cover
Contact Name
Seli Septiana Pratiwi
Contact Email
jsph.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsph.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
ISSN : 25027875     EISSN : 25275879     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Humanities,
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis (JSPH) issued by the Department of Sociology, Faculty of Social Sciences, State University of Malang in collaboration with the Perkumpulan Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI). JSPH committed to being a scientific journals, relevant to the development of science, as a reference, especially in the fields of sociology, education and culture. JSPH published twice a year continuously (July and December). JSPH contains the results of research and conceptual ideas that have not been published anywhere.
Arjuna Subject : -
Articles 116 Documents
Virtual Women Philanthropy: Potret Gerakan Kedermawanan Perempuan Komunitas Rahim dan Janin di Media Sosial Masa Pandemi Afiah, Khoniq Nur
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v7i1p75-91

Abstract

Artikel ini menelisik mengenai gerakan kedermawanan perempuan masa pandemi COVID-19 di media sosial. Gerakan-gerakan tersebut secara murni lahir dari kesadaran perempuan-perempuan terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan. Perempuan sebagai salah satu kelompok rentan yang diperhatikan kesejahteraannya, padahal kondisi di lapangan mereka saling bahu membahu menyelesaikan persoalan perempuan yang sedang dihadapi. Di masa pandemi, para perempuan yang pekerjaan publiknya terhambat, mereka bekerjasama dalam menciptakan pekerjaan informal seperti membat masker, handsanitizer, dan sebagainya. Penelitian ini akan berfokus pada beberapa gerakan atau beberapa komunitas yang bergerak aktif di media sosial seperti instagram dalam melakukan gerakan kedermawanan. Adapun komunitas yang menjadi objek penelitian adalah Rahim Janin. Komunitas Rahim Dan Janin memiliki gerakan yang masif dalam memberikan pelayanan atau gerakan kedermawanan untuk perempuan di masa pandemi COVID-19. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif dan pendekatan etnografi virtual, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan bantuan pisau analisis konsep filantropi dan konsep perempuan dalam dunia filantropi. Dua sumber data dalam penelitian ini yaitu primer yang berasal dari hasil wawancara dan data sekunder yang berasal dari hasil pengamatan terhadap gerakan kedermawanan yang dilakukan oleh komunitas Rahim Janin di media sosial. Hasil penelitian ini mengatakan bahwa gerakan virtual filantropi perempuan di media sosial dapat dikategorikan dalam dua jenis filantropi yaitu bentuk karitatif dan bentuk pemberdayaan. Bentuk karitatif berupa penggalangan dana untuk para perempuan, yang mana dana tersebut dapat diaplikasikan ke dalam bentuk bantuan berupa beasiswa pendidikan, kemudianterdapat juga konseling online untuk perempuan rentan di masa pandemi COVID-19. Sedangkan, gerakan kedermawanan yang masuk dalam kategori pemberdayaan adalah edukasi kehamilan yang tidak direncanakan di masa pandemi, beasiswa teman diri, dan edukasi tentang kesehatan mental ibu di masa pandemi.  Virtual Women Philanthropy: A Portrait of the Women's Generosity Movement for the Rahim and Janin Community on Social Media During the PandemicThis article examines the movement of women's generosity during the COVID-19 pandemic on social media. These movements were born purely from women's awareness of the welfare of society, especially women. Women as one of the vulnerable groups whose welfare is considered, even though the conditions in the field they work hand in hand to solve the problems women are facing. During the pandemic, women whose public work is hampered, they cooperate in creating informal jobs such as making masks, hand sanitizer, and so on. This research will focus on several movements or communities that are actively engaged in social media such as Instagram in carrying out generosity movements. The community that is the object of research is Rahim Janin. The Rahim and Fetal Community has a massive movement in providing services or generosity movements for women during the COVID-19 pandemic. The research method in this study is a qualitative-descriptive and virtual ethnographic approach, then the data obtained is analyzed with the help of an analysis knife of the concept of philanthropy and the concept of women in the world of philanthropy. Two sources of data in this study are primary data from interviews and secondary data from observations of the generosity movement carried out by the Rahim Janin community on social media. The results of this study indicate that women's virtual philanthropy movements in social media can be categorized into two types of philanthropy, namely charitable forms and forms of empowerment. The charitable form is in the form of raising funds for women, where the funds can be applied in the form of assistance in the form of educational scholarships, then there is also online counseling for vulnerable women during the COVID-19 pandemic. Meanwhile, philanthropy movements that fall into the empowerment category are education on unplanned pregnancies during the pandemic, scholarships for friends, and education about maternal mental health during the pandemic.
Tekanan Kemiskinan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) pada Masa Pandemi di Kabupaten Gresik Prasetyo, Ratna Azis; Ariadi, Septi; Bagong, Suyanto; Sudarso, Sudarso; Hannan, Abd; Putri, Risca Yunike
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v7i1p12-26

Abstract

Pandemi COVID-19 membawa efek domino bagi peningkatan angka kemiskinan Indonesia. Di Kabupaten Gresik, misal, besarnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat terhentinya aktivitas industri dan usaha-usaha kecil membuat angka kemiskinan meningkat, sehingga jumlah Tekanan Kemiskinan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) menjadi bertambah. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan tekanan kemiskinan yang dialami oleh PMKS selama pandemi COVID-19 serta strategi penanganan yang tepat terhadapnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan melakukan wawancara terstruktur kepada 400 PMKS di Kabupaten Gresik. Hasil dari penelitian ini mendapati temuan bahwa tekanan kemiskinan yang dilakukan oleh PMKS di masa pandemi COVID-19 adalah berkurangnya tabungan dan aset yang dimiliki untuk pemenuhan kebutuhan hidup semasa pandemi. Selain itu, mereka juga kehilangan pekerjaan serta usaha yang ditekuni mengalami kemunduran, akibatnya para PMKS kesulitan memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Kondisi ini turut berdampak pada tidak harmonisnya rumah tangga dan terancamnya keberlangsungan pendidikan anak mereka di sekolah. Strategi bertahan hidup yang paling mudah dilakukan oleh PMKS adalah melakukan perubahan pada pola konsumsi, sedangkan bantuan kerabat relatif sulit didapatkan serta kegiatan produktif seperti diversifikasi usaha juga relatif sulit dilakukan. Strategi penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan pemberdayaan PMKS terutama kelompok usia produktif. Selain bertujuan mencegah melemahnya kemampuan dan kesejahteraan,  pemberdayaan usia produktif juga bertujuan memenuhi kebutuhan diri sendiri yang bersifat jangka panjang, yakni keluar dari tekanan kemiskinan yang dialami. Poverty Pressure for People with Social Welfare Problems (PMKS) During the Pandemic in Gresik RegencyThe COVID-19 pandemic has brought a domino effect to increase poverty rates. In Gresik Regency, the number of layoffs (PHK) and small businesses that went out of business added new poor people so the number of PMKS increased. This study intends to describe the poverty pressure experienced by PMKS during the COVID-19 pandemic and the appropriate handling strategy. The research method used is descriptive research by conducting structured interviews to 400 PMKS in Gresik Regency. The results of this study found that the poverty pressure carried out by PMKS during the COVID-19 pandemic was a reduction in savings and assets owned to meet their daily needs during the pandemic where they lost their jobs and the businesses they were engaged in experienced setbacks, difficulties in meeting the needs of life and family nutrition, increased debt to domestic disputes and the threat of children dropping out of school. The easiest survival strategy for PMKS is to make changes to consumption patterns, while help from relatives is relatively difficult to obtain and productive activities such as business diversification are also relatively difficult to do. The coping strategy that can be done is to empower PMKS, especially the productive age group, which aims not only to prevent the fading of PMKS' ability to help themselves but in the long term they can get out of the pressures of poverty they are experiencing.
Perubahan Ruang Kampung Kota menjadi Destinasi Wisata melalui Program Kampung Tematik Sukowati, Rani Titis
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v7i1p27-43

Abstract

Tujuan artikel ini mengkaji perubahan ruang kampung kota menjadi destinasi wisata dengan adanya program kampung tematik. Perubahan tersebut digali menggunakan konsep ruang abstrak dan ruang sosial Henri Lefebvre yang belum digunakan dalam kajian program kampung tematik dari studi literatur terdahulu. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus di tiga kota, yaitu Malang, Semarang, dan Surakarta dengan sumber data merupakan digital paper. Hasil kajian artikel ini menemukan bahwa beberapa kampung tematik belum berkembang dan kemungkinan tidak berkelanjutan. Padahal program ini diharapkan bisa menjadi destinasi wisata, namun kenyataannya masih ada kampung tematik yang bermasalah. Ketidakberlanjutan dari kampung tematik ini mengacu pada konsep Lefebvre mengenai ruang sosial warga di mana masih ada warga yang belum memiliki kesadaran dalam mengembangkan kampungnya, selain itu pemerintah kota sebagai aktor dalam ruang abstrak dibeberapa kasus masih kurang memberi dukungan kepada warga kampung. Maka, apabila pemerintah kota ingin menjadikan kampung tematik sebagai destinasi wisata, perlu lebih jauh mengkaji tiap kampung dalam melihat potensi-potensi yang ada di dalamnya, tentunya dengan memadukan ide dan konsep dari warga.Thematic Village Program: The Problems of Changing Urban Village Spaces into Tourist DestinationsThe purpose of this article is to examine the change of urban kampung space into a tourist destination with the thematic kampung program. These changes were explored using the concepts of abstract space and Henri Lefebvre's social space which had not been used in the study of thematic kampung programs from previous literature studies. This article uses a qualitative approach with the type of case study research in three cities, namely Malang, Semarang, and Surakarta with the data source being digital paper. The results of the study of this article found that some thematic kampungs had not yet developed and might not be sustainable. Even though this program is expected to become a tourist destination, in reality there are still problematic thematic kampungs. The discontinuity of this thematic kampung refers to Lefebvre's concept of social space for residents where there are still residents who do not have awareness in developing their kampung, besides that the city government as an actor in abstract space in some cases still lacks support for kampung residents. So, if the city government wants to make thematic kampung a tourist destination, it is necessary to study each kampung further in seeing the potentials that exist in it, of course by combining ideas and concepts from residents.
Alokasi Dana Desa (ADD) dan Kemandirian Sosial-Ekonomi Masyarakat Desa: Kasus di Desa Senduro, Kabupaten Lumajang Sholahudin, Umar; Sair, Abdus
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v7i1p44-58

Abstract

Artikel ini akan mengulas tentang pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan dampaknya terhadap Kemandirian Sosial-Ekonomi Masyarakat Desa Senduro. Sejauh ini, penelitian tentang desa masih seputar soal kondisi desa dan masyarakat desa beserta problem-problemnya. Sementara yang berkaitan dengan pelaksanaan ADD dan dampaknya belum banyak mendapatkan perhatian. Padahal, kebijakan ADD diyakni dapat berkontribusi pada perbaikan dan peningkatan kemandirian desa, khususnya di bidang sosial-ekonomi masyarakat desa. Artikel ini adalah hasil penelitian dengan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif. Hasil penelitiaan ini menunjukkan, bahwa pelaksanaan kebijakan ADD di Desa Senduro dijalankan sesuai kebutuhan masyarakat desa. Ada dua kebutuhan yang teridentivikasi, yakni pembentukan Senduro sebagai Desa Adat dan Pengembangan Desa Wisata. Pelaksanaan dua kebutuhan desa ini secara nyata memberikan dampak terhadap kemandirian sosial ekonomi desa. Program dan kegiatan dalam rangka pembentukan Desa Adat dan Pengembangan Desa Wisata dilakukan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong. Ikatan sosial yang kuat diantara warga mampu membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Pelaksanaan ADD secara gotong royong mampu membangun kemandirian sosial-ekonomi masyarakat Desa Senduro menjadi lebih produktif. Allocation of Village Funds and Socio-Economic Autonomy Of Village Communities: A Case in Senduro Village,Lumajang RegencyThis study aims to examine how the implementation of ADD and its impact on the Socio-Economic Independence of the Senduro Village Community, Senduro District, Lumajang Regency. This research is motivated by two important aspects that are currently happening and being experienced by the village. First, the condition of the village and village community, each of which struggles with socio-economic problems such as poverty, unemployment, and the village's economic level which is still weak and difficult to develop. Second, there is a very strategic and important opportunity for the improvement and improvement of the welfare of rural communities, namely through Law no. 6 of 2014 concerning Villages and Government Regulation No. 43 of 2014 concerning Implementing Regulations of Law Number 6 of 2014 concerning Villages. With the new legal basis, the village now has autonomy, both in governance and village financial management. The village fund allocation policy (ADD) is believed to be able to contribute to the improvement and improvement of village independence, especially in the socio-economic field of rural communities. This study uses a descriptive-qualitative approach. Descriptive research is research conducted with the main objective to describe the facts that occur objectively. This research is based more on collecting qualitative data in the form of informants' experiences which are presented in verbal form, especially those related to the implementation of ADD and its impact on the Socio-Economic Independence of the people of Senduro Village, Senduro District, Lumajang Regency. The research data obtained were analyzed using the theory of empowerment. The results of this study indicate that the implementation of ADD policies in Senduro Village is carried out according to the needs of the village community. There are two needs of villages that utilize ADD, namely the establishment of Senduro as a Traditional Village and Development of a Tourism Village. The implementation of these two village needs has a real impact on the socio-economic independence of the village. Community Programs and Activities of Senduro Village for the establishment of Senduro as a Traditional Village and Tourism Village Development is carried out in the spirit of togetherness and mutual cooperation. Strong social ties among citizens are able to build community economic independence. The implementation of ADD in mutual cooperation is able to build the socio-economic independence of the people of Senduro Village to be more productive.
Aktivisme Digital dalam Wacana Omnibus Law Struktur Jaringan dan Peranan Hashtag dalam Mobilisasi Opini Publik Ayudha, Nora Titahning
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v7i1p59-74

Abstract

Omnibus Law menjadi salah satu polemik terbesar dalam kalender sosial politik di tahun 2020. Bagi para pendukungnya, pengesahan Omnibus Law menjadi pintu masuk investasi di Indonesia, sedangkan pihak oposisi meyakini bahwa kebijakan ini berdampak buruk pada mengeksploitasi sumber daya alam dan tenaga kerja. Penelitian ini berfokus pada struktur jaringan, baik sosial maupun teks yang terbentuk selama wacana Omnibus Law dan kerja Hashtag dalam kerangka aktivisme digital. Penelitian ini menggabungkan antara penelitian metode kualitatif deskriptif dengan metode Social Network Analysis (SNA) dan Textual Network Analysis  (TNA) dengan software Netlytic dalam menghimpun data serta Wordji dan Gephi. Pengumpulan data dilakukan selama 26 September hingga 3 Oktober dan meraih 1521 cuitan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi-organisasi sipil dan aktivis sosial politik menjadi aktor dominan dalam menyuarakan kepentingan publik. Organisasi sipil menjadi garda depan dalam mengawal isu penolakan ini karena secara konsisten mengawal isu-isu publik dan memiliki sumber daya yang memadai dalam menolak pengesahan RUU Omnibus Law sehingga kehandalan dalam beropini di Twitter mampu meyakinkan pengguna lainnya untuk mendukung agenda yang diusung. Selain itu, Hashtag #batalkanomnibuslaw menjadi frasa yang paling dominan. Di sisi lain beragam Hashtag yang menunjukkan penolakan terhadap pengesahan Omnibus Law juga menjadi frasa yang mendominasi di beberapa percakapan. Meskipun begitu, dalam konteks wacana Omnibus Law ini para aktor yang banyak dirujuk pengguna lain dan diamplifikasi gagasannya menyebut bahwa Hashtag terbatas dalam memberikan informasi yang holistik. Maka, dua hal yang dilakukan demi menutup keterbatasan tersebut dengan menambahkan tautan (link) yang berisi sejumlah informasi penting dan juga mengombinasikan dengan pengorganisasian di ranah nyata.  Digital Activism in the Omnibus Law Discourse Network Structure and the Role of Hashtags in Mobilizing Public OpinionThe Omnibus Law is one of the biggest polemics in the socio-political calendar in 2020. For its supporters, the ratification of the Omnibus Law is an entry point for investment in Indonesia, while the opposition believes that this policy has a negative impact on exploiting natural resources and labor. This study focuses on the network structure, both social and textual, that was formed during the Omnibus Law discourse and the work of Hashtags within the framework of digital activism. This research combines descriptive qualitative research with Social Network Analysis (SNA) and Textual Network Analysis  (TNA) methods with Netlytic software in collecting data and Wordji and Gephi. Data collection was carried out during September 26 to October 3 and received 1521 tweets. The results of this study indicate that civil organizations and socio-political activists are the dominant actors in voicing the public interest. The Hashtag #batalkanomnibuslaw became the most dominant phrase. Various Hashtags that show rejection of the ratification of the Omnibus Law have also become phrases that dominate in several conversations. Influential actors state that Hashtags are reducing the information complexity and need to be combined with direct organization in the real world so that it can influence public policy.
Praktik Sosial Agen dalam Mengembangkan Kelompok Masyarakat Kampoeng Ikan Desa Kluncing Banyuwangi Muhyi, Yasir; Hidayat, Nurul
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v7i2p105-126

Abstract

Kebiasaan buruk masyarakat Desa Kluncing dalam memanfaatkan sungai sebagai tempat mandi, cuci dan kakus. Mengakibatkan sungai tersebut mengalami pencemaran dan kerusakan. Kondisi ini akhirnya mengundang keprihatinan dan kepedulian bagi dua sosok lokal untuk melakukan perubahan hingga terbentuknya kelompok masyarakat kampoeng ikan. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling atau dipilih langsung oleh peneliti. Selanjutnya dalam teknik pengumpulan data peneliti memakai tiga teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat berbagai praktik sosial yang dilakukan agen dalam mengembangkan kelompok masyarakat kampoeng ikan. Agen selalu berupaya untuk menyadarkan masyarakat sekitar, memberikan percontohan, pelatihan dan pendampingan bagi para pemula untuk belajar budidaya ikan air tawar yang benar. Selain melalui tindakan percontohan, agen juga rutin menggelar perkumpulan setiap dua minggu sekali serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Terjadinya hubungan agen dan struktur memperlihatkan adanya dualitas struktur yang terjadi melalui skema signifikansi, dominasi, dan legitimasi.
Marhaban Ya Balapan: Siasat Membangun Eksistensi Geng Motor “Squad Landasan Pacu Ledok” Dalam Fenomena Ramadhan Race di Mojokerto Fitriya, Ulthufna Kausarul; Sarmini, Sarmini; Nasution, Nasution
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v7i2p127-146

Abstract

Fenomena geng motor menjadi bagian dari sebuah kultur masyarakat yang terbentuk pada umumnya pada kalangan remaja putra. Ramadhan Race menjadi sebuah bentuk asosiasi dari geng motor Squad Landasan Pacu Ledok dengan aksi balap liar sebagai wujud dari ekspresi dan tradisi di bulan Ramadhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan siasat geng motor Squad Landasan Pacu Ledok dalam membangun eksistensi di tengah menghadapi segala bentuk resistensi dari masyarakat. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi geng motor Squad Landasan Pacu Ledog dalam membangun eksistensi di momen Ramadhan Race. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan meggunakan pendekatan fenomenologi melalui kegiatan observasi dan wawancara mendalam mengenai pengalaman anggota geng motor dalam membangun eksistensinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siasat membangun eksistensi geng motor dalam momen Ramadhan Race adalah: Trik menyakinkan orang tua, menghadapi masyarakat dan menghindar dari penertiban aparat kepolisian. Faktor dominan geng moto Squad Landasan Pacu Ledok dalam membangun eksistensinya adalah: mengikuti tren global, menyalurkan hobi dan hiburan, ajang taruhan mekanik dan mempertahankan tradisi.
Menakar Potensi Lokalitas Tasawuf sebagai Gerakan Penghijauan yang Mekanik dalam Islam di Jawa Timur Rozuli, Ahmad Imron; Kholish, Moh Anas; Wasito, Ahmad; Dalle, Abd. Rahman Ambo'
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v7i2p147-160

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menelisik potensi lokalitas tasawuf sebagai gerakan penghijauan yang mekanik dalam Islam di Bojonegoro dan Tuban. Metode penelitian yang digunakan dalam studi artikel ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi, partisipan dan dokumentasi. Adapun hasil dalam studi artikel ini menunjukkan bahwa peran tarekat Rowobayan dan Lintas Ghoib sebagai komunitas lokal dengan kesadaran mekaniknya mempunyai potensi yang cukup besar dalam mendorong gerakan penghijauan komunitas akar rumput di Bojonegoro dan Tuban. Kedua tarekat tersebut mempunyai cara pandang yang distingtif dalam menjalin hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam. Gerakan penghijauan yang dilakukan oleh kedua tarekat dan komunitas akar rumput ini dilakukan secara mekanik oleh para mursyid kepada murid-muridnya. Eksistensi mursyid merupakan pewaris dari peran Nabi Muhammad yang ditunjuk Tuhan sebagai juru kasih universal untuk alam semesta yang harus dipraksiskan dalam gerakan penghijauan yang transformatif. Selain itu, potensi lokalitas tasawuf sebagai basis gerakan penghijauan adalah cara pandangnya yang tidak melihat hubungan manusia dengan alam sebagai hubungan subjek-objek yang eksploitatif, sebagaimana manusia modern. Kedua tarekat lokal ini berupaya menjalin hubungan harmonis antara manusia dan alam dengan relasi subjek dan subjek yang symbiosis mutualistik. Bukan hubungan subjek-objek yang eksploitatif. Potensi-potensi tersebut kemudian dipraksiskan secara mekanik oleh murid-muridnya untuk pelestarian sungai di Bojonegoro dan pelestarian hutan di Tuban.
Pendekatan Pembelajaran PIESQ pada Siswa di Sekolah Alam Nur Hikmah dalam Perspektif Teori AGIL Kardiana, Grenada Tri; Pratiwi, Seli Septiana
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v7i2p161-175

Abstract

Tujuan penelitian ini guna menunjukkan dan mendeskripsikan penerapan pendekatan PIESQ di Sanhikmah yang memiliki keunggulan untuk mengakomodasi perbedaan kebutuhan belajar siswa. Kualitatif deskriptif digunakan untuk memperoleh data mendalam berkaitan dengan topik penelitian yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Narasumber yang terlibat yaitu guru, siswa, orang tua, dan Direktur Yayasan Sanhikmah. Pemilihan narasumber menggunakan purposive sampling dengan beberapa kriteria yang ditetapkan. Teori AGIL Talcott Parsons digunakan peneliti sebagai pisau analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh warga sekolah melakukan adaptasi dalam penerapan pembelajaran PIESQ yang diwujudkan dengan kegiatan (a) Physic, yakni BL atau Belajar Lapangan, Healthy day, dan media pembelajaran yang menggunakan kekuatan fisik siswa; (b) Intelectual, dengan adanya 1 mata pelajaran dalam 1 hari dan kegiatan literasi baca; (c) Emotional, dengan penanaman karakter tidak ada perundungan dan senioritas di kelas, baik siswa normal maupun berkebutuhan khusus, serta pembiasaan kata “tolong, maaf, dan terima kasih”; (d) Spiritual, pelaksanaan sholat dhuha, madin, dan sholat dhuhur berjamaah; (e) Quotient, siswa diajarkan untuk berpikir logika dalam menyelesaikan masalah. Pendekatan PIESQ memiliki tujuan yang direncanakan untuk memfasilitasi kebutuhan belajar siswa sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Kegiatan PIESQ dilakukan secara terintegrasi dan berkesinambungan. Faktor pendorong dan penghambat keberhasilan pendekatan ini perlu dievaluasi sebagai wujud pemeliharaan pola. 
Pemanfaatan Sosial Media Twitter dalam Pemulihan Pariwisata di Yogyakarta Habibullah, Akhmad; Suranto, Suranto; Zainudin, Arif
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v7i2p92-104

Abstract

Yogyakarta sebagai salah satu kota tujuan utama pariwisata di Indonesia mengalami kerugian mencapai 10 Triliun dan terus bertambah selama pandemi. Namun, dengan terbitnya berbagai regulasi dan semakin membaiknya penangan covid-19, beberapa sektor mulai kembali beroperasi dengan protokol kesehatan ketat, termasuk pariwisata. Dalam upaya menyelamatkan pariwisata di Yogyakarta, pemerintah melakukan promosi ulang pariwisata pada masa pandemi, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial twitter. Melalui akun resmi Dinas Pariwisata @visiting_jogja penelitian mencoba menganalisis bagaimana pemerintah Yogyakarta melalui akun twitternya melakukan promosi dalam recovery pariwisata di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, analisis data menggunakan alat bantu analisis berupa aplikasi NVivo Plus 12, dimulai dengan input data melalui fitur NCapture Nvivo, kemudian koding, eksplorasi, visualisasi data dan, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial untuk penyebaran informasi pariwisata di Kota Jogja sangat efektif, penyebaran informasi terkait pariwisata, event dan kegiatan serta informasi penting tambahan mengenai pandemi menjadi sangat cepat tersampaikan

Page 10 of 12 | Total Record : 116