Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN DAN PEMBERIAN SCAFFOLDING DALAM PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING Eric Dwi Putra; Lutfiyah, Lutfiyah; Anggraini , Sri Retno
TRANSFORMASI Vol 5 No 2 (2021): TRANSFORMASI : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika FMIPA Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tr.v5i2.1462

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika dalam pembelajaran Discovery Learning serta pemberian scaffolding untuk mengatasi kesulitan. Data diperoleh menggunakan instrument tes dan lembar wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data siswa kelas X SMK Islam Bustanul Ulum Pakusari sebanyak 24 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan yang dialami saat menyelesaikan soal program linier antara lain: (1) menentukan kondisi awal, (2) menentukan sistem persamaan linier, (3) proses penyelesaian sistem persamaan linier, (4) proses penerjemahan jawaban, (5) pengecekan jawaban. Adapun bentuk pemberian scaffolding yang tepat untuk mengatasi beberapa kesulitan diantaranya: (1) explaining dengan penjelasan penentuan variabel sebelum membuat sistem persamaan sangat penting, (2) reviewing dengan meminta membaca ulang soal untuk mendapatkan informasi yang diketahui dan ditanya, (3) restructuring dengan memberikan contoh pengerjaan, (4) meminta kelompok untuk melihat kembali proses eliminasi yang telah dilakukan, (5) making connection dengan meminta membuat hubungan yang diketahui dengan pemisalan variabel, serta (6) meminta menghubungkan yang ditanyakan dengan hasil.
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika dengan Model Pembelajaran Mind Mapping pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri Terbuka 1 Gumukmas Amiliyah Firdausi; Eric Dwi Putra; Lutfiyah Lutfiyah
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.42 KB) | DOI: 10.31537/laplace.v3i1.313

Abstract

Pembelajaran matematika merupakan alur pembelajaran oleh guru yang cenderung menggunakan pendekatan teacher center. Hal ini menjadi penyebab siswa mengalami kesulitan dalam hal konsep dan ide-ide pokok pembelajaran yang seharusnya dapat dipahami, sehingga mengakibatkan kurangnya siswa memahami, malas mencatat pelajaran. usaha yang serius perlu dilakukan oleh pengajar agar terjadi peningkatan pemahaman siswa yang dilakukan dengan diterapkannya gaya pembelajaran Mind Mapping. Dilakukannya observasi memiliki tujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan gaya pembelajaran Mind Mapping agar bisa menaikkan kinerja belajar siswa kelas VIII SMP Negeri Terbuka 1 Gumukmas dengan materi pembahasan barisan dan deret. Pada penelitian ini, digunakan pendekatan berdasarkan mutu atau kualitatif, dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dimulai tanggal 15-29 Januari 2020. Data dikumpukan dengan tehnik pengamatan, tanya jawab, pemberian soal serta foto-foto. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwasannya gaya pembelajaran Mind Mapping yang bisa menaikkan prestasi belajar anak didik pada materi barisan dan deret rombel VIII SMP Negeri Terbuka 1 Gumukmas terdiri dari 6 langkah. Dan hasil observasi menunjukkan terjadinya peningkatan prestasi belajar yang diawali siklus I ke siklus II sebesar 25% serta kegiatan dalam belajar siswa meningkat sebesar 8, 21%.
Ketuntasan Belajar Matematika Masa Pandemi Covid-19 Program Televisi Edukasi Belajar dari Rumah Lutfiyah Lutfiyah
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/laplace.v3i2.380

Abstract

Kebijakan pemerintah masa pandemi Covid-19 dibidang pendidikan salah satunya adalah siswa tetap belajar dari rumah masing-masing, televisi edukasi yang disediakan salah satunya pada channel TVRI berupa program edukasi belajar dari rumah. Penelitian ini membahas ketuntasan belajar matematika dengan tujuan untuk mengetahui ketuntasan belajar matematika masa pandemi Covid-19 program televisi edukasi belajar dari rumah dalam mencapai standar ketuntasan minimal sesuai ketentuan Dinas Pendidikan. Jenis penelitian deskriptif, subjek dalam penelitian ini siswa Madrasah Tsanawiyah kelas VIII, teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian, nilai harian pertama dengan materi perbandingan siswa yang tidak tuntas sebanyak 8% sedangkan yang tuntas sebanyak 92%, analisa nilai harian kedua dengan materi teorema Phytagoras siswa yang tidak tuntas sebanyak 12% sedangkan yang tuntas 88%, analisa nilai harian ketiga dengan materi aritmatika sosial siswa yang tidak tuntas sebanyak 12% sedangkan yang tuntas sebanyak 88%, analisa nilai harian keempat dengan materi lingkaran siswa yang tidak tuntas sebanyak 8% yang tuntas 92%, analisa nilai harian kelima dengan materi pecahan siswa yang tidak tuntas 12% yang tuntas 88%, analisa nilai harian keenam dengan materi bangun ruang sisi lengkung siswa yang tidak tuntas 16% sedangkan yang tuntas 84% dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan televisi edukasi TVRI ketuntasan belajar siswa pada penilaian pertama sampai penilaian kelima sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal, sedangkan pada penilaian keenam belum mencapai kriteria ketuntasan minimum
Pengembangan Modul Berbasis Realistic Mathematics Education untuk Pembelajaran Bangun Ruang Sisi Lengkung Kholifatus Zaqiyah; Lutfiyah Lutfiyah; Dwi Noviani Sulisawati
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/laplace.v3i2.381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul berbasis Realistic Mathematics Education untuk pembelajaran bangun ruang sisi lengkung yang dilaksanakan di kelas IX di MTs Baitur Rohmah yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan modul ditinjau dari aspek kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan. Pada penelitian ini dihasilkan pula instrumen penelitian yaitu lembar validasi, lembar observasi, tes, dan angket. Modul diuji kevalidannya oleh ahli materi dan media. Dari uji coba lapangan, didapat penilaian kepraktisan modul yang dinilai dari hasil angket respon siswa dan respon guru. Sedangkan untuk penilaian keefektifan modul dinilai dari tes hasil belajar siswa, aktivitas guru, dan aktivitas siswa. Hasilnya yaitu tersusunnya modul berbasis Realistic Mathematics Education untuk pembelajaran bangun ruang sisi lengkung yang valid, praktis, dan efektif
Mengkaji Hasil Evaluasi Calon Pendidik Matematika pada Keterampilan Mengajar dalam Micro Teaching Lutfiyah Lutfiyah; Eric Dwi Putra
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/laplace.v3i2.382

Abstract

Micro Teaching membantu calon pendidik untuk menyiapkan diri sebelum melaksanakan praktek pengalaman lapangan, selain itu merupakan dasar kesiapan diri dalam menyongsong masa depan sebagai guru yang professional. Tujuan dari penelitian, untuk mengetahui secara detail capaian persentase rendah yang terdapat pada 4 indikator dari hasil evaluasi calon pendidik matematika pada keterampilan mengajar dalam Micro Teaching. Jenis penelitian ini deskriprtif kualitatif, Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes, observasi, dokumentasi. Analisa data yang digunakan berdasarkan model Miles and Huberman, aktivitas yang dilakukan dengan cara reduksi data, display data dan Kesimpulan. Hasil penelitian bahwa keempat indikator keterampilan mengajar yaitu: 1. Penguatan berupa simbol, 2. Pemberian bantuan, 3. Menganalisis pandangan siswa, 4. Mengorganisasi, M1 dalam evaluasi I dan evaluasi II tidak melakukan keempat indikator tersebut, sedangkan M2 tidak melakukan indikator 1 dan 2 sedangkan indikator 3 dan 4 dilakukan tetapi tidak pada setiap evaluasi. Kesimpulan dari hasil evaluasi calon pendidik matematika pada keterampilan mengajar dari keempat indikator dengan capaian persentase rendah saat praktek Micro Teaching, diakibatkan kelalaian dalam menyampaikan indikator keterampilan mengajar, bukan disebabkan ketidakpahaman praktikan terhadap masing-masing indikator
PROSES BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA BERDASARKAN TAHAPAN WALLAS DITINJAU DARI GENDER Sri Retno Anggraini; Lutfiyah Lutfiyah; Aswar Anas
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i1.2453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses berpikir kreatif matematis siswa berdasarkan tahapan Wallas ditinjau dari perbedaan gender. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu soal tes dan wawancara. Subyek penelitian terdiri dari dua kelompok gender yaitu kelompok gender laki-laki dan kelompok gender perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir kreatif siswa laki-laki mampu melakukan ke empat tahapan Wallas. Akan tetapi disetiap tahapan Wallas, siswa laki-laki hanya mampu melakukan 1 atau 2 kriteria berpikir kreatif. Yaitu siswa laki-laki hanya mampu melakukan kriteria berpikir kreatif kebaruan saja pada tahap persiapan, selanjutnya pada tahap inkubasi siswa laki-laki melakukan kriteria berpikir kreatif kefasihan dan keluwesan, serta pada tahap iluminasi dan verifikasi melakukan kriteria berpikir kreatif kefasihan saja. Sedangkan proses berpikir kreatif siswa perempuan mampu melakukan ke empat tahapan Wallas. Akan tetapi disetiap tahapan Wallas, siswa perempuan hanya satu tahapan saja yang mampu melakukan ke tiga kriteria berpikir kreatif yaitu kefasihan, keluwesan dan kebaruan pada tahap persiapan, untuk ketiga tahapan lainnya hanya melakukan 1 atau 2 kriteria berpikir kreatif saja. Yaitu pada tahap inkubasi melakukan kriteria berpikir kreatif kefasihan dan keluwesan, serta pada tahap iluminasi dan verifikasi melakukan kriteria berpikir kreatif kefasihan saja. 
IDENTIFIKASI MODALITAS BELAJAR VAK KOMBINASI SISWA DALAM PELAJARAN MATEMATIKA SMP NEGERI 1 ARJASA JEMBER Dwi Noviani Sulisawati; Lutfiyah Lutfiyah; Luzainiatus Sukma
Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika Vol 2 No 1 (2019): Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.182 KB) | DOI: 10.33503/prismatika.v2i1.572

Abstract

The modality of learning or what we often refer to as learning styles is one of the main factors determining the speed of students in understanding and receiving information given to them. This article aims to identify various combinations of visual, audio, and kinesthetic learning styles that exist in 8th grade of SMPN 1 ArjasaJember. This research is a descriptive study that is used as preliminary data for a research project about analyzing students problem solving based on learning styles. The data in this study were obtained through questionnaire collection that was distributed to 58 students of class 8th A grade and 8th B grade which were determined using area sampling technique. As for the questionnaire used by researchers in the process of collecting data, previously it has been declared qualitatively valid by 2 psychologists. The results showed that overall the most learning styles possessed by eighth grade students at SMP Negeri 1 Arjasa were visual learning styles with details of the percentage distribution of learning styles as follows: visual as much as 44.83%, audio as much as 31.04%, kinesthetic as much as 5.17%, visual-audio as much as 15.52%, audio-kinesthetic as much as 1.72%, and 1.72% for visual-audio-kinesthetic learning styles.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING BERBANTU LKS DENGAN METODE CERAMAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Eric Dwi Putra; Lutfiyah Lutfiyah
Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika Vol 2 No 2 (2020): Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/prismatika.v2i2.765

Abstract

This study aims to show differences in the learning outcomes of applying mind mapping learning with lectures. This study took a population in Class VIII SMP N Open 1 Gumukmas. The sample in this study was taken randomly, namely class VIII TKA Al Aufa as many as 16 students in the class with mind mapping model with LKS and class VIII TKB Baiturrohman 14 students in the class with conventional method. Data collection used test method. Data analysis technique used descriptive statistical analysis. From the results of the research and data analysis, it can be concluded that there are differences in the learning outcomes of the class with mind mapping model with LKS compared to the class with conventional method. This is evidenced by the average value of the class with mind mapping model with LKS getting 80.25 and the class with conventional method of 68.85.
IDENTIFIKASI BERPIKIR KRITIS STANDAR ANALISIS LEVEL KINERJA NOVICE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN ONLINE LEARNING MODEL Indah Rahayu Panglipur; Lutfiyah Lutfiyah
Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika Vol 3 No 1 (2020): Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/prismatika.v3i1.1145

Abstract

Learning activities were carried out online or the Online Learning Model (OLM) in the era of the Covid-19 pandemic. Every student who participates in OLM is trained in critical thinking and regularly improves the solving of a mathematical problem. This research used qualitative research with a descriptive approach. Researchers were interested in identifying critical thinking standards of analysis at the Novice Performance Level with the Online Learning Model (OLM) in Geometry Lectures in solving geometric problems based on students' Critical thinking skills with analysis indicators. Subjects were taken based on the assignment score on the material. Subjects were grouped into 3 abilities, namely low ability (Re), medium ability (Se), and high ability (Ti). The number of subjects was three people who were taken from each group at each level. Data were collected using 2 mutually supporting instruments, namely the test instrument and the interview instrument. The validation used was expert validation and content validation. The results showed that online learning activities or the Online Learning Model (OLM) can be identified that subjects with low abilities fulfill all indicators in the analysis stage, while not meeting all indicators for moderate and high student abilities because the Novice performance level is in accordance with its understanding, namely the lowest level where the subject had not been able to solve the given problem at all.
SINERGI MATA KULIAH MAGANG DENGAN KEGIATAN MICROTEACHING BAGI CALON PENDIDIK MATEMATIKA Lutfiyah Lutfiyah; Eric Dwi Putra
Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika Vol 4 No 1 (2021): Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/prismatika.v4i1.1462

Abstract

Adanya matakuliah magang bagi mahasiswa sebagai calon pendidik diharapkan dapat menambah keahlian, terutama pada penguasaan bidang studi dan landasan keilmuan dalam kegiatan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mensinergikan hasil dari matakuliah magang dan kegiatan microteaching. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Hasil penelitian ini berupa evaluasi yang diperoleh dari magang 1 dan 2 yaitu 82,53% kategori sangat baik dan 79,79% kategori baik sedangkan evaluasi yang diperoleh pada kegiatan microteaching pada evaluasi 1 rata-rata 78,7% kategori baik dan evaluasi 2 rata-rata 78,9% kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa magang 1 dan 2 pada program studi pendidikan matematika rata-rata 81,16% dengan kategori sangat baik sedangkan hasil evaluasi yang diperoleh pada kegiatan microteaching pada program studi pendidikan matematika dengan rata-rata 78,8% kategori baik. Terdapat keterkaitan antara matakuliah magang dan kegiatan microteaching sehingga kedua matakuliah tersebut dikatakan bersinergi.