cover
Contact Name
Slamet Santosa
Contact Email
slametsantosa@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
slametsantosa@unhas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
BIOMA : Jurnal Biologi Makassar
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 25287168     EISSN : 25486659     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bioma mempublikasikan hasil penelitian dan kajian biologi: ekologi, botani, genetika, mikrobiologi, zoologi maupun biologi terapan dibidang agrokomplek dan medikal komplek. Bioma diterbitkan Departemen Biologi, FMIPA UNHAS, dan mempublikasikan artikel dua kali setahun , setiap bulan juni dan desember
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2019)" : 9 Documents clear
PENGARUH INTERVAL DOSIS 2,44-19,53 µg/mL EKSTRAK N-HEKSANA DARI HYDROID AglaopheniacupressinaLAMOUREOUX TERHADAP AKTIVITAS PERTUMBUHAN SELHELA Sjafaraenan Sjafaraenan; Eva Johannes; Siti Nadya Wulandari
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i1.6039

Abstract

Aglaophenia cupressina Lamouroux adalah salah satu spesies Hydroid yang ada di perairan pantai Indonesia yang hidup melekat pada substrat berupa sponge dan karang. Berdasarkan penelitian sebelumnya, diketahui Aglaophenia cupressina Lamourouxmengandung 3 golongan senyawa dari hasil fraksi N-Heksana yaitu asam heksadekanoat, β-sitosterol dan senyawa alkaloid baru yang diberi nama Aglao E. Unhas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktvitas sitotoksik ekstrak Hydroid Aglaophenia cupressina Lamouroux dengan menggunakan N-Heksana sebagai bahan pelarut. Uji sitotoksik dilakukan menggunakan metode MTT (Methyltiazol Tetrazolium) terhadap sel HeLa. Hasil uji MTT menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa yaitu nilai IC50= 2,7941 µg/mL, sehingga dinyatakan bahwa ekstrak Hydroid Aglaophenia cupressina Lamouroux menggunakan pelarut N-Heksana memiliki kemampuan antikanker yang baik.Kata kunci: Aglaophenia cupressina Lamouroux, N-Heksana, Sitotoksik, Sel HeLa, Uji MTT.     
STRUKTUR VEGETASI DAN ZONASI MANGROVE DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN KWANDANG KABUPATEN GORONTALO UTARA PROVINSI GORONTALO Dewi K Baderan
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i1.6133

Abstract

 Ekosistem hutan mangrove bersifat kompleks dan dinamis, namun juga labil. Dikatakan kompleks karena ekosistemnya dipenuhi oleh vegetasi mangrove, juga merupakan habitat berbagai satwa dan biota perairan. Ekosistem mangrove adalah suatu sistem di alam tempat berlangsungnya kehidupan yang mencerminkan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya dan diantara makhluk hidup itu sendiri, terdapat pada wilayah pesisir, terpengaruh pasang surut air laut, dan didominasi oleh spesies pohon atau semak yang khas dan mampu tumbuh dalam perairan asin/payau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur vegetasi dan zonasi mangrove di wilayah pesisir Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo. Pengambilan data struktur vegetasi mangrove dengan cara membuat transek segi empat dengan panjang transek dibuat dengan ukuran 30 m  x30 m (total transek sebanyak 31 transek).Hasil penelitian menemukan 16 spesies yang mendiami hutan mangrove di wilayah pesisir Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara yakni spesies Rhizophora mucronata Blume, Rhizophora Apiculata Lamk, Ceriops decandra (Griff.) Ding Hou, Ceriops tagal (Perr.) C.B.Rob, Brugueira gymnorrhiza (L) Lamk, Bruguiera paviflora (Roxb) W&A, Sonneratia alba J.E. Smith, Soneratia caseolaris (L) Eng,  Xylocarpus mulocensis (Lamk) Roem, Xylocarpus granatum Koen (niri), Avecennia alba Blume, Avecennia marina (Forsk) Vierh, Avicennia officinalis (L) Lamk, Acanthus ilicifolius L, Heritiera littoralis Dryand. Ex  W.Ait, Aegiceras corniculatum (L.) Blanco.Profil zonasi di wilayah ini masuk pada zonasi sederhana (satu zonasi atau zonasi campuran) dimana dari pinggir pantai sampai pedalaman daratan setiap spesies saling berasosiasi dalam satu lapisan. Profil zonasi di wilayah pesisir Kecamatan Kwandang tidak terdiri atas beberapa zonasi, karena tidak ada zonasi yang murni satu genus saja, yang ditemukan hanya satu zonasi yang merupakan campuran (mixel), dimana setiap spesies tumbuh berulang sampai kearah daratan, dan tumbuh saling bercampur antara 16 spesies tersebut.Keseluruhan spesies yang ditemukan terdapat spesies Ceriops decandra yang merupakan spesies langka secara global sehingga diperlukan perhatian khusus dalam pengelolaan hutan mangrove di wilayah pesisir Kecamatan Kwandang.Kata Kunci : Struktur Vegetasi, Zonasi, Spesies Mangrove  
KANDUNGAN KOLAGEN SISIK IKAN BANDENG Chanos-chanos DAN SISIK IKAN NILA Oreochromis niloticus Nurhidayah B; Eddy Soekendars; Andi Evi Erviani
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i1.6341

Abstract

Kolagen adalah protein serat yang memberikan kekuatan dan kelenturan pada jaringan tulang dan memainkan peran penting dalam jaringan lain, termasuk kulit dan tendon. Protein kolagen dapat ditemukan di bagian tubuh ikan yang tidak digunakan seperti sisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kolagen dalam sisik ikan bandeng Chanos-chanos dan sisik ikan nila Oreochromis niloticus. Penelitian dilakukan dalam empat tahap, yaitu deproteinisasi, hidrolisis, ekstraksi dan freeze drier dengan analisis proksimat. Hasil rendemen kolagen sisik ikan bandeng hampir sama dengan rendemen kolagen sisik ikan nila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil kolagen sisik bandeng adalah 0,3% sedangkan kolagen sisik ikan nila adalah 0,29%. Dari hasil analisis proksimat diperoleh kadar kolagen yang cukup baik pada kolagen sisik ikan nila dengan kadar abu 20,15% SNI ≤ 1%, kadar air SNI 19,05 ≤ 12%, kadar protein SNI 53,01 ≤ 75%, kadar lemak 0,48% dan kadar karbohidrat dari 7,3%. Kata kunci: Kolagen, sisik ikan, nila, bandeng.
Suhu dan Kelembaban Berdampak Pada Produktivitas Serasah Basah Vegetasi Dominan di Lahan Bera Womnowi Distrik Sidey, Manokwari Papua Barat Slamet Arif Susanto; Heru Joko Budirianto; Agatha Cecilia Maturbongs
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i1.5965

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur produktivitas serasah basah dari vegetasi dominan bergantung pada suhu dan kelembaban relatif di lahan bera Womnowi Distrik Sidey Manokwari. Kami menggunakan perangkap serasah berukuran 1 m x 1 m dari mesh 25 cm2 -1 dan dipasang selama bulan Maret hingga Mei 2018. Setiap minggu serasah diambil dan ditimbang di lapangan, selanjutnya diukur suhu dan kelembaban relatif di tiga titik berbeda. Analisis data menggunakan Ms. Excel 2007 dan SPSS 23.0 untuk menginterpretasikan data. Produktivitas serasah basah dapat diinterpolasikan dengan suhu dan kelembaban relatif, sehingga menjelaskan kontrol faktor lingkungan. Berdasarkan uji beda nyata terkecil (BNT) 5% tiga jenis vegetasi dominan memiliki rerata produktivitas serasah: Pometia pinnata Forst. & Forst. 24.59 ± 17.01 g m2 -1 minggu-1, Dracontomelon dao (Blanco.) Merr. et Rolfe. 42.09 ± 19.17 g m2 -1 minggu-1, dan Octomeles sumatrana Miq. 40.14 ± 15.28 g m2 -1 minggu-1 berbeda signifikan. Meskipun penelitian ini hanya berlangsung selama 12 minggu, model produktivitas serasah basah dapat digunakan untuk menduga produktivitas serasah per tahun. Produktivitas serasah basah merupakan salah satu ‘proses alami’, akan tetapi memiliki peran yang signifikan pada: kimia tanah, penahan air tanah, konservasi tanah, dan dapat digunakan untuk menentukan produktivitas lahan bera.
RESPON KINETIN DAN TIPE EKSPLAN JABON MERAH (Antocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil) SECARA IN VITRO Putriana Putriana; Gusmiaty Gusmiaty; Restu M; Musriati Musriati; Aida N
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i1.6363

Abstract

Keberhasilan kultur jaringan dipengaruhi oleh jenis atau tipe eksplan dan penambahan zat pengatur tumbuh. Kinetin (6-furfurylaminopurine) merupakan zat pengatur tumbuh golongan sitokinin yang banyak digunakan dalam kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan kinetin dan tipe eksplan terhadap pembiakan in vitro jabon merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinetin 7 ppm memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan daun dan akar. Tipe eksplan bagian pucuk merupakan bagian terbaik digunakan untuk pembiakan in vitro. Keyword : Antocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil, kinetin, in vitro, tipe eksplan
KERAGAMAN VEGETASI TEBING KARST YANG MENJADI HABITAT TARSIUS MAKASSAR (Tarsius fuscus Fischer, 1804) DI TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG Indra Putri; Muhammad Saad; Fajri Ansari
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i1.6695

Abstract

Tarsius fuscus merupakan salah satu satwa endemik sebaran terbatas, yang dapat dijumpai di Obyek Wisata Alam (OWA) Pattunuang Assue, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Di areal OWA ini, Tarsius fuscus memanfaatkan tebing karst sebagai habitatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman vegetasi di tebing karst yang menjadi habitat Tarsius fuscus. Areal habitat pada tebing karst ditentukan dengan terlebih dahulu menentukan lokasi sarang Tarsius fuscus. Lokasi sarang ditentukan dengan menggunakan metode pengamatan duet vokalisasi, pengamatan suara yang dikeluarkan saat malam, serta informasi masyarakat.  Pengamatan vegetasi dilakukan dengan menggunakan metode garis berpetak yang diletakkan secara vertikal di tebing karst. Analisis data dilakukan untuk mengetahui nilai kerapatan vegetasi, indeks nilai penting, indeks keragaman hayati Shannon-Weiner, indeks dominansi Simpson, indeks kemerataan Pielou, indeks kekayaan jenis Margalef dan indeks kesamaan komunitas Sorensen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tebing karst tersebut memiliki nilai indeks keragaman jenis yang tergolong sedang, meskipun terdapat spesies yang mendominasi namun indeks dominansi pada areal tersebut tergolong rendah. Selain itu, vegetasi habitat menunjukkan indeks kemerataan jenis yang tergolong sedang dan indeks kekayaan jenis yang tergolong sedang hingga tinggi. Beragamnya kondisi yang dijumpai di tebing karst OWA Pattunuang Assue, masih tetap sesuai bagi Tarsius fuscus dan menunjukkan bahwa vegetasi yang terdapat di tebing karst tersebut dapat menjadi habitat yang baik bagi Tarsius fuscus. Kata kunci: Tarsius fuscus, vegetasi penyusun habitat, tebing karst, Taman Nasional
Analisis Kandungan Hara Kompos Johar Cassia siamea Dengan Penambahan Aktivator Promi Budirman Bachtiar; Andi Hamka Ahmad
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i1.6493

Abstract

Pupuk kompos bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas media tanam tanaman dengan meningkatkan sifat fisik, kimia, dan biologis tanah; penggunaannya aman dan tidak merusak lingkungan; dan tidak memerlukan banyak biaya dan proses pembuatannya mudah. Penelitian ini menggunakan seresah Johar Cassia siamea yang untuk mengetahui kandungan nutrisi makro kompos Johar.Penelitian dipercepat dengan menggunakan aktivator promi. Variasi perlakuan yang digunakan adalah Cassia siamea 5 kg + aktivator promi 0,005 kg + air 1 liter (A1), Cassia siamea 5 kg + aktivator promi 0,005 kg + air 1,5 liter (A2), Cassia siamea 5 kg + aktivator promi 0,005 kg + 2 liter (A3) air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kompos N-Total A1, A2 dan A3 berturut-turut 1,05%, 1,16% dan 1,06%. Nilai kompos A1, A2 dan A3 kompos berturut-turut 0,169%, 0,233% dan 0,200%.Nilai-nilai tingkat Potassium A1, A2 dan A3 berturut-turut 0,724%, 0,879% dan 0,817%. Nilai kompos organik A1, A2 dan A3 berturut-turut 15,54%, 13,25% dan 13,06%. Rasio C/N kompos A1, A2 dan A3 berturut-turut 14.79, 11,39 dan 12,29. Semua perlakuan, baik A1, A2 dan A3, telah memenuhi SNI 19-7030-2004.Kata Kunci: Seresah, Aktivator Promi, Kompos, Johar
VARIASI INOKULUM Rhizopus sp. PADA PEMBUATAN TEMPE BERBAHAN DASAR KEDELAI DAN BUNGKIL KACANG TANAH Diana Hernawati; Vita Meylani
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i1.6499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi fungi yang tumbuh dan mengidentifikasi R. oligosporus pada berbagai inokulum tempe yang dijadikan sampel. Lima puluh mikrobia diisolasi dari inokulum tempe, yang terdiri dari 35 konidia coklat keabu-abuan, dan 15 isolat konidia abu-abu. Semua isolat termasuk dalam genus Rhizopus. Sepuluh di antaranya dipilih berdasarkan asal usul inokulum tempe, warna konidia, pertumbuhan miselia, dan massa konidia. Pengamatan makroskopis dan mikroskopis menunjukkan bahwa isolat yang dipilih adalah R. oligosporus.Kata Kunci : inokulum tempe, identifikasi, R.oligosporus
JENIS TUMBUHAN LIAR FAMILIA LAMIACEAE BERKHASIAT OBAT DI HUTAN KOTA UNIVERSITAS HASANUDDIN TAMALANREA MAKASSAR Elis Tambaru; Andi Masniawati; Rida Tummuk
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i1.6753

Abstract

Penelitian jenis tumbuhan liar indigenous  Familia  Lamiaceae berkhasiat obat di Hutan Kota  Kampus Universitas Hasanuddin Tamalanrea Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan liar Familia Lamiaceae di Hutan Kota Kampus Universitas Hasanuddin Tamalanrea Makassar, pengambilan sampel  dilakukan dengan mengumpulkan semua sampel tumbuhan, Semua sampel diawetkan ke dalam herbarium untuk keperluan identifikasi. Data dianalisis dengan mengidentifikasi dan menggambarkan hahitus tumbuhan, khasiat sebagai  obat, habitatnya, dan  membuat kunci determinasi. Hasil penelitian  menunjukkan jenis tumbuhan liar berkhasiat obat dari Familia Lamiaceae  ada 5 (lima) jenis yaitu: Lenglengan Leucas lavandulifolia J.E.Smith., Hiptis Hyptis capitata Jacq., Miana Coleus sp., Undel-undel Hyptis rhomboidea Mart. & Gal., dan  Sangketan Coleus rotundifolius Poir.Pada tumbuhana liar Familia Lamiaceae mengandung senyawa fenolik, terpenoid dan alkaloid. Organ terbanyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat herbal adalah daun. Kata kunci: Tumbuhan obat, indigenous, Lamiaceae.

Page 1 of 1 | Total Record : 9