cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Efektivitas Pemberian Gel Ekstrak Daun Binahong Terhadap Kepadatan Kolagen pada Penyembuhan Luka Insisi Mencit Diabetes Sihotang, Tanti Fitri; Jayawardhita, Anak Agung Gde; Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.289 KB)

Abstract

Tanaman obat berkembang pesat dikalangan masyarakat karena tanaman obat berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Salah satu tanaman obat yang berkembang adalah tanaman binahong (Anredera cordifolia) yang terbukti mampu mempercepat luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian ekstrak daun binahong terhadap proses penyembuhan luka insisi pada kulit mencit (Mus musculus) penderita diabetes melitus. Hewan coba yang digunakan adalah mencit berjumlah 24 ekor, berjenis kelamin jantan, dengan berat badan 30-40 gram. Luka insisi sepanjang 1-1,5 cm dibuat pada punggung mencit menggunakan scaple. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari enam ulangan. Penanganan dilakukan satu kali dalam sehari selama lima hari yaitu P1 diberi gel placebo (kontrol, tanpa ekstrak daun binahong), P2 (ekstrak daun binahong 25%), P3 (ekstrak daun binahong 30%), P4 (ekstrak daun binahong 35%). Parameter proses penyembuhan 7luka yang diamati adalah kepadatan kolagen, diamati secara mikroskopis. Terbentuknya kolagen yang semakin padat menunjukkan proses kesembuhan luka yang semakin baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong dengan konsentrasi 35% menunjukkan hasil kesembuhan yang lebih cepat pada luka insisi mencit diabetes dibandingkan dengan gel placebo (kontrol), ekstrak daun binahong konsentrasi 25% dan 30%, yang dilihat dari gambaran mikroskopis histopatologi. Kepadatan kolagen yang paling padat ditemukan pada perlakuan gel ekstrak daun binahong konsentrasi 35%. Pemberian gel ekstrak daun binahong dapat meningkatkan kepadatan kolagen dan mempercepat proses penyembuhan luka insisi mencit dengan komplikasi diabetes dimana konsentrasi 35% lebih efektif dibandingkan dengan konsentrasi 30% dan 25%.
Kualitas Semen Ayam Kampung Pada Suhu 3-5oc Pada Pengenceran Fosfat Kuning Telur Dengan Penambahan Laktosa Situmorang, Rahel; Bebas, Wayan; Trilaksana, I G. N. B.
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.822 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan laktosa pada pengenceran fosfat kuning telur terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung yang disimpan pada suhu 3-5º C. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat kelompok perlakuan yaitu: Kontrol yaitu pengencer tanpa penambahan laktosa (T1), pengencer + laktosa 0,3w/v % ( T2 ), pengencer + laktosa 0,6 w/v % ( T3 ), pengencer + laktosa 1,2 w/v % ( T4 ). Sumber semen berasal dari 2 ekor ayam kampung jantan sehat lalu dihomogenkan dan dilakukan pemeriksaan secara makroskopis dan mikroskopis. Pengenceran dilakukan dengan mencampurkan kuning telur terhadap larutan PBS dengan konsentrasi 20%. Pengenceran dilakukan dengan konsentrasi spermatozoa 150 x 106/ml pengencer. Semen yang telah diencerkan disimpan pada refrigerator dengan suhu 3-5oC. Pengamatan dilakukan setiap 12 jam terhadap motilitas progresif dan daya hidup spermatozoa sampai motilitas di bawah 40% dan daya hidup di bawah 45%, data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians, selanjutnya dilakukan pengujian statistik dengan menggunakan General Linear Model (Multivariate). Apabila terdapat perbedaan yang nyata dilakukan uji lanjutan menggunakan uji Duncan, penghitungan statistik menggunakan SPSS 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan penambahan laktosa berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung. Penambahan konsentrasi 0,6 w/v % memberikan hasil terbaik dan lama penyimpanan juga berpengaruh terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa, dimana semakin lama penyimpanan semen maka semakin rendah motilitas dan daya hidup spermatozoa.
Cemaran Escherichia Coli pada Daging Broiler dalam Showcase di Pasar-pasar Swalayan Denpasar Rusmaniarno, Septian Naria; Suarjana, I Gusti Ketut; Rudyanto, Mas Djoko
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (1) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.379 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan selama tiga jam dan enam jam di dalam suhu showcase (0 -8 ) terhadap jumlah Escherichia coli pada daging broiler. Penelitian ini menggunakan sampel daging broiler yang disimpan dalam lemari pajang (showcase) dengan suhu 0 -8  di salah satu pasar swalayan di daerah Panjer diKota Denpasar.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK).Pengamatan dilakukan tiga kali dalam sehari dengan interval waktu tiga jam setiap kali pengambilan sampel. Ulangan dilakukan sebanyak enam kali dengan interval waktu tiga hari sekali. Media yang digunakan untuk menanam Escherichia coli adalah Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Metode yang digunakan adalah metode sebar. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam dan hasil uji LSD atau BNT (Beda NyataTerkecil) menunjukkan bahwa jumlah Escherichia coli sangat nyata (P<0.01) atau nyata (P<0.05) mengalami peningkatan selama proses penyimpanan. Berdasarkan analisis regresi diperoleh persamaan garis Y = 10(3.219 + 0.031L) dengan koefisien regresi (R): 0.650. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah rata-rata cemaran Escherichia coli pada daging broiler yang disimpan dalam lemari pajang (showcase) dengan suhu 0 -8  selama nol jam, tiga jam, dan enam jam jauh melebihi standar yang sudah ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) 01-7388-2009 tahun 2009. Escherichia coli pada permukaan daging broiler yang disimpan dalam lemari pajang (showcase) mengalami peningkatan
KONTAMINASI BAKTERI Escherichia coli PADA DAGING SE’I SAPI YANG DIPASARKAN DI KOTA KUPANG ABADI BONTONG, REZKI; SUADA, I KETUT; MAHATMI, HAPSARI
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (5) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.921 KB)

Abstract

Penelitian untuk mengetahui kontaminasi bakteri Escherichia coli pada daging se’i sapi yang dipasarkan di kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diambil dari lima tempat pembuatan daging se’i sapi secara tradisional yang tersebar di kelurahan Naikoten, Bello, Cikumana, dan telah dilakukan pada bulan April di Laboratorium Mikrobiologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Daging se’i sapi merupakan daging asap khas Kupang yang diasapi menggunakan kayu kosambi (Schleichera oleasa, Merr). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Most Probable Number (MPN). Pertama-tama dilakukan uji penduga Coliform dengan menggunakan kombinasi tabung seri sembilan dengan media Briliant Green Lactosa Bile (BGLB). Hasil uji penduga Coliform yang positif, selanjutnya dilakukan uji penegasan Escherichia coli pada media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Hasil uji penegasan Escherichia coli yang positif kemudian dicocokkan dengan uji penduga Coliform yang positif, selanjutnya dicocokan dengan tabel MPN seri 9. Untuk mendapatkan nilai MPN Escherichia coli yaitu; nilai MPN x 1 /pengenceran tabung yang ditengah. Hasil penelitian kontaminasi bakteri Escherichia coli pada lima produsen daging se’i sapi yang dipasarkan di Kota Kupang yaitu: Aldia 1100 MPN/gram, Naikoten (1) 28 MPN/gram, Naikoten (2) 28 MPN/gram, Naikoten (3) 6,2 MPN/gram, dan Tradisional Timor > 2400 MPN/gram. Jumlah kontaminasi bakteri Escherichia coli pada kelima produsen telah melampaui batas maksimun kontaminasi bakteri Escherichia coli yang diperbolehkan SNI pada daging asap yaitu < 3 MPN/gram.
Operasi Perbaikan Hernia Umbilicalis pada Anak Babi Landrace dengan Anestesi Kombinasi Xylazine dan Ketamine Putra, I Putu Cahyadi; Gorda, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (1) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.801 KB)

Abstract

Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan penanganan kasus hernia umbilicalis pada anak babi landrace dengan menggunakan anestesi kombinasi xylazine dan ketamine. Seekor anak babi ras landrace betina berumur 1,5 bulan dengan bobot badan 9 kg menderita hernia umbilicalis berdiameter 7 cm. Telah dilakukan operasi perbaikan hernia dengan metode memotong kantong hernia, mengembalikan isi hernia, debridement dan menutup cincin hernia. Anestesi yang digunakan adalah kombinasi xylazine (0,5–3 mg/kg) dan ketamine (10–20 mg/kg) diinjeksikan secara intramuskular. Selama operasi berlangsung dilakukan pemeriksaan fisik yaitu denyut jantung, pulsus, respirasi, capillary refill time (CRT) dan suhu rektal. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan pada menit ke-50 merupakan titik terendah turunnya denyut jantung (52 ×/menit), respirasi (40 ×/menit) dan suhu rectal (37,6oC). Hasil penghitungan pulsus selama operasi terpantau sangat berfluktuasi tiap 10 menitnya, pulsus terendah (48 ×/menit) terhitung pada menit ke-30. CRT terhitung dari awal hingga akhir operasi adalah 1–2 detik. Pasca operasi, hewan diberikan terapi amoxicillin (15-20 mg/kg IM/SC q48h) dan Novaldon® (methampyrone 250 mg, pyromidone 50 mg dan lidocaine 15 mg). Hasil operasi menunjukkan hewan mengalami kesembuhan pada hari ke sembilan.
Laporan Kasus: Spondylosis Lumbosacral pada Anjing Dachshund Purnama, Komang Andika; Putriningsih, Putu Ayu Sisyawati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (3) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.242 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.3.202

Abstract

Seekor anjing ras Dachshund berumur 12 tahun dengan berat badan 9 kg menunjukkan tanda klinis paraparesis, refleks fleksor kaki belakang dan refleks patella berkurang, hilangnya rasa sakit pada kulit di daerah pinggul, terdapat lesi erosi pada daerah inguinal, dan distensi kantong kemih. Pemeriksaan darah rutin menunjukkan terjadinya leukositosis. Pemeriksaan radiologi menunjukkan terdapat perkembangan osteofit pada daerah ventral epifisis os lumbal VI hingga os sakrum, distensi kantong kemih dan konstipasi. Anjing ini didiagnosis spondylosis lumbosacral dan bacterial dermatitis. Terapi yang diberikan adalah pemberian meloxicam tablet selama dua minggu, vitamin B1 tablet dan amoxicillin sirup selama tujuh hari. Setelah dua minggu terapi menunjukkan hasil yang baik, namun anjing tiba-tiba mati.
Laporan Kasus: Penanganan Enteritis pada Kambing Peranakan Ettawa Akibat Nematodiasis dan Koksidiosis Fangidae, Petra Yudha; Nururrozi, Alfarisa; Yanuartono, Yanuartono; Indarjulianto, Soedarmanto
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1444.818 KB)

Abstract

Nematodiasis dan koksidiosis merupakan penyakit pada kambing yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi peternak. Seekor kambing Peranakan Ettawa (PE) betina berumur 1 tahun dan berat badan 35 kg, dianamnesis mengalami diare, lemas, dan nafsu makan menurun. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan rambut yang kasar, konjungtiva dan gingiva hiperemis, limfaglandula mandibularis dekster bengkak, pada hidung terdapat leleran mukopurulen, peristaltik usus meningkat, dan konsistensi feses yang lembek. Hasil pemeriksaan sampel feses ditemukan adanya ookista Eimeria spp., larva nematoda jenis strongyle dan telur cacing strongyle. Pemeriksaan hematologi didapatkan polisitemia, anemia mikrositik-hipokromik, leukositosis dengan disertai neutrofilia dan eosinofilia. Berdasarkan anamnesis, gejala klinis, pemeriksaan fisik dan laboratorium maka kambing didiagnosis mengalami enteritis akibat nematodiasis dan koksidiosis dengan prognosis fausta. Pengobatan yang diberikan adalah Albendazole 8,5 mg/kg BB (PO), Oxytetracycline 17 mg/kg BB (IM), Diphenhydramine HCL 1 mg/kg BB (IM), dan injeksi multivitamin 3 mL (IM). Tujuh hari setelah pengobatan telah ada perbaikan klinis berupa keadaan kambing yang sudah aktif, tidak diare, feses yang mulai padat, jumlah larva nematoda dalam feses sudah berkurang.
Efektivitas Penambahan berbagai Konsentrasi Glutathion terhadap Daya Hidup dan Motilitas Spermatozoa Sapi Bali Post Thawing Syarifuddin, Annisya; DEWI INDIRA LAKSMI, DESAK NYOMAN; BEBAs, I WAYAN
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.337 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Efektivitas Penambahan Berbagai Konsentrasi Glutathion terhadap Daya Hidup dan Motilitas Spermatozoa Sapi Bali Post Thawing”.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kelompok perlakuan : Kontrol semen yang diencerkan dengan andromed tanpa penambahan glutathion, G1 semen yang diencerkan dengan andromed ditambahkan konsentrasi 0,5 mM glutathion, G2 konsentrasi 1,0 mM glutathion, dan G3 konsentrasi 1,5 mM glutathion. Masing-masing perlakuan diulang 6 kali, sehingga sampel yang digunakan sebanyak 24 sampel.Hasil penelitian untuk rata-rata daya hidup secara berturut-turut adalah : 55,00 ± 6,33, 57,50 ± 4,18, 65,00 ± 4,47 dan 55,83 ± 5,85. Untuk motilitas progresif secara berturut-turut adalah : 53,33 ± 4,08, 56,67 ± 4,08, 63,33 ± 4,08 dan 54,17 ± 3,76.Indonesia Medicus Veterinus 2012 1(2) : 173 - 185Dengan analisis uji sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan glutathion menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap daya hidup dan motilitas. Uji lanjutan kemudian dilakukan dengan uji wilayah Duncan dan diperoleh rata-rata persentase daya hidup spermatozoa pada perlakuan Kontrol nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G1, G2, dan G3. Rata-rata persentase daya hidup spermatozoa pada perlakuan G1 nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G2. Rata-rata persentase daya hidup spermatozoa pada perlakuan G2 nyata lebih banyak (P<0,05) dibandingkan perlakuan Kontrol, G1, dan G3. Rata-rata persentase daya hidup spermatozoa pada perlakuan G3 nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G1 dan G2.Pada motilitas spermatozoa perlakuan Kontrol nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G1, G2, dan G3. Rata-rata persentase motilitas spermatozoa pada perlakuan G1 nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G2. Rata-rata persentase motilitas spermatozoa pada perlakuan G2 nyata lebih banyak (P<0,05) dibandingkan perlakuan Kontrol, G1, dan G3. Rata-rata persentase motilitas spermatozoa pada perlakuan G3 nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G2 dan G3.
Penerapan Animal Welfare pada Proses Pemotongan Sapi Bali di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran, Denpasar Bali Wenno, Christine Regina Fenita; Swacita, Ida Bagus Ngurah; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (3) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.274 KB)

Abstract

Rumah Pemotongan Hewan (RPH) memegang peranan penting dalam mata rantai pengadaan daging. Beberapa tahapan proses penyembelihan di RPH seringkali diabaikan atau tidak memperhatikan kaidah-kaidah animal welfare sehingga nantinya berpengaruh terhadap kualitas daging yang dihasilkannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan animal welfare di RPH Pesanggaran khususnya pada pemotongan sapi bali. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 46 ekor sapi bali yang diamati mulai dari hewan diturunkan dari truk sampai ke kandang penampungan dan 100 ekor sapi yang diamati pada proses penyembelihan. Data hasil pengamatan diperoleh dari hasil inspeksi terhadap tahapan mulai dari sapi diturunkan dari truk sampai dengan disembelih yang selanjutnya dicatat dalam lembaran kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 73,19% proses penurunan hewan dari truk sampai penggiringan telah memenuhi persyaratan animal welfare. Sementara proses persiapan penyembelihan sampai penilaian kematian hewan (pemisahan kepala dan kaki hewan) ditemukan memenuhi persyaratan animal welfare sebesar 52,93%. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar prinsip-prinsip animal welfare telah di laksanakan oleh pihak RPH Pesanggaran, sekalipun masih diperlukannya perbaikan terhadap beberapa proses.
Perubahan Histopatologi Saluran Pernapasan Bagian Atas Mencit (Mus musculus) Akibat Paparan Asap Obat Nyamuk Bakar Pinem, Nuh Lasjuardi; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (4) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.718 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi saluran pernapasan bagianatas mencit (Mus musculus) akibat paparan asap obat nyamuk bakar. Penelitian ini terdiri atas duaperlakuan yaitu kelompok kontrol dan kelompok yang dipapar dengan asap obat nyamuk bakarselama + 10 jam. Nekropsi untuk pengambilan sampel organ dilakukan pada minggu ke-2, -4 dan -6pasca perlakuan. Sampel organ yang diambil berupa larynx, trakea, bronchus ekstrapulmonal diproseslebih lanjut untuk proses pembuatan histopatologi. Analisis berupa perubahan degenerasi, nekrosis,metaplasia pada epitel dan penebalan pada mukosa, dilakukan dengan pengamatan histopatologijaringan di bawah mikroskop pada pembesaran 400x dan 1000x dengan empat lapang pandang. Datahasil penelitian ditabulasi, diskoring dan dianalisis dengan menggunakan uji non parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaaan nyata (P<0,01) antara skordegenerasi, nekrosis, metaplasia dan penebalan pada mukosa larynx antara kelompok perlakuandengan kelompok kontrol. Sedangkan pada trakea dan bronchus ekstrapulmonal hanya terdapatperbedaan sangat nyata (P<0,01) pada skor degenerasi dan nekrosis antara kelompok perlakuandengan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa paparan asap obat nyamuk bakar dapatmenimbulkan kerusakan histologi degenerasi, nekrosis, metaplasia dan penebalan pada saluranpernapasan bagian atas.