cover
Contact Name
Noor Miyono
Contact Email
noormiyono@upgris.ac.id
Phone
+6282137144335
Journal Mail Official
jmp@upgris.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingga Raya, Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP)
ISSN : 22523057     EISSN : 26543508     DOI : https://doi.org/10.26877
Core Subject : Education, Social,
urnal Manajemen Pendidikan (JMP). Published 3 times a year in April, August and December contains scientific papers on research and education management theory studies Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) published by Prodi Management Education PPs University PGRI Semarang. The editor receives donations of writing that have never been published in other print media. Please read these guidelines carefully. Authors who want to submit their manuscript to the editorial office of Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) should obey the writing guidelines. If the manuscript submitted is not appropriate with the guidelines or written in a different format, it will BE REJECTED by the editors before further reviewed. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format.
Articles 327 Documents
PENGARUH PERAN KEPALA SEKOLAH DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN AMPELGADING PEMALANG Komariyah Komariyah; Titik Haryati; Noor Miyono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 9, No 3 (2020): Desember
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v9i3.8122

Abstract

Dalam konteks keberhasilan pendidikan, motivasi kerja yang tinggi  merupakan salah satu faktor yang menentukan. Motivasi kerja yang tinggi dipengaruhi oleh peran kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemauan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah, dan  mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif. Faktor lain yang dapat meningkatkan  motivasi kerja ynag tinggi adalah kepuasan kerja Seorang guru yang merasa puas maka akan mempunyai motivasi yang tinggi dalam bekerja.Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh peran kepala sekolah dan kepuasan kerja secara parsial dan simultan terhadap motivasi kerja?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peran kepala sekolah dan kepuasan kerja terhadap secara parsial dan simultan terhadap motivasi kerja.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SD Negeri di Kecamatan Ampelgading  Kabupaten Pemalang yang berjumlah 347. Setelah dihitung dengan rumus Slovin diperoleh sampel sebanyak 172 orang dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian expost facto. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner/ angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji persyaratan dan uji hipotesis yang meliputi analisis regresi linier sederhana dan analisis regresi ganda.Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh yang signifikan Peran kepala sekolah secara parsial terhadap Motivasi kerja, 2) terdapat pengaruh yang signifikan Kepuasan kerja secara parsial terhadap Motivasi kerja,  3) terdapat Peran kepala sekolah dan Kepuasan kerja secara bersama-sama terhadap Motivasi kerja .Berdasarkan hasil penelitian maka direkomendasikan, (1) dinas pendidikan memberikan penghargaan kepada guru untuk meningkatkan motivasi kerja guru dan peran kepala sekolah, (2) kepala sekolah menjalankan peranannya sesuai tugas pokok dan fungsinya dalam upaya meningkatkan motivasi kerja, (3) guru hendaknya meningkatkan motivasi kerjanya sebagai modal bagi keberhasilan pendidikan
PENGARUH KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU SD NEGERI DI KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG Khayati Khayati; Muhdi Muhdi; Noor Miyono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 9, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v9i2.8112

Abstract

Motivasi kerja dipengaruhi banyak faktor, diantaranya adalah faktor keterampilan manajerial kepala sekolah dan budaya organisasi. Motivasi kerja menjadi lebih baik jika kepala sekolah mempunyai keterampilan manajerial yang baik dan juga terdapat budaya organisasi yang baik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya: (1) pengaruh keterampilan manajerial terhadap motivasi kerja (2) pengaruh budaya organisasi terhadap motivasi kerja, (3) pengaruh keterampilan manajerial dan budaya organisasi terhadap motivasi kerja.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SD Negeri di Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang yang berjumlah 320 orang, dengan sampel sebanyak 167 orang dengan menggunakan propotional random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji persyaratan serta uji hipotesis yang meliputi analisis regresi linier tunggal dan regresi linier berganda. Regresi linier tunggal untuk mengetahui pengaruh keterampilan manajerial terhadap motivasi kerja dan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap motivasi kerja. Regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh keterampilan manajerial dan budaya organisasi terhadap motivasi kerja. Untuk menganalisis data digunakan fasilitas program SPSS for Window Release 25.Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa rata-rata perolehan skor motivasi kerja sebesar 153.71 termasuk pada kategori cukup, rata-rata perolehan skor keterampilan manajerial sebesar 160.25 termasuk kategori cukup dan rata-rata perolehan skor budaya organisasi sebesar 112.93 termasuk kategori cukup. Hasil uji prasyarat dari data penelitian diperoleh data berdistribusi normal, tidak terjadi heteroskedastisitas, tidak multikolinier dan linier. Dari uji hipotesis ditemukan: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan keterampilan manajerial terhadap motivasi kerja sebesar 61%, (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan budaya organisasi terhadap motivasi kerja sebesar 75%, (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan keterampilan manajerial dan budaya organisasi terhadap motivasi kerja sebesar 76.2%.
PENGARUH PERAN KEPALA SEKOLAH DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMP/MTs Di KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG Sri Murwani; Noor Miyono; Retnaningdyastuti Retnaningdyastuti
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 9, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v9i1.6834

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui pengaruh peran kepala sekolah terhadap kinerja guru, (2) mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja guru, (3). mengetahui pengaruh peran kepala sekolah dan kepuasan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMP/MTs se Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.Populasi penelitian ini adalah seluruh guru SMP/MTs se Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang yang berjumlah 157 orang, sampel sebanyak 113 guru yang ditetapkan dengan teknik proportional random sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif, uji persyaratan, analisa regresi tunggal dan analisis regresi ganda menggunakan program SPSS for Windows versi 21.Temuan hasil penelitian di atas meliputi: (1) terdapat pengaruh positif peran kepala sekolah terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 59,832 + 0,321 X1, kekuatan korelasi sebesar 0,348 dengan pengaruh sebesar 0,113 atau 11,3%, (2) terdapat pengaruh positif kepuasan kerja terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 63,653 + 0,340 X2, kekuatan korelasi sebesar 0,371 dengan pengaruh sebesar 0,130 atau13%, serta (3) terdapat pengaruh positif peran kepala sekolah dan kepuasan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 35,716 + 0,267 X1 + 0,291 X2, kekuatan korelasi X1 terhadap Y sebesar 0,348 dan X2 terhadap Y sebesar 0,371, dengan pengaruh sebesar 0,205 atau 20,5%.Berdasarkan temuan di atas disarankan agar: (1) kepala sekolah sebaiknya melakukan supervisi secara periodik untuk perbaikan kinerja guru, (2) kepala sekolah memberikan kesempatan guru untuk pengembangan diri atau promosi jabatan, (3) guru merancang pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik
PENGARUH KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP EFEKTIVITAS SEKOLAH Sukron Amri; Ngurah Ayu Nyoman Murniati; Noor Miyono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 9, No 3 (2020): Desember
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v9i3.8118

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya faktor bahwa efektivitas sekolah di SD Negeri Daerah Binaan 1 Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal masih membutuhkan peningkatan. Faktor yang mempengaruhi di duga karena pengaruh keterampilan manajerial kepala sekolah dan budaya sekolah yang beragam.Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui seberapa besar pengaruh keterampilan manajerial kepala sekolah terhadap efektivitas sekolah, (2) mengetahui seberapa besar pengaruh budaya sekolah terhadap efektivitas sekolah,(3) mengetahui seberapa besar pengaruh keterampilan manajerial kepala sekolah dan budaya sekolah secara bersama-sama terhadap efektivitas sekolah. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SD  Negeri daerah Binaan I Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal berjumlah 125 orang dan sampel dengan menggunakan proporsional random sampling tingkat kepercayaan 5% sebanyak 91 orang. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji persyaratan data dan uji regresi.Uji hipotesis menunjukan: (1) korelasi antara variabel keterampilan manajerial kepala sekolah dengan variabel efektivitas sekolah sebesar 0,815 termasuk kategori cukup kuat. (2) korelasi antara variabel budaya sekolah terhadap variabel efektivitas sekolah sebesar 0,713 termasuk kategori kuat. (3) pengaruh keterampilan manajerial kepala sekolah guru dan budaya sekolah secara bersama-sama terhadap efektivitas sekolah sebesar 88,9% dengan koefisien regresi positif, artinya jika keterampilan manajerial kepala sekolah dan budaya sekolah semakin baik, maka efektivitas sekolah semakin baik pula.Berdasarkan temuan tersebut, peneliti merekomendasikan sebaiknya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal perlu merancang suatu kebijakan yang dapat mengimplementasikan keterampilan manajerial kepala sekolah, sehingga efektivitas sekolah akan meningkat. Bagi kepala sekolah perlu ada peningkatan keterampilan manajerial kepala sekolah dalam upaya peningkatan efektivitas sekolah serta meningkatkan keteladanan dalam menciptakan budaya sekolah yang baik. Untuk guru hendaknya menjadi teladan dalam menciptakan budaya sekolah untuk mewujudkan efektivitas sekolah serta meningkatkan budaya sekolah yang baik untuk menjaga keutuhan hubungan antar warga sekolah.
KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU SEKOLAH DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 3 BREBES Endah Pusveni; Yovitha Yuliejantiningsih; Fenny Roshayanti
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 9, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v9i2.8108

Abstract

Fokus penelitian ini adalah: (1) Pelaksanaan peningkatan mutu sekolah oleh kepala sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Brebes. (2) Pengawasan peningkatan mutu sekolah oleh kepala sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Brebes.Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dan merupakan jenis penelitian studi kasus (case study) yaitu penelitian yang dilakukan langsung ke lokasi penelitian di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Brebes. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan credibility (derajat kepercayaan), transferability (dapat tidaknya ditransfer ke latar lain), defendability (ketergantungan pada konteksnya), confirmability (dapat tidaknya dikonfirmasikan dengan sumbernya).Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pelaksanaan peningkatan mutu sekolah oleh kepala sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Brebes, meliputi: (a) Input, MIN 3 Brebes telah memberdayakan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnya; memberdayakan potensi peserta didik. (b) Proses, MIN 3 Brebes telah mengembangkan visi, misi, dan melaksanakan program dan mengelola sumber daya yang ada di sekolah; mengetahui dan memahami tentang kondisi pendidik dan tenaga kependidikan; memberikan bantuan, kemudahan interaksi, dan kemudahan komunikasi; kepala sekolah membangun komitmen untuk meningkatkan program pengajaran yang efektif dan efisien melalui kegiatan supervisi dan pemenuhan fasilitas sarana prasarana penunjang KBM dengan melibatkan seluruh warga sekolah termasuk komite sekolah. (c) Output, MIN 3 Brebes selalu memberikan pembinaan prestasi unggulan karena merupakan motivasi yang dapat meningkatkan mutu sekolah
PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMP/MTs DI KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG Dwi Any Wurjayanti; Sudharto Sudharto; Fenny Roshayanti
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 9, No 3 (2020): Desember
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v9i3.8123

Abstract

The problems in this study are: (1) is there an influence of organizational climate on the performance of junior / MTs teachers in Susukan District, Semarang Regency; (2) is there any influence of work motivation on the performance of SMP / MTs teachers in Susukan District, Semarang Regency; (3) is there an influence of organizational climate and work motivation on the performance of SMP / MTs teachers in Susukan District, Semarang Regency.The purpose of this study is: (1) to find out whether there is an influence of organizational climate on teacher performance; (2) to find out whether there is an effect of work motivation on teacher performance; (3) to find out whether there is an influence of organizational climate and work motivation on the performance of SMP / MTs teachers in Susukan District, Semarang Regency.The population in this study were SMP / MTs teachers in Susukan District, Semarang Regency, which amounted to 157 people, with a sample of 113 people determined by proportional random sampling technique. Data collection using a questionnaire. The data analysis used was descriptive analysis, requirements test, single regression analysis and multiple regression analysis which was calculated using the SPSS for Windows version 21 program.From the results of the study, it can be seen that the average score of the organizational climate score of 120.58 is quite good; the average work motivation score of 126.16 includes a fairly good category; the average score of the teacher's performance score of 117.30 is quite good. Prerequisite test results from the research data obtained normal distribution data, homogeneous, linear, not multicollinear, and heteroscedasticity did not occur. From the hypothesis test it was found that there was a positive influence of the organizational climate on teacher performance as stated by the equation Y = 68.786 + 0.402X1; correlation strength of 0.405 with a contribution of 0.164 or 16.4%. There is a positive effect of work motivation on teacher performance which is expressed by the equation Y = 69.409 + 0.380X2; correlation strength of 0.389 with a contribution of 0.151 or 15.1%. There is a positive influence of organizational climate and work motivation together on teacher performance which is expressed by the equation Y = 49,624 + 0,290X1 + 0,259X2; with contributions of 0.221 or 22.1%.The performance of junior high school / MTs teachers in Susukan District, Semarang Regency is influenced by the organizational climate and work motivation of teachers. Aspects of warmth, personal relationships between school members, and the task of teachers in terms of training students still need to be improved. The principal must make efforts to improve the condition.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REGROUPING DI SD NEGERI CUKILAN 01 KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG Muntianah Muntianah; Sunandar Sunandar; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 9, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v9i2.8113

Abstract

Permasalahan  dalam penelitian ini adalah: (1) mengapa dilaksanakan regrouping di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang?, (2) bagaimana mekanisme  pelaksanaan regrouping di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh?, (3) apa efektifitas pengelolaan pendidikan di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh?, (4) apa efisiensi pengelolaan pendidikan di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh?, (5) bagaimana dampak  kebijakan regrouping  di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh?.Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui latar belakang  dilaksanakan regrouping di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, (2) untuk mengetahui mekanisme  pelaksanaan regrouping di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh, (3)  Untuk mengetahui  efektifitas pengelolaan pendidikan di SD Negeri  Cukilan 01 Kecamatan Suruh, (4)  Untuk mengetahui  efisiensi pengelolaan pendidikan di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh, (5) untuk mengetahui  dampak  kebijakan regrouping  di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif  yang bersifat informatif dengan menggunakan metoda diskriptif. Tehnik analisa data yang digunakan adalah trianggulasi  data dan member cheching.Dari hasil penelitian  dapat diketahui bahwa latar belakang dilaksanakannya regrouping di SD Negeri Cukilan 01 dan SD Negeri Cukilan 02  adalah: (1) kedua sekolah tersebut berada dalam satu wilayah, (2) kondisi beberapa ruang kelas yang rusak baik di SD Cukilan 01 maupun di SD Negeri Cukilan 02, (3) jumlah siswa yang cenderung menurun terutama di SD Negeri Cukilan 02, (4) kurangnya tenaga pendidik di SD Negeri  Cukilan 02.Mekanisme pelaksanaan regrouping di SD Negeri  Cukilan 01 mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional no 060/ U/2012 tentang pedoman pendirian sekolah pada pasal 26. Adapun tahapan tahapan yang dilaksanakan berkaitan dengan pelaksanaan regrouping di SD Negeri Cukilan 01 meliputi pendataan , sosialisasi, penetapan, dan penyatuan sekolah.Efektifitas pengelolaan pendidikan di SD Negeri Cukilan 01 setelah dilaksanakan regrouping meliputi: (1) pemeliharaan dan perawatan gedung, (2) pelayanan bagi siswa, (3) pengelolaan sarana dan prasarana, (4) partisipasi masyarakat, (5) penyatuan budaya sekolah.Efektifitas pengelolaan pendidikan di SD Negeri Cukilan 01 setelah dilaksanakan regrouping meliputi: (1) pemanfaatan gedung yang ditinggalkan, (2) kepemimpinan kepala sekolah, (3) pengelolaan tenaga kependidikan, (4) pengelolaan keuangan, (5) kedudukan komite.Dampak regrouping bagi peningkatan kualitas pendidkan di SD Negeri Cukilan 01 meliputi: (1) dampak bagi siswa tampak adanya hubungna sosial yang lebih akrab, meningkatnya prestasi siswa  baik akademis maupun non akademis, (2) dampak bagi guru tampak pada hubungan kekeluargaan antar guru yang lebih akrab, iklim kerja   lebih menyenangkan dan guru lebih berinovasi, (3) dampak bagi masyararakat tampak adanya penyelenggaraan PAUD, pendirian Musholla Nurul Huda dan partisipasi dalam kegiatan ektrakurikuler.Kesimpulan dari  hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang  dan mekanisme pelaksanaan  regrouping  di SD Negeri Cukilan 01 telah sesuai dengan peraturan yang ada.  Efektifitas, efisiensi serta dampak  adanya regropuping di  SD Negeri Cukilan 01 telah sesuai  dengan harapan.Kata kunci : kebijakan, penggabungan (regrouping) 
IMPLEMENTASI ISO 9001:2015 DALAM PENJAMINAN MUTU SMP NEGERI 2 KABUPATEN DEMAK Yunita Kumala Dewi; Yovitha Juliejantiningsih; Nurkolis Nurkolis
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 9, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v9i1.6833

Abstract

Fokus penelitian ini adalah: 1) bagaimanakah implementasi prinsip fokus pada pelanggan dalam meningkatkan mutu sekolah, 2) bagaimanakah implementasi prinsip kepemimpinan dalam meningkatkan mutu sekolah, 3) bagaimanakah implementasi prinsip pendekatan proses dalam meningkatkan mutu sekolah.Pendekatan dan jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah  kualitatif evaluatif. Teknik penggalian data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan informan penelitian adalah kepala sekolah, guru, komite sekolah dan siswa. Sedangkan teknik analisis menggunakan model analisis data Miles dan Huberman. Pengecekan keabsahan data menggunakan dua model triangulasi dengan sumber dan triangulasi dengan metode.Hasil penelitian ini adalah sistem manajemen mutu ISO 9001:2015  dalam menjamin mutu sekolah di SMP Negeri 2 Demak: (1) prinsip fokus pada pelanggan diimplementasikan dengan a. menyeimbangkan antara kebutuhan pelanggan dan pihak-pihak yang berkepentingan, b. mengomunikasikan kebutuhan dan harapan kepada jajaran organisasi, c. mengukur tingkat kepuasan pelanggan dan melakukan tindakan atas hal tersebut. Adapun untuk mengukur kepuasan pelanggan dalam pelaksanaan manajemen mutu ISO 9001: 2015 di SMP N 2 Demak dengan mengelola dan membina hubungan dengan pelanggan. (2) Prinsip kepemimpinan diimplementasikan dengan: a. proaktif dan memimpin dengan memberi contoh keteladanan, b. membangun kepercayaan, menghilangkan kecemasan, jujur dan komunikasi terbuka, c. menetapkan visi yang jelas dari masa depan organisasi, d. mendidik, melatih dan menyediakan sumber daya. (3) Prinsip pendekatan proses diimplementasikan dengan: a. mengidentifikasi dan mengukur masukan dan keluaran dari proses, b. mengevaluasi resiko dan peluang pada pelanggan. Pada aspek ini terdapat keunikan SMP N 2 Demak mampu merubah resiko menjadi peluang dan tantangan sehingga menjadi kesempatan untuk membuktikan pada pelanggan tentang kualitas dan profesionalitasnya. Namun pada aspek mengidentifikasi dan mengukur masukan dan keluaran dari proses ada kekurangan yaitu proses audit internal respon pada guru kurang maksimal, hal ini kemungkinan dikarenakan masih ada sebagian guru yang kurang perduli akan pentingnya proses audit internal.
PERAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU SDN MUKIRAN 04 KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN SEMARANG Dewi Lestari Dewi Lestari; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 10, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v10i1.9445

Abstract

Fokus dari penelitian ini adalah peran manajerial kepala sekolah dalam peningkatan mutu SDN Mukiran 04 Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Dari hasil penelitian di lapangan dan analisis, dapat ditarik simpulan sebagai berikut:Kepala Sekolah, sebagai pimpinan dan manajer berhasil menyerasikan kultural dan sistemik secara berimbang saling mengisi dan saling menguatkan dalam penyelenggaraan sekolah. Keberhasilan tersebut selaras dengan peran manajerial Kepala Sekolah yang mencakup peran kepemimpinan yang terdiri dari lima tugas utama, yakni (1) Planning (perencanaan), (2) organizing (pengorganisasian), (3) commanding (perintah), (4) coordinating (pengkoordinasian), dan (5) controlling (pengawasan) menentukan mutu proses dan hasi kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. Serta fungsi Kepala Sekolah sebagai manajer penyelenggaraan lembaga pendidikan yang mengelola rangkaian kegiatan yang terpadu dalam kegiatan-kegiatan penyelenggaraan sekolah per hari demi hari secara konsisten dan berkelanjutan yang mencakup enam (6) peran-fungsi manajerial, yakni (1) fungsi perencanaan, (2) fungsi pengorganisasian, (3) fungsi pengarahan, (4) fungsi pengkoordinasian, (5) Fungsi komunikasi, dan (6) fungsi pengawasan.Studi kasus (best practice) dari SDN Mukiran 04 Kaliwungu ini dapat menjadi cermin dan sumber belajar berharga bagi pihak sekolah umumnya, dan para kepala sekolah bahwa satu sekolah (pendidikan) sekalipun berada di perdesaan dalam situasi dukungan finansial dan sarana-prasarana yang minimum, tetap dapat diselenggarakan dengan baik dan bahkan tetap bisa berprestasi, sepanjang ada kemauan dan komitmen untuk berubah lebih baik.
PENGARUH KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH DAN SUPERVISI PENGAWAS TERHADAP KINERJA SEKOLAH PADA KELOMPOK BERMAIN DAN TAMAN KANAK-KANAK DI KECAMATAN BOJA KABUPATEN KENDAL Sri Hartati; Yovitha Yuliejantiningsih
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 10, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v10i1.9433

Abstract

Tujuan penelitianini adalah untuk : 1). untuk mengetahui pengaruh kompetensi kepala sekolah terhadap kinerja sekolah. 2) Untuk mengetahui pengaruh supervise pengawas terhadap kinerja sekolah. 3) Untuk mengetahui pengaruh kompetensi kepala sekolah dan supervise pengawas secara bersama-sama terhadap kinerja sekolah pada Kelompok Bermain dan Taman kanak-kanak di Kecamatan Boja Kabupaten Kendal.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru Kelompok Bermain dan dan Taman kanak - kanak se-Kecamatan Boja Kabupaten Kendal yang berjumlah 65 di wilayah Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik total sampling dari sampel sebanyak 65 sampel diambil secara keseluruhan. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variable bebas yaitu kompetensi kepala sekolah dan supervise pengawas sedangkan variable terikatnya kinerja sekolah. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner.Teknik analisis datanya menggunakan analisis regresi sederhana dan regresi berganda. Sebelum menguji dengan analisis regresi, terlebih dulu digunakan uji prasyarat analisis data dengan menggunakan uji normalitas, linieritas dan multikolinieritas dengan  α = 0,05 %).Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan dari kompetensi kepala sekolah terhadap kinerja sekolah sebesar 58.60%%. 2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan dari supervisi pengawas terhadap kinerja sekolah sebesar  56.80%. 3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama antara kompetensi kepala sekolah dan supervisi pengawas terhadap kinerja sekolah sebesar 67.60%. Saran yang dapat disampaikan adalah kepada pengawas sekolah untuk memberikan pengetahuan kepada para guru dan kepala sekolah tentang pengelolaan pembelajaran yang tepat dan sesuai dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sehingga dengan demikian akan memberikan dampak yang baik terhadap kinerja sekolah yang tercermin dalam mutu pendidikan itu sendiri.