Indonesia Medicus Veterinus
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya.
Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3 (4) 2014"
:
11 Documents
clear
Pemberian Ekstrak Etanol Kulit Batang Kelor Glukosa Darah Tikus Hiperglikemia
Miten Larantukan, Stanislaus Valens;
Setiasih, Ni Luh Eka;
Widyastuti, Sri Kayati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.418 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit batang kelor(Moringa oleifera) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada tikus Wistar yang diinduksi aloksan.Sampel darah diambil dari 24 ekor tikus Wistar jantan berumur tiga bulan dengan bobot sekitar 150-200gram. Rancangan penelitian yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enamperlakuan, dan masing-masing perlakuan terdiri atas empat ulangan. Pemberian ekstrak etanol kulitbatang kelor menggunakan dosis 100 mg/kgBB, dosis 200 mg/kgBB dan dosis 400 mg/kgBB. Hasilpenelitian menunjukkan pemberian ekstrak kulit batang kelor dengan dosis tersebut diatas dapatmenurunkan kadar glukosa darah hari ke-7 sampai hari ke-21, dan penurunannya sebanding denganpemberian glibenklamid 0,045 mg/kgBB. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanolkulit batang kelor dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus Wistar yang diinduksi aloksan.
Penambahan Bovine Serum Albumin Mempertahankan Motilitas Progresif Spermatozoa Kalkun pada Penyimpanan Suhu 4°C
Wahana, Artha Guntur;
Budiasa, Made Kota;
Bebas, Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.251 KB)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akibat penambahan bovine serum albumin (BSA) terhadap motilitas progresif spermatozoa kalkun yang disimpan pada suhu 4°C. Penelitian ini menggunakan satu ekor kalkun jantan berumur 1,5 tahun. Penampungan semen dilakukan dengan metode pemijatan kemudian diencerkan dengan pengenceran kuning telur fosfat yang ditambahkan BSA dengan berbagai konsentrasi, masing-masing BSA 1 %, 2 % dan 3 %, serta kontrol (tanpa penambahan BSA). Pemeriksaan motilitas dilakukan di bawah mikroskop dengan pembesaran 400X dengan menaksir pergerakan progresif dalam satu lapang pandang. Pengamatan dimulai saat awal penyimpanan sampai 84 jam (0 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam, 60 jam, 72 jam,dan 84 jam). Hasil penelitian menunjukan BSA secara nyata (p<0,05) dapat mempertahankan motilitas progresif spermatozoa kalkun pada pengencer kuning telur fosfat yang disimpan pada suhu 4°C bila dibandingkan dengan kontrol. Setelah dilanjutkan dengan uji Duncan diperoleh hasil bahwa penambahan BSA dengan konsentrasi 2 % memberikan hasil yang terbaik terhadap motilitas progresif spermatozoa kalkun mencapai 51% selama 60 jam pada pengencer kuning telur fosfat yang disimpan pada suhu 4°C. Kesimpulan dari penelitian ini adalah BSA dengan konsentrasi 2 % dapat mempertahankan motilitas progresif semen kalkun yang terbaik selama penyimpanan suhu 4°C.
Profil Total Eritrosit, Hemoglobin, Packed Cell Volume, Mencit yang Diberikan Jamu Temulawak
Simanungkalit, Kiki Lulu Maduma;
Ardana, Ida Bagus Komang;
Sudira, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (275.468 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil hematologi (total eritrosit, hemoglobin danpacked cell volume) pada mencit jantan yang diberikan jamu temulawak (Curcuma xanthorrhizaroxb.) selama 14 hari secara oral dengan cara dicekokin dengan sonde. Penelitian ini menggunakanrancangan acak lengkap dengan lima kelompok perlakuan yaitu; P0 (kelompok mencit yang diberikanaquades), P1 (10mg/100grBB jamu temulawak), P2 (20mg/100grBB jamu temulawak), P3(30mg/100grBB jamu temulawak), P4 (40mg/100grBB jamu temulawak) masing-masing kelompokterdiri dari lima ekor mencit. Pengambilan darah pada vena orbitalis dilakukan pada hari ke-15 setelahperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jamu temulawak dosis 10-30mg/100grBBtidak mempengaruhi total eritrosit, hemoglobin dan PCV (P>0,05) akan tetapi pada dosis40mg/100grBB menurunkan kadar hemoglobin dan total eritrosit secara nyata (P<0,05) tetapi tidakmempengaruhi PCV. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa jamutemulawak mampu menjaga nilai total eritrosit, hemoglobin dan packed cell volume tetap padakisaran normal.
Pengawetan Telur Ayam Ras dengan Pencelupan dalam Ekstrak Air Kulit Manggis pada Suhu Ruang
Tindjabate, Richard Stenly;
Suada, I Ketut;
Rudyanto, Mas Djoko
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (250.914 KB)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pencelupan ke dalam larutan kulit manggis dan penyimpanan suhu ruang terhadap telur ayam ras ditinjau dari warna putih telur, warna kuning telur, dan warna kerabang. Penelitian ini menggunakan sampel telur ayam ras umur 0 hari sebanyak 40 butir. Perlakuan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pencelupan telur ke dalam larutan kulit manggis selama 1 menit selanjutnya disimpan pada suhu ruang. Pencelupan ke dalam larutan kulit manggis terhadap telur ayam ras dapat mempertahankan warna putih telur, warna kuning telur, dan warna kerabang telur. Lama penyimpanan pada suhu ruang terhadap telur ayam ras tanpa perlakuan mempengaruhi warna putih telur, warna kuning telur. Lama simpan pada suhu ruang berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna kerabang telur. Lama penyimpanan telur ayam ras pada suhu ruang mempengaruhi perubahan warna pada kerabang telur serta perubahan warna kuning telur. Lama penyimpanan pada suhu ruang terhadap telur ayam ras yang diberi perlakuan pencelupan lebih baik dibandingkan dengan telur tanpa pencelupan
Kualitas Semen Ayam Kampung Pada Suhu 3-5oc Pada Pengenceran Fosfat Kuning Telur Dengan Penambahan Laktosa
Situmorang, Rahel;
Bebas, Wayan;
Trilaksana, I G. N. B.
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.822 KB)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan laktosa pada pengenceran fosfat kuning telur terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung yang disimpan pada suhu 3-5º C. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat kelompok perlakuan yaitu: Kontrol yaitu pengencer tanpa penambahan laktosa (T1), pengencer + laktosa 0,3w/v % ( T2 ), pengencer + laktosa 0,6 w/v % ( T3 ), pengencer + laktosa 1,2 w/v % ( T4 ). Sumber semen berasal dari 2 ekor ayam kampung jantan sehat lalu dihomogenkan dan dilakukan pemeriksaan secara makroskopis dan mikroskopis. Pengenceran dilakukan dengan mencampurkan kuning telur terhadap larutan PBS dengan konsentrasi 20%. Pengenceran dilakukan dengan konsentrasi spermatozoa 150 x 106/ml pengencer. Semen yang telah diencerkan disimpan pada refrigerator dengan suhu 3-5oC. Pengamatan dilakukan setiap 12 jam terhadap motilitas progresif dan daya hidup spermatozoa sampai motilitas di bawah 40% dan daya hidup di bawah 45%, data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians, selanjutnya dilakukan pengujian statistik dengan menggunakan General Linear Model (Multivariate). Apabila terdapat perbedaan yang nyata dilakukan uji lanjutan menggunakan uji Duncan, penghitungan statistik menggunakan SPSS 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan penambahan laktosa berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung. Penambahan konsentrasi 0,6 w/v % memberikan hasil terbaik dan lama penyimpanan juga berpengaruh terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa, dimana semakin lama penyimpanan semen maka semakin rendah motilitas dan daya hidup spermatozoa.
Gambaran Patologi Kasus Kolibasilosis pada Babi Landrace
Rahmawandani, Fitri Irawan;
Kardena, I Made;
Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (555.505 KB)
Kolibasilosis merupakan penyakit yang sering terjadi pada babi dengan patologis pada usus halusnya yang disebabkan oleh bakteri E. coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perubahan patologi anatomi berupa distensi dan pembengkakan usus halus babi Landrace yang terinfeksi kolibasilosis pada umur babi sebelum dan setelah disapih, serta mengetahui perbedaan derajat keparahan lesi histopatologi berupa kongesti, perdarahan, dan infiltrasi sel-sel radang usus halus babi Landrace yang terinfeksi kolibasilosis pada kedua perbedaan usia babi tersebut. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini berupa kasus patologi dari 18 sampel usus halus dan preparatnya pada babi Landrace yang positif terinfeksi kolibasilosis di Laboratorium Patologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana tahun 2010 sampai 2012. Penelitian dilakukan di Laboratorium Patologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan nyata terhadap derajat keparahan distensi dan pembengkakan usus halus babi Landrace yang terinfeksi kolibasilosis baik pada umur babi yang sebelum maupun yang setelah disapih. Namun ada perbedaan derajat keparahan pada pengamatan infiltrasi sel-sel radang usus halus babi Landrace yang terinfeksi kolibasilosis diantara babi sebelum disapih dengan yang setelah disapih. Jadi ada keterkaitan antara derajat keparahan dengan umur sapih babi.
VARIASI PANJANG KAKI KERBAU LUMPUR (BUBALUS BUBALIS) DI KABUPATEN JEMBRANA BALI: PANJANG HUMERUS - METACARPUS DAN FEMUR – METATARSUS
Primanditha, Gde Angga Caka;
Suatha, I Ketut;
Wandia, I Nengah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (437.774 KB)
Kerbau rawa atau kerbau lumpur (Bubalus bubalis) merupakan hewan ternak yang cukup potensial dikembangkan di daerah pertanian. Penelitian ditujukan untuk mengkaji variasi panjang kaki kerbau lumpur (panjang dari humerus sampai dengan metacarpus dan dari femur sampai metatarsus) dari dua blok di Kabupaten Jembrana, Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Blok Barat, panjang kaki depan atas merupakan ukuran kaki yang paling seragam dan panjang kaki depan bawah merupakan ukuran kaki yang paling beragam. Pada Blok timur, panjang kaki belakang bawah merupakan ukuran kaki yang paling seragam dan panjang kaki depan bawah merupakan ukuran yang paling beragam.
Uji Toksisitas Ekstrak Akar Tuba secara Topikal pada Kucing Lokal
Rambu Anawenju, Adri Yana;
wanto, Sis;
Merdana, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.101 KB)
Ekstrak akar tuba (Derris elliptica) mengandung zat rotenon/tubotoxin yang telah di ujisecara in vitro dapat membunuh kutu pada anjing maupun kucing. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui daya toksik ekstrak akar tuba bagi kulit kucing lokal secara topikal. Hewan coba yangdigunakan berjumlah 10 ekor kucing lokal berumur satu sampai satu setengah tahun, terdiri dari limaekor kucing jantan dan lima ekor kucing betina. Perlakuan meliputi kontrol negatif (aquadest) danlarutan ekstrak akar tuba konsentrasi 1%, 2% dan 3%. Pengamatan dilakukan setelah 1 jam, 2 jam, 3jam, 4 jam dan dilanjutkan setelah 24 jam pasca penetesan ekstrak akar tuba untuk melihat apakahterjadi toksisitas pada kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akar tuba tidakmenimbulkan dermatitis pada kucing lokal. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak akartuba dengan konsentrasi 1%, 2% dan 3% tidak menimbulkan toksisitas pada kulit kucing lokal.
Ketahanan Susu Segar pada Penyimpanan Suhu Ruang Ditinjau dari Uji Tingkat Keasaman, Didih, dan Waktu Reduktase
Nababan, Lely Anggriani;
Suada, I Ketut;
Swacita, Ida Bagus Ngurah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.797 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan susu segar yang dijual di Kota Denpasar pada penyimpanan suhu ruang ditinjau dari uji tingkat keasaman (pH), uji didih, dan waktu reduktase. Sampel yang digunakan adalah susu segar yang diambil dari penyalur susu segar di Kota Denpasar sebanyak 500 mL setiap ulangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan delapan kali ulangan lima kali pengamatan sehingga jumlah sampel yang diamati adalah 40. Data uji tingkat keasaman (pH) dan waktu reduktase (menit) dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dan bila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Data uji didih dianalisis dengan uji Cochran dan bila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Mc Nemar. Hasil penelitian untuk uji tingkat keasaman (pH) menunjukkan bahwa lama penyimpanan sangat nyata (P<0,01) menurun pH susu segar mulai jam ke-6 sampai jam ke-8. Pada uji didih hasil positif terjadi pada jam ke-6 sampai jam ke-8 ditandai dengan adanya gumpalan yang menempel di tabung reaksi. Dengan uji Mc Nemar penyimpanan pada jam ke-0, 2, 4 dengan jam ke-8 terjadi hasil perbedaan sangat nyata (P<0,01). Waktu reduktase menunjukkan penurunan yang sangat nyata (P<0,01) mulai penyimpanan jam ke-6 sampai jam ke-8. Disimpulkan bahwa susu segar memiliki ketahanan pada suhu ruang selama empat jam.
Indeks Mitosis Venereal Sarcoma pada Anjing Lokal di Denpasar
Nasrudin, Fathurohman;
Kardena, Made;
Supartika, Ketut Eli
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.884 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rataan indeks mitosis serta perbedaan rataan indeks mitosis kasus venereal sarcoma pada anjing lokal jantan dan betina di Denpasar. Data epidemiologi dan pemeriksaan histopatologi dari total 42 sampel anjing lokal penderita venereal sarcoma diperoleh dari Balai Besar Veteriner Denpasar, yang terdiri dari 21 sampel anjing lokal jantan dan 21 sampel anjing lokal betina. Indeks mitosis dihitung dengan menentukan rataan hitung dari figur mitotis pada masing-masing sampel organ pada setiap empat lapang pandang. Hasil pemeriksaan 42 sampel anjing lokal penderita venereal sarcoma di Denpasar didapatkan jumlah rataan indeks mitosis venereal sarcoma yakni sebanyak 6,83 indeks mitosis. Hasil rerata indeks mitosis venereal sarcoma pada anjing lokal jantan dan betina di Denpasar, masing-masing sebesar 7,619 dan 6,06 (p>0,05). Kedua hasil tidak berbeda secara nyata, hal ini mengindikasikan venereal sarcoma pada anjing lokal jantan dan betina di Denpasar memiliki tingkat keganasan yang sama.