cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AKSIOMA
ISSN : 20862725     EISSN : 25797646     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika adalah jurnal dalam bidang matematika dan pendidikan matematika yang memfasilitasi guru, mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan dalam menerbitkan karya ilmiah atau artikel hasil penelitian maupun studi pustaka. Jurnal Aksioma ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
ANALISIS PROFIL MULTIPEL REPRESENTASI MAHASISWA PADA MATA KULIAH ANALISIS RIIL BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP TEORI BELAJAR DAVID AUSUBEL Nurina Happy; Yanuar Hery Murtianto
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v6i1/Maret.859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil multipel representasi mahasiswa berdasarkan prinsip-prinsip teori belajar David Ausubel. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-eksploratif karena prosedur penelitiannya menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari subjek penelitian yang diamati, dan mengungkapkan profil representasi multipel mahasiswa dalam memecahkan masalah pada analisis riil. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa catatan hasil pekerjaan mahasiswa dalam memecahkan masalah analisis riil berdasarkan prinsip-prinsip belajar bermakna secara tertulis dan transkrip hasil wawancara peneliti dengan subjek penelitian setelah subjek penelitian mengerjakan masalah analisis riil. Subyek dalamm penelitian ini ada 3 mahasiswa dengan self efficacy (tingkat kemandirian) berbeda. Tempat penelitian dilakukan di program studi pendidikan matematika Universitas PGRI Semarang. Hasil Analisis profil multipel representasi mahasiswa matematika yang mengikuti kuliah analisis riil dengan tingkat kemandirian sedang dan rendah yaitu M3 (kemandirian sedang) dan M4 (kemandirian rendah) sama sekali belum terlihat, namun pada mahasiswa dengan tingkat kemandirian tinggi (M2) multipel representasi sudah terlihat walaupun masih sebagian(representasi verbal dan gambar). Sedangkan dimensi proses berpikir yang berorientasi pada pembelajaran bermakna David Ausubel yang meliputi: dimensi proses berpikir yang berorientasi prosedur, berorientasi proses, berorientasi obyek, berorientasi konsep dan versalite (kecakapan) juga belum diperlihatkan oleh mahasiswa dengan tingkat kemandirian sedang maupun rendah, namun mhasiswa dengan kemandirian tinggi sudah memperlihatkan dimensi berpikir yang berorientasi proses, konsep dan obyek. Tahapan kecakapan berpikir (versalite) belum diperlihatkan oleh mahasiswa dengan kemandirian tinggi, sedang maupun rendah namun pada tahapan berpikir secara konseptual sudah diperlihatkan oleh ketiganya. Jadi profil multipel representasi mahasiswa yang dilihat dari konsep belajar bermakna D. Ausubel dengan tingkat kemandirian yang berbeda baru terlihat pada mahasiswa dengan kemandirian tinggi. Kata Kunci: Multipel Representasi, Analisis Riil,?é?á Teori Belajar D. Ausubel
MULTIPLE REPRESENTASI CALON GURU DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI BERFIKIR KREATIF FX. Didik Purwosetiyono; Muhammad Saefuddin Zuhri
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v6i2.1404

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui multiple representasi mahasiswa calon guru dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari berfikir kreatif. Subjek penelitian adalah 2 mahasiswa kategori berfikir kreatif dan tidak befikir kreatif. Teknik pengumpulan data; tes, observasi, wawancara. Teknik analisis data; reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian; 1) Mahasiswa yang berfikir kreatif dalam menyelesaikan masalah masih belum menggunakan multiple representasi, mereka hanya menggunakan representasi simbolik, visual, kongkret, masih belum maksimal dalam representasi verbal, namun sudah menerapkan langkah memecahkan masalah. Sedangkan, mahasiswa yang tidak berfikir kreatif dalam memecahkan masalah hanya menggunakan representasi simbolik saja, dan kurang mempu merepresentasikan jawaban secara visual dan verbal. 2) Faktor yang mempengaruhi kemampuan multiple representasi dalam memecahkan masalah pada mahasiswa yang berfikir kreatif dan yang tidak berfikir kreatif; kesadaran dalam belajar, kemampuan mengaitkan masalah, keberanian bertanya, dan ketidaksiapan dalam belajar.
EFEKTIVITAS PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FONOVELA MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP Linda Dwi Anggraini
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2016): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v7i2.1420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengembangkan media fotonovela melalui pendekatan saintifik dengan model pembelajaran problem based pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar sehingga menghasilkan media pembelajaran yang valid (layak), 2) pada uji coba dilapangan digunakan untuk mengetahui keefektifan rata-rata hasil belajar ditinjau dari kemampuan penalaran matematis siswa SMP.Penelitian pengembangan ini menggunakan desain model ADDIE. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP N 1 Mlonggo tahun pelajaran 2014/2015. Sampel yang diambil secara acak sebanyak tiga kelas.Berdasarkan hasil validasi ahli materi diperoleh 85.65% dan ahli media 84.82%, memiliki kriteria sangat baik. Hasil angket tanggapan siswa sebesar 81.5%. dari uji coba dilapangan diperoleh hasil ketuntasan belajar individual untuk kelas eksperimen terdapat 37 dan kelas konrol 29 siswa yang mampu memenuhi KKM sebesar 70. Sedangkan untuk ketuntasan belajar klasikal untuk kelas eksperimen 93% dan kelas kontrol 73%. Dapat disimpulkan bahwa media fotonovela melalui pendekatan saintifik dengan model problem based learning efektif digunakan dalam pembelajaran ditinjau dari kemampuan penalaran matematis siswa SMP pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar di kelas VIII SMP N 1 Mlonggo Jepara tahun ajaran 2014/2015.
ANALISIS KETRAMPILAN BERFIKIR KRITIS DALAM MEMECAHKAN MASALAH DITINJAU PERBEDAAN GENDER Budi Cahyono
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2017): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v8i1.1510

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berfikir kritis mahasiswa dalam memecahkan masalah  ditinjau dari perbedaan gender.Analisis ketrampilan berfikir kritis dalam penelitian ini menggunakankriteria dari Ennisyang terdiri dari Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity, and Overview.Penelitian ini menunjukkan perbedaan gender secara signifikan mempengaruhi caradan kemampuan berfikir kritis mahasiswa. Studi ini memberikan informasi bahwa perempuan lebih baik dari laki-lakidalam hal ketrampilan berfikir kritis danterdapat perbedaan dalam prosesnya.Hasil penelitian ini menambah  pengetahuan tentang berpikir kritis pada pendidikan tinggi dan berguna bagi para praktisi pendidikan dalam memfasilitasi pengembangan keterampilan berpikir kritis.Kata kunci: Ketrampilan berfikir kritis,  gender
PENGARUH PERSEPSI SISWA KEPADA GURU MATEMATIKA DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI HIMPUNAN PADA SISWA KELAS VII SEMESTER II SMP NEGERI I PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Indiati, Intan; ., Muhtarom; Sawono, Teguh Joko
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v2i1/Maret.47

Abstract

Penelitian ini berjudul ?óÔé¼?ôPengaruh Persepsi Siswa Kepada Guru Matematika dan Minat Belajar Matematika Siswa Terhadap Prestasi Belajar Matematika Materi Himpunan pada Siswa Kelas VII Semester II SMP Negeri I Purwodadi Kab. Grobogan?é?á Tahun Pelajaran 2010/2011?óÔé¼?Ø. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah ?óÔé¼?ôApakah positif ada hubungan antara persepsi siswa kepada guru matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap prestasi belajar matematika materi himpunan pada siswa kelas VII semester II SMP Negeri I Purwodadi Kab. Grobogan?é?á Tahun Pelajaran 2010/2011?óÔé¼?Ø. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII semester II SMP Negeri I Purwodadi Kab. Grobogan Tahun Pelajaran 2010/2011. Sedangkan sampel yang dipilih secara random (kelas VIIG). Variabel dalam penelitian ini ada 3 yaitu persepsi siswa kepada guru matematika (X1), minat belajar matematika siswa (X2), dan prestasi belajar matematika (Y). Metode pengumpulan data menggunakan metode angket, tes dan dokumentasi. Analisis data terdiri atas uji normalitas, uji hipotesis, uji keberartian kelinieran regresi, uji keberartian koefisisen korelasi, uji regresi ganda, uji regresi linier ganda, uji keberartian koefisien korelasi ganda serta koefisien determinasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif persepsi siswa kepada guru matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap prestasi belajar matematika materi himpunan pada siswa kelas VII semester II SMP Negeri I Purwodadi Kab. Grobogan?é?á Tahun Pelajaran 2010/2011. Hal ini ditunjukkan oleh besarnya nilai hitung r = 0,911 (r?é??= 0,83). Pengaruh persepsi siswa kepada guru matematika dan minat belajar matematika siswa mempunyai pengaruh yang besar terhadap prestasi belajar matematika sebesar 91.1% sedangkan sisanya 8.9% dipengaruhi oleh variabe lain. Dari perhitungan persamaan garis regresi Nilai = 50.9 + 0.325 Persepsi + 0.139 Minat. Hal ini dapat dijelaskan bahwa 50.9 merupakan konstanta tetap dari persamaan regresi ganda, 0,325 merupakan koefisien variabel X1 dan 0,139 merupakan koefisien variabel X2. Kata kunci : Persepsi, Minat, Prestasi Belajar Matematika.
PENERAPAN METODE BELAJAR KOOPERATIF TYPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TEKNIK KOMPUTER JARINGAN RINGAN-1 SMK NEGERI 5 SEMARANG DALAM MENYELESAIKAN TRIGONOMETRI budiarjo, Setu
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2012): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v3i2.2090

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memberi pemecahan kesulitan yang dihadapi siswa kelas X TKR-1(Teknik Komputer Jaringan-1) SMK Negeri 5 Semarang dalam meyelesaikan soal-soal matematika yang berkaitan dengan trigonometri, dengan menggunakan metode belajar kooperatif type Team Assisted Individualization. Sementara ini pembelajaran matematika di SMK yang sudah berjalan adalah dengan pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi (competency-based learning training) yang dikemas secara moduler, dengan harapan siswa dapat menyelesaikan materi pembelajaran sampai tuntas (mastery). Pembelajaran sebelum dilakukan penelitian menggunakan metode  belajar diskusi kelompok, dan pemberian tugas. Dengan menggunakan metode belajar diskusi kelompok dan pemberian tugas hasil belajar siswa kelas X TKJ-1 belum menunjukan hasil sesuai harapan, ini ditunjukan oleh hasil tes formatif pertama siswa yang tuntas 15 siswa atau 45,45% dari 33 siswa dan nilai rata-rata kelas 62,70.Hasil penelitian pada siklus 1, hasil belajar siswa meningkat ini ditunjukan oleh banyaknya siswa yang tuntas pada tes formatif kedua, ada 22 siswa dari 33 siswa atau 66.67% dan nilai rata-rata kelasnya 73,79. Pada siklus 2, hasil belajar siswa juga meningkat jika dibanding dengan hasil belajar siklus 1, ini di tunjukan oleh hasil belajar siswa pada tes formatif ketiga yang tuntas ada 27 siswa dari 33 siswa atau 81,82% dan nilai rata-rata kelasnya 75, 81. Pada siklus 3, hasil belajar siswa menunjukan peningkatan yang signifikan jika dibanding dengan hasil belajar pada siklus 1 dan siklus 2, ini ditunjukan oleh hasil tes formatif keempat siswa yang tuntas ada 30 siswa dari 33 siswa atau 90,91% dan nilai rata-rata kelasnya 79,30. Kata Kunci: hasil belajar matematika, metode belajar kooperatif Type Team Assisted Individualization.
PENGEMBANGAN MODEL REFLECTIVE MICROTEACHING UNTUK PEMBENTUKAN CALON GURU PROFESIONAL Intan Indiati; Listyaning Sumardiyani
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v1i1/Maret.70

Abstract

Refleksi adalah motor penggerak belajar dan landasan pacu bagi pengembangan pribadi dan profesi. Refleksi menjadi sedemikian penting karena dengan kesadaran akan kekuatan dan kelemahan metode maupun area pedagogis lainnya, refleksi akan menghasilkan pemikiran-pemikiran baru demi perbaikan pengajaran. Pre-service training hendaknya mulai menerapkan unsur reflektif dalam program microteaching-nya. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan menghasilkan model dan panduan model Reflective Microteaching bagi pembentukan calon guru yang profesional agar mahasiswa calon guru memiliki kemampuan merefleksi yang bermakna serta mengkaitkannya dengan pengembangan profesionalitas guru melalui tiga langkah yaitu studi pendahuluan, perencanaan dan pengembangan, serta validasi model pembelajaran. Uji coba model dan instrument penelitian dilakukan melalui tinjauan teman sejawat (Focus Group Discussion). Validasi dilakukan oleh expert judgment. Hasil dituangkan dalam bentuk panduan model reflective microteaching. Dari hasil uji coba model dapat disimpulkan bahwa, penelitian ini telah menghasilkan model dan panduan model Reflective Microteaching bagi pembentukan calon guru yang profesional yang memiliki kemampuan merefleksi yang bermakna serta mengkaitkannya dengan pengembangan profesionalitas guru. Dari hasil analisis juga diperoleh kelebihan dan kelemahan model reflective microteaching. Kelebihan model ini adalah menawarkan desain yang ideal, sedangkan kelemahannya membutuhkan waktu yang relatif lama. Walaupun model reflective microteaching memiliki kelemahan, namun mempertimbangkan kelebihan yang dimiliki yaitu meletakkan refleksi sebagai inti utamanya dan refleksi merupakan ruh pengembangan profesi, maka model ini sangat potensial untuk dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian ini pula dapat disarankan?é?á bahwa model Reflective Microteaching sebaiknya digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan keterampilan mengajar mahasiswa, dan kemampuan melakukan refleksi, serta membangun metateaching awareness calon guru. Kata kunci: microteaching, reflektif, calon guru, profesional
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL GUIDED NOTE TAKING (GNT) DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Nizaruddin, Nizaruddin
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 2/Septembe (2013): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v4i2/Septembe.545

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya minat siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dan banyak siswa yang mendapat nilai dibawah KKM, hal ini dikarenakan kurangnya kemampuan guru dalam menciptakan inovasi baru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu media pembelajaran berupa modul pembelajaran matematika berbasis model Guided Note Taking pada materi faktorisasi suku aljabar, sehingga menghasilkan media pembelajaran yang layak dan efektif digunakan selama proses pembelajaran, serta diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian ini dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama untuk pengembangan produk menggunakan model ADDIE dan tahap kedua untuk menguji keefektifan produk melalui tes uji coba dengan desain eksperimen Posttest-Only Control Design. Sebelum diujicobakan di lapangan, modul pembelajaran matematika berbasis model Guided Note Taking terlebih dahulu dilakukan uji validasi oleh ahli media dan ahli materi selanjutnya dilakukan tanggapan siswa terhadap media dalam uji coba lapangan. Secara rata - rata hasil dari validasi ahli dan tangapan siswa sebagian besar berkriteria sangat layak. Jadi media pembelajaran tersebut valid untuk diujicobakan. Uji keefektifan produk ditunjukkan dari hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik dari kelompok kontrol, dengan menggunakan uji t satu pihak kanan diperoleh nilai yaitu 2,0284 1,67, maka H0 ditolak artinya pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran matematika berbasis model Guided Note Taking lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Keefektifan produk ini juga ditunjukkan dengan pembelajaran yang menggunakan modul pembelajaran matematika berbasis model Guided Note Taking lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, dengan menggunakan uji t satu pihak diperoleh yaitu 3,96 1,69, maka Ho ditolak artinya modul pembelajaran matematika berbasis model Guided Note Taking yang dikembangkan efektif digunakan dalam proses pembelajaran pada materi faktorisasi suku aljabar. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan modul pembelajaran matematika berbasis model Guided Note Taking efektif dan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi faktorisasi suku aljabar. Kata Kunci : Modul Pembelajaran, Model Pembelajaran Guided Note Taking.
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERORIENTASI SOCIO HUMANISM BERBANTU WEBSITE PADA MATA KULIAH ALJABAR LINIER I Lukman Harun
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v5i1/MARET.561

Abstract

Tujuan diterapkannya pendekatan humanistik dalam pembelajaran adalah mengembangkan self-direction yang positif (berkarakter) dan kebebasan (kemandirian) pada diri peserta didik (Arsury, 2007). Alvin (dalam Haglun, 2004)?é?á menyatakan bahwa salah satu karakteristik kelas humanistik ialah menempatkan peserta didik sebagai penyelidik yang menurut teori Piaget (dalam Hidayat, 2004) membutuhkan pengalaman fisik dan transmisi sosial. Kaino (2008) menjelaskan pengembangkan program ICT umumnya telah direkomendasikan untuk?é?á konseptualisasi matematika. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian Quasy Experimental dan Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random sampling untuk memilih kelas eksperimen dan kelas kontrol. Variabel dalam penelitian ini yaitu?é?á kreativitas?é?á mahasiswa sebagai variabel bebas dan prestasi belajar mahasiswa sebagai variabel terikat. Cara pengambilan data dengan observasi dan tes prestasi belajar. Olah data dengan uji banding dan uji pengaruh. Dalam penelitian ini akan dilakukan proses pengambilan data meliputi data pengamatan kreativitas?é?á mahasiswa. Selanjutnya dilakukan tes prestasi belajar untuk mengukur prestasi belajar mahasiswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tingkat keberhasilan diukur melalui tiga uji statistika, yaitu uji ketuntasan prestasi belajar, uji pengaruh, dan uji perbedaan yang sebelumnya melalui uji prasyarat. Harapannya hal tersebut menunjukkan pembelajaran matematika berorientasi socio humanism berbantu website akan mencapai efektif. Kata kunci : socio humanism, website, efektif
PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBANTU FLIPBOOK MAKER DAN PREZI DENGAN MODEL KOOPERATIF TEKNIK KANCING GEMERINCING PADA MATERI PELUANG SMK KELAS X Dessy Tria Shofiatun Ni’mah; Sutrisno Sutrisno; Ali Shodiqin
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v6i2.1399

Abstract

Penelitian ini meruoakan penekitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan produk berupa media pembelajaran dengan menggunakan softwere flipbook maker dan prezi pada pokok bahasan peluang. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dalam pengembangan modul matematika berbantu flipbook maker dan prezi dengan menggunakan model kooperatif teknik kancing gemerincing pada materi peluang menghasilkan media pembelajaran yang valid dan efektif serta hasil belajar peserta didik yang menggunakan media pembelajaran flipbook maker dan prezi dengan menggunakan model kooperatif teknik kancing gemerincing lebih baik dari pada pembelajaran konvensional pada materi peluang di kelas X semester 2 SMK Negeri 6 Semarang tahun ajaran 2014/2015.Penelitian ini mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan menggunakan satu kelas eksperiment (X Boga 3) dan satu kelas kontrol (X Boga 2). Pengembangan media pembelajaran yang dikembangkan telah dinilai dan divalidasi oleh ahli media pembelajaran dan ahli materi pembelajaran. Hasil penilaian keseluruhan yang diperoleh dari kedua ahli media pembelajaran sebesar 82,4% menunjukan kategori sangat baik, sedangkan penilaian dari kedua ahli materi pembelajaran dari aspek materi sebesar 80,8% menunjukkan kategori sangat baik.Untuk analisis data akhir menggunakan uji t satu pihak dengan a=5% dan diperoleh dan . Karena maka Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan penggunaan media pembelajaran berbantu flipbook maker dan prezi dengan menggunakan model kooperatif teknik kancing gemerincing lebih baik meningkatkan hasil belajar pada pokok bahasan peluang. Kesimpulan dalam penelitian dalam penelitian ini adalah pengembnagan media pembelajaran berbantu flipbook maker dan prezi dengan

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 15, No 3 (2024): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 15, No 2 (2024): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 15, No 1 (2024): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 2 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2019): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2019): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2018): AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2018): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2018): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2017): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2017): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2016): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2016): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA Vol 5, No 2/september (2014): aksioma Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA Vol 4, No 2/Septembe (2013): AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA Vol 3, No 2 (2012): AKSIOMA Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma Vol 2, No 2/Septembe (2011): AKSIOMA Vol 2, No 2/September (2011): AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA Vol 1, No 2/Septembe (2010): AKSIOMA Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA More Issue