cover
Contact Name
Ibnu Fatkhu Royana
Contact Email
ibnufatkhuroyana@upgris.ac.id
Phone
+6285600886600
Journal Mail Official
majalahlontar@upgris.ac.id
Editorial Address
Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Lontar
ISSN : 08530041     EISSN : 2654458X     DOI : -
Core Subject : Education,
- Penelitian Tindakan Kelas - Penelitian Desain Dikdaktis - Penelitian Kualitatif - Penelitian Kuantitatif
Articles 163 Documents
Model Pembelajaran Portofolio pada Mata Pelajaran PKn Aryaningrum, Kiki; Budoyo, Sapto
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraks: Masalah utama dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) ialah penggunaan metode atau model pembelajaran dalam menyampaikan materi pelajaran secara tepat, yang memenuhi muatan tatanan nilai, agar dapat diinternalisasikan pada diri siswa serta mengimplementasikan hakekat pendidikan nilai dalam kehidupan sehari-hari-belum memenuhi harapan seperti yang diinginkan. Guru PKn mengajar lebih banyak mengejar target yang berorientasi pada nilai ujian akhir, di samping masih menggunakan model konvensional yang monoton, aktivitas guru lebih dominan daripada siswa, akibatnya guru seringkali mengabaikan proses pembinaan tatanan nilai, sikap, dan tindakan; sehingga mata pelajaran PKn tidak dianggap sebagai mata pelajaran pembinaan warga negara yang menekankan pada kesadaran akan hak dan kewajiban tetapi lebih cenderung menjadi mata pelajaran yang jenuh dan membosankan. Salah satu model pembelajaran inovatif,efektif,yang dapat digunakan guru adalah model pembelajaran portofolio. Melalui model pembelajaran portofolio, selain diupayakan dapat membangkitkan minat belajar siswa secara aktif, kreatif, juga dapat mengembangkan pemahaman nilai-nilai kemampuan berpartisipasi secara efektif, serta diiringi suatu sikap tanggung jawab.Penggunaan model pembelajaran portofolio dalam pembelajaran PKn berimplikasi luas terhadap khasanah piranti professional guru sebagai seorang fasilitator, director-motivator, mediator, rekonstruktor pembelajaran bagi siswa, dalam upaya mengembangkan dan membekali sejumlah keterampilan dan wawasan life skill kewarganegaraan siswa, yaitu : civic life, civic skill, civic participation, yang wajib dimiliki oleh setiap insan, agar siswa dapat hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesuai dengan hak dan kewajibannya.   Kata Kunci : Model Pembelajaran Portofolio, Mata Pelajaran PKn
Difficulties in English Speaking Faced by The Students of SMP Negeri 2 Kedu Temangggung in Academic Year 2008/ 2009 Sri Suwarti, T; Andris Susanto, Dias
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The aims of this study are to know the description of difficulties speaking in the classroom. The problem faced by students in the eighth grade, and how does the teacher solve the problems.The research method used in this study was descriptive qualitative study. Data were collected through interview and observation. The subject of this study was the eighth year students of SMP Negeri 2 Kedu Temanggung in Academic year 2008 / 2009. It is found that the teaching of English speaking applied in two main activities: It is found that there are several problems faced by students.The students’ problems are; Students felt Difficult in speaking because they got lack of vocabularies. The students didn’t have spirit to practice their speaking ability. The lack of time in practicing the method instruction. The students got misunderstanding with speaking delivered by teacher. The students did not dare to use many kinds of vocabularies that have already given. Then there are some solutions; Training or asking them to try speaking English in their daily learning process. As a teacher in the class teacher should give more attention to the students such as; giving motivation, giving compliment, giving tips, advice, etc. In giving explanation, teacher should master in material fully, especially in speaking skill, and teacher should make the class sounds becoming English speaking area. Teacher should e able to manage the time allotment well in teaching speaking session. Speaking English lesson needs more practices orally rather than written one. To increase the dareness students’ speaking ability, they must be forced to speak little by little, words by words, then sentence by sentence. Finally, writers can conclude that; Teaching them using English not the whole in teaching and learning process, but teacher may use 50% in English and 50% in Bahasa. Teacher must be able to manage the time appropriately. S/he does not focus on the consuming materials but on the result of teaching process. To increase the students’ speaking ability, the student should try to speak in English more over with their friends surrounding. And they can apply what they have just got the materials from their teacher. Key words : difficulties, English speaking Abstract: The aims of this study are to know the description of difficulties speaking in the classroom. The problem faced by students in the eighth grade, and how does the teacher solve the problems.The research method used in this study was descriptive qualitative study. Data were collected through interview and observation. The subject of this study was the eighth year students of SMP Negeri 2 Kedu Temanggung in Academic year 2008 / 2009. It is found that the teaching of English speaking applied in two main activities: It is found that there are several problems faced by students.The students’ problems are; Students felt Difficult in speaking because they got lack of vocabularies. The students didn’t have spirit to practice their speaking ability. The lack of time in practicing the method instruction. The students got misunderstanding with speaking delivered by teacher. The students did not dare to use many kinds of vocabularies that have already given. Then there are some solutions; Training or asking them to try speaking English in their daily learning process. As a teacher in the class teacher should give more attention to the students such as; giving motivation, giving compliment, giving tips, advice, etc. In giving explanation, teacher should master in material fully, especially in speaking skill, and teacher should make the class sounds becoming English speaking area. Teacher should e able to manage the time allotment well in teaching speaking session. Speaking English lesson needs more practices orally rather than written one. To increase the dareness students’ speaking ability, they must be forced to speak little by little, words by words, then sentence by sentence. Finally, writers can conclude that; Teaching them using English not the whole in teaching and learning process, but teacher may use 50% in English and 50% in Bahasa. Teacher must be able to manage the time appropriately. S/he does not focus on the consuming materials but on the result of teaching process. To increase the students’ speaking ability, the student should try to speak in English more over with their friends surrounding. And they can apply what they have just got the materials from their teacher.   Key words : difficulties, English speaking
Implementasi Praktek Industri dan Bimbingan Karir untuk Meningkatkan Kesiapan Mental Kerja pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Kusdaryani, Wiwik; Suyati, Tri
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraks: Dalam mempersiapkan sumberdaya manusia yang mempunyai pengetahuan dan ketrampilan, pendidikan kejuruan mestinya harus mempunyai sasaran dan penekanan pada peserta didik secara jelas. Hal ini sesuai dengan hakikat dasar tingkah laku manusia dalam masyarakat bahwa keberhasilan kelompok masyarakat pada prinsipnya adalah merupakan akumulasi keberhasilan individu anggotanya. Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu. Pendidikan kejuruan berbeda dengan pendidikan umum yang mengutamakan perluasan pengetahuan dan peningkatan keterampilan peserta didik dengan pengkhususan yang diwujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa pendidikan (Suryadi, 2002: 154). Pendidikan di SMK yang memfokuskan pada penguasaan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai-nilai yang dibutuhkan dunia kerja. Sehingga keberhasilan pendidikan di SMK bukan saja terletak pada penguasaan aspek kognitif tetapi juga pada kesussesan peserta didik harus pada “hands on” atau performa dalam dunia kerja. Ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang erat antara dunia kerja dengan kunci sukses SMK. Oleh sebabitu tujuan bimbingan dapat difokuskan pada pengoptimalan perkembangan peserta didik, upaya-upaya yang memungkinkan peserta didik lebih maju dalam mengusai tugas dan krisis peekembangan (mappiare, 2002: 67).   Kata-kata kunci: Implementasi Praktek Industri dan Bimbingan Karir
Pembentukan Karakter melalui Strategi Pembelajaran Aktif ., Ngatmini
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran merupakan proses perubahan yang terjadi pada peserta didik yang belajar. Perubahan tersebut mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Proses belajar yang meliputi ketiga aspek tersebut dapat ditempuh dengan berbagai cara, seperti melalui pembelajaran dengan komponen pendukungnya. Salah satu komponen pembelajaran adalah strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran aktif dapat dimanfaatkan untuk pembentukan karakter peserta didik, karena peserta didik ketika mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran aktif akan dilibatkan dalam proses belajar secara aktif dan interaktif. Oleh karena itu peserta didik akan mengalami langsung suatu aktivitas belajar, yang di dalam aktivitas tersebut guru menanamkan nilai-nilai didik dalam rangka pembentukan karakter (kepribadian). Nilai yang dapat ditanamkan misalnya, kerja sama dengan teman yang tidak membedakan status sosial, ras, agama, budaya atau tingkat kemamapuan akademik, menghargai dan menghormati pendapat teman; ketua kelompok memimpin anggotanya secara adil dan ketua diarahkan untuk menjadi pemimpin yang baik; bertanggung jawab atas tugas dalam kegiatan diskusi atau kelompok baik secara mandiri maupun secara kelompok, mandiri serta percaya diri terhadap tugas yang harus dilakukan. Semua nilai-nilai itu akan tertanam pada diri peserta didik ketika guru mampu menjadi fasilitator yang sadar akan pentingnya nilai-nilai sikap yang harus dimiliki oleh peserta didik. Dengan cara itulah proses pembentukan karakter atau kepribadian akan terwujud. Namun demikian kegiatan itu harus dilakukan secara berkesinambungan dan dilakukan secara bersama-sama dengan kebijakan sekolah, sehinggaa ada kebersamaan dalam berusaha mencapai suatu tujuan pendidikan.   Kata kunci : karakter, pembelajaran aktif. Sudah pernah dipresentasikan dan diproceedingkan pada Seminar Internasional Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia (PIBSI XXXII) Klaten 8-9 November 2010 “Seminar Optimalisasi Potensi Bahasa dalam Pembelajaran Bahasa, Sastra dan Kebudayaan Indonesia serta Komunikasi Sosial Politik pada Era Globalisasi” ( halaman 302 – 310)  yang diselenggarakan oleh PBSID FKIP UNWIDA KLATEN
KAJIAN TEKNIS PENGOLAHAN LIMBAH PADAT DAN CAIR INDUSTRI TAHU Kaswinarni, Fibria
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 22, No 2 (2008)
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tahu saat ini sudah menjamur di Indonesia, dan rata-rata masihdilakukan dengan teknologi yang sederhana, sehingga tingkat efisiensi penggunaan airdan bahan baku masih rendah dan tingkat produksi limbahnya juga relatif tinggi.Sumber daya manusia yang terlibat pada umumnya bertaraf pendidikan yang relatifrendah, serta belum banyak yang melakukan pengolahan limbah. Kalaupun sudah adayang mempunyai unit pengolahan limbah hasilnya juga ada yang belum sepenuhnyasesuai yang diharapkan.Penelitian ini dilakukan pada tiga industri tahu, yaitu Industri Tahu TandangSemarang (Anaerob-Aerob), Sederhana Kendal (Anaerob-Aerob) dan Gagak SipatBoyolali (Anaerob). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengolahan limbahtahu yang efektif dan efisien serta dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan.Metode yang dipakai pada penelitian ini survai lapangan dan wawancara. Analisisdata yang digunakan adalah deskriptif analitik dan analisis SWOT.Hasil penelitian untuk pengolahan limbah padat pada setiap industri adalahdengan menjual ampas tahu, dibuat pakan ternak, tempe gembus, kerupuk ampas tahudan roti kering. IPAL Tandang membutuhkan luas lahan 880 m2, biaya investasisebesar ± Rp.2.657.163.236, beban biaya bangunan/m3 limbah ± Rp.115.528.836,biaya operasional/bulan ± Rp.5.251.860, effluen memenuhi syarat (TSS : 66 mg/l,BOD5 : 24,00 mg/l , COD : 125,5 mg/l), debit : 23 m3/detik, biaya operasional/m3limbah/ hari ± Rp.1.167, waktu tinggal 14 hari, pipa flaring tidak difungsikan. IPALSederhana Kendal membutuhkan luas lahan 220 m2, biaya investasi sebesar ±Rp.411.566.509, beban biaya bangunan/m3 limbah ± Rp.11.759.043, biayaoperasional/bulan ± Rp.1.000.000, effluen memenuhi syarat (TSS : 62 mg/l, BOD5 :57,60 mg/l , COD : 203,2 mg/l), debit : 35 m3/detik, biaya operasional/m3 limbah/hari± Rp.834, waktu tinggal 7,5 hari, pipa flaring berfungsi. IPAL Gagak Sipat Boyolalimembutuhkan luas lahan 25 m2, biaya investasi sebesar ± Rp.31.397.509, beban biayabangunan/m3 limbah ± Rp.5.232.918, biaya operasional/bulan ± Rp.60.000, effluentidak memenuhi syarat (TSS : 116 mg/l, BOD5 : 337,9 , COD : 759,8 mg/l), debit : 6m3/detik, biaya operasional/m3 limbah/hari ± Rp.400, waktu tinggal 6 hari, biogasdimanfaatkan. Hasil analisis SWOT yaitu pada masing-masing industri tahu efisiensipemakaian air masih rendah.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pengolahan limbah yang efektif dan efisienadalah IPAL Industri Tahu Sederhana Kendal, diperlukan pengoperasian proses IPALsecara kontinyu agar hasilnya sesuai yang diharapkan dan IPAL yang sesuai untukindustri kecil tahu adalah IPAL yang biaya investasi awal dan operasionalnya murah,perawatannya mudah, proses pengolahan lengkap (anaerob-aerob), kualitas efluenmemenuhi baku mutu air limbah industri tahu, memiliki nilai ekonomis dan ramahlingkungan.Kata Kunci : Industri Tahu, Anaerob, Aerob, Biogas, Pengolahan Limbah.
PEMANFAATAN BUNGKIL JARAK PAGAR (Jatropha curcas Linn.) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BIO BRIKET Kaswinarni, Fibria
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 23, No 1 april (2009): MJL
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan energi saat ini makin tinggi seiring dengan menipisnya sumber cadanganminyak. Permasalahan emisi bahan bakar fosil dan lonjakan harga minyak memicuterjadinya krisis energi. Mensikapi keadaan tersebut pemerintah merumuskan kebijakanproyeksi terhadap tanaman jarak pagar (Jatropha curcas Linn.) sebagai tanamanbioenergi dengan menargetkan 1,5 juta Ha hingga tahun 2010. Pengolahan jarak pagarsebesar 7,5-10 ton/ha/tahun, menjadi biodiesel melalui proses ekstraksi diperolehbungkil jarak 5,25-7,0 ton. Bungkil jarak pagar masih mempunyai nilai kalor yangcukup tinggi sehingga berpotensi dijadikan sebagai bahan pembuatan bio briket.Proses pembuatan bio briket dilakukan dengan mencampurkan bahan sekam/serbukgergaji, bungkil biji jarak dan larutan pati 1%, kemudian dicetak lalu dikeringkan. Biobriket bungkil jarak pagar ini dapat dijadikan bahan bakar pengganti minyak tanahdan merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan.Kata Kunci : Jarak pagar, Bungkil jarak pagar, Bio briket
Respon Fisiologis Ayam Broiler Periode Starter Akibat Cekaman Temperatur dan AwaI. Pemberian Pakan yang Berbeda Sulistyoningsih, mei
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 19, No 3 Agustus (2005): Lontar
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bernrjuan untuk mengkaji respon fisiologisayam broiler periode starter terhadap cekaman temperatur dan awalpemberian pakan yang berbeda. Hipotesis yang diajukan dalampenelitian ini adalah, cekaman temperatur dan awal pemebrianpat<an yang berbeda perpengaruh respol fisiologis ayam broilerperiode starter. Materi penelitian ini adalah 240 ekor DOC, yangiipelihara dalam periode indukan selama tiga minggu pada leveltemperatur yang berbeda, yaitu temperatur normal dan temperaturt"r.Lku* (iinggi dan rencah), temperatur diturunkan 3oC setiapminggu. Pemberian pakan awal diperlakukan dalam dua malam*uLii, yaitu pemberian hari I dan hari II. Perlakuan yang diterapkanadalah:TlFl : temperatur rendah (25 -33"C),pemberian pakan hari !TIFZ : temperatur rendah (25 - 33"C) pemberian pakan hari IITzFl : temperatur sedang (28 - 36C), pemberian pakan hari If2F2 : temperatur sedang (28 - 36t), pemberian pakan hari IIT3Fl : temperatur tinggi (33 - 4loC), pemberian pakan hari IT3F2 : temperatur tinggi (33 - 4loc), pemberian pakan hari llRancangan percobaan adalah RAL pola split plot in time dengan 4ulanganl Ada24 unit percobaan dipelihara I0 ekor ayam Dari tiapunit-diambit seekor ayam sebagai subyek penelitian yang diuji untuksetiap parameter. Parameter yang diamati yaitu: PBB, suhu rektal,taaai gtutcosa darah, jumlah eritrocyt. Data yang diperoleh diujiANOVA, dilanjutkan dengan uji Duncan.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara suhu danpakan awal terhadap profil darah, PBB dan suhu rektal Cekamansutru tiOak berpengaruh pada profil darah (eritrocyt, leucocyt dan glukosa). Cvekaman suhu berpengaruh nyata pada suhu rektal dan. PBB. Pernberian pakan awal tidak berbeda nyita pada profil darah,)tetapi. berpengaruh nyata pada suhu rektal A* igS. Kesimpulanhasil penelitian ini, kondisi yang positif (secara fisiologis) bagi . perneliharaan ayam broiler di Indonesia adalah pada suhu rendahQs"C - 33t) dan pemberian pakan seawal mungkin sejak DOC tibadi kandang. Kata-kata Kunci: broiler, cekaman suhu, pakan awal, fisiologis
Sistem Perkandangan AYam di Daerah Pantai (Suatu Tiniauan Prektis pada Drerah Peternektn Miien, Semareng) Sulistyoningsih, mei
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 17, No 3 Desember (2003): Lontar
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin meningkatkan permintaan masyarakatterhadap daglng ayam dan telur menyebabkan ayam menladisalah satu primaaona di usaha peternakan rdryat. Keberhasilanpetemakan ssngpt ditentukan oleh tiga hal yaitu breeding, feedingian management. Managernent adalah masalah yang le*aitandengan t"i.l"kt.nu ka"drng perawatatL pemasaxall dan lag-laino"ngun kondisi kandang yang baik diharapkan tcrcspai efisiensiptoduksi ayam yang tinggi. Mijen sebagai tt* Tgiaerah peternakan unggas di kota Semarang memiliki lrekhlsantersendiri. Berbagai pou aan sistem perkandangan dilaksanaksnoleh beberapa Farm yang berbeda. Dari yang secara konvensjonalsampai dengan sisiem perkurdangan modern secara "closehouie". Namun betulkah untuk mencapai hasil produksimaksimal harus selalu ditempuh dengan sistem perkandanganyang mahal dan modern ? Pada dasarnya setiap sistem perkandangan yang dilaksanakan rnenuntut -syarat-syaratpenanganan tertentu-pula. Artinya bukan tidak mungkin denganLr"a"ng yang konvensional masih dapat diharapkan tmsilproduksi yang oPtimal.Ktte.kata kunci : Perkandangan Ayam Ras, daerah pantaimijen Semarang.
Pengembangan Tanaman Jagung pada Argo Ekosistem Lahan Kering sebagai Sumberdaya Pakan Ternak di Kabupaten Grobogan bentuk Interuopping Jagung dan Kedelai) Sulistyoningsih, mei
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 16, No 2 Agustus (2002): Lontar
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan berwawasan lingkungan adalah upayasadar dan berencana dalam menggunakan dan mengelola sumberdaya secara bijaksana untuk meningkatkan taraf hidup manusia"Salah satu usaha menjaga kelestarian sumber daya alam melaluidiversifikasi usaha tani. Sistem penaflaman intercropping(tumpang sari), merupakan salah satu usaha di dalam pelestariante.rsebut. Dengan btercropping sumber daya lahan dapatdimanfaatkan secara optimal. Selain itu diperoleh juga totalproduksi lebih tinggi jika dibandingkan dengan menanam secaramonokultur. Di lndonesia, jagung merupakan bahan panganpenting sumber karbohidrat setelah beras. Di samping itu jagungpun digunakan sebagai bahan makanan ternak (pakan) dan bahanbaku industri. Sejalan dengan digalakarurya GEMA PALAGLING2001 (Gerakan Mandiri Padi, Kedelai. dan Jagung 2001), makasudah sew-ajarnya bila upaya peningkatan produksi jagrngdiusahakan dengan prioritas tinggi. Kabupaten Grobogan dengankondisi geografisnya sangat potensial untuk mengembangkanproduksi jagung dan kedelaiKat-kata kunci: jagung, AES lahan kering. intercropping.Kabupaten Grobogan
Pengaruh Temperatur Lingkungan terhadap Ayam Broiler Sulistyoningsih, mei
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 17, No 1 April (2003): Lontar
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

U:rggas dikenal setagai hewm honreotcrxis, ystgtorryertaur tubuhye rclalu diiaga rdatif t*ap ualanpun leriEdiflu*tumi tEmp€ratur li4bnga$ di eekftamrya. Untuk menjagr agarterperstur urbtrh relatif taap pada lingbogan yaag temperslurnyaberftulirraoi tsrsebut aiperUfrn ereryi eftstra. Fenggunaan energilang dikonzumsi ol€h tmak untrk aktivitas fiskrlqgis akanmenurunkan produktivitas ternak.Aktilitas ficiologis yang b€rl€bihsn ureng*ibatkan ternakmeognlsmi shes*. Stre$ timbul kuena pqanrh rescptor kulit yang sampai ke eit€rn syaraf pusat dan dari sistem syaraf pusat inilahtemak rnelaluksn resPon tir4lrah laku d8n respon fisiologis yrngtidat disa&ri Beperti poubahrn metlbolisme ( Isoli, 1996)Pernxibtrhan adalsh h$il ilteraksi.anur hereditas dan linglungan,dli rnana zumbargan genetik terhadap pertumbuhaa s€kitar 30 %aedmg sumbangan firrykungm sekitar 70 o/o { Soeharsons, 1976 ).Faklor lingiungao nenrberikan peluang yang besar untukpeilyemputnafll dan keserasian bagi pertembangrrya potensigenetik. Fal*or faktor y8{lg mempengaruti pertumbuhandiantaralrya heredtas, hormorL makrnrq temperatur dankelembaban udara.Ayarn yarg b€rada pada teuryeratur linghngian yang ekstrim alianmernberikan respon copat berup perubabn tingkah hkr sebelumslfiirrya ildakukan respon lurrbat secara haE.Xetr-kete limnei : Temperatur, ayarn b,roiler, respofl fisiologis,respon behavior

Page 2 of 17 | Total Record : 163


Filter by Year

2002 2024