cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6 (1) 2017" : 10 Documents clear
Prevalensi Dan Gambaran Patologi Infestasi Cacing Paramphistomum Spp. Pada Rumen Sapi Bali Yang Dipotong Di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Denpasar Lestari, Anak Agung Istri Trisna Jiwani; Adnyana, Ida Bagus Windia; Oka, Ida Bagus Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (1) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.079 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerugian ekonomi peternak sapi yang sering diabaikan adalah akibat penyakit parasit terutama Paramphistomum spp. Penelitian dilakukan dari bulan Mei hingga Juni 2015. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui obeservasi langsung pada 200 rumen sapi yang telah dipotong. Setiap rumen didata ada atau tidaknya cacing Paramphistomum spp. dengan jumlah pengamatan setiap harinya rata-rata 15 ekor rumen sapi bali. Prevalensi dihitung dengan membagi sampel positif dengan jumlah sampel yang diperiksa dikalikan 100%. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi infestasi cacing Paramphistomum spp. pada rumen sapi bali yang dipotong di Rumah Potong Hewan Kota Denpasar adalah 15%. Gambaran patologi rumen sapi yang terinfeksi parmphistomiasis yang dipotong di RPH Denpasar terlihat berwarna merah bergerombol menempel di permukaan mukosa rumen
Aktivitas Harian Bekantan (Nasalis larvatus) di Cagar Alam Muara Kaman Sedulang, Kalimantan Timur Winardi, Rian; Widyastuti, Sri Kayati; Suatha, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (1) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.692 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas harian bekantan (Nasalis larvatus) di Cagar Alam Muara Kaman Sedulang, Kalimantan Timur. Pengamatan dilakukan dengan metode focal animal sampling pada kelompok bekantan. Aktivitas harian diamati pada pagi hari pukul 07.00 – 10.00 WITA dan pada sore hari pukul 15.00 – 18.00 WITA selama 12 hari. Data yang terkumpul dari berbagai jenis tingkah laku dianalisa secara statistik deskriptif. Bekantan di Cagar Alam Muara Kaman Sedulang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk istirahat (51,17 %), diikuti makan (32,98%), berpindah tempat (15,57%), dan aktivitas lainnya (0,28%) yang meliputi bermain, mengawasi, dan berkutuan. Aktivitas istirahat cenderung lebih banyak dilakukan oleh bekantan betina dewasa dibanding bekantan lainnya. Pada pagi hari, aktivitas makan lebih banyak teramati dibanding aktivitas yang lain, sedangkan sore hari didominasi dengan aktivitas istirahat. Aktivitas lainnya yang teramati adalah aktivitas mengawasi, bermain, dan berkutuan yang dilakukan sesama bekantan.
Pola Pertumbuhan Bobot Badan Itik Bali Betina Negara, Putu Maha Suta; Sampurna, I Putu; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (1) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.813 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan bobot badan itik bali betina, sehingga dapat ditentukan pada umur berapa bobot badan itik bali betina mencapai titik infleksi dan ukuran dewasa. Itik yang digunakan dalam objek penelitian ini adalah 70 itik bali yang dipelihara secara semi intesif di Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Data yang di peroleh dianalisis dengan Sidik Ragam dan untuk mengetahui pada umur berapa mencapai titik infleksi dan umur dewasa dilakukan analisis regresi model sigmoid. Hasil penelitian menunjukkan saat berumur 0 sampai 8 minggu itik bali betina terjadi pertumbuhan bobot badan yang nyata ( P< 0,05) kemudian saat berumur 10 sampai 12 minggu pertumbuhannya sudah mulai lambat dan pada umur ini sudah terdapat peningkatan ukuran bobot badan yang tidak nyata (P> 0,05). Sedangkan pada fase tumbuh lambat terjadi perubahan bobot badan yang tidak nyata (P>0,05). Hasil analisis regresi model sigmoid menunjukkan bahwa bobot badan itik baru menetas (DOD) yaitu 0,046 kg, mencapai titik infleksi pada umur 0,806 minggu dengan bobot 0,19 kg. Dan mencapai ukuran dewasa pada umur 32,288 minggu dengan bobot 1,53 kg.
Laporan Kasus: Ehrlichiosis Pada Anjing Kintamani Bali Erawan, I Gusti Made Krisna; Sumardika, I Wayan; Pemayun, I Gusti Agung Gde Putra; Ardana, Ida Bagus Komang
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (1) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.08 KB)

Abstract

Ehrlichiosis merupakan penyakit penting pada anjing yang disebabkan oleh bakteri intraselular gram negatif dari genus Ehrlichia yang termasuk dalam famili Anaplasmataceae. Seekor anjing kintamani bali diperiksa di Rumah Sakit Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan keluhan; lemas, mimisan, nafsu makan dan minum menurun. Hasil pemeriksaan fisik; dari lubang hidung keluar darah encer dan membran mukosa mulut pucat. Pada kulit ditemukan infestasi capak Rhipicephalus. Pemeriksaan hematologi rutin menunjukkan terjadi anemia mikrositik normokromik, trombositopenia, leukositosis, dan limfositosis. Pemeriksaan darah dengan test kit menunjukkan positif E. canis. Sehingga anjing kasus didiagnosis menderita ehrichiosis. Pengobatan dengan menggunakan doksisiklin memberikan hasil yang memuaskan.
Efektivitas Berbagai Dosis Asam Organik Dan Anorganik Sebagai Acidifier Terhadap Histomorfometri Duodenum Ayam Pedaging Pio, Paulus Oktavianus; Ardana, Ida Bagus Komang; Suastika, Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (1) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.577 KB)

Abstract

Acidifier merupakan asam organik yang bermanfaat dalam preservasi dan memproteksi pakan dari kerusakkan oleh mikrobia dan fungi namun juga berdampak langsung terhadap mekanisme perbaikan kecernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi asam organik dan asam anorganik (Orgaicids®) sebagai bahan acidifier pada pakan terhadap histomorfometri duodenum ayam pedaging. Penelitian ini menggunakan 24 ekor ayam pedaging berjenis kelamin betina yang di bagi menjadi 4 kelompok dengan 6 ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (3 g/kg pakan), P2 (6 g/kg pakan) dan P3 (9g/kg pakan) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata histomorfometri tunika mukosa duodenum (P0) 996,51µm, (P1) 1,040,01µm, (P2) 1,285,27µm, (P3) 1,114,22µm dan tunika muskularis duodenum pada (P0) 95,345µm, (P1) 93,691µm, (P2) 119,418µm, (P3) 95,464µm. Pemberian kombinasi asam organik dan anorganik sebagai acidifier berpengaruh pada histomorfometri tunika mukosa dan muskularis ayam pedaging. Dosis 6 g/kg pakan merupakan dosis efektif mempengaruhi histomorfometri tunika mukosa dan tunika muskularis duodenum ayam pedaging.
Penggunaan Crude Antigen Cysticercus cellulosae Isolat Bali Untuk Optimalisasi Uji ELISA Sianturi, Inti Sari Pati R U; Apsari, Ida Ayu Pasti; Swacita, Ida Bagus Ngurah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (1) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.908 KB)

Abstract

Sistiserkosis merupakan penyakit parasitik yang disebabkan oleh larva stadium metacestoda dari cacing pita yang disebut Cysticercus. Cysticercus yang ditemukan pada babi adalah Cysticercus cellulosae yang merupakan larva dari cacing pita Taenia solium. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi antigen crude Cysticercus cellulosae untuk mendeteksi sistiserkosis pada babi. Cysticercus celllulosae yang digunakan adalah isolat lokal yang diperoleh dari babi terinfeksi Taenia solium asal Karangasem-Bali. Penelitian dilakukan untuk optimalisasi ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) terhadap antigen, serum, dan konjugat dengan cara mencari konsentrasi optimal dari antigen, pengenceran optimal serum, dan pengenceran optimal konjugat. Hasil penelitian didapatkan bahwa crude antigen Cysticercus cellulosae isolat Bali bersifat antigenik dan dapat digunakan untuk mendeteksi sistiserkosis pada babi dengan konsentrasi optimal antigen 0,3125 µg/ml, pengenceran optimal serum 1:50, dan pengenceran konjugat 1:2000.
Gambaran Sitologi Sediaan Ulas Darah Kambing Kacang yang didapat dari Rumah Potong Kambing Tradisional di Denpasar Barat Pratiwi, Zulva Hanif; Widyastuti, Sri Kayati; Utama, Iwan Harjono
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (1) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.443 KB)

Abstract

Kambing kacang merupakan salah satu kambing asli Indonesia yang keberadaannya semakin langka sehingga perlu dilestarikan dan diteliti berbagai keunggulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sitologi sel darah abnormal pada kambing kacang yang berada di Rumah Potong Kambing tradisional Denpasar Barat. Sampel diambil dari kambing kacang betina berwarna coklat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 ekor kambing kacang yang diperiksa ada yang mengalami kelainan pada sel darahnya. Kelainan-kelainan yang dijumpai pada leukosit adalah: neutrofilia 7,5%, neutropenia 5%, eosinofilia 7,5%, limfositopenia 5%. Kelainan pada eritrosit berupa : anisositosis, akantosit, dan hipokromasia. Dapat disimpulkan bahwa kambing kacang yang diamati mengalami kelainan pada sel sel darahnya.
Efek Imunostimulator Ekstrak Daun Kasturi (Mangifera Casturi) Pada Mencit Rahim, M. Andry; Suartha, I Nyoman; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (1) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.574 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat imunostimulator daun kasturi untuk meningkatkan aktivitas dan kapasitas fagositosis sel makrofag mencit. Penelitian ini menggunakan mencit dibagi ke dalam kelompok A, B, dan C. Masing-masing kelompok terdiri atas 12 ekor. Kelompok A sebagai perlakuan kontrol diberikan aquades, kelompok B diberikan ekstrak daun kasturi konsentrasi 5% dan kelompok C diberikan ekstrak daun kasturi 10%. Aktivitas dan kapasitas fagositosis makrofag dihitung (menit ke- 15, 30, 45, 60). Aktivitas fagositosis sel makrofag dihitung dari 100 sel fagosit. Kapasitas fagositosis sel makrofag dihitung dari 50 sel makrofag yang aktif memfagosit bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fagositosis sel makrofag pada kelompok kontrol (10,67±5,24), pemberian ekstrak konsentrasi 5% (25,25±5,06), dan pemberian ekstrak konsentrasi 10% (39,58±5,45). Kapasitas fagositosis sel makrofag pada kelompok kontrol (578,08±186,94), pemberian ekstrak konsentrasi 5% (700,58±199,58), dan pemberian ekstrak konsentrasi 10% (832,83±182,16). Ekstrak daun kasturi (Mangifera casturi) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan aktivitas dan kapasitas fagositosis makrofag. Aktivitas dan kapasitas fagositosis meningkat sejalan dengan peningkatan konsentrasi ekstrak daun kasturi (Mangifera casturi) yang diberikan, dan lama waktu kontak makrofag dengan bakteri. Disimpulkan bahwa daun kasturi (Mangifera casturi) dapat digunakan sebagai imunostimulator.
Prevalensi Infeksi Cacing Nematoda Saluran Pencernaan pada Sapi Bali di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung Denpasar Sajuri, Indri Agustin Stevi; Dwinata, I Made; Oka, Ida Bagus Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (1) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.363 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi cacing nematoda saluran pencernaan yang menginfeksi sapi bali yang dipelihara di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Suwung Denpasar. Sampel penelitian adalah feses sapi bali berjumlah 100 sampel diperiksa dengan metode kosentrasi apung menggunakan larutan NaCl jenuh sebagai zat pengapung. Parameter yang diamati adalah melihat jenis telur cacing nematoda saluran pencernaan yang menginfeksi sapi bali. Data yang diperoleh dilaporkan secara deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa prevalensi infeksi cacing nematoda saluran pencernaan pada sapi bali di TPA sebesar 30%. Jenis cacing yang menginfeksi saluran pencernaan sapi bali ditemukan jenis cacing tipe strongyl sebesar 28% dan cacing strongyloides sp sebesar 8%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan bahwa lingkungan TPA Suwung Denpasar kurang layak digunakan untuk memelihara sapi bali.
Morfometri Kuda (Equus Caballus) Jantan Dewasa Yang Dipelihara Di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Wibisono, Hanif Wahyu; Wandia, I Nengah; Suatha, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (1) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.514 KB)

Abstract

Kuda merupakan komoditas ternak yang berperan penting bagi kehidupan masyarakat di Kabupaten Lombok Timur. Namun, studi mengenai karakteristik kuda tersebut belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfometri kuda (Equus caballus) yang dipelihara di Kabupaten Lombok Timur. Sejumlah 60 ekor kuda jantan dewasa disampling secara random dari 12 kecamatan di seluruh Kabupaten Lombok Timur. Pengukuran dilakukan terhadap panjang kepala, lebar kepala, tinggi kepala, panjang mandibula, panjang leher, panjang badan, panjang ekor, tinggi badan, lebar badan, tinggi gumba, tebal badan, dan lingkar badan. Data morfometri dianalisis secara deskriptif. Analisis komponen utama digunakan untuk menentukan variabel yang berkontribusi dominan terhadap komponen ukuran dan bentuk. Semua analisis dikerjakan menggunakan bantuan program Statistical Package for the Social Science (SPSS). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata panjang kepala 45.900±2.576 cm, lebar kepala 23.730±2.476 cm, tinggi kepala 26.48±1.900 cm, panjang mandibula 27.230±1.978 cm, panjang leher 49.330±5.774 cm, panjang badan 93.420±8.988 cm, panjang ekor 36.880±4.170 cm, tinggi badan 113.700±6.162 cm, lebar badan 43.700±3.707 cm, tinggi gumba 120,480±6.912 cm, tebar badan 48.650±6.633 cm dan lingkar badan 147.980±10.770 cm. Hasil pengukuran menunjukkan variabel cukup beragam yang ditunjukkan pada angka koefesien keragaman yang kurang rendah (KK 5,420% - 13,633%). Berdasarkan Analisis Komponen Utama menunjukan faktor ukuran dipengaruhi oleh tinggi gumba, disusul oleh tinggi badan. Sementara faktor bentuk dipengaruhi oleh lebar kepala, disusul oleh tebal badan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10