cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 1 (2) 2012" : 11 Documents clear
Uji Kepekaan Escherichia coli sebagai Penyebab Kolibasilosis pada Babi Muda terhadap Antibiotika Oksitetrasiklin, Streptomisin, Kanamisin dan Gentamisin MADE BHASKARA, I BAGUS; BUDIASA, KETUT; TONO PG, KETUT
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.836 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kepekaan Escherichia coli sebagai penyebab kolibasilosis pada babi muda terhadap antibiotik oksitetrasiklin, streptomisin, kanamisin dan gentamisin. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini, adalah kuman E.coli yang diisolasi dari feses babi muda yang diambil dari salah satu peternakan babi pembibitan intensif di Desa Sudimara Kab. Tabanan, Bali.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kuman E.coli sebagai penyebab kolibasilosis pada babi muda menunjukkan 100 % resisten terhadap antibiotik oksitetrasiklin dan streptomisin. Kuman E.coli sebagai penyebab kolibasilosis pada babi muda menunjukkan 60 % intermediate, 30 % resisten dan 10 % sensitif terhadap antibiotik kanamisin. Kuman E.coli sebagai penyebab kolibasilosis pada babi muda menunjukkan 80 % sensitif dan 20 % resisten terhadap antibiotik gentamisin.
Efektivitas Penambahan berbagai Konsentrasi ?-Karoten terhadap Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Sapi Bali Post Thawing AGUSTINA SIAHAAN, EVA; DEWI INDIRA LAKSMI, DESAK NYOMAN; BEBAS, I WAYAN
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.735 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai konsentrasi ?-karoten pada semen sapi bali yang dibekukan terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa post thawing sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas semen beku.Hasil penelitian penambahan berbagai konsentrasi ?-karoten terhadap daya hidup dan motilitas spermatozoa post thawing pada perlakuan T0, T0e, T1, T2 dan T3 untuk rata-rata daya hidup secara berturut-turut adalah : 53,00±6,47 %, 53,00±8,24 %, 56,00±3,23%, 62,00±3,96% dan 55,00±5,16%. Dan untuk motilitas progresif secara berturut-turut adalah : 52,00±3,96 %, 52,00±3,06 %, 55,00±4,84 %, 60,00±4,40 % dan 53,00±3,96 %. Analisis dan pengujian statistik dilakukan dengan sidik ragam, hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa penambahan ?-karoten memberikan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap daya hidup dan motilitas spermatozoa sapi bali post thawing. Uji lanjutan dengan uji wilayah berganda Duncan diperoleh bahwa penambahan ?-karoten dengan konsentrasi 0.002% memberikan hasil rata-rata motilitas dan daya hidup spermatozoa yang nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kelompok kontrol, kontrol etanol, penambahan ?-karoten 0,001% dan penambahan ?-karoten 0,001%.
Ekologi dan Demografi Anjing di Kecamatan Denpasar Timur Cintya Dalem, TJOKORDA ISTRI AGUNG; KARDENA, I MADE; PUJA, I KETUT
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.952 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekologi dan demografi anjing di kecamatan Denpasar Timur. Penelitian ini menggunakan metode observasional study, dengan melakukan pengumpulan data mengenai sosio-ekologi anjing yang meliputi: populasi, jenis kelamin, umur dan sterilisasi, status vaksinasi dan kasus gigitan dan profil pemilik anjing. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode WHO Expanded Programme on Immunization (EPI) cluster survey yang dimodifikasi di Kota Denpasar. Penentuan area sampling kecamatan dan kelurahan dilakukan secara purposive, yaitu masing-masing di kecamatan Denpasar Timur di Kelurahan Kesiman dan Kelurahan Sumerta. Sedangkan untuk wilayah banjar, dilakukan secara acak dengan memilih 2 wilayah banjar pada masing-masing kelurahan yang disampling.Dari penelitian ini diperoleh data hasil per April 2011 sebagai berikut: rasio manusia dengan anjing yang dipelihara adalah 8,7 : 1. Rasio jenis kelamin anjing yang dipelihara antara jantan dan betina adalah 2,2 : 1. Penduduk lebih banyak memelihara anjing yang berumur di atas 3 bulan. Cakupan vaksinasi anti rabies pada anjing adalah sebesar 82% dan jumlah akhir kasus gigitan anjing dari tahun 2010 yakni sebanyak 17 kasus gigitan.
Infeksi Larva Cacing Anisakis spp. pada Ikan Layur (Trichiurus lepturus) YUSTISIA SEMARARIANA, I WAYAN; OKA, IDA BAGUS MADE; ADI SURATMA, I NYOMAN
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.993 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan mengamati adanya larva cacing Anisakis spp. pada 32 ekor ikan layur (Trichiurus lepturus) yang ditangkap di perairan laut Kedonganan Badung. Dengan hasil yang didapatkan prevalensi infeksi larva cacing Anisakasis spp. pada ikan layur di perairan laut Kedonganan sebesar 31,25%. Pada ikan berukuran < 100 cm sebesar 26,67 % dan pada ikan berukuran > 100 cm sebesar 100%. Intensitas infeksi larva cacing Anisakis spp. pada ikan layur di perairan laut Kedonganan rata-rata 9,2 larva per ekor ikan, pada ikan berukuran < 100 cm dengan intensitas infeksinya rata-rata 2,63 larva per ekor ikan dan pada ikan berukuran > 100 cm intensitas infeksinya rata-rata 35,5 larva per ekor ikan. Terdapat kolerasi yang sangat nyata (p<0,01) antara ukuran ikan dengan intensitas infeksi. Distribusi larva cacing Anisakis spp. pada ikan layur adalah pada rongga abdomen, lambung, usus dan otot. Pada ikan berukuran < 100 cm distribusi infeksinya pada rongga abdomen dan usus. Pada ikan berukuran > 100 cm distribusinya infeksinya pada rongga abdomen, lambung, usus dan otot. Dengan presentasi adalah pada rongga abdomen 100%, lambung 10%, usus 50% dan otot 10%.
Kelainan yang Dijumpai pada Kuku Kaki Depan Sapi Bali yang Dipotong di Rumah Pemotongan Hewan TINTING BUNTU, ERMITA; HARJONO UTAMA, IWAN; WIDYASTUTI, SRI KAYATI
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.1 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengamati berbagai kelainan pada kuku kaki depan sapi bali yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Mambal (RPH) Kabupaten Badung. Diharapkan dari hasil penelitian ini diperoleh informasi terhadap adanya kelainan kuku kaki depan dari sapi bali yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Mambal Kabupaten Badung, Penelitian ini menggunakan sampel 100 ekor sapi bali yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Mambal. Parameter yang diamati adalah kuku panjang, laminitis, abses pada band koroner dan kutil. Hasil penelitian menunjukkan adanya kelainan pada kuku kaki depan yaitu kuku panjang (44 kasus). Dari 100 ekor sapi bali yang diamati tidak ada bentuk abnormalitas lain pada kuku kaki depan.
Efektivitas Penambahan berbagai Konsentrasi Glutathion terhadap Daya Hidup dan Motilitas Spermatozoa Sapi Bali Post Thawing Syarifuddin, Annisya; DEWI INDIRA LAKSMI, DESAK NYOMAN; BEBAs, I WAYAN
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.337 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Efektivitas Penambahan Berbagai Konsentrasi Glutathion terhadap Daya Hidup dan Motilitas Spermatozoa Sapi Bali Post Thawing”.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kelompok perlakuan : Kontrol semen yang diencerkan dengan andromed tanpa penambahan glutathion, G1 semen yang diencerkan dengan andromed ditambahkan konsentrasi 0,5 mM glutathion, G2 konsentrasi 1,0 mM glutathion, dan G3 konsentrasi 1,5 mM glutathion. Masing-masing perlakuan diulang 6 kali, sehingga sampel yang digunakan sebanyak 24 sampel.Hasil penelitian untuk rata-rata daya hidup secara berturut-turut adalah : 55,00 ± 6,33, 57,50 ± 4,18, 65,00 ± 4,47 dan 55,83 ± 5,85. Untuk motilitas progresif secara berturut-turut adalah : 53,33 ± 4,08, 56,67 ± 4,08, 63,33 ± 4,08 dan 54,17 ± 3,76.Indonesia Medicus Veterinus 2012 1(2) : 173 - 185Dengan analisis uji sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan glutathion menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap daya hidup dan motilitas. Uji lanjutan kemudian dilakukan dengan uji wilayah Duncan dan diperoleh rata-rata persentase daya hidup spermatozoa pada perlakuan Kontrol nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G1, G2, dan G3. Rata-rata persentase daya hidup spermatozoa pada perlakuan G1 nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G2. Rata-rata persentase daya hidup spermatozoa pada perlakuan G2 nyata lebih banyak (P<0,05) dibandingkan perlakuan Kontrol, G1, dan G3. Rata-rata persentase daya hidup spermatozoa pada perlakuan G3 nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G1 dan G2.Pada motilitas spermatozoa perlakuan Kontrol nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G1, G2, dan G3. Rata-rata persentase motilitas spermatozoa pada perlakuan G1 nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G2. Rata-rata persentase motilitas spermatozoa pada perlakuan G2 nyata lebih banyak (P<0,05) dibandingkan perlakuan Kontrol, G1, dan G3. Rata-rata persentase motilitas spermatozoa pada perlakuan G3 nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G2 dan G3.
IDENTIFIKASI SPESIES UDANG MANTIS (Stomatopoda) DI PERAIRAN PEMUTERAN DENGAN MENGGUNAKAN GEN CYTOCHROME C OXIDASE SUBUNIT-1 DARI DNA MITOKONDRIA OKA PUJAWAN, ANAK AGUNG NGURAH; KADE MAHARDIKA, I GUSTI NGURAH; SARI NINDHIA, TJOK
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.387 KB)

Abstract

Mantis shrimp is known as a bio-indicator of marine ecosystem health. Pemuteran is one of the waters in Indonesia that has a wealth of interesting marine life. Knowledge of the genetic structure was used for identification of species of mantis shrimp. The purpose of this study was to identify species of mantis shrimp in the waters of Pemuteran and determine their relationship with mantis shrimp in other areas of Indonesia around the world.The method used in this research was the polymerase chain reaction technique (PCR) of the molecular of marker Cytochrome c oxidase subunit 1 from mitochondrial DNA. The sample was mantis shrimps in the form of adult and larvae, that were collected in Pemuteran. The number of samples was 32. Sequence from each sample was determined by cycle sequencing technique and analyzed at Cornell University. Sequences obtained in this study and that downloaded from GeneBank were analyzed with MEGA5.3.The results showed that four species of mantis shrimp, i.e. Haptosquilla glyptocercus, Gonodactyllelus annularis, Gonodactylus viridis and Chorisquilla Hystrix, could be identified. Genetic relationship of mantis shrimp in Pemuteran to that of various regions varies. Close relationship was found to the mantis shrimp species in the Coral Triangle region. The species were genetically in a further distance to the mantis shrimp found in other areas, such as Australia's east coast. Determination of species from specimens that are close to Gonodactylus viridis and Chorisquilla Hystrix is necessary to justify whether the specimens are properly included to the corresponding species or they should be assigned as new species
Deteksi Antibodi terhadap Virus Classical Swine Fever dengan Teknik Enzyme-Linked Immunosorbent Assay RATUNDIMA, EKA MAHARDHIKA; SUARTHA, I NYOMAN; NGURAH KADE MAHARDHIKA, I GUSTI
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.34 KB)

Abstract

Classical swine fever (CSF) adalah penyakit viral yang sangat menular pada babi disebabkan oleh virus CSF dari genus Pestivirus, famili Flaviviridae. Penyakit CSF tersebar hampir di seluruh kabupaten dan kecamatan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pencegahan yang efektif untuk mengatasi penyakit CSF adalah vaksinasi dan stamping out. Upaya pencegahan dengan vaksinasi telah dilakukan di NTT. Efektivitas vaksinasi dikaji dan dievaluasi melalui pemeriksaan titer antibodi dari babi yang telah divaksin. Kajian tersebut juga dilakukan pengambilan serum dari babi yang tidak divaksin untuk mengetahui kemungkinan terjadinya infeksi alami.Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 358, yang terdiri atas 223 sampel yang berasal dari babi yang tidak divaksinasi dan 135 sampel berasal dari babi yang divaksinasi. Penelitian dilakukan dengan teknik Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA) untuk mendeteksi antibodi terhadap virus CSF pada babi yang divaksinasi dan tidak divaksinasi. Data hasil uji ELISA akan dihitung nilai Persentase Inhibisi (PI) dan dianalisis dengan uji chi-square dan uji t tidak berpasangan.Uji ELISA menunjukkan adanya antibodi CSF sebanyak 63 sampel (28,3 %) pada babi yang tidak divaksinasi dan 69 sampel (51,1 %) pada babi yang divaksinasi. Kesimpulan penelitian ini adalah seroprevalensi antibodi terhadap virus CSF pada babi yang divaksinasi lebih tinggi dibandingkan dengan pada babi yang tidak divaksinasi.
ANALISIS SEKUENS D-LOOP DNA MITOKONDRIA SAPI BALI DAN BANTENG DIBANDINGKAN DENGAN BANGSA SAPI LAIN DI DUNIA DWINA WISESA, ANAK AGUNG NGURAH GEDE; KADE MAHARDIKA, I GUSTI NGURAH; OKA PEMAYUN, TJOK GEDE
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.809 KB)

Abstract

The result of this study indicates the D-loop of mtDNA of bali cattle is homologous with banteng. Two haplotypes can be identified. The sequence is different from that of Bos taurus, Bos indicus, Bos javanicus, and Bos gaurus. Further research needs to be done with a representative sample for the entire population in Bali by targeting more than one locus. In addition, the effective population size of bali cattle needs to be known to improve the genetic quality of bali cattle.
Hubungan antara Umur dengan Berat Karkas Depan (Fore Quarter) Ditinjau dari Potongan Primal Sapi Bali Jantan SRIWIJAYANTI, DEWA AYU; PUTU, I GEDE; RUDYANTO, MAS DJOKO
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.198 KB)

Abstract

Hasil penelitian hubungan antara umur dengan berat karkas depan (forequarter) ditinjau dari potongan primal sapi bali jantan yaitu : pada umur muda (1,5-2,5 tahun) rata-rata berat karkas depan sebesar 40.73kg dan umur dewasa 3-4 tahun sebesar 46.77kg. Sedangkan pada potongan primal umur muda persentase berat cuberoll sebesar 5.42%, blade sebesar 16.42%, brisket sebesar 10.71%, chuck sebesar 20.83%, dan chuck tender sebesar 2.67%; pada umur dewasa persentase berat cuberoll sebesar 5.01%, blade sebesar 16.82%, brisket sebesar 10.95%, chuck sebesar 22.33%, dan chuck tender sebesar 2.56%. Hasil penelitian ini dipengaruhi beberapa faktor seperti metode pelayuan, pakan, berat hidup (badan), aktivitas otot, dan umur. Hasil tersebut disimpulkan bahwa berat karkas depan (forequarter) umur muda lebih kecil daripada umur dewasa. Potongan primal (blade, brisket, chuck) pada umur muda lebih kecil daripada umur dewasa dan persentase potongan primal chuck yang paling besar. Sapi bali umur muda dan dewasa tidak memiliki hubungan dengan berat karkas depan (forequarter) ditinjau dari potongan primal sapi bali jantan.

Page 1 of 2 | Total Record : 11