cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
PENGEMBANGAN TEKS MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Fitri Amilia
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran dapat disebut berbasis teks apabila teks menjadi dasar kegiatan pembelajaran. Pengertian teks mengacu pada semua wacana tulis dan lisan yang bersumber dari ungkapan pikiran manusia. Setiap teks memiliki tugas untuk menyampaikan pesan yang dipengaruhi oleh konteksnya. Konteks mengacu pada segala sesuatu yang ada dalam diri pebelajar dalam lingkungannya. Karena teks selalu berhubungan dengan konteksnya, maka pendekatan yang bisa dipakai adalah pembelajaran kontekstual. Pembelajaran teks melalui pendekatan kontekstual akan memudahkan pencapaian standar kompetensi. Melalui latar belakang kehidupan pebelajar, teks dapat disajikan, dianalisis, sampai dikembangkan. Di Indonesia, terdapat berbagai perbedaan budaya, bahasa, sistem sosial, ekonomi dan lainnya. Perbedaan ini akan menuntut teks yang berbeda. Teks akan berbeda antardaerah (bahkan antarsekolah) bergantung pada konteks pebelajarnya. Kondisi ideal seperti ini belum sepenuhnya ditemukan dalam penerapan kurikulum pendidikan 2013 pada pembelajaran bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, diperlukan pengembangan teks pembelajaran bahasa Indonesia yang sesuai dengan konteksnya, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran teks. Capaian tersebut bisa terealisasi dengan pendekatan pembelajaran kontekstual.Kata Kunci: pembelajaran, teks, konteks, dan kontekstual.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA MADURA DI SEKOLAH Akhmad Sofyan
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan problematika pembelajaran Bahasa Madura di sekolah selama ini serta mencari solusi atas problematika tersebut. Problematika pembelajaran BM di sekolah secara umum bersumber dari 2 persoalan pokok, yakni ketersediaan bahan ajar dan kompetensi pengajar. Kedua persoalan pokok tersebut harus segera ditangani secara sinergis dan simultan. Dalam hal ketersediaan bahan ajar, sampai sekarang belum ada buku pegangan yang dapat digunakan sebagai materi pembelajaran BM yang lengkap, praktis, dan mudah. Untuk itu, perlu segera disusun buku ajar BM yang materinya: lebih mudah dipelajari baik oleh guru maupun oleh siswa, sesuai dengan GBPP,  dan sesuai dengan tingkat sekolah. Dalam hal kompetensi pengajar, saat ini, tidak seorang pun guru yang  memiliki kompetensi sebagai guru BM. Tidak jarang pembelajaran BM di banyak sekolah dilakukan oleh guru yang  ketika bersekolah dulu tidak mendapatkan pelajaran BM. Bahkan di beberapa sekolah ada guru yang bukan penutur asli BM. Untuk mengantisipasi problematika ketersediaan guru BM, perlu segera dilakukan pembukaan Jurusan Pendidikan Bahasa Madura di perguruan tinggi di Jawa Timur.  Kata Kunci: guru, kompetensi, pembinaan, regenerasi, dan solusi.
PENINGKATAN NILAI KOGNITIF PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MEDIA TRAINER BASIC PADA MATERI LISTRIK DINAMIS Arif Rahman Hakim; Setyo Admoko
FKIP e-PROCEEDING Vol 5 No 1 (2020): Prosiding Webinar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum 2013 disusun untuk meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi peserta didik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Salah satu permasalahan peserta didik memiliki kesulitan dalam memahami konsep materi Listrik Dinamis.Hal tersebut,dikarenakan pembelajaran kelas cenderung deklaratif, kegiatan prosedural (praktikum) belum optimal serta ketersedian media pembelajaran dalam menunjang ketercapaian tujuan pembelajaran, kurangnya inovasi dan kreatifitas media dan metode pembelajaran dalam menyampaikan materi dikelas.Penelitian dilakukan untuk mengetahui kelayakan digital trainer sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman konsep Listrik Dinamis ditinjau dari validitas dan keterlaksanaan pembelajaran, serta mengetahui keefektifan trainer sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan nilai kognitif peserta didik materi Listrik Dinamis. Metode penelitian ini mengikuti tahapan pengembangan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation).Trainer Basicdirancang melalui modifikasi dengan penambahan resistor, kapasitor dan induktor.Media trainer diimplementasikan dalam pembelajaran kelas dengan mengambil sampel, kemudian dilakukan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital trainer valid sebagai media pembelajaran di tinjau dari validitas media pembelajaran beserta perangkat, adapun berdasarkan keterlaksanaan digital trainer baik digunakan sebagai media pembelajaran, serta berdasarkan hasil belajar untuk ranah kognitif dinyatakan valid sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan nilai kognitif peserta didik pada materi Listrik Dinamis.
MODEL GROUP INVESTIGATION DISERTAI PETA KONSEP PADA PEMBELAJARAN FISIKA Amelia Rahmawati; Sinnggih Bektiarso; Subiki Subiki
FKIP e-PROCEEDING Vol 5 No 1 (2020): Prosiding Webinar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran, peningkatan hasil belajar siswa dan sikap ilmiah siswa serta respon siswa terhadap pengaplikasian model pembelajaran group investigation disertai peta konsep. Model pembelajaran Group Investigation menuntut peserta didik agar lebih aktif dan dapat melatih siswa berkomunikasi dengan baik. Sintaks model pembelajaran group investigation yaitu; mengidentifikasi topik dan membagi murid dalam kelompok, merencanakan tugas yang akan dipelajari, melaksanakan investigasi, mempersiapkan laporan akhir, mempresentasikan laporan akhir, dan evaluasi. Peta konsep merupakan ilustrasi berupa bagan yang menidentifikasi sebuah konsep tunggal dihubungkan denga konsep tunggal yang sama. Dengan bantuan peta konsep pada proses pembelajaran fisika diharap dapat mempermudah siswa dalam penguasan konsep dasar materi yang diajarkan. Dengan demikian pembelajaran model Group Investigation disertai peta konsep dapat membantu siswa memahami konsep dasar materi untuk menumbuhkan kemampuan berfikir dalam menginvestigasi materi ataupun permasalah yang telah diberikan oleh guru siswa.
PEMBELAJARAN MACAPAT SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL MADURA Syaiful Arif Wahyudi; Rini Eka Setyawati
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang perlu mendapatkan perhatian di era globalisasi adalah masalah identitas kebangsaan. Derasnya arus globalisasi dikhawatirkan berdampak pada terkikisnya rasa kecintaan terhadap sastra daerah. Agar eksistensi sastra daerah tetap kukuh, maka perlu penanaman terhadap sastra daerah melalui pembelajaran. Pembelajaran karya sastra lisan macapat melalui pembelajaran muatan lokal merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan budaya. Tembang macapat merupakan karya sastrawan Madura yang mengandung nilai-nilai local wisdom (kearifan lokal) Madura. Melalu tembang macapat tersebut para sesepuh madura memberikan pendidikan moral dengan cara menyiratkan nilai-nilai yang arif dan adi luhur dalam syair-syair teks tembang macapat untuk mencetak generasi yang bermoral dan berakhlak. Dengan demikian, pada era globalisasi ini perlu perhatian khusus terhadap sastra daerah.Kata Kunci: pembelajaran, macapat, kearifan lokal
MENDUNIAKAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGINDONESIAKANNYA M. Rus Andianto
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kemungkinan dan harapan bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional berhadapan dengan situasi ironis paradoksal. Meskipun banyak negara lain yang bersemangat menjadikan bahasaIndonesia sebagai bahasa kedua, justru banyak sekali orang Indonesia sendiri memperlakukannya dengan kurang simpatik, yang di antaranya dengan lebih menonjolkan unsur-unsur  bahasa asing. Akibatnya, bahasa Indonesia terkesan kurang meng-Indonesia. Oleh karena itu, untuk menjadikannya sebagai bahasa internasional atau Menduniakannya, bangsa Indonesia harus meng-Indonesiakannya dengan “mantap”, “cantik”, dan “menarik”. “Mantap” berkenaan dengan penerapan kaidah semantik dan gramatikal serta prinsip pragmatik kerjasama, sedangkan “cantik” terkait dengan penerapan prinsip pragmatik sopan santun, sedangkan “menarik” bergayut dengan penyajian substansial keeksotikaan alam dan budaya Indonesia. Kata Kunci: bahasa Indonesia, global, pragmatik
COVER FULL JPEG Bahasa Indonesia
FKIP e-PROCEEDING 2021: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA DI ERA BERKELIMPAHAN
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KALIMAT EFEKTIF DAN PENGAJARANNYA DI SMP/MTs PADA ERA GLOBAL Parto Parto
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa memungkinkan manusia untuk saling berhubungan (berkomunikasi), ... dan kurikulum 2013 menyadari peran penting bahasa sebagai wahana untuk menyebarkan pengetahuan dari seseorang ke orang-orang lain. Komunikasi ataupun proses penyebaran pengetahuan akan berlangsung dengan baik hanya bila ada pemahaman bahasa yang dipergunakan dengan baik. Ketidaksempurnaan pemahaman bahasa akan menyebabkkan terjadinya distorsi dalam proses pemahaman terhadap pengetahuan. Apapun yang akan disampaikan hanya akan dapat dipahami dengan baik apabila bahasa yang dipergunakan dapat dipahami dengan baik oleh kedua belah pihak (Kemendikbud, 2013), namun untuk dapat berkomunikasi dengan baik diperlukan kemampuan menyusun kalimat-kalimat efektif. Dalam artikel ini dipaparkan ihwal kalimat efektif, kedudukan kalimat efektif dalam kurikulum 2013 silabus  Bahasa Indonesia SMP/MTs, dan alternatif pengajarannya di SMP/MTs. pada era global. Kata Kunci: kalimat efektif, pengajaran BI, SLTP, era global. 
SASTRA LISAN DAN PENDIDIKAN KARAKTER Muji Muji
FKIP e-PROCEEDING 2021: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA DI ERA BERKELIMPAHAN
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Maraknya berita yang memberitakan seputar perilaku negatif anak bangsa bertindak tercela, seperti korupsi, tawuran, perselingkuhan, plagiarisme, berita hoax, konsumsi narkoba, fitnah, menyakiti, menodai, dan perusakan lingkungan, menjadi fokus masalah artikel ini. Perihal ini menjadi petanda formal bahwa karakter bangsa ini kacau, rusak, dan carut-marut tidak terarah pada idiola pribadi yang adi luhung. Mengapakah perilaku ini harus terjadi pada diri anak bangsa-bangsa Indonesia? Permasalahan ini mengingatkan kepada pendidikan nilai perlu dijadikan substansi utama dalam pembelajaran di lembaga sekolah. Karena, pendidikan nilai-nilai berkarakter di lingkungan keluarga dan masyarakat tidak mendapat perhatian. Sesungguhnya tiap masyarakat suku di Indonesia memiliki pendidikan karakter, misalnya suku Jawa tata nilai kehidupan Jawa yang hidup dan berkembang dalam masyarakat Jawa di kenal tata laku, seperti toleransi, kasih sayang, gotong royong, andhap asor, kemanusiaan, nilai hormat, tahu berterima kasih, dan lainnya. Perihal ini menjadi menu utama dalam pendidikan karakter. Nilai-nilai ini digali dari substansi budaya Jawa, yang kemudian dijadikan norma, keyakinan, kebiasaan, konsepsi, dan simbolsimbolyang mengatur perilaku hidup yang ditularkan turun-temurun dari masa ke masa. Konteks karakter bangsa yang kacau, rusak, dan carut-marut, tidak terarahpada pribadi yang adi luhung menjadi kajian penelitian yang penting. Dengan menggunakan desain kualitatif, spesifikasi jenis penelitian fenomenologi,peneliti berusaha menguliti fenomena yang terjadi di masyarakat dewasa ini berdasar apa adanya. Data penelitian berupa segmen lirik lagu daerah-daerah Jawa, khususnya Jawa Timur, yang diindikasikan isinya erat kaitan dengan fenomena yang terjadi di masyarakat sekarang. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif evaluatif – argumentatif. Temuan penelitian perilaku budaya dan karakter kacau, rusak, dan carut-marut, tidak terarah pada pribadi yang adi luhung terjadi, karena dewasa ini anak bangsa tidak mengenalarti penting sejarah, pendidikan budaya dan karakter dinilai tidak penting, tergila-gila menilai kedahsyatan perubahan zaman (era globalisasi) dan mudah dan cepat meniru pendidikan budaya dan karakter yang dinilai modern. Saran pendidkaan budaya dan karakter pada sastra lisan, utamanya sastra lisan daerah, perlu diberdayakan dan dibermaknakan untuk pembaharuan kehidupan sosial dan perubahan budaya masyarakat menghadapi globalisasi. Kata Kunci: Kearifan Lokal, Lagu Daerah, Pendidikan, Budaya, Karakter
SASTRA ANAK SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA UNTUK MENUMBUHKAN BERBAGAI KARAKTER DI ERA GLOBAL Purbarani Jatining Panglipur; Eka Listiyaningsih
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) hakekat sastra anak, (2) genre sastra anak, (3) manfaat sastra anak, (4) hakekat karakter, (5) sastra anak sebagai sarana pembelajaran bahasa dan sastra, dan (6) menumbuhkan karakter melalui sastra anak. Sastra anak merupakan sastra yang ditujukan kepada anak-anak agar anak mendapatkan banyak manfaat yang berguna di masa depan. Sastra anak memiliki karakteristik yang berbeda dari sastra orang dewasa. Sastra anak dan bahasa merupakan dua hal yang saling berhubungan. Seorang anak akan belajar bahasa melalui bunyi dan ucapan-ucapan yang didengar dari sekelilingnya, salah satunya melalui sastra yang berkembang di masyarakat. Dengan kata lain, bahasa digunakan sebagai media berkembangnya sastra. Sastra identik dengan perkembangan anak. Pasalnya mulai bayi anak sudah dikenalkan dengan dunia sastra. Sejak masih bayi dan belum mengenal tulisan, anak sudah akrab dengan bunyi-bunyian yang mengeksploitasikan permainan bahasa lewat puisi, prosa, cerita bergambar, lagu, tembang-tembang dolanan, dan berbagai cerita tradisional. Sastra anak memiliki peran bagi perkembangan psikologis dan perkembangan intelektual seorang anak. Dengan sastra seorang anak akan memperoleh kepuasan batiniah dan pengetahuannya akan bertambah. Oleh karena itu, sastra anak perlu dikembangkan dan diajarkan sejak dini agar kelak menjadi pribadi yang baik dan berwawasan luas. Melalui sastra seorang anak secara tidak langsung juga mempelajari bahasa. Selain itu, dapat menumbuhkan karakter-karakter baik pada anak melalui pesan-pesan yang terkandung dalam karya sastra..Kata Kunci: sastra anak, pembelajaran bahasa dan sastra, karakter