cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
REPRESENTASI BUDAYA OSING DALAM NOVEL KERUDUNG SANTET GANDRUNG KARYA HASNAN SINGODIMAYAN Fitri Nura Murti; Elvira Damayanti
FKIP e-PROCEEDING 2021: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA DI ERA BERKELIMPAHAN
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sastra lokal jarang sekali mendapat perhatian. Padahal, warna lokal sangat penting bagi kekuatan budaya nasional. Penelitian ini berfokus pada warna lokal budaya Osing yang terrepresentasikan dalam novel Kerudung Santet Gandrung karya seniman asal Banyuwangi, Hasnan Singodimayan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menggambarkan kearifan lokal dan budaya yang termuat dalam novel tersebut. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian dimulai dengan melakukan pengumpulan data, penganalisisan data dan penginterpretasian data yang telah diperoleh dari dokumen-dokumen (teks sastra dan pendukung). Hasil penelitian menunjukkan representasi budaya Osing dalam novel sangat kental terutama pada ekspresi bahasa, budaya yang diangkat melalui latar dan konteks peristiwa, istilah-istilah dalam penyebutan nama, cara berpakai an, bangunan,profesi, adat dan tradisi, sistem bahasa, kesenian, agama dan kepercayaan, serta pola pikir yang dibawa oleh tokoh. Melalui analisis ini masyarakat luas dpt mengenal lebih dekat budaya osing. Sastra lokal memiliki fungsi rekreasi, edukasi, dan eksistensi kelokalan. Kata Kunci: Warna Lokal, Budaya Osing, Sosiologi Sastra
SISTEM KEKERABATAN DAN SAPAAN BAHASA SIMALUNGUN PEMANFAATAN BUDAYA SEBAGAI MATERI AJAR BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR ASING DENGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF(COMUNICATIVE APROACH) Andiopenta Purba
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan berbagai keragaman budaya dapat dimanfaatkan sebagai sumber materi ajar Bahasa Indonesia untuk penutur asing (BIPA). Etnis Simalungun sebagai salah satu etnis yang berdomisili di Sumatera Utara, yang sebagian wilayahnya meliputi sebagian danau Toba. Beberapa di antaranya adalah daerah wisata Parapat, Tigaras, Simarjarungjung dan Haranggaol. Daerah ini tentunya banyak dikunjungi wisatawan local maupun manca negara. Kedatangan mereka terutama wisatawan manca Negara tentu akan bersinggungan dengan penutur Bahasa Simalungun, terutama saat berkomunikasi. Sistem sapaan sebagai salah satu factor penting diperhatikan dalam bertutur akan menciptakan peristiwa tutur berjalan dengan baik. Sehubungan dengan itu sitem sapaan dalam Bahasa Simalungun sebagai salah satu keragaman budaya Indonesia patut diperhitungkan dan dijadikan sebagai salah satu materi pembelajaran BIPA. Sistem tuturan Bahasa Simalungun mengenal tiga pengelompokan berdasarkan kekerabatan keluarga; (1)hubungan keluarga langsung, (2)kelompok perkawinan, dan (3)kehormatan. Dalam pengembangan materi itu, dapat dikembangkan melalui pembelajaran terpadu antara keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Proses PBM dapat dilaksanakan dengan pendekatan Komunikatif.Kata Kunci : Materi BIPA, Budaya Simalungun, Kekerabatan, dan Sapaan, pendekatan komunikatif
KEEFEKTIFAN KALIMAT DITINJAU DARI KESATUAN DAN KEHEMATAN PADA ABSTRAK MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BALI I Putu Gede Sutrisna; Ni Kadek Ary Susandi; Nyoman Dharma Wisnawa
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kesatuan kalimat pada abstrak mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan STIKES Bali, (2) kehematan kalimat pada abstrak mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan STIKES Bali. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah  abstrak pada skripsi mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan STIKES Bali terbitan tahun 2015. Objek yang dikaji dalam penelitian ini adalah keefektifan kalimat ditinjau dari kesatuan dan kehematan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 30 sampel abstrak yang dianalisis, diperoleh hasil yang sangat efektif mengenai keefektifan kalimat pada abstrak ditinjau dari segi kesatuan dan kehematan kalimat. Kesangatefektifan kalimat pada abstrak mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan STIKES Bali ditunjukkan oleh skor yang diperoleh dari analisis yang dilakukan, yaitu sebesar 97. Untuk itu, dapat disimpulkan bahwa kalimat pada abstrak mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan STIKES Bali tergolong sangat efektif ditinjau dari segi kesatuan dan kehematan kalimat. Kata Kunci: Keefektifan Kalimat dan Abstrak  
KAJIAN MENGENAI FENOMENA MISKONSEPSI UNIVERSAL DI SMA N 1 WONOSOBO TERKAIT MATERI ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE Mei Suhantoro
FKIP e-PROCEEDING Vol 5 No 1 (2020): Prosiding Webinar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini miskonsepsi pada materi elastisitas dan hukum Hooke masih terus terjadi, termasuk di SMA N 1 Wonosobo. Kajian terkait miskonsepsi pada materi elastisitas dan hukum Hooke sangat penting untuk dilakukan. Hal tersebut dikarenakan materi tersebut memiliki keterkaitan dengan materi lainnya, seperti materi mengenai osilasi dan gelombang. Terkait hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah miskonsepsi yang terjadi di SMA N 1 Wonosobo terkait materi elastisitas dan hukum Hooke tersebut termasuk ke dalam miskonsepsi universal atau tidak. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif menggunakan data yang diperoleh dari hasil tes, wawancara, serta studi pustaka. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa miskonsepsi yang terjadi termasuk ke dalam miskonsepsi universal. Artinya, miskonsepsi yang terjadi di SMA N 1 Wonosobo tersebut juga dialami oleh siswa-siswa SMA di sekolah lain.
KETIDAKSELARASAN TUTURAN ANAK AUTIS Ika Septiana Septiana; Bambang Yulianto; Kisyani Laksono
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan tulisan ini adalah mendeskripsikan ketidakselarasan tuturan anak autis. Saat ini masalah autis mulai banyak diperbincangkan di masyarakat. Isu atau masalah autis dapat dilihat dari segi perkembangan fisik maupun non fisik. Salah satu masalah yang diperbincangkan adalah masalah kebahasan yaitu bagaimana atau proses anak autis berbahasa atau bertutur. Anak autis memiliki beragam cara dalam mengungkapkan eksperesi dan ide yang ada dalam dirinya. Berbagai cara dilakukan untuk mencari perhatian orang yang ada di sekitar, dengan cara bertingkah aneh, melakukan gerakan berlebihan bertutur berlebihan, mengecoh, atau berteriak. Ocehan anak autis sangat beragam sehingga memunculkan ketidakselarasan kalimat yang diucapkan. Bentuk ketidakselarasan tuturan anak autis sangat beragam yang salah satunya mencampurkan tuturan bahasa Indonesia dengan nyanyian iklan. Tuturan lisan anak autis yang dijadikan data adalah nyanyian iklan atu kalimat iklan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan rekam. Anak autis ketika diajak berkomunikasi terkadang mengeluarkan tuturan yang berlebihan. Kalimat yang berlebihan tersebut memunculkan ketidakselaraan kalimat yang diucapkan. Ketika diajak berkomunikasi atau kegiatan tanya jawab terkadang antara pertanyaan dan jawaban kurang sesuai. Anak autis menjawab pertanyaan secara berlebihan. Salah satu tuturan yang diucapkan adalah kalimat iklan. Anak tidak hanya bertutur satu kalimat iklan dalam tuturannya bisa saja lebih dari satu kalimat iklan dinyanyikan. Semakin dibiarkan maka anak akan secara terus dan berulang mengucapkan kalimat iklan karena bahasa iklan tersebut sering dilihat dan didengar dari tayangan televisi.Kata Kunci: ketidakselarasan, tuturan, anak autis
PENGGUNAAN GAYA BAHASA DALAM DEBAT CALON GUBERNUR DAN CALON WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA PERIODE 2017- Baiq Desi Milandari
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa dan kekuasaan memiliki hubungan yang begitu dekat. Melalui bahasa, seseorang dapat saja mempengaruhi orang lain, dalam hal ini masyarakat untuk melaksanakan apa yang menjadi tujuannya. Banyak dijumpai para pemimpin negara maupun daerah yang menggunakan bahasa untuk menunjukkan jati dirinya. Bahkan bahasa saat ini dapat dikatakan sebagai alat pencitraan diri. Pada era global seperti sekarang ini debat dapat memiliki arti begitu penting. Debat memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kehidupan demokrasi, terutama dalam hal politik.Bahasa yang digunakan sangat mempengaruhi keberhasilan dalam debat. Oleh karena itu, dibutuhkan kecerdasan pemakaian bahasa oleh tiap-tiap pasangan calon. Pemakaian bahasa dalam debat berkaitan erat dengan penggunaan gaya bahasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya bahasa yang digunakan dalam debat calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data berasal dari video debat putaran pertama, putaran kedua, dan putaran ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahaya yang digunakan oleh ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur adalah gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat dan berdasarkan langsung tidaknya makna. Gaya bahasa yang berdasarkan struktur kalimatnya, yakni antiklimaks, repetisi, antitesis. Gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna, yaitu gaya bahasa retoris meliputi pleonasme, erotesis, koreksio, dan eufimisme serta gaya bahasa kiasan di antaranya alegori, personifikasi, alusi, satire, eponim, simile, dan simbolik.Kata Kunci: Bahasa, Debat, Gaya Bahasa
PENDIDIKAN YANG DEMOKRATIS DALAM ERA GLOBAL Dewi Pusposari
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai upaya dilakukan agar terwujud pendidikan yang ideal bagi sepuruh pihak. Termasuk di dalamnya mewujudkan demokratisasi pendidikan. Demokrasi dalam pendidikan dipandang perlu karena untuk menghindari kemungkinan pemaksaan kehendak dari satu kelompok, menghindari pengambilan keuntungan bagi sebagian pihak, dan pemerataan kesempatan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.  Demokratisasi proses pendidikan bermakna menjamin dan mengembangkan kebebasan akademik. Demokrasi merupakan benteng pengembangan moral masyarakat dan menjadi sebagai lembaga pengontrol dari pelaksanaan nilai-nilai kebenaran, keindahan, moral, dan agama. Demokrasi dapat dikembangkan dengan meningkatkan pemikiran kritis, pemikiran alternatif, penjaminan  kebebasan berpikir dan bertanggung jawab atas alternatif yang dipilih. Demokrasi pada dasarnya mengakui setiap warga negara sebagai pribadi yang unik, berbeda satu sama lain dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Demokrasi memberikan kesempatan yang luas bagi pelaksanaan dan pengembangan potensi masing-masing individu tersebut baik secara fisik maupun mental spiritual. Demokrasi juga mengakui bahwa setiap individu mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Karena itu, pendidikan yang demokratis adalah pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai individu yang unik berbeda satu sama lain dan mempunyai potensi yang perlu diwujudkan dan dikembangkan semaksimal mungkin. Dengan demikian pendidikan yang demokratis memberikan pelayanan berbeda kepada sasaran didik  sesuai dengan karakteristik masing-masing. Kata Kunci: demokrasi, pendidikan, kebebasan, berpikir.  
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA (TULIS) MAHASISWA BIPA TINGKAT LANJUT UNIVERSITAS YALE, USA Esra Nelvi Siagian
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dan akhir pembelajaran bahasa asing adalah membekali pembelajar dengan kemahiran berkomunikasi. Menulis merupakan bentuk perwujudan komunikasi tidak langsung, tidak bertatap muka dengan orang lain. Untuk itu dituntut memperhatikan struktur yang berkaitan dengan unsur-unsur tulisan agar pembaca dapat memahami pesan yang disampaikan oleh penulis.Tulisan yang baik memiliki ciri jelas, kesatuan dan organisasi, ekonomis, dan pemakaian bahasa dapat diterima.Kemampuan menulis mahasiswa BIPA Universitas Yale sudah cukup baik, tetapi masih memiliki kekurangan-kekurangan.Hal tersebut terjadi karena faktor dari diri pembelajar, seperti adanya pengaruh bahasa ibu (Inggris), minimnya penguasaan kaidah bahasa Indonesia, dan terbatasnya penguasaan perbendaharaan kata bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peta kesulitan khususnya dalam kaidah bahasa Indonesia yang dialami oleh mahasiswa tingkat lanjut. Hal ini sangat bermanfaat bagi pengajar BIPA agar dapat menyusun materi ajar yang tepat sehingga mahasiswa mahir menggunakannya khususnya dalam bahasa tulis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Jumlah tulisan yang akan dianalisis sebanyak 18 tulisan (hasil tulisan 18 mahasiswa, satu kelas) dari kelas tingkat lanjut disebut kelas L5. Adapun tulisan mahasiswa yang akan dianalisis bertema „Musik dan Lagu Indonesia”.Kesalahan aspek berbahasa pada tulisan mahasiswa yang paling banyak adalah sebagai berikut: 1) pilihan kata; 2) stuktur kalimat; 3) kalimat tidak efektif; dan 4) ragam lisan.Kata Kunci: analisis kesalahan berbahasa, mahasiswa BIPA, tingkat lanjut, Universitas Yale,
MIGRASI MANUSIA MADURA DI ERA GLOBAL DALAM NOVEL ISTANA PARA KULI KARYA YAHYA UMAR Siswanto Siswanto
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akan mengkaji fenomena manusia Madura dalam merespon perubahan interaksi sosial di era global. Adapun fokus kajian penelitian ini adalah motif, pola, sifat migrasi manusia Madura dan dampak migrasi terhadap sosial budaya Madura yang terefleksikan dalam teks sastra Indonesia, khususnya novel Istana Para Kuli karya Yahya Umar. Pendekatan dalam kajian ini adalah sosiologi sastra sekaligus sebagai objek formal yang ditujukan untuk mendedah relasi sastrawan, sastra dan realitas sosial budaya Madura, metode deskriptif interpretatif digunakan untuk menganalisis dan menginterpretasi data dari objek material. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa novel tersebut menyajikan motif, pola, dan sifat migrasi inovatif dan konservatif, kekerabatan atau kedaerahan, serta ekses migrasi terhadap perubahan sosial budaya Madura khususnya nilai tradisi dalam masyarakat pesisir yang tercermin dalam novel IPK. Kata Kunci: Sastra, Madura, Migrasi, Interaksi Global 
TINGKAT EFIKASI GURU BAHASA SELAMA PEMBELAJARAN JARAK JAUH Novi Sylvia
FKIP e-PROCEEDING 2021: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA DI ERA BERKELIMPAHAN
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam pembelajaran jarak jauh, pendekatan baru dalam pembelajaran bahasa turut menjadi suatu tuntutan. Meskipun melibatkan banyak aspek, fokus penelitian ini adalah guru yang berperan penting dalam keberhasilan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri (efikasi) guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan. Efikasi guru diukur dengan menafsirkan reaksi terhadap situasi tertentu selama pembelajaran. Terdapat sepuluh item tentang perencanaan, pengorganisasian, pembelajaran keterampilan baru, penerapan metode baru, pengamatan, dan tanggapan terhadap masalah eksternal lainnya. Setiap item menyiratkan dua pilihan antara reaksi internal dan eksternal dari aspek yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran. Tidak sama dengan sejumlah penelitian yang menunjukkan hubungan antara lama mengajar dengan tingkat efikasi guruhasil penelitian ini tidak menunjukkan pola tertentu. Beberapa kesamaan ditunjukkan oleh guru pemula dalam kecenderungan mereka untuk melakukan perencanaan. Koneksi internet dan situasi pembelajaran juga dipandang memiliki peranan penting. Guru dengan pengalaman berdurasi menengah melihat pentingnya untuk menerapkan metode baru. Guru yang sudah berpengalaman lebih dari sepuluh tahun bervariasi dalam semua aspek kecenderungan. Penelitian ini mendalami temuan tingkat efikasi guru yang kecenderungannya berbeda dengan pembelajaran non-jarak jauh. Tingkat efikasi guru dipengaruhi oleh faktor lain yang dapat dijawab oleh hipotesis lain. Kata Kunci: Pembelajaran Bahasa, Pembelajaran JarakJauh, Efikasi Guru