cover
Contact Name
Ibnu Fatkhu Royana
Contact Email
ibnufatkhuroyana@upgris.ac.id
Phone
+6285600886600
Journal Mail Official
majalahlontar@upgris.ac.id
Editorial Address
Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Lontar
ISSN : 08530041     EISSN : 2654458X     DOI : -
Core Subject : Education,
- Penelitian Tindakan Kelas - Penelitian Desain Dikdaktis - Penelitian Kualitatif - Penelitian Kuantitatif
Articles 163 Documents
Berbagai Respon Fisiologis Ayam Broiler Akibat Temperatur Lingkungan Sulistyoningsih, mei
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 18, No 1 April (2004): Lontar
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ayam adalah hewan homeotermis, maka temperaturorgandalammisalnyaotak,jantruag,ususdanlain-laincenderungkJnstan. Salah tutu faktor lingkungan yang mempenganrhikeseimbanganpanasadalatrtemperatul.Ayamakanselaluberusatra*"*p"ttuli*kan temperatur tubuhnya agar relatif tetap dalartkondisi lingkungan yang bagaimanapun juga B-ilamana temperaturlingkungan-terlalu tinggi atau terlalu rgndatr dibanding temperaturtubuh ayam, maka afrm akan mengeluarkan energi untuk usahamenstabilkan temperatur tubuh Semakin banyak energi yangdipakai ayarn untuk hal ltu, maka ini akan mengganggupernrmbuhan dan Produksi aYamKata-kata kunci : Broiler, temperatur, respon fisiologis
MEMAHAMI DIRI SENDIRI UNTUK MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI DENGAN CEPAT DALAM BERBAGAI SITUASI Suharno, Agus; fitriana, siti
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 22, No 1 April (2008): MIL
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tampil percaya diri dalam segala situasi dan kondisi ternyata banyak orangyang sulit untuk melakukannya. Padahal, percaya diri merupakan nilai tambah bagiseseorang, khususnya saat ia berada dalam situasi yang menentukan hidup dan kariernya.Rasa percaya diri secara sederhana bisa dikatakan sebagai suatu keyakinan seseorangterhadap segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuatnyamerasa mampu untuk bisa mencapai berbagai tujuan di dalam hidupnya. Dengan adanyapemahaman diri secara kuat maka seseorang bisa membangun rasa percaya dirinya secaracepat. Untuk itulah pemahaman dan reaksi positif seseorang terhadap kelemahankelemahanyang dimiliki sangat diperlukan untuk membangun rasa percaya diri dengancepat dalam berbagai situasi selain dengan proses relaksasi dan sugesti.Kata-kata kunci: Pemahaman Diri, Rasa Percaya Diri.
PENTINGNYA PROFESIONALISME GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN suharno, Agus; Fitriana, Siti
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 22, No 2 (2008)
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan di Indonesia salah satu faktor yang paling penting dan sangat mempengaruhi adalah keprofesionalan guru di dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Guru merupakan pekerjaan profesi, karenanya LPTK telah menerapkan kurikulum yang berdasarkan kompetensi. Kompetensi guru mencakup empat hal penting yaitu kompetensi personal, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi paedagogik. Dalam hubungannya dengan tenaga profesional kependidikan, kompetensi guru sangat diperlukan untuk memenuhi spesifikasi dalam pelaksanaan tugas-tugas kependidikan yang mencakup karakteristik-karakteristik prasyarat yang meliputi: relevan dengan pengajaran dan berorientasi pada kualitas. Disamping itu pula harus ada penghargaan dan pengakuan yang tinggi kepada seorang guru agar dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Kata-kata Kunci: Profesionalisme Guru, Kualitas Pendidikan
MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK suharno, Agus; Fitriana, Siti
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 24, No 2 Juli (2010): MIL
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak orang yang meyakini bahwa sukses hidup seseorang sebagian besar ditentukan oleh kecerdasan akal. Padahal kesuksesan hidup seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang ada salah satunya adalah kecerdasan emosional. Layanan konseling kelompok merupakan suatu layanan yang sangat baik untuk memberi kesadaran pada diri individu tentang berbagai perilaku yang sehat dan perilaku yang bermasalah. Kecerdasan emosional dibentuk melalui empat keterampilan yaitu kesadaran emosional, penerimaan, kesadaran aktif, dan empati. Empat keterampilan inilah yang dipakai sebagai tolok ukur memahami kecerdasan emosional seseorang. Kecerdasan emosi sangat penting dalam kehidupan kita, baik yang bersifat ke dalam maupun dalam hubungannya dengan orang lain atau situasi lain karena akan berpengaruh terhadap tingkah laku kita. Dengan adanya konseling kelompok diharapkan mampu memberikan dampak yang baik terhadap emosi sehingga akan memunculkan perilaku yang positif.Kata-kata Kunci: Kecerdasan emosional, konseling kelompok
STRATEGI PERGURUAN TINGGI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA Widodo, Wahyu; Maryadi, Maryadi
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 24, No 2 Juli (2010): MIL
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  The globalication are demans the increasing quality of the human resources so that they are able to play an active and productive role by taking the education in all fields and levels into the first priority. The hight learning institution as on institution which develops vision and mission to promote the human resource has the main role and strategie position. The logical consequence of this is that university must be able to carry out and to complete that vision and mission successfully, so that the quality of the human resources can increase significantly which is in accordance wich the demand development of the era, which can accommodate the kocal initiatives, nasional interest and global funcsion.     Kata – kata kunci : Era global, Partisipasi Pendidikan, Kebijakan, Strategi
KINERJA LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK DALAM KERANGKA RESOSIALISASI NAPI ANAK Widodo, Wahyu
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 24, No 2 Juli (2010): MIL
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimanapun yang namanya anak, adalah sosok manusia tidak hanya merupakan harapan orangtua yang melahirkannya, tetapi juga merupakan generasi muda, yang peran sertanya sangat dharapkan dalam kelanjutan pembangunan bangsa dan Negara. Bertitik tolak dari eksistensi anak yang demikian, maka pertumbuhan dan perkembangan anak patut dijaga dan diperhatikan. Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak sedikit lubang – lubang yang potensial menjebak anak untuk ke dalam suasana kehidupan yang “suram“. Tidak sedikit contoh yang ditujukan terhadap hal ini. Meningkatnya frekuensi tindak pidana yang dilakukan oleh anak merupakan gambaran nyata tidak sedikit anak – anak yang terjerumus ke dalam kehidupan yang suram. Terhadap anak – anak yang sudah terkanjur melakukan tindak pidana ini, tidak jarang sedikitnya mengalami depresi, karena frustasi dan adanya penolakan dari masyarakat terhadap keberadaanya. Oleh karena dibutuhkan suatu upaya kompehensif untuk mengembalikan anak – anak yang sudah terlanjur melakukan tindak pidana (kejahatan) ke dalam kehidupan semula. Anak yang melakukan kejahatan bukan Karen ia memiliki sifat jahat, karena keadaan anak tersebut yang tidak stabil akibat keadaan yang datang dari anak maupun lingkungan sekitar. Bagi anak yang melewati sitem peradilan pidana, ia mendapat perlakuan khusus melalui tahap pelaksanaan pidana, perhatian terhadap ini tak pernah berhenti walaupun sampai saat ini. Pada pelaksanaan pembinaan narapidana anak belum dilakukan secara terpadu oleh system peradilan pidana, penangnan pembinaan anak masih terkesan masih merupakan tanggungjawab Lembaga Pemasyarakatan saja. Dan pelaksanaan pembinaan narapidana anak pada prakteknya masih mengabaikan hak – hak anak. Untuk masa yang akan datang perlu kerjasama pihak Lembaga Pemasyarakatan dengan pihak swasta, setelah anak keluar dari Lembaga Pemasyarakatan dengan bekal ketrampilan dan keahlian, pihak swasta telah menerima anak sebagai tenaga sesuai dengan keahlianya. Bertitik tolak uraian di atas dengan mengambilan Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPA) sebagai obyek yang pantas dan memegang peranan penting dalam melakukan resosialisasi napi anak, tulisan ini akan menguraikan dan mendeskripsikan kinerja Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPA) di dalam melakukan pembinaan untuk tujuan resosialisasi napi anak. Kata – kata kunci : Kinerja, LPA, Resosialisasi, Napi, Anak
STATUS ANAK LUAR KAWIN Widodo, Wahyu; budoyo, sapto
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 24, No 03/08 (2010)
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

banyak sekali peristiwa yang terjadi dalam sebuah kehidupan. Bagisn dari cerita hidup adalah berawal dari sebuah keluarga. Penting sekali peran kejluarga untuk menjadi dalam kehidupan. Oleh karna nya asal usul dan silsilah dari sebuah keluarga hendaknya diketahui oleh masing-masing anggota keluarga. hal ini tidak hanya untuk mengetahui garis keturunan akan tetaoi juga untuk menyelasaikan maslah hukum yang akan terjadi dalam sebuah keluarga. Perkawinan adalah ikatan lahir batinantar pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga(rumahtangga) yang bahasia dan kekal mendasarkan ketuhanan yang maha esa. Dimanapun yang namanya anak adalah sosok manusia yang tidakhanya merupakan harapan orangtua yang melahirkan. tetapi juga merupakan generasi muda yang peran sertanya diharapkan dalam kelanjutan pembangunan bangsa dan negara. Anak merupakan anggota keluarga dia berhak mendapatkan hak-hak nya dalam sebuah keluarga. anak luar kawin yaitu keturunan yang tidak didasarkan atau suatu perkawinan yang sah, sehingga ada perbedaan hak antara anak sah dengan anak luar kawin. Anak luar kawin dapat memperoleh akta kelahiran, akan tetapi dalam akta tersebut hanya terdapat nama dari ibunya.kata kunci": Status anak, perkawinan
Sudut Pandang Etika-Moral Filsafat Ornanisme (Filsafat Proses) Purwosaputro, Supriyono
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 23, No 3 Agustus (2009)
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etika-etika moral mengajarkan pada manusia untuk bisa membedakan mana perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk. Ajaran moral akan menjadi pedoman dalam kehidupan manusia. Bagi Whitehead dalam pandangannya mengenai etika-moralitas bertumpu pada arti pentingnya  “proses” dan “importance”. Moralitas menjadi kontrol bagi pengalaman proses hidup, memposisikan moralitas dalam dinamika kehidupan bukan pada aturan-aturan (hukum) yang mandeg dan kaku, maupun dalam nilai-nilai absolut yang lepas dari dinamika perubahan jaman serta kenyataan pengalaman hidup manusia. Whitehead merumuskan dua prinsip dasar moral, yaitu keteraturan (order) dan kasih (love). Prinsip “order” untuk menjamin kepentingan umum/bersama, sedangkan prinsip “love” melindungi kepentingan individu Key word : Process/organism, importance, order, pure empirism/mores relativsm
KEBEBASAN MANUSIA DALAN PANDANGAN BUDHISME Purwosaputro, Supriyono
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 2, No 2 Agustus (2007): MAJALAH ILMIAH LONTAR
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budhisme sebagai falsafah hidup memiliki sifat tidak memaksa, karenanya mampu menawarkan sejumla kebebasan. Diskursus kebebasan mendapat tempat yang memadai dalam budhisme, oleh sebab itu kebebasan dalam konteks budhisme menjadi menarik untuk dijadikan satu tema sentral dalam kajian filsafat timur. Budhisme memberi penghargaan total kepada kebebasan manusia dalam segala tindakan – ekspresi imannya. Melalui dan dengan kebebesannya itu, manusia akan dapat/mampu mempertanggung jawabkan segala tindakannya. Kebebasan yang merupakan kodrat manusia, memiliki nilai implikatif bagi kehidupan manusia menuju proses pencerahan diri dan sekaligus pertanda keutuhan keluhuran individu pribadi manusia yang bersangkutan. Kebebasan universal-objektif nampak jelas dalam ajaran Budhisme dan akan menjadi hidup, jika ditempuh dengan delapan jalan kebenaran dalam Budhisme. Kebebasan manusia dalam pandangan Budhisme bersifat paradoks, pada tataran awal konseptualnya bersifat mutlak (absolute) tapi kemudian dalam tataran praktek harus mengingat kewajiban moral manusia, agar tidak mengakibatkan kesengsaraan bagi manusia lainnya Kata-kata kunci : kesengsaraan/samsara, kebebasan, jalan kebenaran, pencerahan
RELASI SEBAGAI DASAR EPISTEMOLOGI TEORI SOSIAL KARL MARX Purwosaputro, Supriyono
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 21, No 1 April (2007): MAJALAH ILMIAH LONTAR
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat Karl Marx : “dialetika materialisme” dengan pokok-pokok pemikiran mengenai pekerjaan manusia, keterasingan manusia, materialisme historis, revolusi proletariat, dan kritik terhadap kapitalisme. Pemikiran kritis Karl Marx tidak hanya relevan untuk jamannya (abad XIX) saja, melainkan juga relevan dengan keadaan fagmentaris masyarakat modern yang tidak mampu menyediakan “pekerjaan yang manusiawi” yang mampu meningkatkan martabat kemanusiaan manusia. Pemikiran Karl Marx yang mendasarkan pada analisis relasi manusia, telah melampaui beberapa tahapan : (1) Pemikiran filsafat praktis yang tidak hanya mengintepretasi dunia, tetapi juga mengubah dunia, (2) Pemikiran pencarian basis keterasingan manusia dalam pekerjaannya, (3) Pemikiran hukum sosial obyektif yang menentukan perkembangan masyarakat. Filsafat Karl Marx menunjukkan pandangan realisme yang bertumpu pada relasi dalam memahamu manusia dan masyarakat, menolak materialisme  ministik, mengandung idealisme dan aktualisme (menolak adanya substansi-substansi) yang mengarah pada pada kesadaran subyek manusia yang terlibat dalam pengembangan masyarakat, mengatasi materialisme yang vulgar dan materialisme mekanistis. Kehadiran manusia lebih ditentukan peranannya dalam pengalaman material (faktor pentingnya relasi antar manusia dan alam) yang bersifat humanis. Pemikiran Karl Marx memperkaya pendangan epistemologi mengenai manusia dan masyakat dangan pendekatan struktural dan analisis kelas. Kritik pada Filsafat Karl Marx: dielatika yang terus-menerus akan menghancurkan dirina sendiri. Secara epistemologis pemikiran Karl Marx telah menjadi inspirasi dasar munculnya aliran Teori Kritis atau Mahzab Frankfurt, dengan dasar pemikiran teori kritis masyarakat. Kata-kata Kunci : relasi, alienasi, dialetika, materialisme-historis

Page 3 of 17 | Total Record : 163


Filter by Year

2002 2024