cover
Contact Name
Fuji Rahmawati
Contact Email
fujirahmawati@fk.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
antariniidriansari@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23555459     EISSN : 26849712     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Sriwijaya berisi artikel-artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian maupun hasil studi pustaka meliputi ranah keilmuan, ilmu keperawatan dasar (konsep dasar keperawatan, teknik-teknik dan metodologi asuhan keperawatan, teknik komunikasi dan pendekatan budaya dalam asuhan keperawatan), ilmu dasar keperawatan (anatomi, fisiologi, fisika kedokteran, biokimia, patologi klinis, patologi anatomi, kimia medik,gizi klinik), keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan gawat darurat, keperawatan komunitas (komunitas, keluarga, lansia, kesehatan kerja), serta keperawatan paliatif.
Articles 318 Documents
ANALISA HUBUNGAN PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI TENAGA KEPERAWATAN TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUNGAI LILIN Novi Nazilah; Misnaniarti Misnaniarti; Yuanita Windusari
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12244

Abstract

Tujuan: Mengetahui hubungan faktor kompensasi dan motivasi tenaga keperawatan terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sungai Lilin.Metode: Metode penelitian menggunakan desain crossectional dengan sampel sebanyak 43 reponden yang merupakan perawat di RSUD Sungai Lilin. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitan diperoleh terdapat hubungan yang signifikan antara kompensasi dengan kinerja perawat (p-value = 0,028) dan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kinerja perawat (pvalue = 0,007). Kompensasi dan motivasi diperkirakan menjadi risiko terjadinya kinerja yang kurang baik pada perawat di RSUD Sungai lilin, berdasarkan hasil analisis diperoleh prevalence ratio sebesar 1,522 (95% CI: 1,041-2,224) artinya ketika seorang perawat mendapatkan kompensasi yang rendah makan berisiko 1,533kali untuk memiliki kinerja yang kurang baik, sedangkan untuk motivasi diperoleh prevalence ratio sebesar 1,744 (95% CI: 1,099-2,767), artinya ketika perawat mempunyai motivasi kerja yang rendah maka berisiko 1,744 kali untuk mempunyai kinerja yang kurang baik.Simpulan: Kinerja yang baik dapat membantu perawat untuk mencapai tujuan dengan lebih baik, sehingga adanya kompensasi yang tinggi dan motivasi yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan kinerja perawat RSUD Sungai Lilin.Kata kunci: Kinerja, Kompensasi, Motivasi
PENGARUH SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TEHNIQUE DAN SUPPORTIVE THERAPY TERHADAP TINGKAT STRES PASIEN KANKER SERVIKS Sri Maryatun
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12220

Abstract

Tujuan: Kanker serviks saat ini masih menjadi masalah kesehatan bagi wanita yang mengancam kehidupan. Penderita kanker serviks dihadapkan pada masalah fisik dan psikologis. Masalah fisik seperti nyeri, kehilangan berat badan, kehilangan minat seksual, menopause dini, kelelahan, kesulitan tidur, dan neuropati perifer. Sedangkan masalah psikologis adalah stres, marah, mengingkari, takut akan kematian, kecemasan, depresi, kesepian, isolasi, dan keputusasaan. Oleh karena itu masalah penanganan stres pada pasien kankerperlu mendapat perhatian khusus (Husni, 2012). World Cancer Declaration (2013) menyatakan bahwa salah satu tujuan dari penanganan pasien kanker adalah mengurangi nyeri dan manajemen stres. Bentuk kombinasimanajemen stres yang baik adalah menguatkan koping internal dan eksternal pasien.Koping internal pasien diberikan dengan terapi SEFT dan koping ekternal diberikan dengan dukungan orang lain melalui terapi supportive therapy.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh SEFT dan supportive therapyterhadap perubahan tingkat stres pada pasien kanker serviks.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental dengan pendekatan nonequivalent control group design. Jumlah sampel sebanyak 24 responden yang terdiri dari 12 kelompok intervensi dan 12 kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Instrument pengukuran tingkat stres menggunakan kuesioner tingkat stres yang di modifikasi dari DASS 42.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan tingkat stres sebelum dan sesudah dilakukan SEFT pada kelompok intervensi (p-value = 0,000).Simpulan: Pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan tingkat stres sebelum dan sesudah dilakukan SEFT (p-value = 0, 0561), sedangkan untuk tingkat stres sesudah dilakukan SEFT antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol terdapat perbedaan penurunan tingkat stres antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah diberikan perlakuan (p-value = 0,000).Kata kunci: Kanker serviks, Stres, SEFT, Supportive Therapy
DISTRIBUSI KARAKTERISTIK FAKTOR PENYEBAB OBESITAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR Firnaliza Rizona; Herliawati Herliawati; Khoirul Latifin; Dwi Septiawati; Ledy Astridina; Utami Melyana Sari; Nisrina Farah Fadhilah
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12247

Abstract

Tujuan: Penderita obesitas pada usia anak-anak khususnya anak sekolah mengalami peningkatan setiap tahunnya. Akibat yang akan dihadapi anak penderita obesitas dimasa mendatang adalah terserang berbagai penyakit degenerative hingga bisa menyebabkan kematian. Faktor yang menyebabkan terjadinya obesitas bersifat multifactor. Mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya obesitas pada anak usia sekolah menjadi tujuan pada penulisan ini.Metode: Menggunakan pendekatan explanatory study. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Sekolah dasar di wilayah kerja puskesmas Pembina Palembang dengan jumlah responden 40 siswa dengan status gizi obesitas. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan tentang faktor penyebab obesitas yang diolah dengan analisis univariat.Hasil: Hasil analisis yang diperoleh mayoritas anak obesitas sering mengkonsumsi junkfood (72.5%), tidak sarapan pagi (65%), Aktivitas fisik melalui hobi mayoritas bermain game pada smart phone (82.5%), cara berangkat kesekolah dengan menggunakan kendaraan (70%), dan durasi tidur kurang dari 7 jam (72.5%).Simpulan: Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas pada anak usia sekolah antara lain kebiasaan jajan makanan junk food, kurang aktivitas fisik dan kegiatan monoton seperti bermain smartphone (sedentary life style), tidak sarapan pagi, dan durasi tidur yang sedikit.Kata kunci: Faktor, Penyebab, Obesitas, Anak
ANALISIS PERBEDAAN PENGKAJIAN SKRINING PENGABAIAN PADA LANSIA MENGGUNAKAN MANUAL DENGAN APLIKASI HP ANDROID Jaji Jaji; Jum Natosba; Fuji Rahmawati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Setiap lansia akan mengalami proses penuaan yang berbeda pada setiap individu, hal ini di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor herediter, lingkungan, kondisi fisik dan psikologi. Penuaan merupakan proses perubahan biologik, psikologik, dan sosial yang terjadi seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia seseorang atau disebut juga dengan lanjut usia. Tujuan penelitian ini untuk menilai sejauhmana pengkajian screening pengabaian kepada lansia menggunakan manual kertas dengan pengkajian screening pengabaian pada lansia dengan menggunakan aplikasi yang ada di smartphone android.Metode: Penelitian ini menggunakan Pre Experimental Design tanpa kelompok kontrol dengan metode pendekatan One Group Pretest-Posttest Design, yaitu penelitian yang melakukan observasi dengan menggunakan kuesioner sebelum eksperimen (pre-test) dan sesudah eksperimen (post-test). Pengukuran pengkajian pengabaian dilakukan 2 kali yaitu evaluasi pengkajian secara manual dan evaluasi pengkajian menggunakan aplikasi. Responden berjumlah 27 mahasiswa, penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan google foam.Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0.001, maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara Pengkajian manual dengan lembaran kertas dengan pengkajian dengan aplikasi Hp android.Saran: Saran dari penelitian ini, pengkajian screening pengabaian menggunakan aplikasi, sebagai bentuk kemajuan tekhnologi dapat dilakukan oleh petugas kesehatan. Pengkajian skrining pengabaian pada lansia juga dapat di lakukan oleh masyarakat umum.Kata kunci: smartphone, pengabaian, lansia, skrining
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP NYERI LUKA EPISIOTOMI DI RS MUHAMMADIYAH PALEMBANG Lukman Lukman; Siti Rahma; Prahardian Putri
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap nyeri luka episiotomi di RS Muhammadiyah Palembang.Metode: Metode yang digunanakan pada penelitian adalah praeksperimental dengan rancangan one group prettest-posttest design pada populasi ibu bersalin yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling yang berjumlah 18 orang. Untuk menjawab tujuan penelitian menggunakan uji wilcoxon karena sebaran data tidak normal.Hasil: Rata - rata usia responden 25,11 tahun (± 4,626), paritas primipara 13 orang (72,2%) dan multipara 5 orang (27,8%), median nyeri luka episiotomi sebelum dan sesudah relaksasi napas dalam berturut-turut 6,00 (min – maks: 4 – 6) dan 4,00 (min – maks: 2 – 6). Untuk rata-rata nyeri sebelum dan sesudah tindakan relaksasi napas dalam berurut-turut didapatkan 5,61 (± 0,979)) dan 3,29 (± 1,098). Uji beda menggunakan uji Wilcoxon karena sebaran data tidak normal dan mendapatkan nilai p= 0,001.Simpulan: Relaksasi napas dalam mempengaruhi nyeri luka episiotomi. Diharapkan praktisi perawat dapat melakukan relaksasi pernapasan dalam sebagai salah satu alternatif implementasi pada ibu postpartum yang menjalani episiotomi. Para akademisi diharapkan dapat mengajarkan siswa tindakan relaksasi pernafasan dalam. Penelitian serupa dapat dilakukan, namun dengan penambahan jumlah sampel dan menggunakan kelompok kontrol.Kata kunci: episiotomy, nyeri, pascabersalin, relaksasi napas dalam
HUBUNGAN EFIKASI DIRI PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN RISIKO RAWAT ULANG DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. HARJONO KABUPATEN PONOROGO Sustyarko Onny Anandarma; Nurfika Asmaningrum; Kholid Rosyidi Muhammad Nur
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan perawatan berkelanjutan. Dalam proses perawatan mandiri pasien diabetes di rumah, efikasi diri merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi diri dan dapat meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kekambuhan penyakit, sehingga dapat menurunkan risiko rawat ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan risiko rawat ulang.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain penelitian observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 69 responden melalui perhitungan G*Power. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner DMSES dan LACE Index, dengan hasil uji validitas 0,658 untuk kuesioner DMSES dan 0,895 untuk kueisoner LACE Index. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Spearman rank. Lokasi penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. Harjono Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini dimulai dari bulan November 2020 sampai dengan bulan Desember 2020.Hasil: Hasil penelitian ini terdapat nilai korelasi signifikan antara efikasi diri dengan risiko rawat ulang dengan nilai p value < 0,001 dan r = -0,411 yang menunjukkan keeratan korelasi sedang dengan nilai negatif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri pasien sehingga mampu memanajemen perawatan dirinya, berdampak terhadap risiko rawat ulang yang rendah.Simpulan: Diharapkan perawat dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai langkah untuk meminimalisir kejadian rawat ulang pada pasien diabetes mellitus tipe 2.Kata kunci: Pasien diabetes mellitus tipe 2, efikasi diri, risiko rawat ulang
GAMBARAN EFIKASI DIRI PENCEGAHAN PERILAKU BERISIKO HIV/AIDS REMAJA DI SMAN 3 JEMBER Dini Kurniawati; Iis Rahmawati; Yntan Catur Kurniawati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Perilaku berisiko merupakan suatu tindakan yang berdampak cidera, kematian dan penyakit salah satunya HIV/AIDS. Jumlah orang dengan HIV/AIDS terus mengalami peningkatan. HIV/AIDS adalah penyebab kematian remaja yang paling banyak di negara berkembang. Informasi tentang HIV/AIDS masih rendah dan angka kejadian perilaku berisiko sangat tinggi pada remaja. Perubahan perilaku dengan efikasi diri yaitu usaha lebih untuk memulai perilaku, meningkatkan insiatif diri memulai perilaku dan tidak menyerah mempertahankan diri untuk menghindari perilaku berisiko. Efikasi diri yang baik akan membentuk remaja menghindari perilaku HIV/AIDS secara konsisten. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV/AIDS pada remaja.Metode: Desain penelitian adalah diskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 40 remaja dengan teknik sampling cluster random. Instrumen penelitian adalah kuesioner efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV/AIDS. Analisis menggunakan analisis univariat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV/AIDS pada remaja memiliki nilai dimensi yang kurang pada generality dan srength.Simpulan: Efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV/AIDS pada remaja memiliki nilai sedang, sehingga remaja dapat berisiko untuk berperilaku HIV/AIDS dengan ciri yaitu keyakinan diri kurang, sulit menghindari perilaku berisiko dan tidak mempertahankan perilaku sehat secara konsisten. Upaya yang dapat dilakukan dengan memberikan informasi yang tepat dan relevan untuk meningkatkan efikasi diri sehingga mencegah perilaku berisiko HIV/AIDS pada remaja.Kata kunci: Efikasi diri, perilaku berisiko, HIV/AIDS, remaja
HUBUNGAN USIA IBU, PARITAS DAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD SITI FATIMAH PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2020 Winda Wahyuni; Nila Alfa Fauziah; Muhammad Romadhon
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu, paritas dan kadar hemoglobin dengan kejadian BBLR di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan tahun 2020.Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 74 responden dengan menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi peneliti. Analisis hasil menggunakan Chi-Square (bivariat) dengan p value= 0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian BBLR (p-value= 0,006), ada hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR (p-value= 0,005), dan ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan kejadian BBLR (p-value= 0,006).Simpulan: Ada hubungan antara usia ibu, paritas dan kadar hemoglobin dengan kejadian BBLR di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2020.Kata kunci: usia ibu, paritas, kadar hemoglobin, kejadian BBLR
PENGARUH CROSSWORD PUZZLE THERAPY (CPT) TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANSIA DI PANTI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA (PPSLU) SUDAGARAN BANYUMAS Nabila Karimah Komsin; Nur Isnaini
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Lanjut usia yang mengalami penurunan fungsi kognitif akan berakibat terhadap aktivitas sehari-hari dan ketergantungan terhadap orang lain. Solusi untuk mengatasi masalah yang terjadi yaitu dengan meningkatkan fungsi kognitif pada lanjut usia. Crossword Puzzle Therapy (CPT) merupakan salah satu terapi non farmakologi untuk menghambat terjadinya penurunan fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh CPT terhadap fungsi kognitif lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Sudagaran Banyumas.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasy Experiment dengan pendekatan Pre and Posttest with Control Group. Sampel penelitian sebanyak 36 orang lansia dengan menggunakan teknik total sampling. Instrument penelitian menggunakan MMSE. Analisa data menggunakan Mann Whitney.Hasil: Hasil penelitian menunjukan karakteristik jenis kelamin responden mayoritas perempuan, rata-rata usia responden pada rentang usia 60-74 tahun, dan pendidikan responden rata-rata tidak sekolah dan tamat SD. Skor MMSE lansia yang mendapatkan CPT mengalami kenaikan secara bermakna daripada lansia yang tidak mendapatkan CPT. Hasil uji Mann Whitney diperoleh nilai Asymp.Sig sebesar 0.000 (P value < 0,05) ada pengaruh CPT terhadap fungsi kognitif lansia di PPSLU Sudagaran Banyumas, uji Shapiro-Wilk p value < 0,05.Kata Kunci: crossword puzzle therapy (CPT); lansia; fungsi kognitif.
HUBUNGAN TINGKAT LITERASI KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS KABUPATEN PONOROGO Eka Edyawati; Nurfika Asmaningrum; Kholid Rosyidi Muhammad Nur
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Tuberkulosis paru tetap menjadi penyebab utama penyakit dan termasuk di antara 10 penyebab kematian teratas di seluruh dunia. Kepatuhan pasien terhadap terapi merupakan salah satu penentu keberhasilan penatalaksanaan terapi tuberkulosis, yang mana salah satu faktor penentu kepatuhan dipengaruhi oleh tingkat literasi kesehatan pasien.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 49 sampel penelitian dilibatkan dalam penelitian ini dengan menggunakan total sampling. Kuisioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan HLS-EU-Q16. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tingkat literasi kesehatan yang tinggi sebanyak (81.4%) dan mayoritas memiliki kepatuhan pengobatan TB paru yang tinggi dengan jumlah 40 responden (81.4%). Hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat literasi kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis paru (p-value = 0,0001), CI= 95%; OR= 11,250.Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa tingkat literasi kesehatan berbanding lurus dengan kepatuhan minum obat pasien Tuberkulosis. Sebagai perawat, kita harus memberikan intervensi psikoedusatif kepada keluarga atau orang yang dicintai untuk meningkatkan dukungan efektif bagi individu yang membutuhkan.Kata kunci: Literasi kesehatan, kepatuhan minum obat, tuberkulosis paru

Page 10 of 32 | Total Record : 318