cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jtp2ips.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 7, No. 2" : 5 Documents clear
Analisis kemampuan technological, pedagogical, and content knowledge (TPACK) Guru-guru IPS SMP di Malang Ratnawati, Nurul; Wahyuningtyas, Neni; Bashofi, Ferdinan
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 7, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v7i22022p78

Abstract

Kerangka kerja TPACK dibangun berdasarkan deskripsi tentang PCK (Pedagogical Content Knowledge). Ada tiga komponen utama dalam kerangka kerja TPACK yaitu 1) konten, 2) pedagogi, dan 3) teknologi. Sama halnya dengan sebuah model, dalam TPACK terdapat interaksi antara dan di antara komponen-komponen pengetahuan tersebut, yang diwakili sebagai PCK, TCK, TPK, dan TPACK. Interaksi-interaksi antar komponen tersebut akan menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran sehingga pembelajaran lebih bermakna, efektif, dan efisien. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk menganalisis kompetensi TPACK guru IPS. Penelitian dilakukan pada guru-guru IPS SMP baik negeri maupun swasta yang ada di Kota/Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan data angket, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemampuan TPACK guru IPS SMP di kabupaten/kota Malang berada pada tingkat sederhana. Artinya guru IPS SMP cukup bagus pengetahuan tentang TPACK namun belum mampu menerapkan pengetahuan TPACK tersebut pada pembelajaran.
Peran kompetensi pedagogi Guru IPS: studi kasus upaya mengatasi hambatan dan tantangan belajar Peserta Didik di SMPN 1 Prambon Rahmadani, Anggi Wahyu; Wiradimadja, Agung
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 7, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v7i22022p88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menjelaskan tentang hambatan dan tantangan pembelajaran IPS yang terjadi di SMPN 1 Prambon; 2) Menjelaskan faktor apa saja yang menjadi hambatan dan tantangan belajar peserta didik; dan 3) Menjelaskan peran kompetensi pedagogi guru dalam mengatasi hambatan dan tantangan belajar IPS. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan analisis data kualitatif melalui reduksi data, display data, dan conclusion. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan dan tantangan pembelajaran IPS di SMPN 1 Prambon terjadi karena kurangnya motivasi belajar, konsentrasi belajar, rendahnya literasi peserta didik, kemandirian dan kedisiplinan peserta didik. Selain itu, masih belum ada pengembangan media belajar yang mengadaptasikan teknologi pembelajaran berbasis TPACK dan fasilitas ruang belajar yang kurang nyaman. Apabila permasalahan tersebut tidak segera diselesaikan, maka pembelajaran tidak dapat berjalan dengan lancar dan tujuan belajar akan sulit dicapai. Oleh karena itu, guru IPS berupaya aktif memberikan penguatan motivasi, mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pedagogi guru dan mengadaptasikan media belajar untuk mendukung proses pembelajaran IPS.
Model akuisisi kredit semester dalam implementasi kurikulum MBKM Program Studi Pendidikan IPS UNESA Imron, Ali; Prasetya, Sukma Perdana; Suprijono, Agus; Segara, Nuansa Bayu; Khotimah, Kusnul; Setyawan, Katon Galih
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 7, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v7i22022p104

Abstract

Model Akuisisi Kredit Semester merupakan model kerjasama Program Studi S-1 Pendidikan IPS Unesa dalam mengembangkan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui kerja sama dengan prodi lain yang memiliki keterkaitan sesuai profil lulusan dan capaian pembelajaran lulusan sebagai guru IPS. Adapun profil tambahan lulusan adalah Pemandu Wisata Sejarah dan Budaya. Kompetensi ini sangat sesuai dengan paket mata kuliah yang ada di Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah Unesa. Setelah melakukan analisis situasi terkait dengan kerja sama pada kurikulum MBKM antar dua program studi, dapat teridentifikasi tiga hal. Pertama, tidak ada pertukaran seimbang antara program studi yang bekerjasama. Kedua, terdapat kesetaraan jumlah SKS paket yang ditawarkan Program Studi Pendidikan Sejarah dan Program Studi Pendidikan IPS yakni 18 SKS. Ketiga, adanya persamaan waktu kegiatan yaitu pada semester ke-5. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka disusun Model Akuisisi Kredit Semester dalam kerja sama antar prodi dalam satu perguruan tinggi pada implementasi kurikulum MBKM. Target yang dihasilkan program ini antara lain, 1) Laporan hasil penyusunan Kurikulum MBKM Program Studi S-1 Pendidikan IPS beserta prosedur konversi dan pengakuan kredit; 2) Dokumen kurikulum MBKM Program Studi S-1 Pendidikan IPS; 3) Panduan implementasi kurikulum dengan Model “Akuisisi Kredit Semester”; dan  4) Nota kerjasama dengan Model Akuisisi Kredit Semester. Tahapan program ini terbagi menjadi 6 (enam) tahap yaitu: 1) Tahap pengembangan kurikulum; 2) Tahap sanctioning; 3) Uji Publik; 4) Pengajuan MoA; 5) Implementasi kerjasama kurikulum MBKM dan monev pembelajaran; dan 6) Penyusunan laporan kegiatan.
Pengaruh kondisi sosial dan ekonomi keluarga terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Kentol, Nusa Tenggara Timur Saida, Ermelinda Kurnia; Suprianto, Agung; Jayanti, Mustika Arif
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 7, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v7i22022p59

Abstract

Tingkat pendidikan seorang anak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antarannya adalah kondisi sosial dan ekonomi. Desa Kentol, Kabupaten Manggarai merupakan desa dengan minat pendidikan anak yang masih rendah. Melihat hal tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk  mencari tahu apakah ada pengaruh antara status sosial dan ekonomi pada tingkat pendidikan anak di Desa Kentol. Metode dalam penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan statistik inferensial. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi dengan populasi seluruh masyarakat Desa Kentol yang anaknya dalam jenjang pendidikan yang berjumlah 204 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dengan menggunakan software SPSS. Pengujian hipotesis menggunakan uji F (Simultan) bermaksud  untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel dan uji T (Parsial) dengan maksud untuk mengetahui dampak dari dua variabel yang diuji secara bersama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status sosial berdampak  terhadap tingkat  pendidikan anak 0,2 persen dan status ekonomi 6,3 persen, sedangkan untuk sisanya disebabkan oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Shifting role of parenting from Mom’s to Dad’s : a case study of a Mix Culture Families Wulandari, Yenie
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 7, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v7i22022p70

Abstract

The discourse on the impact of the COVID-19 pandemic tends to focus on the health and economic aspects. Even though the secondary impact of this pandemic has also resulted in conflicts of cultural values. This qualitative study tried to get a comprehensive picture related to the dynamics of their shifting role of parenting and its impact on their children. This study used social role theory, social judgment theory, and social exchange theory. The subjects were three inter-ethnic married couples: Javanese-Minang, Bantenese-Madurese, and Javanese-Sundanese in Banten province, Indonesia. This research used data collection techniques through in-depth interviews and stays for one month with each family. The result showed that although the parents did not affect by society's judgment through their acts there was a tendency to impact the child's development after they were reaching their teenage years.

Page 1 of 1 | Total Record : 5