cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Tumor Non-neoplastik Akibat Mycotic Dermatitis pada Anjing Kamaliani, Baiq Renny; Gorda, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (4) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.65 KB)

Abstract

Artikel ini memberikan informasi mengenai sebuah kasus tumor kulit pada anjing yang bersifat non-neoplastik pada Oktober 2016.Tumor non-neoplastik adalah tumor dimana pertumbuhannya lambat walaupun terus membesar pada satu lokasi, tetapi tidak memiliki sifat sel neoplasma. Infeksi jamur yang berat dan kronis pada kulit dapat menimbulkan pertumbuhan massa solid menyerupai tumor neoplastik. Peneguhan diagnosa dapat dilakukan dengan histopatologi dan kultur jaringan. Prinsip penanganan kasus tumor ini adalah dengan eksisi tumor yang mengacu pada marginal resection. Pada tanggal 13 Oktober 2016, dilaporkan sebuah kasus tumor pada kulit anjing lokal jantan berusia 8 tahun dengan berat 42,4 kg. Anjing tersebut berasal dari wilayah Panjer, Denpasar Selatan, Bali. Pengamatan mikroskopis menunjukkan jaringan kulit mengalami inflamasi yang bersifat kronis, dibuktikan dengan adanya granuloma, infiltrasi makrofag, limfosit, dan sel plasma, giant cell dan sel datia, epidermis yang nekrosis, serta sel-sel normal penyusun subkutan (fibroblast penghasil kolagen, pembuluh kapiler, dan jaringan ikat). Pada lapisan subkutan juga ditemukan adanya konidia dan hyphae jamur.Kasus ini disimpulkan sebagai infeksi jamur yang masif dan kronis sehingga menimbulkan gejala yang mirip dengan kejadian neoplasma.
Pengaruh Infusa Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Kualitas Daging Kambing Pada Suhu Ruang Cita, I Putu Giri Wahyu Eka; Suada, I Ketut; Budiasa, Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (6) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.223 KB)

Abstract

Daun salam sering dimanfaatkan sebagai bahan penyedap makanan dan juga sebagai obat alami, tanpa disadari bahwa daun salam mengandung senyawa antimikroba yang bersifat bakterisidal. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman infusa daun salam terhadap kualitas daging kambing pada peletakkan suhu ruang yang ditinjau dari konsistensi, tekstur, daya ikat air, dan perkiraan jumlah bakteri. Uji konsistensi dan tekstur menggunakan sepuluh orang panelis, uji daya ikat air menggunakan metode Hamm, dan uji perkiraan jumlah bakteri menggunakan uji reduksi biru metilin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman infusa daun salam dengan konsentrasi (0%, 5%, 10%, dan 15%) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsistensi dan perkiraan jumlah bakteri. Konsentrasi infusa daun salam tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tekstur dan daya ikat air daging kambing. Pemberian infusa daun salam baik terhadap kualitas daging kambing pada suhu ruang.
Perubahan Histopatologi Otot Jantung dan Aorta Mencit Jantan Pascapaparan Asap Rokok Elektrik Putra, I Putu Werdikta Jayantika; Sartika, Nola Alfien; Winaya, Ida Bagus Oka; Adi, Anak Agung Ayu Mirah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.024 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan histopatologi otot jantung dan aorta mencit jantan pasca paparan asap rokok elektrik. Sebanyak 24 ekor mencit dibagi menjadi dua kelompok perlakuan secara acak. Kontrol atau PO tidak diberikan paparan asap rokok sedangkan P1diberikan paparan asap rokok. Pada minggu pertama, kedua dan ketiga pasca perlakuan, dikorbankan empat ekor mencit dari masing-masing kelompok. Otot jantung dan aorta diambil untuk pembuatan preparat histopatologi. Dari analisis rerata skor variabel degenerasi dan nekrosis antara kedua perlakuan tersebut didapatkan bahwa adanya perubahan yang signifikan antara kelompok kontrol (P0) dan kelompok perlakuan (P1). Data hasil pengukuran diameter lumen aorta tidak menunjukan perbedaan antara kontrol dan perlakuan.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa paparan asap rokok elektrik pada mencit selama tiga minggu dapat menyebabkan degenerasi vakuoler dan nekrosiskardiomiosit serta peradangan ringanpada miokardium.
Ekstrak Buah Anggur Menurunkan Kadar Aspartate Transaminase Darah Mencit dengan Aktivitas Fisik Berlebih Siswanto, Ferbian Milas; Suryawan, I Wayan; Wirawan, Taufan Hendra; Rochman, Fatqur; Pangkahila, Jahja Alex
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (3) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.543 KB)

Abstract

Buah anggur dikenal memiliki aktifitas antioksidan yang tinggi dan bermanfaat mencegah terjadinya stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran antioksidan dalam buah anggur untuk mencegah terjadinya stres oksidatif yang diakibatkan aktivitas fisik berlebih dengan indikator kadar AST darah mencit. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni dengan rancangan completely randomized menggunakan post-test only control group design yang terdiri dari empat kelompok mencit yaitu kontrol, perlakuan satu dengan 1ml/hari ekstrak buah anggur, perlakuan dua dengan 0,5ml/hari ekstrak buah anggur dan perlakuan tiga dengan 0,25ml/hari ekstrak buah anggur. Pemberian ekstrak buah anggur dilakukan selama tujuh hari, kemudian diberi perlakuan overtraining berupa renang, pengambilan darah dan pengecekan kadar AST. Hasil penelitian menunjukan kadar AST antar perlakuan tidak berbeda nyata (p>0,05), dan dengan uji lanjutan Least Significant Difference (LSD) didapatkan hasil tidak terjadi penurunan AST secara bermakna pada perlakuan tiga (P3) jika dibandingkan dengan kontrol (p>0,05). Sedangkan pada perlakuan satu (P1) dan perlakuan dua (P2) terjadi penurunan kadar AST secara bermakna (p<0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah anggur menurunkan kadar AST darah mencit dengan aktivitas fisik berlebih dengan dosis optimal 0,5ml/hari.
Seroprevalensi Infeksi Toxoplasma gondii pada Babi di Lembah Baliem dan Pegunungan Arfak Papua YOGA LOKANTARA, I PUTU; DAMRIYASA, I MADE; DWINATA, I MADE
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (4) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.846 KB)

Abstract

This study aims to determine the presence of Toxoplasma gondii in pigs at the Baliem Valley and at the Mountains of Arfak Papua. Using the Indirect test Haemaglutination Asay, Primary Cellognost * Toxoplasmosis ? H (IHA reagent Toxoplasmosis), Reagent Buffer, Buffer Serum, Toxoplasmosis Control Serum, positive (IgG), Toxoplasmosis Control Serum, negative, and Pig Serum. The results showed the presence of Toxoplasma gondii in pigs at the Baliem Valley is (75.9%) and at the Mountains of Papua Arfak amounts (25%),
Kualitas Susu Segar pada Penyimpanan Suhu Ruang Ditinjau dari Uji Alkohol, Derajat Keasaman dan Angka Katalase Nababan, Maulina; Suada, I Ketut; Ngurah Swacita, Ida Bagus Ngurah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (4) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.264 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu segar yang dijual di Kota Denpasar pada penyimpanan suhu ruang ditinjau dari Uji Alkohol, Uji Derajat Asam (oSH), dan Angka Katalase. Penelitian ini menggunakan sampel susu sapi segar yang diambil dari salah satu distributor susu sapi segar yang ada di Kota Denpasar. Data hasil penelitian uji alkohol dianalisis menggunakan uji Cochran, jika terjadi perbedaan yang nyata dapat dilanjutkan dengan  uji Mc Nemar. Data derajat asam dan angka katalase dianalisis dengan menggunakan sidik ragam, dan bila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan uji alkohol pada susu cair yang disimpan pada suhu ruang berdasarkan uji Cocran hasil positif terjadi pada jam ke-6 sampai jam ke-8 ditandai adanya gumpalan yang menempel pada dinding tabung reaksi. Dengan uji Mc.Nemar penyimpanan pada jam ke– 0, 2, 4 dengan jam ke-6 dan ke-8 terjadi hasil positif yang sangat nyata ( P < 0,01 ). Uji derajat keasaman pada lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata ( P < 0,01 ) terhadap derajat keasaman susu cair. Terjadi peningkatan derajat keasaman (°SH ) susu cair selama penyimpanan pada suhu ruang.  Uji agka katalase berdasarkan hasil sidik ragam diperoleh hasil perlakuan  berpengaruh sangat nyata ( P < 0,01 ) terhadap angka katalase air  susu. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa semakin lama susu cair disimpan pada suhu ruang maka kualitas susu tersebut semakin  tidak layak untuk dikomsumsi oleh masyarakat.
Perbandingan Bakteri Coliform pada Feses Sapi Bali Menurut Tingkat Kedewasaan dan Tipe Pemeliharannya Wati, Ni Komang Desi Yena; SuarJana, I Gusti Ketut; Besung, I Nengah Kerta
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (5) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.272 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jumlah bakteri Coliform yang di isolasi dari feses Sapi Bali menurut tingkat kedewasaan dan tipe pemeliharaan. Total sampel yang digunakan sebanyak 24 sampel. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2x3 yaitu 2 tipe pemeliharaan (TPA Suwung dan Sobangan) dan 3 tingkat kedewasaan sapi (pedet, dara, dewasa) dengan 4 kelompok berdasarkan waktu pengambilan sampel. Data yang diperoleh diuji dengan Analisis Ragam dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sangat nyata (P<0,01) antara tingkat kedewasaan dan tipe pemeliharaan terhadap jumlah bakteri Coliform feses Sapi Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri feses Coliform pada sapi dewasa lebih tinggi secara sangat nyata dibandingkan dengan sapi dara dan sapi pedet, tetapi antara sapi dara dengan sapi pedet tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.
Studi Histopatologi dan Kadar Timbal Pada Otak Sapi Bali Di Tempat Pembuangan Akhir Suwung Denpasar Kartika, Erena Hajar; Berata, I Ketut; Kardena, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (1) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.439 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.1.51

Abstract

Tempat Pembuangan Akhir Suwung sebagai lokasi pemeliharaan ternak dapat menimbulkan risiko kontaminasi logam berat, salah satunya yaitu timbal (Pb). Salah satu jaringan yang rentan terhadap logam berat adalah otak. Meskipun jaringan saraf atau otak dilindungi oleh struktur pembuluh khusus (brain blood barrier) namun Pb mampu melintasi brain blood barrier. Penelitian ini brtujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada otak sapi bali dan gambaran histopatologi otak sapi bali yang dipelihara di TPA Suwung Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan menggunakan rancangan cross sectional study. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 otak sapi yang berasal dari TPA Suwung Denpasar. Pengambilan sampel jaringan otak sapi bali dilakukan di RPH Dharmasaba. Pengukuran kadar logam berat Pb dilakukan dengan metode Atomic Absorption Specthrophotometry (AAS). Pembuatan preparat histopatologi dilakukan dengan metode pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kadar logam berat Pb yakni : 0,5582 ppm, 1,1860 ppm, 1,1864 ppm, 1,245 ppm, 1,246 ppm. Perubahan histopatologi yang ditemukan bervariasi diantaranya degenerasi sel neuron, demyelinasi dan peradangan (vaskulitis). Dapat disimpulkan bahwa ada cemaran logam berat Pb dan perubahan histopatologi otak sapi bali yang dipelihara di TPA Suwung Denpasar.
Studi Kasus: Fraktur Diafisis Tulang Femur Kanan pada Kucing Persia Rohmandhani, Roby; Wirata, I Wayan; Dada, I Ketut Anom; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (1) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.427 KB) | DOI: 10.19087/imv.2019.8.1.62

Abstract

Fraktur femur merupakan rusak atau hilangnya kontinunitas jaringan tulang femur. Fraktur femur bisa terjadi pada kepala, leher femur, trochanter, subtrochanter, diafisis, suprachondillus, condilus, dan bagian distal. Seekor kucing ras persia berumur 3 bulan, bobot badan 2,1 kg dan berjenis kelamin jantan diperiksa di Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Fakultas Kedeokteran Hewan, Universitas Udayana dengan keluhan mengalami bengkak, pincang, dan tidak bisa menumpu saat berdiri pada kaki belakang kanan. Secara fisik dan klinis kucing sehat dengan napsu makan dan minum baik, namun kesulitan untuk defekasi dan urinasi. Hasil pemeriksaan radiografi, kucing mengalami fraktur diafisis pada femur kanan dengan bentuk garis patahan transversal dengan prognosis fausta. Kucing ditangani dengan fiksasi internal menggunakan pin intrameduller ukuran 2,0 mm dan pemberian antibiotik amoxicillin, analgesik ibuprofen dan terapi supportif kalsium laktat. Dua minggu pascaoperasi sudah terbentuk kalus pada bagian diaphysis femur yang patah dan kucing sudah bisa berjalan normal.
Komposisi Genetik Penyu Hijau (Chelonia mydas) Hasil Tangkapan Liar dari Nusa Tenggara Barat (Bima dan Teluk Cempi) AKIRA, RUSMI; WANDIA, I NENGAH; ADYANA, I. B. WINDIA
Indonesia Medicus Veterinus Vol.1 (1) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.756 KB)

Abstract

Penyu Hijau (Chelonia mydas) adalah salah satu anggota keluarga penyu yang paling intensif dieksploitasi. Alasan utama kegiatan perburuan ini pada umumnya karena nilai ekonomis dari satwa tersebut. Perilaku migrasi yang dapat mencapai ratusan bahkan ribuan kilometer dari habitat pakan hingga habitat peneluran, juga memudahkan terjadinya eksploitasi di perairan laut. Dan wilayah perairan laut Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu daerah yang menjadi tempat penangkapan penyu Hijau yang berasal dari beberapa habitat peneluran disekitar Australasia.Identifikasi asal usul dari penyu Hijau hasil tangkapan liar dari Nusa Tenggara Barat dilakukan dengan menggunakan marka molekuler, yaitu mithochondrial DNA (mtDNA). Penelitian ini menggunakan 35 sampel jaringan dari 35 individu penyu Hijau, yaitu 22 sampel dari Teluk Cempi dan 13 sampel dari Bima. Isolasi mtDNA menggunakan QiampTM DNA Mini Kit dari Qiagen. Segmen DNA target dihasilkan secara in vitro menggunakan teknik PCR (Polimerase Chain Reaction) dengan primer foward LTEi9 dan primer reverse H950. Pembacaan hasil urutan DNA dengan menggunakan program MEGA 4.0. Persentase kontribusi populasi dari beberapa habitat peneluran dan manajement units dihitung dengan menggunakan Mixed Stock Analysis (MSA) dengan metode BAYES.Penyu Hijau hasil tangkapan liar dari Nusa Tenggara Barat terdiri atas 11 haplotipe yaitu C1 (25,8%), C3 (20%), C4 (2,8%), C5 (5,7%), C7 (5,7%), C9 (2,8%), C14 (11,5%), D2 (8,6%), A1 (5,7%), Orphan1 (8,6%), Orphan2 (2,8%). Analisis Mixed Stock Analysis (MSA) memperlihatkan bahwa penyu hasil penelitian tersebut berasal dari beberapa habitat peneluran di wilayah Australasia seperti Northwest Cape (28,77%), Pulau Sangalaki (22,34%), dan Pulau Sipadan (8,86%)