cover
Contact Name
Mei Sulistyoningsih
Contact Email
jitek@upgris.ac.id
Phone
+6282137428349
Journal Mail Official
jitek@upgris.ac.id
Editorial Address
Jl. Sidodadi Timur Nomor 24 – Dr. Cipto Semarang - Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JITEK (Jurnal Ilmiah Teknosains)
ISSN : 24609986     EISSN : 24769436     DOI : https://doi.org/10.26877/jitek
JITek: Jurnal Ilmiah Teknosains 2476-9436 (media online) & 2460-9986 (media cetak) published scientific papers on the results of applied and natural science research covering the fields of science including engineering (civil, chemistry, architecture, electrical, mechanical, enviromental), food technology, agriculture, physics, biology, mathematics, chemistry and technical information. The manuscript must be original research, written in Bahasa Indonesia or English, and not be simultaneously submitted to another journal or conference. Manuscripts will be reviewed by an expert editor and managing editor. The journal has been indexed in Google Scholar, Dimensions and Crossref.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1/ Mei (2017): JiTek" : 13 Documents clear
INSOURCING VERSUS OUTSOURCING: MOTIVASI, RISIKO DAN MITIGASI RISIKO (KASUS: SISTEM INFORMASI AKADEMIK DI SEBUAH PERGURUAN TINGGI SWASTA “PLS”) Ike Yunia Pasa
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 1/ Mei (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.098 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i1/ Mei.1391

Abstract

Penelitian-penelitian terkait model pengadaan (outsourcing dan insourcing) banyak ditemukan di negara-negara maju dan sangat sedikit penelitian yang dilakukan di negara berkembang. Penelitian model pengadaan (outsourcing dan insourcing) ini dilakukan di negara berkembang yaitu indonesia dengan melihat berbagai motivasi, risiko dan mitigasi risiko yang menjadi pertimbangan pihak manajemen strategis dalam memutuskan menggunakan outsourcing maupun insourcing dalam pengembangan sistem informasi akademik (SIA) pada perguruan tinggi swasta “PLS”. Analisis data Model Miles&Huberman (1994) yang digunakan pada penelitian ini menghasilkan adanya dua temuan baru motivasi outsourcing berupa dukungan internal dan garansi sistem, satu temuan baru motivasi insourcing berupa trauma outsourcing, tiga temuan baru risiko outsourcing berupa penolakan orang dalam, lamanya waktu perbaikan sistem dan hak akses terbatas, tiga temuan baru risiko insourcing berupa perbedaan format script program, permasalahan biaya dan perlu fasilitas penunjang, tiga temuan baru mitigasi risiko outsourcing berupa dukungan ahli TI internal, pembentukan tim insourcing dan pembuatan sistem baru dan empat temuan baru mitigasi risiko insourcing berupa pembagian permodul, konversi sistem, mengikuti pedoman penjaminan mutu dan pelaporan secara berkala. Temuan mitigasi risiko insourcing akan sangat menarik bagi komunitas peneliti mitigasi risiko insourcing sistem informasi dikarenakan penelitian-penelitian yang secara spesifik langsung membahas mitigasi risiko insourcing masih sangat jarang ditemukan. 
PENGARUH BLANCHING NATRIUM METABISULFIT (Na2 S2 O5 ) TERHADAP SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK MANISAN KERING BUAH SEMU JAMBU METE (ANACARDIUM OCCIDENTALE L) Novian Wely Asmoro
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 1/ Mei (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.399 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i1/ Mei.1386

Abstract

Buah semu jambu mete merupakan salah satu hasil samping dari pengolahan  kacang  mete. Tujuan penelitian ini adalah untukmempelajari pengaruh konsentrasi Na-Metabisulfit (Na2S2O5) dan lama waktu blanching pada proses pembuatan manisan kering buah jambu mete terhadap sifat fisik dan organoleptik. Metode penelitian diawali dengan proses blanching Na2S2O5, perendaman dengan larutan gula, dan pengeringan. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan dua faktor perlakuan dan dua ulangan. Lama waktu (T) dengan 3 taraf perlakuan, yaitu: T1= 5 menit, T2= 10 menit, T3= 15 menit dan Konsentrasi Na2S2O5 (K) dengan 4 taraf perlakuan yaitu K1= 0% (kontrol), K2= 0,05%, K3=0,1% dan K4= 0,15%. Masing-masing perlakuan diulang dua kali. Sehingga diperoleh unit percobaan  3x4x2 = 24 unit percobaan. Analisis produk meliputi pengukuran kadar air, tekstur dan uji organoleptik terhadap (aroma, rasa, warna, tekstur, dan keseluruhan). Hasil analisis Kadar air pada produk manisan rata-rata sebesar 11%. Semakin lama waktu blanching menyebabkan nilai tekstur manisan kering jambu mete semakin keras. Semakin tinggi konsentrasi Na-Metabisulfit yang ditambahkan pada blanching menyebabkan nilai tekstur semakin lunak. Perlakuan blanching selama 10 dan 15 menit menggunakan larutan Na-Metabisulfit 0,05% memiliki penerimaan organoleptik secara keseluruhan (overall) dengan skor tertinggi sebesar 3,6 artinya produk tersebut lebih disukai panelis.
STRUCTURAL EQUATION MODELING SEBAGAI MATERI UNTUK PENGEMBANGAN MODUL MATA KULIAH KOMPUTASI STATISTIK Dewi Wulandari; Yanuar Hery Murtianto
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 1/ Mei (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.755 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i1/ Mei.1392

Abstract

Dalam SEM (Structural Equation Modeling) terdapat salah satu teknik analisis yaitu analisis faktor konfirmatori atau CFA (Confirmatory Factor Analysis). Analisis ini digunakan untuk menganalisis variabel-variabel terobservasi yang akan dikumpulkan ke dalam faktor-faktor yang saling independen satu sama lain. Sehingga analisis ini sering digunakan untuk mengonfirmasi apakah data yang dihasilkan dari kuesioner cukup mewakili untuk menjawab pertanyaan peneliti. Misalnya beberapa pertanyaan dalam kuesioner apakah cukup menggambarkan kemarahan seseorang, kepedulian seseorang dll. Data yang dihasilkan dari jawaban responden atas pertanyaan dalam kuesioner disebut variabel terobservasi, sedangkan kemarahan, kepedulian dll disebut sebagai faktor atau variabel laten. Dalam penelitian  ini dilakukan studi kasus yang diambil dari data simulasi. Data simulasi ini berupa 6 pertanyaan kuesioner di mana pertanyaan 1-3 merupakan faktor-faktor yang akan digunakan untuk mengukur variabel laten 1, pertanyaan 4-6 merupakan faktor-faktor yang akan digunakan untuk mengukur variabel laten 2 dan pertanyaan 7-9 merupakan faktor-faktor yang akan digunakan untuk mengukur variable laten 3. Dari hasil output LISREL faktor tidak dapat mewakili variabel laten karena nilai chi-square output lebih besar dibandingkan chi-square tabel dengan derajat bebas 24 dan alpha 0.05.
FORTIFIKASI TEPUNG TULANG IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) SEBAGAI SUMBER KALSIUM DAN FOSFOR SERTA MUTU COOKIES Haqqy Sahri Syadeto; Sumardianto Sumardianto; Lukita Purnamayati
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 1/ Mei (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.678 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i1/ Mei.1387

Abstract

Cookies merupakan produk olahan yang digemari masyarakat, hanya saja kurang ada perhatian mengenai kandungan gizinyaterutama kalsium dan fosfor. Tulang ikan Nila  (Oreochromis niloticus) diketahui banyak mengandung kalsium dan fosfor.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi dan konsentrasi terbaik terhadap kandungan kalsium danfosfor pada cookies. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah experimental laboratories dengan 5 perlakuan yaitutanpa fortifikasi tepung tulang ikan Nila, fortifikasi tepung tulang ikan Nila 2%, 4%, 6% dan 8%. Hasil penelitian pendahuluanmenunjukkan pembuatan tepung tulang ikan Nila konsentrasi perendaman NaOH 6% menghasilkan nilai terbaikdengan kandungan kalsium dan fosfor  yang tinggi dan memenuhi persyaratan nilai perbandingan penyerapan pada tubuhyaitu 2 : 1 dengan nilai 6,26% : 3,74%. Fortifikasi tepung tulang ikan Nila yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata(p<0,05) terhadap mutu serta kandungan kalsium fosfornya. Perlakuan dengan fortifikasi 8% menghasilkan nilai hardnesstertinggi yaitu 20,76 N; kadar kalsium 7,50%; kadar fosfor 4,87%; kadar protein 17,38% dan kadar air terendah yaitu 1,95%. Semakin banyak tepung tulang yang difortifikasikan, semakin tinggi kadar kalsium, fosfor dan proteinnya.
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS BANGUNAN PADA PERUMAHAN TINGKAT MENENGAH (STUDI KASUS PERUMAHAN BELLA VISTA SEMARANG) Agung Kristiawan
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 1/ Mei (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.487 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i1/ Mei.1393

Abstract

Perumahan Bella Vista merupakan salah satu perumahan yang ada di Kota Semarang.  Untuk mendapatkan kepuasan konsumen, pengembang perumahan Bella Vista harus mampu memenuhi kebutuhan penghuni. Pengukuran tingkat kepuasan penghuni perumahan Bella Vista perlu dilakukan agar dapat diketahui bagaimana tingkat kepuasan penghuni. Serta menjadi strategi yang harus dilakukan pengembang dalam meningkatkan kepuasan penghuni. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan penghuni perumahan Bella Vista dan mengidentifikasi atribut yang harus mendapat prioritas perbaikan untuk meningkatkan kepuasan penghuni perumahan Bella Vista. Metode yang digunakan adalah importance-performance analysis (IPA). Secara umum pelanggan atau penghuni perumahan Bella Vista Semarang sudah cukup puas dengan kondisi dan kualitas pelayanan saat ini. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya nilai kinerja, yaitu: aspek penampilan fisik (tangible) 74 % responden menilai baik, aspek kehandalan (reliability) 67 % responden menilai cukup baik, aspek tanggapan (responsiveness) 61 % responden menilai baik, aspek kepastian (assurance) 92 % responden menilai baik, aspek empati (emphaty) 81 % responden menilai baik. Tingkat kepuasan konsumen perumahan terhadap kualitas pelayanan perumahan Bella Vista Semarang dalam dimensi penampilan fisik sebesar 3,88 %, menunjukkan konsumen merasa puas dengan tingkat kinerja developer. Sedangkan 8,3 %  tingkat kepuasan pelanggan berada pada kuadran A yang artinya bahwa pihak pengembang belum memberikan kinerja pelayanan yang diharapkan padahal sangat penting menurut pelanggan sehingga harus menjadi titik fokus dalam meningkatkan kinerja dimasa mendatang.
PEMANFAATAN RESIDU BREM SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI PEMBUATAN "ARENIA STICKY RICE" Afriyanti Afriyanti
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 1/ Mei (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.245 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i1/ Mei.1388

Abstract

Industri pengolahan brem padat akan menghasilkan limbah berupa ampas tape ketan yang sudah diambil cairannya.  Residubrem yang dihasilkan sekitar 70% dari bahan baku dan belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu pemanfaatan residubrem ini yaitu sebagai bahan substitusi tepung ketan dalam pembuatan dodol (Arenia Sticky Rice). Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui proporsi penambahan tepung residu brem dan gula aren terhadap kualitas dodol residu brem. Penelitianini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor perlakuan, yaitu kombinasi tepung ketan : tepung ampasbrem (A) dengan tiga taraf perlakuan, yaitu : A1= 150:50; A2= 100:100; A3= 50:150 dan persentase penambahan gula aren(B) dengan 3 taraf perlakuan yaitu B1 = 75%;  B2 = 100%; B3= 125%.  Masing-masing perlakuan diulang dua kali sehinggadiperoleh unit percobaan  3 x 3 x 2 = 18 unit percobaan.  Dodol residu brem yang dihasilkan dianalisis kadar air, kadar gulareduksi, tekstur dan organoleptik. Kombinasi perlakuan antara proporsi tepung ketan:tepung ampas brem dengan penambahangula aren berpengaruh nyata terhadap seluruh karakteristik produk dodol ampas brem.  Secara keseluruhan kombinasiantara proporsi tepung ketan:tepung ampas brem (50:150) dengan penambahan gula aren 125% menghasilkan produk dodolyang kurang disukai panelis karena tekstur keras, warna coklat gelap, rasa terlalu manis dan masih terdapat aroma asam tape.
FENOMENA PERILAKU PEJALAN KAKI DI JALUR PEDESTRIAN PADA KAWASAN PUSAT OLEH-OLEH DI JALAN PANDANARAN SEMARANG Moch Fathoni Setiawan; Eko Budi Santoso; Andi Purnomo
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 1/ Mei (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jitek.v3i1/ Mei.1394

Abstract

Jalur Pedestrian di Kawasan Pusat Oleh-oleh Jalan Pandanaran Kota Semarang terletak di sebelah timur Jalan Pandanaran. Beberapa Kegiatan yang terjadi pada jalur pedestrian ini di antaranya sebagai berikut: Sebagai sarana pengguna yang hendak membeli oleh-oleh khas Semarang; Sebagai sarana pengguna yang hendak menuju tempat lain, Sebagai tempat singgah pedagang kaki lima yang menjual oleh-oleh khas Semarang; Sebagai tempat transit (ruang tunggu) bagi pengguna yang hendak memakai moda transportasi umum; Sebagai tempat bagi pengguna yang mencari nafkah dari sektor non-formal (tukang parkir, pengemis, pengamen dll). Beragamnya jenis pengguna tersebut menimbulkan berbagai permasalahan. Masalah yang timbul antara lain: Kurang jelasnya batas-batas kontrol atau teritori antara pengguna pejalan kaki dengan pedagang kaki lima, Aksesibilitas dari pejalan kaki berkurang yang menimbulkan ketidaknyamanan, Kesesakan atau crowdedness sebagai dampak dari bercampurnya kegiatan dan banyaknya jenis penggunaan. Penelitian ini menekankan pada hubungan antara arsitektur (lingkungan fisik) dan psikologi (perilaku). Secara khusus bertujuan untuk mengidentifikasi fenomena pejalan kaki di sepanjang Jalur Pedestrian di Kawasan Pusat Oleh-oleh Jalan Pandanaran Kota Semarang. Fenomena perilaku pejalan kaki ini diteliti dengan pendekatan kualitatif-rasionalistik. 
KARAKTERISTIK SENSORI EKSTRAK DAUN SAN-SAKNG (ALBERTISIA PAPUANA BECC.) DENGAN PENAMBAHAN NaCl DIBERBAGAI KONSENTRASI PADA PANELIS SEMI TERLATIH Eva Mayasari; Oke Anandika Lestari; Satrijo Saloko; Maria Ulfa
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 1/ Mei (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.133 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i1/ Mei.1389

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan proporsi terbaik penambahan NaCl pada ekstrak daun san-sakng(Albertisia papuana Becc.) yang dapat menghasilkan akseptibilitas tertinggi oleh panelis semi terlatih. Objek penelitian iniadalah ekstrak daun san-sakng dengan penambahan NaCl sebesar 0,2 %, 0,4%, 0,6%, dan 0,8%. Metode pengumpulan datayang digunakan adalah pengamatan karakteristik ekstrak daun san-sakng meliputi perhitungan rendemen, total padatanterlarut, analisa asam amino glutamat bebas, dan  uji sensoris dengan beberapa tahapan yaitu seleksi paneli s, uji stimulus rasadasar, pelatihan panelis, dan uji kesukaan atribut  rasa. Hasil pengamatan pada ekstrak daun san-sakng adalah rendemensebesar 3,6 %,  total padatan terlarut sebesar 4,8 °Brix, dan kadar asam amino glutamat bebas sebesar 21,43 mg/gr. Hasil ujikesukaan atribut rasa pada panelis semi terlatih menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak daun san-sakng dengan penambahan0,6% NaCl sebesar 4,8 (suka), dimana berdasarkan uji Duncan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap perlakuan yangditambahkan NaCl dengan konsentrasi 0,2%, 0,4%,0,8%.
POLARISASI FLOURESENS UNTUK EVALUASI MUTU MINYAK GORENG K. Sofjan Firdausi; Nyadaniati Simbolon; Heri Sugito
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 1/ Mei (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.175 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i1/ Mei.1390

Abstract

Pada tulisan ini telah dilakukan pengukuran langsung perubahan polarisasi fluoresens pada panjang gelombang datang 532 nm untuk evaluasi mutu minyak goreng berdasarkan tingkat kadaluwarsanya. Sampel yang digunakan adalah minyak zaitun dan sawit dengan berbagai tanggal kadaluwarsa. Sudut pengamatan cahaya hambur pada arah tegak lurus terhadap cahaya datang. Dari hasil penelitian didapat bahwa perubahan polarisasi akibat fluoresens tidak linier terhadap polarisasi cahaya datang, namun polarisasi terbesar diperoleh saat = 0. Dengan sudut = 0 diperoleh bahwa, baik untuk minyak zaitun maupun sawit, perubahan polarisasi fluoresens meningkat seiring dengan semakin kadaluwarsanya minyak. Metode polarisasi fluoresens ini identik dengan polarisasi transmisi dan dapat digunakan sebagai uji awal mutu minyak goreng layak pakai atau kadaluwarsa.
PERBANDINGAN SISTEM PEMBIAYAAN KONTRAK PROYEK DENGANANALISIS OPTIMALISASI LINIER PROGRAM Ibnu Toto Husodo
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 1/ Mei (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.752 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i1/ Mei.1385

Abstract

Sebagai Perusahan Jasa Konstruksi dalam melakukan usahanya tentu akan melakukan seleksi dan melakukan pemilihanalternative terhadap jenis kontrak dan metode pembayaran yang paling optimal untuk memperoleh keuntungan. Tujuanpenelitian ini adalah untuk menganalisis alternatif kontrak yang paling menguntungkan dengan menganalisis tiga carapembayaran yang berbeda. Sampel yang diambil adalah proyek konstruksi dengan jenis kontrak gabungan lump-sum dan unitprice contrac yang memiliki tiga pilihan pembayaran yang berbeda. Metode program linier TORA digunakan untukmenentukan titik optimum penggunaan kas pada setiap bulannya dan optimalisasi keuntungan pada ahir proyek denganmembandingkan dengan model matematis Strategi Pembiayaan Proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kontrakMonthly Certificate  adalah model yang paling menguntungkan karena memberikan margin keuntungan yang paling besar, danbiaya modal yang paling minimal, namun  model ini jarang diterapkan di Indonesia karena yang sering dilakukan yaitukontrak dengan model  Stage Payment (Termijn). Oleh karena itu, model Stage Payment (Termijn). perlu dipertimbangkan untukdapat menunjang penyediaan dana operasional proyek sebagai model alternatif.

Page 1 of 2 | Total Record : 13