cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
ISSN : 25284576     EISSN : 26157411     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Diterbitkan Atas Kerjasama Program Studi Agribisnis dan Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unpad Dengan PERHEPI Komisariat Bandung Raya.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
Innovation of Lembang Vocational Training Center to Create Agricultural Entrepreneur Setiawan, Timotius; Purnomo, Dwi; Ernah, Ernah
Agricore Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembang Vocational Training Center (Balai Latihan Kerja/BLK Lembang) is a government vocational training institution in charge of organizing vocational training in agriculture/agribusiness for the community, especially job seekers. The challenge faced by BLK Lembang is to create agricultural entrepreneurs expected to reduce 1.8 million unemployed in West Java (BPS, 2017). This study aims to investigate the innovations undertaken by BLK Lembang in creating agricultural entrepreneurs through agricultural vocational training. The study was conducted from November to December 2017 at BLK Lembang using qualitative descriptive method. Data were collected through secondary data, observation, in-depth interviews, and Focus Group Discussion (FGD) to several key informants. The results of this study showed that BLK Lembang has performed innovations in its vocational training system in order to create agricultural entrepreneurs that include: vision and planning, demonstration and training facilities, capacity building for instructor, training program development, training contents development, utilization of material practice, On Job Training Program, and networking. In the future, BLK Lembang will take opportunities for innovation in management and work culture, human resources, training programs, membership, facilities and partnership to improve its training system and quality in order to create more agricultural entrepreneurs.Keywords: agricultural entrepreneur, agricultural innovation system, agricultural vocational training
DAMPAK AGROWISATA KAMPUNG BATU TERHADAP ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT (Studi Kasus di Desa Malakasari, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung) Agustina, Cherli Lukman; Hapsari, Hepi
Agricore Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Batu Malakasari memiliki keunikan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan agrowisata besar di Kabupaten Bandung. Namun keunikan tersebut belum sepenuhnya dikembangkan dan belum banyak diketahui oleh masyarakat luas khususnya luar Jawa Barat. Maka dari itu diperlukan pengembangan baik dalam sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang dalam prosesnya melibatkan masyarakat Desa Malakasari. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui keragaan dan dampak Kampung Batu Malakasari. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Kampung Batu Malakasari. Informan dalam penelitian ini Perangkat Desa Malakasari, General Manager Kampung Batu, Pegawai Kampung Batu, Seketaris RW, Ketua RT dan warga. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya Kampung Batu sebagai kawasan agrowisata membawa perubahan pada masyarakat Desa Malakasari. Dampak positif yang ditimbulkan antara lain perluasan  lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan, penetapan harga, pendapatan desa, kebisingan, interaksi antara masyarakat lokal dengan wisatawan, peningkatan intensitas gotong royong dan limbah agrowisata. Dampak negatif yang ditimbulkan adalah terjadinya kecemburuan sosial di masyarakat.Kata kunci : agrowisata, dampak sosial, ekonomi, budaya
PREFERENSI KONSUMEN GULA KELAPA DI PASAR GODEAN, KABUPATEN SLEMAN, PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Nurhadi, Azkia
Agricore Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi konsumen mengenai gula kelapa yang beredar di pasaran saat ini. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Desember 2017 di Pasar Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung konsumen gula kelapa yang ada di Pasar Godean dengan bantuan kuisioner yang telah disusun sebelumnya. Lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 orang konsumen gula kelapa. Responden ditentukan dengan metode accidental sampling.  Data yang diambil dalam penelitian  ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung kepada konsumen gula kelapa, sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber pustaka yang berkaitan dengan penelitian ini. Data yang telah diperoleh dari wawancara kemudian dilakukan analisis conjoint. Metode pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi komputer SPSS.Hasil dari penelitian ini yaitu karakteristik konsumen gula kelapa yang ada di Pasar Godean diketahui bahwa 94% adalah perempuan dengan jumlah anggota keluarga antara 2-6 orang. Sebagian besar konsumen gula kelapa di Pasar Godan adalah golongan pendapatan menengah dengan jumlah konsumgi mayoritas antara 1->2,5 kg/bulan/rumah tangga. Prrferensi konsumen gula kelapa di Pasar Godean, Preferensi kombinasi atribut gula kelapa berdasarkan urutan kepentingan relatif yang paling diprioritaskan oleh konsumen berturut-turut dalam membeli gula kelapa adalah berwarna coklat kehitaman, berukuran sedang, dan berbentuk tempurung kelapa. Kata Kunci: Gula Kelapa, Preferensi Konsumen, Pasar.
FAKTOR PENENTU DINAMIKA PERILAKU AGRIBISNIS PETANI MANGGA DI KECAMATAN GREGED KABUPATEN CIREBON Rasmikayati, Elly; Mukti, Gema Wibawa; Saefudin, Bobby Rachmat
Agricore Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cirebon sudah dikenal sebagai salah satu daerah penghasil mangga. Tetapi sampai sekarang, agribisnis mangganya belum mampu mempertahankan kualitas dan menjamin ketersediaan mangga sepanjang tahun. Permasalahan tersebut merupakan akibat dari dinamisnya perilaku agribisis yang dilakukan oleh para petaninya, sehingga pengembangan agribisnis mangga di era globalisasi harus didasarkan pada peningkatan perilaku agribisnis petani mangga ke arah yang lebih baik. Tujuan makalah ini adalah menganalisis faktor-faktor apa saja yang menentukan peningkatan perilaku agribisnis petani mangga. Metode penelitian menggunakan teknik survey di Kecamatan Greged Kabupeten Cirebon menggunakan teknik simple ramdom sampling kepada 130 petani mangga. Teknik analisis data dilakukan menggunakan path analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara berurutan dari yang terbesar ke terkecil, faktor yang paling kuat pengaruhnya secara signifikan dalam menentukan peningkatan perilaku agribisnis petani mangga adalah faktor sumberdaya dengan pengaruh langsung sebesar 5,7% dan pengaruh tak langsung sebesar 3,5%, faktor berikutnya adalah faktor kelembagaan dengan pengaruh langsung sebesar 6,4% dan pengaruh tak langsung sebesar 1,8%, kemudian faktor budaya dengan pengaruh langsung sebesar 5,3% dan pengaruh tak langsung sebesar 1,7% dan terakhir faktor teknologi dengan pengaruh langsung sebesar 2,3% dan pengaruh tak langsung sebesar 2,5%.  Kata kunci:     Faktor penentu, dinamika perilaku agribisnis, agribisnis mangga, path analysis
Penerapan Good Manufacturing Practices Pada Produksi Sistik Ebi Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Produk Olahan Ikan di Pesisir Eretan - Indramayu HANIDAH, IN-IN; Mulyono, Agung Tri; Andoyo, Robi; Mardawati, Efri; Huda, Samsul
Agricore Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GMP (Good Manufacturing Practices) merupakan salah satu metode mitigasi resiko dalam proses produksi pangan beresiko tinggi diantaranya produk pangan berbasis ikan yang banyak ditemui di daerah pesisir pantai khususnya di Desa Eretan Kulon Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Sistik ebi merupakan salah satu produk olahan ikan lokal Eretan yang memiliki kelemahan diantaranya umur simpan yang relatif singkat karena terjadinya perubahan kualitas selama penyimpanan yang diakibatkan metode pengolahan dan pengemasan yang kurang baik. Penelitian ini  mengevaluasi penerapan GMP selama proses produksi sistik ebi dan memperbaiki kemasan dalam rangka meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sistik ebi yang mengandung protein tinggi ( 59,4%) memerlukan implementasi GMP dalam memitigasi resiko selama pengolahan. Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian terhadap persyaratan GMP dengan jumlah ketidaksesuaian mayor (MA) 5 elemen dan minor (MI) 21 elemen dari total keseluruhan 37 elemen pemeriksaan yang meliputi elemen lokasi, bangunan, dan sanitasi pekerja, peralatan produksi, sanitasi peralatan dan ruangan produksi, penyimpanan, pengendalian proses, pelabelan, dokumentasi dokumen dan legalitas produk. Proses pendampingan mampu mereduksi ketidaksesuaian elemen sebesar 96,16%. Penerapan GMP didalam produksi sistik ebi membuka peluang bagi pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas produk sekaligus meningkatkan peluang bagi produk tersebut dalam memasuki pasar global.
PEMBIAYAAN PERTANIAN DAN UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI: ANALISA DATA MAKRO Feryanto Feryanto
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 2, No 2 (2017): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v2i2.15145

Abstract

ABSTRAK Anggaran di sektor pertanian menunjukkan kenaikan yang relatif signifikan tahun 2004-2014, namun demikian peningkatan anggaran ini tidak diikuti dengan adanya perbaikan yang mendasar terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai indikator kesejahteraan petani menunjukkan bahwa kesejahteraan petani hanya berada pada kisaran 105. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan dari pembiayaan di sektor pertanian terhadap kesejahteraan petani. Data yang digunakan ini adalah data sekunder periode tahun 2004-2014 (month to month) dan metode analisis menggunakan regresi berganda dengan pendekatan ordinary least square (OLS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembiayaan pertanian memiliki peran untuk meningkatkan kesejahteraan petani, adapun komponen pembiayaan yang mempengaruhi kesejahteraan petani tersebut adalah kredit, subsidi pupuk, subsidi benih, dan PMA, sedangkan PMDN tidak berpengaruh signifikan. Kata kunci: Pembiayaan Pertaian, Kesejahteran Petani, NTP ABSTRACT Budget in the agricultural sector showed a significant relative increase in the period 2004-2014, however, the budget increase is not accompanied by an improvement in fundamental to improving the welfare of farmers. Term of trade of farmers (NTP) as an indicator of the welfare of farmers indicate that the welfare only in the range of 105. Therefore, the aimed of study to analyze the role of finance in the agricultural sector to the welfare of farmers. The data used are secondary data in the 2004-2014 periods (month to month), and analytical methods used are multiple regression with ordinary least square (OLS) approach. The results of this study indicate that agricultural financing has a role to improve the welfare of farmers, while the financial component that affects the welfare of farmers is a credit, fertilizer subsidies, seed subsidies, and FDI, whereas no significant effect on domestic investment. Keywords: Financing of Agriculture, Farmers Welfare, NTP 
PENGARUH MODAL SOSIAL TERHADAP KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA SENTOSA KECAMATAN MUTIARA BARAT KABUPATEN PIDIE PROVINSI ACEH Muji Burrahmad
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 2 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.625 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v3i2.19542

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian adalah  untuk menganalisis sejauhmana pengaruh modal sosial terhadap ketahanan pangan keluarga petani di Desa Sentosa Kecamatan Mutiara Barat. Lokasi penelitian di Desa Sentosa Kecamatan Mutiara Barat Kabupaten Pidie. Sampel penelitian ini adalah seluruh masyarakat petani yang berada di Desa Sentosa Kecamatan Mutiara Barat Kabupaten Pidie, yaitu 35 Kepala Keluarga (KK).  Penelitian ini menggunakan data  sekunder dan primer.  Teknik analisis data menggunakan skala Likert yang kemudian dianalisis dengan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian  ini menunjukkan Modal sosial mempunyai pengaruh positif terhadap ketahanan pangan rumah tangga petani dengan koefisien variabel sebesar 0,704, artinya peningkatan intensitas modal sosial sebesar 1 satuan akan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga petani sebesar 0,704 satuan. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,922, artinya modal sosial dapat menjelaskan ketahanan pangan rumah tangga petani sebesar 92,20 %, sedangkan sisanya sebesar 7,80 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam model. Nilai t hitung diperoleh 20,114 lebih besar dari nilai t tabel (2.028), artinya modal sosial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan ketahanan pangan rumah tangga petani dengan tingkat kepercayaan 95%.Kata Kunci: Modal Sosial, Petani, Katahanan Pangan dan Rumah Tangga.ABSTRACTThe aim of the study was to analyze the extent of the influence of social capital on the food security of farmer families in Sentosa Village, Mutiara Barat District. Research location in Sentosa Village, Mutiara Barat District, Pidie District. The sample of this study was all farming communities located in Sentosa Village, Mutiara Barat Subdistrict, Pidie District, namely 35 Family Heads (KK). This study uses secondary and primary data. The data analysis technique uses a Likert scale which is then analyzed using simple linear regression. The results of this study indicate that social capital has a positive influence on household food security of farmers with variable coefficients of 0.704, meaning that the increase in social capital intensity of 1 unit will increase farm household food security by 0.704 units. The coefficient of determination (R2) is 0.922, meaning that social capital can explain the household food security of farmers by 92.20%, while the remaining 7.80% is explained by other variables not included in the model. The value of t count obtained is 20.114 greater than the value of t table (2.028), meaning that social capital has a significant effect on increasing food security of farmer households with a confidence level of 95%.Keywords: Social Capital, Farmers, Food and Household Resilience.
ANALISIS SIKAP PETANI TERHADAP PENGGUNAAN BENIH LADA PUTIH DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Cipta Yan Trimawan; Rita Nurmalina; . Burhanuddin
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 2, No 2 (2017): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v2i2.15616

Abstract

ABSTRAK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dikenal sebagai penghasil lada putih di pasar internasional dengan nama lada putih muntok. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas adalah melalui penggunaan biji lada putih. Benih yang paling banyak digunakan oleh petani adalah varietas Petaling 1, LDK dan Merapen. Sikap petani terhadap pemilihan benih lada putih sangat penting untuk diketahui karena mereka adalah pelaku agribisnis utama yang akan menghasilkan lada putih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sikap petani terhadap atribut biji lada putih. Penelitian ini melibatkan 60 responden petani lada putih. Analisis menggunakan multi-atribut fishbein menunjukkan bahwa sikap responden lebih memilih varietas biji lada putih Petaling 1 dibandingkan dengan varietas Merapen dan LDK. Kata Kunci: Provinsi Babel, lada putih, multiatribut Fishbein ABSTRACT Bangka Belitung Islands Province, known as a producer of white pepper in the international market with the name of muntok white pepper. One of the efforts to increase productivity is through the use of white pepper seeds. The most used seeds by farmers are varieties Petaling 1, LDK and Merapen. The farmers’ attitude to the selection of white pepper seeds is very important to know because they are the main agribusiness actors that will produce white pepper. The objectives of this research is to analyze the farmers’ attitude on the attributes of white pepper seeds. This research was involved 60 respondents of white pepper farmers. The analysis using fishbein multiattributes showed that the attitude of respondents prefers white pepper seed varieties Petaling 1 compared to Merapen and LDK varieties. Keywords: Bangka Belitung Islands Province, Fishbein Multiatribut and White Pepper Seeds
PERILAKU PETANI DALAM PENGEMBANGAN PADI LOKAL VARIETAS PANDAN WANGI (Kasus di desa-desa sekitar kampung budaya , Kecamatan Warung Kondang Kabupaten Cianjur) Yayat Sukayat; Dika Supyandi; Anne Charina
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 2 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.861 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v3i2.20875

Abstract

ABSTRAKBeras pandan wangi, di Jawa Barat, menjadi salah satu varietas padi yang sudah sejak lama menjadi unggulan. Kekhasan yang dimiliki Pandan Wangi membuat beras Pandan Wangi diminati masyarakat menengah ke atas. Bahkan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur menetapkan Pandan Wangi sebagai komoditas unggul utama disamping tanaman palawija, sayuran, buahbuahan, dan tanaman hias (Podesta, 2009).  Meskipun luas tanam dan produksi beras pandan wangi masih terbatas, dan cenderung tetap. Adanya ketidak sejalanan antara ikon di satu sisi, dan terbatasnya produksi dan luas tanam di sisi lain;  ada apa dengan perilaku petaninya (pengetahuan, motivasi dan persepsi perannannya). Tujuan penelitian  adalah untuk menggambarkan  perilaku petani dalam usahatani padi lokal pandan wangi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, dengan metode yang di gunakan adalah Survey deskriptif. Dari hasil penelitian,secara teknik agronomis pengetahuan petani tentang budidaya padi masuk kategori baik; motivasi usahatani cenderung ke arah sosial; dan ada kebanggaan masih konsisten menanam pandan wangi.Kata kunci : Pandan wangi, pengetahuan, motivasi, persepsi peran ABSTRACTPandan  Wangi rice, in West Java, has become one of the rice varieties that has long been a superior. Pandan Wangi rice has advantages in terms of aroma, taste and texture of fluffier rice. The peculiarities of the Pandan Wangi make Pandan Wangi rice prestigious and are of interest to the upper middle class. Even the Agriculture Office of Cianjur Regency established Wangi Pandanus as the main superior commodity in addition to crops, vegetables, fruits, and ornamental plants (Podesta, 2009). Although the area of planting and production of fragrant pandan rice is still limited and tends to remain. The existence of disparity between icons on the one hand, and limited production and planting area on the other side; what's wrong with the farmers' behavior (knowledge, motivation and perceptions of their role). The purpose of the study was to describe the behavior of farmers in the local pandan wangi rice farming. This research uses quantitative design, with the method used is descriptive survey. From the results of the study, the agronomic technique of farmers' knowledge of rice cultivation entered the good category; farming motivation tends to be social; and there is pride in consistently planting fragrant pandanus.Keywords: fragrant pandanus, knowledge, motivation, perception of role
TRANSFORMASI PETANI MENJADI ENTREPRENEUR (Studi Kasus pada Program Wirausaha Muda Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran) Gema Wibawa Mukti; Rani Andriani; Pandi Pardian
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 2 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.78 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v3i2.20491

Abstract

ABSTRAKPetani masa kini dituntut memiliki jiwa kewirausahaan dan juga kemampuan manajemen usaha yang baik sehingga memiliki daya saing yang tinggi untuk menghadapi perubahan yang terjadi dalam dunia bisnis pertanian.  Tantangan bagi sektor pertanian di Indonesia saat ini adalah memfasilitasi pengembangan wirausaha petani muda agar menjadi petani modern di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transformasi petani sebagai hasil dari proses pendidikan kewirausahaan yang diberikan kepada petani muda terdidik. Mereka adalah lulusan Perguruan Tinggi (Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran) yang mengikuti Program Wirausaha Muda Pertanian (PWMP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi kewirausahaan dapat diarahkan kepada petani muda terdidik yang memiliki semangat yang besar untuk berkembang. Petani muda yang berasal dari lulusan Perguruan Tinggi menjadi sangat potensial karena umumnya mereka memiliki keberanian mengambil risiko,  mampu mengenali kelebihan atau potensi dirinya, selalu berorientasi pada proses dan hasil, adaptif terhadap perubahan, selalu berinovasi untuk kemajuan usahanya, bersedia untuk berjejaring dan berkolaborasi secara positif dengan pihak lain sehingga semua pihak dapat berkembang dan sukses secara bersama – sama, selalu membangun jaringan usaha (silaturahmi) dengan mitra dan stakeholder.Kata kunci: Wirausaha Muda, Kolaboratif, Transformasi, Petani MudaABSTRACTModern farmers must have an entrepreneurial spirit as well as good business management skills so it has a high competitiveness to cope with business changes. The challenge for the agricultural sector in Indonesia at this time is to facilitate the development of young entrepreneur farmers to become a modern farmer in the future. This study aims to determine the transformation of farmers as a result of the entrepreneurship education process provided to educated young farmers. They are graduates of Higher Education (Faculty of Agriculture, Padjadjaran University) who follow the Programe. The results show that the development of entrepreneurial competence can be directed to educated young farmers who have a great passion to be an entrepreneurial farmers. Young become very potential because generally they have the courage to take risks, be able to recognize their strengths or potentials, always oriented to process and outcomes, adaptive to change, always innovate for the progress of their business, willing to network and collaborate positively with other parties so that all parties can grow and succeed together, always build a business network with partners and stakeholders.Keywords: Young Entrepreneur, Collaborative, Transformation, Young Farmers   Kata kunci: Wirausaha Muda, Kolaboratif, Transformasi, Petani Muda

Page 4 of 24 | Total Record : 234