cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AKSIOMA
ISSN : 20862725     EISSN : 25797646     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika adalah jurnal dalam bidang matematika dan pendidikan matematika yang memfasilitasi guru, mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan dalam menerbitkan karya ilmiah atau artikel hasil penelitian maupun studi pustaka. Jurnal Aksioma ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI ?óÔé¼?ØPATTERN OF STUDENT CREATIFITY?óÔé¼?Ø PADA MATERI KESEBANGUNAN SISWA KELAS IX ., Widjonarko
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 2/Septembe (2011): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v2i2/Septembe.35

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mendapatkan pengaruh pembelajaran matematika materi kesebangunan kelas IX yang valid. Pengembangan dilakukan menggunakan modifikasi model Thiagarajan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi 1) Silabus, 2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), 3) Lembar Kreativitas Siswa (LKS), 4) Lembar Observasi. Implementasi lapangan difokuskan populasi SMP N 2 Toroh Kabupaten Grobogan yang memiliki 9 kelas dengan teknik claster sampling, terpilih IX I sebagai kelas eksperimen dan X H sebagai kelas kontrol serta kelas IX G sebagai kelas uji coba . Variabel independen penelitian kreativitas siswa dan variabel dependen hasil belajar. Data diperoleh melalui observasi dan tes dan diolah dengan uji banding t dan uji pengaruh regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Berdasarkan observasi pada tahap uji coba respon guru, respon siswa terhadap pembelajaran, 2) Pengaruh kreativitas terhadap hasil belajar dengan persamaan ?é?áartinya variable kreativitas (X) memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar (Y) juga dengan R Square 0,165 artinya variable kreativitas (X) memberikan kontribusi terhadap hasil belajar (Y) sebesar 16,5%, c) Rataan kelas eksperimen sebesar 79,24 dan kelas kontrol sebesar?é?á 70,61,?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á maka kelas eksperimen memiliki rataan hasil belajar lebih baik secara signifikan dari pada rataan kelas kontrol. Berdasar ketiga hal tersebut diatas pembelajaran matematika dengan strategi?é?á ?óÔé¼?Øpattern of student creatifity?óÔé¼?Ø pada materi?é?á kesebangunan siswa kelas ix berpengaru terhadap hasil belajar siswa. ?é?á Kata kunci?é?á : Pengembangan, Perangkat pembelajaran, patern student creativity
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PBL BERBANTUAN MEDIA KOKAMI DITINJAU DARI GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA endang, dewi
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2017): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v8i2.1695

Abstract

Sekarang ini kegiatan belajar mengajar lebih berpusat pada guru, sehingga siswa kurang memperoleh pengetahuan secara mandiri. Oleh karena itu digunakan model pembelajaran PBL berbantuan media kokami agar siswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui perbedaan efektivitas model pembelajaran PBL berbantuan media kokami dengan pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar siswa matematika; 2) mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang memilikigaya belajar visual, auditorial, atau kinestetik; 3) mengetahui hubungan antara model pembelajaran dan gaya belajar terhadap prestasi belajar matematika. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Mranggen tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini terdiri dari kelas VIII C dan VIII D menggunakan teknik cluster random sampling. Data diperoleh dari uji ­post-test dengan soal uraian.Penelitian ini merupakanpenelitian eksperimental semu dengan rancangan faktorial 2x3. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dan angket. Dari hasil analisis diatas menunjukkan: (1) terdapat perbedaan efektivitas model pembelajaran PBL berbantuan media kokami dengan pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar siswa matematika(=9,849 =4,012), ketuntasan prestasi belajar individu lebih dari 70 ata telah mencapai KKM,danpersentase ketuntasan prestasi belajar klasikal siswa kelas eksperimen80% yaitu 83,33%(2) terdapat perbedaan prestasi belajar matematikaantara siswa yang memiki gaya belajar visual, auditorial atau kinestetik(=3,622==3,162),(3) tidak terdapat hubungan antara model pembelajaran dan gaya belajar terhadap prestasi belajar matematika( =3,033  ==3,162). Kata kunci: Efektivitas, PBL, Media Kokami, Gaya Belajar,Prestasi Belajar
OPERASI HITUNG PADA BILANGAN KABUR Rasiman .
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 2/Septembe (2010): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v1i2/Septembe.53

Abstract

Perkembangan matematika pada abad ke-20 relatif cepat sesuai dengan kebutuhan pengguna matematika dalam menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu materi matematika yang berkembang?é?á adalah himpunan dan bilangan kabur. Istilah kabur diterjemahkan dari kata fuzzy, sehingga timbul istilah fuzzy set (himpunan kabur), fuzzy number (bilangan kabur), dan sebagainya. Dalam kehidupan sehari-hari gejala kekaburan banyak dijumpai, misalnya: (1). ?óÔé¼?ôkumpulan siswa yang pandai?óÔé¼?Ø, (2).?óÔé¼?ôkumpulan kurang lebih 15?óÔé¼?Ø, dan (3). ?óÔé¼?ôkecepatan mobil sekitar 100 km/jam?óÔé¼?Ø. Contoh-contoh tersebut berbeda dengan: (4). ?óÔé¼?ôsiswa yang ?é?ámempunyai sepeda?óÔé¼?Ø, (5).?óÔé¼?ôanaknya 3 orang?óÔé¼?Ø. Contoh 4 dan 5 termasuk himpunan tegas sedangkan contoh?é?á 1, 2, dan 3 disebut himpunan tak tegas (kabur). Zadeh (1960), mengatakan bahwa sistem analisis matematika tradisional yang dikenal sampai saat bersifat terlalu eksak, sehingga tidak dapat berfungsi dalam banyak masalah dunia nyata yang sering amat kompleks. Terobosan baru yang diperkelnalkan oleh Zadeh adalah memperluas konsep himpunan klasik (tegas) menjadi himpunan kabur. Dalam himpunan tegas, fungsi karakteristik?é?á?é?á dari himpunan A, bernilai 0 atau 1. Sedangkan dalam himpunan kabur fungsi karakteristik menggunakan konsep fungsi keanggotaan (membership function), yang nilainya berada dalan selang tertutup [0,1].?é?á Konsep tentang himpunan kabur ini, berkembang meluas dalam konsep bilangan kabur. aplikasinya dalam bentuk besaran yang dinyatakan dengan bilangan yang tidak tepat, misalnya ?óÔé¼?ôsekitar 4 km?óÔé¼?Ø, ?óÔé¼?ômendekati 10?óÔé¼?Ø. Berkaitan dengan konsep bilangan kabur, tidak terlepas dari operasi hitung dasar yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian , dan pembagian pada bilangan kabur. Kata Kunci : Himpunan Kabur, bilangan kabur, operasi hitung
PENINGKATAN HASIL BELAJAR TRIGONOMETRI MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI BERBANTU LKS PADA SISWA KWLAS X PRODUKSI GRAFIKA Eko Sri Windarti
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2012): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v3i2.2093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran apakah Pembelajaran melalui Implementasi Model Kooperatif Tipe TAI Berbantu LKS dapat meningkatkan hasil belajar Trigonometri Pada Siswa Kelas X Produksi Grafika. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun 2010-2011. Fokus pembicaraan adalah kinerja guru, kinerja siswa, aktivitas siswa dalam diskusi kelompok melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbantu LKS dan hasil belajar siswa. Skenario dirancang dengan penelitian tindakan kelas 2 siklus. Pada setiap siklus dilakukan empat tahap (perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi). Pada pengamatan akan dilihat kinerja guru, kinerja siswa, aktivitas siswa dalam diskusi kelompok, selanjutnya dilakukan refleksi untuk memperbaiki kegiatan pada siklus berikutnya. Data diperoleh melalui tes, angket, dan lembar observasi. Hasil penelitian diperoleh ada peningkatan rata-rata kinerja guru 2,65 (kriteria Baik) menjadi rata-rata kinerja guru 3,25 (kriteria Baik), skor rata-rata kinerja siswa 2,1 (Cukup Baik) menjadi skor rata-rata 3,3 (Sangat Baik), dan adanya peningkatan hasil belajar dari KKM 75 tuntas 33,39% dengan nilai rata-rata 65,3 menjadi KKM 75 tuntas 78,79% dengan nilai rata-rata 80,61. Simpulan dalam penelitian ini adalah ada Peningkatan Hasil Belajar Trigonometri Melalui Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI Berbantu LKS Pada Siswa Kelas X Produksi Grafika.Kata Kunci : Kooperatif, TAI, Trigonometri
PENGARUH PENGGUNAAN COMPACT DISC OF MATH (CD-M) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 MRANGGEN ., Muhtarom
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v1i1/Maret.76

Abstract

Compact disc of math (CD-M) adalah pengembangan dari media power point sebagai salah satu media dalam proses pembelajaran. Secara khusus CD-M didefinisikan sebagai modul tutorial yang berupa rangkuman materi dari buku dan berbagai sumber, contoh soal dan penyelesaiannya serta soal latihan yang disajikan dalam bentuk dokumen hidup (animasi) berupa pengembangan aplikasi program power point yang dapat dilihat dilayar, didengarkan suaranya. Penggunaan CD-M sebagai media pembelajaran interaktif ini punya prospek yang cerah. Dengan menggunakan media CD-M, siswa siswa tidak hanya dapat belajar di sekolah tapi mereka juga dapat belajar di rumah. Siswa juga akan lebih termotivasi untuk belajar bila CD-M yang digunakan sebagai media instruksional edukatif memberikan tampilan yang menarik. Pemanfaatan CD-M sebagai media pembelajaran matematika memberikan dampak pada proses kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini CD-M dapat menumbuhkan minat dan menambah motivasi siswa dalam belajar matematika serta mempercepat pemahaman konsep matematika oleh siswa. Hal ini didukung pernyataan siswa yang merasa tertarik belajar dengan media CD-M ini dan lebih memahami konsep materi. Disisi lain, pemanfaatan CD-M ini dapat membantu siswa untuk belajar mandiri di rumah dengan memutar kembali CD-M ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media CD-M sebagai madia pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Sehingga nantinya dapat dikembangkan untuk menggunakan media CD-M dalam proses belajar matematika. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Mranggen yang terdiri dari dua kelas, dengan kelas X-1 sebagai kelas eksperimen dan X-2 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini dapat dikatakan berjalan dengan baik bila hasil belajar kelas ekperimen dan kelas control berbeda, dengan hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan hasil belajar kelas kontrol. Yaitu tercapai bila harga sig ?Ä??, dengan ?Ä?? = 0,05 dan juga bila ketuntasan belajar siswa kelas eksperimen minimal 75%. Hasil lainnya dari penelitian ini adalah berupa CD-M yang dapat digunakan sebagai?é?á media pembelajaran, yang pada penelitian ini adalah pada materi logaritma. Kata kunci : Media pembelajaran, CD-M, Matematika.
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS ASSISTED INDIVIDUALIZATION DAN THINK PAIR SHARE DITINJAU DARI KEAKTIFAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SEKABUPATEN GROBOGAN. Dhian Endahwuri
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 2/Septembe (2013): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v4i2/Septembe.551

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah: (1) Penggunaan pembelajaran tipe TAI menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe TPS; (2) Siswa yang mempunyai keaktifan tinggi menghasilkan prestasi yang lebih baik dari pada siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah, dan siswa yang mempunyai keaktifan sedang menghasilkan prestasi yang lebih baik dari pada siswa yang mempunyai keaktifan rendah.; (3) Pada masing-masing tingkat keaktifan (tinggi, sedang, rendah), metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan metode pembelajaran kooperatif tipe TPS.; (4) Pada metode pembelajaran kooperatif tipe TAI, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah serta prestasi belajar siswa yang mempunyai keaktifan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan rendah.; (5) Pada metode pembelajaran kooperatif tipe TPS, apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah serta prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan rendah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 23. Populasi dari penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VIII SMP tahun pelajaran 2010/2011 di Kabupaten Grobogan. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 240 orang dengan rincian 120 orang untuk kelas dengan model pembelajaran Teams Assisted Individualization, 120 orang untuk kelas dengan model pembelajaran Think Pair Share. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika dan angket angket keaktifan belajar siswa. Sebelum digunakan untuk pengambilan data, instrumen tes prestasi dan angket keaktifan belajar terlebih dahulu diujicobakan. Penilaian validitas isi instrumen tes dan angket dilakukan oleh validator. Uji reliabilitas instrumen tes menggunakan rumus Cronbach Alpha, uji reliabilitas instrumen angket menggunakan rumus Cronbach Alpha. Daya pembeda tes dan konsistensi internal angket menggunakan rumus korelasi produk momen dari Karl Pearson. Uji keseimbangan menggunakan uji t. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett dengan statistik uji Chi Kuadrat. Dengan ?é?ádiperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan metode pembelajaran kooperatif tipe TPS pada materi bangun ruang (Fa = 9.064?é?á dengan Ftabel = 3.882 ). (2) prestasi belajar matematika siswa yang memiliki keaktifan belajar tinggi lebih baik daripada siswa yang mempunyai keaktifan belajar sedang dan rendah, dan prestasi belajar matematika siswa yang memiliki keaktifan belajar sedang lebih baik daripada siswa yang mempunyai keaktifan belajar rendah. (Fb = 53.296 dengan Ftabel = 3.034). (3) Metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan metode pembelajaran tipe TPS pada siswa dengan keaktifan belajar tinggi, sedang dan rendah (Fab = 0.739 dengan?é?á Ftabel = 3.034). (4) Pada metode pembelajaran kooperatif tipe TAI, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah serta prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan rendah (Fab = 0.739 dengan Ftabel = 3.034). (5) Pada metode pembelajaran kooperatif tipe TPS, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah serta prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan rendah (Fab = 0.739 dengan Ftabel = 3.034). ?é?á Kata kunci: Teams Assisted Individualization, Think Pair Share, Keaktifan Siswa
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MATEMATIKA BERKARAKTER DI SEKOLAH DASAR MELALUI COOPERATIVE LEARNING ?óÔé¼?ôTHIPAS?óÔé¼?Ø Masduki, Lusi Rachmiazasi
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v4i1/MARET.750

Abstract

Berpola pikir Matematik yang merupakan sebuah kebutuhan, mempunyai peran penting dalam berbagai dimensi kehidupan manusia. Kemampuan berpikir, bekerja sama, dan berbagi dengan kelompok pasangannya dalam menyelesaikan tugas. Keberanian berargumentasi merupakan tujuan utama khususnya guna memacu keaktifan dan keterampilan proses siswa dalam pembelajaran matematika, oleh karena itu kemampuan bermental terpuji yang merupakan salah satu indikator pendidikan berkarakter sedini mungkin hendaknya diberikan bimbingan, dilatihkan, dan dibiasakan kepada siswa SD. Pembelajaran konvensional yang menerapkan metode Ekspositori, sampai sekarang masih dominan dilaksanakan di Indonesia ternyata tidak berhasil membuat siswa memahami dengan baik apa yang mereka pelajari. Salah satu model pembelajaran yang diharapkan dapat membantu dalam menumbuhkembangkan karakter belajar siswa adalah model pembelajaran Cooperative Learning ?óÔé¼?ôThipas?óÔé¼?Ø yang dikemas dalam CD interaktif. Masalah penelitian (1) seberapa besar pencapaian ketuntasan hasil belajar siswa dengan penerapan model cooperative learning Thipas? (2) seberapa besar pengaruh keaktifan siswa terhadap karakter belajar siswa pada kelas dengan menggunakan model yang dipilih? (3) seberapa besar pengaruh keterampilan proses terhadap karakter belajar siswa pada kelas dengan menggunakan model yang dipilih? (4) berupa apa sajakah, karakter belajar yang dapat dikembangkan dari model yang dipilih? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran dengan model cooperative learning Thipas terhadap perkembangan karakter belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan populasi siswa kelas IV SDN Petompon 5, 6, 7 Semarang, dan sebagai sampel diambil dua kelas secara acak, satu kelas sebagai kelas eksperimen, dan satu kelas lainnya sebagai kelas kontrol. Alat ukur yang digunakan berupa lembar pengamatan, dan tes prestasi belajar. Data hasil penelitian dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukan: (1) pencapaian ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 68,97%; (2) aktivitas siswa pada kelas eksperimen berpengaruh positif terhadap karakter belajar siswa, sebesar 13,8%; (3) keterampilan proses siswa pada kelas eksperimen berpengaruh positif terhadap karakter belajar siswa, sebesar 27,5%; dan (4) karakter belajar siswa pada kelas eksperimen mencapai rata-rata nilai sebesar 68,97 dan lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol yang hanya sebesar 66,75. Artinya dalam kelompok eksperimen terdapat keberhasilan mengembangkan mental terpuji berupa keberanian berargumentasi pada diri siswa lebih baik dari pada kelompok kontrol. Simpulannya bahwa pembelajaran matematika dengan model cooperative learning Thipas yang dikemas dalam CD interaktif adalah efektif digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Selain itu model tersebut dapat dikembangkan untuk materi dan mapel yang lain, agar dapat membantu siswa dalam menumbuhkembangkan karakter belajar berupa mental terpuji yaitu berpikir, bekerja sama dan berbagi dengan kelompok pasangannya. Kata Kunci: Pendidikan Matematika Berkarakter, Sekolah Dasar, Cooperative Learning ?óÔé¼?ôThipas?óÔé¼?Ø
PENGEMBANGAN E-MODUL DENGAN MODEL GUIDED NOTE TAKING PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA II PROGRAM S1 PGSD BI DI POKJAR KOTA SEMARANG Nurmawati Nurmawati; Ismartoyo Ismartoyo; Edy Prayitno
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v6i1/Maret.860

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya minat mahasiswa program BI dalam proses kegiatan tutorial, padahal mereka adalah lulusan sarjana semua baik pendidikan maupun non kependidikan, kemudian diketahui masih banyak mahasiswa yang mendapat nilai dibawah 70, hal ini dikarenakan kurangnya kemampuan tutor dalam menciptakan inovasi baru dalam proses tutorial. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu media pembelajaran berupa modul elektronik pembelajaran matematika dengan model Guided Note Taking pada mata kuliah pendidikan matematika II, sehingga menghasilkan media pembelajaran yang layak dan efektif digunakan selama proses pembelajaran, serta diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development. Penelitian ini dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama untuk pengembangan produk menggunakan model ADDIE dan tahap kedua untuk menguji keefektifan produk melalui tes uji coba dengan desain eksperimen Posttest-Only Control Design. Berdasarkan kriteria kevalidan ditunjukkan oleh hasil validasi ahli materi dan ahli media. Pada validasi ahli?é?á materi menunjukkan persentase sebesar 85,75% dan validasi ahli?é?á media sebesar 94,25%. Dari persentase kedua ahli dapat terlihat skor penilaian masing-masing berada pada interval 81% -100% yang menempatkan posisi kriteria sangat baik, jadi media E-Modul dengan menggunakan model Guided Note Taking valid digunakan pada proses pembelajaran. Pada kriteria efektif produk ditunjukkan dari prestasi belajar kelas eksperimen lebih baik dibanding kelas kontrol dengan menggunakan uji-t pihak kanan, dengan analisis menggunanakan uji-t didapatkan?é?á thitung > ttabel yaitu 1,82 > 1,67, maka Ho ditolak artinya pembelajaran dengan menggunakan media E-Modul dengan menggunakan model Guided Note Taking lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Jadi dapat disimpulkan bahwa media E-Modul dengan menggunakan model Guided Note Taking efektif digunakan sebagai proses pembelajaran. Kata Kunci: E-Modul, Guided Note Taking, Pendidikan Matematika II
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM SOLVING BERBANTU WONDERSHARE PADA MATERI STATISTIKA DI SMP Suriyani, Indah
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2016): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v7i1.1405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megembangkan video pembelajaran menggunakan model problem solving berbantu wondershare sehingga menghasilkan video pembelajaran yang layak digunakan selama pembelajaran. Model yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah ADDIE. Sesuai dengan namanya, ADDIE terdiri dari 5 langkah yaitu Analysis, Desain, Development, Implementation, dan Evaluation. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan angket dan tes tertulis. Hasil penilaian ahli media dan materi terhadap media, masing-masing menunjukan persentase 89,3% dan 85.06% yang berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil belajar siswa menggunakan video pembelajaran menggunakan model problem solving berbantu wondershare lebih baik dari pada hasil belajar konvensional, diperkuat dengan hasil rata-rata siswa kelas eksperimen lebih baik dari rata-rata siswa kontrol, yaitu 85,78 dan 79,03, ketuntasan hasil belajar kelas eksperimen mencapai tuntas baik individu dan klasikal dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran menggunakan model problem solving berbantu wondershare valid (layak menurut ahli) dan pembelajaran dengan video pembelajaran menggunakan model problem solving berbantu wondershare lebih efektif dari pada pembelajaran konvensional.
PENGARUH PENERAPAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KURIKULUM 2013 TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Falachi, Hawin; Kartana, Tri Jaka; Utami, Wikan Budi
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2017): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v8i1.1508

Abstract

Keberhasilan dunia pendidikan dipengaruhi oleh beberapa komponen, diantaranya guru, sarana dan prasarana serta lingkungan belajar yang efektif dan menyenangkan. Guru sebagai salah satu komponen di dalamnya memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar. Terealisasinya proses belajar  mengajar yang optimal menggunakan kurikulum 2013, guru harus mampu mengembangkan rencana pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013. Oleh karena itu, sebagai guru persiapan secara matang harus dituangkan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasikan kegiatan belajar mengajar. Guru yang profesional harus memiliki kompetensi dalam melaksanakan program pembelajaran. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah kompetensi pedagogik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran matematika berbasis kurikulum 2013 terhadap prestasi belajar matematika peserta didik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri se-Kota Tegal tahun pelajaran 2016/2017 yang telah menerapkan kurikulum 2013 yang terdiri dari 6 SMP dengan jumlah kelas sebanyak 45 kelas dan sebanyak 1.354 peserta didik. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Dengan menggunakan rumus formula empiris jumlah sampel yang digunakan sebesar 302 responden yang terbagi dalam 10 kelas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, ada  pengaruh penerapan kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran matematika berbasis kurikulum 2013 terhadap prestasi belajar matematika peserta didik dengan tingkat pengaruhnya sebesar 20,69%. Kata Kunci: kompetensi pedagogik guru, pembelajaran matematika, kurikulum 2013, prestasi belajar.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 15, No 3 (2024): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 15, No 2 (2024): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 15, No 1 (2024): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 2 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2019): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2019): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2018): AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2018): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2018): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2017): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2017): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2016): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2016): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2/september (2014): aksioma Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA Vol 4, No 2/Septembe (2013): AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA Vol 3, No 2 (2012): AKSIOMA Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma Vol 2, No 2/Septembe (2011): AKSIOMA Vol 2, No 2/September (2011): AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA Vol 1, No 2/Septembe (2010): AKSIOMA Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA More Issue