cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 43 Documents
EFEK POSTINGAN SARA DI MEDIA SOSIAL TERHADAP PERTEMANAN Christine Purnamasari Andu
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 4 Issue 1, June 2018
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe research aims to know (1) the effects of post of ethnicity, religion, race and inter-group (SARA) at social media (2) ways to resolve the post of ethnicity, religion, race and inter-group (SARA) at social media. The research used qualitative descriptive methods. The research was conducted in Makassar city. Types and data sources used primary and secondary data. Primary data or main data which were taken form interview and secondary data supporting documents which were collected from books, dissertation, theses, journals, articles, and internet. There were 10 (ten) informants as samples were interviewed and the results of these interviews were analyzed using several theories. The research result indicate that (1) the post of ethnicity, religion, race and inter-group (SARA) at social media giving effects to friendship relations such as, several informants have chosen to limited their friendship relations to those who keeps continuing to post or share about ethnicity, religion, race and inter-group (SARA) issues although some of them will keep staying as a friend to keep their relations good. One of the informants said will limited herself to discuss with people who always post or share things about ethnicity, religion, race and inter-group (SARA). (2) Half of informants have chosen to just ignore about the post, some of them chose to delete those people from friend list at social media / erasing post / hiding post so that it will not show up at informants timeline and then one of the informants chose to reporting the post if its considered as an interference. 
Strategi Komunikasi Politik Dan Pemenangan Pasangan Muhammad Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal Dalam Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Makassar Tahun 2013 Nurul Qalbi
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh pasangan Ramdhan Pomanto–Syamsu Rizal pada pemilihan kepala daerah (PILKADA) kota Makassar tahun 2013, mengetahui strategi pemenangan, dan untuk mengetahui kaitan antara strategi komunikasi politik dengan pemenangan pasangan Ramadhan Pomanto–Syamsu Rizal. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu bulan juli sampai dengan September 2014 di kota Makassar tepatnya pada posko tim pemenangan / tim pendukung sobat DIA dan unsur – unsur yang dianggap relevan dengan penelitian ini. Tipe penelitian ini bersifat deskriptif analisis yang telah diarahkan untuk menggambarkan dan menganalisa fakta dengan argument yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan ini mampu memenangkan pemilihan kepala daerah dalam hal ini pemilihan walikota dan wakil walikota Makassar selain didukung oleh kemampuan dan tim yang solid juga pasangan ini menerapkan analisis SWOT dalam kampanye politik. Dengan adanya tim yang solid, strategi komunikasi politik yang baik dan dukungan tim pemenangan menunjukkan bahwa pasangan Ramdhan Pomanto dan Syamsu Rizal (Dia) mampu mengungguli sembilan pasangan kandidat lainnya dengan perolehan suara terbanyak yaitu 182.242 suara.Kata kunci : Strategi, Komunikasi, PilkadaAbstract : This study aims to determine the strategy of political communication done by couples Ramdhan Pomanto and Syamsu Rizal in local elections of Makassar in 2013; and to know the winning strategy; and to determine the links between the strategy of political communication with the winning pair of Ramadan Pomanto - Syamsu Rizal. The research was conducted during the two months started from July until September 2014 in the city of Makassar. It took place at post of winning team as the basic place; it was called by DIA, and also other elements that were considered relevant to this study. The type of research is descriptive analysis which aimed to define and analyze the facts with proper arguments. The results showed that the pair is able to win local elections in this election of mayor and deputy mayor of Makassar because of their good ability and performance. They were also supported by a solid team which applied SWOT analysis within political campaign politics. Having solid team, good political communication strategy and wide support team do help Ramdhan Pomanto and Syamsu Rizal be able to outperform the nine other pairs of candidates with the most votes, namely 182.242 votes.Key words : Strategy, Communication, Local Election
Memudarnya Nilai-Nilai Lokal pada Komunitas Nelayan Pulau-Pulau Kecil (Kasus Pulau Barrang Lompo Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan) Sakaria Anwar
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Nilai-nilai lokal merupakan sesuatu yang dihargai dan hormati dalam suatu masyarakat atau komunitas. Selama nilai-nilai dalam masyarakat masih hormati oleh komunitasnya maka nilai itu akan tetap bertahan (eksis) dan bahkan dapat bertambah. Namun nilai-nilai dalam masyarakat atau komunitas dapat berubah, bergeser, pudar atau bahkan hilang sama sekali karena adanya tekanan dari luar (penetrasi pasar miswalnya) dan boleh jadi juga karena tekanan dari dalam komunitas itu sendiri. Tulisan ini mencoba menjawab permasalahan sebagai fokus kajian yaitu; bagaimana proses memudarnya nilai-nilai lokal pada komunitas nelayan pulau-pulau kecil. Dia merupakan extraksi dari bagian disertasi yang berjudul Kapital Sosial, Negara dan Pasar pada Komunitas Nelayan Pulau-pulau Kecil (Studi Kasus di Pulau Barrang Lompo Makassar-Provinsi Sulawesi Selatan). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan pengamatan terbatas dari 12 orang informan yang ditentukan secara snowball sampling, kemudian dianalisis secara kualitatif yang diperkuat oleh data kuantitatif untuk menjelaskan fokus kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetrasi pasar berupa derasnya arus barang, jasa dan orang masuk ke pulau dan komersialisasi hasil laut pada komunitas nelayan pulau-pulau kecil dalam kurun waktu 10 Tahun terkahir (pasca penetrasi pasar) telah menyebabkan nilai-nilai lokal yang selama ini di anut dan dipatuhi oleh komunitas menjadi bergeser dan memudar. Pada sisi yang lain stok nilai-nilai pada komunitas nelayan pulau-pulau kecil tersebut juga menjadi bertambah. Kata kunci : Memudar, penetrasi pasar, komersialisasi, komunitas lokal dan Kepercayaan. Abstract : Local values is something that is appreciated and respected in a society or community. During values in society are still respected by the community, the value of it will remain (exist) and may even increase. However, the values in the society or community may change, shift, fade or even disappear altogether because of pressure from the outside (miswalnya market penetration) and perhaps also because of pressure from within the community itself. This paper attempts to answer the question as the focus of the study, namely; how the process of waning local values in the fishing community of small islands. He is the extraction of part of the dissertation entitled Social Capital, State and Market at Fishermen Community of Small Islands (Case Study Island Lompo Barrang Makassar South Sulawesi). Data were collected through interviews and limited observations of 12 informants were determined by snowball sampling, and then analyzed qualitatively reinforced by quantitative data to explain the focus of the study. The results showed that the market penetration in the form of swift flow of goods, services and people into the island and commercialization of marine products in the fishing community of small islands within the last 10 years (after the penetration of the market) has led to local values that have embraced and followed by the community be shifted and faded. On the other hand the stock values in the fishing community of small islands also be increased.Key words : Diminished, market penetration, commercialization, local communities and Trust.
Dinamika Kawasan Pasifik Barat Daya Dalam Percaturan Global Burhanuddin Burhanuddin
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Kawasan Pasifik Barat Daya dalam percaturan Politik Global mengacu pada dua tujuan yakni mengetahui kepentingan Negara-negara besar di Kawasan Pasifik Barat Daya dan mengetahui kepentingan Negara-negara besar di Kawasan Pasifik Barat Daya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif-Analitif yang memberikan gambaran mengenai fenomena-fenomena yang terjadi dan relevan.dan menggambarkan kawasan Pasifik Barat Daya dan nilai strategisnya serta interaksinya,dengan fihak Internasional. Dan dari data ini kemudian menganalisa kepentingan Negara-negara besar dan perebutan pengaruh yang terjadi di antara mereka. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan pasifik barat daya terdiri dari 22 unit politik yang juga dikenal dengan nama Pasifik Selatan atau Oceania,nilai strategis dan sejumlah kepentingan Internasional hadir di region ini. Beberapa Negara besar yang berkepentingan dan menanamkan pengaruhnya di kawasan tersebut, misalnya Australia dan New Zealand, Amerika Serikat, perancis, China dan Jepang kehadiran Australia dan New Zealand tidak lepas dari kedekatan dan statusnya sebagai bagian dari kawasan ini. Kata kunci : Kawasan Pasifik Barat Daya, Politik Global, Negara Negara BesarAbstract : This study aimed to determine the Southwest Pacific Region in the political arena. This research was conducted with reference to the two objectives, namely: to know the interests of the big countries in the Southwest Pacific Region and to determine the seizure of the interests of the big countries in the region.The method used in this research is descriptive analytical method is to provide a picture of the phenomenon relevant to the problems studied and analyzed to answer the problem. Through this method, the authors describe the Southwest Pacific region and its strategic value and its interaction with international parties. By having this data then analyzed the interests of the big countries and the struggle for influence that happened between them. As for the data collection techniques which used is by reviewing the literature (library research), by collecting data from the literature related to the discourse discussed. The results of this study indicate that the Southwest Pacific region comprises 22 political units which are also known as the South Pacific or Oceania. Departing from a number of strategic values, a number of international interests is present in this region. Some big countries which concerned and attempts to influence over this region there are Australia, New Zealand, United States, France, China and Japan. The presence of Australia and New Zealand can not be separated from its proximity and status as part of this region.Key words : Southwest Pacific Region, Global political
Historical and Cultural Factors in Indonesian Civil-Military Relations Agussalim Burhanuddin
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Perdebatan teoretis dalam bidang hubungan sipil-militer telah didominasi oleh teori pemisahan yang mengakui perbedaan antara lembaga sipil dan militer, dan interaksi antara mereka harus dipertahankan sebagai dalam bentuk yang sipil memegang kontrol atas militer. Namun, Rebecca Schiff mengusulkan teori konkordansi sebagai alternatif yang menunjukkan suatu bentuk integrasi antara militer dan masyarakat.  Teori   konkordansi   digunakan   sebagai   model   analisis   untuk   mengatasi   faktor-faktor sejarah  dan  budaya  dalam  hubungan  sipil-militer  Indonesia. Penelitian ini  menggunakan  empat aspek  konkordansi  sebagai  instrumen  untuk  mengukur  apa  tingkat  kesepakatan  dapat  dicapai  antara militer, elit politik, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun faktor sejarah dan budaya telah memainkan peran penting dalam membentuk hubungan sipil-militer di Indonesia, mereka gagal  untuk  membangun  hubungan  sipil-militer  baik  yang  didasarkan  pada  gagasan  supremasi  sipil. Kata kunci: teori konkordansi, hubungan sipil-militer, faktor sejarah dan budaya, supremasi sipil.Kata kunci : Teori konkordansi, hubungan sipil-militer, faktor sejarah dan budaya, supremasi sipil.Abstract : The theoretical debate in area of civil-military relations has been dominated by separation theories which recognize the distinction between civilian and military institutions, and the interaction between them should be maintained as in a form that civilian holds control over the military. However, Rebecca Schiff proposes the concordance theory as an alternative that suggests a form of integration between the military and society. This theory of concordance is used as a model of analysis for addressing historical and cultural factors in Indonesian civil-military relations. The study uses the four aspects of concordance as instruments to measure on what level of agreement can be achieved among the military, political elites, and society. The result shows that although historical and cultural factors have played important roles in shaping civil-military relations in Indonesia, they fail to build good civil-military relations which is based on the idea of civilian supremacy.Key words : The  concordance  theory,  civil-military  relations, historical  and  cultural  factors, civilian supremacy.
Konstruksi Sosial Masyarakat Terhadap Waria Firman Arfanda; Sakaria Anwar
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Waria adalah kaum marjinal yang mendapat tekanan secara struktur dan kultur. Waria sering dikucilkan bahkan mendapat perlakuan diskriminatif. Melakukan kajian tentang sikap masyarakat terhadap waria menjadi sangat penting melihat fenomena ini. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai sikap masyarakat terhadap waria dilihat dari aspek pengetahuan, perasaan, dan sikap terhadap waria menurut kecenderungan perilaku dan harapan-harapan masyarakat. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan studi wacana yang bertujuan untuk menggambarkan, meringkaskan berbagai sikap masyarakat terhadap waria. Hasil analisis menunjukkan bahwa dominan masyarakat tidak mengetahui tentang apa dan bagaimana waria itu. Selanjutnya dominan masyarkat merasa bahwa nilai yang dianutnya bertentangan dengan keberdaan waria di tengah-tengah masyarakat. Dan yang kebih ekstrim adalah bahwa masyarakat cenderung menjauhi waria kecuali jika memiliki kepentingan yang terkait dengan keberadaan dari seorang waria tersebut. Hal yang demikian itulah yang kemudian mengkonstruksi pemikiran masyarakat mengenai waria yang lebih cenderung memberi label negatif terhadap kaum waria. Kata Kunci : Waria, Sikap, Konstruksi Sosial dan Masyarakat Abstract : Transvestites are marginalized, under pressure in the structure and culture. Transvestites are often ostracized even got a discriminatory treatment. Conduct a study on public attitudes towards transgender becomes very important seeing this phenomenon. This study aimed to get a picture of public attitudes towards transgender seen from the aspect of knowledge, feelings, and attitudes towards transsexuals according to the tendency of behavior and expectations of society. The writing is descriptive method with the study of discourse that aims to describe, summarize the various attitudes towards transsexuals. The analysis showed that the dominant society does not know about what and how transvestites. Furthermore, the dominant community feel that contrary to the values espoused keberdaan transvestites in the midst of society. And the kebih extreme is that people tend to stay away from transvestites unless it has the benefit associated with the presence of a transvestite. It is thus that are then construct thinking about transsexual people are more likely to give a negative label to transgender. Key words : Transvestite, Attitude, Social Konstruction and Society
Kebijakan Dan Prinsip Prinsip Kenegaraan Nabi Muhammad Saw Di Madinah (622-632 M) (Tinjauan Perspektif Pemikiran Politik Islam) M. Basir Syam
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Karya ilmiah ini merupakan suatu studi pemikiran politik Islam. Pendekatan yang digunakan adalah studi naskah terhadap Al Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad serta fakta historis yang telah ditulis oleh para ahli sejarah baik dari kalangan muslim maupun penulis Barat non muslim. Obyek kajiannya adalah peran Nabi Muhammad SAW sebagai kepala negara di Madinah pada tahun 622-632 M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW bukan monarki absolut sebagaimana yang berkembang di dunia sepanjang sejarah manusia, melainkan negara republik. Hal ini terbukti bahwa selain memimpin warga negara yang heterogen agama dan etnis, beliau menjalankan pemerintahan yang bersifat demokratis dengan indikator musyawarah atau konsultasi yang terbuka, persamaan kedudukan warga negara, keadilan sosial yang merata tanpa diskriminasi, penghargaan terhadap kemerdekaan (HAM) dalam beragama, hidup, berpikir, hak milik dan jaminan sosial. Yang sangat menarik bahwa kekuasaan atau kepemimpinan harus dipertanggung jawabkan secara publik selain kepada Allah SWT. Kata kunci : Prinsip, Kenegaraan, Nabi Muhammad SAW. Abstract : This scientific work is a study of Islamic Political Thought. The approach used is the study of the Koran texts and tradition of the Prophet Muhammad as well as the historical facts that have been written by the historians of the Muslim and non-Muslim western writer. The object of study is the role of the Prophet Muhammad as head of state in Medina in AD 622-632. The results showed that the country that was built by the Prophet Muhammad is not the absolute monarchy as that developed in the world throughout human history, but the republic. It is evident that in addition to leading citizens heterogeneous religion and ethnicity, he was running a democratic government with indicator open deliberation or consultation, equality of citizens, social justice is equally without discrimination, respect for independence (HAM) in religion, life, thought, property rights and sosial security. Very interesting that power or leadership must be accountable to the public in addition to Allah.Key words : Principle, the State, the Prophet Muhammad.
Migrasi Dan Keselamatan Insan: Kajian Kes Pemerdagangan Kanak-Kanak Di Thailand Firdaus Misran; Zarina Othman
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Non-military threats appear to have dominated the world’s political agenda, mainly consisting of human trafficking, drug trafficking, foreign migrants smuggling and others. Today, the human trafficking issue has turned into the exploitative form such as commercial sex, especially with regards to victimizing children. This phenomenon has extended to almost every corner in the world. This study is carried out in order to comprehend the development and growth of sex industries exploiting children in Thailand, which pose a threat to Thailand’s human security apparatus. Child sex exploitation in Thailand is associated with the presence of organized crime groups, which pose a threat to personal security, community security, and health security within the human security segments, thus threatening human security as a whole. This study has three main objectives, first; to identify the factors that facilitate the sex industry in Thailand, particularly those stemmed within Thailand’s communities and the South East Asian region in general. Second, to identify the role of organized crime groups luring children into sex industries which also pose a threat to Thailand’s human security. Third, to comprehensively analyse the human security threat in the personal, community and health dimensions, initiated by the booming child sex industries in Thailand. The study employs primary data collection methods such as interviews with Thai people, who once lived in the locations where sexual exploitation of children were held, an interview with the government official who’s in charge of the Malaysia-Thailand border surveillance activities, and also the method of observation which is a field work visit to Thailand’s sex destination ‘hot spot’. Secondary data was collected from a range of selected printed document and research publications such as books, journals and PhD theses. The result shows that organized crime groups are taking advantage of the social and economic pressure among Thai people. As a strategy these groups attract their interest and offer them a benefit, facilitating the growth of the commercial sex industry in Thailand. The phenomenon of Child Sex in Thailand is threatening human security in terms of personal, community and health security. Children are victims of exploitation, sexual violence and infectious diseases such as STI, STD, HIV and AIDS.Key words : child sex exploitation, human security, national security, organized crimes group, human trafficking.Abstrak : Ancaman bukan ketenteraan dilihat semakin mendominasi agenda politik dunia antaranya termasuklah isu pemerdaganggan orang, pengedaran dadah, penyeludupan migran asing dan sebaginya. Isu pemerdaganggan orang pada hari ini dilihat daripada sudut eksploitasi seperti seks komersial, terutamanya yang berlaku di kalangan kanak-kanak di mana merupakan suatu fenomena global yang wujud hampir di setiap negara di seluruh dunia. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimanakah industri seks yang mengeksploitasi kanak-kanak di Thailand berkembang dan mengancam keselamatan insan di negara tersebut. Eksploitasi seks kanak-kanak di Thailand melibatkan kumpulan jenayah terancang dan ini mengancam keselamatan personal, komuniti dan kesihatan justeru ianya mengancam keselamatan insan. Tiga objektif utama kajian ini adalah untuk mengenalpasti faktor-faktor yang menyebabkan industri seks kanak-kanak tumbuh berkembang dalam komuniti masyarakat terutamanya negara Thai dan umumnya dirantau Asia Tenggara. Kedua, untuk mengenalpasti peranan sindiket jenayah terancang dalam mempengaruhi keselamatan insan yang wujud disebabkan oleh industri eksploitasi seks kanak-kanak di negara Thai. Ketiga, untuk menganalisa ancaman keselamatan insan dalam aspek personal, komuniti dan kesihatan yang dibawa oleh industri seks komersial kanak-kanak di negara Thailand. Kajian ini menggunakan kaedah pengumpulan data primer iaitu temubual bersama masyarakat Thai yang pernah tinggal lokasi-lokasi eksploitasi seks komersial kanak-kanak berlangsung, temubual pegawai kerajaan yang menjaga sempadan negara Malaysia- Thailand dan juga kaedah pemerhatian ‘lokasi panas’ di Thailand. Selain itu pengumpulan data sekunder turut dilakukan melalui dokumen dan penyelidikan bercetak terpilih seperti penerbitan bahan buku-buku berkaitan, jurnal dan tesis Ph.D. Dapatan kajian mendapati sindiket jenayah terancang mengambil kesempatan diatas tekanan ekonomi dan sosial yang berlaku dikalangan masyarakat Thai sebagai strategi untuk mereka mendapatkan keuntungan dan menjadi nadi penting kepada pertumbuhan industri seks komersial di Thailand. Eksploitasi seks komersial kanak-kanak di Thailand adalah merupakan suatu fenomena yang mengancam keselamatan insan dari sudut personal, komuniti dan kesihatan, Kanak-kanak merupakan mangsa eksploitasi yang dilihat menjadi mangsa kepada kekejaman seksual serta ancaman penyakit berjangkit seperti STI, STD, HIV dan AIDS. Kata kunci : eksploitasi seks kanak-kanak, keselamatan insan, keselamatan negara, kumpulan jenayah terancang, pemerdagangan orang.
Kultivasi Nilai-Nilai Budaya Toraja Orang Tua Dan Anak Melalui Komunikasi Keluarga Di Kota Makassar “Cultivation Cultural Values Toraja Parents And Children Through Family Communication In Makassar City” Tuti Bahfiarti
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Komunikasi  keluarga  merupakan  bagian  komunikasi  interpersonal  yang  melibatkan  pertukaran  pesan baik secara verbal dan non verbal antara orang tua dan anak dalam menanamkan atau mengkultivasi anak terhadap nilai-nilai budaya orang tuanya. Tujuan penelitian ini adalah mengkategorisasi kultivasi nilai-nilai budaya Toraja orang tua dan anak melalui komunikasi keluarga. Tipe penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan mengkaji secara mendalam kultivasi nilai-nilai budaya Toraja. Hasil penelitian menemukan pola kultivasi pertama, orang tua dan anak aktif dan berpartisipasi dalam mempelajari nilai- nilai budaya Toraja. Kedua, orang tua yang aktif dan memiliki partisipasi yang tinggi dalam mengajarkan nilai-nilai budaya Toraja pada anak-anak mereka. Ketiga, anak yang lebih proaktif dan berpartisipasi dalam mempelajari nilai-nilai budaya Toraja, dari tetangga sesama Etnik Toraja, teman bermain, dan teman-teman di sekolah yang juga memiliki etnik sama.Kata kunci : Komunikasi Interpersonal, Komunikasi Keluarga, Kultivasi, Nilai Budaya TorajaAbstract : Family communication is part of interpersonal communication that involves the exchange of messages, both verbal and non-verbal between parents and children in instilling or cultivate the child to cultural values of their parents. The purpose of this study was categorizing cultivation cultural values Toraja parents and children through family communication. This type of research uses qualitative descriptive study to examine in depth the cultivation of cultural values Toraja. The study found a pattern of cultivation first, parents and children of active and participatory in learning cultural values Toraja. Second, parents are active and have a high participation in the teaching of cultural values Toraja on their children. Third, children are more proactive and participatory in learning cultural values Toraja, Toraja ethnic fellow neighbors, playmates and friends at school who also have the same ethnicity.Key words : Interpersonal Communication, Family Communication, Cultivation, Cultural Values Toraja
Kesedaran Patriotik Dalam Kalangan Belia Bandar Di Semenanjung Malaysia Sarjit S. Gill; Mohd Rahimi Ramli; Ahmad Tarmizi Talib
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Dewasa ini wujud pelbagai bentuk tindakan dan provokasi yang bertentangan dengan budaya dan nilai patriotisme dalam kalangan masyarakat Malaysia terutama golongan belia. Makalah ini memberi tumpuan mengenai kesedaran belia bandar terhadap nilai patriotisme. Masalah kurangnya kesedaran terhadap nilai patriotisme sudah tentu akan menggugat dan menghalang pemupukan nilai tersebut sebagai unsur pembentukan sebuah bangsa Malaysia yang bersatu padu. Seramai 500 orang belia yang menetap di kawasan bandar di Semenanjung Malaysia terlibat dalam kajian ini. Hasil kajian ini diperoleh melalui soal selidik yang dianalisis secara deskiptif. Keseluruhan pengukuran patriotisme ini berasaskan lima nilai patriotisme, iaitu nilai kesetiaan, kebanggaan, kekitaan, berdisiplin, serta berusaha dan produktif yang mendokong perasaan cintakan negara. Hasil kajian ini menunjukkan bahawa kesedaran belia terhadap nilai patriotisme adalah tinggi. Ketahanan nasional melalui kesedaran belia terhadap nilai patriotik mampu menjadi faktor perantara terhadap ikatan perpaduan masyarakat multi-etnik di Malaysia.Kata kunci : Nilai Patriotisme, Belia, Ketahanan NasionalAbstract : Lately there exist some various forms of action and provocation that contradicts with the culture and patriotism values among Malaysian especially youths. This article focuses on the awareness on patriotism values among the urban youth. The problem occurred such as lack of awareness onpatriotism values of course would threaten and prevent the value inculcation as the main formation element of Malaysian ethnic that is united. A total of 500 youths that reside in the urban areas in Peninsular Malaysia were involved in this study. This survey results achieved through questionnaire with descriptive analyses. Overall this patriotism measurement were based on the five patriotism values, namely loyalty value, pride, belonging, disciplined and strive and productive which support and feeling of love for the country. This survey results show that the awareness on patriotism value is high among the youths. The national resilience through awareness among youth on patriotic values could become an intermediary factor in bonding of unity in multi-ethnic community in Malaysia.Key words : Patriotism Value, Youth, National Resilience