cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
ISSN : 25284576     EISSN : 26157411     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Diterbitkan Atas Kerjasama Program Studi Agribisnis dan Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unpad Dengan PERHEPI Komisariat Bandung Raya.
Arjuna Subject : -
Articles 262 Documents
ANALISIS PENGARUH ADOPSI INOVASI IPHA TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN TUKDANA KABUPATEN INDRAMAYU Alghifari, Fityan; Azzahra, Fatimah; Wicaksana, Indrajit
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.64013

Abstract

AbstrakIPHA merupakan inovasi teknologi yang bertujuan mengoptimalkan penggunaan air dalam usaha tani padi, dengan efisiensi hingga 30%, pengurangan kebutuhan benih, serta percepatan masa panen. Meskipun terbukti memberikan manfaat agronomis dan ekonomis, penerapan IPHA belum merata karena adanya kendala pengetahuan, akses informasi, dan persepsi petani. Untuk menjelaskan fenomena ini, penelitian ini menggunakan teori Difusi Inovasi Rogers (2003), dengan lima dimensi utama: keunggulan relatif, kesesuaian, kompleksitas, dapat dicoba, dan dapat diamati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh adopsi inovasi Irigasi Pertanian Hemat Air (IPHA) terhadap peningkatan pendapatan petani di Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 50 petani yang telah mengadopsi IPHA, yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi adopsi inovasi IPHA berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani, baik secara simultan maupun parsial. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa 75,7% variasi pendapatan petani dapat dijelaskan oleh variabel-variabel inovasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa adopsi IPHA secara efektif menurunkan biaya usahatani dan meningkatkan efisiensi serta produktivitas. Temuan ini menegaskan pentingnya peran BPP dan strategi penyuluhan lokal.Kata kunci: Adopsi inovasi, IPHA, pendapatan petani, irigasi hemat air, difusi teknologi.AbstractIPHA is a technological innovation aimed at optimizing water use in rice farming, achieving up to 30% efficiency, reducing seed requirements, and accelerating the harvest period. Despite its proven agronomic and economic benefits, the adoption of IPHA remains uneven due to barriers such as limited knowledge, access to information, and farmers’ perceptions. To explain this phenomenon, the study applies Rogers’ Diffusion of Innovations theory (2003), focusing on five key dimensions: relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability. The purpose of this study is to analyze the effect of adopting the Water-Saving Agricultural Irrigation (IPHA) innovation on increasing farmers’ income in Tukdana Subdistrict, Indramayu Regency. A descriptive quantitative approach was used with a survey method involving 50 farmers who had adopted IPHA, selected through simple random sampling. Data were collected through questionnaires, interviews, and observations, then analyzed using multiple linear regression. The results show that all five innovation adoption dimensions significantly influence farmers’ income, both simultaneously and partially. The coefficient of determination indicates that 75.7% of the variation in farmers’ income can be explained by the innovation variables. Thus, it can be concluded that the adoption of IPHA effectively reduces farming costs and increases efficiency and productivity. These findings highlight the crucial role of agricultural extension centers (BPP) and localized outreach strategies.Keywords: Innovation adoption, IPHA, farmers' income, water-saving irrigation, technology diffusion.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERSEPSI PETANI DALAM PENGGUNAAN COMBINE HARVESTER DI DESA JAMBAK KECAMATAN CIKEDUNG KABUPATEN INDRAMAYU Akbar, Mohamad Raffa; Azzahra, Fatimah; Melani, Ana
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.62520

Abstract

AbstrakCombine Harvester merupakan teknologi pertanian memiliki fungsi seperti alat pemanenan dan perontokan padi dan dikendalikan manusia sebagai operator. Kehadiran Combine Harvester ini diharapkan memaksimalkan hasil produktivitas dan mengurangi kerugian hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani dalam penggunaan Combine Harvester dan menganalisis pengaruh faktor karakteristik petani, kondisi sosial budaya, dan dukungan stakeholder terhadap persepsi petani dalam penggunaan Combine Harvester di Desa Jambak Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari sampai dengan Maret 2025. Penentuan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan total sampel 78 petani. Teknik analisis data berupa analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan persepsi petani dalam penggunaan Combine Harvester berada di kriteria Sangat Baik dengan skor 87%. Faktor karakteristik petani, kondisi sosial budaya, dan dukungan stakeholder secara simultan berpengaruh signifikan. Secara parsial, variabel pengalaman usahatani dengan nilai 0,042 < 0,05 memiliki pengaruh terhadap persepsi petani dan variabel penerimaan petani dengan nilai 0,004 < 0,05 memiliki pengaruh terhadap persepsi petani. Variabel umur, tingkat pendidikan, bantuan alat mesin pertanian, perubahan sistem pertanian, kelembagaan petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan pemerintah desa tidak berpengaruh secara signifikan terhadap persepsi petani.Kata kunci: Combine harvester, persepsi, petani padi.AbstractCombine harvester is a type of human-operated agricultural machinery that has threshing and harvesting tools among its functions. This combine harvester is expected to boost productivity and reduce crop losses. This research will look at how farmers in Jambak Village, Cikedung District, Indramayu Regency, see the use of combine harvesters and the effects of farmer traits, sociocultural conditions, and stakeholder support. In 2025, the investigation was carried out in February and March. The sample, which comprised 78 farmers, was selected using simple random sampling. Descriptive analysis and multiple linear regression analysis are examples of data analysis approaches. With an 87% score, the results demonstrated that farmers had a highly positive opinion of the usage of combine harvesters. An examination of factors impacting farmers' views reveals that socio-cultural contexts, farmer traits, and stakeholder support all have a major impact at the same time. The results indicated that farmers' views were moderately impacted by the variables of farmer income (0.004 < 0.05) and farming experience (0.042 < 0.05). Farmers' mood is not significantly impacted by factors such as age, education level, aid agricultural machinery, changes in agricultural systems, farmer institutions, farmer associations, agricultural extension personnel, or village government.Keywords: Combine harvester, perception, rice farmers.
DAMPAK BANJIR TERHADAP RUMAH TANGGA PETANI PADI (STUDI KASUS DESA SANGIANG KECAMATAN RANCAEKEK) Fauzan, Ahmad; Kusumo, Rani Andriani Budi
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.63739

Abstract

AbstrakRancaekek merupakan daerah yang rutin terkena banjir. Banjir pada lahan persawahan memberikan dampak merugikan. Estimasi kerugian banjir di areal pesawahan Kecamatan Rancaekek bahkan dapat mencari Rp1,407 milyar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak banjir terhadap rumah tangga petani padi, di Desa Sangiang Kecamatan Rancaekek. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa banjir selalu menggenangi seluruh lahan pesawahan. Banjir menimbulkan berbagai macam kerugian bagi rumah tangga petani, yaitu rusaknya sarana prasarana, menutup akses transportasi hingga mendorong penyebaran berbagai penyakit. Dampak signifikan banjir terjadi pada lahan seluas 4 ha dengan persentase kerugian beragam mulai dari 30%-90%. Dampak terparah terdapat pada lahan seluas 4.200m2 yang saat ini sudah tidak dapat ditanami padi secara permanen. Perubahan yang terjadi pada petani yang terkena dampak banjir terjadi menurunkan indeks pertanaman (IP) dari IP300 menjadi hanya IP200, sistem penanaman, dan peralihan fungsi lahan.Kata kunci: Banjir, dampak, padi, petani, rumahtanggaAbstractFlooding in rice fields in the Rancaekek District of Bandung Regency has caused significant economic losses. This study aims to analyze the impact of flooding on rice-farming households in Sangiang Village. The study employed a qualitative design and a case study approach. Data were collected through primary interviews with informants and secondary sources, including data from the Central Statistics Agency and the Department of Agriculture. Informants included rice-farming households affected by flooding, village and subdistrict officials, agricultural extension officers, and four community leaders in Sangiang Village. The data were analyzed using thematic analysis. The results indicate that floods consistently inundate all rice fields. Flooding has led to various losses for farming households, such as damage to infrastructure, restricted transportation access, and the spread of diseases. The most severe impact is that some plots of land can no longer be cultivated for rice permanently. However, flooding also creates opportunities for farming households with adaptive capabilities. In order to reduce the impact of flooding, disaster mitigation policies that are more adaptable to local conditions are necessary.Keywords: Paddy, farmers, flood, impact, households.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU PENCARIAN INFORMASI PETANI DENGAN PENERAPAN BUDIDAYA PADI ORGANIK DI KECAMATAN MOJOGEDANG KABUPATEN KARANGANYAR Putri, Nabila Agiftananda Mulia; Sugihardjo, Sugihardjo; Wibowo, Agung
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.63614

Abstract

AbstrakPetani sebagai salah satu pelaku usahatani akan memerlukan informasi yang relevan dalam berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhannya, sehingga perlunya rasa ingin tahu petani dalam mencari informasi pertanian melalui berbagai sumber. Keberhasilan budidaya komoditas padi organik tidak lepas dari ketersediaan informasi yang didapatkan petani. Berkembangnya inovasi pertanian mendorong para petani untuk mencari informasi yang dapat mendukung keberjalanan usahataninya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan perilaku pencarian informasi petani dengan penerapan budidaya padi organik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive di Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Simple Random Sampling dan didapatkan 61 petani yang tersebar di lima kelompok tani organik. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku pencarian informasi petani pada tahap starting termasuk kategori jarang, dan tahap chaining, browsing, differentiating, monitoring, serta extracting termasuk pada kategori tidak pernah. Tingkat penerapan budidaya padi organik di Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar berada pada kategori sangat baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara tahap differentiating dengan penerapan budidaya padi organik. Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara tahap starting, chaining, browsing, monitoring, dan extracting dengan penerapan budidaya padi organik di Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar.Kata kunci: Informasi, petani, padi organik, teori David Ellis.AbstractAs one of the farming actors, farmers require relevant information tailored to their needs for various activities. Thus, farmers need to be curious and seek agricultural information through various sources. The successful cultivation of organic rice commodities is contingent upon the availability of pertinent information to farmers. The development of agricultural innovations has prompted farmers to pursue information that can facilitate the operation of their farms. The objective of the present study was to analyze the relationship between farmers' information-seeking behaviors and their application of organic rice cultivation. This research uses quantitative methods. The site selection for the study was determined purposively in Mojogedang District, Karanganyar Regency. The sampling technique was used Simple Random Sampling which obtained 61 farmers distributed in 5 organic farmer groups. The data was collected using a questionnaire and analyzed using the Spearman Rank Correlation Test. Farmers' information-seeking behavior is rare at the ‘starting’ stage and never for the ‘chaining’, ‘browsing’, ‘differentiating’, ‘monitoring’, and ‘extracting’ stages. The level of application of organic rice cultivation in Mojogedang District, Karanganyar Regency is excellent. There is a significant relationship between the ‘differentiating’ stage and the application of organic rice cultivation. There is a non-significant relationship between the other stages and the application of organic rice cultivation in Mojogedang District, Karanganyar Regency.Keywords: Information, farmer, organic rice, David Ellis theory.
BIOCHARKOP DARI LIMBAH KULIT KOPI: STUDI ANALISIS USAHA DAN PROSPEK EKONOMI UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KOPI KABUPATEN GARUT Tridakusumah, Ahmad Choibar; Febrianti, Tintin; Sara, Dirga Sapta; Suryana, Dadan; Tursina, Marifah; Rahmawati, Fani; Imam, Muhammad Khaerul
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.68311

Abstract

Abstrak Pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi biochar (BIOCHARKOP) merupakan salah satu strategi inovatif dalam pengembangan agribisnis kopi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha BIOCHARKOP serta prospek ekonominya dalam meningkatkan pendapatan petani kopi di Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif ekonomi dengan analisis biaya dan pendapatan, kelayakan usaha (R/C ratio dan B/C ratio), titik impas (Break Even Point), serta analisis dampak penggunaan BIOCHARKOP terhadap struktur biaya dan pendapatan usaha tani kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha BIOCHARKOP memiliki total biaya produksi sebesar Rp1.100.000 per siklus dengan total penerimaan Rp2.000.000, sehingga menghasilkan pendapatan bersih Rp900.000. Nilai R/C ratio sebesar 1,82 dan B/C ratio sebesar 0,82 mengindikasikan bahwa usaha BIOCHARKOP layak dan menguntungkan secara ekonomi. Nilai BEP produksi sebesar 110 kg dan BEP harga sebesar Rp5.500/kg berada di bawah produksi dan harga aktual, yang menunjukkan tingkat keamanan usaha yang tinggi. Selain itu, penerapan BIOCHARKOP pada usaha tani kopi mampu menurunkan biaya pupuk sebesar Rp1.200.000 per musim tanam dan meningkatkan pendapatan petani sebesar Rp1.200.000 atau 8,28%, tanpa meningkatkan biaya tenaga kerja maupun biaya produksi lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa BIOCHARKOP berkontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi biaya dan pendapatan petani kopi. Secara keseluruhan, BIOCHARKOP berpotensi menjadi model usaha berbasis ekonomi sirkuler yang layak dikembangkan untuk memperkuat keberlanjutan dan kesejahteraan petani kopi.Kata kunci: Biochar, Kopi Arabika, Cascara, Limbah Kopi, Pirolisis.AbstractThe use of coffee husk waste into biochar (BIOCHARKOP) is one of the innovative strategies in the development of sustainable coffee agribusiness. This study aims to analyze the feasibility of BIOCHARKOP's business and its economic prospects in increasing the income of coffee farmers in Garut Regency. The research method used is a quantitative economic approach with cost and income analysis, business feasibility (R/C ratio and B/C ratio), break-even point (Break Even Point), and analysis of the impact of the use of BIOCHARKOP on the cost structure and income of coffee farming businesses. The results of the study show that BIOCHARKOP's business has a total production cost of IDR 1,100,000 per cycle with a total revenue of IDR 2,000,000, resulting in a net income of IDR 900,000. The R/C ratio value of 1.82 and the B/C ratio of 0.82 indicate that BIOCHARKOP's business is feasible and economically profitable. The value of the production BEP of 110 kg and the BEP price of Rp5,500/kg is below the actual production and price, which shows a high level of business security. In addition, the application of BIOCHARKOP in coffee farming businesses is able to reduce fertilizer costs by IDR 1,200,000 per planting season and increase farmers' income by IDR 1,200,000 or 8.28%, without increasing labor costs or other production costs. These findings confirm that BIOCHARKOP contributes significantly to improving the cost efficiency and income of coffee farmers. Overall, BIOCHARKOP has the potential to become a circular economy-based business model that is worthy of being developed to strengthen the sustainability and welfare of coffee farmers.Keywords: Biochar, Arabica Coffee, Cascara, Coffee Waste, Pyrolysis.
PERANAN WANITA TANI DALAM KETAHANAN PANGAN KELUARGA PETANI CABAI RAWIT PADA SISTEM PERTANIAN TROPIS Nurhayati, Novi; Nilasari, Dwi Tri; Selvia, Jerry
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.66343

Abstract

AbstrakUsahatani cabai rawit di Kecamatan Arut Selatan mempunyai prospek untuk dikembangkan. Wanita tani merupakan istri dari para suami  petani cabai rawit. Salah satu peran wanita tani dalam rumah tangga adalah menjaga ketahanan pangan keluarga dalam hal pemenuhan ketersedian, keterjangkauan dan keamanan pangan. Tujuan penelitian mengetahui peran wanita tani dalam mendukung ketahanan pangan keluarga petani cabai rawit pada sistem pertanian tropis dalam aspek produksi, distribusi dan konsumsi pangan; mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran wanita tani dalam mendukung ketahanan pangan keluarga pada aspek sosial, ekonomi dan budaya. Jenis penelitian deskriptip kuantitatif.  Penelitian ini menggunakan data primer dan data skunder. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden.  Alat analisis yang dipergunakan analisis deskriptip kuantitatif dengan bantuan skala Likert dan regresi linier berganda.  Hasilnya adalah peranan wanita tani dalam produksi pangan sebesar 71,16%,, distribusi pangan sebesar 77,43%  dan konsumsi pangan sebesar 66,86%. Faktor sosial,  ekonomi dan budaya berpengaruh secara signifikan terhadap peranan wanita tani dalam mendukung ketahanan pangan keluarga petani cababai rawit dalam sistem pertanian tropis.Kata kunci: Wanita Tani, Ketahanan Pangan, Keluarga Petani, Cabai Rawit, Pertanian Tropis.Abstract Chili pepper farming in South Arut District has potential for development. Female farmers are the wives of husbands who farm chili peppers. One of the roles of female farmers in the household is to maintain family food security in terms of fulfilling the availability, affordability and safety of food. The purpose of this study is to determine the role of female farmers in supporting the food security of chili pepper farming families in tropical agricultural systems in the aspects of food production, distribution and consumption; to determine the factors that influence the role of female farmers in supporting family food security in social, economic and cultural aspects. This type of research is quantitative descriptive. This study uses primary data and secondary data. The sampling technique used in this study was simple random sampling, with a sample size of 67 respondents. The analytical tool used is quantitative descriptive analysis with the help of a Likert scale and multiple linear regression. The results of this study are the role of female farmers in food production of 71.16%, food distribution of 77.43% and food consumption of 66.86%. Social, economic and cultural factors significantly influence the role of women farmers in supporting the food security of cayenne pepper farming families in tropical agricultural systems.Keywords: Female Farmers, Food Security, Farming Families, Cayenne Pepper, Tropical Agriculture.
PENINGKATAN KINERJA PENYULUH KEHUTANAN PADA PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI KABUPATEN GOWA (STUDI KASUS KELOMPOK TANI HUTAN DI KECAMATAN TINGGIMONCONG) Ayyub, Erwin; Ibrahim, Helda; Yunus, Awaluddin; Zain, Majdah M
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.66552

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengurai peningkatan kinerja penyuluh kehutanan pada program pengembangan hutan kemasyarakatan (HKm) melalui kompetensi penyuluh dalam berkomunikasi dengan kelompok tani perhutanan (KTH), pengetahuan teknis penyuluh pada pengelolaan hutan, kompetensi interpersonal, serta keterampilan penyuluh memecahkan masalah terkait pengelolaan HKm di Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif yang melibatkan responden kelompok tani hutan (KTH) sebanyak 25 orang dipilih secara purposive sampling, dan 4 orang penyuluh kehutanan sebagai informan penelitian yang terlibat dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan di Kecamatan Tinggimoncong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh kehutanan atas  pengelolaan hutan (HKm) ditinjau dari aspek kompetensi penyuluh dalam berkomunikasi, pengetahuan teknis, kompetensi interpersonal dan keterampilan penyuluh dalam memecahkan masalah, berada pada kategori  “sangat baik”, dengan skala rata-rata presentase (90,8%). Penelitian ini memberikan rekomendasi peningkatan kompetensi penyuluh melalui pelatihan berkala, peningkatan keterampilan pemanfaatan teknologi informasi (e-extension) upaya mendukung penyuluhan yang lebih efektif dan efisien.Kata kunci: Peningkatan Kinerja, Penyuluh  Kehutanan, Pengembangan Hutan Kemasyarakatan.AbstractThis study aims to analyze the improvement in the performance of forestry extension workers in the community forestry development program (HKm) through the extension workers' competence in communicating with forestry farmer groups (KTH), their technical knowledge of forest management, their interpersonal skills, and their problem-solving skills related to HKm management in Tinggimoncong Subdistrict, Gowa Regency. The research method used was a quantitative survey involving 25 forest farmer group (KTH) respondents selected by purposive sampling and four forestry extension workers as research informants involved in community forest management in Tinggimoncong Subdistrict. The results showed that the performance of forestry extension workers in forest management (HKm), in terms of their competence in communication, technical knowledge, interpersonal competence, and problem-solving skills, was in the “very good” category, with an average percentage scale of 90.8%. This study recommends improving the competence of extension workers through regular training, improving their skills in utilizing information technology (e-extension) to support more effective and efficient extension servicesKeywords: Performance Improvement, Forestry Extension Workers, Forest Development, Community Development.
ANALISIS PENGARUH UNSUR MODAL SOSIAL TERHADAP KEBERHASILAN KELOMPOK WANITA TANI MAMA CERIA DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN zahra, mezi hanifah; Afrizal, Roni; Nefri, John
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.65115

Abstract

Abstrak Kelompok Wanita Tani (KWT) Mama Ceria merupakan penerima Program Bantuan Peningkatan Populasi Ternak di Kabupaten Padang Pariaman. Keberhasilan kelompok ini dipengaruhi oleh unsur modal sosial seperti kepercayaan/trust, jaringan social/network, hubungan timbal balik/reciprocity, dan norma/norm. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh unsur modal sosial secara simultan terhadap keberhasilan KWT Mama Ceria, dan (2) menganalisis pengaruh parsial terhadap keberhasilan KWT Mama Ceria. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menitikberatkan pada kelompok tani tanaman pangan dan menyatakan seluruh unsur modal sosial berpengaruh signifikan, penelitian ini menemukan bahwa hanya jaringan sosial dan norma yang berpengaruh signifikan secara parsial. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif melalui pendekatan sensus terhadap 20 anggota kelompok serta dianalisis melalui regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh unsur modal sosial secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan KWT Mama Ceria. Secara parsial, jaringan sosial dan norma memberi kontribusi nyata, terutama dalam hal akses bantuan, pelatihan, kedisiplinan, dan kohesi kelompok. Temuan ini menegaskan bahwa kekuatan sosial internal dan eksternal menjadi faktor penentu keberlanjutan kelompok wanita tani di sektor peternakan.Kata kunci: Kelompok Wanita Tani, Modal Sosial, Keberhasilan Kelompok, Bantuan Ternak.AbstractThe Mama Ceria Women Farmers Group (FWG) is a recipient of the Livestock Population Increase Assistance Program in Padang Pariaman Regency. The success of this group is influenced by social capital elements such as trust, networks, reciprocity, and norm. This study aims to: (1) analyze the influence of social capital elements simultaneously on the success of the Mama Ceria Women Farmers Group, and (2) analyze the partial influence on the success of the Mama Ceria Women Farmers Group. In contrast to previous studies that focused on food crop farmer groups and stated that all elements of social capital had a significant influence, this study found that only social networks and norms had a partial significant influence. The study was conducted using a quantitative method through a census approach to 20 group members and analyzed through multiple linear regression using SPSS software. The results of the analysis is all elements of social capital together have a significant influence on the success of the Mama Ceria Women Farmers Group. Partially, social networks and norms make a real contribution, especially in terms of access to assistance, training, discipline, and group cohesion. These findings confirm that internal and external social forces are determining factors for the sustainability of women farmer groups in the livestock sector.Keywords: Women Farmers Group, Social Capital, Group Success, Livestock Assistance.
STRATEGI DAN EFEKTIVITAS PEMASARAN OFFLINE STORE DAN ONLINE TERHADAP HASIL PENJUALAN KUE BANGKIT (STUDI KASUS PADA UMKM RUMAH BANGKIT FAFIN DI KOTA SERANG) Persalina, Yeni; Budiawati, Yeni; Widiati, Siti
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.65098

Abstract

AbstrakRumah bangkit Fafin sudah menerapkan strategi pemasaran online, tetapi hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan target dan masih sering terjadi fluktuasi. Selain itu, terjadi persaingan dengan UMKM lain yang aktif memanfaatkan platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan efektivitas pemasaran kue bangkit melalui offline store dan online. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kombinasi sequential exploratory. Dalam menjawab rumusan masalah, digunakan metode kualitatif deskriptif dan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan uji beda (Independent sample T-test). Hasil penelitian menunjukkan terdapat sepuluh alternatif strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh rumah bangkit Fafin berdasarkan hasil analisis matriks SWOT. Hasil QSPM strategi prioritas dengan nilai TAS tertinggi yaitu meningkatkan pangsa pasar secara luas melalui digital dan offline. Berdasarkan hasil uji Independent Sample T-Test, diperoleh bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil penjualan melalui offline dan online pada produk kue bangkit, dimana nilai rata-rata hasil penjualan offline sebesar 780,25 dan rata-rata hasil penjualan online sebesar 125,67.Kata kunci: Analisis SWOT, Efektivitas, Pemasaran Offline, Pemasaran Online, Strategi Pemasaran.AbstractRumah bangkit Fafin has implemented an online marketing strategy, but the result obtained are not in accordance with the target and fluctuations often occur. In addition, there is competition with other businesses that actively utilize digital platforms. This study aimed to analyze the strategy and effectiveness of marketing kue bangkit through offline stores and online. The research method used is a sequential exploratory combination approach, using qualitative descriptive methods and quantitative descriptive methods using independent sample T-test. The result showed that there are the ten alternative marketing strategies that can be applied by rumah bangkit Fafin based on the result of the SWOT matrix analysis. The QSPM results prioritize strategies with the highest TAS value, namely increasing market share widely through digital and offline. Based on the result of the Independent Sample T-Test it is found that there is a significant difference between offline and online sales results on the kue bangkit, where the average value of offline sales result is 780,25 and the average online sales results is 125,67.Keywords: Effectiveness, Marketing Strategy, Offline Marketing, Online Marketing, SWOT Analysis.
STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUKSI AGROINDUSTRI IKAN ASIN AIR TAWAR DI KABUPATEN TULANG BAWANG Abdurrokhim, Muhammad; Arianti, Dwi; Setiawati, Bherliana Maharani; Safitri, Yuli
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.64418

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan produksi pada agroindustri ikan asin air tawar di Kabupaten Tulang Bawang. Responden dalam penelitian ini ditentukan dengan metode sensus, yaitu seluruh pelaku usaha ikan asin air tawar yang aktif beroperasi pada periode Desember 2022 hingga Februari 2023. Berdasarkan hasil pendataan awal, sebanyak 37 pelaku usaha memenuhi kriteria dan seluruhnya dilibatkan dalam pengisian kuesioner SWOT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner berbasis skala Likert untuk menilai faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor eksternal (peluang dan ancaman). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan matriks IFAS dan EFAS untuk menentukan posisi strategi dalam matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan produksi pelaku usaha ikan asin di Kabupaten Tulang Bawang berada pada posisi agresif. Agroindustri ikan asin air tawar di daerah ini dapat mengimplementasikan pengembangan produksi melalui empat strategi utama, yaitu: (1) peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok pengolah dan nelayan dalam optimalisasi hasil produk perikanan; (2) diversifikasi komoditas budidaya ikan yang disesuaikan dengan tren dan permintaan industri olahan perikanan; (3) penguatan kapasitas produksi melalui intensifikasi teknik budidaya; serta (4) pendampingan terhadap kelompok pengolah untuk mendorong inovasi dalam pengembangan produk olahan ikan.Kata kunci: Agroindustri, Ikan asin, Pengembangan, Produksi.AbstractThis study aims to identify production development strategies in the freshwater salted fish agroindustry in Tulang Bawang Regency. Respondents were determined using a census method, involving all freshwater salted fish business actors who were actively operating between December 2022 and February 2023. Based on preliminary data collection, a total of 37 business actors met the criteria and all were involved in completing a SWOT questionnaire. This research employed a descriptive quantitative approach using a Likert-scale-based questionnaire to assess internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats). The collected data were analyzed using the IFAS and EFAS matrices to determine the strategic position within the SWOT matrix. The results indicate that the production development strategy for freshwater salted fish entrepreneurs in Tulang Bawang Regency falls within an aggressive strategic position. The freshwater salted fish agroindustry in this region can implement production development through four main strategies: (1) strengthening the institutional capacity of processing groups and fishers to optimize fishery product outcomes; (2) diversifying fish farming commodities to align with trends and the demand of the fish processing industry; (3) enhancing production capacity through the intensification of aquaculture techniques; and (4) providing assistance to processing groups to encourage innovation in the development of processed fish products.Keywords: Agroindustry, Salted fish, Development strategy, Production.