cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 43 Documents
Karakteristik Gaya Kepemimpinan Biro Administrasi Universitas Hasanuddin Makassar Anwar Anwar
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gaya kepemimpinan Biro administrasi Universitas Hasanuddin. Manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran serta referensi bagi peneliti lainnya yang akan mengkaji pada bidang yang sama. Di samping itu pengaplikasian ilmu pengetahuan di bidang ilmu Administrasi, khususnya peningkatan Manajemen Sumber Daya Manusia serta dapat memperluas pemahaman tentang pentingnya gaya kepemimpinan terhadap peningkatan kinerja pegawai. Metode penelitian menghitung populasi dengan menggunakan rumus Sloving dalam Sugiyono 2007, pengambilan data dengan kuesioner, interview dan data sekunder. Pengolahan data dengan menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 gaya kepemimpinan pada Biro Administrasi Universitas Hasanuddin yaitu Direktif, Suportif, partisipatif dan Orientasi prestasi masih dikategorikan baik. Kata kunci : Gaya Kepemimpinan, Biro Administrasi, Universitas Hasanuddin Abstract : This study aims to determine the characteristics of leadership style Hasanuddin University Administration Bureau of the results of this study are expected to be the study materials and reference for other researchers who will study in the same plane. Besides that, the application of science in the field of administration, in particular the increase in Human Resource Management and can broaden the understanding of the importance of leadership style on performance improvement research employee. Calculate method the population using the formula Sugiyono sloving in 2007, to collect data by questionnaires, interviews and secondary data. Data using Likert Scale. The results showed that the three styles of leadership at Hasanuddin University Academic Bureau that directive, Support, participative and achievement orientation is still considered good. Key words : Leadership Style, Administration Bureau, Hasanuddin University
Pendekatan Konstruktif Asean – Myanmar : Sorotan Kajian Lepas Aini Fatihah Roslam; Nor Azizan Idris; Zarina Othman
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Myanmar (Burma) as a member of the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) became the centre of regional attention when the United States (US) and the European Union (EU) imposed economic sanctions on the country. Myanmar’s membership is said to be hampering image and credibility of ASEAN. In addition, the Rohingya’s human rights issue has also affected Myanmar’s relations with regional Islamic states. However, ASEAN accepts Myanmar’s membership hoping its political system will be more social oriented and more democratic. In this light, this article poses a question. Has ASEAN’s constructive approach successfully democratized Myanmar? ASEAN utilizes the constructive approach towards Myanmar rather than isolating it in order to pave way for Myanmar’s democratization. This study employs library research and secondary data from other sources. The literature review shows that even though Myanmar’s political system is yet to be fully democratized, ASEAN’s constructive approach has indeed brought Myanmar closer to be more democratic compared to its more socialist system earlier on. The election and the release of Aung San Suu Kyi, the chairperson of the National League for Democracy (NLD) and main opposition leader in Myanmar in 2010, are the indicators of this progress. It is with the hope that this literature review will contribute to the accumulation of knowledge in the field of democracy research, democratization, and the role of ASEAN in the discipline of International Relations. Key words : ASEAN, democracy, Myanmar, constructive approach, SPDCAbstrak : Keahlian Myanmar (Burma) dalam Persatuan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) pada tahun 1997 menjadi isu dalam hubungan serantau kerana Amerika Syarikat dan Kesatuan Eropah telah mengenakan sekatan ekonomi terhadapnya. Hal ini kerana, keahliannya menjejaskan kredibiliti dan imej ASEAN. Malah isu diskriminasi hak asasi kaum Rohingya di Myanmar turut memberi kesan terhadap hubungan antara Myanmar dengan negara Islam serantau. Namun, ASEAN menerima keahlian Myanmar dengan tujuan ianya akan dapat mensosialisasikan sistem politik negara tersebut ke arah yang lebih demokratik. Persoalannya, sejauh manakah pendekatan konstruktif ASEAN berjaya dalam usahanya menjadikan Myanmar sebuah negara demokrasi. ASEAN menggunapakai pendekatan konstruktif berhubung dengan kes Myanmar daripada meminggirkannya, kerana dengan ini memberi ruang pada Myanmar untuk lebih dekat dengan ’demokrasi’. Penyelidikan ini menggunakan kaedah kajian kepustakaan dan bersumberkan data sekunder. Sorotan kajian menunjukkan walaupun Myanmar masih belum menjadi negara yang mengamalkan sistem politik demokrasi, namun pendekatan konstruktif yang diambil oleh ASEAN berjaya membawa negara tersebut ke arah yang lebih ’demokratik’ berbanding sebelumnya yang bersifat sosialis. Pilihan Raya Kecil dan pembebasan Aung San Suu Kyi, Pengerusi Parti Liga Demokratik Kebangsaan (NLD) iaitu parti demokratik paling dominan di Myanmar pada tahun 2010, menunjukkan perubahan tersebut. Adalah diharapkan sorotan kajian ini dapat menyumbang ke arah pengumpulan khazanah ilmu terutamanya dalam bidang kajian demokrasi dan pendemokrasian serta kajian ASEAN dalam disiplin Hubungan Antarabangsa. Kata kunci : ASEAN, demokrasi, Myanmar, pendekatan konstruktif, SPDC
“Menuju Persahabatan” Melalui Komunikasi Antarpribadi Mahasiswa Beda Etnis (Studi Kasus Di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tadulako) Arianto Arianto
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Menuju persahabatan antar mahasiswa beda etnis atau suku FISIP Universitas Tadulako melalui komunikasi antarpribadi berlangsung melalui ragam etnis asli maupun etnis dari luar kota Palu Sulawesi Tengah, seperti, Etnis Kaili dan etnis Bugis/Makassar, etnik Kaili dan Jawa dan etnik Bugis dan Jawa. Permasalahannya adalah bagaimana tahapan menuju persahabatan mahasiswa beda etnis melalui komunikasi antarpribadi di  FISIP Universitas Tadulako. Tujuannya adalah untuk menguraikan tahapan menuju persahabatan mahasiswa beda etnis melalui komunikasi antarpribadi dan menerangkan proses menuju persahabatan beda etnis mahasiswa. Untuk menemukan jawaban permasalahan penelitian tersebut digunakan metode penelitian dengan pendekatan studi kasus selanjutnya data data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa Menuju persahabatan melalui komunikasi antarpribadi mahasiswa Fisip Universitas Tadulako adalah melalui tahapan orientasi. Tahap paling awal dari komunikasi antarpribadi yang terjadi pada tingkat pribadi masing-masing. Kemudian berlanjut tahap komunikasi antarpribadi  yang lebih “tanpa beban dan santai” di mana komunikasi sering kali berjalan spontan dan individu membuat keputusan yang cepat, sering kali dengan sedikit memberikan perhatian untuk hubungan secara keseluruhan. Tahap ini ditandai munculnya hubungan persahabatan yang dekat atau hubungan antara mahasiswa, sehingga komitmen yang lebih besar dan perasaan yang lebih nyaman terhadap pihak lainnya juga menjadi ciri tahap ini. Demikian pula, perkembangan menuju persahabatan melalui komunikasi antarpribadi mahasiswa beda etnis ditandai dengan ditandai dengan adanya perilaku saling kritik, karena penggunaan bahasa daerah masing- masing, atau kesalahan interpretasi makna bahasa komunikasi masing-masing pihak. Namun, belum berpotensi mampu mengancam kelangsungan hubungan yang sudah terbina.Kata kunci : Komunikasi Antarpribadi, Perbedaan Etnis dan PersahabatanAbstract : Towards friendship between students of different ethnic or tribal FISIP Tadulako through interpersonal communication takes place through a variety of ethnicities and ethnic groups from outside the city of Palu, Central Sulawesi, such as, Kaili Ethnic and ethnic Bugis/ Makassar, Kaili and Javanese ethnicity and ethnic Bugis and Javanese. The problem is how the different stages towards friendship ethnic students through interpersonal communication in FISIP Tadulako. The aim is to outline steps towards different ethnic student friendship through interpersonal communication and explain the process towards different ethnic friendship Students. To find answers to the problems of these studies used the method to study the data further case study approach data were collected through interviews and observations were analyzed using qualitative approach. The study found that Towards friendship through interpersonal communication Tadulako Fisip students is through the stages of orientation. The earliest stages of interpersonal communication that occurs on a personal level respectively. Then progressed stage of interpersonal communication is more “carefree and relaxed” where communication often goes spontaneously and individuals make decisions quickly, often with little attention to the overall relationship. This stage marked the emergence of a close friendship relationship or the relationship between students, so that greater commitment and feeling more comfortable on the other side also characterize this stage. Similarly, progress towards friendship through interpersonal communication between personal of students ethnic differences are marked with behavior characterized by mutual criticism, because the use of local languages each, or misinterpretation of the meaning of the language of communication of each party. However, there are potentially capable of threatening the continuity of the relationship already established.Key words : Interpersonal Communication, Ethnic Differences and Friendship
Strategi Program Studi Untuk Meningkatkan Brandawareness (Studi Pada Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Humaniora UIN Sunan Kalijaga) Diah Ajeng Purwani
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Brand awareness sangat berkaitan erat dengan bagaimana sebuah brand bisa bertahan di benak masyarakat. Dengan memperkuat brand diharapkan masyarakat sebagai salah satu stake holder akan memiliki brand awareness atau kesadaran merek terhadap perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini untuk menunjukkan bahwa bukan hanya perusahaan saja yang harus membentuk dan meningkatkan “brand awareness”, namun perguruan tinggi dimasa sekarang juga harus memikirkan hal ini sebagai bagian dari perbaikan pelayanan kepada masyarakat. Program studi dapat membentuk brand awareness yang dapat melekat kuat di benak masyarakat. Pembentukan brand awareness setiap program studi sangat ditentukan oleh target mahasiswanya, siapa kompetitornya, bagaimana agar prodi yang bersangkutan memiliki kredibilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan program studi serupa di kampus yang lain.Kata Kunci : strategi, program studi dan brandawarness Abstract : Brand awareness is related to the strength of the brand in memory. Brand awareness is reflected by consumers’ ability to identify various brand elements. This research explains that brands have become important drivers of growth for any university,department, good or service. A strong university brand makes people aware of what the university represents and about the different offerings of the university. The main reason consumers flock to some department in university and ignore others is that behind the brand stands an unspoken promise and value. It is necessary to decide who the target consumer is, who the main competitors are, how the brand is similar to these competitors and how the brand is different from these competitorsKey words : Strategy, Courses and Brandawarness
Dinamika Negara-Negara Teritori Asing Di Kawasan Pasifik Barat Daya Burhanuddin Burhanuddin
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Dinamika Negara-Negara Teritori Asing di Kawasan Pasifik Barat Daya, Tidak lagi menjadi rahasia umum bahwa hampir semua Negara teritori Asing  di kawasan pasifik barat  daya merupakan wilayah yang tanpa ke pemerintahan dan telah dikelola oleh Negara bekas koloni. Terdapat keuntungan dan kerugian yang diperoleh oleh Negara-negara yang sistem pemerintahannya diatur oleh Negara koloni misalnya segala bentuk dan jenis kebijakan yang diatur dan ditetapkan oleh Negara koloni tanpa harus mempertimbangkan atau mendengar aspirasi Negara-negara teritori. Kadangkala kebijakannya merugikan bahkan cenderung mengeksploitasi masyarakat di negara-negara teritori asing pasifik barat daya.  Permasalahan umum yang dihadapi oleh Negara-negara teritori adalah akses terhadap dunia luar yang sulit sebab wilayahnya terpencil dan akses informasi yang minim akibatnya kegiatan ekonomi lumayan sulit untuk terlaksana dengan baik. Pokok kajian dalam tulisan ini adalah terkait profil dan sejarah Negara-negara teritori Pasifik barat daya. (Kaledonia Baru atau New Caledonia, teritori dari Perancis dan masih dalam pengawasan Perancis. Tokelau, Kepulauan Pitcairn, American Samoa) Bagaimanakah peran Perancis di Negara New Caledonia, French Polynesia, Wallis and Futuna terkait keberadaan isu nuklir ?Bagaimanakah peran Amerika Serikat di Negara American Samoa, Guam, Hawaii, Mariana Utara? Selain masalah perekonomian, Jumlah penduduk yang berpendidikan rendah yang belum mampu membawa Negara-negaranya ke arah yang lebih baik. seringkali wilayah tersebut terkena badai maupun kenaikan permukaan air laut. Dan yang paling tragis adalah empat percobaan persenjataan nuklir.Kata kunci : Negara - Negara Teritori Pasifik barat daya.  Caledonia, Perancis. Tokelau, Kepulauan Pitcairn, American Samoa Perancis di Negara New Caledonia, French Polynesia, Wallis dan Futuna Amerika Serikat di Negara American Samoa, Guam, Hawaii, Mariana Utara.Abstract : The dynamics of the Territory of Foreign Countries in the Western Pacific Region Power, No longer a secret that almost all countries foreign territories in the Pacific southwest region is a region without governance and has been managed by the State of former colonies. There are advantages and disadvantages derived by States that system of government is regulated by the State Colony for example all forms and types of policies are governed and determined by the State colonies without having to consider or hear the aspirations of countries territories. Sometimes discretion harm even tends to exploit people in countries foreign territory pacific southwest. Common problems faced by the countries territory is access to the outside world is difficult because the area is remote and minimal access to information as a result of economic activity fairly difficult to be implemented properly. Principal study in this paper is related to the profile and history of the country southwest Pacific territory. (New Caledonia or New Caledonia, the territory of France and still in control of France. Tokelau Islands Pitcairn, American Samoa) what is the role of France in the State of New Caledonia, French Polynesia, Wallis and Futuna related to the existence of the nuclear issue? How is the role of the USA in the State American Samoa, Guam, Hawaii, and Northern Mariana? In addition to economic issues, Total population with low education who have not been able to bring States towards a better country. The region is often hit by hurricanes and rising sea levels. And the most tragic is the four experiments of nuclear weapons.Key words : Country - State Territory Pacific southwest. Caledonia, France. Tokelau, Pitcairn Islands, American Samoa France in the State of New Caledonia, French Polynesia, Wallis and Futuna United States in the State American Samoa, Guam, Hawaii, Mariana.
Conceptual Framework Of Decentralization Policy : A Case Of Local Government In Thailand Thuanthong Krutchon
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : This paper has three purposes. First, it aims to critically review the conceptual framework of decentralization policy of local government in Thailand. According to the scholars’ perspective, the term “local government” is viewed as a self-governance. Thus, this paper presents a brief concept of Thai local government context consisting of general form –PAO, Municipality, SAO and special form-BMA and City of Pattaya. Second, this paper discusses decentralization policy in Thailand. In doing so, five major taxonomies of authority have been portrayed on governance and thought, infrastructure, economic, commerce and finance, society and quality of life, and natural resources and environment. Moreover, Two case studies are reviewed to illustrate decentralization policy in Thai local government. Finally, this paper gives the suggestion for future direction of decentralization policy in Thailand. Keywords : Decentralization policy, Authority, Thai Local GovernmentAbstrak : Makalah ini memiliki tiga tujuan. Pertama, bertujuan untuk meninjau secara kritis kerangka kebijakan konseptual desentralisasi pemerintah daerah di Thailand. Menurut perspektif para cendekiawan, istilah “pemerintah daerah” dipandang sebagai pemerintahan mandiri. Dengan demikian, makalah ini menyajikan konsep singkat Thailand dengan konteks pemerintah daerah yang terdiri dari bentuk umum -PAO, Municipality, SAO dan khusus bentuk BMA dan Kota Pattaya. Kedua, tulisan ini membahas kebijakan desentralisasi di Thailand. Dengan demikian, lima taksonomi utama otoritas telah digambarkan di pemerintahan dan pikiran, infrastruktur, ekonomi, perdagangan dan keuangan, masyarakat dan kualitas hidup, dan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Selain itu, dua studi kasus Ulasan untuk menggambarkan kebijakan desentralisasi di pemerintah daerah Thailand. Akhirnya, tulisan ini memberikan saran untuk arah masa depan kebijakan desentralisasi di Thailand. Kata kunci : kebijakan Desentralisasi, Kewenangan, Pemerintah Daerah Thailand
Membangun Kembali Perdamaian : Rekonsiliasi Konflik Komunal Berbasis Trust Sakaria Anwar
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Kelangsungan perdamaian pasca konflik komunal di tanah air belum berlangsung maksimal oleh karena rekonsiliasi masyarakat mengalami kegagalan yang menyebabkan terjadinya krisis kepercayan. Karena itu, masyarakat membutuhkan trust sebagai modal sosial utama yang mesti dibangun kembali untuk membantu rekonsiliasi pasca konflik komunal. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan kegagalan resolusi dan krisis kepercayaan serta menjelaskan upaya membangun kembali perdamaian berbasis trust. Metode penulisan yang digunakan adalah analisis kepustakaan. Hasil analisis menemukan bahwa kegagalan rekonsiliasi konflik komunal berimbas pada terjadinya segregasi sosial yang berpeluang membentuk kembali sentimen in-group dan out-group, memudarnya masyarakat corak familistik yang tergantikan corak individual, serta tumbuhnya stigma dan prasangka sosial, sehingga berpotensi menumbuhkan kembali kantong- kantong potensi konflik baru. Sedangkan dalam membangun kembali perdamaian berbasis trust, di mulai dari menanamkan kembali sikap trust antar masyarakat dalam kelangsungan perdamaian. Disimpulkan bahwa masyarakat yang pernah dilanda konflik komunal seyogyanya masih membutuhkan proses perdamaian jangka panjang yang berbasis trust. Disarankan penting untuk rekonstruksi modal sosial trust pasca konflik sehingga program pembangunan sosial pasca konflik berjalan maksimal. Kata kunci : Perdamaian, Rekonsliliasi Abstract : Continuity of post-conflict peace communal land air yet lasted maximum posted because reconciliation ‘what people experience failure causes trust crisis. Therefore, ‘require public trust as social capital built back main what must for assist post-conflict reconciliation communal. Husband article aims for explain failure resolution and crisis as well as describing trust rebuilding peace efforts based confidence. The writing method used is the analysis of literature. The analysis finds that the failure reconciliation communal conflicts on the impact of social segregation the opportunity to form back sentiment in-group and out-group, waning ‘style community familystik the replaceable individual style, as well as the growth of social stigma and prejudice, so that potential foster back pockets the potential for new conflict. While hearts rebuilding peace based confidence, at start of instilling back attitude trust between ‘society hearts continuity of peace. Concluded that ‘conflict affected communities should communal peace process still needs-based long term trust. Important advised to reconstruction of social capital trust program so that post- conflict social development of post conflict maximum running. Key words : Peace, Reconciliation, Trust
KODE ETIK APARATUR SIPIL NEGARA Juanda Nawawi
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 5 No. 1, June 2019
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This paper aims to describe the results of community service collaboration with reseacrh institutions and comunity service and staffing agencies and the development of the human resources of the Wajo district goverment regarding the code of ethics of the state civil apparaturs. The code of ethics of the state civil apparaturs is a guideline of attitudes, behavior and deeds in carrying out their duties and in their daily life. The code of ethics can be seen from several dimensions namely professionalism ethics, enforcement of the code of ethics, violation of the code of ethics, and sanctions violating the code of ethics. Keywords: Code of ethics, state civil apparaturs, community service collaboration  Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan hasil pengabdian masyarakat kerjasama lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat dan badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo tentang kode etik Aparatur Sipil Negara. Kode etik Aparatur Sipil Negara adalah pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan didalam melaksanakan tugasnya serta dalam pergaulan hidup sehari-hari. Kode etik dapat dilihat dari beberapa dimensi yaitu etika profesionalisme, penegakan kode etik, pelanggaran kode etik, dan sanksi pelanggaran kode etik. Keywords: Kode etik, aparatur sipil negara, pengabdian masyarakat
EKSPLOITASI PEKERJA ANAK: KAJIAN TERHADAP PEKERJA ANAK DI PERUMAHAN BTP KOTA MAKASSAR Dessy Septiani Lubis; Hasbi Hasbi
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 4 Issue 1, June 2018
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Mengetahui bentuk eksploitasi pada pekerja anak diiPerumahan BTP Kota Makassar, (2) Mengetahui peran keluarga yang menjadi aktor utama dalam tindakanekonomi sehingga anak harus bekerja di Perumahan BTP Kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan dikawasan jalan raya perumahan BTP (Bumi Tamalanrea Permai) Kota Makassar. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan teknik purposivesampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 orang pekerja anak yang didata selama tiga bulandengan jenis pekerjaan yang berbeda-beda dan dengan kisaran usia 9-14 tahun. Jenis pekerjaannya yaitupemulung, penjual makanan ringan dan penjual tisu. Hasil menunjukkan bahwa anak bekerja 8 (delapan) jamper hari dari waktu sore hingga malam hari. Alasan utama yang membuat anak bekerja karena masalahkemiskinan keluarga, anak harus turut serta dalam membantu pendapatan keluarga sehingga rentan mengalamitindakan ekspoitasi.
HYBRID NON-GOVERNMENTAL ORGANIZATIONS (NGOS): STUDY OF THE MANGROVE FOREST REHABILITATION PROGRAM IN INDONESIA BY THE BLUE FOREST Aswin Baharuddin
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 5 Number 2, Dec 2019
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the strategies and implications of implementing a mangrove forest rehabilitationprogram carried out by a Non-Government Organization, namely Blue Forest. To analyze the problems in thisstudy Green Perspectives and Hybrid NGOs are used. This research was conducted in 2017 and took locations inMakassar and Takalar. This study uses a qualitative approach and data collected through interviews, literaturestudies and document review. This research found that in realizing its objectives, Blue Forest combines policyadvocacy and direct action to rehabilitate mangrove forests with the community