cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA YANG INOVATIF Supriyadi Supriyadi
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia inovatif sangat memperhatikan kompetensi dan hak-hak yang dimiliki siswa, sehingga dikatakan pembelajaran bahasa Indonesia inovatif adalah pembelajaran bahasa yang humanis. Sehubungan dengan itu, tujuan yang ingin dicapai adalah guru bahasa Indonesia harus dapat mewujudkan model pembelajaran inovatif agar pembelajaran bahasa Indonesia menjadi pembelajaran yang humanis. Pembelajaran inovatif adalah proses pembelajaran yang berpusat pada siswa dan meyakini bahwa siswa memiliki kompetensi.  Dalam upaya mencapai tujuan tersebut digunakan metode kualitatif. Sumber datanya adalah proses pembelajaran dengan model inovatif dan data penelitian berupa dampak pembelajaran terhadap kualitas proses dan hasil pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pembelajaran dengan model inovatif siswa dapat belajar dengan aktif, kreatif, dan inovatif. Hal itu selaras dengan pembelajaran inovatif yang dilandasi oleh filsafat konstruktivisme. Hal itu dimaksudkan untuk mewujudkan pembelajaran inovatif di kelas agar proses pembelajaran berpusat pada siswa dan siswa memiliki kompetensi. Pembelajaran yang berpusat pada siswa dilandasi oleh filsafat konstruktivisme. Konstruktivisme artinya bahwa siswa membangun pengetahuannya tentang dunia melalui sejumlah interaksi yang bermakna dengan lingkungan sosial budayanya. Hasil penelitian memiliki implikasi luas terhadap guru bahasa Indonesia di sekolah untuk mewujudkan pembelajaran bahasa Indoesia yang inovatif untuk selalu memberikan variasi dalam pembelajaran dengan memanfaatkan kompetensi yang dimiliki oleh siswa. Kata Kunci:  pembelajaran, bahasa dan sastra Indonesia, humanis, inovatif, kontruktivisme
MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN MEDIA E-LEARNING PADA PEMBELAJARAN FISIKA SAAT COVID-19 DI SMA Maryani Maryani; Rema Yuszahra; Bambang Supriadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 5 No 1 (2020): Prosiding Webinar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan model pembelajaran memiliki peran penting di dalam proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik fisika dan keadaan pendidikan saat ini adalah discovery learning dengan menggunakan media e-learning. Pada saat ini sistem pendidikan di Indonesia mengalami perubahan dikarenakan adalanya COVID-19 yang berdampak kepada perubahan dalam dunia pendidikan. Model Discovery learning dengan media E- learning ini mengacu pada rancangan dari Meteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dimana pembelajaran dilakukan diluar kelas dan siswa lebih efektif dan mandiri. Dalam pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan media e-learning pembelajaran dilakukan secara online uang difasilitasi dan didukung dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi kemudian siswa menemukan sendiri konsep ilmu pengetahuan, sehingga hasil yang diperoleh dapat melekat dalam ingatan siswa dalam jangka panjang karena siswa melakukan proses penemuan didalamnya. Dengan pembelajaran fisika menggunakan media E- learning, siswa akan tetap mendapatkan pembelajaran meski dalam keadaan COVID-19. Oleh karena itu, model Discovery learning dengn media E-learning merupakan upaya pembelajaran yang efektif guna meningkatkan kemampuan kognitif dan membentuk sikap disiplin dan positif bagi siswa.
MEDIA PICTORIAL RIDDLE BERBASIS PENDEKATAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA I Ketut Mahardika; Indrawati Indrawati; Supeno Supeno
FKIP e-PROCEEDING Vol 5 No 1 (2020): Prosiding Webinar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media pembelajaran merupakan salah satu road maps penelitian KeRis 21st Century Science Teaching Model (21st Century STM) yang mampu mendorong keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran diperlukan di era new normal ini. Media pictorial riddle merupakan suatu media pembelajaran berupa gambar teka-teki yang menggambarkan suatu masalah yang ada di lingkungan sekitar serta pendekatan inkuiri merupakan pendekatan belajar dengan menggunakan pendekatan induktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan media pictorial riddle berbasis pendekatan inkuiri untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan menggunakan one group pre-test post-test design. Subjek penelitian meliputi: siswa di SMAN 1 Cluring Banyuwangi, SMAN 3 Jember, SMAN 1 Prajekan Bondowoso, dan SMAN 1 Panarukan Situbondo. Data penelitian yang diperoleh menunjukkan, terdapat peningkatan nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa skor N-gain menunjukkan hasil sebesar 0,54 berkategori sedang. Nilai rata-rata pre-test ke empat sekolah sebesar 43,25 sedangkan nilai rata-rata post-test sebesar 79,58. Hasil analisis dengan menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan nilai taraf signifikansi sebesar 0,00 (< 0,05), dapat di artikan terdapat perbedaan rata-rata antara pre-test dengan post-test, sehingga mengindikasikan pengaruh penggunaan media pictorial riddle berbasis pendekatan inkuiri dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA.
FIKSI LOTUS SEBAGAI LANGKAH AWAL MENGENAL FIKSI DUNIA Rifqi Risnadyatul Hudha; Chalifatus Sahliyah
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini, yaitu (1) mengenalkan Fiksi Lotus, (2) mengenalkan konteks Fiksi Lotus, (3) memaparkan manfaat Fiksi Lotus, (4) mendeskripsikan Fiksi Lotus Vol 1, (5) mendeskripsikan Lotus Audio, (6) mendeskripsikan kelas menulis kreatif, (7) mendeskripsikan menulis kreatif, (8) mendeskripsikan workshop gratis, dan (9) mendeskripsikan Fiksi Lotus sebagai penunjang pembelajran sastra. Melalui Fiksi Lotus, dapat mengenal fiksi dunia. Fiksi Lotus mengenalkan karya sastra terjemahan dalam bentuk cerpen klasik dunia serta mengajarkan menulis kreatif kepada pembaca. Karya terjemahan memberikan nilai tambah untuk mengasah kemampuan menulis karena satu kunci penting agar selalu bisa produktif, yaitu dengan menambah bahan bacaan secara konstan. Mengenal sastra terjemahan akan mendapatkan wawasan dan pengetahuan yang lebih luas serta berimplikasi terhadap kesadaran dan pemahaman kita sebagai bagian dari masyarakat dunia. Melalui Fiksi Lotus, dapat mengenal budaya, sejarah, nilai rasa bahasa, nilai-nilai budaya, politik, dan sosial manca negara. Hal ini akan dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca sehingga Fiksi Lotus bermanfaat dalam pembelajaran sastra.Kata Kunci: sastra terjemahan, fiksi dunia, Fiksi Lotus.
BAHASA KREATIF DALAM WACANA HUMOR Anita Widjajanti
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

makalah ini mengkaji bahasa kreatif dalam wacana humor. Penelitian ini didasarkan pada kajian Sosiolinguistik. Artinya, peneliti mengkaji bahasa kreatif dalam hubungannya dengan pemakaian bahasa dalam masyarakat. Tujuan kajian ini adalah (1) membandingkan bahasa yang digunakan dalam situasi wajar dengan bahasa yang digunakan dalam wacana humor, (2) mengkaji pemanfaatan aspek linguistik dalam bahasa kreatif yang terdapat pada wacana humor, (3) menghubungkan wacana humor dengan konteks yang melatarbelakanginya. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa kreatif  dalam wacana humor dapat berupa ragam bahasa baku maupun ragam bahasa santai. Pemanfaatan aspek linguistik berupa kreativitas fonologis, akronimisasi dan penyingkatan, homonimi, sinonimi, polisemi, dan ketaksaan gramatikal. Bahasa kreatif dalam wacana humor memanfaatkan latar belakang konteks kesenian, profesi, trend masyarakat, dan keyakinan (nilai hidup). Kata Kunci: bahasa kreatif, wacana humor, masyarakat  
KETIDAKLAZIMAN DIKSI DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL OLEH MAHASISWA Syahriandi Syahriandi
FKIP e-PROCEEDING 2021: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA DI ERA BERKELIMPAHAN
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Media sosial menjadi media yang paling digemari oleh berbagai profesi masyarakat dalam komunikasi tulis, termasuk dalam profesi mahasiswa. Media sosial, dalam kalangan mahasiswa, menjadi media utama dalam berinteraksi, baik sesama mahasiswa maupun kamunikasi antara mahasiswa dan dosen. Namun, dalam komunikasi melalui media sosial banyak sekali ketidaklaziman diksi yang terjadi akibat tidak mampunya mahasiswa dalam memahami ragam dalam setiap komunikasi. Kelaziman berhubungan dengan kepantasan atau keberterimaan kata dalam masyarakat yang disebabkan oleh perbedaan ragam, baik ragam akibat perbedaan usia, profesi, maupun jenis kelamin. Mahasiswa sering sekali mengabaikan perbedaan ragam tersebut sehingga diksi yang digunakan menjadi diksi yang tidak lazim. Diksi yang seharusnya tidak boleh digunakan untuk berkomunikasi dengan situasi (lawan komunikasi) tersebut. Permasalahan inilah yang menjadi kajian untuk dikaji dalam penulisan ini untuk memahami lebih lanjut sejauh mana permasalahn dan solusi dalam ketidaklaziman diksi dalam penggunaan media sosial. Kata kunci: Ketidaklaziman, Diksi, Media Sosial
MANUSIA INDONESIA DI ERA GLOBAL: REFLEKSI IDENTITAS DALAM NOVEL BURUNG-BURUNG RANTAU KARYA Y.B. MANGUNWIJAYA Akhmad Taufiq
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi mengandaikan hadirnya problem identitas sebagai isu utama yang menarik untuk dilakukan kajian. Tulisan ini dimaksudkan untuk menjelaskan problem identitas itu, yang secara khusus berkenaan dengan refleksi identitas manusia Indonesia di era global. Dengan metode deskriptif-kualitatif-reflektif, penelitian ini berusaha secara akademis mendeskripsikan data berupa teks dalam novel Burung-burung Rantau karya Y.B. Mangunwijaya, yang kemudian diikuti dengan proses merefleksikannya secara lebih dalam. Selanjutnya, hasil penelitian ini menyatakan tiga hal sebagai temuannya. Pertama, transformasi manusia Indonesia di era global mengandaikan kesadaran transformatif yang dibutuhkan dalam rangka melakukan adaptasi dan strategi atas globalisasi yang dihadapi. Kedua, kesadaran atas dunia yang sedang berubah dan bergerak tersebut melahirkan kegalauan identitas bagi manusia Indonesia, yang pada proses berikutnya melakukan pencarian identitas sebagai akibat dari kegalauan atas identitas yang diterimanya. Ketiga, kesadaran bahwa manusia Indonesia adalah manusia pascanasional merupakan bentuk kesadaran transformatif. Sebagai implikasinya, menuntut manusia Indonesia memiliki sikap yang terbuka dalam interaksi global yang tidak dapat dihindarinya. Kata Kunci: Manusia Indonesia, refleksi identitas, era global, novelBurung-burung Rantau 
FENOMENA PRAGMATIK DAN TIDAK PRAGMATIK: IMPLIKATUR DAN IMPLIKATUM M. Rus Andianto
FKIP e-PROCEEDING 2021: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA DI ERA BERKELIMPAHAN
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Setakat ini kajian pragmatik, khususnya mengenai tindak berbahasa, masih banyak dilakukan para peneliti, baik berlatar belakang dosen maupun mahasiswa. Artikel pendek di internet tentang hal itu sangat ramai. Akan tetapi, masih ada kekurangjelasan tentang teori pembedah yang digunakan. Konsepsi tentang fenomena pragmatik, tindak pragmatik, daya pragmatik (daya lokusioner, ilokusioner, dan perlokusioner) hingga persoalan implikatur dan implikatum masih terasa kurang jelas dan kurang dilandaskan atas dasar prinsip dasar tentang kajian pragmatik (dan wacana), yakni yang berbasis teks dan konteks. Disadari atau tidak, banyak kajian pragmatik terpeleset ke persoalan gramatika dan semantik yang menjadi pisau pembedahnya. Distorsiasi konsepsi teoritis yang dikerangkakan di dalam rancangan penelitian seperti ini menghasilkan suatu kajian yang mengambang dan tumpang tindih. Sejak awal, kajian diklaim sebagai suatu kajian pragmatik, tetapi dalam perjalanan proses penentuan, pengumpulan, dan analisis data cenderung terpeleset kepada persoalan gramatika dan semantik. Tulisan pendek ini berusaha membuka pintu diskusi untuk mencoba membahas masalah tersebut dan mencoba berusaha mengembalikankonsepsi-konsepsi dalam kajian pragmatik kepada basis fondasinya yang khas sebagai subbidang kajian bahasa yang berbasis teks dan konteks. Kata Kunci: Masalah Teoritis, Tindak Pragmati
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DOMAIN AFEKTIF PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KEMENDIKBUD KELAS VII KURIKULUM 2013 EDISI REVISI Firda Ariani; Ika Puji Lestari
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua orang di seluruh dunia pada era global dapat dengan mudah mengakses berbagai hal atau peristiwa. Muslich dan Oka (2010:52) mengemukakan banyak orang Indonesia merasa malu apabila tidak menguasai bahasa asing (Inggris) dan menganggap remeh bahasa Indonesia. Kemudahan akses yang dirasakan para generasi muda membuat peniruan banyak terjadi. Pembelajaran bahasa Indonesia dapat mengambil bagian untuk menjadi solusi persoalan di era global melalui pembelajaran domain afektif. Siswa Kelas VII merupakan tingkatan awal yang menempuh pembelajaran bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran tersendiri. Pengkajian pembelajaran bahasa Indonesia domain afektif bisa difokuskan pada buku teks milik Kemendikbud yang biasanya menjadi pegangan guru. Metode penelitian yang digunakan pada kajian ini adalah metode kualitatif dengan data berupa buku teks. Yahaya dkk. (2005:16) menyatakan domain afektif merangkumi tingkah laku yang berkait dengan sikap, minat, perhatian, mengambil berat, tanggung jawab dan nilai. Domain afektif sejalan dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter dapat menjadi solusi persoalan di era global. Pembelajaran bahasa Indonesia domain afektif pada buku teks Kemendikbud kelas VII kurikulum 2013 edisi revisi berupa penanaman sikap kepedulian, jujur berkarya, tanggung jawab, toleran dan kerjasama, cinta bahasa Indonesia, cinta tanah air, kreatif, santun, bersyukur atas nikmat tuhan, tekun dalam belajar, percaya diri, dan menghargai karya orang lain.Kata Kunci: Pembelajaran Bahasa Indonesia, Afektif, Pendidikan Karakter, Buku Teks, Kelas VII, Era Global
MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR BAHASA RUSIA Susi Machdalena
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Indonesia dewasa ini banyak diminati oleh banyak negara di dunia. Hal ini terlihat salah satunya dari banyaknya permintaan pengajar yang berkualifikasi doctor  khususnya dalam bidang bahasa Indonesia untuk mengajar bahasa Indonesia di luar negeri. Permintaan ini masuk  ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia melalui kedutaankedutaan besar Indonesia di berbagai negara. Salah satu Negara yang selalu meminta pengajar bahasa Indonesia adalah Rusia. Untuk mempelajari bahasa Indonesia penutur bahasa Rusia memiliki cara atau model tersendiri mengingat bahasa Rusia menrupakan bahasa berfleksi dan mereka terbiasa dengan berbagai macam aturan bahasa yang kompleks dan teratur. Modelmodel yang digunakan adalah model pengajaran bahasa yang dimulai dengan sejarah bahasa Indonesia secara singkat lalu  bunyi-bunyi huruf dalam alfabet bahasa Indonesia, lalu bunyi-bunyi huruf dan cara-cara pengucapannya serta contoh-contoh katanya. Pengajaran vokal diftong akan mendapat perhatian lebih dari pada pengucapan huruf-huruf lain. Selain itu, bunyi /ng/ mendapat perhatian lebih juga karena bunyi-bunyi ini  tidak terdapat dalam bahasa Rusia, misalnya, kata angin akan dibaca /an gin/. Suku kata perlu diajarkan lebih awal, lalu latihan pengucapan dengan kata-kata yang sudah dibagi ke dalam suku kata. Teks dipelajari agar pengucapan kata yang berada dalam kalimat-kalimat pendek dapat dihafal tanpa mengetahui gramatika bahasa Indonesia terlebih dahulu. Setelah menguasai kosa kata mulai dipelajari tata bahasa dan kalimat-kalimat sederhana. Kelas kata yang pertama diajarkan adalah nomina, preposisi lalu pembentukan kata dengan prefiks-prefiks secara bertahap, verba refleksif, kontruksi-konstruksi kalimat dengan modal harus, dapat,  bisa, kalaimat-kalimat yang menyatakan etika berbicara sampai pada semua pembetukan kata dengan prefiksasi sufikasasi dan konstruksi kalimat majemuk koordinatif dan subordinatif. Pelajaran gramatika dalam seminggu diberikan tiga kali pertemuan, sedangkan latihan dan bacaan diberikan 5 kali dalam seminggu. Dengan jumlah mahasiswa yang sangat ideal antara 6 -12 orang dalam satu grup serta kualifikasi dosen yang sangat tinggi maka target pendidikan akan tercapai dengan sangat baik. Dari pengamatan selama enam tahun di Institut Asii i Afriki di Moskow hasil belajar mahasiswa   tercapai 100%. Semua mahasiswa yang lulus dari institute tersebut memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan siap untuk bekerja dibidangnya. Kata Kunci: Pembelajaran, BIPA