cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
ISSN : 25027638     EISSN : 25028391     DOI : -
Core Subject : Education,
JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is registered with p-ISSN 2502-7638 and e-ISSN 2502-8391 is a scientific journal of Mathematics Education Department Universitas PGRI Semarang which focuses on the delivery of information on mathematics education from elementary school to university high. JIPMat is published 2 times a year in April and October.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
ANALISIS HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI PERBEDAAN KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT Yuyun Yukentin; Mumun Munawaroh; Widodo Winarso
JIPMat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v3i2.2700

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis dan mengetahui hasil belajar matematika siswa yang ditinjau dari perbedaan kepribadian ekstrovert dan introvert. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain komparatif expost pasto, sampel yang dipilih yaitu kelas XI MIPA 3 SMA 1 Rajagaluh. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan tes  dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) sebaran kepribadian siswa ekstrovert 26%, siswa introvert  42%, dan ditemukan pula sebaran siswa ambivert 32% (2) sebaran rata-rata hasil belajar matematika ranah kognitif yang diperoleh siswa ekstrovert sebesar 66,40 sedangkan siswa introvert rata-rata sebesar 75,3750. Rata-rata hasil belajar matematika ranah afektif yang didapatkan siswa ekstrovert sebesar 64,50 sedangkan siswa introvert rata-rata sebesar  70,9375. Rata-rata hasil belajar ranah psikomotorik sebesar 68,75 sedangkan siswa introvert memperoleh rata-rata sebesar 60,9375. (3) Hasil uji hipotesis  bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa yang ditinjau dari perbedaan kepribadian ekstrovert dan introvert. Dibuktikan dengan uji One Way Anova diperoleh nilai sig. Statistik hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik berturut-turut adalah 0,031; 0,025; 0,23 < 0,05, Ftabel = 3,422132, dan Fhitung berturut-turut pula sebesar 5, 227; 4, 864; dan 5, 914. Karena nilai Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak dan Ha diterima
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA GEOMETRI BERBASIS TEORI BERPIKIR VAN HIELE GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V Nurita Primasatya; Jatmiko Jatmiko
JIPMat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v3i2.2745

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan merancang multimedia geometri yang disesuaikan dengan tahapan yang ada pada proses berpikir van Hiele sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD. Indikator berpikir kritis yang digunakan pada penelitian ini adalah mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi yang relevan, menyusun alternatif pemecahan masalah, dan membuat kesimpulan. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini mengadaptasi model pengembangan ADDIE yang hanya sampai pada tahap development. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan multimedia geometri berbasis teori berpikir van Hiele dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Meteri geometri yang digunakan dalam penelitian ini adalah materi luas dan keliling lingkaran. Hasil dari uji kelayakan produk menyatakan bahwa produk multimedia geometri ini valid, praktis, dan efektif.Kata Kunci : pengembangan, multimedia, geometri, teori berpikir, van Hiele, berpikir kritis
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA SMP BERDASARKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Ika Santia
JIPMat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v3i2.2748

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil PISA dan TIMSS siswa Indonesia yang kontradiktif dengan motivasi belajar mereka. Untuk itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa SMP dengan tingkat motivasi belajar rendah dan tinggi. Identifikasi kemampuan literasi matematis didasarkan atas indikator literasi matematis yang meliputi: komunikasi, matematisasi, representasi, pemilihan strategi untuk pemecahan masalah, serta penalaran. Subjek penelitian terdiri dari 1 siswa untuk masing-masing kategori. Instrumen penelitian meliputi peneliti, tes literasi matematis, angket motivasi belajar siswa, dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari tes, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan pengambilan simpulan. Adapun hasil penelitian menyatakan bahwa kemampuan literasi matematis siswa motivasi belajar rendah dan rendah memiliki kesamaan dalam komunikasi dan matematisasi. Sedangkan pada saat pemilihan strategi pemecahan masalah, representasi dan penalaran terdapat perbedaan antara kedua subjek. Perbedaan tersebut terletak pada cara yang dipilih siswa dengan motivasi belajar tinggi dalam melihat fokus permasalahan dan menganalisa jawaban, sedangkan siswa dengan motivasi belajar rendah lebih memilih cara prosedural.Kata kunci: Literasi Matematis, Siswa SMP, Motivasi Belajar
IDENTIFIKASI DISPOSISI MATEMATIKA SISWA DALAM PEMBELAJARAN SOCRATES KONTEKSTUAL PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL PADA SISWA KELAS VIII SMP Rima Ari Mastuti
JIPMat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v3i2.2396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  disposisi matematis siswa dalam pembelajaran Socrates kontekstual. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII A SMP Negeri 3 Kedungwaru. Data penelitian ini merupakan data kualitatif deskriptif mengenai disposisi matematis siswa yang diperoleh melalui catatan lapangan, angket, dan dokumentasi. Indikator disposisi matematis adalah kepercayaan diri, kegigihan dan ketekunan, fleksibel, dan keingintahuan. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan terhadap data. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran Socrates kontekstual dapat memunculkan disposisi matematis siswa.
KORELASI KECERDASAN NUMERIK DAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SEGIEMPAT DAN SEGITIGA Nurul Hidayah; Mardhiana Ifadhotu Rohmah
JIPMat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v3i2.2415

Abstract

Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang simultan serta signifikan antara kecerdasan numerik dan pemahaman konseptual terhadap hasil belajar siswa kelas VII MTs Ash-Shufi pada materi segi empat dan segitiga. Penelitian dilakukan di MTs Ash-Shufi tahun ajaran 2017/2018 dengan sampel 1 kelas yang terdiri dari 30 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Simple Random Sampling. Analisis data pada penelitian ini yang pertama adalah menggunakan uji normalitas. Setelah data dinyatakan berdistribusi normal uji selanjutnya adalah uji korelasi sederhana melalui korelasi Product Moment dari Pearson. Uji yang terakhir digunakan adalah uji korelasi ganda. Dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 diperoleh nilai probabilitas (sig.F change) pada tabel sebesar 0,005. Karena nilai sig.F change 0,005 < 0,05, maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, kecerdasan numerik dan pemahaman konseptual berhubungan secara bersama-sama (simultan) dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas VII MTs Ash-Shufi pada materi segi empat dan segitiga.
DISKRIPSI KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA PONDOK Jatmiko Jatmiko; Dian Devita Yohanie
JIPMat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v3i2.2743

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pondok dalam Menyelesaikan Soal Cerita. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Penelitian ini untuk melihat bagaimana kemampuan komunikasi siswa pondok yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Subyek penelitian ini adalah siswa pondok yang juga bersekolah di SMP Wahidiyah Kediri. Subjek di ambil satu orang siswa perempuan dan satu orang siswa laki-laki dari SMP Wahidiyah, kedua subjek juga sebagai santriwati di Pondok Kedonglo Al Munadhdhoro. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa perempuan memiliki komunikasi matematis yang lebih baik dari pada siswa laki-laki. Karena subjek perempuan mampu memenuhi smua indikator dalam komunikasi matematis, sedangkan subjek laki-laki kurang memahami Konsep Luas Permukaan Dan Volume Prisma Untuk Menyelesaikan Masalah Subjek, sehingga hanya mampu memenuhi tiga dari empat indikator komunikasi matematis.Kata kunci : komunikasi matematis, santri pondok, gender
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT ATTAINMENT DAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY BERBANTUAN LECTORA TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA Rasiman Rasiman; Etika Rozana; Sugiyanti Sugiyanti
JIPMat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v3i2.3042

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran concept attainment dan guided discovery berbantuan Lectora terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa materi Teorema Pythagoras. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian Quasi Eksperimental Design di kelas VIII SMP Negeri 2 Jatibarang. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Analisis pada penelitian ini dengan membandingkan nilai kemampuan pemahaman konsep saat posttest pada masing-masing kelas yang di teliti, yaitu pada kelas Eksperimen 1, Eksperimen 2, dan kelas kontrol. Dari hasil penelitian data awal yang dihitung menggunakan uji anava satu jalur dengan taraf signifikan 5% dan regresi linier sederhana. Hasil dari perhitungan penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yangmenggunakan model pembelajaran concept attainment berbantuan lectoradan guided discoveryberbantu lectora dan model pembelajaran konvensional. 2) Rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran concept attainment dan berbantuan lectora lebih baik dari model pembelajaran konvensional. 3) Rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran guided discoveryberbantuan lectora lebih baik dari model pembelajaran konvensional. 4) Rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran concept attainment berbantuan lectoradan guided discoveryberbantu lectora mencapai KKM. 5) Terdapat pengaruh keaktifan siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran concept Attainment berbantuan lectora dan guided discovery berbantu lectora.
PENERAPAN PEMBELAJARAN ENTREPRENEUR BERBASIS MATEMATIKA Lusi Rachmiazasi Masduki; Eem Kurniasih
JIPMat Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v4i1.3663

Abstract

Di Indonesia masih banyak pengangguran dan makin kecil peluang untuk mendapatkan pekerjaan bagi para lulusan sekolah. Diperlukan inovasi pengajar dalam pembelajaran untuk menumbuhkan karakter siswa seperti kerja keras, tanggung jawab, ulet, jujur, dan sebagainya, dalam karakter tersebut bisa dirangkum sebagai karakter kewirausahaan. Karakter kewirausahaan perlu ditumbuhkan pada setiap siswa untuk membentuk jiwa wirausaha, sehingga dapat mewujudkan pembangunan ekonomi dan membuka lapangan kerja sendiri. Untuk membangun karakter kewirausahaan melalui internalisasi dalam kehidupan, pembelajaran di sekolah dibutuhkan suatu kajian yang komprehensif mengenai potensi dari mata pelajaran matematika yang diajarkan kepada siswa. Pembelajaran Entrepreneur berbasis matematika dapat menjadi solusi dalam menanamkan karakter kewirausahaan kepada siswa melalui pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika secara tidak langsung memiliki nilai-nilai kewirausahaan salah satu contohnya materi aritmatika yang dapat mengenalkan siswa mengenai prinsip jual-beli, untung dan rugi.
PROFIL KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DALAM PEMECAHAN MASALAH PADA MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA Muhammad Saifuddin Zuhri; FX. Didik Purwosetiyono
JIPMat Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v4i1.3548

Abstract

NCTM (2000) menetapkan 5 keterampilan proses yang perlu dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika yaitu: (1) pemecahan masalah (problem solving); (2) Penalaran dan pembuktian (reasoning and proof); (3) Komunikasi (communication); (4) Koneksi (connection); dan (5) Representasi (representation). Berdasarkan 5 keterampilan proses di atas, penalaran merupakan salah satu keterampilan yang memegang peranan penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil profil kemampuan penalaran matematis dalam pemecahan masalah pada mahasiswa calon guru matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif karena  mendeskripsikan bagaimana profil kemampuan penalaran dalam pemecahan masalah pada mahasiswa calon guru matematika melalui jawaban yang diberikan siswa terhadap tes tertulis serta wawancara. Subjek yang akan dijadikan penelitian ini adalah mahasiswa calon guru matematika Program Studi Pendidikan Matematika Universtias PGRI Semarang. Pemilihan subjek pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes tertulis dan wawancara. Analisis data dilakukan berdasarkan data hasil tes tertulis dan data hasil wawancara. Kemudian dilakukan triangulasi metode untuk menghasilkan data dari subjek penelitian yang valid. Hasil dari penelitian ini adalah Subjek dengan gender laki-laki memiliki kemampuan penalaran matematis sebagai berikut: menyajikan pernyataan secara lisan, tertulis, tanpa menggunakan gambar, mampu membuat dugaan bahwa untuk mengetahui waktu yang diperlukan kedua mobil berpapasan adalah dengan menjumlahkan kecepatan kedua mobil, mampu menjelaskan dengan menggunakan model, tetapi subyek tidak melakukan  koreksi terhadap jawabannya. Subjek dengan gender perempuan memiliki kemampuan penalaran matematis sebagai berikut: mengidentifikasi fakta dan masalah yang diketahui dalam soal tersebut dengan jelas dan logis, subjek juga mengilustrasikan permasalahan menggunakan gambar, subyek mampu memilih konsep dan aturan yang akan digunakan dalam penyelesaian masalah secara tepat, Subjek melaksanakan rencana yaitu dengan mengalikan kecepatan mobil A dengan waktu (t) tertentu dijumlahkan dengan kecepatan mobil B dengan waktu (t) tertentu., dan subyek tidak melakukan  koreksi terhadap jawabannya, karena telah yakin dengan jawaban tersebut. 
DESKRIPSI KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA BERKEMAMPUAN TINGGI DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA Ria Amalia; Lutfiyah Lutfiyah; Venty Afrillia Permatasari
JIPMat Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v4i1.3664

Abstract

Materi dalam matematika saling berhubungan satu sama lain sehingga untuk memecahkan masalah matematika diperlukan koneksi matematis. Dalam menyelesaikan soal cerita, sering kali siswa tidak sepenuhnya mengenali dengan baik konsep yang digunakan dalam menjawab soal sehingga kurang tepat dalam menyelesaikannya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan soal cerita. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian 3 siswa kelompok berkemampuan tinggi kelas VII A MTs Ma’arif Ambulu. Teknik pengumpulan data dengan tes dan wawancara. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis terhadap kemampuan koneksi matematis siswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan soal cerita dapat disimpulkan bahwa hanya sebagian konsep/prosedur terhubung dan teraplikasi pada A1, serta sebagian besar konsep/prosedur/masalah terhubung dan teraplikasi pada A2, A3, dan A4.

Page 7 of 21 | Total Record : 201