cover
Contact Name
Ibnu Fatkhu Royana
Contact Email
ibnufatkhuroyana@upgris.ac.id
Phone
+6285600886600
Journal Mail Official
majalahlontar@upgris.ac.id
Editorial Address
Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Lontar
ISSN : 08530041     EISSN : 2654458X     DOI : -
Core Subject : Education,
- Penelitian Tindakan Kelas - Penelitian Desain Dikdaktis - Penelitian Kualitatif - Penelitian Kuantitatif
Articles 163 Documents
RELEVANSI FILSAFAT ALFRED NORTH WHITEHEAD BAGI PENGEMBANGAN ILMU Purwosaputro, Supriyono
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 22, No 1 April (2008): MIL
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suasana hiruk-pikuknya perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, Alfred North Whitehead sebagai seorang tokoh aliran filsafat proses mengajukan alternatif dan solusi epistemologik maupun metodologik yang sifatnya unik dan memuat pandangan-pandangan baru tentang relaitas yang menjadi obyek penyelidikan berbagai ilmu pengetahuan. Landasan epistemologi (Filsafat Pengetahuan) A.N. Whitehead adalah teori tentang “prehension” yang dimaksudkan untuk mengatasi dikotomi atau pemisahan yang sepertinya tidak terjembatani amtara subyek dan obyek, tanpa meruduksikan ke salah satu. Kontribusi Whitehead di bidang ilmu pengetahuan adalah pengajuan prinsip metodis dalam penelitian yang menjadikan pengalaman sebagai sumber dan muara dalam penelitian ilmiah, dan perumusan suatu pemikiran yang bersifat umum, menyeluruh, mendasar, terbuka, serta dapat menjelaskan seluruh dimensi pangalaman manusia. Pengembangan ilmu berdasarkan pemikiran filsafat Alfred North Whitehead untuk memahami relitas realitas sebaai suatu substansi yang telah jadi dan berhenti berproses, hal ini disebabkan bahwa realitas itu hakikatnya merupakan peristiwa atau fenomena yang bersifat organis. Dalam kaitannya dengan pengembangan ilmu pengetahuan, Whitehead telah mengingatkan agar menghindar dari kesalahan yang berupa ‘pernyataan berlebihan’, karena itu ilmuan harus selalu memiliki keteraturan observasional dan keteraturan konseptual. Kata-kata kunci : prehensi, organis/proses, relitas. persepsi
Toleransi dalam Masyarakat Plural Ginting, Rosalina; Aryaningrum, Kiki
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pada era reformasi, kemajuan masyarakat cenderung menjadi beban daripada modal bangsa Indonesia. Hal itu terbukti dengan munculnya berbagai persoalan yang sumbernya berbau kemajemukan, terutama dalam bidang agama. Dalam perspektif keagamaan semua kelompok agama belum yakin bahwa nilai dasar setiap agama adalah toleransi. Akibatnya yang muncul intoleransi dan konflik. Padahal agama bisa menjadi energi positif membangun nilai toleransi guna mewujudkan negara yang adil dan sejahtera. Seharusnya pada era reformasi ini, kita menjunjung tinggi demokrasi dan toleransi. Demokrasi tanpa toleransi akan melahirkan tatanan politik yang otoritaristik, sedangkan toleransi tanpa demokrasi akan melahirkan pseudo- toleransi, yaitu toleransi yang rentan konflik-konflik komunal. Oleh sebab itu toleransi dan demokrasi harus saling terkait, baik dalam komunitas masyrakat politik maupun masyarakat sipil. Disamping itu nilai dasar setiap agama adalah toleransi, terutama agama islam tidak kurang dari 300 ayat menyebutkan mutiara toleransi secara eksplisit. Sehubungan dengan kedua hal tersebut, dipandang penting adanya toleransi dalam kehidupan masyarakat plural yang demokratis. Permaslahannya sekarang bahwa toleransi dalam kehidupan bersama semakin lemah, dan anti toleransi serta anti pluralism semakin menguat. Untuk itu toleransi perlu dikembangkan dalam masyarakat plural. Kata-kata kunci : Toleransi, masyarakat plural
Bersama dalam Penderitaan Harjito Harjito
MAJALAH LONTAR Vol 21, No 1 April (2007): MAJALAH ILMIAH LONTAR
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v21i1 April.1250

Abstract

The aim of the writing t find the problem in the text of dangdut songs “Gbug Derita” and “Sepiring Berdua”. The  methods of the research is library reseach. The conclusion of the stdi is text in “Gubug Derita” and “Sepiring Berdua” tell us about the mortal love and broken heart that occurs in people of low class society. They always surrender in they life / dignity. This case indentifies that the reality of people in low class society do not have a wish to change their life or dignity but they just accept is as their life Keywords: suffering, dignity
Pembelajaran Sastra yang Efektif, Kontekstual, dan Inovatif Ngatmini .
MAJALAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v23i4.231

Abstract

Pembelajaran sastra pada kurikulum KTSP sebagai perbaikan kurikulum sebelumnya belum mampu mewujudkan keinginan para sastrawan. Para sastrawan kecewa karena sastra hanya dipenggal sehingga kebermaknaan karya sastra hilang. Hal ini disebabkan adanya sistem dan kebijakan yang berlaku tidak saling konsisten dan konsekuen. Namun, guru dapat tetap memperhatikan kebermaknaan pembelajaran sastra agar siswa setelah mengikuti pendidikan akan memperoleh kehalusan budi, perubahan sikap serta kepribadian yang baik. Dalam hal ini diperlukan cara atau strategi yang tepat sehingga peserta didik mendapatkan semua itu. Pembelajaran yang efektif, inovatif, dan kontekstual sebagai alternatif untuk mencapai hakikat pembelajaran sastra, yaitu dengan menciptakan ketertarikan agar berminat, menyisipkan teori, mengaitkan nilai sastra dengan kehidupan, variasi strategi pembelajaran aktif, dan variasi media. ?é?á Kata-kata kunci: Pembelajaran, sastra, efektif,?é?á inovatif,?é?á kontekstual.
Respon Fisiologis Ayam Broiler Periode Starter Akibat Cekaman Temperatur dan AwaI. Pemberian Pakan yang Berbeda mei Sulistyoningsih
MAJALAH LONTAR Vol 19, No 3 Agustus (2005): Lontar
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v19i3 Agustus.437

Abstract

Penelitian ini bernrjuan untuk mengkaji respon fisiologisayam broiler periode starter terhadap cekaman temperatur dan awalpemberian pakan yang berbeda. Hipotesis yang diajukan dalampenelitian ini adalah, cekaman temperatur dan awal pemebrianpat<an yang berbeda perpengaruh respol fisiologis ayam broilerperiode starter. Materi penelitian ini adalah 240 ekor DOC, yangiipelihara dalam periode indukan selama tiga minggu pada leveltemperatur yang berbeda, yaitu temperatur normal dan temperaturt"r.Lku* (iinggi dan rencah), temperatur diturunkan 3oC setiapminggu. Pemberian pakan awal diperlakukan dalam dua malam*uLii, yaitu pemberian hari I dan hari II. Perlakuan yang diterapkanadalah:TlFl : temperatur rendah (25 -33"C),pemberian pakan hari !TIFZ : temperatur rendah (25 - 33"C)' pemberian pakan hari IITzFl : temperatur sedang (28 - 36'C), pemberian pakan hari I'f2F2 : temperatur sedang (28 - 36t), pemberian pakan hari IIT3Fl : temperatur tinggi (33 - 4loC), pemberian pakan hari IT3F2 : temperatur tinggi (33 - 4loc), pemberian pakan hari llRancangan percobaan adalah RAL pola split plot in time dengan 4ulanganl Ada24 unit percobaan dipelihara I0 ekor ayam' Dari tiapunit-diambit seekor ayam sebagai subyek penelitian yang diuji untuksetiap parameter. Parameter yang diamati yaitu: PBB, suhu rektal,taaai gtutcosa darah, jumlah eritrocyt. Data yang diperoleh diujiANOVA, dilanjutkan dengan uji Duncan.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara suhu danpakan awal terhadap profil darah, PBB dan suhu rektal' Cekamansutru tiOak berpengaruh pada profil darah (eritrocyt, leucocyt dan glukosa). Cvekaman suhu berpengaruh nyata pada suhu rektal dan. PBB. Pernberian pakan awal tidak berbeda nyita pada profil darah,)tetapi. berpengaruh nyata pada suhu rektal A* igS. Kesimpulanhasil penelitian ini, kondisi yang positif (secara fisiologis) bagi . perneliharaan ayam broiler di Indonesia adalah pada suhu rendahQs"C - 33t) dan pemberian pakan seawal mungkin sejak DOC tibadi kandang. Kata-kata Kunci: broiler, cekaman suhu, pakan awal, fisiologis
Sudut Pandang Etika-Moral Filsafat Ornanisme (Filsafat Proses) Supriyono Purwosaputro
MAJALAH LONTAR Vol 23, No 3 Agustus (2009)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v23i3 Agustus.479

Abstract

Etika-etika moral mengajarkan pada manusia untuk bisa membedakan mana perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk. Ajaran moral akan menjadi pedoman dalam kehidupan manusia. Bagi Whitehead dalam pandangannya mengenai etika-moralitas bertumpu pada arti pentingnya?é?á ?óÔé¼?ôproses?óÔé¼?Ø dan ?óÔé¼?ôimportance?óÔé¼?Ø. Moralitas menjadi kontrol bagi pengalaman proses hidup, memposisikan moralitas dalam dinamika kehidupan bukan pada aturan-aturan (hukum) yang mandeg dan kaku, maupun dalam nilai-nilai absolut yang lepas dari dinamika perubahan jaman serta kenyataan pengalaman hidup manusia. Whitehead merumuskan dua prinsip dasar moral, yaitu keteraturan (order) dan kasih (love). Prinsip ?óÔé¼?ôorder?óÔé¼?Ø untuk menjamin kepentingan umum/bersama, sedangkan prinsip ?óÔé¼?ôlove?óÔé¼?Ø melindungi kepentingan individu Key word : Process/organism, importance, order, pure empirism/mores relativsm
Difficulties in English Speaking Faced by The Students of SMP Negeri 2 Kedu Temangggung in Academic Year 2008/ 2009 T Sri Suwarti; Dias Andris Susanto
MAJALAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v23i4.242

Abstract

Abstract: The aims of this study are to know the description of difficulties speaking in the classroom. The problem faced by students in the eighth grade, and how does the teacher solve the problems.The research method used in this study was descriptive qualitative study. Data were collected through interview and observation. The subject of this study was the eighth year students of SMP Negeri 2 Kedu Temanggung in Academic year 2008 / 2009. It is found that the teaching of English speaking applied in two main activities: It is found that there are several problems faced by students.The students?óÔé¼Ôäó problems are; Students felt Difficult in speaking because they got lack of vocabularies. The students didn?óÔé¼Ôäót have spirit to practice their speaking ability. The lack of time in practicing the method instruction. The students got misunderstanding with speaking delivered by teacher. The students did not dare to use many kinds of vocabularies that have already given. Then there are some solutions; Training or asking them to try speaking English in their daily learning process. As a teacher in the class teacher should give more attention to the students such as; giving motivation, giving compliment, giving tips, advice, etc. In giving explanation, teacher should master in material fully, especially in speaking skill, and teacher should make the class sounds becoming English speaking area. Teacher should e able to manage the time allotment well in teaching speaking session. Speaking English lesson needs more practices orally rather than written one. To increase the dareness students?óÔé¼Ôäó speaking ability, they must be forced to speak little by little, words by words, then sentence by sentence. Finally, writers can conclude that; Teaching them using English not the whole in teaching and learning process, but teacher may use 50% in English and 50% in Bahasa. Teacher must be able to manage the time appropriately. S/he does not focus on the consuming materials but on the result of teaching process. To increase the students?óÔé¼Ôäó speaking ability, the student should try to speak in English more over with their friends surrounding. And they can apply what they have just got the materials from their teacher. Key words : difficulties, English speaking Abstract: The aims of this study are to know the description of difficulties speaking in the classroom. The problem faced by students in the eighth grade, and how does the teacher solve the problems.The research method used in this study was descriptive qualitative study. Data were collected through interview and observation. The subject of this study was the eighth year students of SMP Negeri 2 Kedu Temanggung in Academic year 2008 / 2009. It is found that the teaching of English speaking applied in two main activities: It is found that there are several problems faced by students.The students?óÔé¼Ôäó problems are; Students felt Difficult in speaking because they got lack of vocabularies. The students didn?óÔé¼Ôäót have spirit to practice their speaking ability. The lack of time in practicing the method instruction. The students got misunderstanding with speaking delivered by teacher. The students did not dare to use many kinds of vocabularies that have already given. Then there are some solutions; Training or asking them to try speaking English in their daily learning process. As a teacher in the class teacher should give more attention to the students such as; giving motivation, giving compliment, giving tips, advice, etc. In giving explanation, teacher should master in material fully, especially in speaking skill, and teacher should make the class sounds becoming English speaking area. Teacher should e able to manage the time allotment well in teaching speaking session. Speaking English lesson needs more practices orally rather than written one. To increase the dareness students?óÔé¼Ôäó speaking ability, they must be forced to speak little by little, words by words, then sentence by sentence. Finally, writers can conclude that; Teaching them using English not the whole in teaching and learning process, but teacher may use 50% in English and 50% in Bahasa. Teacher must be able to manage the time appropriately. S/he does not focus on the consuming materials but on the result of teaching process. To increase the students?óÔé¼Ôäó speaking ability, the student should try to speak in English more over with their friends surrounding. And they can apply what they have just got the materials from their teacher. ?é?á Key words : difficulties, English speaking
PENTINGNYA PROFESIONALISME GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN Agus suharno; Siti Fitriana
MAJALAH LONTAR Vol 22, No 2 (2008)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v22i2.446

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan di Indonesia salah satu faktor yang paling penting dan sangat mempengaruhi adalah keprofesionalan guru di dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Guru merupakan pekerjaan profesi, karenanya LPTK telah menerapkan kurikulum yang berdasarkan kompetensi. Kompetensi guru mencakup empat hal penting yaitu kompetensi personal, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi paedagogik. Dalam hubungannya dengan tenaga profesional kependidikan, kompetensi guru sangat diperlukan untuk memenuhi spesifikasi dalam pelaksanaan tugas-tugas kependidikan yang mencakup karakteristik-karakteristik prasyarat yang meliputi: relevan dengan pengajaran dan berorientasi pada kualitas. Disamping itu pula harus ada penghargaan dan pengakuan yang tinggi kepada seorang guru agar dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Kata-kata Kunci: Profesionalisme Guru, Kualitas Pendidikan
Pelaksanaan Supervisi Pendidikan oleh Pengawas di Sekolah Dasar Se Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang Maryadi .
MAJALAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v23i4.237

Abstract

Abstract: This research aimed to know the implantation by supervision in the elementary school that the scope of supervision, the time of implementation, the of supervision, the instrument and the supervisor?óÔé¼Ôäós difficulties. The results of this research are expected to be useful for the development in the field of educational supervision and give some insight for elementary school supervisor for the improvement of quality of educational supervision elementation in the elementary school. ?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á The research used descriptive quantitative approach. The population in the research consists of 94 people. That is 6 supervisor as a main subject, 25 school principlas of elementary school and 73 teachers of elementary school in all kecamatan Tengaran as cross check. The data collection method used questionnaires in the form of check list (?ó?å?í), dived questionnaires and documentation. The data analysis technique used was descriptive quantitative analysis with percentage. The result showed that : 1) The scope of supervision covered a) The curriculum management and technique and procedure (70%), b) to evaluate students?óÔé¼Ôäó score achievement, the (90%), c) the arrangement of schedule (55%), d) the method to evaluate students?óÔé¼Ôäó score and the arrangement of evaluation (80,82%). 2). The time of implementation: the arrangement of evaluation hours without being informed before (65% headmaster of elementary school, and 64,38% teachers of elementary school). 3) The implementation: individual technique was by observing class and private interview (70% headmaster of elementary school, and 79,45% teacher of elementary school), group technique was by meeting (80% headmaster of elementary school and 84,3% teachers of elementary school, 4) the instrument were observation sheets. 5) Supervisor?óÔé¼Ôäós difficulties were the policy that was not compatible, the difficulties to arrange the time and so many school institution. ?é?á Key word: The implementation of Education Supervision, Supervisor in Elementary School.
Variabel Linguistik dan Proposisi Kabur dalam Logika Kabur Nizaruddin Nizaruddin; Mujiasih Mujiasih
MAJALAH LONTAR Vol 22, No 2 (2008)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v22i2.232

Abstract

Konsep himpunan yang selama ini dikenal adalah himpunan klasik yaitu himpunan dengan dua nilai keanggotaan. Seiring dengan berkembangnya ilmu matematika, terjadi perluasan konsep tentang himpunan, yang dikenal dengan himpunan kabur (fuzzy set). Dalam himpnan kabur keanggotaan setiap elemen ditetapkan secara bergradasi. Pernyataan pada logika kabur dinyatakan dengan suatu bilangan real [0,1]. Konsep-konsep yang terkait dalam himpunan kabur diantaranya adalah variabel linguistik (linguistic variable) dan proposisi kabur (fuzzy proposisi).Kata-kata Kunci : himpunan kabur (fuzzy set),?é?ávariabel linguistik (linguistic variable) dan proposisi kabur (fuzzy proposisi)

Page 4 of 17 | Total Record : 163


Filter by Year

2002 2024