cover
Contact Name
Anak Agung Gede Angga Puspa Negara, S.Ft., M.Fis
Contact Email
anggapuspanegara@unud.ac.id
Phone
+6281233366999
Journal Mail Official
jurnalfisioterapi@unud.ac.id
Editorial Address
Gedung Fisioterapi Lantai 1 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Jl. P.B. Sudirman, 80232, Denpasar Telp. (0361) 222510 ext. 425 Fax. (0361) 246656
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031921     EISSN : 27220443     DOI : https://doi.org/10.24843/MIFI
Core Subject : Health, Science,
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI) / The Indonesian Physiotherapy Scientific Magazine is a journal that managed and published by the Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA). Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI)/The Indonesian Physiotherapy Scientific Magazine is used as a forum to accommodate the writings of lecturers or physiotherapy students. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI)/The Indonesian Physiotherapy Scientific Magazine is published three times a year namely in January, May, and September. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI)/The Indonesian Physiotherapy Scientific Magazine is an open-access journal that focus on research publication on all aspects of Physical Therapy that is original and based on scientific. Our scope including: Physiotherapy in Musculoskeletal, Physiotherapy in Neuromuscular, Physiotherapy in Cardio respiration, Physiotherapy in Cardiovascular, Physiotherapy in Pediatrics, Physiotherapy in Geriatric, Physiotherapy in Sport and Wellness, Physiotherapy in Integumentary, Physiotherapy in Occupational Health and Safety, Physiotherapy in Palliative Care, Physiotherapy in Women Health, and Physiotherapy in Travel Health/Travel Medicine.
Articles 443 Documents
PROLONGED SITTING MEMENGARUHI KEJADIAN LOWER CROSSED SYNDROME PADA PERAJIN UKIRAN KAYU DI DESA SUMITA KECAMATAN GIANYAR Ni Komang Mega Junianti; I Putu Yudi Pramana Putra; Ni Wayan Tianing; Ari Wibawa
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 3 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i03.p02

Abstract

Pendahuluan: Perajin ukiran kayu merupakan salah satu pekerjaan informal yang memiliki risiko mengalami gangguan musculoskeletal. Hal tersebut diakibatkan oleh sebagian besar proses pembuatan ukiran kayu dikerjakan dalam posisi duduk bekerja. Posisi duduk statis yang dipertahankan dalam waktu yang lama oleh perajin saat bekerja dapat menyebabkan gangguan musculoskeletal, salah satunya adalah lower crossed syndrome. Penelitian ini bertujun untuk mengertahui hubungan prolonged sitting dengan kejadian lower crossed syndrome pada perajin ukiran kayu di Desa Sumita, Kecamatan Gianyar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi cross-sectional yang dilakukan pada Februari-April 2021. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik concecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 66 orang. Variabel dependen yang diukur yaitu lower crossed syndrome menggunakan modified Thomas test, pengukuran panjang otot spinal extensor, dan pengukuran kekuatan otot abdominal serta gluteus maximus. Variabel independen yaitu prolonged sitting didapatkan berdasarkan hasil wawancara. Hasil: Hasil analisis data menggunakan uji chi-square diperoleh p=0,012 (nilai p<0,05) dan OR 5,500 yang menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara prolonged sitting dengan kejadian lower crossed syndrome, dimana perajin ukiran kayu dengan prolonged sitting?7 jam/hari memiliki risiko 5,5 kali lebih besar mengalami lower crossed syndrome. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara prolonged sitting dengan kejadian LCS pada perajin ukiran kayu di Desa Sumita Kecamatan Gianyar. Kata Kunci: prolonged sitting, lower crossed syndrome, musculoskeletal disorder, perajin ukiran kayu
GAMBARAN KONSUMSI ROKOK TERHADAP AKTIVITAS FISIK PADA LAKI-LAKI DI KECAMATAN DENPASAR SELATAN Ni Made Mahadewi Dwijayanti Reistriawan; Ari Wibawa; I Putu Gede Adiatmika; Luh Putu Ratna Sundari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 3 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i03.p06

Abstract

Pendahuluan: Merokok merupakan gaya hidup tidak menentu yang telah diidentifikasikan sebagai penyebab kematian peringkat pertama di dunia. Jumlah populasi perokok yang terus meningkat seiring berjalannya waktu. Perilaku kebiasaan merokok dapat menimbulkan keluhan gangguan pernapasan atau kardiovaskular yang berpengaruh terhadap tingkat aktivitas fisik seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat konsumsi rokok terhadap aktivitas fisik seseorang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik cross-sectional yang dilakukan pada bulan Desember 2020-Maret 2021 dengan jumlah subjek sebanyak 54 orang. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Quisionaire-Short Form (IPAQ-SF). Hasil: Uji hipotesis menggunakan Chi-Square Test untuk menilai hubungan antara tingkat konsumsi rokok dengan aktivitas fisik yang didapatkan hasil nilai p=0,001. Tingkat aktivitas fisik pada perokok berat bernilai rendah yaitu sebanyak 30 orang (55,6%). Simpulan: Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat konsumsi rokok terhadap aktivitas fisik pada laki-laki di Kecamatan Denpasar Selatan. Kata Kunci: IPAQ-SF, merokok, laki-laki, aktivitas fisik
ANALISA ROSA PADA INTERVENSI DEEP NECK FLEXOR STRENGTHENING EXERCISE DAN MCKENZIE NECK EXERCISE MENINGKATKAN FUNGSIONAL LEHER PENDERITA CERVICOGENIC HEADACHE Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati; Sayu Aryantari Putri Thanaya; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 3 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i03.p11

Abstract

Pendahuluan: Cervicogenic headache disebabkan oleh ketidakseimbangan otot di leher, kepala, dan bahu. Insiden cervicogenic headache adalah 2,5 persen pada populasi umum pada, dan 15 persen hingga 20 persen pada populasi dengan riwayat nyeri kronis, menurut data yang diperoleh dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas latihan deep neck flexor strengthening exercise dengan latihan mckenzie neck exercise dalam meningkatkan gerakan fungsional leher pada kondisi cervicogenic headache, serta untuk melihat faktor risiko ergonomis untuk Rapid Office Strain Assessment (ROSA). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan menggunakan two-group randomized pre-and post-test design. Hasil kedua kelompok dievaluasi digabungkan dengan data pengukuran ROSA. Kelompok 1 menerima latihan deep neck flexor strengthening exercise, sedangkan kelompok 2 menerima latihan mckenzie neck exercise. Hasil: Nilai rerata ROSA pada kelompok 1 didapatkan hasil 4,53 dan nilai rerata ROSA pada kelompok 2 didapatkan hasil 4,07 yang berarti posisi kerja pada subjek dikedua kelommpok tergolong aman. Nilai Visual Analogue Scale (VAS) dan nilai Neck Disability Index (NDI) menurun pada masing-masing kelompok dengan p<0,001 (p<0,05), namun tidak terbukti adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, menurut data analisis yaitu VAS p=0,415 (p>0,05) dan NDI p=0,859 (p>0,05) juga signifikan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam jangka panjang, memungkinkan peneliti, subjek, dan negara Indonesia untuk mengambil manfaat dari pengetahuan intervensi. Kesimpulan: Analisis faktor risiko ergonomi ROSA dan latihan deep neck flexor strengthening exercise sama baiknya dalam meningkatkan gerakan fungsional leher pada kondisi cervicogenic headache bila dibandingkan dengan analisis faktor risiko ROSA ergonomis dan mckenzie neck exercise. Kata Kunci: cervicogenic headache, deep neck flexor strengthening exercise, fungsional gerak leher, mckenzie neck exercise, rapid office strain assessment (ROSA)
EFEK JANGKA PENDEK BIOFEEDBACK POSTURAL CORRECTION EXERCISE PADA CRANIOVERTEBRAL ANGLE SISWA DENGAN ASYMPTOMATIC FORWARD I Gede Eka Juli Prasana; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 3 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i03.p03

Abstract

Pendahuluan: Memasuki Revolusi Industri 4.0 membawa banyak dampak bagi sistem kehidupan manusia, salah satunya adalah kerugian mekanis yang dialami seseorang disebabkan oleh terjadinya awkward position ketika sedang melakukan aktivitas atau pekerjaannya saat duduk, belajar, menggunakan perangkat elektronik, dan sebagainya, hingga kerap muncul masalah muscle imbalance yang selanjutnya menyebabkan terjadinya forward head posture. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek jangka pendek biofeedback postural correction exercise dalam intervensi postural correction untuk menangani masalah asymptomatic forward head posture. Metode: Penelitian menggunakan rancangan eksperimental pre-post test control group design dengan simple random sampling, dan jumlah subjek sebanyak 28 orang yang dibagi ke dalam 2 kelompok. Kelompok 1 mendapatkan penambahan biofeedback postural correction exercise pada metode postural correction standar sedangkan Kelompok 2 mendapatkan metode postural correction standar. Penelitian dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan. Hasil: perbedaan rerata peningkatan sudut craniovertebral dianalisis dengan paired sample t-test sebelum dan setelah intervensi pada Kelompok 1 dengan nilai p=0,030 (p<0,05) dengan artian terdapat peningkatan sudut yang bermakna pada craniovertebral sebelum dan setelah intervensi biofeedback postural correction exercise metode standar. Pengujian hipotesis sebelum dan setelah intervensi pada Kelompok 2 didapatkan nilai p=0,245 (p>0,05) yang berarti bahwa tidak ada peningkatan sudut craniovertebral yang bermakna pada craniovertebral sebelum dan setelah intervensi metode standar. Simpulan: Biofeedback postural correction exercise lebih baik dalam menciptakan efek adaptasi jangka pendek pada peningkatan craniovertebral angle dibandingkan dengan metode postural correction standar Kata Kunci: muscle imbalance, forward head posture, pressure biofeedback
POSISI DUDUK DAN BERAT BEBAN TAS TERHADAP KEJADIAN SKOLIOSIS PADA ANAK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Desak Made Dwi Kesumayanti; Indira Vidiari Juhanna; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; I Wayan Gede Sutadarma
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p03

Abstract

Pendahuluan: Skoliosis disebabkan oleh beberapa faktor yaitu gender atau jenis kelamin, usia, antopometri tubuh anak, lifestyle atau kebiasaan posisi duduk, kesesuaian peralatan sekolah dengan posisi ergonomis tubuh. Posisi duduk yang salah dan berat beban tas yang berlebih dapat mengakibatkan adanya peningkatan deviasi pada tulang belakang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan posisi duduk dan berat beban tas dengan kejadian skoliosis pada anak Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Banjarangkan, Klungkung. Metode: Studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang ini berlangsung pada April 2021. Jumlah sampel studi 182 (84 laki-laki, 98 perempuan) yang diambil dengan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah posisi duduk dengan alat ukur Questionnaire on Body Awareness of Postural Habits in Young People (Q-BAPHYP) dan berat beban tas dengan alat ukur timbangan gantung digital. Variabel dependen adalah skoliosis yang diukur dengan test Adam’s Forward bending test dan plumb line test. Hasil: Hasil uji antara posisi duduk atau kebiasaan postur duduk yang diuji dengan kuisioner Q-BAPHYP dengan kejadian skoliosis menunjukkan nilai p=0,000 atau p<0,05 yang artinya adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Ada hubungan yang signifikan yang dihasilkan pada penelitian ini dengan nilai p=0,000 dimana ada hubungan yang signifikan antara berat beban tas dengan kejadian skoliosis. Ada hubungan yang signfikan antara berat tas dengan kejadian scoliosis (p<0,05) pada sampel perempuan dan berbanding terbalik (p>0,05) pada sampel laki-laki. Simpulan: Terdapat hubungan antara posisi duduk dan kejadian skoliosis pada siswa laki-laki dan perempuan, serta ada hubungan antara berat tas dengan skoliosis pada laki-laki sedangkan pada siswa perempuan terdapat hubungan yang signifikan.
TINGKAT AKTIVITAS FISIK SEDENTER MENINGKATKAN INSIDEN NON SPESIFIK LOW BACK PAIN DIBANDINGKAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK TINGGI-POTONG LINTANG Ferdi Perdana Putra; Gede Parta Kinandana; I Nyoman Adiputra; Anak Agung Eka Septian Utama
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p10

Abstract

Pendahuluan: Non spesifik low back pain (nsLBP) merupakan rasa nyeri yang dirasakan di sekitar punggung bawah tanpa penyebab yang spesifik. NsLBP terjadi akibat adanya kontraksi otot statis dalam waktu lama atau ketika melakukan aktivitas berlebih. Beberapa penelitian menunjukkan tingkat kejadian tertinggi nsLBP terjadi pada usia produktif terutama pada pekerja kantoran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan insiden nsLBP pada orang dengan tingkat aktivitas fisik tinggi dan sedenter di Kantor Walikota Denpasar. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Subjek penelitian diobservasi dan variabel diukur satu kali setelah subjek penelitian mengisi kuisioner International Physical Activity Questionare dan Oswestry Disability Index. Desain penelitian ini digunakan untuk memperoleh gambaran perbandingan insiden nsLBP pada orang dengan aktivitas fisik tinggi dan sedenter di Kantor Walikota Denpasar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 99 orang sampel penelitian di Kantor Walikota Denpasar terdapat sebanyak 23 orang (23,2%) mengalami nsLBP dan sebanyak 76 orang (76,8%) tidak mengalami nsLBP. Distribusi sampel yang mengalami insiden nsLBP lebih banyak terjadi pada subjek dengan tingkat aktivitas fisik sedenter (69,5%) dibandingkan dengan subjek dengan tingkat aktivitas fisik tinggi (30,4%) dari total semua subjek yang mengalami nsLBP (p=0.05). Simpulan: Tingkat nsLBP lebih banyak ditemukan pada subjek penelitian dengan kelompok PA (physical activity) sedenter (40%) dibandingkan dengan kelompok PA tinggi (11,8%). Insiden nsLBP lebih tinggi terjadi pada orang dengan gaya hidup sedenter dibandingkan orang dengan tingkat aktivitas fisik yang tinggi. Kata Kunci: non spesifik low back pain, tingkat aktivitas fisik, gaya hidup sedenter
INTENSITAS PENGGUNAAN GAWAI DENGAN TINGKAT DISABILITAS LEHER PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Dyan Amalina Pratiwi; Anak Agung Gede Eka Septian Utama; Ni Luh Nopi Andayani; Agung Wiwiek Indrayani
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p05

Abstract

Pendahuluan: Pada masa pandemi Covid-19, penggunaan berbagai alat digital semakin meningkat. Hal itu berdampak pada peningkatan intensitas penggunaan gawai, contohnya pada mahasiswa yang melakukan perkuliahan daring. Intensitas yang tinggi dalam menggunakan gawai berisiko menyebabkan masalah kesehatan, salah satunya disabilitas leher. Disabilitas leher dapat disebabkan oleh posisi buruk yang monoton saat menggunakan gawai dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan intensitas penggunaan gawai dengan tingkat disabilitas leher pada mahasiswa Program Studi Sarjana Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Jumlah subjek penelitian ini adalah 75 mahasiswa berusia 18 sampai 22 tahun yang dipilih melalui proses simple random sampling. Data diperoleh dari interpretasi intensitas penggunaan gawai menggunakan kuesioner skala intensitas penggunaan gawai dan tingkat disabilitas leher menggunakan kuesioner neck disability index (NDI). Kedua variabel tersebut dianalisis menggunakan chi-square test. Hasil: Mahasiswa yang menjadi subjek mayoritas menggunakan gawai dalam intensitas tinggi dan sangat tinggi yaitu sebanyak 73 orang dengan 41 orang diantaranya mengeluhkan disabilitas ringan dan 5 orang disabilitas sedang, sedangkan sisanya tidak mengalami disabilitas leher. Hasil chi-square test yang diperoleh yaitu nilai p=0,002 sehingga p<0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas penggunaan gawai dengan tingkat disabilitas leher pada mahasiswa Program Studi Sarjana Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan preventif megenai intensitas penggunaan gawai agar dapat meminimalisir risiko terjadinya disabilitas leher. Kata Kunci: mahasiswa, intensitas penggunaan gawai, tingkat disabilitas leher
PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION DAN OLAHRAGA AEROBIK DAPAT MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA KEDOKTERAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Luh Putu Miyako Mutiara Sari; I Putu Yudi Pramana Putra; I Putu Gede Adiatmika; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p11

Abstract

Pendahuluan: Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur yang meliputi aspek kuantitatif dan kualitatif tidur seperti lamanya tidur, waktu yang diperlukan untuk bisa tidur, frekuensi terbangun, dan aspek subjektif seperti kedalaman dan kepulasan tidur. Mahasiswa kedokteran adalah salah satu subkelompok dari populasi yang berpotensi mengalami kurang tidur karena memiliki beban akademis yang besar. Pandemi Covid-19 membuat banyak perubahan pada rutinitas dan lingkungan sekitar yang menimbulkan perasaan tidak berdaya, kesepian, dan khawatir yang membuat kualitas tidur menurun. Rendahnya kualitas tidur pada mahasiswa dapat mempengaruhi kualitas belajar, kesehatan mental dan fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas pemberian Progressive Muscle Relaxation (PMR) dibandingkan dengan olahraga aerobik dalam meningkatkan kualitas tidur pada mahasiswa kedokteran di masa pandemi Covid-19. Metode: Penelitian ini merupakan quasi eksperimental dengan rancangan pre post test two group dengan teknik sampling random sampling. Sampel merupakan mahsiswa Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana usia 18-22 tahun yang memiliki kualitas tidur rendah sejumlah 20 orang. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok Progressive Muscle Relaxation (PMR) dan kelompok aerobik masing-masing 10 orang. Masing-masing kelompok diberikan intervensi seminggu 3 kali selama 2 minggu. Kualitas tidur diukur menggunakan kuisioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil: Hasil uji Paired Sample T-test diperoleh nilai p=0,001(p<0,05) pada kelompok PMR dan p=0,001 (p<0,05) pada kelompok aerobik. Sedangkan hasil uji Independent Sample T-test diperoleh nilai p=0,564 (p>0,05) Simpulan: Progressive Muscle Relaxation dan olahraga aerobik sama-sama dapat meningkatkan kualitas tidur pada mahasiswa kedokteran di masa pandemi Covid-19 Kata Kunci: progressive muscle relaxation, pmr, aerobik, kualitas tidur
HEAD POSTURE SEBAGAI INDIKASI RISIKO TERJADINYA PPOK PADA MAHASISWA Rizka Tamalia; Ni Komang Ayu Juni Antari; Sayu Aryantari Putri Thanaya; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p01

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan teknologi pada masa kini, menyebabkan peningkatan penggunaan smartphone ataupun komputer. Menurut survey pada tahun 2017 yang telah dilakukan, Indonesia merupakan negara ke-empat yang memiliki pengguna aktif smartphone di dunia. Hasil survei tersebut juga menunjukkan bahwa usia 19-34 tahun merupakan usia dengan pengguna internet terbanyak di Indonesia. Penggunaan yang berlebihan ini dapat menyebabkan terjadinya masalah muskuloskeletal seseorang, salah satunya adalah perubahan abnormal dari head head posture dapat berpengaruh pada terjadinya infeksi berulang, yang mana infeksi berulang merupakah salah satu pencetus terjadinya PPOK. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional yang dilakukan pada bulan April - Mei 2021. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana usia 18 hingga 21 tahun dengan jumlah 105 subjek dengan teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Hasil: Peneliti melakukan anamnesis dan pemeriksaan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian peneliti melihat ada atau tidaknya forward head posture dengan mengukur nilai CVA (Craniovertebral Angle). Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan (p=0,000), antara head posture dengan risiko terjadinya PPOK pada mahasiswa Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Simpulan: Terdapat hubungan antara head posture terhadap risiko terjadinya PPOK pada mahasiswa Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci: risiko PPOK, FHP, mahasiswa
FLEKSIBILITAS HAMSTRING DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI BERHUBUNGAN TERHADAP KEMAMPUAN TENDANGAN C PADA PESILAT UKM PSHT UNIVERSITAS UDAYANA Andi Hamid Junior; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; I Nyoman Adi Putra; Made Widnyana
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p07

Abstract

Pendahuluan: Pencak Silat adalah seni belaadiri dari Indonesia yang sedang berkembang pesat hingga kancah internasional, sehingga perlu dilestarikan, dan dikembangkan oleh masyarakat Indonesia. Teknik dasar serangan pencak silattsalah satunyaaadalah Tendangan C. Tendangan C merupakan tendangan yang memiliki poin sebanyak 2 poin. Terciptanya Tendangan C yang cepat dan tepat agar memperoleh tendangan dengan poin maksimal, memerlukan peran dari fleksibilitas hamstring dan dayaaledak ototttungkai. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik yang menggunakan desain cross sectionalldimana setiap subjekkhanyaadiobservasii satuukali dan pengukurannvariabelnya pun dilakukan padaasaat pemeriksaan. Pengambilan subjek dilakukan dengannpurposive sampling dengannjumlah subjekksebanyak 60 pesilat berusia 18-21 tahun. Penelitian ini memiliki tiga buah variabel, dua variabel bebas yaitu fleksibilitas hamstring dengan pengukuran sit and reach test, kemudian daya ledak otot tungkaii menggunakan pengukuran vertical jump test dan variabel terikattyaitu kemampuan Tendangan C menggunakan pengukuran tes kemampuan Tendangan C. Hasil: Berdasarkan ujiianalisissnon parametrikkspearman rho didapatkannhubungannyangssedang danssignifikan antaraffleksibilitas hamstring terhadap kemampuanTTendangan C dengannnilaiPp=0,015 (p<0,05), serta didapatkan pula hubungan yang sedang dannsignifikannantara daya ledakkotot tungkai terhadappkemampuan TendangannC dengan nilaiip=0,001 (p<0,05). Uji analisissregresi linier bergandaadilakukan guna mengetahui hubungan fleksibilitas hamstring dan daya ledak ototttungkai terhadap kemampuan Tendangan C didapatkannnilaii p=0,0000(p<0,05)ddan nilai korelasiR(R) sebesar00,48 yang artinya terdapatthubungan yang sedang antara variabel bebassdannterikat. Simpulan: Berdasarkannhasil penelitian dapat disimpulkannbahwa terdapat hubungan antara fleksibilitas hamstring dan daya ledakkotot tungkai terhadap kemampuan Tendangan C pada pesilat UKM PSHT Universitas Udayana. Kata Kunci: pencak silat, tendangan c, fleksibilitas hamstring, daya ledak otot tungkai

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 3 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 2 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 1 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 3 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 2 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 1 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 3 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 2 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 1 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 3 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 2 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 1 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 3 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 2 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 1 (2019): Majalah Imiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 3 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 2 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 1 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 3 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 2 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 1 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 3 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 2 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 1 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 3 No 3 (2015): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 3 No 2 (2015): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 3 No 1 (2015): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 2 No 3 (2014): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 2 No 2 (2014): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 2 No 1 (2014): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 1 No 3 (2013): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 1 No 2 (2013): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 1 No 1 (2013): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia More Issue