cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Energi Dan Manufaktur
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025255     EISSN : 25415328     DOI : -
"Jurnal Energi dan Manufaktur" is a journal published by Department of Mechanical Engineering, University of Udayana, Bali since 2006. During 2006-2011 the journal's name was "Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM" (Scientific journal in mechanical engineering, CAKRAM). "Jurnal Energi dan Manufaktur" is released biannually on April and October, respectively. We invite authors to submit papers from experimental research, review work, analytical-theoretical study, applied study, and simulation, in related to mechanical engineering (energy, material, manufacturing, design) to be published through "Jurnal Energi dan Manufaktur".
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2016): April 2016" : 22 Documents clear
Kajian Eksperimental Parameter Modal Bangunan Dua Lantai dengan Metode Modal Analisis Islahuddin Islahuddin; Meifal Rusli; Mulyadi Bur
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.545 KB)

Abstract

Abstrak:Pengukuran getaran merupakan kegiatan yang umum dilakukan dalam perawatan prediktif. Perawatan prediktifbiasanya menggunakan pengukuran sinyal getaran untuk mendeteksi kerusakan yang terjadi pada mesin. Sinyalgetaran yang terukur tersebut, kemudian ditransformasikan dalam bentuk grafik fungsi respon frekuensi (FRF).Selanjutnya FRF diolah sedemikian rupasehingga diperoleh modus getar struktur. Dari modus getar yang diperoleh,maka dapat dianalisa kemungkinan kerusakan yang terjadi pada mesin dengan melihat besarnya amplitudo getarannya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik dinamik dari sistem getaran yang terjadi pada model strukturbangunan dua lantai. Pengujian dilakukan denganmemberikan gaya eksitasi menggunakan impact hammer.Akselerometer digunakan mengukur sinyal getaran yang terjadi pada struktur. Posisi penempatan akselerometerdilakukan bervariasi untuk delapan titik pengujian yang berbeda. Sedangkan posisi pemberian gaya eksitasi tetap untuksemua titik pengujian. Pada penelitian ini menggunakan metode modal analisis eksperimen untuk mengetahuikarakteristik dinamik dari model struktur bangunan dua lantai. Teknik modal analisis ini digunakan untuk mendapatkanparameter modal seperti frekuensi, rasio redaman, dan modus getar. Hasil yang diperoleh dari penelitian inimenunjukkan bahwafrekuensi pribadipertama pada amplitudo maksimum mempunyai nilai yang sama, yaitu 2,313 Hz.Sedangkan untuk frekuensi pribadi kedua pada amplitudo maksimumnya terdapat perbedaan, yaitu pada titik pengujian3 dan 7. Hal ini dapat disebabkan oleh pemberian gaya eksitasi yang tidak sama dengan titik-titik pengujian yang lain.Kata kunci: Karakteristik dinamik, analisis modal eksperimen, frekuensi pribadi, FRFAbstract:Measuring vibration is an activity which is generally carried out in a predictive maintenance. In maintaining, vibratesignal measurement is usually used for machine damage detection. The signal measurement is then being transformedin a FRF graph. FRF will then be processed in order to get structure mode shape. From the shape mode, analysis of themachine damage by looking at save amplitude value may be done. The purpose of this research is analyzing thedynamic character of vibration behavior on the structure model of two floor building. The testing is carried out byimplementing excitation force by using impact hammer. Accelerometer is used to measure structure vibrate signal. Theposition of accelerometer is variety for every eight different testing area. Meanwhile, the position of excitation force isthe same for all area of testing. This research applied experimental analysis modal method in order to identify dynamiccharacteristic of the structure model of two floor building. The aims of analysis modal technique are getting the modalparameter such as frequency, damping ratio, and mode shapes. The result of this research is the first natural frequencyon the maximum amplitude is the same of 2,313 Hz. While, for the second natural frequency on the maximum amplitudeis different on area 3 and area 7. This happened as the effect of the differences of excitation force in the testing area.Keywords: Dynamic characteristic, experimental modal analysis, natural frequency, FRF
Analisa Perpindahan Panas Keadaan Tunak Pada Pengering Jagung Tipe Rumah Kaca Variasi Lubang Ventilasi Dan Rak Alumunium Yunita Djamalu
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.242 KB)

Abstract

Abstrak:Sebagian besar Masyarakat Gorontalo adalah petani jagung, selain di konsumsi sendiri, jagung juga di olah menjadiberbagai macam olahan makanan sebagai mata pencaharian Masyarakat Bahkan sebagian jagung juga ada yang dieksport ke luar daerah. Untuk itu Mutu jagung yang di hasilkan harus selalu di perhatikan, Mutu jagung sangatbergantung pada proses pasca panen terutama pada proses pengeringan. Tujuan utama dari proses pengeringanadalah untuk menurunkan kadar air jagung hingga mencapai keadaan yang aman dari kerusakan untuk jangka waktutertentu. Untuk itu penulis mendesain ulang peralatan pengeringan dengan memanfaatkan energy surya sebagaisumber pemanas yang dikenal juga dengan alat Pengering Efek Rumah Kaca dengan Variasi Lubang Ventilasi dan rakpengering yang terbuat dari alumunium. Proses eksperimen dalam pengujian alat pengering Efek Rumah Kaca inimemerlukan waktu beberapa hari. Dari grafik yang terlihat bahwa rak alumunium lebih baik dari pada rak kaca. Untukmendapatkan hasil yang lebih cepat proses pengeringan perlu dimodelkan dengan menggunakan persamaanmatematis.Kata Kunci: Jagung, Pengering Energy Surya, Efek Rumah Kaca, Variasi Lubang Ventilasi, Rak AlumuniumAbstract:Most of Gorontalo Society is a corn farmer , in addition to its own consumption , corn is also in the process into a widevariety of processed foods as a livelihood Society majority of maize is also a fact that in the export to other regions . Forthe quality of the corn produced must always be noticed is very dependent on the quality of corn post-harvestprocessing, especially in the drying process. The main purpose of the drying process is to lower the moisture content ofcorn until it reaches a state that is safe from damage for a certain period of time. To the authors redesign dryingequipment by utilizing solar energy as a source of heating which is also known as the Greenhouse Effect dryerapparatus with ventilation holes and a variation of the drying rack made of aluminum. Experiments in the testing processdryers Greenhouse Effect This may take several days. From the graph it appears that aluminum rack is better than glassshelves. To get results faster drying process needs to be modeled using mathematical equations.Keywords: Corn , Dryer Solar Energy , Greenhouse Effect , Variation Ventilation Holes , Aluminum Rack
Daftar Isi dan Kata Pengantar Daftar Isi dan Kata Pengantar
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.478 KB)

Abstract

Daftar Isi dan Kata Pengantar
Analisis komputasi pengaruh geometri muka terhadap koefisien hambatan aerodinamika pada model kendaraan Rustan Tarakka; A. Syamsul Arifin P.; Yunus Yunus
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.147 KB)

Abstract

Abstrak:Secara umum, kendaraan yang bergerak dengan kecepatan tertentu akan mengalami hambatan aerodinamika yangdipengaruhi oleh faktor bentuk dan aliran udara yang bersentuhan secara langsung pada permukaan kendaraan.Hambatan aerodinamika disebabkan oleh adanya penurunan tekanan dan separasi aliran yang terjadi pada bagianbelakang kendaran. Aliran udara yang bergerak secara teratur akan terpecah ketika terjadi separasi aliran sehinggamenyebabkan terjadinya penurunan tekanan secara drastis dan akan menimbulkan hambatan aerodinamika.Pengembangan disain kendaraan merupakan salah satu upaya meminimalisir besarnya hambatan aerodinamika padakendaraan. Konsep disain kendaraan dengan hambatan aerodinamika yang minimal akan mengoptimalkan enginepower yang dihasilkan oleh kendaraan. Disain kendaraan dengan pola aliran fluida yang teratur di sekitar kendaraanakan memberikan efek positif terhadap hambatan aerodinamika pada kendaraan. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis hambatan aerodinamika pada model kendaraan dengan sudut kemiringan pada bagian depan yangberbeda. Model uji yang digunakan pada penelitian ini adalah reversed Ahmed body dengan variasi sudut kemiringanpada bagian depan 250, 300, dan 350. Pendekatan komputasi menggunakan software CFD Fluent 6.3 dengan modelturbulensi k-epsilon standard. Kecepatan upstream diset pada kecepatan 13.9 m/s. Hasil yang diperoleh menunjukanbahwa koefisien hambatan aerodinamika terkecil adalah 1,7012 yang terjadi pada model kendaraan dengan sudutkemiringan pada bagian depan 300.Kata kunci: CFD, geometri muka, hambatan aerodinamikaAbstract:In general, if vehicles moving at a certain speed will have aerodynamic drag that influenced by the form factor and airflow on the surface of the vehicle. Aerodynamic drag caused by the pressure drop and flow separation that occurs atthe rear of the vehicle. The air flow moving regularly will split when occurs the flow separation thus causing a pressuredrop drastically and will cause aerodynamic drag. Development of vehicle design is one way to minimize the amount ofaerodynamic drag on the vehicle. Concept of the vehicle design with minimal aerodynamic drag that would optimizeengine power produced by the vehicle. Vehicle design with a pattern of fluid flow that regularly around the vehicle willgive a positive effect to the aerodynamic drag on the vehicle. The research objective is to analyze the aerodynamic dragwith different slant angle at the front of the vehicle model. The test model used in the research is reversed Ahmed bodywith variation of the slant angle at the front. The variations of the slant angle of the test model are 250, 300, and 350. Thecomputational approach used CFD software fluent 6.3 with k-epsilon standard turbulence model. The upstream velocityset to 13.9 m/s. The results showed that the smallest aerodynamic drag coefficient close to 1.7012 which occurred onthe vehicle model with a slant angle at the front is 300ss.Keywords: CFD, front geometry, aerodynamic drag
Analisa Kekuatan Sambungan Pipa Baja Karbon dan Besi Cor Berbasis Teknologi Las Gesek (Friction Welding) Nur Husodo; Budi Luwar S; Hagi Astono P.; Sri Bangun S.; Rachmad Hidayat
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.219 KB)

Abstract

Abstrak:Adanya kesulitan yang akan terjadi manakala dilakukan proses penyambungan dua buah logam yang berbedakomposisi. Namun ada alternative metode proses penyambungan logam baja yang berbeda komposisi dengan metodelas gesek. Selain itu metode las gesek ini mempunyai banyak keunggulan antara lain waktu proses cepat, tidak perlulogam pengisi, panas yang terjadi tidak sampai logam mencair, panas yang terjadi tidak terlalu tinggi juga mudahditerapkan karena dapat memanfaatkan mesin perkakas. Oleh karena itu perlu dilakukan proses penyambungan denganmetode las gesek untuk alternative proses pembuatan produk stang sepeda motor. Penelitian dilakukan denganmemvariasi tekanan tempa sebesar 375, 437,5 dan 500 kgf/cm2 , tekanan gesek 62,5 kgf/cm2 dan durasi waktu gesek120 detik. Sampel uji yang dihasilkan dilakukan pengujian struktur mikro dengan metallografi sedangkan sifat mekanikdilakukan dengan pengujian kekerasan dan kekuatan tarik. Analisa dilakukan untuk mengetahui peluang las gesekdipakai sebagai alternative proses produksi produk stang sepeda motor. Dapat ditarik kesimpulan bahwa metode lasgesek dapat digunakan menyambung dua buah logam baja yang berbeda kompisi yaitu pipa baja karbon rendah denganbesi cor. Kekuatan las akan meningkat ketika tekanan tempa juga meningkat. Kekuatan sambungan tertinggi sebesar546,66 N/mm2.Kata kunci: Las gesek, pipa baja karbon rendah, besi cor, tekanan tempa, tekanan gesekAbstract:The difficulties that will occur when the process of joining two pieces made of different metal compositions. However,there are alternative methods of process connection of different steel metal composition with friction welding method.Besides this friction welding method has many advantages such as faster processing time, do not need filler metal, theheat does not occur until the metal melts, heat is happening is not too high is also easy to implement because it can takeadvantage of machine tools. Therefore, it is necessary to the process of switching to an alternative method for frictionwelding manufacturing process motorcycle handlebar. The study was conducted with three variations of pressurewrought by 375, 437.5 and 500 kgf / cm 2, while the frictional pressure of 62.5 kgf / cm 2 and the length of time string 120seconds. The resulting test samples tested microstructure with metallografi done while the mechanical propertieshardness testing and tensile strength. The analysis were performed to determine the chances of friction welding is usedas an alternative production process motorcycle handlebar. It can be deduced that the friction welding method can beused to connect two pieces of metal of different steel compositions, namely low carbon steel pipe with cast iron. Weldstrength will increase when the pressure forging also increased. The highest weld strength was 546.66 N / mm2.Keywords: Friction weldingl, low carbon steel pipe, cast iron, forging pressure, friction pressure
Pengujian Propagasi Gelombang Mikroelektromagnetik pada Komposit Epoxy Berpenguat Serat Ijuk Nitya Santhiarsa; Eko Marsyahyo; Achmad Assad Sonief; Pratikto Pratikto
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.004 KB)

Abstract

Abstrak:Perlakuan alkali pada serat ijuk untuk bahan penguat atau pengisi komposit bermatrik epoxy bertujuan untukmengurangi lignin dan hemiselulosa sehingga kompatiblitas serat alam dengan bahan matrik polimer dapatditingkatkan, namun pada sisi lain pengurangan lignin dan hemiselulosa mempengaruhi juga kadar kandungankelompok fungsional yang terkandung dalam lignin dan hemiselulosa sehingga mempengaruhi sifat listrik dari serat,baik itu sifat resistivitas listrik maupun konstanta dielektrik. Perlakuan alkali menggunakan tiga macam larutan alkaliyang memiliki perbedaan kuat basa yaitu NH4OH, NaOH dan KOH. Variasi fraksi berat serat dilakukan pada prosespembuatan komposit dan uji yang dilakukan pada komposit adalah uji propagasi gelombang mikroelektromagnetik..Berdasarkan hasil uji propagasi ini, dapat disebutkan komposit matrik epoxy berpenguat serat ijuk yang memilikikemampuan pantul dan kemampuan serap radiasi gelombang mikroelektromagnetik paling tinggi adalah kompositdengan serat ijuk tanpa perlakuan dan fraksi berat 50 %.Kata kunci : perlakuan alkali, serat ijuk, uji propagasiAbstract:Alkaline treatment on sugar palm fibers that used to reinforcement or filler composite with epoxy matrix aim to reducelignin and hemicelullose so compatibility of natural fibers with polymer matrix could be increased, but on the other sidethe reduction of lignin and hemicelullose also affect content of functional group in lignin and hemicelullose so as toaffect the electrical properties of the fibers, that is resistivity of electricity and the dielectrics constant. Alkaline treatmentusing three kinds of a solution of alkaline that have a difference base strength namely NH4OH , NaOH and KOH.Variation of weight fraction fibers performed on the process of composite making and test it conducted in composite ispropagation microelectromagnetic wave test . Based on result of propagation test, could be mentioned compositematrik epoxy with sugar palm fiber reinforcement that have the highest ability of reflected and absorptivemicroelectromagnetic wave radiation is a composite with untreated sugar palm fiber with 50 % weight fractionKeywords : alkaline treatment, palm sugar fibers, propagation test
Kekuatan Lentur Komposit Sandwich Serat Tapis Kelapa Dengan Core Kayu Albasia I Made Astika; I Gusti Komang Dwijana
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.535 KB)

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kekuatan lentur komposit sandwich serat tapis kelapa bermatrik polyesterdengan core kayu albasia. Bahan penelitian adalah serat tapis kelapa dengan panjang 15 mm (acak), resin unsaturatedpolyester 157 BQTN, kayu albasia dan hardener jenis MEKPO dengan konsentrasi 1%. Komposit sandwich tersusunatas dua skin dengan core ditengahnya dan dibuat dengan metode cetak tekan hidrolis. Lamina komposit sebagai skinterbuat dari serat tapis kelapa-polyester dengan fraksi volume serat 30%. Core yang digunakan adalah kayu albasiayang dipotong pada arah melintang dengan variasi ketebalan 5, 10, 15 dan 20 mm. Spesimen dan prosedur pengujianlentur mengacu pada standar ASTM C 393. Penampang patahan dilakukan foto makro untuk mengidentifikasi polakegagalannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan lentur komposit sandwich semakin meningkat seiringdengan penambahan ketebalan core. Tegangan lentur komposit sandwich mempunyai nilai yang optimum padaketebalan core 15 mm. Pola kegagalan komposit sandwich yang teramati adalah kegagalan tarik pada skin kompositbagian bawah, kegagalan geser core, delaminasi skin komposit bagian atas dengan core dan kegagalan tekan skinkomposit bagaian atas.Kata kunci: komposit sandwich, albasia, kekuatan lentur, pola kegagalanAbstract:The purpose of this study was to investigate the flexural strengt of composite sandwich coconut filter fiber with albasiawood as a core. The research material is coconut filter fiber with 15 mm lenght, 157 BQTN unsaturated polyester resin,albasia wood and 1% hardener types MEKPO. Composite sandwich composed of two skins with a core in the middleand production method are a hydraulic press molding. Lamina composite as a skin made of coconut filter fiber with 30%volume fraction. Core used is albasia wood with variations in the thickness of 5, 10, 15 and 20 mm. The specimens andtesting procedures based on ASTM standards C 393. The failure of the composite sandwich will be identify by macrofotos. The results of research show that the flexural strength of composite sandwich increasing with the addition of corethickness. Flexural stress in composite sandwich has the optimum value on core thickness of 15 mm. Failure mode ofcomposit sandwich is drag failure of the bottom composite skin, shear failure of the core, delamination and the pressfailures of the top composite skin.Keywords: composite sandwich, albasia, flexural strength, failure mode
Performansi mesin berbahan bakar etanol hasil destilasi arak Bali I Gusti Ketut Sukadana; I Gusti Ngurah Putu Tenaya
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.25 KB)

Abstract

Abstrak:Perkembangan penelitian tentang proses pengolahan arak sampai saat ini sudah banyak mengalami kemajuan, terlihatdari hasil penelitian tentang energi alternatif berbahan dasar arak. Kemajuan yang dicapai sampai saat ini adalahkualitas arak sebesar 95%. Sudah memenuhi persyaratan sebagai bahan bakar alternativ. Metode yang dipakai dalamusaha mencapai tujuan dari penelitian ini adalah: pertama metode perancangan yaitu merancang alat kondensasipaksa tipe aliran melintang. Kedua, metode eksperimental dengan melaksanakan pengujian pada berbagai variableoperasional seperti variabel laju aliran fluida pendingin yang berpengaruh terhadap laju produksi. Ketiga dilakukanpengujian terhadap unjuk kerja mesin dengan menggunakan arak bali sebagai bahan bakar. Semakin besar bilanganReynolds aliran fluida pendingin mengakibatkan laju pendinginan semakin besar, berpengaruh terhadap lajukondensasi semakin besar sehingga laju produksi semakin besar. Berbanding terbalik dengan kualitas produksi.Pengujian arak bali sebagai bahan bakar pada mesin tipe carburator menghasilkan peningkatan konsentrasi arak baliberpengaruh terhadap semakin besarnya tingkat konsumsi bahan bakar spesifik mesin, torsi mesin mengalamipenurunan dan daya mesin juga mengalami penurunan.Kata kunci: Konveksi paksa, arak, kapasitas, kualitas, bahan bakar, unjuk kerjaAbstract:The development of research on the processing of wine it's been a lot of progress, seen from the results of research onalternative energy from the basic ingredients of beer. The progress made today is the quality of the wine production hasabove 95%. So qualify as a fuel. The methods used in order to achieve the objectives of this study are: The first methodof designing is designing and making scientific instruments forced condensation transverse flow type. Second theexperimental method to carry out testing on a variety of operational variables such as the cooling fluid flow ratevariables that affect the rate of production. A third test on the performance of the engine by using fuel arak bali. Thegreater the Reynold Number of fluid flow rate results in greater cooling rate, affect the rate of condensation gettingbigger so that the rate of production increases. But inversely proportional to the quality of production. Arak bali fortesting as a fuel on the machine type carburator, increased concentration of arak bali affect the specific fuelconsumption of engine is increasing, torque of engine is decreasing and power of engine is decreasing.Keywords: Forced convection, wine, capacity, quality, fuel, Performance
Pemanfaatan Potensi Limbah Tongkol Jagung Sebagai Syngas Melalui Proses Gasifikasi Di Wilayah Provinsi Gorontalo Siradjuddin Haluti
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.42 KB)

Abstract

Abstrak:Jagung merupakan komoditi unggulan Propinsi Gorontal. Walaupun mengalami fluktuasi produksi jagung ditiap tahuntidak mempengaruhi produksi jagung di Provinsi Gorontalo. Dalam beberapa tahun terakhir kebutuhan jagung makinmeningkat, dengan meningkatnya kebutuhan jagung berdampak pada tingginya produksi limbah tongkol jagung yangdihasilkan provinsi Gorontalo, tentunya ini akan menimbulkan masalah bagi lingkungan. Limbah tongkol jagungmerupakan salah satu sektor yang belum dimanfaatkan di provinsi Gorontalo secara maksimal dalam meningkatkannilai ekonomis, lebih efisien dan efektif penggunaannya. Diantaranya pemanfaatan biomassa tongkol jagung sebagaienergi bahan bakar alternatif. Tujuan yang diangkat dalam peneliitian ini adalah (1) Mengetahui potensi produksi limbahtongkol jagung di wilayah Provinsi Gorontalo sebagai energi alternatif. (2)Mengetahui potensi energi alternatif melaluiproses gasifikasi sebagai pemanfaatan dari bahan baku limbah tongkol jagung untuk jadi Gas Syntesis (Syngas).Metode pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data. Hasil potensi bahan bakar yang dapat dihasilkan daripemanfaatan limbah tongkol jagung untuk wilayah Provinsi Gorontalo dapat mencapai total rata-rata sebesar 72.931 tonlimbah tongkol jagung. Untuk pemanfaatan limbah tongkol jagung sebagai bahan bakar alternatif melalui prosesgasifikasi menghasilkan syngas sebesar 92.852 ton.Kata kunci: potensi, limbah, tongkol jagung, gsifikasi, energiAbstract:Corn is a commodity Gorontal province. Despite the fluctuations in maize production in each year does not affect maizeproduction in Gorontalo Province. In recent years, corn demand is increasing, with the increasing demand of corncontributes to the high production of waste generated corncob Gorontalo province, this course will cause problems forthe environment. Corncob waste is one sector that is untapped in the province of Gorontalo to the maximum inimproving economic value, more efficient and effective use. Among the corn cob biomass utilization as an energyalternative fuels. Interest raised in peneliitian are (1) Determine the potential corncob waste production in the province ofGorontalo as an alternative energy. (2) Determine the potential of alternative energy through a gasification process asthe utilization of waste materials for the corn cobs so syntesis Gas (Syngas). Methods of data collection, dataprocessing and data analysis. The results of potential fuel that can be produced from corn cobs waste utilization for theprovince of Gorontalo can reach a total average of 72 931 tonnes of waste corncobs. To use corncob waste as analternative fuel through a gasification process to produce syngas amounted to 92 852 tonnes.Keywords: potential, waste, corn cob, gsifikasi, energy
Desain Dan Pengujian Kolektor Surya CPC Berselubung Kaca Sebagai Media Evaporasi Sistem ORC Dwi Yuliaji; Yogi Sirod Gaoz; Tachli Supriyadi; Roy Waluyo; Mulya Juarsa; Muhamad Yulianto
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.876 KB)

Abstract

Abstrak:Bagian dari kegiatan penelitian pembangkit Organic Rankine Cycle (ORC) dengan sumber kalor dari radiasi matahariadalah kolektor surya. Tujuan penulisan ini adalah menjelaskan disain kolektor surya dengan menggabungkan dua tipe,yaitu reflektor plat datar dengan concentrated parabolic collector (CPC).Bagian terpenting dari kolektor surya adalahselubung kaca pada receiver yang bertujuan sebagai media evaporasi pada system Organic Rankine Cycle(ORC).Geometri kolektor termal solar memiliki dimensi dengan panjang 1 m, tinggi 0,9 m, lebar alas 0,028 m, lebartutup 1,16 m. Concentrator merupakan bagian penangkap radiasi matahari dengan model semi silinder tipe CPCdengan bahan AISI 1015 yang dilapisi alumunium foil. Receiver menggunakan pipa tembaga 12,7mm, tebal 20mm,panjang total 3,46 m. Pipa tembaga dibungkus oleh pipa kaca diameter 51,4 mm, tebal 20mm. Dinding reflectormenggunakan AISI 201. Isolator terdiri dua lapisan, lapisan dalam menggunakan bahan polistirena foam tebal 20mmdan lapisan luar menggunakan Harmaflek tebal 20mm. Temperatur tertinggi pipa reciever sebelum dialiri fluida 104,4oCpada intensitas cahaya matahari 57,8 flux.Kata kunci: Kolektor surya, reflektor plat datar, concentrated parabolic collector (CPC), Organic Rankine Cycle (ORC)Abstract:A Part of the research activity for development of Organic Rankine Cycle (ORC) plant with a heat source from solarradiation aresolar collector. The purpose in this paper is to describe design of solar collector with combining two type ofreflector, flat type reflector and concentrated parabolic collector (CPC). Most important part of the solar collector is theglass layer on the receiver which intended as media evaporation in the ORC system. The geometries of solar collectorhave dimensions of length 1 m, height 0.9 m, width of pedestal 0,028 m, width 1.16 m for cap. Then, concentrator is thepart solar radiation catcher using semi-cylinder models type CPC with material AISI 1015 was coated by aluminum foil.Receiver uses a 12,7 mm copper pipe, 20mm thick, total length of 3.46 m. Copper pipe wrapped by a glass pipe withdiameter of 51,4mmand thickness 20mm. Wall reflector using AISI 201. Insulation consists of two layers with innerlayers using polystyrene foam material with a size of 20 mm thick and the outer layer usingHarmaflek with the size of20mm thick. Highest temperature on reciever pipe without fluid is 104,4oC at solar flux 57,8 flux.Keywords : solar collector, flat plate reflector, concentrated parabolic collector(CPC), Organic Rankine Cycle (ORC)

Page 1 of 3 | Total Record : 22