cover
Contact Name
Mei Sulistyoningsih
Contact Email
jitek@upgris.ac.id
Phone
+6282137428349
Journal Mail Official
jitek@upgris.ac.id
Editorial Address
Jl. Sidodadi Timur Nomor 24 – Dr. Cipto Semarang - Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JITEK (Jurnal Ilmiah Teknosains)
ISSN : 24609986     EISSN : 24769436     DOI : https://doi.org/10.26877/jitek
JITek: Jurnal Ilmiah Teknosains 2476-9436 (media online) & 2460-9986 (media cetak) published scientific papers on the results of applied and natural science research covering the fields of science including engineering (civil, chemistry, architecture, electrical, mechanical, enviromental), food technology, agriculture, physics, biology, mathematics, chemistry and technical information. The manuscript must be original research, written in Bahasa Indonesia or English, and not be simultaneously submitted to another journal or conference. Manuscripts will be reviewed by an expert editor and managing editor. The journal has been indexed in Google Scholar, Dimensions and Crossref.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2017): JiTek" : 14 Documents clear
PERANCANGAN DAN APLIKASI EKO-EFISIENSI PADA UKM BATIK NADIA ROYANI PEKALONGAN Velma Nindita
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 2 (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.286 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i2.1888

Abstract

UKM Nadia Royani di Kelurahan Simbang Kulon, Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu sentra industri batik. Kapasitas produksi rata-rata setiap pengrajin per bulan antara 300 kodi sampai 1000 kodi. Jumlah produksi yang cukup banyak ini dapat berpengaruh negatif pada lingkungan jika tidak ada pengelolaan lingkungan yang baik. Tujuan analisis implementasi eko-efisiensi adalah menganalisis efisiensi pemakaian bahan baku, pendukung, dan energi, menganalisis jumlah KBP, menghitung jumlah emisi gas rumah kaca, serta menghitung rasio Eko-Efisiensi. Penggunaan konsep eko-efisiensi ditujukan pada perbaikan ekologi dan ekonomi dengan peningkatan kualitas kinerja UKM. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan metode kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis 2 kodi batik kombinasi diperoleh efisiensi pemakaian air bersih proses pewarnaan dari 76 L menjadi 20 L, penggunaan air bersih proses pelorodan sebanyak 900 L dan proses pencucian sebanyak 1500 L, efisiensi konsumsi listrik dari 0,5 KWh menjadi 0,307 KWh, penggantian penggunaan bahan bakar dari minyak tanah ke LPG. Jumlah emisi gas rumah kaca per bulan untuk minyak tanah 0,214 ton GHG, kayu bakar 8,732 x 10 -5 ton GHG, listrik 0,0422 ton CO2 equiv (sebelum eko-efisiensi), dan LPG 0,0790 ton GHG, kayu bakar 7,620 x 10 -5 ton GHG, listrik 0,0259 ton CO2equiv (sesudah eko-efisiensi). Rasio eko-efisiensi per bulan untuk konsumsi energi 288 kodi per 3,26483 Gigajoule (sebelum eko-efisiensi), 288 kodi per 1,42854 Gigajoule (sesudah eko-efisiensi), konsumsi bahan 288 kodi per 14,78 ton, dan emisi gas rumah kaca 288 Kodi per 0,257 ton CO2 equiv (sebelum eko-efisiensi), 288 Kodi per 0,105 ton CO2 equiv (sesudah efisiensi). Rasio eko-efisiensi berdasarkan nilai tambah ekonomi dan pengaruh lingkungan dari produk dan jasa yaitu Rp 6.864.000,- / 0,257 ton CO2 equiv(sebelum eko-efisiensi) dan Rp 8.016.000,- / 0,105 ton CO2 equiv.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIAWI SARI BUAH TAPUS (CURCULIGO LATIFOLIA DRYAND) DENGAN METODE EKSTRAKSI OSMOSIS Dwi Gusmalawati; Eva Mayasari
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 2 (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.459 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i2.1883

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk menentukan perlakuan terbaik dari kombinasi proporsi buah : sukrosa dan lama ekstraksi osmosis pada sari buah tapus (Curculigo Latifolia Dryand)  terhadap parameter fisikokimiawi.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu faktor 1 adalah proporsi buah:sukrosa sebesar 1:0.5,  1:1,  1:1,5 dan  faktor 2 adalah lama ekstraksi osmosis yaitu 12, 24, 35 jam. Parameter pengamatan yang digunakan adalah pH, total padatan terlarut, vitamin C, dan total gula. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi proporsi penambahan buah dan semakin lama ekstraksi osmosis maka terjadi peningkatan terhadap parameter derajat keasaman (pH), peningkatan terlarut, dan total gula. Namun, terjadi penurunan terhadap parameter total vitamin C.
STUDI PENINGKATAN KADAR DISSOLVED OKSIGEN AIR, SETELAH DI INJEKSI DENGAN AERATOR KINCIR ANGIN SAVONIUS ARREUS, MENGGUNAKAN DO METER TYPE LUTRON DO-5510 Althesa Androva; Immadudin Harjanto
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 2 (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.174 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i2.1889

Abstract

Teknologi budidaya perikanan makin maju, semakin meningkat padat tebar, makin besar pula kebutuhan Aerasi. Namun alat aerator relatif mahal, baik harga beli maupun biaya operasionalnya.Disisi lain, arus angin di daerah pesisir sangat besar. Merupakan potensi yang sangat besar untuk energi terbaharukan, maupun untuk aerasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dari aerator savonius darreus untuk meningkatkan kadar Desolve Oksigen dalam air. Aerator savonius darreius telah dicoba mampu berputar mulai kecepatan angin 2,5 M/S. Aerator savonius darreeius diuji pada tiga tempat yang berbeda, yaitu diuji pada akuarium, pada kolam terbuka, dan pada tambak pembibitan ikan bandeng. Metode pengukuran Desolve Oksigen pada penelitian ini menggunakan DO Meter Type Lutron DO-5510. Pada percobaan dalam akuarium, aerator ssavonius darreius mampu meningkatkan kadar Desolve Oksigen sebesar 0,7 Mg/L3 dalam 50 menit percobaan di siang hari.Pada percobaan dalam kolam terbuka, aerator ssavonius darreius mampu meningkatkan kadar Desolve Oksigen sebesar 0,2 Mg/L3 dalam 50 menit percobaan di siang hari.Pada percobaan dalam tambak pembibitan ikan bandeng, aerator ssavonius darreius belum mampu meningkatkan kadar Desolve Oksigen
KRIM ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KOPI ARABIKA (Coffea Arabica) Anita Dwi Puspitasari; Nurul Eka Yuita; Sumantri Sumantri
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 2 (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.989 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i2.1884

Abstract

Daun kopi arabika mengandung senyawa antara lain flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan alami yang dapat menghambat radikal bebas. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kopi arabika memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 19,856 ± 0,126 µg/ml. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai IC50 dari krim ekstrak etanol daun kopi arabika dengan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) dan karakteristik fisika kimia sediaan krim.  Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dilakukan uji kualitatif senyawa flavonoid. Variasi konsentrasi ekstrak dalam krim adalah 0,1%, 0,2%, dan 0,3%. Aktivitas antioksidan krim diuji dengan metode DPPH serta diamati karakteristik fisik kimia krim meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, viskositas, dan daya sebar. Data uji kualitatif senyawa flavonoid ditujukan untuk senyawa flavanoid, selanjutnya stabilitas fisika krim dianalisis menggunakan regresi linier, uji aktivitas sediaan krim dihitung menggunakan persentase aktivitas antioksidan dan uji aktivitas antioksidan ekstrak dihitung menggunakan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun kopi arabika mengandung senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak daun kopi arabika diperoleh nilai IC50 sebesar 3,578 µg/ml, sedangkan kuersetin diperoleh nilai IC50 sebesar 15,09 µg/ml. Hasil uji aktivitas antioksidan sediaan krim FI, FII, dan FIII menunjukkan persen aktivitas antioksidan berturut-turut sebesar 21,390%, 26,152%, dan 37,097%. Variasi konsentrasi ekstrak dalam formulasi sediaan krim memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat fisika dan kimia krim.
STUDI PENENTUAN INDEKS BIAS CAIRAN PADA SUHU SECARA KONTINU BERBASIS DIFRAKSI CAHAYA BERBANTUAN SOFTWARE LOGGER PRO Supriyana Supriyana; Muh. Toifur
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 2 (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.2 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i2.1890

Abstract

Indeks bias zat cair ditentukan oleh kerapatan molekul-molekulnya, kerapatan zat cair dipengaruhi oleh suhu, maka suhu berpengaruh terhadap indeks bias zat cair. Dalam penelitian ini Teknik yang digunakan dalam percobaan indeks bias ini menggunakan kisi difraksi dengan sumber cahaya laser yang dilewatkan medium udara dan air dan sinar bias ditangkap menggunakan layar. Indeks bias zat cair ditentukan menggunakan hukum Snellius. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) membuat rancang bangun eksperimen penentuan indeks bias air pada berbagai suhu, (2) mengetahui pengaruh suhu zat cair terhadap indeks bias zat cair, (3) menghasilkan modul praktikum yang layak sebagai panduan praktikum. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan zat cair sebagai sampel percobaan yaitu minuman kemasan merk Aqua. Cahaya dipancarkan oleh sumber cahaya laser warna hijau yang mempunyai panjang gelombang 532 nm, cahaya ditembakkan pada medium yang diteliti indeks biasnya, medium ini ditempatkan dalam kotak bejana kaca, kemudian cahaya akan mengalami deviasi, jarak deviasi dapat dilihat melalui layar yang dipasang pada jarak tertentu dari kisi. Pengambilaan data dilakukan dengan merekam pergeseran pola difraksi pada layar karena perubahan suhu air aqua menggunakan perekam video, kemudian  mengukur jarak deviasi terang orde ke satu pada layar baik disebelah kiri maupun sebelah kanan titik terang pusat. Pengukuran dimulai pada suhu air 74o CTiap perubahan suhu air  5o C  diukur posisi titik terang orde ke satu dengan menggunakan tracker software Logger Pro. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik  simpangan baku rata-rata, kesalahan relatif serta ketelitian atau akurasi. Hasil fiting data diperoleh persamaan , dan R2sebesar 0,985 dari fiting data indeks bias , kurva hubungan indeks bias dengan suhu memperlihatkan bahwa nilai indeks bias berkurang secara linier terhadap kenaikan suhu . Nilai gradien (m) adalah – 0,001 yang berarti indeks bias berkurang sebesar 0,001 tiap kenaikan 1o C, sedangkan indeks determinasi (R2) nilainya 0,985, hal ini menunjukkan bahwa perubahan indeks bias dipengaruhi oleh perubahan suhu dimana hubungan antara kedua variabel sangat erat ditandai dengan nilai R2 mendekati satu. Dari analisa data dengan perhitungan dan secara grafis menunjukkan bahwa dengan adanya kenaikan suhu air menunjukkan indeks biasnya semakin kecil.
EVALUASI JALUR PEJALAN KAKI DI KOTA SEMARANG MENURUT PERMEN PU 03/PRT/M/2014 Baju Arie Wibawa; Ratri Septina Saraswati
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 2 (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.659 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i2.1885

Abstract

Jalur pejalan kaki sebagai salah satu infrastruktur transportasi lokal kota memiliki peran dan fungsi penting untuk memberikan layanan dan kenyamanan bagi warga kota. Pembangunan jalur pejalan kaki di Kota Semarang sudah mulai dilakukan sejak tahun 2010 sampai sekarang. Kondisi yang ada saat ini masih banyak permasalahan terkait kualitas sarana dan prasarana pejalan kaki ini seperti jalur yang naik-turun, licin, ram terlalu tinggi, banyak halangan/gangguan, fungsi lain yang mengganggu dan lain-lain. Permasalahan ini adalah berbeda-beda untuk tiap ruas jalur pejalan kaki. Penelitian ini akan mengevaluasi berbagai aspek pada kualitas jalur pejalan kaki berdasarkan ketentuan perencanaan sarana dan prasarana yang tertuang dalam Peremn PU 03/PRT/M/2014. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan penggalian data di lapangan melalui teknik survey, pengukuran, pengamatan visual dan wawancara, analisis yang dilakukan merupakan analisis evaluasi melalui komparasi kondisi eksisting tiap sample ruas terhadap standar yang berlaku.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar jalur pejalan kakik telah memiliki dimensi lebar jalur pejalan kaki yang telah memenuhi standar (kecuali sedikit segmen Jl. Soegijapranata) , namun pada beberapa bagian banyak yang menyempit karena bukaan pintu masuk ke persil bangunan (uptarade) harus lebih panjang sehingga banyak mengurangi dimensi pejalan kaki. Hal ini disebabkan oleh hampir semua tinggi jalur pejalan kaki yang dibangun awal/lama adalah di atas 30 cm (standar maksimal 20 cm), kecuali di Jl. Imam Bonjol (pembangunan paling baru). Dari aspek tinggi bebas 2,5 meter sebagian besar telah memenuhi syarat, kecuali di Jl. Soegijaprata yang memiliki beberapa ruko yang masih memiliki tritisan menjorok ke jalur penajaln kaki. Dari aspek kemiringan permukaan memanjang, hampir semua jalur pejalan kaki adalah datar, kecuali di dua jalur pejalan kaki terbaru (Jl. Imam Bonjol dan Jl. Soegijapranata) yang harus naik turun pada setiap bukaan pintu masuk. Dari aspek kemiringan permukaan dalam arah melintang, maka sebagian besar belum memnuhi syarat kemiringan 20-40, kecuali di 3 ruas jalur pejalan kakik terbaru (Jl. MH. Thamrin, jl. Soegiyopranoto dan jl. Imam Bonjol).
ANALISIS SIFAT OPTIS LAPISAN TIPIS TiO2:N UNTUK FOTODEGRADASI DIRECT BLUE 71 Yunita Indriyani; Heri Sutanto; Iis Nurhasanah
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 2 (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.684 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i2.1886

Abstract

Lapisan tipis TiO2:N telah dideposisikan di atas substrat kaca menggunakan  metode sol-gel spray coating. TiO2 telah banyak diaplikasikan sebagai fotokatalis untuk fotodegradasi polutan organik. Celah energi TiO2 (~3,2 eV) membatasi aktivitas fotodegradasinya hanya pada rentang panjang gelombang UV.  Cahaya matahari yang tersedia melimpah, sebagian besar  berupa cahaya tampak dan sebagian kecil cahaya UV. Penggunaan cahaya matahari untuk fotodegradasi memerlukan fotokatalis dengan celah energi < 3.0 eV. Pada penelitian ini, nitrogen digunakan sebagai dopan untuk memperkecil celah energi TiO2, sehingga TiO2 dapat bekerja aktif untuk fotodegradasi menggunakan sinar matahari. Titanium (IV) isopropoxide digunakan sebagai sumber Ti dan urea sebagai sumber nitrogen pada larutan prekursor TiO2:N. TiO2:N dideposisikan di atas hotplate pada temperatur 450°C. Sifat optis, struktur kristal dan morfologi permukaan TiO2:N berturut-turut diuji menggunakan spektrofotometer UV-Vis, XRD, dan SEM.  Keberadaan nitrogen dalam TiO2:N dianalisis menggunakan EDX. Kemampuan fotokatalitik TiO2:N diuji untuk fotodegradasi pewarna DB 71 dengan konsentrasi 10 ppm  di bawah radiasi sinar matahari dan lampu UV C selama 3 jam. Spektrum absorbansi yang tinggi teramati pada rentang panjang gelombang 284 – 354 nm yang menunjukkan TiO2:N menyerap cahaya UV lebih baik daripada menyerap cahaya tampak. Celah energi TiO2:N yaitu 2,84 eV bersesuaian dengan celah energi TiO2 struktur rutile dan jenis doping N interstisial. Hal itu diperkuat dengan pola XRD yang menunjukkan puncak-puncak dominan bidang TiO2 rutile (200), (210), (221), (321) dan satu puncak brookite (032). Fotodegradasi DB 71 menggunakan TiO2:N lebih efektif dibandingkan dengan TiO2 murni.
PENGARUH BAHAN TAMBAH SERBUK BATA DAN SERAT FIBER PADA SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) Hendramawat Aski Safarizki
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 2 (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.835 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i2.1881

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana kekuatan beton Self Compacting Concrete (SCC) pada umur 1 hari dengan tambahan serbuk batu bata dan limbah fiber sebagai agregat halus dalam campuran beton. Manfaat lain dari penelitian ini adalah mendapatkan informasi terkait manfaat penambahan fiber dalam nilai slump flow beton SCC. Metode yang digunakan dalam pembuatan campuran beton adalah metode trial mix dengan dasar campuran beton normal K350. Dibuat 3 benda uji untuk masing-masing komposisi campuran. Penambahan serbuk bata dan limbah fiber pada pembuatan beton SCC dapat meningkatkan flowability dan workability beton SCC ditunjukkan dengan peningkatan nilai slump flow. Penambahan 2,78% serbuk bata serta 0,07% fiber dapat meningkatkan slump flow dari 120 mm menjadi 670 mm. Slump flow akan berkurang 50% pada penambahan limbah fiber dari 0,07% menjadi 0,55%. Kuat tekan beton umur 1 hari dengan penambahan serbuk bata dan limbah fiber juga akan meningkat. Penambahan 2,78% serbuk bata serta 0,07% fiber dapat meningkatkan kuat tekan beton umur 1 hari dari 5,43 MPa menjadi 6,17 MPa. Kuat tekan akan berkurang 11% pada penambahan limbah fiber dari 0,07% menjadi 0,55%.Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana kekuatan beton Self Compacting Concrete (SCC) pada umur 1 haridengan tambahan serbuk batu bata dan limbah fiber sebagai agregat halus dalam campuran beton. Manfaat lain daripenelitian ini adalah mendapatkan informasi terkait manfaat penambahan fiber dalam nilai slump flow beton SCC. Metodeyang digunakan dalam pembuatan campuran beton adalah metode trial mix dengan dasar campuran beton normal K350.Dibuat 3 benda uji untuk masing-masing komposisi campuran. Penambahan serbuk bata dan limbah fiber pada pembuatanbeton SCC dapat meningkatkan flowability dan workability beton SCC ditunjukkan dengan peningkatan nilai slump flow.Penambahan 2,78% serbuk bata serta 0,07% fiber dapat meningkatkan slump flow dari 120 mm menjadi 670 mm. Slumpflow akan berkurang 50% pada penambahan limbah fiber dari 0,07% menjadi 0,55%. Kuat tekan beton umur 1 hari denganpenambahan serbuk bata dan limbah fiber juga akan meningkat. Penambahan 2,78% serbuk bata serta 0,07% fiber dapatmeningkatkan kuat tekan beton umur 1 hari dari 5,43 MPa menjadi 6,17 MPa. Kuat tekan akan berkurang 11% padapenambahan limbah fiber dari 0,07% menjadi 0,55%.
ANALISIS PENGARUH IRADIASI MICROWAVE TERHADAP GUGUS FUNGSIONAL PADA ZEOLITE SINTESIS Puput Eka Suryani; Arya Dwi Candra
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 2 (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.486 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i2.1887

Abstract

Zeolit merupakan material multifungsi yang sering digunakan dalam bidang industri sebagai katalis, ion exchange, adsorber, dll. Dewasa ini telah banyak peneliti yang mempelajari dan mengembangkan teknik sintesis zeolit menggunakan energi baru seperti microwave. Iradiasi microwave terbukti lebih efisien jika diterapkan pada proses kimia maupun fisika. Pada penelitian ini akan dipelajari pengaruh penggunaan microwave terhadap sifat zeolit yang dihasilkan yaitu gugus fungsional pada zeolit. Berdasarkan analisa FTIR pada sampel zeolit sintetis dari abu sekam padi menggunakan modifikasi iradiasi microwave, dapat disimpulkan bahwa kenaikan absorbansi terjadi pada sampel-sampel dengan modifikasi. Hal ini terlihat jelas pada beberapa gugus fungsional seperti Si-OH dan Si-O-Al pada panjang gelombang 3450 cm-1   dan 1000,35 cm-1. Sehingga dapat disimpulkan bahwa iradiasi microwave dapat meningkatkan proses reaksi pada preparasi zeolit sintetis.
MODEL REGRESI LOGISTIK PADA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMUNISASI LENGKAP BALITA Siti Masrofatul Azizah; Novita Eka Chandra
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 2 (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.737 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i2.1882

Abstract

Imunisasi merupakan upaya pemberian vaksin pada balita supaya balita terhindar dari penyakit infeksi berbahaya. Penelitian ini bertujuan mendapatkan model untuk mengetahui faktor yang paling berhubungan dengan kelengkapan imunisasi balita usia 1-26 bulan di wilayah Puskesmas Desa Kalanganyar. Analisis data menggunakan metode regresi logistik dengan bantuan software SPSS 16.0. Dari analisis yang menggunakan regresi logistik, diperoleh model : Y = -13,278 + 0,103 X1– 3,117 X2 + 1,846 X3 + 5,034 X4 + 3,018 X5. Berdasarkan model yang diperoleh faktor-faktor yang mempengaruhi imunisasi lengkap balita adalah usia ibu, pekerjaan ibu, pendidikan ibu, pengetahuan ibu, peran kader posyandu. Dari kelima faktor tersebut yang paling mempengaruhi model tersebut adalah faktor pengetahuan ibu. Dari persamaan regresi logistik, maka peneliti mengambil sebuah contoh pada salah satu responden yang telah melengkapi imunisasi balita, maka diperoleh peluang seorang balita mendapatkan imunisasi lengkap balita sebesar 0,746.

Page 1 of 2 | Total Record : 14