cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Perasan Daun Mengkudu (Morinda Citrifolia) Menghambat Pertumbuhan Bakteri Escherichia Coli Secara In Vitro KAMESWARI, MADE SUMITHA; MAHATMI, HAPSARI; KERTA BESUNG, I NENGAH
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (3) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.355 KB)

Abstract

Daun mengkudu (Morinda citrifolia) mengandung senyawa kimia seperti : antrakuinon, alkaloid, saponin, flavanoid, dan terpenoid yang berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daun mengkudu (M. citrifolia) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherihia coli (E. coli) secara in vitro. Penelitian ini menggunakan isolat bakteri E. coli ATCC 25922 yang diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. Kemampuan perasan daun mengkudu untuk menghambat pertumbuhan bakteri E. coli ATCC 25922 diuji dengan uji hambatan metode Kirby-Bauer yang dimodifikasi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan lima perlakuan, satu kontrol positif dan empat kali ulangan. Hasil perasan daun mengkudu berasal dari 300 gram daun mengkudu yang dihaluskan kemudian diperas. Konsentrasi perasan daun mengkudu yang digunakan adalah 0%, 25%, 50%, 75%, 100% dan kontrol positif oxitetrasiklin. Semua data dianalisis secara statistik dengan SPSS 13 (Sampurna, 2008). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasan daun mengkudu secara signifikan mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli (P<0,01). Rataan zona hambat yang terbentuk pada konsentrasi 0%, 25%, 50%, 75%, 100% secara berurutan adalah 0,00 mm 7,3 mm, 8,5 mm, 10,4 mm, 12,5 mm dan secara statistik sangat berbeda nyata. Ada kecenderungan semakin tinggi konsentrasi perasan daun mengkudu maka zona hambat yang terbentuk semakin besar dengan uji regresi yang di dapat Y = 0.091 + 0.411K - 0.006K2 + 0.00003320K3 dan r = 0,995.
Kualitas Daging Babi Ditinjau Dari Uji Obyektif Dan Pemeriksaan Larva Cacing Trichinella Spp Naibaho, Agustina A; Swacita, Ida Bagus Ngurah; Made Oka, Ida Bagus
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (1) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.941 KB)

Abstract

Daging merupakan pangan yang berkualitas, yang tiap tahun kebutuhannya semakin meningkat. Kebutuhan daging yang tiap tahunnya meningkat mengakibatkan pergeseran keinginan konsumen, dimana tidak hanya melihat kuantitas tetapi mulai bergeser pada kualitas daging (Arka, 1988). Daging memiliki nilai gizi baik dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging babi yang dipotong di RPH Pesanggaran ditinjau dari uji obyektif (pH, daya ikat air, dan kadar air) dan juga untuk mengisolasi adanya larva Trichinella spp. menggunakan metode kompresorium. Sampel penelitian ini diambil dari daging babi yang dipotong di RPH Pesanggaran sebanyak 30 sampel yang diambil setiap tiga hari sekali. Sampel untuk pengujian adanya larva Trichinella spp. diambil dari bagian diafragma sedangkan sampel untuk pengujian kualitas diambil dari bagian pahanya. Selanjutnya dibawa ke LAB Kesmavet FKH Unud untuk dilakukan uji kualitas daging dari segi uji obyektif (pH, daya ikat air, dan kadar air). Hasil penelitian menunjukan 95 % kualitas daging babi yang dipotong di RPH Pesanggaran baik (sehat). Hasil penelitian dengan metode kompresorium tidak ditemukan adanya larva Trichinella spp. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daging babi yang dipotong di RPH Pesanggaran berkualitas baik sehingga layak untuk dikonsumsi serta aman dari infeksi parasit yang bersifat zoonosis.
VERMISIDAL DAN OVISIDAL GETAH BIDURI (Calotropis Spp.) TERHADAP FASCIOLA GIGANTICA SECARA IN VITRO Satriadistfa Septiadi, Muhammad Gustav; Dwinata, I Made; Oka, Ida Bagus Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (1) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.643 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek vermisidal dan ovisidal getah biduri (Calotropis spp.) serta perbedaan pengaruh konsentrasi terhadap cacing dan telur cacing Fasciola gigantica. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah telur dan cacing Fasciola gigantica yang diambil di Rumah Potong Hewan Pesanggaran. Getah biduri diambil dari tanaman biduri yang berada di pantai sanur, Denpasar Bali. Konsentrasi getah biduri dibuat menggunakan getah segar yang ditambahkan dengan cairan empedu untuk vermisidal dan aquades untuk ovisidal. Konsentrasi yang digunakan yaitu 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10 %. Pengujian dilakukan secara in vitro dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Pengamatan vermisidal dilakukan setiap jam, sedangkan ovisidal pada hari ke-21 dan ke-28. Hasil dari penelitian ini didapatkan getah biduri memiliki aktivitas vermisidal dan ovisidal terhadap cacing dan telur cacing Fasciola gigantica. Konsentrasi getah biduri (2.5%, 5%, 7.5%, dan 10%) tidak memiliki pengaruh vermisidal yang berbeda terhadap Fasciola gigantica. Efek ovisidal pada hari ke-21 dan 28 menunjukkan adanya pengaruh yang nyata (P<0.05) terhadap daya hambat tetas telur cacing Fasciola gigantica. Berdasarkan hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa vermisidal getah biduri terhadap cacing Fasciola gigantica tidak memiliki efek yang berbeda pada tiap konsentrasi yang digunakan, sedangkan pada uji ovisidal didapatkan hasil yang berbeda pada setiap konsentrasi yang digunakan.
Laporan Kasus: Urolithiasis Pada Anjing Mix Rottweiller Men, Yulia Vista; Arjentina, I Putu Gede Yudhi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (3) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.867 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.3.211

Abstract

Hewan kasus adalah seekor anjing bernama Rott ras Mix Rottweiler, berjenis kelamin jantan, dan berumur 1,5 tahun. Hewan kasus menunjukkan gejala klinis kencing berdarah, terjadi peningkatan frekuensi urinasi, volume urinnya sedikit disertai kesakitan saat urinasi. Hematologi rutin menunjukkan leukositosis dan eosinofilia. Urin berwarna kuning transparan, tidak berbuih, dan berbau pesing amis. Pemeriksaan kimia urin menunjukkan pH 6,5, leukosit (-), protein (10), urobilinogen (-), eritrosit (++), keton (5), berat jenis 1,015. Pada pemeriksaan sedimen urin ditemukan adanya kalkuli yaitu urate urolith Selain itu, pemeriksaan ultrasonografi (USG) menunjukkan bahwa terdapat partikel-partikel benda asing yang diduga kalkuli pada vesika urinaria Berdasarkan serangkaian pemeriksaan yang telah dilakukan, hewan didiagnosis menderita urolithiasis. Terapi yang diberikan amoxicillin (Betamox LA) 1,5 mL dengan dosis 11mg/kg BB dan sedian 100 mg/mL, ibuprofen sirup 5 mL per 12 jam yang diberikan secara oral dengan dosis 15 mg/kg BB dan sedian 100 mg/mL selama 5 hari, ciprofloxacin tab 500 mg dengan dosis 15 mg/kg BB dua kali sehari selama5 hari, dan Nefrolit sebanyak dua kapsul diberikan satu kali sehari. Anjing kasus sembuh dan mulai aktif kembali kurang lebih dua minggu pasca terapi.
Profil Sel Darah Merah Anjing Penderita Venereal Sarcoma yang Dikemoterapi dengan Vincristine Sulfate Takariyanti, Dzikri Nurma'rifah; Jayawardhita, Anak Agung Gde; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1445.042 KB)

Abstract

Transmissible venereal tumour (TVT) merupakan salah satu penyakit penting yang menyerang anjing muda produktif dan dapat dengan mudah ditularkan aktif secara seksual karena sifat penularannya dan insidensinya berkembang pesat di daerah subtropis maupun tropis termasuk Indonesia. Kemoterapi menggunakan vincristine sulfate menjadi alternatif pengobatan yang paling sering digunakan dan terbukti efektif sebagai agen kemoterapi tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil sel darah merah (total eritrosit, hemoglobin dan Packed Cell Volume) anjing penderita TVT sebelum dan sesudah kemoterapi dengan vincristine sulfate. Penelitian ini menggunakan lima sampel darah anjing penderita TVT sebelum dan setelah sembuh dikemoterapi menggunakan vincristine sulfate dengan dosis 0,025mg/KgBB dan interval pemberian tujuh hari dalam dua injeksi (n=3), empat injeksi (n=1) dan 6 injeksi (n=1). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan paired sample T-test. Hasil menunjukan bahwa pemberian kemoterapi menggunakan vincristine sulfate tidak berbeda nyata (P> 0,05) pada profil sel darah merah (total eritrosit, hemoglobin, dan PCV). Kesimpulannya vincristine sulfate adalah obat yang aman digunakan untuk kemoterapi anjing penderita TVT.
Deteksi Bakteri Salmonella spp Dan Pengujian Kualitas Telur Ayam Buras NUGRAHA, ADITYA; SWACITA, IDA BAGUS NGURAH; TONO P.G, KETUT
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (3) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.638 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the contaminan of bacterium of Salmonella spp. and the quality of local chicken eggs wich sold at Kuta I, Kuta II, Jimbaran, and Kedonganan traditional market. Sample of this research were taken from 120 local chicken eggs from four randomized traditional market. After ward each and every sample were inoculated at Tetrathionate Broth media, then streaked at Salmonella Shigella Agar (SSA) media. If a colony on SSA media appeared to be convex, transparant, with or without black spot at central shares, after that will be continued with Gram stain and biochemistry test covering cultivation at media of TSIA, IMViC. The result, from 120 sample of local chicken eggs which is sold in Kuta I, Kuta II, Jimbaran, and Kedonganan traditional market indicated that were no containing Salmonella spp. and the quality of local chicken eggs wich sold at Kuta I, Kuta II, Jimbaran, and Kedonganan traditional market significantly different (P <0.05) evaluated from the albumin Index , but not significantly different (P> 0.05) when viewed from the York index.
Studi Histopatologi Pankreas Tikus Putih (Rattus Novergicus) yang Diberi Deksametason dan Suplementasi Vitamin E Dharma, I Gusti Bagus Sathya; Berata, I Ketut; Suri, Sam
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (3) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.864 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian vitamin E terhadap pankreas tikus putih yang diberi deksametason. Sebanyak 25 ekor tikus putih jantan berumur 2-3 bulan dengan bobot 100-200 gram dibagi menjadi lima kelompok perlakuan. Kelompok P0 adalah tikus yang diberi pakan dan minum secara ad libitum. Kelompok P1  adalah tikus yang diberi deksametason 0,13mg/kgBB/hari. Kelompok P2 adalah tikus yang diberikan deksametason 0,13 mg/kg BB/hari secara subkutan dan vitamin E 100 mg/kg BB/ hari per oral. Kelompok P3 diberikan deksametason 0,13 mg/kg BB/hari dan vitamin E 150 mg/kg BB/hari. Kelompok P4 diberikan deksametason 0,13 mg/kg BB/hari dan vitamin E 200 mg/kg BB/hari. Pada hari ke 14, tikus dikorbankan nyawama dan pankreas diambil. Preparat histopatologi dibuat sesuai prosedur baku dengan pewarnaan hematoksilin-eosin. Variabel yang diperiksa dalam penelitian ini adalah nekrosis sel eksokrin dan endokrin pankreas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Data dianalisis secara statistik nonparametrik dengan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil pengamatan histopatologi menunjukkan adanya nekrosis pada sel eksokrin dan endokrin pankreas, dimana tertinggi pada kelompok P1 dan terendah adalah kelompok P4. Simpulan dari penilitan ini adalah pemberian vitamin E dosis 200 mg/kg berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap perbaikan jaringan pankreas tikus putih yang diberikan deksametason 0,13 mg/kg.
Prevalensi Cacing Nematoda Saluran Pencernaan pada Kambing Peranakan Ettawa di Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur Mukti, Taufik; Oka, Ida Bagus Made; Dwinata, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (4) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi cacing nematoda saluran pencernaanpada kambing Peranakan Ettawa di Kecamatan Siliragung Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.Sampel feses diambil dari 160 ekor kambing Peranakan Ettawa yang dipilih secara purposivesampling pada setiap desa di Kecamatan Siliragung Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Fesesdiperiksa dengan uji apung untuk mendeteksi keberadaan telur cacing nematoda saluran pencernaanberdasarkan morfologinya. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 160 sampel feses kambingPeranakan Ettawa ditemukan sebanyak 83 sampel (51,9%) positif telur cacing nematoda saluranpencernaan tipe Strongyl. Berdasarkan umur, prevalensi pada kambing muda (umur di bawah 12bulan) dan kambing dewasa (umur 12 bulan ke atas) masing-masing adalah 37,5% dan 66,3%.
Efek Trias Anestesi Ekstrak Daun Kecubung (Dhatura metel L.) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Sholichah, Sholichah; Sudisma, I Gusti Ngurah; Wardhita, Anak Agung Gde Jaya
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (5) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.259 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek Trias anestesi ekstrak daun kecubung (Dhatura metel) pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan dengan menggunakan penelitian eksperimental. Sampel penelitian dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dosis ekstrak daun kecubung yakni 0 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, 150 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, 250 mg/kgBB. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang dilanjutkan dengan metode Anova. Hasil penelitian memperlihatkan dari semua perlakuan menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05). Dosis 0 mg/kg BB tidak menunjukkan respon 100 mg/kg BB menunjukkan respon analgesia rata-rata durasi 22 menit, sedasi rata-rata 22 menit, 150 mg/kg BB respon analgesia rata-rata 57 menit, sedasi rata-rata 56 menit, 200 mg/kg BB respon analgesia rata-rata 56 menit, sedasi rata-rata 53 menit, dan 250 mg/kg BB respon analgesia rata-rata 72 menit, sedasi rata-rata 73 menit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kecubung dapat memberikan efek analgesia dan sedasi pada tikus putih (Rattus norvegicus).
Gambaran Histopatologi Penyakit Distemper pada Anjing Umur 2 sampai 12 Bulan Sitepu, Yesi Veronica; Kardena, I Made; Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (5) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.148 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perubahan histopatologi pada anjing penderita Canine Distemper Virus (CDV) dikaitkan dengan umur. Sampel organ dari anjing (otak, paru-paru, hati, dan ginjal) yang terinfeksi CDV diambil dari kasus CDV pada periode 2005 – 2011 di Laboratorium Patologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Lesi histopatologi di masing-masing organ yang diperiksa kemudian dikaitkan dengan faktor umur anjing penderita distemper. Jaringan dari masing-masing organ diproses untuk menjadi preparat histopatologi dilakukan dengan pewarnaan hematoksilin eosin (HE). Sampel – sampel tersebut dikelompokkan berdasarkan umur. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan antara perubahan histopatologi organ anjing terinfeksi CDV dengan umur anjing saat anjing tersebut terinfeksi. Anjing penderita distemper yang berumur muda lesi histopatologinya lebih parah dari pada anjing dewasa, baik dari tingkat lesi degenerasi, kongesti, perdarahan, peradangan maupun nekrosis.