Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEKUATAN GENGGAMAN DAN KECEPATAN BERJALAN PADA LANSIA DI KELURAHAN PANJER Vida Nanda Chattalia; Indira Vidiari Juhanna; Made Hendra Satria Nugraha; Nila Wahyuni
Sport and Fitness Journal Vol 8 No 3 (2020): Volume 8, No. 3, September 2020
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/spj.2020.v08.i03.p13

Abstract

Pendahuluan: Penuaan menyebabkan perubahan struktur dalam tubuh manusia. Salah satunya adalah perubahan struktur otot sehingga menyebabkan penurunan kekuatan otot. Menurunnya kekuatan otot anggota gerak atas maupun bawah dapat mempengaruhi kemampuan fungsional seseorang karena terjadi penurunan kekuatan genggaman dan kecepatan berjalan. Memasuki masa lansia menyebabkan seseorang sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan dan terlalu menutup diri dengan dunia luar. Padahal aktivitas fisik penting untuk dilakukan karena aktivitas fisik mampu meningkatkan kekuatan otot. Tujuan Penelitian: Mencari hubungan variabel aktivitas fisik terhadap kekuatan genggaman dan kecepatan berjalan pada lansia di Kelurahan Panjer. Metode: Penelitian menggunakan studi observasi analitik secara cross sectional, dilakukan di Panjer dari Maret 2019 – Mei 2019. Penelitian ini menggunakan subjek sebanyak 100 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur aktivitas fisik menggunakan kuesioner Baecke Index, kekuatan genggaman menggunakan Hand-Grip Dynamometer dan pengukuran kecepatan berjalan dengan mengukur waktu berjalan pada lintasan sepanjang 4 meter. Hasil: Didapatkan p sebesar (p=0,000) untuk kekuatan genggaman dan (p=0,001) untuk kecepatan berjalan dari hasil uji chi-square. Uji hipotesis selanjutnya adalah korelasi kanonikal untuk menganalisis hubungan untuk semua variabel. Pada perhitungan analisis data, diperoleh hasil canonical loading sebesar 0,98531 untuk kekuatan genggaman, -0,69323 untuk kecepatan berjalan dan 1,00000 untuk aktivitas fisik sehingga semua hasil lebih tinggi dari nilai minimum 0,5. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan uji statistik tersebut maka dapat disimpulkan, (1) ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kekuatan genggaman, (2) ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kecepatan berjalan, dan (3) ada hubungan terhadap semua variabel. Kata kunci : lansia, kekuatan genggaman, kecepatan berjalan, aktivitas fisik.
PHYSICAL ACTIVITY AND CARDIOVASCULAR AGING: THE MECHANISM AND RECENT EVIDENCES Theressia Handayani; Cynthia Lawrence; Ni Luh Okta Saktiadewi Tanjung; Angelia Ongko Prabowo; Stephanie Wijayanti; Luh Putu Liana Indayana Dewi; Dana Daniati; Luh Gede Wiwin Witsari Dewi; Indira Vidiari Juhanna
Sport and Fitness Journal Vol 9 No 3 (2021): Volume 9, No. 3, September 2021
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/spj.2021.v09.i03.p03

Abstract

ABSTRACT Successful aging in population means preserving life quality and reducing the health burden. Many factors influence the successful aging, including physiological, psychological, social, and lifestyle factors. Physical activity is an important lifestyle factor that can prevent the chronic diseases, increase longevity and survival, and also improve cognitive and physical functions in elderly. The aim of this narrative review is to explain the correlation between physical activity and successful aging. Recent systematic review showed the benefit of exercise for overall health and cardiovascular system. Physical activity promotes successful aging among middle-aged and older adults especially in the younger population. Keywords : exercise; healthy life style; cardic aging
EFFECT OF CYCLING ON CARDIOVASCULAR HEALTH ASSOCIATED WITH AGING PROCESS Rynda Rynda; Vidya M. Dewi Tanaka; Inaroh Qudsiyah; Ni Ketut Ayu Maharani; Demak Vera Rachelia; Nadia Carolina Notoprawiro; Kenny Augusto; Made Ayu Mirah Wulandari; Indira Vidiari Juhanna
Sport and Fitness Journal Vol 10 No 1 (2022): Volume 10, No. 1, January 2022
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/spj.2022.v10.i01.p09

Abstract

ABSTRACTCycling is a healthy exercise that can be enjoyed by people of all ages, from young children to older adults. Cycling have great attention from the health sector because of aiming to increase levels of physical activity. The main pathways between cycling and health under two perspectives generalizable evidence for health effects and specific impact modeling to quantify health impacts in concrete settings. Risks from air pollution can be assumed to be small, with limited evidence for cycling specific mechanisms. Physical activity, particularly cycling, is known to reduce the risk of cardiovascular diseases, slow down aging, and help in reducing weight and even stress. Keywords: cardiovascular, aging, stress, exercise, cycling
OLAHRAGA DAPAT MENINGKATKAN FUNGSI KOGNITIF MELALUI MODULASI EPIGENETIK EKSPRESI GEN BRAIN-DERIVED NEUROTROPHIC FACTOR (BDNF) Nila Wahyuni; Made Hendra Satria Nugraha; Indira Vidiari Juhanna
Sport and Fitness Journal Volume 6, No.3, September 2018
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.107 KB) | DOI: 10.24843/spj.2018.v06.i03.p04

Abstract

ABSTRACTExercise may improve cognitive function and slow the onset of neurodegeneration, but the underlying mechanism had not yet known certainly. The purpose of this paper is to know the mechanism of exercise in improving cognitive function in terms of biomolecular aspects. The method of this paper is literature study of articles about the benefits of exercise in improving cognitive function in terms of biomolecular aspects. Cognitive function is a function related to perception, learning process, concentration, memory and problem solving. Exercise is useful for improving cognitive function mediated by a neurotropin-brain brain-derived neurotrophic factor (BDNF). BDNF has important role in neural plasticity, nerve excitability, and especially in learning process and memory improving. Exercise can improve cognitive function by inducing increased BDNF expression that occurs through the mechanism of epigenetic regulatory change. The change in epigenetic regulation caused by exercise through DNA methylation, which increase the expression of BDNF mRNA in the hippocampus. The change in epigenetic regulation caused by exercise, which also increase the expression of BDNF mRNA is a histone modification. The increased expression of mRNA in the hippocampus is not only increase synapse plasticity in the hippocampus area but also synapse transmission, which lead to the increasing of molecules expression related to learning and memory.Keywords: Sport, Brain-derived neurotrophic factor (BDNF), Epigenetic.
PELAYANAN PEMERIKSAAN KESEHATAN, PENGOBATAN GRATIS, DAN SOSIALISASI PELATIHAN FISIK BAGI MASYARAKAT DI BANJAR CELUK DESA PANJER DENPASAR Indira Vidiari Juhanna
Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 4 (2020): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.723 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan pelayanan kesehatan merupakan salah satu komponen penting dalam program pembangunan kesehatan nasional, oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan di masyarakat Indonesia, khususnya Bali. Lingkup analisis situasi secara global, regional dan nasional pada tahun 2030, penyakit tidak menular, dimana salah satunya adalah penyakit metabolik semakin meningkat jika dibandingkan dengan penyakit menular. Metode pengabdian masyarakat yang dilaksanakan berupa pelayanan pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, dan sosialisasi pelatihan fisik pada penyakit metabolik bagi masyarakat di Banjar Celuk, Desa Panjer, Denpasar. Hasil kegiatan ini adalah sebagian warga menderita penyakit akibat penuaan seperti nyeri punggung bawah, nyeri pada lutut dan juga nyeri pada bahu atau leher, darah tinggi, kadar gula acak tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan kadar asam urat tinggi. Simpulan yang dapat ditarik adalah antusias masyarakat pada pelayanan pemeriksaan kesehatan ini sangat tinggi dan menimbulkan rasa simpatik. Masyarakat sangat terbantu dengan adanya sosialisasi dan pelayanan ini. Kata kunci: penyakit tidak menular, penyakit metabolik, pemeriksaan kesehatan, pelatihan fisik.
HUBUNGAN KOORDINASI MATA TANGAN DAN KEKUATAN OTOT GENGGAM DENGAN KETEPATAN PUKULAN FOREHAND SMASH PADA ATLET BULUTANGKIS DI PERKUMPULAN BULUTANGKIS SE-DENPASAR Ni Made Anggi Kristiyanti; Made Hendra Satria Nugraha; Indira Vidiari Juhanna; I Nyoman Adiputra
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 2 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2021.v09.i02.p04

Abstract

Pukulan smash banyak didominasi oleh kekuatan otot lengan, namun kekuatan genggaman tangan juga memiliki pengaruh yang besar dalam pukulan smash ini dikarenakan kekuatan genggaman tangan sangat berperan pada penempatan shuttle cock. Permainan bulutangkis juga memaksa pemain untuk dapat bereaksi secara tepat dan cepat. Koordinasi mata dan tangan sangat perlu diperhatikan agar dapat bereaksi secara tepat dan cepat dalam permainan bulutangkis ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan koordinasi mata tangan dan kekuatan otot genggam dengan ketepatan pukulan forehand smash. Penelitian ini adalah penelitian observasional yang menggunakan rancangan penelitian desain cross sectional (potong lintang), di mana tiap subjek hanya diobservasi satu kali dan pengukuran variable subjek dilakukan pada saat pemeriksaan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportionate cluster random sampling. Dari analisis data menggunakan uji korelasi non parametrik spearman rho didapatkan hubungan antara koordinasi mata tangan dengan ketepatan pukulan forehand smash dimana diperoleh nilai p sebesar (p=0,000) dan nilai korelasi sebesar (r=0,456) (korelasi sedang), dan didapatkan hubungan antara kekuatan otot genggam dengan ketepatan pukulan forehand smash dimana diperoleh nilai p sebesar (p=0,000) dan nilai korelasi sebesar (r=0,503) (korelasi sedang). Dan dilakukan analisis multivariate regresi ganda untuk mengetahui hubungan koordinasi mata tangan dan kekuatan otot genggam dengan ketepatan pukulan forehand smash dan didapatkan nilai p sebesar (p=0,000) Kata Kunci: koordinasi mata tangan, kekuatan otot genggam, ketepatan pukulan forehand smash
HUBUNGAN POSTUR KERJA DENGAN RISIKO MYOFASCIAL PAIN SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS PADA PENGRAJIN GERABAH DI DESA PEJATEN, TABANAN, BALI Komang Embun Dini Hari; Sayu Aryantari Putri Thanaya; Indira Vidiari Juhanna; Anak Agung Gede Eka Septian Utama
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 1 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i01.p03

Abstract

Pendahuluan: Myofascial pain syndrome atau myofascial trigger point syndrome (MPS) merupakan rasa nyeri yang dirasakan akibat adanya titik sensitif pada taut band. MPS muncul akibat kontraksi terus menerus karena aktivitas statis yang dilakukan selama bekerja yang menyebabkan hipoksia pada sel otot. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya MPS adalah postur kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan postur kerja dengan risiko terjadinya myofascial pain syndrome otot upper trapezius pada perajin gerabah di Desa Pejaten, Tabanan, Bali.Metode: Metode penelitian yang digunakan berupa metode observasional analitik cross-sectional dengan teknik purposive sampling pada 52 sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi, eksklusi dan drop out. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis postur kerja menggunakan RULA dan keberadaan MPS melalui palpasi oleh fisioterapis. Uji hipotesis yang digunakan berupa chi-square.Hasil: Hasil dari analisis chi-square, diperoleh p = 0,019 sehingga p<0,05. Postur menunduk, memunculkan kontraksi eksentrik pada otot upper trapezius. Pada perajin gerabah, postur menunduk disertai dengan posisi punggung yang membungkuk atau fleksi, yang menambah pembebanan pada otot upper trapezius dan otot ekstensor leher lainnya untuk mempertahankan posisi kepala. Dengan dilakukannya postur menunduk secara statis dan dalam durasi yang lama, akan memunculkan trigger point. Kelelahan pada otot akan memicu munculnya metabolisme anaerobik yang menstimulasi otak untuk melepaskan zat kimia bradykinin, histamine dan serotonin. Zat kimia tersebut akan diterjemahkan oleh reseptor nyeri dan dipersepsikan sebagai nyeri MPS.Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan risiko terjadinya myofascial pain syndrome otot upper trapezius pada perajin gerabah di Desa Pejaten. Kata Kunci: myofascial pain syndrome, myofascial trigger point syndrome, postur kerja, perajin gerabah
PERBEDAAN LATIHAN NORDIC WALKING DAN LATIHAN BERJALAN KONVENSIONAL TERHADAP PERUBAHAN DENYUT NADI ISTIRAHAT PADA LANSIA DI KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG Deva Natalia Motik; Ni Luh Nopi Andayani; Indira Vidiari Juhanna; I Wayan Gede Sutadarma
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 2 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.575 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2019.v07.i02.p02

Abstract

Denyut nadi istirahat pada lansia dipengaruhi juga oleh aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya perbedaan latihan Nordic Walking dan latihan berjalan konvensional terhadap perubahan denyut nadi istirahat pada lansia. Metode penelitian ini adalah pretest-posttest control group design dan teknik acak sederhana digunakan untuk mengumpulkan subjek. Sebanyak 45 subjek lansia dari Posyandu Lansia Puskesmas Kuta Selatan terbagi dalam Kelompok Perlakuan I dengan jumlah 22 orang dan Kelompok Perlakuan II berjumlah 23 orang. Pengukuran denyut nadi istirahat menggunakan pulsemeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Kelompok Perlakuan I terdapat perbedaan bermakna pada denyut nadi istirahat dibandingkan pada Kelompok Perlakuan II (p=0,000). Latihan Nordic Walking diketahui telah dapat menimbulkan perubahan denyut nadi istirahat lebih besar dibandingkan latihan berjalan konvensional.Kata kunci: Nordic Walking, Berjalan Konvensional, Denyut Nadi Istirahat, Lansia.
PERBEDAAN TINGGI VERTICAL JUMP PADA PEMAIN BASKET DENGAN NORMAL FOOT DAN FLAT FOOT DI DENPASAR Ni Nyoman Mekar Sari; Indira Vidiari Juhanna; Made Hendra Satria Nugraha; I Wayan Sugiritama
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 2 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2021.v09.i02.p05

Abstract

Vertical jump merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung prestasi pada pemaian basket. Vertical jump diketahui dengan mengukur tinggi lompatan yang dapat dijangkau. Vertical jump dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya bentuk arkus pedis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Tinggi Vertical Jump pada Pemain Basket dengan Normal Foot dan Flat Foot di Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional analitik dengan jumlah total sampel 54 orang. Variabel independen dalam penelitian ini adalah bentuk arkus pedisnormal foot dan flat foot yang diukur menggunakan Wet Foot Print Test, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah tinggi vertical jump yang diukur menggunakan Vertical Jump Test. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu uji normalitas menggunakan Kolmogorov Smirnov’s Test dan uji hipotesis Independent T-Test untuk mengetahui perbedaan tinggi vertical jump pada kelompok normal foot dan flat foot. Hasil uji Independent T-Test menunjukkan nilai p=0,505 (p>0,05), hasil ini menunjukan tidak terdapat perbedaan tinggi vertical jump yang signifikan pada pemain basket dengan normal foot dan flat foot. Kata kunci: normal foot, flat foot, vertical jump, pemain basket
PERBEDAAN EFEKTIVITAS INTERVENSI SHOULDER STRENGTHENING EXERCISE DENGAN SHOULDER STABILIZATION EXERCISE DALAM MENGOREKSI SCAPULAR ALIGNMENT PADA REMAJA PENDERITA FORWARD SHOULDER POSTURE DI SMA NEGERI 3 DENPASAR Dewa Ayu Kadek Ari Purnama Dewi; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Indira Vidiari Juhanna
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 1 (2019): Majalah Imiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.643 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2019.v07.i01.p12

Abstract

Forward Shoulder Posture merupakan maladaptasi postur yang menyebabkan bahu mengarah ke depan melebihi alignment normal tubuh. Postur ini menyebabkan skapula protraksi melebihi pusat gravitasi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas Shoulder Strengthening Exercise dengan Shoulder Stabilization Exercise dalam mengoreksi scapular alignment pada remaja penderita Forward Shoulder Posture. Desain penelitian menggunakan Pre-Post Test Two Group Design dengan total sampel 20 orang. Hasil uji berpasangan diperoleh Kelompok I dan kelompok II p<0,05 berarti ada penurunan acromion distance. Uji beda selisih penurunan acromion distance dengan didapatkan p>0,05 hasil tersebut menunjukan tidak ada perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok. Simpulan penelitian ini adalah shoulder strengthening exercise sama baik dengan shoulder stabilization exercise dalam mengoreksi scapular alignment pada remaja penderita Forward Shoulder Posture di SMAN 3 Denpasar. Kata Kunci: forward shoulder posture, acromion distance, shoulder strengthening exercise, shoulder stabilization exercise.
Co-Authors Agnes Lindrasari Jonathan Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Anak Agung Gede Eka Septian Utama Anak Agung Istri Agung Padmi Swari Dewi Angelia Ongko Prabowo Ari Wibawa Ayu Rizkyah Callista Fernanda Chaya Ducinta Ananta Christie Cindy Clorinda Chandra Cynthia Lawrence Dana Daniati Demak Vera Rachelia Desak Made Dwi Kesumayanti Desak Risa Pertiwi Deva Natalia Motik Dewa Ayu Kadek Ari Purnama Dewi Dewa Ayu Ketut Indriani Putri Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dhanira Mahaliana Bramantya Suanda Putri Dikes Melati Dinihari, Embun Djuliana, Salsabila Fernanda Elisabeth Raysa Erynne Gracia Monica Sheriman Frida Angelina Grady Daniel Helena Candy I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Gusti Ayu Awidiya Putri Wulandari I Gusti Ayu Mitha Aristya Dewi I Made Niko Winaya I Nyoman Adi Putra I Putu Adiartha Griadhi I Putu Gede Adiatmika I Wayan Gede Sutadarma I Wayan Gede Sutadarma I Wayan Sugiritama Inaroh Qudsiyah Ireene Hillary Artauli Sinurat Jeninha Ilandia Reis Henriques Kenny Augusto Ketut Tirtayasa Komang Embun Dini Hari Komang Tri Yudartha Widnyana Luh Gede Wiwin Witsari Dewi Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Putu Liana Indayana Dewi Luh Putu Ratna Sundari M Widnyana Made Ayu Mirah Wulandari Made Hendra Satria Nugraha Marta Wangsadinata Wong Melin Natalia L Muhammad Agung Satrio Nadia Carolina Notoprawiro Najmi Puspasari Marsabessy Naomi Hutabarat Ni Kadek Angel Puri Asih Ni Kadek Ardya Shinta Alverina Ni Ketut Ayu Maharani Ni Komang Ayu Juni Antari Ni Luh Dian Apsari Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Okta Saktiadewi Tanjung Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Luh Veni Rahayu Ni Made Anggi Kristiyanti Ni Nyoman Mekar Sari Ni Putu Nirarya Putri Ni Putu Witari Ikayani Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Noor Jumay Maya Nur Basuki Nyoman Rama Kurniawan Peter Djoko Tjahjono Prahasari Darma Prisca Angelina Kanggriani Ratna Tri Permata Rynda Rynda Sayu Aryantari Putri Thanaya Sienny Muliaty Sumali Sri Juniari Stefani Luziani Stella Widjaja Stephanie Wijayanti Syahmirza Indra Lesmana Theressia Handayani Try Christian Sulaeman Tuti Hartati Vida Nanda Chattalia Vidya M. Dewi Tanaka Visca Zerlinda Yenny Boedi Soesanto Yessy Hartono