cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
ISSN : 25284576     EISSN : 26157411     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Diterbitkan Atas Kerjasama Program Studi Agribisnis dan Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unpad Dengan PERHEPI Komisariat Bandung Raya.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2017)" : 14 Documents clear
RANTAI PANGAN BERKELANJUTAN: KASUS KOMODITAS CABAI DI KABUPATEN GARUT Rahmah, Aulia; Rosmiati, Mia; Dwiartama, Angga
Agricore Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan perspektif rantai pasok untuk mengkaji keberlanjutan pada komoditas Cabai Merah segar dengan membandingkan beberapa jenis rantai pasok berdasarkan pilar-pilar keberlanjutan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 27 orang informan kunci. Data diambil melalui wawancara dan observasi di lokasi produksi dan pemasaran Cabai. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis rantai pasok yang dibedakan berdasarkan jumlah pelaku yang terlibat dan jenis pasar yang dituju. Rantai tipe I dan II merupakan rantai pasok Cabai menuju pasar induk. Perbedaannya terletak dari ada tidaknya pengumpul dalam rantai tersebut. Adapun rantai tipe III merupakan rantai pasok cabai menuju pasar eceran lokal tanpa adanya peran pengumpul. Total marjin yang tinggi pada rantai tipe II menunjukan panjangnya rantai pasok cabai, sedangkan rantai tipe III menunjukkan rantai yang pendek dengan marjin keuntungan terendah. Perbandingan ketiga jenis rantai menunjukkan bahwa rantai tipe III merupakan rantai yang memberikan manfaat lebih dalam aspek ekonomi, sosial, dan, lingkungan. Secara ekonomi, ROI petani meningkat dari 26,7% menjadi 43,7%. Secara sosial, konflik dapat dihindari melalui sistem pembayaran tunai. Ditinjau dari aspek lingkungan, rantai tipe III mampu mencegah emisi CO2 sebesar 92,84%.
PROSPEK PENGEMBANGAN USAHATANI PADI GOGO PADA PROGRAM PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) DI DESA JATIMUNGGUL, KECAMATAN TERISI, KABUPATEN INDRAMAYU Kusno, Kuswarini; Wulandari, Linda; Suminartika, Eti
Agricore Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PHBM adalah suatu sistem pengelolaan sumberdaya hutan yang dilakukan bersama oleh Perum. Perhutani dan masyarakat desa hutan. Salah satu desa yang melaksanakan program tersebut adalah Desa Jatimunggul. Dalam pelaksanaannya pihak masyarakat desa sekitar hutan tidak setuju dengan adanya pengambilalihan kekuasaan pengelolaan hutan oleh pihak Perhutani. Akibatnya petani protes mengenai lahan hutan yang dianggap sebagai lahan milikinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan usahatani padi gogo dan prospek pengembangannya. Desain penelitian adalah kualitatif dengan teknik penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya padi gogo program PHBM di Desa Jatimunggul masih menggunakan alat-alat sederhana. Modal diperoleh sebagian besar dari pinjaman ke tengkulak. Perencanaan lokasi dan komoditas melibatkan Perhutani. Pemasaran hasil melibatkan tengkulak. Rata-rata penerimaan per hektar per musim tanam per tahun adalah Rp. 23.800.333 sedangkan pendapatannya Rp. 9.402.985 dengan rata-rata hasil produksi 3.543 kg/ha. Rata-rata biaya total adalah Rp. 15.112.352 yang terdiri dari biaya variabel Rp. 14.480.450 dan biaya tetap Rp. 631.902. Dibandingkan dengan penerimaan padi gogo di Desa Sukasari Kabupaten Subang tahun 2014, penerimaan padi gogo di Desa Jatimunggul adalah 45% lebih besar. Program PHBM memberi manfaat ekonomi berupa usahatani padi gogo yang menguntungkan dan manfaat sosial berupa penyediaan lapangan pekerjaan, sehingga usahatani ini memiliki prospek untuk dikembangkan.
ANALISIS INDEKS KEBERLANJUTAN USAHA PEMBESARAN LOBSTER DI PULAU LOMBOK PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Susanti, Ervin Nora
Agricore Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan implementasi pertanian berkelanjutan tidak hanya terkait pada keamanan ketersediaan pangan secara nasional, tetapi juga terkait dengan peran penting sektor pertanian dalam perekonomian nasional. Unit-unit kegiatan usahatani yang berorientasi pada keberlanjutan usaha akan menjadi penggerak bagi perekonomian. Usaha pembesaran lobster merupakan salah satu unit kegiatan sektor perikanan yang memiliki kontribusi bagi perekonomian. Keberhasilan usaha pembesaran lobster yang berkelanjutan dipengaruhi oleh keterlibatan beberapa pihak termasuk petani.  Petani merupakan subjek yang terlibat langsung dalam pelaksanaan konsep pembangunan pertanian berkelanjutan dilapangan. Persepsi petani  terhadap keberlanjutan usaha bisa menjadi tolok ukur keberhasilan pertanian berkelanjutan di tingkat usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberlanjutan menggunakan indeks komposit  dari data skala likert persepsi petani terhadap keberlanjutan usaha pembesaran lobster. Data skala likert yang merupakan skala ordinal ditransformasikan ke dalam skala interval menggunakan pendekatan Method of Succesive Interval (MSI). Pengumpulan data dilakukan melalui survey kepada 106 petani lobster di Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks persepsi keberlanjutan untuk dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan masing-masing masuk pada katagori keberlanjutan “sedang” dengan nilai rata-rata adalah 0.58; 0.56 dan 0.54. Indeks gabungan yang merupakan  interaksi antara ketiga dimensi memiliki rata-rata 0.56 juga  masuk pada katagori “sedang”.
ANALISIS KELAYAKAN INTRODUKSI TANAM GANDA (DOUBLE ROW) UBI KAYU PADA USAHATANI SISTEM TUMPANGSARI DI LAHAN KERING DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Subagiyo, Subagiyo; Charisnalia, Charisnalia
Agricore Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan introduksi tanam ganda (double raw) ubi kayu pada system tumpangsari di lahan kering Kabupaten Gunungkidul. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Oktober 2016 di Desa Namberan, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul. Metodelogi yang digunakan dengan pendekatan on partisipatif  farm research dan survai, dengan jumlah responden 30 orang. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan analisis Marginal Benefit Cost Ratio (MBCR). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa introduksi tanam ganda ubi kayu pada sistem tumpangsari yang biasa dilakukan oleh para petani kabupaten Gunungkidul yaitu tanaman ubi kayu ditanam di awal musim hujan sekaligus menanam padi, setelah padi dipanen disusul dengan tanaman kacang tanah disisipi dengan tanaman jagung. Sedangkan ubi kayu di panen paling akhir, dengan system tumpangsari ini petani dalam satu tahun panen 3 kali yaitu padi, jagung kacang tanah dan ubi kayu. Berdasarkan analisis kelayakan introduksi tanam ganda pada usahatani dengan sistem tumpangsari memberikan tambahan pendapatan dalam satu tahun sebesar Rp 1.530.700  dengan nilai MBCR ratio sebesar 2,33.

Page 2 of 2 | Total Record : 14