiko tinggi, risiko rendah  Abstract Aim: Pregnancy begins with conception until the gestational age reaches 38-42 weeks. During the process, pregnant women experience changes so that adaptation skills are needed to be able to adapt to changes that occur during pregnancy that will occur in both high-risk and low-risk pregnant women, especially first trimester primigravidas. The aim of this study was to see differences in adaptation ability in pregnant women at high risk and low risk of first trimester primigravida. Method: Research design with cross sectional approach. The sample in this study is pregnant women who have high risk and low risk. Determination of sample using non probability sampling technique with consequtive sampling method. The sample in this study amounted to 84 respondents, 42 high risk respondents and 42 low risk respondents. This study used the Mann Whitney test to see the difference between high risk and low risk with 95% confidence level.Result: The results of the study showed that there were differences in adaptation ability in high-risk pregnant women and low-risk first-trimester primigravida (p <0.05). Conclusion: There is a difference in adaptation ability in pregnant women at high risk and low risk of first trimester primigravida.patients. Keywords: pregnancy, adaptability, high risk, low risk 
Hubungan Karakteristik Penderita Tuberkulosis Paru dengan Hasil Pemeriksaan Dahak di Kabupaten Ogan Ilir Nurkumalasari Nurkumalasari; Dian Wahyuni; Nurna Ningsih
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Tuberkulosis paru (TB Paru) disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis yang merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Secara global, Indonesia menempati urutan kelima setelah Negara India, Cina, Afrika Selatan dan Nigeria untuk kasus Tuberkulosis Paru. Pada program nasional, pemeriksaan dahak mikroskopis sangat penting untuk menentukan adanya BTA di dalam dahak penderita suspek TB Paru.Metode: Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling yakni semua penderita tuberkulosis paru basil tahan asam positif dan basil tahan asam negatif yang berobat ke seluruh puskesmas wilayah kabupaten Ogan Ilir periode April–September Tahun 2013 sebanyak 270 orang. Pengolahan data menggunakan sistem komputerisasi yang dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara umur (p-value = 0,286), jenis kelamin (p-value = 0,261), status perkawinan (p-value = 0,331), pekerjaan ada hubungan (p-value = 0,857) dengan hasil pemeriksaan dahak di Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2013.Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan untuk petugas puskesmas pemegang Program Tuberkulosis Paru sebaiknya meningkatkan kegiatan lagi kunjungan langsung ke rumah penderita TB Paru dan tidak henti-hentinya memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bagi Kepala Puskesmas diharapkan selalu memantau Pelaksanaan Program dan membantu memecahkan masalah yang dijumpai oleh pemegang program, bagi Dinas Kesehatan agar selalu memberikan bimbingan dan evaluasi pelaksanaan program Tuberkulosisi Paru di Puskesmas. Selain itu, perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai faktor bibit penyakit dan lingkungan yang mempengaruhi kejadian TB Paru.
Uji berbagai Terapi Komplementer terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Herliawati Herliawati; Bina Melvia Girsang
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Dampak yang ditimbulkan baik jangka pendek maupun jangka panjang dari penyakit hipertensi membutuhkan penanggulangan yang menyeluruh dan terpadu. Hipertensi menimbulkan angka morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian) yang tinggi. Beberapa terapi komplementer dapat di lakukan untuk menurunakan tekanan darah pada penderita hipertensi seperti; terapi tertawa, terapi masase kaki menggunakan minyak esensial lavender, terapi meditrasi, terapi musik klasik. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pembina Palembang dengan tujuan untuk mengetahui terapi komplementer yang paling efektif dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Metode: Jumlah sampel yang digunakan adalah  40 orang masing-masing 10 orang untuk 1 perlakuan terapi komplementer yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi komplementer tersebut diatas efektif dalam menurunkan tekanan darah responden baik  tekanan darah sistolik dan diatolik dengan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik terbesar adalah setelah dilakukan terapi masase kaki menggunkan minyak esensial lavender (11,40 mmHg) sedangkan penurunan tekanan darah diastolik yang terbesar setelah dilakukan terapi ralaksasi meditasi (5,50 mmHg). Kata Kunci: terapi,  komplementer, hipertensi,
Hubungan Stres Kerja dengan Kinerja Perawat Pelaksana dalam Melaksanakan Pelayanan Keperawatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Anutapura Palu Fajrillah Fajrillah; Nurfitriani Nurfitriani
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  hubungan  stres  kerja dengan  kinerja  perawat  di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Anutapura Palu.Metode: Jenis  penelitian  ini  kuantitatif  dengan  metode Corelational  Analysis dengan  pendekatan  Cross Sectional. Sampel penelitian adalah perawat di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Anutapura Palu yang dipilih dengan caraTotal sampling. Variabel independen yaitu stres kerja perawat diukur dengan kuisioner dan variabel dependen kinerja perawat diukur dengan kuisioner.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami stres kerja dalam kategori tinggi (54,8%) dan kinerja perawat sebagian besarnya   termasuk dalam kategori kurang baik (83,3%). Berdasarkan hasil  uji  Chi-Square didapatkan  ada  hubungan  yang  signifikan  antara  stres  kerja  dan  kinerja perawat  (p-value=0,031 dan OR = 0,117).Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini dari hasil penelitian yang dilakukan mulai tanggal 20 april  – 05 mei  2015   menunjukkan   ada  hubungan  antara  stres kerja dengan  kinerja  perawat  pelaksana  dalam melaksanakan  pelayanan  keperawatan. Dengan  demikian,  disarankan  untuk  para  perawat  agar  lebih mengantisipasi atau menyelesaikan stres yang dialami dengan mekanisme koping yang adaptif sehingga tidak berpengaruh  negative  pada  pelayanan  keperawatan  yang  sesuai dengan  standar  asuhan  keperawatan profesional.
Efek Edukasi terhadap peningkatan pengetahuan tentang jajanan sehat pada anak Sekolah Dasar Firnaliza Rizona; Yuliana Yuliana
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Kejadian penderita obesitas semakin meningkat pada anak, terutama pada anak usia sekolah. Faktor yang menyebabkan obesitas pada anak adalah meningkatnya angka konsumsi jajanan khususnya jajanan junkfood. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai pengetahuan pada anak usia sekolah yaitu melalui pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek edukasi melalui metode peer group terhadap peningkatan pengetahuan anak dengan obesitas tentang jajanan sehat. Metode: Pelaksanaan penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan one grup pre-post test design. Jumlah responden sebanyak 30 siswa yang berstatus gizi obesitas. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai p=0,000.Simpulan: Edukasi mengenai jajanan sehat melalui peer group dapat meningkatkan pengetahuan anak sekolah dengan obesitas untuk memahami tentang jajanan sehat Kata Kunci: edukasi, pengetahuan, jajanan sehat, obesitas umur Abstract Aim: The incident of obesity was increasing on children, specially on scholl age children. The factor which cause obese on children was the increasing number of consuming snack that is junk food. One of method for increasing the number of knowledge on school age children is health education. The aim of research is to find the influence of education with the peer group methods on increasing the knowledge children obesity about healthy snacks Method: The design of this study was a quasi-experiment with one group pretest posttest design. The number of respondents were 30 students with obesity nutritional status. The method of selecting respondents was a purposive sampling. Result: The results of statistical tests by Wilcoxon test showed that there were increasing the knowledge before and after giving health education with the result p= 0.000 Conclusion: Education about healthy snacks through peer group can increase the knowledge of obesity school age children to understand about healthy snacking. Keywords: Education, knowledge, attitude, healthy snacks, obesity
Pengaruh modifikasi sayur terhadap porsi konsumsi sayur anak prasekolah Eva Citra Dewi; Putri Widita Muharyani; Arie Kusumaningrum
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Konsumsi sayur yang kurang merupakan salah satu masalah makan yang sering terjadi pada anak prasekolah.  Hal ini dapat menyebabkan kurangnya asupan vitamin dan mineral serta berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh modifikasi sayur terhadap porsi konsumsi sayur anak prasekolah. Metode: Metode penelitian ini adalah preeksperimental one-grup pra-post tes design. Sampel berjumlah 15 orang yang diambil mengunakan teknik purposive sampling. Hasil: Karakteristik responden terdiri dari jenis kelamin 60,0% laki–laki dan rata–rata usia 5,57±0,36 tahun. Uji wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan rata–rata yang bermakna antara porsi konsumsi sayur sebelum dan setelah dilakukan modifikasi sayur dengan p value = 0,001 dan ? = 0,05. Rata–rata porsi konsumsi sayur sebelum dilakukan modifikasi 164,33±23,08 gram dan porsi setelahnya meningkat menjadi 272,07±26,81 gram. Simpulan: Modifikasi sayur diharapkan dapat diterapkan baik di komunitas maupun di keluarga. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan analisis terhadap faktor lain yang mempengaruhi konsumsi sayur anak prasekolah. Kata Kunci: Konsumsi sayur, modifikasi, anak, prasekolah Abstract Aim: Less consumption of vegetables is one of the most common eating problems in preschool children. This can lead to inadequate intake of vitamins and minerals as well as the impact on the growth and development of children. This research aimed to determine the influence of modification of vegetable dishes to servings of vegetable consumption of preschool children. Method: This study used preexperiment one-group pre-post test design. Samples were 15 people were taken using purposive sampling technique. Result: Respondent characteristics including gender 60.0% male and mean of age 5.57±0.36 years. Wilcoxon test showed asignificant difference of average of vegetable consumption before and after the modification of vegetables with p value = 0.001 and ? = 0.05. The average of vegetables consumption before modification of vegetable dishes were 164.33±23.08 grams and after it increased to 272.07±26.81 grams.Conclusion: Modification of vegetable dishes expected to be applied both in the community and in the family. Expected to futureresearchcan be analyze other factors that influence to vegetable consumption in preschool children. Keywords: Consumption of vegetables, modification, children, preschool
Implementasi Self Care Model dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Gagal Ginjal Kronik Sofiana Nurcahyati; Darwin Karim
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi implementasi self care model dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien GGK.Metode: Populasi penelitian ini adalah pasien GGK yang menjalani HD secara reguler sebanyak 116 orang. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 30 orang sesuai dengan kriteria inklusi ; berusia minimal 18 tahun, tidak mengalami komplikasi penyakit kronis, mampu berkomunikasi, dapat melakukan ADL. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan pengambilan data secara retrospektif dan prospektif.Hasil: Penelitian ini diperoleh hasil jenis kelamin terbanyak laki-laki 17 orang (56,7%), usia terbanyak lansia awal (46-55 tahun) sebanyak 17 orang (56,1%), lama HD terbanyak <1 tahun 11 orang (36,3%). Setelah dilakukan implementasi self careselama 4 minggu terdapat peningkatan skor rata-rata kualitas hidup padapasien gagal ginjal kronik dari sebelumnya nilai 68 menjadi 73.Simpulan: Pasien GGK perlu diberikan perawatan melalui implementasi self care model agar kualitas hidupnya meningkat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih baik.

Page 7 of 32 | Total Record : 318