cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
EMPATI
ISSN : 24068691     EISSN : 25810677     DOI : -
Core Subject : Social,
EMPATI - Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan jurnal ilmiah hasil penelitian di bidang Bimbingan dan Konseling, yang diterbitkan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP Universitas PGRI Semarang. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun, dibulan April dan Oktober, untuk memasukkan artikel dapat dikirim melalui email empatibkupgris@gmail.com.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2015): Empati" : 10 Documents clear
Pengaruh Konseling Kelompok dengan Pendekatan Rational Emotive Therapy untuk Mengatasi Kecemasan Dalam Penyusunan Skripsi Chrisna Yuni Astuti; M.A. Primaningrum Dian
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2015): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v2i2/ Oktober.1024

Abstract

Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh layanan konseling kelompok dengan pendekatan rasional emotif untuk mengatasi kecemasan mahasiswa dalam menyusun skripsi. Jenis penelitin ini adalah kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2010 jurusan Bimbingan dan Konseling dengan jumlah 262 mahasiswa. Sampel yang diambil adalah 15 mahasiswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui instrumen penelitian skala kecemasan. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest and posttest desaign. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan rumus Uji Sign Test Wilcoxcon dari sampel 15 mahasiswa diperoleh Thitung > Ttabel yaitu 118 > 25, karena Thitung > Ttabel maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konseling kelompok dengan pendekatan rasional emotif untuk mengatasi kecemasan dalam penyusunan skripsi pada mahasiswa jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan angkatan 2010 IKIP PGRI Semarang. ?é?á Kata kunci : Konseling kelompok, rational emotive therapy, kecemasan penyusunan skripsi
KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL REMAJA Farikha Wahyu Lestari
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2015): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v2i2/ Oktober.2278

Abstract

Penelitian   ini   bertujuan   untuk   memperoleh   profil   kemampuan komunikasi   interpersonal   siswa   SMA.   Penelitian   ini   dilatarbelakangi   oleh meningkatnya fenomena permasalahan remaja   yang apabila ditelusuri salah satu faktor penyebabnya adalah adanya konflik di dalam keluarga khususnya  dengan orang    tuanya.    Konflik    yang    muncul    antara    remaja    dan    orang    tuanya dilatarbelakangi  oleh  tidak  adanya  komunikasi  yang  baik  antara  remaja  dengan orang  tuanya..  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  kemampuan  komunikasi interpersonal siswa berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 70%. Hal  ini  berarti  bahwa  siswa  memiliki  kemampuan  untuk  berkomunikasi  dengan orang tua ditunjukkan melalui penguasaan pada beberapa aspek dalam komunikasi interpersonal,     yaitu     meliputi     kemampuan     mendengarkan,     kemampuan mengungkapkan pendapat dan gagasan, kesediaan untuk terbuka, dan kemampuan mengendalikan  emosi.  Rekomendasi  yang  diberikan  bagi  penelitian  di  bidang bimbingan  dan  konseling  adalah    memberikan  intervensi    untuk  meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal. Kata kunci: komunikasi interpersonal
Konsep Pragmatik sebagai Prinsip Kesantunan Berkomunikasi bagi Masyarakat Jawa di Surakarta Rachmad Djatun; Tri Hartini; Agus Setiawan
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2015): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v2i2/ Oktober.1025

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep pragmatik sebagai prinsip kesantunan bagi masyarakat Jawa.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Subyek dalam penelitian ini adalah masyarakat Surakarta, yang diambil dari daerah Pinggiran, daerah Kota, dan daerah Kraton.Teknik pengumpulan data dengan observasi dan interviu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pragmatik merupakan prinsip-prinsip kesantunan dalam masyarakat Jawa.Sopan-santun masyarakat Jawa dibedakan dalam: (1) status sosial, (2) kekuasaan, dan (3) hubungan sosial, pepernah serta situasi dan kondisi. Santun dan tidaknya sebuah tuturan dilakukan dengan secara langsung dan tidak langsung.Tuturan langsung adalah tuturan yang bermakna tidak santun, sedangkan tuturan tidak langsung adalah tuturan yang santun.Kata kunci: Konsep pragmatik, kesantunan, masyarakat Jawa
PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATA KULIAH PSIKOLOGI KEWIRAUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN SIKAP ENTREPRENEUR MAHASISWA SEMESTER VII PRODI BK Wiwik Kusdaryani; Argo Widiharto; Agus Setiawan
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2015): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v2i2/ Oktober.2275

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  keefektifan  pembelajaran  berbasis proyek  pada  mata  kuliah  psikologi  kewirausahaan.  Penelitian  metode  kuantitatif  ini menggunakan   true   experimental   pretest-posttest   control   group   design.   Populasi sekaligus   sampel   yang   digunakan   dalam   penelitian   ini   adalah   mahasiswa   Prodi Bimbingan  Konseling  semester  VII  pada  tahun  akademik  2014/2015  yang  berjumlah182  mahasiswa.  Pengumpulan  data  menggunakan  skala  sikap  entrepreneurship.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol  pada  evaluasi  akhir  menunjukkan  skor  14,36.  Hasil  yang  tidak  jauh  berbeda juga ditunjukkan berdasarkan uji-t yang telah dilakukan, yaitu memberikan hasil thitung sebesar 16,201 sedangkan ttabel 1,980 pada taraf signifikansi kesalahan 0,05 maka dapat dikatakan  bahwa  thitung   >  ttabel.  Hal  ini  memberikan  gambaran  bahwa  pembelajaran berbasis proyek efektif meningkatkan sikap entrepreneur mahasiswa. Keywords: Project-based learning, entrepreneurship, college students seventh semester of guidance counseling department
FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN TIMBULNYA KONFLIK INTERPERSONAL SISWA (STUDI KASUS DI KELAS XI JURUSAN PERAWATAN SOSIAL 2) Kukuh Setiyono; Heri Saptadi Ismanto
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2015): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v2i2/ Oktober.2277

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  faktor  yang  menyebabkan  siswa kelas  XI  jurusan  perawatan  sosial  SMK  N  8  Semarang  mengalami  konflik/ pertikaian  interpersonal  di  dalam  kelas.  Jenis  penelitian  ini  adalah  kualitatif. Subyek  yang digunakan  dalam penelitian adalah  3 siswa. Data  dalam penelitian ini  diperoleh  melalui  wawancara,  observasi,  dan  angket.  Berdasarkan  data  yang diperoleh   faktor   yang   menyebabkan   timbulnya   konflik   pada   siswa   adanya pergaulan yang bebas sehingga mengenal obat-obatan terlarang. Oleh karena itu, dapat     disimpulkan     bahwa     faktor-faktor     determinan     timbulnya     konflik interpersonal pada siswa kelas XI jurusan perawatan sosial 2 SMK N 8 Semarang adalah  ketidaksadaran  subyek  mengejek-ngejek  teman  sekelasnya  yang  berawal dari  mengkonsumsi  obat-obatan  yang  terlalu  banyak  dosis,  sehingga  subyek menjadi   tidak   sadar.   Saran   yang  dapat   peneliti   sampaikan   hendaknya   guru pembimbing lebih mengawasi peserta didiknya yang mengalami banyak masalah di lingkungan sekolah serta lebih tanggap dalam mengawasi peserta didik. Key words: interpersonal conflict, personality differences, environmental factors.
PENGARUH LAYANAN PENGUASAAN KONTEN MELALUI MEDIA MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP N 15 SEMARANG Suhendri Suhendri; Linda Ayu Tiarawati
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2015): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v2i2/ Oktober.1161

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ditemukan masalah di SMP N 15 Semarang sebagai berikut: (1) belajar tidak tepat waktu. (2) belajar hanya pada waktu malam hari. (3) tidak bisa memusatkan perhatian ketika belajar. (4) kalau belajar sering mengantuk. (4) sering merasa terganggu ajakan teman untuk bermain. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah Apakah Layanan Penguasaan Konten melalui Media Mind Mapping untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Kelas VIII SMP N 15 Semarang? Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Media Mind Mapping dalam Layanan Penguasaan Konten Berpengaruh untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Kelas VIII SMP N 15 Semarang.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk True Eksperimental dengan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP N 15 Semarang, kecuali kelas VIII E yang digunakan untuk try out. Sampel menggunakan teknik cluster random sampling yaitu diambil secara acak. Data penelitian ini diperoleh melalui DCM, wawancara, dan skala kemandirian belajar.Hasil analisis skala kemandirian belajar pada kelompok eksperimen dapat dibandingkan bahwa hasil pretest rata-rata 87,84 persentasenya 274,4% dan kelompok kontrol 81,74 persentasenya 263,6% sedangkan sedangkan hasil posttes kelompok eksperimen dengan rata-rata 95,31 persentasenya 297,8% dan kelompok kontrol 82,16 persentasenya 265,03%. Sehingga terjadi peningkatan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 7,87 persentasenya 24,59%. Dengan menggunakan Uji t diperoleh thitung sebesar 2,609 sementara ttabel dengan db =(n1+n2)-2=(32+31)-2=61 dan taraf signifikan 5% (0,05) sebesar 2,000 (lihat tabel t). Karena thitung >ttabel yakni 2,609>2,000 jadi dapat diartikan lebih besar maka Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan layanan penguasaan konten melalui media mind mapping  terhadap kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP N 15 Semarang. Kata Kunci: Kemandirian Belajar, Penguasaan Konten, Media Mind Mapping.
Pemanfaatan Media Make A Match Dalam Layanan Penguasaan Konten Untuk Meningkatkan Strategi Belajar Siswa Aprriliana -; G. Rohastono Ajie
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2015): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v2i2/ Oktober.1027

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media make a match dalam layanan penguasaan konten terhadap strategi belajar siswa kelas XI SMA N 2 Rembang Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA N 2 Rembang Tahun Pelajaran 2013/2014 dengan jumlah 310 siswa,sampel yang diambil adalah 32 siswa dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre-test post-test design. Berdasarkan hasil analisis data, layanan penguasaan konten dengan ?é?ámedia make a match berpengaruh terhadap strategi belajar siswa. Dari uji hipotesis diperoleh thitung(6,665)> ttabel (2,021). Karena thitung> ttabeldengan taraf signifikansi 5%, dengan demikian berarti Haditerima dan Hoditolak sehingga penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Media Make a Match dalam Layanan Penguasaan Konten Berpengaruh terhadap Strategi Belajar Siswa Kelas XI SMA N 2 Rembang. ?é?á Kata Kunci: media make a match, layanan penguasaan konten, strategi belajar.
Pengaruh Layanan Penguasaan Konten dengan Media Mind Mapping Terhadap Kreativitas Belajar Siswa Kelas X SMA Islam Sudirman Ambarawa Yossalin Spora Oktaviani; Suhendri -
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2015): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v2i2/ Oktober.1028

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pengaruh layanan penguasaan konten dengan media mind mapping terhadap kreativitas belajar siswa kelas X SMA ISLAM SUDIRMAN AMBARAWA Tahun Pelajaran 2014/2015. Populasi penelitian berjumlah 326 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling dengan jumlah sampel adalah 32 siswa. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui instrument penelitian berpikir kreatif. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre-test and post-test. Dari hasil analisis uji t-test diketahui thitung sebesar 8,07 sementara ttabel dengan db N-1= 32-1 dan taraf signifikansi 5% (0,05) sebesar 0,349. Karena thitung>ttabel yakni 8,07>0,349 maka hipotesis tersebut dinyatakan diterima, sehingga dapat dismpulkan bahwa layanan penguasaan konten dengan menggunakan media mind mapping terbukti berpengaruh terhadap kreativitas belajar siwa kelas X SMA Islam Sudirman Ambarawa Tahun Ajaran 2014/2015. Kata Kunci: Layanan penguasaan konten, mind mapping, kreativitas belajar
Pengaruh Layanan Konseling Kelompok Behaviour dengan Teknik Positive ReinforcementTerhadap Kontrol Diri Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Ungaran Tahun 2014/2015 Fitri Widya Ningsih; Siti Fitriana; Ismah -
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2015): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v2i2/ Oktober.999

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi pentingnya siswa memiliki kontrol diri.Rendahnya kontrol diri seperti mudah kehilangan kendali, mudah frustasi, mudah meluapkan ekspresi emosi secara meledak-ledak, atau tidak efektif dalam menjalankan aktivitas karena emosi yang tidak terkontrol. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Apakah Layanan konseling kelompok behaviour dengan teknik positive reinforcement berpengaruh Untuk Mengatasi Kontrol diri rendah Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Ungaran Tahun Pelajaran 2014/2015?Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh layanan konseling kelompok behaviour dengan teknik positive reinforcement untuk meningkatkan kontrol diri siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ungaran Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ungaran dengan jumlah 250 siswa.Sampel yang diambil adalah 20 siswa kelas VIII dengan menggunakan teknik Purposive Sampling.Data dalam penelitian ini diperoleh melalui instrumen penelitian skala psikologis kontrol diri siswa dengan empat alternatif jawaban.Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest ?óÔé¼ÔÇ£ Postest Control Group Design. Berdasarkan analisis data penelitian setelah mendapatkan perlakuan layanan konseling kelompok behaviour dengan teknik positive reinforcement, menunjukkan ada pengaruh dan signifikan dengan diberikannya layanan konseling kelompok behaviour dengan teknik positive reinforcement untuk mengatasi kontrol diri. Dari perhitungan Signt Test Wilcoxon diperoleh = 55 selanjutnya dikonsultasikan dengan tabel pada taraf signifikan 5% dengan = 8, maka > .Dengan demikian berarti (Ha) diterima dan (Ho) ditolak sehingga penelitian ini dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok behaviour dengan teknik positive reinforcement berpengaruh untuk mengatasi kontrol diri rendah siswa SMP Negeri 1 Ungaran. ?é?á Kata Kunci :LayananKonseling Kelompok Behaviour Teknik Positive Reinforcement, Kontrol Diri Siswa
KETERBUKAAN DIRI SISWA (Self Disclosure) Eka Sari Setianingsih
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2015): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v2i2/ Oktober.2276

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  memperoleh  profil  tingkat  keterbukaan diri siswa SMA. Pengungkapan diri atau keterbukaan diri (self disclosure) adalah jenis komunikasi dimana individu mengungkapkan informasi tentang diri sendiri yang  biasanya  disembunyikan.  Pengungkapan  diri  mengacu  pada  pengungkapan informasi  secara  sadar,  pengungkapan  informasi  tentang  diri  sendiri,  tentang perasaan, pikiran dan perilaku seseorang yang sebelumnya tidak diketahui  orang lain.    Tidak    semua    orang    memiliki    kemampuan    untuk    mengungkapkan permasalahannya   atau   yang   sering   disebut   dengan   pengungkapan   diri   (self disclosure). Dampak yang muncul dari seseorang yang tertutup (introvert) adalah tidak  bisa  atau  sulit  untuk  memecahkan  permasalahan  yang  sedang  dihadapi karena tidak mampu untuk bercerita dan meminta pendapat dari orang lain yang berakibat  pada  pengambilan  jalan  keluar  yang  cenderung  negatif  nampak  pada perilaku siswa bertindak tidak sesuai dengan norma dalam mengambil keputusan seperti  mengakhiri  hidupnya  dengan  cara  bunuh  diri  dan  melakukan  hal-hal negatif  lain  seperti  mabuk,  memakai  obat-obatan  terlarang.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterbukaan diri siswa berada pada kategori rendah dengan prosentase sebesar 74%. Rekomendasi  yang diberikan bagi penelitian di bidang   bimbingan   dan   konseling   adalah   memberikan   intervensi   un   tuk meningkatkan keterbukaan diri siswa. Kata kunci: keterbukaan diri (self disclosure)

Page 1 of 1 | Total Record : 10