cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
EMPATI
ISSN : 24068691     EISSN : 25810677     DOI : -
Core Subject : Social,
EMPATI - Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan jurnal ilmiah hasil penelitian di bidang Bimbingan dan Konseling, yang diterbitkan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP Universitas PGRI Semarang. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun, dibulan April dan Oktober, untuk memasukkan artikel dapat dikirim melalui email empatibkupgris@gmail.com.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2016): Empati" : 10 Documents clear
ANALISIS KEPEMIMPINAN DIRI DALAM MENYUSUN SKRIPSI PADA MAHASISWA SEMESTER VII PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS PGRI SEMARANG ANGKATAN 2013 MA. Primaningrum Dian Marthaningtyas
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2016): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v3i2/ Ok.1164

Abstract

Semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, semakin tinggi pula kriteria hasil yang harus dicapai.Bagi seorang mahasiswa, kriteria hasil yang harus dicapai adalah dengan menyelesaikan tugas akhir skripsi dan menjadi lulusan sarjana.Hanya saja, tidak semua mahasiswa mampu mencapai hasil tersebut secara amksimal. Terdapat pula mahasiswa yang terlambat kelulusannya, salah satu penyebabnya lamanya waktu proses penyusunan skripsi. Pada dasarnya, lama tidaknya proses penyusunan skripsi berdasarkan pada ada tidaknya potensi untuk memimpin dirinya sendiri yang terkait dengan aspek mampu memahami kelemahan dan kelebihan diri, mengelola skala prioritas, bersikap fleksibel, memiliki komitmen tinggi serta kemampuan untuk menerima pengetahuan dan belajar hal yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap kepemimpinan diri dalam menyusun skripsi pada mahasiswa semester VII program studi bimbingan dan konseling Universitas PGRI Semarang angkatan 2013. Berdasarkan hasil analisis terhadap kepemimpinan diri dalam menyusun skripsi, diperoleh hasil 7,7%  pada kategori sangat tinggi, 23% pada kategori tinggi, 47% pada kategori sedang, 15% pada kategori rendah dan 6,7% berada pada kategori sangat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa semester VII program studi bimbingan dan konseling Universitas PGRI Semarang angkatan 2013 berada pada kategori sedang, yang berarti bahwa adanya cukup potensi kepemimpinan diri yang dimiliki mahasiswa dalam menyusun skripsi. Kata Kunci : kepemimpinan diri, penelitian kuantitatif- deskriptif
KONSELING SINGKAT BERFOKUS SOLUSI DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENGENDALIKAN COMPULSIVE INTERNET USE SISWA Yuli Nurmalasari
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2016): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v3i2/ Ok.1159

Abstract

Penelitian ini didasari oleh banyak ditemukannya siswa sekolah menengah yang mengalami compulsive internet use (CIU), yaitu tindakan mengakses internet yang kurang terkendali dan tidak tepat guna. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas konseling singkat berfokus solusi dalam mengembangkan kemampuan mengendalikan compulsive internet use yang dilakukan terhadap empat siswa SMP Istiqamah Bandung. Penelitian menggunakan metode eksperimen kuasi dengan desain single subject model  A/B. Analisis data menggunakan grafik dan the two standar deviation rule untuk mengetahui signifikansi penurunan compulsive internet use siswa. Hasil penelitian menunjukkan konseling singkat berfokus solusi efektif mengembangkan kemampuan mengendalikan compulsive internet use pada tiga dari empat siswa yang menjadi subjek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, rekomendasi ditujukan kepada Guru Bimbingan dan Konseling untuk mengimplementasikan konseling singkat berfokus solusi dalam mengembangkan kemampuan siswa mengendalikan compulsive internet use; kepada program studi bimbingan dan konseling untuk merumuskan pengayaan kurikulum yang relevan dengan compulsive internet use; dan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan single subject dengan model multiple baseline. Kata kunci: konseling singkat berfokus solusi, compulsive internet use.
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK RASIONAL EMOSI KEPERILAKUAN UNTUK MENGURANGI PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA KELAS XII MIPA SMA N 2 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Desi Haryanti; Tri Hartini
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2016): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v3i2/ Ok.1165

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh siswa yang memiliki prokrastinasi tinggi. Siswa yang memiliki prokrastinasi tinggi seperti tidak suka membaca tetapi lebih senang bermain game dengan teman-teman, tidak bisa fokus dalam belajar seperti pengaturan waktu belajar yang tidak efektif  dan malas. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui keefektifan konseling kelompok rasional emosi keperilakuan terhadap penurunan perilaku prokrastinasi akademik siswa kelas XII MIPA SMA N 2 Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII MIPA SMA N 2 Semarang yang berjumlah 170 siswa.Sampel yang diambil sebanyak 20 siswa yang dibagi 10 kelompok eksperimen dan 10 kelompok kontrol.Data dalam penelitian ini diperoleh melalui instrumen penelitian skala psikologis prokrastinasi akademik dengan empat alternatif jawaban.Desain penelitian yang digunakan adalah nonequivalent control group desaign.Dari perhitungan Signt Test Wilcoxon diperoleh = 55 selanjutnya dikonsultasikan dengan tabel pada taraf signifikan 5% dengan = 8, maka >. Dengan demikian koefisien  sebesar 55 adalah signifikan pada taraf 5%.Dengan demikian berarti (Ha) diterima dan (Ho) ditolak sehingga penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Konseling Kelompok rasional emosi keperilakuan efektif untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik pada siswa kelas XII MIPA SMA N 2 Semarang. Kata Kunci : Prokrastinasi Akademik, Konseling Kelompok Rasional Emosi Keperilakuan.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PROBLEM SOLVING TERHADAP PRESTASI BELAJAR AFEKTIF SISWA KELAS X TT SMK NEGERI 3 PEKALONGAN Ana Rizki Amalia Putri; Anton Sukarno; G. Rohastono Ajie
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2016): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v3i2/ Ok.1191

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya prestasi belajar afektif siswa. Bentuk dari rendahnya prestasi belajar afektif siswa antara lain (1)siswa sulit menumbuhkan  semangat belajarnya, (2)kurang serius dalam mengikuti pembelajaran, (3)siswa suka membuat gaduh (ramai) pada saat proses pembelajaran, (4)jika materi kurang jelas, siswa tidak mengajukan pertanyaan dengan guru, (5)pekerjaan rumah yang seharunya dikerjakan di rumah malah diselesaikan di sekolah, (6)ada sebagian siswa malah menyontek dengan temannya. Salah satu alternatif yang dapat meningkatkan prestasi belajar afektif siswa adalah layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving. Masalah pokok yang dikaji adalah adakah pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving terhadap prestasi belajar afektif siswa kelas X TT SMK Negeri 3 Pekalongan? Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan true experimental yang menggunakan Randomized Control-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TT SMK Negeri 3 Pekalongan yang berjumlah 147 siswa. Sampel menggunakan Cluster Random Sampling. Sampel yang digunakan adalah 30 siswa, yang masing-masingdiambil 15 untuk kelompok eksperimen dan 15 untuk kelompok kontrol. Hasil analisis skala likert prestasi belajar afektif siswa pada post-testkelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunakan penghitungan Uji t-test diperoleh thitung sebesar 1,929 sementara ttabel dengan db (n1 + n2) ± 2 = db(15+15)-2= 28 dan taraf signifikan 5% (0,05) sebesar 1,701. Karenathitung>ttabelyakni 1,929 > 1,701 maka dapat diartikan lebih besar maka Ha diterima. Jadi, thitung>ttabelmaka Ha diterima dan Ho ditolak, maka hipotesis berbunyi ada pengaruh layanan bimbingankelompok dengan teknik problem solving terhadap prestasi belajar afektif siswa kelas X TT SMK Negeri 3 Pekalongan.Kata kunci: Layanan bimbingan kelompok teknik problem solving, prestasi belajar afektif
PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN METODE BRAINSTORMING TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA KELAS X SMA SANTO MICHAEL SEMARANG TAHUN AJARAN 2014/2015 Irma Oktaviani
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2016): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v3i2/ Ok.1166

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kedisiplinan siswa yang rendah  di sekolah yang disebabkan oleh faktor dominan yang mempengaruhi dan membentuk disiplin itu sendiri. Kedisiplinan siswa yang rendah akan menjadikan siswa kurang memiliki sikap disiplin. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah penerapan layanan bimbingan kelompok dengan metode brainstorming terhadap kedisiplinan siswa yang rendah. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bimbingan kelompok dengan metode brainstorming efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa kelas  Kelas X SMA Santo Michael Semarang.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain pre-eksperimental design dan rancangan penelitian yang digunakan One Group Pretest-Posttest. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Santo Michael Semarang dengan jumlah 33 siswa, sampel yang digunakan sebanyak 10 siswa dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Dalam penelitian ini data diperoleh melalui instrumen penelitian berupa skala psikologis kedisiplinan siswa yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan sign test wilxocon dengan taraf signifikan 5%.Berdasarkan hasil analisis data penelitian setelah mendapat perlakuan berupa layanan bimbingan kelompok dengan metode brainstorming sebanyak lima kali, menunjukkan adanya peningkatan dalam kedisiplinan siswa di SMA Santo Michael Semarang  Tahun aaran 2014/2015. Nilai hitung Thitung (55)>Ttabel(7) dengan taraf signifikan 5%. Peningkatan rata-rata kedisiplinan siswa terlihat dari sebelum treatment dengan jumlah , dengan rata-rata dan sesudah treatment dengan jumlah, dengan rata-rata , sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah berhasil mengetahui layanan bimbingan kelompok dengan metode brainstorming efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa kelas X SMA Santo Michael Semarang Tahun Ajaran 2014/2015. Kata Kunci: Bimbingan kelompok metode brainstorming, kedisiplinan siswa.
PROFIL KARAKTER KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA SEMESTER III PROGRAM STUDI BK FIP UNIVERSITAS PGRI SEMARANG TAHUN AKADEMIK 2016/2017 Agus Setiawan
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2016): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v3i2/ Ok.1167

Abstract

       Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum profil karakter kewirausahaan mahasiswa, dimana ini penting dalam mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil karakter kewirausahaan mahasiswa. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi BK semester III TahunAkademik 2016/2017 FIP Universitas PGRI Semarang yang berjumlah 155 mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan skala profil karakter kewirausahaan.       Data yang telah diperoleh memberikan hasil bahwa profil karakter kewirausahaan mahasiswa, yaitu; 3 mahasiswa atau 7.5 % memiliki profil karakter kewirausahaan kategori sangat tinggi, 36 mahasiswa atau 90 % memiliki profil karakter kewirausahaan kategori tinggi, dan 1 mahasiswa atau 2.5 % memiliki profil karakter kewirausahaan kategori cukup tinggi. Sedangkan hasil analisis data berdasarkan rata-rata per aspek indikator profil kewirausahaan, didapatkan hasil bahwa kondisi profil karakter kewirausahaan mahasiswa semester III program studi BK berada pada kategori “tinggi” dan “sangat tinggi”. Adapun untuk kategori tinggi terdapat indikator; kepercayaan diri, orientasi tugas dan hasil, berani mengambil resiko, dan orisinalitas. Sedangkan untuk indikator kepemimpinan dan orientasi masa depan berada pada kategori sangat tinggi. Kunci:Karakter kewirausahaan, Mahasiswa Prodi BK
PENGARUH LAYANAN PENGUASAAN KONTEN MELALUI MEDIA MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP N 15 SEMARANG Linda Ayu Tiarawati; Heri Saptadi Ismanto; Suhendri M.Pd., Kons.
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2016): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v3i2/ Ok.1193

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ditemukan masalah di SMP N 15 Semarang sebagai berikut: (1) belajar tidak tepat waktu. (2) belajar hanya pada waktu malam hari. (3) tidak bisa memusatkan perhatian ketika belajar. (4) kalau belajar sering mengantuk. (4) sering merasa terganggu ajakan teman untuk bermain. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah Apakah Layanan Penguasaan Konten melalui Media Mind Mapping untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Kelas VIII SMP N 15 Semarang? Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Media Mind Mapping dalam Layanan Penguasaan Konten Berpengaruh untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Kelas VIII SMP N 15 Semarang.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk True Eksperimental dengan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP N 15 Semarang, kecuali kelas VIII E yang digunakan untuk try out. Sampel menggunakan teknik cluster random sampling yaitu diambil secara acak. Data penelitian ini diperoleh melalui DCM, wawancara, dan skala kemandirian belajar.Hasil analisis skala kemandirian belajar pada kelompok eksperimen dapat dibandingkan bahwa hasil pretest rata-rata 87,84 persentasenya 274,4% dan kelompok kontrol 81,74 persentasenya 263,6% sedangkan sedangkan hasil posttes kelompok eksperimen dengan rata-rata 95,31 persentasenya 297,8% dan kelompok kontrol 82,16 persentasenya 265,03%. Sehingga terjadi peningkatan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 7,87 persentasenya 24,59%. Dengan menggunakan Uji t diperoleh thitung sebesar 2,609 sementara ttabel dengan db =(n1+n2)-2=(32+31)-2=61 dan taraf signifikan 5% (0,05) sebesar 2,000 (lihat tabel t). Karena thitung >ttabel yakni 2,609>2,000 jadi dapat diartikan lebih besar maka Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan layanan penguasaan konten melalui media mind mapping  terhadap kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP N 15 Semarang. Kata Kunci: Kemandirian Belajar, Penguasaan Konten, Media Mind Mapping.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KARYA GRUP VOKAL AWAN VOICE Ari Widyaningrum
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2016): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v3i2/ Ok.1162

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran pendidikan karakter yang terdapat dalam karya grup vokal Awanvoice. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian analisis kualitatif dengan lokasi penelitian di Kota Semarang, adapun wujud dan sumber data terdiri dari sumber dan wujud data tertulis maupun tidak tertulis. Instrumen dan teknik pengambilan data mengunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Sedangkan teknik analisis dan pengolahan data pengumpulan, reduksi, klarifikasi dan verifikasi data. Karya grup vokal Awan Voice memiliki ciri khas sebagai grup musik yang berformat acapella dengan sentuhan beatbox. Karya Awan voice dilihat dari aspek judul lagu, dari komposisi lagunya, struktur lagunya, dari harmonisasinya, dari pangsa pasar nya, dan motif dari lagu menggunakan tema: ke-Tuhan-an, Sosial, lingkungan dan Pendidikan. Sebagai sebuah grup vokal yang memiliki peran dalam menghibur penikmat musik, mereka memiliki karakter yang kuat, unik, kreatif dan berprinsip dalam berkarya sehingga dapat dikatakan grup Awan Voice mempunyai profitabilitas. Pendidikan karakter dapat kita temukan dalam karya grup vokal Awan Voice baik dari lirik lagu, komposisi karya maupun dalam pertunjukkannya. Kata kunci: Pendidikan karakter, karya, Awan Voice.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETIDAKDISIPLINAN BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DAN UPAYA PEMECAHANNYA (Studi Pada Siswa Kelas VIII SMPN 5 Kendari) Suhendri M.Pd., Kons.
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2016): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v3i2/ Ok.1194

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena yang terjadi pada siswa disekolah, seperti siswa sering membolos dan alpa. Adapun kategori siswa yang membolos dan alpa adalah siswa yang telah melakukan sebanyak tiga kali atau lebih, ini menurut kebijakan pihak sekolah. Rumusan masalah dalam penelitian in adalah apa saja faktor-faktor yang menyebabkan ketidakdisiplinan belajar siswa di sekolah dan bagaimana upaya pemecahannya.Tujuan penelitian in adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab ketidakdisiplinan belajar siswa di sekolah dan bagaimana upaya pemecahannya.Variabel penelitian adalah faktor-faktor yang menyebabkan ketidaksiplinan belajar siswa di sekolah dan upaya pemecahannya. Subyek penelitian tidak disiplin didasarkan kebijakan sekolah, yaitu siswa-siswa yang dikategorikan telah melakukan tindakan bolos dan alpa. Selanjutnya data dikumpulkan melalui angket dan wawancara. Kemudian data tersebut  dianalisis secara statistic deskriptif dalam bentuk presentase dan deskripsi frekuensi.Kesimpulan penelitian ini, menunjukkan bahwa faktor-faktor yang sangat mempengaruhi kedisiplinan belajar siswa di sekolah adalah faktor minat dan faktor lingkungan sekolah.Upaya pemecahannya yaitu guru pembimbing perlu melakukan layanan bimbingan dan konseling.seperti layanan konseling individu dan kelompok, serta kunjungan rumah dan melakukan bimbingan. Kata Kunci :Ketidakdisiplinan Belajar, Upaya Pemecahannya.
PENERAPAN MODEL CPS (CREATIVE PROBLEM SOLVING) TERHADAP SELF CONCEPT DAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA KELAS V PENERAPAN MODEL CPS (CREATIVE PROBLEM SOLVING) TERHADAP SELF CONCEPT DAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA KELAS V Veryliana Purnamasari
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2016): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v3i2/ Ok.1163

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah siswa sulit untuk memecahkan masalah dapat dilihat dari kondisi siswa terlalu pasif terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung. Self concept dalam diri siswa juga masih kurang. Siswa yang belum paham ketika proses belajar berlangsung, tidak mau berusaha bertanya kepada siswa lain yang sudah paham ataupun tidak mau bertanya kepada guru. Dapat disimpulkan bahwa masalah yang tampak yaitu kemampuan memecahkan masalah siswa rendah dan self concept siswa kurang baik. Permasalahan yang dapat diungkap dalam penelitian ini adalah (1) apakah siswa dapat mencapai ketuntasan minimal dengan nilai ˃ 74 dan 80% siswa mencapai tuntas belajar dengan penerapan CPS pada kelas V SDN 6 Tanjungrejo? (2) apakah siswa dapat mencapai kriteria baik dengan nilai ˃ 79 aspek self concept siswa dengan penerapan model CPS pada kelas V SDN 6 Tanjungrejo? (3) apakah ada perbedaan hasil belajar dengan penerapan model CPS dengan metode ceramah untuk dapat memecahkan masalah? Jenis penelitian kuantitatif dengan teknik sampling jenuh serta desain posttest-only control design. Hasil analisis data setelah penerapan model CPS dapat disimpulkan yaitu (1) ketuntasan belajar siswa terbukti dengan tuntasnya 23 siswa dan 2 siswa tidak tuntas atau jika dibuat persentase 92% siswa tuntas belajar dan 8% siswa tidak tuntas belajar. Analisis ttest diperoleh thitung  (6,80 ) ˃ ttabel (1,711) maka H0 ditolak dan Ha diterima. (2) Siswa mencapai kriteria baik pada aspek self concept karena dibuktikan dengan tuntasnya 21 siswa dan 4 siswa tidak tuntas atau jika dibuat persentase 84% siswa tuntas belajar dan 16% siswa tidak tuntas belajar. Analisis ttest diperoleh thitung  (4,076 ) ˃ ttabel (1,711) maka H0 ditolak dan Ha diterima. (3) Hasil belajar dapat dibuktikan dengan menerapkan model CPS (87,36) dan menerapkan metode ceramah (79,70). Perbedaan model CPS dengan metode ceramah melalui analisis ttest diperoleh thitung (2,76 ) ˃ ttabel (2,021) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kata kunci: memecahkan masalah, self concept, model CPS

Page 1 of 1 | Total Record : 10