cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
ISSN : 25284576     EISSN : 26157411     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Diterbitkan Atas Kerjasama Program Studi Agribisnis dan Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unpad Dengan PERHEPI Komisariat Bandung Raya.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGEMASAN DAN INOVASI PRODUK UNTUK MENINGKATKAN MUTU PRODUK PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH BERBASIS OLAHAN PANGAN DI DESA CIKUDA KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Putri, Selly Harnesa; Ardiansah, Irfan; Rahmah, Devi Maulida
Agricore Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Cikuda merupakan desa yang bersebelahan dengan kampus Unpad Jatinangor berjarak sekitar 2,7 KM. Kurang sejahteranya masyarakat secara mandiri ditambah dengan jumlah angka pengangguran memunculkan peluang baru untuk beralih kepada pembentukan industry rumah tangga. Keberadaannya mampu memberikan ruang bagi banyak orang untuk tidak tergantung pada kerasnya persaingan dunia kerja. Permasalahan yang terdapat pada industry rumah tangga di desa tersebut adalah kualitas produk yang masih rendah, serta penampilan produk yang kurang menarik sehingga tidak berdampak pada kesejahteraan pelaku usaha. Perbaikan mutu produk dapat melalui penerapan teknologi pengemasan dan inovasi produk. Dengan adanya transfer pengetahuan pada masyarakat yang menjadi mitra dalam program ini yaitu pelaku IKM olahan pangan Desa Cikuda dapat menerapkan teknologi pengemasan dan inovasi produk, serta mendukung program pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.Kata kunci: teknologi pengemasan, inovasi produk, IKM
PEMBIAYAAN PERTANIAN DAN UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI: ANALISA DATA MAKRO Feryanto, Feryanto
Agricore Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggaran di sektor pertanian menunjukkan kenaikan yang relatif signifikan tahun 2004-2014, namun demikian peningkatan anggaran ini tidak diikuti dengan adanya perbaikan yang mendasar terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai indikator kesejahteraan petani menunjukkan bahwa kesejahteraan petani hanya berada pada kisaran 105. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan dari pembiayaan di sektor pertanian terhadap kesejahteraan petani. Data yang digunakan ini adalah data sekunder periode tahun 2004-2014 (month to month)  dan metode analisis menggunakan regresi berganda dengan pendekatan ordinary least square (OLS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembiayaan pertanian memiliki peran untuk meningkatkan kesejahteraan petani, adapun komponen pembiayaan yang mempengaruhi kesejahteraan petani tersebut adalah kredit, subsidi pupuk, subsidi benih, dan PMA, sedangkan PMDN tidak berpengaruh signifikan.Kata kunci: Pembiayaan Pertaian, Kesejahteran Petani, NTP
ANALISIS KELAYAKAN INTRODUKSI TANAM GANDA (DOUBLE ROW) UBI KAYU PADA USAHATANI SISTEM TUMPANGSARI DI LAHAN KERING DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Subagiyo, Subagiyo; Charisnalia, Charisnalia
Agricore Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan introduksi tanam ganda (double raw) ubi kayu pada system tumpangsari di lahan kering Kabupaten Gunungkidul. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Oktober 2016 di Desa Namberan, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul. Metodelogi yang digunakan dengan pendekatan on partisipatif  farm research dan survai, dengan jumlah responden 30 orang. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan analisis Marginal Benefit Cost Ratio (MBCR). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa introduksi tanam ganda ubi kayu pada sistem tumpangsari yang biasa dilakukan oleh para petani kabupaten Gunungkidul yaitu tanaman ubi kayu ditanam di awal musim hujan sekaligus menanam padi, setelah padi dipanen disusul dengan tanaman kacang tanah disisipi dengan tanaman jagung. Sedangkan ubi kayu di panen paling akhir, dengan system tumpangsari ini petani dalam satu tahun panen 3 kali yaitu padi, jagung kacang tanah dan ubi kayu. Berdasarkan analisis kelayakan introduksi tanam ganda pada usahatani dengan sistem tumpangsari memberikan tambahan pendapatan dalam satu tahun sebesar Rp 1.530.700  dengan nilai MBCR ratio sebesar 2,33.
ANALISIS SIKAP PETANI TERHADAP PENGGUNAAN BENIH LADA PUTIH DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Trimawan, Cipta Yan; Nurmalina, Rita; Burhanuddin, .
Agricore Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangka Belitung Islands Province, known as a producer of white pepper in the international market with the name of muntok white pepper. One of the efforts to increase productivity is through the use of white pepper seeds. The most used seeds by farmers are varieties Petaling 1, LDK and Merapen. The farmers’ attitude to the selection of white pepper seeds is very important to know because they are the main agribusiness actors that will produce white pepper. The objectives of this research is to analyze the farmers’ attitude on the attributes of white pepper seeds. This research was involved 60 respondents of white pepper farmers. The analysis using fishbein multiattributes showed that the attitude of respondents prefer white pepper seed varieties Petaling 1 compared to Merapen and LDK varieties.                                                                                    Keywords: Bangka Belitung Islands Province, Fishbein Multiatribut and White Pepper Seeds
ANALISIS EFISIENSI EKONOMI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI SEMANGKA MERAH DAN SEMANGKA KUNING DI GAPOKTAN NGUDI SANTOSO KABUPATEN PATI aprilia, indri
Agricore Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi lahan, benih, pupuk Phonska, pupuk Za, pestisida, dan tenaga kerja terhadap hasil produksi usahatani semangka merah dan semangka kuning, serta untuk menganalisis tingkat efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi usahatani semangka merah dan usahatani semangka kuning di Gapoktan Ngudi Santoso Desa Bakalan Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2017 di Gapoktan Ngudi Santoso Desa Bakalan Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penentuan jumlah responden dilakukan dengan metode slovin, kemudian dari hasil tersebut ditetapkan sebagai kuota dengan metode quota sampling. Sampel kuota yang telah diperoleh dipilih secara kebetulan dan sesuai karakteristik sampel dengan menggunakan metode accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari responden dengan wawancara menggunakan panduan kuesioner. Data sekunder diambil dari sumber atau instansi-instansi terkait serta dari pustaka lain yang berhubungan dengan penelitian ini. Analisis data menggunakan fungsi produksi model Cobb-Douglas, analisis regresi linier berganda dan independent sample t-test. Hasil dari penelitian yaitu penggunaan faktor-faktor produksi luas lahan, benih, pupuk Phonska, pupuk ZA, pestisida dan tenaga kerja secara serempak berpengaruh terhadap produksi semangka merah dan semangka kuning. Penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani semangka merah dan semangka kuning belum efisien karena nilai efisiensi ekonomi lebih dari 1. Nilai signifikansi t-test efisiensi ekonomi lahan, benih, pupuk Phonska, pupuk ZA, pestisida, dan tenaga kerja usahatani semangka merah dan semangka kuning berturut-turut adalah 0,001; 0,002; 0,000; 0,000; 0,000; dan 0,000. Berdasarkan nilai tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan. Kata Kunci    : efisiensi ekonomi, faktor-faktor produksi, semangka merah, semangka kuning.
UPAYA PENINGKATAN KONSUMSI TEMPE MELALUI DIVERSIFIKASI OLAHAN Raswanti, Hana -
Agricore Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe adalah produk olahan makanan yang terbuat dari fermentasi kacang kedelai atau beberapa bahan lainnya. Fermentasi menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rhizopus oryzae, Rhizopus stolonifer, dan beberapa jenis kapang Rhizopus lainnya. Penelitian ini dilakukan pada bulan juli 2018 di Kampung Lebak Jati RW.08, Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan konsumsi tempe melalui diversifikasi olahan dari produk berbahan dasar tempe. penelitian ini dilakukan dengan uji organoleptik terhadap 20 (dua puluh) panelis untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap warna, rasa, tekstur, dan aroma. Metode penelitian yang digunakan adalah RAL (3x20) dengan 3 perlakuan yang berbeda yaitu nugget tempe, steak tempe, dan ham tempe dalam uji organoleptik dengan 20 kali ulangan, dan dilanjut dengan uji BNT (beda nyata terkecil). Hasil analisis ragam menunjukan bahwa diversifikasi produk olahan berbahan dasar tempe (Fhitung > Ftabel) berpengaruh sangat nyata terhadap warna, rasa, dan aroma dan hasil analisis ragam juga menunjukan bahwa penggunaan berbagai produk olahan berbahan dasar tempe (Fhitung < Ftabel) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tekstur. Produk olahan tempe yang paling disukai adalah steak tempe.
CUSTOMER CENTRICITY: KEPUASAN KONSUMEN MELALUI NILAI PELANGGAN BERDASARKAN VALUE-IN-USE TERHADAP KUALITAS PRODUK SAYUR ORGANIK (Studi kasus di Ujenk Mart Bandung, Jawa Barat) Utami, Hesty Nurul; Chaeriyah, Anggita
Agricore Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk makanan organic saat ini menjadi popular di kalangan masyrakat dengan gaya hidup sehat. Sebagian besar produk organic dipasarkan di pasar modern seperti supermarket, speciality store, dan rantai pasar modern lainnya untuk menyediakan produk segar organic dengan berbagai macam pilihan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh nilai pelanggan atas kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan sayuran organik di Ujenk Mart sebagai salah satu ‘local fresh market’ di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan alat analisis regresi linear sederhana dan customer value mapping. Jumlah sampel sebanyak 56 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai pelanggan mempengaruhi kepuasan pelanggan melalui indikator kualitas produk. Value-in-use konsumen melalui pengalaman mengkonsumsi produk menunjukkan nilai pelanggan pada posisi fair value antara manfaat produk melalui kualitas dengan total biaya yang harus dikeluarkan untuk menikmati produk sayuran segar organic.
MOTIVASI PETANI MUDA DALAM PENERAPAN TEKNIK BUDIDAYA PADI SAWAH SECARA ORGANIK DENGAN METODE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (STUDI KASUS DI KELOMPOK TANI MEKAR SARI IV, DESA CIAPUS, KECAMATAN BANJARAN, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT) FATHURRAHMAN, AKMAL
Agricore Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode System of Rice Intensification (SRI) dinilai dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi dengan tetap mempertimbangkan kaidah pertanian berkelanjutan dalam pelaksanaannya. Dalam rangka peningkatan produktivitas padi, diperlukan peningkatan kualitas petani. Terutama petani berumur muda, yaitu di bawah umur 60 tahun. Dalam pelaksanaan usahatani, kinerja seorang petani dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat motivasi petani muda dalam menerapkan teknik budidaya padi sawah organik dengan metode SRI, serta mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi petani muda tersebut dalam penerapan teknik budidaya padi sawah organik dengan metode SRI. Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Mekar Sari IV, Desa Ciapus, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.Teknik pengambilan data dilakukan secara sensus terhadap petani muda anggota kelompok tani tersebut yang menerapkan teknik budidaya padi sawah organik dengan metode SRI, yang berjumlah 30 orang. Desain penelitian ini adalah kualitatif, dengan ditunjang data kuantitatif untuk menyatakan hubungan antara faktor-faktor internal dan eksternal petani muda dengan motivasinya untuk menerapkan teknik budidaya padi sawah tersebut. Teknik penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan korelasional, serta dilakukan uji korelasi Tau B-Kendall untuk mengolah data kuantitatif yang diperoleh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi petani muda untuk menerapkan teknik budidaya padi sawah tersebut tergolong kategori tinggi. Faktor internal petani muda yang berhubungan nyata terhadap motivasinya dalam menerapkan teknik budidaya padi sawah tersebut adalah umur petani, pendidikan non formal dan akses informasi, sedangkan faktor eksternalnya adalah ketersediaan sarana dan prasarana produksi, serta karakteristik inovasi teknik budidaya padi sawah tersebut. Kata kunci: motivasi, petani muda, padi organik, metode SRI
AGROINDUSTRIALISASI KOPI ARABIKA JAVA PREANGER DI DESA MARGAMULYA KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG Djuwendah, Endah; Karyani, Tuti; Sadeli, Agriani H; Kusno, Kuswarini
Agricore Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan   unggulan yang sudah lama dibudidayakan. Selain berperan  dalam penyerapan tenga kerja, Kopi menjadi komoditas ekspor yang bernilai ekonomi tinggi. Kopi terbaik  dari  Jawa Barat dikenal dunia  internasional  sebagai Java Preanger kopi. Kecamatan Pangalengan  Kabupaten bandung merupakan salah satu sentra produksi kopi Java preanger yang potensial karena selain terdapat perkebunan kopi di wilayah ini juga berkembang    industri pengolahannya .  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika perkembangan agroindustri java preager coffee  di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan  Kabupaten Bandung.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif dan teknis penelitin studi kasus. Pegumpulan data menggunakan  metode observasi, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses agroindustri Java preager coffee yang terdapat  di  Kecamatna Pangalengan Bandung sudah berjalan dengan baik. Ini  terbukti dari adanya perubahan yang  terjadi dalam : (1) pertumbuhan dari pelaku usahtani, pengolahan hasil pertanian, distribusi dan input pertanian, (2) perubahan kelembagaan dan keorganisasian dalam hubungannya dengan  perusahaan melalui peningkatan koordinasi vertikal dan perubahan dalam komposisi produk, teknologi, perwilayahan dan struktur pasar serta (4) peningkatan nilai tambah. Kata kunci :  Agroindustrialisasi,  kopi arabica, Java preanger
PARTISIPASI PETANI DALAM PEMULIAN STEVIA (Kasus di Kelompok tani Mulyasari Ciwidey Kabupaten Bandung) Sukayat, Yayat; Hapsari, Hepi; Pardian, Pandi; Supyandi, Dika
Agricore Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKebutuhan gula pasir pada tingkat nasional menempati posisi kedua setelah beras (Maria, 2009).  Tahun 2016 kebutuhan gula pasir alami yang bersumber dari tanaman tebu (Sacharum Oficinarum L) untuk konsumsi dan industri mencapai 5,7 juta ton. Kebutuhan konsumsi sebanyak  2,7 juta ton jauh lebih banyak dari produksi nasional yang hanya mencapai 2,2 juta ton (Kemendag,2017) .  Masih di Tahun 2017, Pemerintah  membuka kran impor gula pasir sebanyak 3,22 juta ton untuk memenuhi kekurangan tersebut. namun tetap masih kurang, sehingga ada indikasi industri makanan /minuman menggunakan gula sintetis. Adanya kehawatiran dari mengkonsumsi gula sintetis, tumbuh keinginan masyarakat untuk mencari alternatif mengembangkan pemanis alami berkalori rendah (Budiarso,2008) . pemanis tersebut dihasilkan dari tanaman stevia. Namun dalam pengembangannya terkendala benih.Suseno Amin dkk 2015,  melakukan rekayasa genetika  stevia melalui induksi mutasi sinar gama, diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut.  Agar komoditas ini adaptif dan sesuai dengan kebutuhan pengguna , pemulia melibatkan masyarakat dalam pengembangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi pengguna terhadap stevia yang dikembangkan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif , desain kualitatif dengan teknik study kasus. Hasil dari penelitian ini menghendaki stevia umur rendah dengan memiliki rendemen gula yang tinggi dan adaptif terhadap lingkungan, serta cabang yang cukup banyak.Kata kunci: stevia, persepsi, gula,pelibatan petani

Page 3 of 24 | Total Record : 234