cover
Contact Name
Akuatika Indonesia
Contact Email
akuatika.indonesia@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
akuatika.indonesia@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Akuatika Indonesia
ISSN : 2528052X     EISSN : 26217252     DOI : -
Jurnal Akuatika Indonesia berisi tulisan ilmiah untuk bidang ilmu hewan dan zoologi yang mencakup aspek budidaya perikanan, bioteknologi perikanan, pengelolaan sumberdaya perikanan, sosial ekonomi perikanan, teknologi hasil perikanan, perikanan tangkap dan oseanografi. Akhir kata semoga kehadiran Jurnal Akuatika Indonesia dapat mengkomunikasikan dengan baik berbagai aspek tentang Perikanan dan Kelautan.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Nilai Hambur Balik Akustik Terhadap Tingkat Tutupan dan Tinggi Kanopi yang Didominasi Jenis Lamun E. acoroides di Perairan Pulau Mantang Suraya, Intan; Ma'mun, Asep; Nugraha, Aditya Hikmat
Akuatika Indonesia Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v10i2.63054

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Perairan Pulau Mantang pada bulan Juli 2024 dengan tujuan untuk mengukur tutupan lamun, tinggi kanopi, serta menentukan nilai hambur balik akustik surface backscattering strength (SS) terhadap tingkat tutupan dan tinggi kanopi yang berbeda. Lamun merupakan ekosistem pesisir yang penting karena berperan sebagai habitat biota laut, penyerap karbon, dan penahan sedimen sehingga informasi terkait kondisi tutupan dan strukturnya sangat diperlukan untuk mendukung pengelolaan ekosistem pesisir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hidroakustik dengan instrumen single beam echosounder SIMRAD EK-15 berfrekuensi 200 kHz. Pengumpulan data diawali dengan survei lokasi yang memiliki hamparan lamun, kemudian dilakukan perekaman data akustik secara purposive sampling pada kondisi kapal diam dengan durasi 5 menit di setiap titik. Pengukuran tutupan lamun dilakukan menggunakan transek kuadran berukuran 50 × 50 cm yang dikategorikan menjadi tutupan jarang, sedang, dan padat. Selain itu, dokumentasi foto menggunakan kamera bawah air juga dilakukan untuk mendukung validasi hasil. Jumlah titik sampel yang diperoleh sebanyak 31 titik. Data akustik selanjutnya diolah dengan perangkat lunak ESP3 untuk mendapatkan nilai volume backscattering strength (Sv) dan surface backscattering strength (SS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SS terhadap tutupan lamun yang berbeda berkisar antara -40 dB hingga -20 dB. Analisis regresi linear sederhana antara nilai tutupan lamun dan SS menghasilkan persamaan y = 7,4728(Ln(x)) – 62,135 dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 62,22%. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara tingkat tutupan lamun dengan nilai hambur balik akustik. Sebaliknya, uji regresi linear sederhana antara tinggi kanopi dan SS memperlihatkan hubungan yang sangat lemah dengan nilai R² = 0,0061 sehingga dapat disimpulkan bahwa tinggi kanopi tidak berpengaruh nyata terhadap variasi nilai hambur balik. Penelitian ini menegaskan bahwa parameter tutupan lamun memiliki pengaruh signifikan terhadap respon akustik, sedangkan tinggi kanopi tidak memberikan kontribusi yang berarti. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi penelitian lanjutan dalam pemanfaatan teknologi akustik untuk pemetaan lamun secara non-destruktif dan efisien di wilayah pesisir.
Produktivitas Primer Sungai Cikeruh Berdasarkan Sebaran Klorofil-a Amrulloh, Humam Shidiq`; Herawati, Heti; Arief, Mochamad Candra Wirawan; Zahidah, Zahidah
Akuatika Indonesia Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v10i2.64368

Abstract

Sungai Cikeruh merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang melintasi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, yang berada di kawasan tingginya padat penduduk, sehingga mengalami pencemaran pada perairan. Tercemarnya Sungai Cikeruh diakibatkan oleh masukan beban cemaran dari aktivitas antropogenik seperti limbah domestik, pertanian, dan industri yang memberikan suplai bahan anorganik atau unsur hara seperti nitrat dan fosfat. Ketersediaan unsur hara dapat diindikasikan oleh nilai produktivitas primer berdasarkan sebaran klorofil-a. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produktivitas primer serta faktor lingkungan yang mempengaruhi sebaran dan konsentrasi klorofil-a di Sungai Cikeruh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 – Januari 2025, dengan metode survei dan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang dilakukan di lima titik stasiun dengan 4 kali ulangan. Hasil dari pengujian kualitas air terdapat parameter yang tidak memenuhi baku mutu kualitas air berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 yakni BOD dan DO. Nilai rata-rata BOD tidak memenuhi kelas 2 maupun kelas 3 pada setiap stasiunnya, sedangkan nilai rata-rata DO pada Stasiun 2 dan 4 tidak memenuhi baku mutu kelas 2  dan pada Stasiun 5 tidak memenuhi baku mutu kelas 3. Nilai konsentrasi klorofil-a di dapatkan nilai rata-rata 0,135-0,613 mg/L, berdasarkan uji statistik One-way anova konsentrasi klorofil-a didapatkan nilai p-value 0,086 > taraf signifikansi, yang diartikan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada setiap stasiunnya, hal ini dikarenakan perairan Sungai Cikeruh tergolong pada perairan oligotrofik melalui perhitungan produktivitas primer yang didapatkan yakni nilai rata-rata 15,998 – 40,300 mgC/m3/hari, hal ini menandakan bahwa unsur hara dan produktivitas pada Sungai Cikeruh tergolong rendah.
Pengaruh Konsumsi Yodium Garam terhadap Kejadian Stunting pada Anak di Desa Masawah Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran Ambarita, Yolando; Saputra, Yudi Ardiansyah; Hariyana, Yolanda Putri; Indallah, Nadwah Purnada; Mustika, Elviana Dian; Hermanto, Bambang; Pasaribu, Buntora; Khan, Alexander M. A.
Akuatika Indonesia Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v10i2.64812

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak yang ditandai lebih rentan terhadap penyakit dan berisiko untuk mengidap penyakit degeneratif serta kondisi anak memiliki tinggi badan yang tidak normal pada umumnya. Salah satu faktor stunting dapat disebabkan oleh kurangnya asupan garam beryodium. Oleh karena itu, penting untuk mengkonsumsi garam yang mengandung yodium agar terhindar dari kekurangan asupan yodium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi pada konsumsi garam beryodium dengan masalah stunting yang ada di Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif antara konsumsi yodium pada kejadian stunting di desa masawah dan ketetapan WHO terhadap konsumsi yodium pada anak. Survey dilakukan ke 6 posyandu yang tengah melakukan imunisasi terhadap anak di Desa Masawah. Sebanyak 73% atau sekitar 159 sampel garam mengandung yodium dan 27% atau sekitar 58 sampel garam tidak mengandung yodium serta sampel ketiga anak penderita stunted hanya 1 anak mengkonsumsi garam beryodium. Berdasarkan ketetapan yang dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization) dapat diduga pada 2 anak penderita stunted ini salah satu faktornya dikarenakan tidak mengkonsumsi garam beryodium, karena yodium adalah salah satu mikronutrien untuk memenuhi kebutuhan perkembangan pada masa emas pertumbuhan 1.000 hari pertama pada anak.
Pengaruh Penambahan Tepung Ubi Jalar Oranye (Ipomoea batatas L.) pada Pakan Terhadap Kecerahan Warna Ikan Molly Yustiati, Ayi; Luthfidianto, Iqbal; Pratama, Rusky Intan; Haetami, Kiki
Akuatika Indonesia Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v10i2.56639

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah. Salah satu yang dapat dibanggakan adalah keragaman spesies ikan hias, baik ikan hias air laut maupun air tawar. Komoditas ikan hias air tawar yang digemari salah satunya adalah ikan molly. Kecerahan warna menjadi salah satu faktor yang paling penting bagi komoditas ikan hias. Kualitas warna yang kurang baik dapat terjadi seiring berjalannya waktu dikarenakan kurangnya asupan karotenoid pada ikan. Ikan tidak dapat menghasilkan pigmen karotenoid pada tubuhnya sehingga sangat bergantung pada pakan yang didapat. Salah satu sumber pakan yang mempunyai karotenoid tinggi adalah ubi jalar oranye. Riset ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi optimal pada penambahan tepung ubi jalar oranye yang dicampurkan dengan pakan untuk meningkatkan kecerahan warna ikan molly. Riset ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga pengulangan. Riset ini dilakukan selama 40 hari dengan pengambilan sampel setiap 10 hari. Pengamatan kecerahan warna ikan menggunakan Modified Toca Colour Finder (M-TCF). Perlakuan yang digunakan pada riset ini adalah pakan komersil ikan konsumsi PF-500 dengan penambahan 0%, 2,5%, 5%, 7,5% tepung ubi jalar oranye dan pakan komersil ikan hias pro vit 89 (kontrol positif). Parameter yang diamati pada riset ini adalah tingkat kecerahan warna, pertumbuhan panjang dan bobot, tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil riset menunjukkan bahwa penambahan 5% tepung ubi jalar oranye memberikan peningkatan kecerahan warna tertinggi sebanyak 2,8 pada badan dan 2,7 pada kepala ikan. Penambahan tepung ubi jalar oranye tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan.
Efektivitas Pemberian Pakan Tambahan Yang Berbeda Terhadap Sintasan Dan Pertumbuhan Benih Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Misrawati, Misrawati; AS, Agus Putra; Febri, Suri Purnama
Akuatika Indonesia Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v10i2.62413

Abstract

Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) mempunyai prospek yang cerah dalam sektor perikanan. Selain mudah dibudidayakan hewan ini juga tidak mudah terserang penyakit yang bersifat omnivore dan memiliki daya bertelur tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian pakan tambahan yang berbeda terhadap sintasan dan pertumbuhan lobster ait tawar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode RAL dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang akan digunakan adalah P1 (pemberian pakan pellet); P2 (pemberian pakan pellet + kangkung air); P3 (pemberian pakan pellet + kubis); P4 (pemberian pakan pellet + buncis). Parameter yang di amati yaitu Pertumbuhan Bobot Mutlak, Pertumbuhan Panjang Mutlak, Tingkat Kelangsuangan Hidup, Laju Pertumbuhan Harian, Rasio Konversi Pakan. Hasil dari penelitian ini adalah pemberian pakan tambahan berpengaruh nyata terhadap parameter pertambahan bobot mutlak (P<0.05), terhadap parameter pertumbuhan panjang mutlak(P>0.05) terhadap parameter tingkat kelangsungan hidup(P>0.05), terhadap laju pertumbuhan harian(P<0.05) dan persentasi pertumbuhan berat. Nilai pertambahan Panjang Mutlak terbaik di perlakuan P3 yaitu (1.55 g).
Analisa Dampak Penggunaan Bagan Apungterhadap Kelestarian Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis) Nuzirwan, Faisal; Damanhuri, Harfiandri; Yusra, Yusra; Junaidi, Junaidi; Kamal, Eni
Akuatika Indonesia Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v11i1.69733

Abstract

Keberadaan alat tangkap Bagan Apung yang pada awalnya untuk  meningkatkan hasil tangkap nelayan di selingkar Danau Singkarak, namun banyaknya penggunaan Bagan Apung  dengan bahan jaring uk. < 5/8 inc dapat mengakibatkan ikan Bilih yang berukuran kecil sebesar rinuak (2-3 cm) tertangkap. Penambahan Bagan Apung yang terus meningkat setiap tahunnya dapat menimbulkan dampak negatif  terhadap populasi dan kelestarian ikan Bilih (Mystacoleucus  padangensis) di danau Singkarak. Penelitian ini dilakukan  di  Danau Singkarak  Propinsi  Sumatera  Barat  pada bulan  Juli hingga September 2022 meliputi Nagari Simawang, Nagari Batu Taba, Nagari Sumpu, Nagari Padang Laweh Malalo di Kabupaten Tanah Tadar dan Nagari Kacang dan Nagari Singkarak di Kabupaten Solok. Penelitian ini bertujuan untuk : Menganalisa dampak penggunaan Bagan Apung terhadap kelestarian ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis) di perairan danau Singkarak. Metode pengumpulan data yaitu observasi, analisis visual, studi pustaka, dan interview (individual atau grup). Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah (1) sebaiknya penggunaan alat tangkap Bagan Apung ini perlu di batasi dan atur sebaik mungkin hal ini untuk mencegah terjadinya ekploitasi penangkapan ikan Bilih dan tekanan terhadap populasi ikan Bilih secara berlebihan sehingga dapat mengancam kelestariannya; (2) Sebaiknya Bagan Apung yang digunakan mempunyai ukuran mata jaring minimal 1,0 inci; (3) Diperlukan aturan yang mencegah penempatan Bagan Apung di daerah kawasan muara sungai, dimana daerah tersebut merupakan jalur ikan Bilih buat memijah; (4) Sebaiknya pemerintah propinsi menetapkan kawasan konservasi bagi ikan Bilih di periran danau singkarak, karena selama ini belum ada kawasan yang dicadangkan khusus untuk perlindungan ikan Bilih yang merupakan ikan endemik di perairan danau Singkarak.
KARAKTERISTIK HABITAT IKAN KETING (Mystus nigriceps) DI SUNGAI IJO, KABUPATEN KEBUMEN, JAWA TENGAH Rukayah, Siti
Akuatika Indonesia Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v11i1.68267

Abstract

Karakteristik habitat perairan meliputi fisika dan kimia air sungai memengaruhi kelimpahan ikan di ekosistem Sungai Ijo. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis parameter fisika dan kimia air serta hubungan antara parameter kualitas air terhadap kelimpahan Mystus nigriceps di Sungai Ijo. Penelitian ini dilakukan di Sungai Ijo, Kabupaten Kebumen terdiri atas 9 stasiun yang dibagi ke dalam 3 zona yaitu zona hulu, tengah dan hilir. Hasil penelitian diperoleh temperatur tertinggi pada zona tengah, penetrasi cahaya, kecepatan arus, dan O2 terlarut tertinggi pada zona hulu serta kedalaman, lebar sungai, CO₂ bebas dan pH tertinggi pada zona hilir. Kelimpahan M. nigriceps tertinggi pada zona hilir didukung substrat yang sesuai yaitu lumpur. Hubungan parameter kualitas air terhadap kelimpahan M. nigriceps menunjukkan bahwa parameter lebar sungai, pH, substrat dan kedalaman memiliki korelasi positif terhadap kelimpahan M. nigriceps. Parameter CO₂ bebas dan temperatur memiliki korelasi positif terhadap kelimpahan M. nigriceps. Parameter kecepatan arus, penetrasi cahaya dan O₂ terlarut berkorelasi negatif dengan kelimpahan M. nigriceps. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa, secara umum kualitas air di Sungai Ijo cukup baik untuk mendukung kehidupan Mystus nigriceps.
PENGARUH HUJAN TERHADAP PENYU YANG MENDARAT UNTUK BERTELUR DI KAWASAN KONSERVASI PANTAI PANGUMBAHAN Ismail, Mochamad Rudyansyah; Sunarto, Sunarto; Diana, Skalalis; Tamir, Muhammad Fauzan
Akuatika Indonesia Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v11i1.57668

Abstract

Penyu yang melakukan peneluran memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap cahaya, pergerakan, dan kebisingan di lingkungan sekitar. Adapun faktor yang dapat mempengaruhi sensitivitas penyu di luar kemampuan penjagaan oleh pihak konservasi, yaitu faktor alam seperti hujan. Fenomena hujan dapat menimbulkan gangguan seperti kebisingan suara serta cahaya yang dapat mengganggu kenyamanan penyu saat melakukan pendaratan dan berujung pada kegagalan peneluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hujan terhadap penyu yang mendarat untuk bertelur di Kawasan Konservasi Pantai Pangumbahan. Metode pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode survei teknik observasi dan pengumpulan data sekunder. Observasi dilakukan selama 2 minggu di Pantai Pangumbahan untuk mengetahui tingkah laku penyu saat kondisi hujan dan tidak hujan. Data sekunder terdiri dari data citra curah hujan selama satu tahun pada tahun 2022 yang diunduh melalui perangkat lunak GsMAP, serta data penyu yang berhasil maupun gagal bertelur selama satu tahun pada tahun 2022 yang diambil dari logbook Balai Konservasi Pantai Pangumbahan. Kemudian tingkah laku penyu saat hujan dan tidak hujan dianalisis secara deskriptif, sementara pada data citra curah hujan dan persentase penyu yang berhasil bertelur dilakukan analisis statistik metode korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan dan persentase keberhasilan penyu bertelur memiliki korelasi yang kuat dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0.6542, yang artinya semakin tinggi curah hujan di Pantai Pangumbahan maka semakin rendah tingkat keberhasilan peneluran penyu di pantai tersebut. Penyu yang bertelur saat kondisi hujan cenderung menghabiskan durasi yang lebih singkat, memilih lokasi yang agak jauh dari area vegetasi, serta memiliki sensitivitas yang lebih rendah dibandingkan penyu yang bertelur saat kondisi tidak hujan.