cover
Contact Name
Fuji Rahmawati
Contact Email
fujirahmawati@fk.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
antariniidriansari@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23555459     EISSN : 26849712     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Sriwijaya berisi artikel-artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian maupun hasil studi pustaka meliputi ranah keilmuan, ilmu keperawatan dasar (konsep dasar keperawatan, teknik-teknik dan metodologi asuhan keperawatan, teknik komunikasi dan pendekatan budaya dalam asuhan keperawatan), ilmu dasar keperawatan (anatomi, fisiologi, fisika kedokteran, biokimia, patologi klinis, patologi anatomi, kimia medik,gizi klinik), keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan gawat darurat, keperawatan komunitas (komunitas, keluarga, lansia, kesehatan kerja), serta keperawatan paliatif.
Articles 318 Documents
Hubungan pengetahuan dan sikap pediculosis capitis dengan perilaku pencegahan pediculosis capitis pada santri asrama pondok pesantren Darussalam Muara Bungo Shelmia Mitriani; Firnaliza Rizona; Muhammad Ridwan
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Pediculosis capitis merupakan penyakit kulit kepala yang disebabkan oleh parasit pediculus humanus varian capitis. Penyakit ini banyak menyerang anak sekolah terutama yang tinggal di asrama. Gatal yang ditimbulkan mengakibatkan berbagai dampak terhadap penderitanya seperti kurangnya kualitas tidur, stigma sosial, rasa malu, dan rendah diri. Penularan dapat melalui kontak langsung maupun tak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang pediculosis capitis dengan perilaku pencegahan pediculosis capitis. Metode: Disain penelitian adalah cross-sectional. Penelitian dilakukan pada santri asrama putri Pesantren Darussalam. Besar sampel sebanyak 72 sampel dengan teknik proportionate stratified random sampling. Hasil: Hasil analisis chi-square dengan tingkat signifikan 5% menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan pediculosis capitis p-value 0,024 (<?0,05) dan terdapat hubungan antara sikap tentang pediculosis capitis dengan perilaku pencegahan pediculosis capitis p-value 0,019 (<?0,05). Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang pediculosis capitis dengan perilaku pencegahan pediculosis capitis. Kata Kunci: pengetahuan, sikap, perilaku, pediculosis capitis  Abstract Aim: Pediculosis capitis is a scalp disease caused by the parasite pediculus humanus variant capitis. This disease is a lot of attacking school-age children especially who live together in a dormitory. Itching caused by this disease can cause various effects on the sufferer such as lack of quality sleep, social stigma, shyness and low self-esteem. Transmission of pediculosis capitis can occur when there is direct or indirect hair contact with the patient. This study aims to determine the relationship of knowledge and attitude about pediculosis capitis with prevention behavior pediculosis capitis. Method: The design is cross sectional approach. This research was conducted on female students of Darussalam Islamic Boarding School Muara Bungo. The sample size used is 72 samples with proportionate stratified random sampling technique. Data collected by recording of secondary and primary data (questioner). Result: The result of chi-square analysis with significant level of 5% indicated that there was correlation between knowledge about pediculosis capitis with pediculosis capitis prevention behavior p-value 0,024 (<?0,05) and there was correlation between attitude about pediculosis capitis with pediculosis capitis prevention behavior p-value 0,019 (<?0,05). Conclusion: There is a significant correlation between knowledge of pediculosis capitis with prevention behavior of pediculosis capitis and there is correlation between attitude about pediculosis capitis with prevention behavior pediculosis capitis. Keywords: knowledge, attitude, behavior, pediculosis capitis.
Hubungan antara Kadar Glukosa Darah dengan Derajat Ulkus Kaki Diabetik Veranita Veranita
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Derajat ulkus kaki diabetik adalah suatu tingkatan yang mendeskripsikan luka pada kaki penderita diabetes mellitus. Ulkus kaki diabetik merupakan komplikasi umum dari diabetes mellitus yang dapat disebabkan oleh kadar glukosa darah yang tidak terkendali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara derajat ulkus kaki diabetik dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus di RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja.Metode: Desain penelitian deskriptif analitik dengan rancangan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan metode total sampling dengan kriteria inklusi yaitu sebanyak 30 penderita diabetes mellitus dengan ulkus kaki diabetik.Hasil: Diperoleh 10,0% derajat 1 ulkus kaki diabetik dengan kadar glukosa darah <200 mg/dl, 40,0% derajat 2 ulkus kaki diabetik dengan kadar glukosa darah ≥200 mg/dl, 50,0% derajat 3 ulkus kaki diabetik dengan kadar glukosa darah ≥200 mg/dl dan tidak di temukannya derajat ulkus kaki diabetik 0, 4, 5. Uji alternatif yaitu uji kolmogorof smirnof dengan derajat kepercayaan 95% dan α = 5% yaitu terdapat hubungan antara derajat ulkus kaki diabetik dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus di RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja dengan p value = 0,009.Simpulan: Penting bagi penderita diabetes mellitus memeriksa dan mengontrol kadar glukosa darah secara teratur.
Pengaruh Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Perilaku Kekerasan Nofrida Saswati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Mengetahui  pengaruh penerapan standar asuhan keperawatan klien skizofrenia dalam meningkatkan kemampuan mengontrol perilaku kekerasan.Metode: Penelitian  ini  merupakan  penelitian  kuantitatif  dengan  desain penelitian pre  experimental, pretest  dan  posttest.  Populasi  penelitian  ini sebanyak  53 orang  dengan  jumlah  sampel  sebanyak  34 responden  yang dibagi menjadi  2 kelompok  yaitu  17  responden  kelompok  intervensi  dan  17 kelompok kontrol.Hasil: Hasil  penelitian  menunjukkan  pada  kelompok  intervensi  setelah perlakuan rata-rata  mengontrol perilaku kekerasan sebesar 6,88 dan pada kelompok kontrol 3,55 dengan nilai p-value 0.000.Simpulan: Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa penerapan  standar  asuhan keperawatan  perilaku kekerasan berpengaruh terhadap kemampuan mengontrol perilaku kekerasan. Untuk itu diharapkan bagi perawat  ruangan  dapat  lebih meningkatkan  lagi  penerapan  standar  asuhan  keperawatan  pada  klien dengan perilaku kekerasan.
Faktor yang berhubungan dengan systematic inflammatory response syndrome pada pasien yang dirawat di ICU Eka Yulia fitri; Putri Widita Muharyani; Dhona Andhini
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mungkin berpengaruh terhadap terjadinya SIRS pada pasien yang dirawat di ICU dengan cepat dan penatalaksanaan dini yang sesuai pada pasien yang berisiko atau pasien yang berada dalam kondisi kritis dapat membantu mencegah perburukan lebih lanjut dan memaksimalkan kesempatan untuk sembuh.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja faktor yang berhubungan dengan systemic inflammatory response syndrome pada pasien yang dirawat di ruang ICU. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data rekam medis pasien yang dirawat di ICU periode tahun 2016 pada RSUP Dr. Mohammad Hoesin dan RS Bhayangkara Palembang, berjumlah 31 sampel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan secara statistik bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p value = 0,011), jenis kelamin (p value = 0,009), kasus bedah (p value = 0,029), kasus trauma (p value = 0,033), dan terapi ventilator mekanik (p value = 0,029) dengan kejadian SIRS. Sedangkan faktor skor GCS dan kadar glukosa darah tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian SIRS pada pasien yang dirawat di ICU. Simpulan: Pengkajian terhadap usia, jenis kelamin, kasus bedah dan trauma, serta pemantauan terhadap terapi ventilator mekanik sangat perlu dilakukan agar dapat mengidentifikasi pasien yang berisiko mengalami SIRS. Kata kunci: ICU, infeksi, SIRS, trauma. Abstract Aim: In ICU hospitalized’s patients, a quick recognition of some factors that maybe influence toward SIRS and appropriate early theraphy to it can  prevent patients from bad condition. The purpose of this research was to determine some factors of systemic inflammatory response syndrome in ICU hospitalized patients. Methods: This research was conducted as a corelative descriptive using cross sectional design. Samples was taken from medical record of 31 patients who were hospitalized at ICU in Dr. Mohammad Hoesin Palembang Hospital and Bhayangkara Hospital.  Results: Statistical analysis showed that there were a relationship between age (p value = 0,011), sex (p value = 0,009), surgery (p value = 0,029), trauma (p value = 0,033), and also mechanical ventilator (p value = 0,029) wih SIRS.Whereas there were not a relationship between GCS’s score and blood glucose level with SIRS..  Conclusion: It is necessary to assess and observe of age, sex, surgery case, trauma case, and mechanical ventilator theraphy in ICU hospitalized’s patients in order to identify high risk of SIRS. Key words: ICU, infection, SIRS, trauma.
Skrining Diabetes Mellitus Gestasional dan Faktor Risiko yang mempengaruhinya Fuji Rahmawati; Jum Natosba; Jaji Jaji
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Diabetes Mellitus (DM) Gestasional dapat mengancam keadaan ibu karena dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada saat kehamilan, pada saat melahirkan, dan setelah melahirkan. DM Gestasional pun dapat mengancam keadaan bayi bahkan sampai menyebabkan kematian. Selama ini pemeriksaanantenatal pada ibu hamil hanya berfokus pada penyakit hipertensi dan anemia. Pemeriksaan dini (skrining) untuk menegakkan diagnosa DM Gestasional pada ibu hamil masih belum dilakukan secara menyeluruh. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi kejadian DM Gestasional dan faktor risiko yang mempengaruhinya (umur, riwayat DM dalam keluarga dan BMI) di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan Ogan Ilir.Metode: Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan non probability sampling dengan teknik purpossive sampling berjumlah 18 responden dengan kriteria inklusi yaitu ibu hamil dengan usia kehamilan 24-28 minggu selama periode penelitian dan bersedia menjadi responden. Selanjutnya data dianalisis menggunakan analisis univariat menggunakan aplikasi komputer untuk statistik dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson.Hasil: Prevalensi angka kejadian DM Gestasional di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2016 sebanyak 5,6%. Ada hubungan yang bermakna antara umur dengan kejadian DM Gestasional (p value ≤0,05 yakni 0,02), ada hubungan yang bermakna antara riwayat DM dalam keluarga dengan kejadian DM Gestasional (p value ≤0,05 yakni 0,002), tidak ada hubungan yang bermakna antara BMI dengan kejadian DM Gestasional (p value >0,05 yakni 0,387).Simpulan: Dengan adanya skrining DM Gestasional pada ibu hamil sejak dini dapat menjadi salah satu cara untuk dapat meningkatkan kesehatan ibu terutama pada kehamilan dan mencegah penyulit-penyulit yang dapat terjadi pada saat persalinan
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien hemodialisa dalam menjalani diet di RSUD Undata Palu Fitria Masulili; Serly Serly
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Pasien hemodialisa memerlukan dukungan pengetahuan diet sebagai terapi konservatif. Salah satu terapi konservatif yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kelanjutan hidupnya adalah pengaturan diet makanan berupa protein, natrium, kalium dan air. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien hemodialisa dalam menjalani diet di RSUD Undata Palu. Metode: Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yaitu pasien hemodialisa sebanyak 32 responden. Analisis data dengan distribusi frekuensi dan Fisher’s exact test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara umur dengan kepatuhan pasien hemodialisa dalam menjalani diet (pv=0,004;?=0,05); ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kepatuhan pasien hemodialisa dalam menjalani diet (pv=0,002; ?=0,05); tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan kepatuhan pasien hemodialisa dalam menjalani diet (pv=0,098; ?=0,05); tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan kepatuhan pasien hemodialisa dalam  menjalani diet (pv=1,00; ?=0,05); tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan pasien hemodialisa dalam menjalani diet (pv=0,053; ?=0,05). Simpulan: Saran bagi tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan tentang diet pasien hemodialisa. Kata Kunci: diet hemodialisa, jenis kelamin, kepatuhan,  pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, umur
EFEKTIFITAS MENDENGARKAN MUROTTAL DAN DOA TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD WATES Galih Noor Alivian; Iwan Purnawan; Danang Setiyono
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan: Pasien yang menjalani hemodialisis mengalami masalah fisik dan psikologi. Salah satu masalahpsikologi yang timbul yaitu kecemasan. Kecemasan yang tidak teratasi dengan baik dapat berdampak burukpada kualitas hidup mereka. Terapi murottal dan doa mampu menurunkan kecemasan. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui perbedaan terapi murottal dan doa untuk mengurangi skor kecemasan pada pasienhemodialisis.Metode: Penelitian quasy experiment ini menggunakan rancangan pretest-posttest with control groupdesign. Penelitian ini menggunakan 30 responden yaitu 15 kelompok doa dan 15 kelompok murottal sesuaikriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran skor kecemasan menggunakan Visual Analog Scale Anxiety (VASA) 0-100. Uji statistik menggunakan paired t test dan independent t test.Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna antara skor cemas sebelum dan sesudah mendengarkan terapimurottal dan doa dengan masing-masing p value < 0,001, sedangkan skor kecemasan antara kelompokmurottal dan doa tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan p value 0,571.Simpulan: Terapi mendengarkan murottal dan doa secara statistik sama-sama mampu menurunkan skorkecemasan pada pasien hemodialisis, tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara terapi murottal denganterapi doa.Kata kunci: Doa, Hemodialisis, Kecemasan, MurottalAbstractAim: Patients who undergo hemodialysis experience physical and psychological problems. Onepsychological problem that arises is anxiety. Anxiety that is not resolved properly can adversely affecttheir quality of life. Murottal therapy and prayer can reduce anxiety. The purpose of this study was todetermine differences in murottal therapy and prayer to reduce anxiety scores in hemodialysis patientsMethod: This study quasy experiment used a pretest-posttest design with control group design. This studyused 30 respondents, namely 15 prayer groups and 15 murottal groups according to inclusion andexclusion criteria. Anxiety score measurement using Visual Analog Anxiety Scale (VAS-A) 0-100.Statistical tests using paired t test and independent t test.Results: There were significant differences between anxiety scores before and after listening to murottaltherapy and prayer with each p value <0.001, while the anxiety score between murottal group and prayerthere was no significant difference with p value 0.571.Conclusion: Murottal listening and prayer therapy were both statistically able to reduce anxiety scores inhemodialysis patients, there was no significant difference between murottal therapy and prayer therapy.Keywords: Prayer, Hemodialysis, Anxiety, Murottal
PENGALAMAN KELUARGA MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN PALLIATIVE CARE (STUDI FENOMENOLOGI) Jaji Jaji
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengeksplor perasaan anggota keluarga dalam merawat klien paliatif.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif.Hasil: Hasil analisis data didapatkan tujuh tema, yaitu: konsep sakit (modern dan tradisional), penyebab penyakit yang di derita, berusaha untuk membawa dan mengobati klien yang sakit, berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan klien, kondisi klien sangat menyita waktu orang di sekitarnya, peralihan peran, semuanya di serahkan kepada sang pencipta (pasrah).Simpulan: Saran bagi para keluarga yang terdapat klien paliatif care, agar selalu bersabar dan berusaha memberikan yang terbaik bagi klien yang mengalami paliatif care.Kata Kunci: keluarga, pengalaman merawat, paliatif, stroke.AbstractAim: The purpose of this study was to explore the feelings of family members in caring for palliativeclients.Method: This research is a qualitative research with descriptive phenomenology approach.Result: The results of data analysis found seven themes, namely: the concept of sickness (modern andtraditional), the causes of illness, trying to bring and treat clients who are sick, trying to meet all theneeds of clients, the condition of the client is very time-consuming for those around him, the transition ofroles, all of which are left to the creator (surrender).Conclusion: Suggestions for families who have palliative care clients, to always be patient and tryto provide the best for clients who experience palliative care.Keywords: family, caring, palliative, stroke experience.
HUBUNGAN ANTARA KADAR VITAMIN D DALAM DARAH DENGAN TEKANAN DARAH USIA LANJUT DI NATAR LAMPUNG SELATAN Dessy Hermawan; Andoko Andoko
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Hipertensi adalah penyakit yang sangat berbahaya, namun banyak yang tidak menyadari kalau dirinya menderita penyakit ini. Banyak penelitian yang melaporkan bahwa vitamin D berperan penting dalam pengaturan tekanan darah. Namun, masih banyak menimbulkan pertanyaan, khususnya untuk daerah tropis seperti di Indonesia.Jika benar vitamin D mampu menurunkan tekanan darah, seharusnya angka kejadian hipertensi di Indonesia rendah, namun kenyataannya justru makin meningkat. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari hubungan antara kadar vitamin D dalam darah dengan tekanan darah pada lansia. Metode: Penelitian ini adalah penelitian obeservasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang mempelajari hubungan antara kadar vitamin D dalam darah dengan kejadian hipertensi pada lansia. Subyek penelitian ini adalah semua lansia yang bersedia dan tinggal di panti werdha natar lampung selatan. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar lansia mendeita hipertensi dan sebagian besar lansia mengalami kekurang vitamin D di dalam darahnya. Hasil penelitian juga mendapatkan ada hubungan yang signifikan antara kadar vitamin D dalam darah dengan kejadian hipetensi pada lansia (pValue 0,001). Simpulan: Adapun Saran dari penelitian ini adalah diharapkan para lansia untuk terus menjaga asupan vitamin D agar kadar vitamin D di dalam darahnya berada dalam batasan normal. Kata kunci: Hipertensi, Vitamin D, Usia Lanjut
PENGALAMAN PERSALINAN PERTAMA DENGAN RIWAYAT MENIKAH DINI DI KELURAHAN PAGAR DEWA KOTA BENGKULU Fatsiwi Nunik Andari; Ratu Ayuningrum
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan : Angka pernikahan dini di Indonesia tertinggi kedua di ASEAN. Kondisi rahim wanita pada usia 19tahun ke bawah masih belum cukup kuat, sehingga kehamilan yang terjadi pada usia tersebut, memiliki risikoperdarahan bahkan keguguran serta rIsiko terjadinya pre-ekslamsi dan ekslamsi pada akhir kehamilan. Calonibu yang menikah di usia dini, dikhawatirkan akan terjadi penyulit dalam kehamilan, seperti ukuran panggulsempit, tidak sabar menahan sakit saat mau melahirkan, tenaga untuk mengedan kurang, his kurang dan lainsebagainya, sehingga terkadang dokter menyarankan untuk memilihoperasi sectio caesarea. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengalaman melahirkan pertama pada wanita denganriwayat menikah dini.Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode survey danwawancara mendalam. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pola pikir deduktif.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya ketidaksiapan yang dirasakan wanita dengan riwayatmenikah dini saat akan bersalin atau melahirkan baik secara fisik, psikologis, maupun finansial.Simpulan: Pengalaman persalinan pertama pada wanita dengan riwayat menikah dini kurang baik yaitu tidakadanya kesiapan secara khusus baik secara fisik, psikologis, maupun finansial. Diharapkan kepada pararemaja untuk memilih lingkungan yang baik dalam pergaulan agar terhindar dari seks bebas dan pernikahandini.Kata Kunci: Pengalaman, Persalinan Pertama, Pernikahan Dini.AbstractAim : Early marriage rate in Indonesia is the second highest in ASEAN. The condition of a woman's uterus atthe age of 19 and under is still not strong enough, so that a pregnancy that occurs at that age, has the risk ofbleeding and miscarriage and the risk of pre-eclampsia and exlamation in late pregnancy. Prospectivemothers, who get married in early age feared to be complicated in pregnancy, for example narrow pelvis,impatient to bear pain during labor, lack of energy when interceding, less uterine contractions and so on,from these cases, doctor sometimes suggest for cesarean section surgery, or sectio Caesarea. The purpose ofthis study was to determine the problems that occur during early childbirth and first birthing experience foradolescents who are married early.Method : The method of research was descriptive qualitative with used in-depth survey and interviewapproach. Data of research obtained are further analyzed using a deductive mindset.Result : The results showed there was unpreparedness felt by women who get marriage early when gave birthphysically, psychologically, and financially as well.Conclusion : The first experience of labor in women with a history of premature marriage is not good,namely the absence of special preparedness both physically, psychologically, and financially.The suggestion,for teenagers, it is very important to choose a good environment and avoid free sex and early marriage.Keywords: Experience, First Birth, Early marriage.

Page 8 of 32 | Total Record : 318