cover
Contact Name
Seli Septiana Pratiwi
Contact Email
jsph.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsph.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
ISSN : 25027875     EISSN : 25275879     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Humanities,
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis (JSPH) issued by the Department of Sociology, Faculty of Social Sciences, State University of Malang in collaboration with the Perkumpulan Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI). JSPH committed to being a scientific journals, relevant to the development of science, as a reference, especially in the fields of sociology, education and culture. JSPH published twice a year continuously (July and December). JSPH contains the results of research and conceptual ideas that have not been published anywhere.
Arjuna Subject : -
Articles 116 Documents
Proses Transisi Pemuda Penjoki Mobile Legends di Kota Malang dalam Konteks Masyarakat Risiko Dionchi, Pramana Herjati Putra; Meiji, Nanda Harda Pratama
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v7i2p176-194

Abstract

Game terus berkembang tidak hanya digunakan sebagai hiburan, tetapi juga sumber pendapatan.  Mobile Legends merupakan salah satu game dimanfaatkan untuk menjadi sumber pendapatan melalui adanya pekerjaan joki.  Pelaku joki atau penjoki Mobile Legends ini dilakukan oleh para pemuda di Kota Malang yang dimana dalam fase ini pemuda akan dihadapi pilihan-pilihan yang berkaitan dengan kedewasaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi dari Edmund Hussler. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik snowball sampling terhadap pelaku pemuda pejoki Mobile Legends di Kota Malang sebagai subjek penelitian. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 15 informan dengan rincian 8 informan kunci dan 7 informan pendukung. Pelaksanaan penelitian dilakukan selama 11 bulan dari bulan Desember sampai Oktober. Penelitian ini menggunakan Teori Masyarakat Risiko Ulrich Beck dalam menganalisis risiko yang dihadapi oleh pemuda penjoki dari proses transisi yang dilakukan dan solusi untuk menghadapi risiko. Dimana para pemuda ini melakukan proses transisi menjadi seorang penjoki Mobile Legends dengan sudah menemukan solusi terhadap risiko yang dihadapi yaitu menjadikan pekerjaan joki sebagai pekerjaan part-time dan secara perlahan kembali ke kehidupan masyarakat.
Phenomenological Analysis of The Rising Online Gambling Among Students in Kediri Arrafif, Arafat Irhabi; Wiguna, Frans Aditia
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v8i1p82-95

Abstract

This study analyzes the rise of online gambling among department primary teacher education students at Universitas Nusantara PGRI Kediri. The method used in this research is descriptive qualitative. The data collection technique used is observation or observation and in-depth interviews. The informants in this study were as many as 32 students. Online gambling is popular among students: slot gambling and soccer betting. Then players who play online gambling have several factors that make them play, namely: 1) Lack of understanding of religion, 2) Social factors, 3) Economic factors, 4) Lack of education factor, and 5) The influence of technology. In addition, researchers also found negative impacts from online gambling, namely: 1) Addiction, 2) Mental disorders, 3) Decreased economic level, and 4) Lots of debt. In this study, there are also efforts to prevent someone from online gambling, namely: 1) Looking for busyness, 2) Looking for a new environment, 3) Working well with finances, 4) Socialization, 5) Studying religion, 6) Wise in using the internet. Analisis Fenomenologis Maraknya Judi Online di Kalangan Mahasiswa di Kediri Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis maraknya judi online dikalangan mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Nusantara PGRI Kediri. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi atau pengamatan dan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini sebayak 32 mahasiswa. Ada dua bentuk judi online yang marak dikalangan mahasiswa yaitu judi slot dan judi bola. Lalu pemain yang bermain judi online memiliki beberapa faktor yang membuat mereka bermain yaitu: 1) Faktor kurangnya pemahaman agama, 2) Faktor pergaulan, 3) Faktor ekonomi, 4) Faktor kurangnya Pendidikan, 5) Pengaruh teknologi. Selain itu peneliti juga menemukan dampak negatif dari judi online yaitu : 1) Kecanduan, 2) Gangguan mental, 3) Penurunan taraf ekonomi, 4) Banyak berhutang. Pada penelitian ini juga terdapat upaya agar seseorang terhindar dari judi online yaitu : 1) Mencari kesibukan, 2) Mencari lingkungan baru, 3) Mengatur keuangan dengan baik, 4) Sosialisasi, 5) Belajar agama, 6) Bijaksana dalam menggunakan internet.
Case Study of Parenting Patterns in Five Long-House Families in Kampung Air Balikpapan Umasangaji, Nurul Kamaliah; Zaenal, Isradi; Adam, Arlin; Alim, Andi; Alam, Muhammad Ichwan Iskandar; Putri, Tharia Nurizky
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v8i1p40-54

Abstract

It is essential to realize that wrong parenting can lead to serious social problems such as promiscuity, sexual violence against girls, early marriage, neglect, dropping out of school, and drug trafficking and use. This study aims to analyze the parenting style of children of families who live in the longhouse of Kampung Atas Air, Margasari Village, West Balikpapan District, Balikpapan City. The sociological perspective used is critical. This research uses the qualitative method of the case study approach. The research informants were five families living in longhouses consisting of mothers or fathers and children, community leaders, and local government. The results of the study show that the social reality of the longhouse family is not in line with the social order of the local community, such as; promiscuity occurs, children dropping out of school, early marriage, neglect of children and wives, and drug trafficking. The parenting style implemented is permissive and uninvolved parenting. Children are ignored so that they are not controlled in the association. Caring for children is the responsibility of the extended family, not the responsibility of the nuclear family, namely the biological parents, so children receive less attention from their parents during the growth period until adulthood. The research concludes that a parenting style not by the social order causes social disorder. Studi Kasus Pola Asuh Anak Pada Lima Keluarga Rumah Panjang di Kampung Atas Air BalikpapanPentingnya menyadari bahwa pola asuh yang salah dapat menyebabkan berbagai masalah sosial yang serius seperti pergaulan bebas, kekerasan seksual pada anak perempuan, pernikahan dini, penelantaran, putus sekolah, serta pengedaran dan penggunaan narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh anak-anak keluarga yang bermukim di rumah panjang Kampung Atas Air Kelurahan Margasari Kecamatan Balikpapan Barat Kota Balikpapan. Perspektif sosiologi yang digunakan adalah perspektif kritis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian adalah lima keluarga yang tinggal di rumah panjang yang terdiri atas ibu atau bapak, dan anak; tokoh masyarakat, dan pemerintah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas sosial keluarga rumah panjang tidak sejalan dengan tatanan sosial masyarakat setempat, seperti; terjadi pergaulan bebas, anak putus sekolah, pernikahan dini, penelantaran anak dan istri, serta peredaran narkoba. Pola asuh yang diimplementasikan adalah pola asuh permisif dan uninvolved. Anak-anak diabaikan sehingga tidak terkontrol dalam pergaulan. Tanggung jawab pengasuhan anak menjadi tanggung jawab keluarga besar bukan tanggung jawab keluarga inti, yaitu orang tua kandungnya sehingga anak-anak kurang mendapat perhatian dari orang tua selama masa pertumbuhan sampai dewasa. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang tidak sesuai dengan tatanan sosial  menyebabkan terjadinya ketidakteraturan sosial.
Education in the Midst of Indonesia's Development Agenda Fitramadhana, Rizqyansyah
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v8i1p55-81

Abstract

President Jokowi made a shocking decision in his second term by pointing to Nadiem Makarim as Minister of Education, Culture, Research, and Technology. Not long after his appointment, Nadiem Makarim released Merdeka Belajar and Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035, which is significant to Indonesia’s education context. Those two stipulations alone indicate exponential change within education governance in Indonesia. Various notable scholars later argue that Nadiem Makarim’s policy is intriguing and essential, emphasizing their support for Merdeka Belajar and Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035. A glance at scientific articles published right after enacting these two policies shows that many, if not most, researchers agree thoroughly with Nadiem Makarim. In contrast with the previous undertaking, this study uses critical explanations to expose and unearth the interest lurking beneath the so-called neutral policy agenda. To support the aim of this research, a critical policy study paradigm will be used along with the critical discourse analysis of Norman Fairclough. There are two significant findings from an in-depth search of the study of the text production process, text analysis, and interpretation of discourse and social practices of education policy during the Jokowi era. First, in the eye of Jokowi’s administration, education is part of the development business. Education, in short, is seen as a proper tool (a) to adapt to the current condition of the knowledge-based economy and to cultivate human resources and (b) to build a young generation (Profil Pelajar Pancasila) who can thrive in the changing world without losing its grip on Pancasila as the main symbol of Indonesia. Second, Jokowi’s education discourses and social practices are spurred by the urgent need to reskill, upskill, and enhance the employability of both workers and future workers. These two propositions are corroborated by the production of texts that are thick with institutional interests in the form of increasing human capital for Indonesia's Vision 2045, text analysis that shows the dominance of representation of human resource development interests in various policy documents in Indonesia, and interpretation of discourse that hints at the existence of link and match hegemony in human resource development projects as well as efforts to align cognitive and ethical aspects through the P5 program.Pendidikan di Dalam Agenda Pembangunan IndonesiaPada periode kedua pemerintahannya, Presiden Jokowi melakukan gebrakan dalam dunia pendidikan dengan menunjuk Nadiem Makarim sebagai Mendikbudristek. Tak lama berselang, Nadiem Makarim meresmikan kebijakan Merdeka Belajar serta merintis Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 yang sangat signifikan bagi lanskap pendidikan di Indonesia. Dua momen tersebut menandakan sebuah perubahan seismik dalam tata kelola pendidikan di Indonesia. Menanggapi terobosan itu banyak pihak menyatakan dukungannya. Artikel ilmiah yang terbit setelah Merdeka Belajar diresmikan lebih banyak berpihak pada upaya pemerintah. Berlawanan dengan tren tersebut, kajian ini mencoba menghadirkan pembahasan kritis mengenai kebijakan pendidikan di masa Jokowi—khususnya pada periode kedua pemerintahannya. Untuk mendukung tujuannya, penelitian ini menggunakan paradigma studi kebijakan kritis yang dikombinasikan dengan metodologi analisis wacana kritis milik Norman Fairclough. Dari penelusuran mendalam tentang studi terhadap proses produksi teks, analisis teks, dan interpretasi wacana serta praktik sosial kebijakan pendidikan pada masa Jokowi, terdapat dua temuan penting. Pertama, dalam agenda pembangunan Indonesia, pendidikan diposisikan sebagai (a) alat untuk menyesuaikan diri dengan ekonomi berbasis pengetahuan dan menciptakan sumber daya manusia unggul (b) serta membangun Profil Pelajar Pancasila yang atentif terhadap perkembangan zaman dan peduli pada pelestarian identitas khas bangsa Indonesia. Kedua, diskursus dan praktik sosial pendidikan tersebut digulirkan agar pekerja dan calon pekerja dapat beradaptasi dengan profil keterampilan baru. Dua proposisi tersebut dibuktikan oleh produksi teks yang kental dengan kepentingan institusional berupa peningkatan sumber daya manusia unggul untuk Visi Indonesia 2045, analisis teks yang menunjukkan dominasi representasi kepentingan pembangunan sumber daya manusia dalam berbagai dokumen kebijakan di Indonesia, dan interpretasi wacana yang mengisyaratkan eksistensi hegemoni link and match dalam proyek pembangunan sumber daya manusia serta upaya penyelarasan aspek kognitif dan budi pekerti lewat program P5.
The Rational Choice of Outer Baduy People Choosing Non-Formal Education: Case Study at PKBM Kencana Ungu, Leuwidamar Village Lebak District Hidayat, Rakhmat; Minarmi, Minarmi
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v8i1p1-20

Abstract

This research was conducted because there is a phenomenon of customary and educational dilemmas in the Baduy Tribe. The Baduy tribe has a usual prohibition for requiring their children to access formal education. This dilemma makes Non-Formal Education (PNF) an alternative mechanism for the Baduy Tribe to access education. The PNF was carried out through the existence of the Society Learning Center or Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kencana Ungu. This paper explains two critical things. Firstly, it describes the learning culture of the Outer Baduy people in PNF at PKBM Kencana Ungu. Secondly, it tells the people of the Outer Baduy Tribe choosing PNF at PKBM Kencana Ungu from the perspective of rational choices. This research uses a qualitative approach with descriptive methods—the data is obtained through observation, interviews, and documentation. The researchers interviewed 12 informants in-depth, namely traditional leaders, the Head of PKBM Kencana Ungu, three (3) tutors from PKBM Kencana Ungu, and seven (7) people from the Outer Baduy Tribe who accessed education at PKBM Kencana Ungu. The research location was at the Kencana Ungu PKBM in Dukuh Village, Leuwidamar Village, Leuwidamar District, Lebak Regency. The conclusion of this paper shows that the learning culture of the Outer Baduy Tribe has changed from an oral culture that was passed down from generation to generation to a written culture. This change in learning culture causes changes in the behavior of the Outer Baduy Tribe towards customary arrangements. This change in learning culture causes changes in the conduct of the Outer Baduy Tribe towards everyday arrangements. In addition, the primary considerations for the Outer Baduy people accessing education at PKBM Kencana Ungu are rational choices based on a calistung learning culture, rational choices based on social status, and rational choices based on mindset. The rational choice theory used in this paper refers to James Coleman. These various preferences have various implications for several aspects of the life of the Outer Baduy people, namely educational implications, socio-cultural implications, economic implications, and psychological implications.  Pilihan Rasional Suku Baduy Luar Memilih Pendidikan Non Formal: Studi Kasus  di PKBM Kencana Ungu Desa Leuwidamar Kabupaten LebakPenelitian ini dilakukan karena ada fenomena dilema adat dan pendidikan di Suku Baduy. Suku Baduy memiliki larangan adat untuk mewajibkan anaknya mengakses pendidikan formal.  Adanya dilema tersebut menjadikan Pendidikan Non Formal (PNF) sebagai mekanisme alternatif bagi Suku Baduy untuk mengakses pendidikan. PNF tersebut dilakukan melalui keberadaan PKBM Kencana Ungu. Paper ini menjelaskan dua hal penting. Pertama, mendeskripsikan budaya belajar masyarakat Suku Baduy Luar pada PNF di PKBM Kencana Ungu. Kedua, mendeskripsikan masyarakat Suku Baduy Luar memilih PNF di PKBM Kencana Ungu dalam perspektif pilihan rasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti mewawancarai 12 informan secara mendalam, yakni tokoh pemimpin adat, Kepala PKBM Kencana Ungu, tiga (3) orang tutor PKBM Kencana Ungu dan tujuh (7) orang Suku Baduy Luar yang mengakses pendidikan di PKBM Kencana Ungu. Lokasi penelitian dilakukan di PKBM Kencana Ungu yang berada di Kampung Dukuh Desa Leuwidamar Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Kesimpulan dari paper ini menunjukkan bahwa  budaya belajar pada Suku Baduy Luar mengalami perubahan dari budaya lisan yang didapatkan secara turun-temurun saat ini berubah menjadi budaya tulisan. Perubahan budaya belajar ini menyebabkan perubahan perilaku Suku Baduy Luar terhadap tatanan adat. Selain itu, pertimbangan dasar masyarakat Suku Baduy Luar mengakses pendidikan di PKBM Kencana Ungu yaitu, pilihan rasional berdasarkan budaya belajar calistung, pilihan rasional berdasarkan status sosial dan pilihan rasional berdasarkan pola pikir. Teori pilihan rasional yang digunakan dalam paper ini mengacu kepada James Coleman.Berbagai preferensi tersebut memberikan berbagai implikasi pada beberapa aspek kehidupan masyarakat Suku Baduy Luar, yaitu implikasi pendidikan, implikasi sosial budaya, implikasi ekonomi dan implikasi psikologis.
Navigating The Flow of Challenges: Problematics of Implementing Kurikulum Merdeka in Sociological Subject at SMAN 1 Tumpang - Malang Dini, Alya Muflihatud; Fibrianto, Alan Sigit; Huda, Ahmad Tirtho Faidl; Azzahra, Annisa Shafa; Cempaka, Lutfia; Muna, Nabila Nasywal; Lestari, Nia; Titis, Titis
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v8i1p21-39

Abstract

The Merdeka Curriculum aims to empower students with a more independent and innovative learning approach. However, the process of implementing the Independent Curriculum in sociology learning at SMAN 1 Tumpang was faced with several problems. This article aims to identify and analyze the challenges, difficulties, solutions, and strategies for implementing the Merdeka curriculum in the context of learning sociology at SMAN 1 Tumpang. The method used is descriptive qualitative research with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research subjects were selected using a purposive sampling technique, namely one of the Sociology teachers at SMAN 1 Tumpang who was involved in the learning process and school staff related to implementing the independent curriculum. The study results show that implementing the independent curriculum at SMAN 1 Tumpang brings several challenges that require the active role of educators in identifying the needs and abilities of individual students. Making teaching modules, teacher difficulties in implementing P5, and learning administration. In dealing with these difficulties, the Sociology teacher at SMAN 1 Tumpang took various strategic solutions, such as integrating technology in education, providing training and coaching to teachers, and creating collaboration between teachers and students.Menavigasi Arus Tantangan : Problematika Pengimplementasian Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Sosiologi di SMAN 1 Tumpang - MalangKurikulum Merdeka bertujuan untuk memberdayakan peserta didik dengan pendekatan pembelajaran yang lebih mandiri dan inovatif. Namun, proses implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran sosiologi di SMAN 1 Tumpang dihadapkan pada sejumlah problematika. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan, kesulitan, solusi dan strategi penerapan kurikulum Merdeka dalam konteks pembelajaran sosiologi di SMAN 1 Tumpang. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yaitu salah satu guru Sosiologi SMAN 1 Tumpang yang terlibat dalam proses pembelajaran dan staf sekolah yang terkait dengan implementasi kurikulum merdeka. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Implementasi kurikulum merdeka di SMAN 1 Tumpang membawa sejumlah tantangan yang memerlukan peran aktif tenaga pendidik dalam mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan siswa secara individual, tidak hanya itu berbagai kesulitan juga muncul diantaranya yaitu sulit mengubah kebiasaan siswa yang dituntut belajar mandiri, kesulitan dalam pembuatan modul ajar, kesulitan guru dalam penerapan P5, serta kesulitan dalam melakukan administrasi pembelajaran. Dalam menghadapi berbagai kesulitan tersebut, guru Sosiologi SMAN 1 Tumpang mengambil berbagai solusi strategis, seperti mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, memberikan pelatihan dan pembinaan kepada guru, dan menciptakan kolaborasi antara guru dan siswa.
The Impact of Online Loans on Consumptive Behavior Among Students in The City of Bandung Andriana, Novik; Malihah, Elly; Nurbayani, Siti
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v8i2p130-144

Abstract

This research aims to analyze the impact of online loans on the consumptive behavior of students in the city of Bandung. Online loans have become a significant phenomenon in today's modern society, especially among students vulnerable to the influence of the digital economy. The method used in this research is qualitative descriptive. The data collection techniques used were observation and in-depth interviews. There were 12 informants in this study, consisting of 10 key informants who are students and two supporting informants. The research was conducted at the UPI Setiabudhi campus and Pasundan University in the city of Bandung. The theoretical analysis uses Ulrich Beck's concept of the risk society to analyze changes in modern society that are increasingly filled with complex risks in the context of online loans and the consumptive behavior of students. The results of this research indicate that online loans significantly impact students' consumptive behavior. Factors such as ease of access, product promotions, and social pressure encourage students to take online loans, thereby influencing their consumptive habits. Based on the research results, students in Bandung use the money from online loans for consumptive and hedonistic needs and lifestyles, such as hanging out, indulging, vacations, attending concerts, nightlife entertainment (clubbing), buying electronic goods, and showcasing possessions on social media. Dampak Pinjaman Online (Pinjol) Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa di Kota BandungPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pinjaman online (pinjol) terhadap perilaku konsumtif mahasiswa di Kota Bandung. Pinjaman online telah menjadi fenomena yang signifikan dalam masyarakat modern saat ini, khususnya di kalangan mahasiswa yang cenderung rentan terhadap pengaruh ekonomi digital. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini sebayak 12 orang terdiri dari informan kunci yaitu mahasiswa 10 orang dan  2 orang informan pendukung. Lokasi penelitian dilkukan di lingkungan kampus UPI Setiabudhi dan Universitas Pasundan Kota Bandung. Analisis teori menggunakan konsep masyarakat beresiko (risk society) menurut Ulrich Beck untuk menganalisis perubahan dalam masyarakat modern yang semakin dipenuhi oleh risiko-risiko kompleks dalam konteks pinjol dan perilaku konsumtif mahasiswa. Hasil penelitian ini bahwa pinjaman online memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Faktor-faktor seperti kemudahan akses, promosi produk, dan tekanan sosial mendorong mahasiswa untuk mengambil pinjaman online, sehingga mempengaruhi kebiasaan konsumtif mereka. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa di Kota bandung menggunakan uang dari pinjaman online tersebut mereka pergunakan untuk kebutuhan dan gaya hidup konsumtif dan hedonisme seperti nongkrong, berfoya-foya, liburan, nonton konser, hiburan malam (clubbing) membeli barang elektronik dan kebiasaan pamer barang (flexing) di media sosial.
Internalization of Harmony through Interfaith Interaction in the Kampung Toleransi Community Hyangsewu, Pandu; Abdillah, Hilman Taufiq; Aulia, Vina
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v8i2p145-156

Abstract

When religious diversity in society is not addressed wisely, it becomes a source of inter-religious conflict. The misalignment between the hope to live in harmony with the reality that occurs in society encourages an urgency to internalize values and activities to create harmony in society. So this research aims to further analyze the inter-religious interaction in the Kampung Toleransi community as a form of internalization of harmony. This research uses a qualitative approach with phenomenological methods. This research reveals that the inter-religious interaction built by Kampung Toleransi continues to be carried out and delivered culturally by various parties. So that interaction is rooted in everyday life and can realize harmony in society. The development of interfaith interaction models and strategies that apply in general can be studied in further research.Internalisasi Kerukunan Melalui Interaksi Antar Umat Beragama Pada Masyarakat Kampung ToleransiKetika keberagaman dalam beragama di masyarakat tidak disikapi dengan bijak menjadi sebuah sumber konflik antar umat beragama. Adanya ketidakselarasan antara harapan untuk hidup rukun dengan kenyataan yang terjadi di masyarakat mendorong sebuah urgensi terhadap internalisasi nilai dan aktivitas untuk menciptakan kerukunan di masyarakat. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih lanjut mengenai interaksi antar umat beragama pada masyarakat Kampung Toleransi sebagai wujud internalisasi kerukunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa interaksi antar umat beragama yang dibangun oleh Kampung Toleransi terus dilakukan dan disampaikan secara kultural oleh berbagai pihak. Sehingga interaksi mengakar dalam kehidupan sehari-hari dan dapat mewujudkan kerukunan pada masyarakat. Pengembangan model dan strategi interaksi antar umat beragama yang berlaku secara general dapat dikaji dalam penelitian selanjutnya
Legal Awareness and National Resilience in The Socio-Cultural Field Utama, Anang Puji
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v8i2p157-170

Abstract

The role of law as a regulator that can be a means of community control is a strategic tool in building national resilience. However, the law also requires obedience from the community as a departure from legal awareness. The norms in the law will only be norms without obedience from the community. This research is conducted using normative legal research methods, namely research by analyzing laws and regulations that apply or are applied to a particular legal problem. This paper aims to examine the relationship between law and national resilience in the socio-cultural field and examine efforts to improve national resilience through building public legal awareness in order to achieve a high level of legal obedience. The method is done through a literature study. The findings of this paper are the link between national resilience with awareness and obedience to the law needed for the smooth implementation of national development. The rule of law, as the nature of other rules, requires public obedience to obey or behave in accordance with the values in the law. This obedience requires legal awareness from the community. Legal awareness, public obedience, and national resilience in social aspects have a relationship with each other. High legal awareness will enable one to realize the level of obedience to the law that will strengthen national resilience.Kesadaran Hukum dan Ketahanan Nasional Bidang Sosial BudayaPeran hukum sebagai pengatur yang dapat menjadi alat kontrol masyarakat menjadi sarana strategis dalam membangun ketahanan nasional. Namun hukum juga menutut adanya ketaatan dari masyarakat sebagai berangkat dari kesadaran hukum. Norma yang ada di dalam hukum hanya akan menjadi norma semata tanpa adanya ketaatan dari masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode hukum normatif (normative legal research) yaitu penelitian dengan cara menganalisis peraturan perundang-undangan yang berlaku atau diterapkan pada suatu permasalahan hukum tertentu. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan hukum dengan ketahanan nasional bidang sosial budaya serta mengkaji upaya meningkatkan ketahahan nasional melalui membangun kesadaran hukum masyarakat guna mencapai tingkat ketaatan hukum yang tinggi. Metode yang dilakukan melalui studi literatur. Temuan dari tulisan ini adalah keterkaitan antara ketahanan nasional dengan kesadaran dan ketaatan pada hukum yang diperlukan bagi kelancaran pelaksanaan pembangunan nasional. Kaidah hukum sebagaimana sifat dari kaidah lainnya menuntut ketaatan masyarakat untuk mematuhi atau berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam hukum. Ketaatan ini menuntut adanya kesadaran hukum dari masyarakat. Kesadaran hukum, ketaatan masyarakat dan ketahanan nasional dalam aspek sosial mempunyai hubungan satu sama lain. Kesadaran hukum yang tinggi akan dapat mewujudkan tingkat ketaatan terhadap hukum yang akan memperkuat ketahanan nasional.
Involution of Community Empowerment in Strengthening the Household Economy of Homeless and Beggars in Topeng Village, Malang City Aji, Anggraito Wisnu; Susilo, Rachmad Kristiono Dwi; Kusumastuti, Frida
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v8i2p96-115

Abstract

One of the problems in Malang City is that there are still marginalized groups such as homeless people and beggars. Through the Desaku Menanti program initiated by the Ministry of Social Affairs and managed by the Malang City P3AP2KB Social Service, they are placed in Kampung Topeng to be empowered. This coaching has been going on for 4 years (starting from 2016 to 2020). However, in 2019 this area had no productive activities or an involution process occurred. This research uses a qualitative approach with ethnography. With the AGIL scheme (Adaptation, Goal-attainment, Integration, Latency) which is part of Talcott Parsons' Functional Structural Theory, this research produced several findings. Based on data collection about homeless people and beggars in Kampung Topeng. The findings of this study state that the form of empowerment involution is in the form of program unsustainability. The factors causing involution come from program implementation and target beneficiaries. From the program implementer's side, it is closely related to changes in the priority scale of the agency's program, changes in the head of the agency, limited resources, deterioration of collaboration, the issue of location far from the city center. Meanwhile, from the community side, the culture of poverty and non-standardized quality. Involusi Pemberdayaan Masyarakat dalam Penguatan Ekonomi Rumah Tangga Gelandangan dan Pengemis di Kampung Topeng, Kota MalangSalah satu permasalahan di Kota Malang adalah masih terdapat kelompok marginal seperti gelandangan dan pengemis. Melalui program Desaku Menanti yang digagas oleh Kementerian Sosial dan dikelola oleh Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang mereka ditempatkan di Kampung Topeng untuk diberdayakan. Pembinaan ini sudah berlangsung selama 4 tahun (mulai dari tahun 2016 sampai 2020). Namun pada 2019 kawasan ini tidak ada aktivitas yang produktif atau  terjadi proses involusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi. Dengan skema AGIL (Adaptation, Goal-attainment, Integration, Latency) yang merupakan bagian dari Teori Struktural Fungsional milik Talcott Parsons penelitian ini menghasilkan beberapa temuan. Berdasarkan pengumpulan data mengenai gelandangan dan pengemis yang ada di Kampung Topeng. Temuan-temuan penelitian ini menyatakan bentuk involusi pemberdayaan berupa ketidakberlanjutan program. Faktor-faktor penyebab involusi berasal dari pelaksanaan program dan warga binaan sasaran. Dari sisi pelaksana program terkait erat dengan perubahan skala prioritas program dinas, pergantian kepala dinas, keterbatasan sumber daya,  kemerosotan kolaborasi persoalan lokasi yang jauh dari pusat kota. Sedangkan dari sisi masyarakat kebudayaan kemiskinan dan kualitas tidak terstandar.

Page 11 of 12 | Total Record : 116