cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
TRANSFORMASI KOSA KATA BAHASA SANSKERTA KEDALAM BAHASA INDONESIA SEBAGAI SUMBER KEKAYAAN INDUSTRI KREATIF Asri Sundari
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Sebagai bangsa yang membuka diri dalam pergaulan antar bangsa, maka bangsa Indonesia dari masa kemasa senantiasa mengadakan hubungan dengan bangsa-bangsa lain. Hubungan ini mengakibatkan adanya kontak sosial dan kontak budaya. Pertenuan antar budaya terjadi diberbagai bidang, seperti bidang teknologi, bidang hukum, bidang ekonomi, bidang bahasa dan bidang-bidang ilmu yang lain. Semua itu menunjukkan bahwa itulah sebuah hasil kontak dengan unsur budaya yang berbeda-beda. Maka terjadilah sebuah kontak bahasa. Kontak bahasa adalah pengaruh bahasa yang satu kepada yang lain,baik langsung maupun tidak langsung sehingga menimbulkan perubahan bahasa yang dimiliki oleh ekabahasawan. Kontak bahasa yang terjadi akibat kontak budaya menimbulkan adanya perubahan yakni berupa peminjaman bahasa. Hal ini terlihat pada peminjaman Bahasa Sanskerta ke dalam Bahasa Indonesia yang pada akhirnya menyatu menjadi Bahasa Indonesia, yang pada realitasnya tidak diketahui oleh pemakai bahasa Indonesia tersebut,bahwa kosakata-kosakata yang dipakai adalah berasal dari Bahasa Sanskerta. Hal ini perlu mendapatkan perhatian yang istimewa karena kosakata-kosa kata Bahasa Sanskerta tersebut mampu mendatangkan industri kreatif yang pada akhirnya menghasilkan nilai ekonomi. Realitas bentuk ini pada logo-logo periklanan atau bisnis. Nama-nama lembaga pemerintah seperti nama-nama rumah sakit, sekolah-sekolah kesehatan, apotik, lembaga pendidikan formal, yayasan-yayasan, lembaga-lembaga TNI, lembaga-lembaga ABRI, balai-balai pengobatan, sanggar-sanggar, bahkan dipakai untuk menamai nama orang. Pada kenyataannya masyarakat tidak mengerti bahwa Bahasa Sanskerta adalah bahasa peminjaman dari Bahasa India yang telah menjadi keunggulan budaya dalam bahasa dan sastra Indonesia. Kata-kata Kunci: bahasa Sanskerta, kontak bahasa, industri kreatif.
BAHASA CERMIN BUDAYA PERILAKU muji muji
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dewasa ini kasus populer yang terjadi di Indonesia adalah penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak baik dan tidak benar. Meskipun sudah ada undang-undang yang mengaturnya, pengguna Bahasa Indonesia tidak mau tahu tentang itu. Akibatnya, Bahasa Indonesia yang dikomunikasikan ada yang dinilai mengandung maksud menistakan, mempolitisi, membohongi, menjatuhkan jati diri, tidak menunjukan kepribadian, dan memecah belah bangsa yang bhineka tunggal ika. Hasil kajian penelitian yang dapat dikemukakan adalah pemaknaan maksud penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak baik dan tidak benar, karena penyikapan dengan berbagai penafsiran. Perilaku ini terjadi, disebabkan oleh pengguna bahasa berfikir dirinya ‘merasa bisa, bukan bisa merasa’. Akibat, menganggap dirinya serba dapat, serba mampu, serba kuasa, serba lebih dari yang lain, serba bebas berpendapat, dan semacamnya, maka muncul aneka perilaku berbahasa yang berterima dan tidak berterima. Pemikiran pro dan kontra itu ada, itu wajar terjadi, tetapi perbedaan ini tidak penting menjadi sebab timbulnya benturan fisik dan psikis yang tidak sehat. Kejadian ini diketahui ketika isi pikiran ini sudah dibahasakan, sebelum diaktualisasikan dalam bentuk bahasa tidak mudah diketahui. Contoh apakah setiap pengguna Bahasa Indonesia memaknai maksud pernyataan, “Peringatan merokok membunuhmu” ini pasti sama? Maksud makna pernyataan ini dapat membuka peluang munculnya pertanyaan, “Perlukah penggunaan bahasa yang baik dan benar dibuatkan kaidah yang baku?” “Bagaimanakah isi rumusan kaidah berbahasa yang dimaksud?” “Adakah tolok ukur ini dasar hukumnya? "Seberapa kualitas mutu dasar hukum yang dipedomani ini?” Berdasarkan permasalahan ini kegiatan penelitian yang dilakukan memilih judul Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Komunikasi di Masyarakat. Konstribusi temuan penelitian, hasil penelitian digunakan untuk sumber bahan ajar buku Bahasa Indonesia yang berjudul Bahasa Cermin Budaya Perilaku. Kata-kata Kunci: bahasa, budaya, dan prilaku
BAHASA KREATIF DALAM WACANA HUMOR Anita Widjajanti
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Makalah ini mengkaji bahasa kreatif dalam wacana humor. Penelitian ini didasarkan pada kajian Sosiolinguistik. Artinya, peneliti mengkaji bahasa kreatif dalam hubungannya dengan pemakaian bahasa dalam masyarakat. Tujuan kajian ini adalah (1) membandingkan bahasa yang digunakan dalam situasi wajar dengan bahasa yang digunakan dalam wacana humor, (2) mengkaji pemanfaatan aspek linguistik dalam bahasa kreatif yang terdapat pada wacana humor, (3) menghubungkan wacana humor dengan konteks sosial budaya yang melatarbelakanginya. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa kreatif dalam wacana humor memanfaatan penyimpangan aspek linguistik. Pemanfaatan aspek linguistik berupa kreativitas fonologis, akronimisasi dan penyingkatan, homonimi, sinonimi, pemanfaatan majas, ketaksaaan gramatikal, dan eufimisme. Berdasarkan topiknya, bahasa kreatif dalam wacana humor memanfaatkan latar belakang konteks kesenian, profesi, trend masyarakat, dan keyakinan (nilai hidup). Kata-kata Kunci: bahasa kreatif, wacana humor, masyarakat
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI ERA GLOBAL MELALUI BERBAGI KISAH PERJALANAN HIDUP ANTAR PESERTA DIDIK Dianika Wisnu Wardhani
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di era keterbukaan teknologi media informasi saat ini membutuhkan metode tersendiri. Hal ini disebabkan oleh betapa mudahnya melakukan pencarian bahan pelajaran oleh peserta didik. Terlebih, akses internet yang dibutuhkan untuk selancar di dunia maya demikian mudah ditemukan. Belum lagi kewajiban serta tuntutan pemenuhan kurikulum pendidikan. Ditambah lagi kendala semakin rendahnya minat membaca di kalangan peserta didik. Oleh karena itu, kreativitas pendidik dalam proses pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia menjadi suatu keniscayaan. Selain untuk mencapai target kurikulum dalam penyampaian seluruh materi pembelajaran juga menjaga situasi kegiatan belajar mengajar agar tetap kondusif di dalam kelas. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah penyampaian kisah perjalanan hidup peserta didik yang terintegrasi dalam proses belajar mengajar. Dengan berbagi kisah perjalanan hidup, peserta didik diharapkan mampu menemukan keteladanan dari teman sebaya sehingga saling menginspirasi (peer educator) dan diharapkan menjadi stimulan dalam pembentukan karakter masing-masing. Kata-kata Kunci: kreativitas pendidik, berbagi kisah perjalanan hidup antarpeserta didik, peer educator
PARADIGMA PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI ERA GLOBAL Adi Syahputra Manurung; Agusman Agusman; Junifer Siregar
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Bagian terpenting di dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di era global saat ini adalah dengan mengintegrasikan pendidikan karakter. Kondisi pendidikan bahasa Indonesia di kalangan pelajar dan masyarakat Indonesia pada umumnya ditandai dengan tidak tumbuhnya sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Hal itu disebabkan karena belum ditemukannya secara baku mengenai strategi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Selain itu, masyarakat dewasa ini menunjukkan kurangnya sikap terutama sikap positif terhadap bahasa Indonesia (terutama yang bersifat individual atau kolektif), kurangnya pemahaman terhadap Bahasa Indonesia dan belum tumbuhnya kepercayaan diri terhadap bahasa Indonesia serta kurangnya minat untuk membaca dan mengapresiasi karya sastra yang secara hakikatnya dapat mengembangkan karakter. Tulisan ini akan mencoba menjelaskan tentang (a) pendidikan bahasa dan pengembangan karakter; (b) pemahaman pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (c) pembelajaran sastra Indonesia secara hakikat sebagai media pencerahan mental, dan intelektual yang menjadi bagian terpenting di dalam pendidikan karakter. Dengan demikian, pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang mengintegrasikan berbagai substansi mengenai pengembangan karakter akan mampu meningkatkan eksistensi bahasa dan sastra Indonesia di ranah lokal, nasional, hingga kepada ranah global dewasa ini. Kata-kata Kunci: pembelajaran bahasa dan sastra indonesia, pendidikan karakter
ADAPTASI BUDAYA BANYUWANGI (Kajian Ecoculture dalam Novel karya Hasnan Singodimayan) Lesmana, Iga Bagus
FKIP e-PROCEEDING 2018: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #4 EKSPLORASI BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA JAWA TIMURAN SEBAGAI UPAYA
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan karya sastra tidak lepas dari budaya yang mengelilingi karya tersebut.Jika sastra terlahir dari budaya, maka sejatinya sastra adalah adaptasi dari budaya tertentu.Hasnan Singodimayan, budayawan asal Banyuwangi menulis beberapa novel yang mengangkat tema budaya daerah Banyuwangi dalam karya-karyanya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan adaptasi budaya Banyuwangi dalam novel karya Hasnan Singodimayan dengan menggunakan kajian Ekologi Budaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah ecoculture Julian H Steward. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, dan penganalisisan data menggunakan contentan analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cerita dalam novel karya Hasnan Singodimayan mengadaptasi budaya-budaya Banyuwangi yang dimodifikasi dan tidak logis.
HALAMAN JUDUL, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI Bahasa Indonesia
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HALAMAN JUDUL, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING: PENEGUH PERSATUAN ATAS KEBINEKAAN INDONESIA Hidayat Widiyanto
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Akhir-akhir ini situasi kebangsaan di Indonesia terusik. Hakikat Indonesia sebagai bangsa yang berbineka, yang sudah lama sebagai jati diri bangsa, banyak dibicarakan kembali. Kedewasaan masyarakat Indonesia dengan pesatnya laju teknologi informasi dan komunikasi juga diuji. Melalui media sosial, informasi yang beredar begitu mudah ditanggapi secara kontraproduktif. Di sisi lain pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) saat ini menunjukkan geliat yang semakin positif. Dalam konteks kehidupan berbangsa, pembelajaran BIPA memiliki potensi yang baik dalam membantu memperteguh persatuan Indonesia. Begitu juga, kekuatan kebinekaan yang terawat dengan baik tentu akan membantu pengembangan pembelajaran BIPA. Tujuan makalah ini adalah untuk melihat pembelajaran BIPA dalam kaitannya sebagai peneguh persatuan Indonesia yang saat ini sedang banyak dibicarakan kembali. Teori yang digunakan adalah bahasa sebagai fondasi nasionalisme. Dalam makalah ini akan dideskripsikan secara analitis kaitan antara pembelajaran BIPA dan persatuan Indonesia dalam fenomena saat ini. Kata-kata Kunci: pembelajaran BIPA, kebinekaan, persatuan
PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA YANG INOVATIF Supriyadi Supriyadi
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran bahasa Indonesia inovatif sangat memperhatikan kompetensi dan hak-hak yang dimiliki siswa, sehingga dikatakan pembelajaran bahasa Indonesia inovatif adalah pembelajaran bahasa yang humanis. Sehubungan dengan itu, tujuan yang ingin dicapai adalah guru bahasa Indonesia harus dapat mewujudkan model pembelajaran inovatif agar pembelajaran bahasa Indonesia menjadi pembelajaran yang humanis. Pembelajaran inovatif adalah proses pembelajaran yang berpusat pada siswa dan meyakini bahwa siswa memiliki kompetensi. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut digunakan metode kualitatif. Sumber datanya adalah proses pembelajaran dengan model inovatif dan data penelitian berupa dampak pembelajaran terhadap kualitas proses dan hasil pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pembelajaran dengan model inovatif siswa dapat belajar dengan aktif, kreatif, dan inovatif. Hal itu selaras dengan pembelajaran inovatif yang dilandasi oleh filsafat konstruktivisme. Hal itu dimaksudkan untuk mewujudkan pembelajaran inovatif di kelas agar proses pembelajaran berpusat pada siswa dan siswa memiliki kompetensi. Pembelajaran yang berpusat pada siswa dilandasi oleh filsafat konstruktivisme. Konstruktivisme artinya bahwa siswa membangun pengetahuannya tentang dunia melalui sejumlah interaksi yang bermakna dengan lingkungan sosial budayanya. Hasil penelitian memiliki implikasi luas terhadap guru bahasa Indonesia di sekolah untuk mewujudkan pembelajaran bahasa Indoesia yang inovatif untuk selalu memberikan variasi dalam pembelajaran dengan memanfaatkan kompetensi yang dimiliki oleh siswa. Kata-kata Kunci: pembelajaran, bahasa dan sastra indonesia, humanis, inovatif, kontruktivisme
PERIBAHASA (SESENGGAQ) SASAK SEBAGAI SASTRA DAERAH MASYARAKAT SASAK PULAU LOMBOK (Kajian Semiotik Kultural) Dian Aprila Diniarti
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang hendak dikaji dalam penelitian ini adalah bentuk dan makna tanda yang terdapat dalam sesenggaq Sasak. Di dalam sesenggaq, terdapat banyak tanda atau simbol yang digunakan. Tanda atau simbol tersebut memiliki makna tersirat yang bagi sebagian orang terutama generasi muda tidak paham akan makna yang terkandung di dalamnya, karena generasi muda zaman sekarang lebih mengedepankan budaya dan sastra barat daripada melestarikan sastra daerah yang merupakan kekayaan bangsa sendiri. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan makna tanda yang terdapat dalam sesenggaq Sasak, sehingga para generasi muda masyarakat Sasak memahami makna yang terkandung di dalam sesenggaq tersebut dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Landasan teori yang dianggap relevan dalam mengkaji masalah ini adalah teori mitologi yang bersumber dari Roland Barthes serta pendekatan semiotik kultural. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan wawancara. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, hasil penelitian yang ditemukan berupa bentuk sintaksis yang terdiri atas frasa nominal, frasa verbal, dan frasa adjektival serta ditemukan pula makna tanda yang terkandung dalam setiap sesenggaq Sasak adalah makna denotasi dan makna konotasi. Kata-kata Kunci: semiotik kultural, sesenggaq Sasak.

Page 3 of 56 | Total Record : 552