Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN DAN PEMBERIAN SCAFFOLDING DALAM PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING Eric Dwi Putra; Lutfiyah, Lutfiyah; Anggraini , Sri Retno
TRANSFORMASI Vol 5 No 2 (2021): TRANSFORMASI : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika FMIPA Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tr.v5i2.1462

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika dalam pembelajaran Discovery Learning serta pemberian scaffolding untuk mengatasi kesulitan. Data diperoleh menggunakan instrument tes dan lembar wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data siswa kelas X SMK Islam Bustanul Ulum Pakusari sebanyak 24 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan yang dialami saat menyelesaikan soal program linier antara lain: (1) menentukan kondisi awal, (2) menentukan sistem persamaan linier, (3) proses penyelesaian sistem persamaan linier, (4) proses penerjemahan jawaban, (5) pengecekan jawaban. Adapun bentuk pemberian scaffolding yang tepat untuk mengatasi beberapa kesulitan diantaranya: (1) explaining dengan penjelasan penentuan variabel sebelum membuat sistem persamaan sangat penting, (2) reviewing dengan meminta membaca ulang soal untuk mendapatkan informasi yang diketahui dan ditanya, (3) restructuring dengan memberikan contoh pengerjaan, (4) meminta kelompok untuk melihat kembali proses eliminasi yang telah dilakukan, (5) making connection dengan meminta membuat hubungan yang diketahui dengan pemisalan variabel, serta (6) meminta menghubungkan yang ditanyakan dengan hasil.
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika dengan Model Pembelajaran Mind Mapping pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri Terbuka 1 Gumukmas Amiliyah Firdausi; Eric Dwi Putra; Lutfiyah Lutfiyah
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.42 KB) | DOI: 10.31537/laplace.v3i1.313

Abstract

Pembelajaran matematika merupakan alur pembelajaran oleh guru yang cenderung menggunakan pendekatan teacher center. Hal ini menjadi penyebab siswa mengalami kesulitan dalam hal konsep dan ide-ide pokok pembelajaran yang seharusnya dapat dipahami, sehingga mengakibatkan kurangnya siswa memahami, malas mencatat pelajaran. usaha yang serius perlu dilakukan oleh pengajar agar terjadi peningkatan pemahaman siswa yang dilakukan dengan diterapkannya gaya pembelajaran Mind Mapping. Dilakukannya observasi memiliki tujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan gaya pembelajaran Mind Mapping agar bisa menaikkan kinerja belajar siswa kelas VIII SMP Negeri Terbuka 1 Gumukmas dengan materi pembahasan barisan dan deret. Pada penelitian ini, digunakan pendekatan berdasarkan mutu atau kualitatif, dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dimulai tanggal 15-29 Januari 2020. Data dikumpukan dengan tehnik pengamatan, tanya jawab, pemberian soal serta foto-foto. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwasannya gaya pembelajaran Mind Mapping yang bisa menaikkan prestasi belajar anak didik pada materi barisan dan deret rombel VIII SMP Negeri Terbuka 1 Gumukmas terdiri dari 6 langkah. Dan hasil observasi menunjukkan terjadinya peningkatan prestasi belajar yang diawali siklus I ke siklus II sebesar 25% serta kegiatan dalam belajar siswa meningkat sebesar 8, 21%.
Ketuntasan Belajar Matematika Masa Pandemi Covid-19 Program Televisi Edukasi Belajar dari Rumah Lutfiyah Lutfiyah
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/laplace.v3i2.380

Abstract

Kebijakan pemerintah masa pandemi Covid-19 dibidang pendidikan salah satunya adalah siswa tetap belajar dari rumah masing-masing, televisi edukasi yang disediakan salah satunya pada channel TVRI berupa program edukasi belajar dari rumah. Penelitian ini membahas ketuntasan belajar matematika dengan tujuan untuk mengetahui ketuntasan belajar matematika masa pandemi Covid-19 program televisi edukasi belajar dari rumah dalam mencapai standar ketuntasan minimal sesuai ketentuan Dinas Pendidikan. Jenis penelitian deskriptif, subjek dalam penelitian ini siswa Madrasah Tsanawiyah kelas VIII, teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian, nilai harian pertama dengan materi perbandingan siswa yang tidak tuntas sebanyak 8% sedangkan yang tuntas sebanyak 92%, analisa nilai harian kedua dengan materi teorema Phytagoras siswa yang tidak tuntas sebanyak 12% sedangkan yang tuntas 88%, analisa nilai harian ketiga dengan materi aritmatika sosial siswa yang tidak tuntas sebanyak 12% sedangkan yang tuntas sebanyak 88%, analisa nilai harian keempat dengan materi lingkaran siswa yang tidak tuntas sebanyak 8% yang tuntas 92%, analisa nilai harian kelima dengan materi pecahan siswa yang tidak tuntas 12% yang tuntas 88%, analisa nilai harian keenam dengan materi bangun ruang sisi lengkung siswa yang tidak tuntas 16% sedangkan yang tuntas 84% dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan televisi edukasi TVRI ketuntasan belajar siswa pada penilaian pertama sampai penilaian kelima sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal, sedangkan pada penilaian keenam belum mencapai kriteria ketuntasan minimum
Pengembangan Modul Berbasis Realistic Mathematics Education untuk Pembelajaran Bangun Ruang Sisi Lengkung Kholifatus Zaqiyah; Lutfiyah Lutfiyah; Dwi Noviani Sulisawati
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/laplace.v3i2.381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul berbasis Realistic Mathematics Education untuk pembelajaran bangun ruang sisi lengkung yang dilaksanakan di kelas IX di MTs Baitur Rohmah yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan modul ditinjau dari aspek kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan. Pada penelitian ini dihasilkan pula instrumen penelitian yaitu lembar validasi, lembar observasi, tes, dan angket. Modul diuji kevalidannya oleh ahli materi dan media. Dari uji coba lapangan, didapat penilaian kepraktisan modul yang dinilai dari hasil angket respon siswa dan respon guru. Sedangkan untuk penilaian keefektifan modul dinilai dari tes hasil belajar siswa, aktivitas guru, dan aktivitas siswa. Hasilnya yaitu tersusunnya modul berbasis Realistic Mathematics Education untuk pembelajaran bangun ruang sisi lengkung yang valid, praktis, dan efektif
Mengkaji Hasil Evaluasi Calon Pendidik Matematika pada Keterampilan Mengajar dalam Micro Teaching Lutfiyah Lutfiyah; Eric Dwi Putra
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/laplace.v3i2.382

Abstract

Micro Teaching membantu calon pendidik untuk menyiapkan diri sebelum melaksanakan praktek pengalaman lapangan, selain itu merupakan dasar kesiapan diri dalam menyongsong masa depan sebagai guru yang professional. Tujuan dari penelitian, untuk mengetahui secara detail capaian persentase rendah yang terdapat pada 4 indikator dari hasil evaluasi calon pendidik matematika pada keterampilan mengajar dalam Micro Teaching. Jenis penelitian ini deskriprtif kualitatif, Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes, observasi, dokumentasi. Analisa data yang digunakan berdasarkan model Miles and Huberman, aktivitas yang dilakukan dengan cara reduksi data, display data dan Kesimpulan. Hasil penelitian bahwa keempat indikator keterampilan mengajar yaitu: 1. Penguatan berupa simbol, 2. Pemberian bantuan, 3. Menganalisis pandangan siswa, 4. Mengorganisasi, M1 dalam evaluasi I dan evaluasi II tidak melakukan keempat indikator tersebut, sedangkan M2 tidak melakukan indikator 1 dan 2 sedangkan indikator 3 dan 4 dilakukan tetapi tidak pada setiap evaluasi. Kesimpulan dari hasil evaluasi calon pendidik matematika pada keterampilan mengajar dari keempat indikator dengan capaian persentase rendah saat praktek Micro Teaching, diakibatkan kelalaian dalam menyampaikan indikator keterampilan mengajar, bukan disebabkan ketidakpahaman praktikan terhadap masing-masing indikator
PROSES BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA BERDASARKAN TAHAPAN WALLAS DITINJAU DARI GENDER Sri Retno Anggraini; Lutfiyah Lutfiyah; Aswar Anas
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i1.2453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses berpikir kreatif matematis siswa berdasarkan tahapan Wallas ditinjau dari perbedaan gender. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu soal tes dan wawancara. Subyek penelitian terdiri dari dua kelompok gender yaitu kelompok gender laki-laki dan kelompok gender perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir kreatif siswa laki-laki mampu melakukan ke empat tahapan Wallas. Akan tetapi disetiap tahapan Wallas, siswa laki-laki hanya mampu melakukan 1 atau 2 kriteria berpikir kreatif. Yaitu siswa laki-laki hanya mampu melakukan kriteria berpikir kreatif kebaruan saja pada tahap persiapan, selanjutnya pada tahap inkubasi siswa laki-laki melakukan kriteria berpikir kreatif kefasihan dan keluwesan, serta pada tahap iluminasi dan verifikasi melakukan kriteria berpikir kreatif kefasihan saja. Sedangkan proses berpikir kreatif siswa perempuan mampu melakukan ke empat tahapan Wallas. Akan tetapi disetiap tahapan Wallas, siswa perempuan hanya satu tahapan saja yang mampu melakukan ke tiga kriteria berpikir kreatif yaitu kefasihan, keluwesan dan kebaruan pada tahap persiapan, untuk ketiga tahapan lainnya hanya melakukan 1 atau 2 kriteria berpikir kreatif saja. Yaitu pada tahap inkubasi melakukan kriteria berpikir kreatif kefasihan dan keluwesan, serta pada tahap iluminasi dan verifikasi melakukan kriteria berpikir kreatif kefasihan saja. 
DESKRIPSI KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA BERKEMAMPUAN TINGGI DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA Ria Amalia; Lutfiyah Lutfiyah; Venty Afrillia Permatasari
JIPMat Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v4i1.3664

Abstract

Materi dalam matematika saling berhubungan satu sama lain sehingga untuk memecahkan masalah matematika diperlukan koneksi matematis. Dalam menyelesaikan soal cerita, sering kali siswa tidak sepenuhnya mengenali dengan baik konsep yang digunakan dalam menjawab soal sehingga kurang tepat dalam menyelesaikannya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan soal cerita. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian 3 siswa kelompok berkemampuan tinggi kelas VII A MTs Ma’arif Ambulu. Teknik pengumpulan data dengan tes dan wawancara. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis terhadap kemampuan koneksi matematis siswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan soal cerita dapat disimpulkan bahwa hanya sebagian konsep/prosedur terhubung dan teraplikasi pada A1, serta sebagian besar konsep/prosedur/masalah terhubung dan teraplikasi pada A2, A3, dan A4.
Struktur Berpikir Siswa Pada Zone of Proximal Development dalam Pembelajaran Discovery Learning Lutfiyah Lutfiyah; Eric Dwi Putra
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v7i2.11419

Abstract

Kecemasan yang terjadi pada siswa saat pembelajaran matematika karena adanya hambatan dalam belajar matematika, salah satu cara yang dapat dilakukan guru yaitu dengan memberikan scaffolding oleh guru kepada siswa dengan arahan-arahan atau katakunci yang terbatas, agar dapat menyelesaikan hambatan yang dialami siswa sehingga struktur berpikir siswa dapat mencapai zone of proximal development. Jenis penelitian ini deskriptif, hasil penelitian ini bahwa struktur berpikir S1 tidak sesuai dengan struktur masalah pada bagian Dt, Y3, Ha, dan K, sedangkan struktur berpikir S2, dan S3 tidak sesuai dengan struktur masalah pada bagian Dk, Dt, Y3, Ha, dan K. Untuk mencapai zone of proximal development masing-masing dari S1, S2 dan S3 sangat berbeda terlihat dari struktur berpikir yang telah dicapai, sehingga dalam penelitian ini siswa diberikan scaffolding dari ahli dimana pada zona perkembangan potensial mementingkan adanya bantuan dari ahli (guru) sehingga struktur berpikir yang dimiliki S1, S2 dan S3 sesuai dengan struktur masalah yang diberikan untuk menuju zone of proximal development. Kesimpulannya bahwa struktur berpikir siswa sesuai dengan struktur masalah yang diberikan dengan pemberian scaffolding oleh ahli (guru) kepada siswa sehingga zone of proximal development tercapai.
Differences of Visual, Auditorial, Kinesthetic Students in Understanding Mathematics Problems Dwi Noviani Sulisawati; Lutfiyah Lutfiyah; Frida Murtinasari; Luzainiatus Sukma
Malikussaleh Journal of Mathematics Learning (MJML) Vol 2, No 2 (2019): October
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjml.v2i2.1385

Abstract

Characteristics of students who are diverse, such as different learning styles will also lead to the possibility of differences in students' ability to understand the learning material and every problem given, especially at the stage of understanding the problem given, because this stage is the most important step to determine the next problem-solving step. Therefore this study aims to reveal and illustrate how different characteristics of visual, audio and kinesthetic students in understanding problems. Data retrieval was done in class VIII of Arjasa 1 Junior High School with test methods, interviews, and questionnaires. Data were analyzed through stages of data reduction, analysis, and decision making. Furthermore, based on the data analysis that has been done, it can be concluded that there are differences in the characteristics of understanding problems for visual, auditory and kinesthetic students in terms of completeness and regularity of information writing, quantity of repetition of reading questions, marking important information and activity/movement habits done during the process of understanding the problem.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN SOAL BERBASIS LOCAL WISDOM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA Eric Dwi Putra, Lutfiyah, Nasyiatul Laili
Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2019): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/gammath.v4i1.1102

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu 1) mendeskripsikan implementasi model pembelajaran discovery learning dengan soal berbasis local wisdom yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika; 2)  mendeskripsikan peningkatan hasil belajar matematika setelah di terapkan discovery learning dengan soal berbasis local wisdom. Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil observasi awal pada pendahuluan yang diperoleh bahwa hasil belajar yang masih rendah. Pendekatan dalam penelitian  yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran discovery learning dengan soal berbasis local wisdom bisa membuat hasil belajar siswa menjadi meningkat.  Dari tes pertama diperoleh dari hasil belajar siswa yang mendapatkan nilai lebih dari sama dengan 75 yaitu sebanyak 9 siswa dengan total seluruh 28 siswa, secara ketuntasan klasikal mencapai 32,14 %.  Setelah dilaksanakan tes kedua dengan pembelajaran discovery learning dengan berbasis soal local wisdom yang memperoleh nilai ≥75 yaitu sebanyak 13 siswa dari jumlah total yang mengikuti ujian kedua yaitu sebanyak 28 dan secara ketuntasan klasikal mencapai 46,42 %.  Dari hasil tes pertama dan  tes kedua mengalami peningkatan 14,28 % untuk ketuntasan secara klasikal.Kata kunci: discovery learning, soal local wisdom, hasil belajar