cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 43 Documents
Historical and Cultural Factors in Indonesian Civil-Military Relations Burhanuddin, Agussalim
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Perdebatan teoretis dalam bidang hubungan sipil-militer telah didominasi oleh teori pemisahan yang mengakui perbedaan antara lembaga sipil dan militer, dan interaksi antara mereka harus dipertahankan sebagai dalam bentuk yang sipil memegang kontrol atas militer. Namun, Rebecca Schiff mengusulkan teori konkordansi sebagai alternatif yang menunjukkan suatu bentuk integrasi antara militer dan masyarakat.  Teori   konkordansi   digunakan   sebagai   model   analisis   untuk   mengatasi   faktor-faktor sejarah  dan  budaya  dalam  hubungan  sipil-militer  Indonesia. Penelitian ini  menggunakan  empat aspek  konkordansi  sebagai  instrumen  untuk  mengukur  apa  tingkat  kesepakatan  dapat  dicapai  antara militer, elit politik, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun faktor sejarah dan budaya telah memainkan peran penting dalam membentuk hubungan sipil-militer di Indonesia, mereka gagal  untuk  membangun  hubungan  sipil-militer  baik  yang  didasarkan  pada  gagasan  supremasi  sipil. Kata kunci: teori konkordansi, hubungan sipil-militer, faktor sejarah dan budaya, supremasi sipil.Kata kunci : Teori konkordansi, hubungan sipil-militer, faktor sejarah dan budaya, supremasi sipil.Abstract : The theoretical debate in area of civil-military relations has been dominated by separation theories which recognize the distinction between civilian and military institutions, and the interaction between them should be maintained as in a form that civilian holds control over the military. However, Rebecca Schiff proposes the concordance theory as an alternative that suggests a form of integration between the military and society. This theory of concordance is used as a model of analysis for addressing historical and cultural factors in Indonesian civil-military relations. The study uses the four aspects of concordance as instruments to measure on what level of agreement can be achieved among the military, political elites, and society. The result shows that although historical and cultural factors have played important roles in shaping civil-military relations in Indonesia, they fail to build good civil-military relations which is based on the idea of civilian supremacy.Key words : The  concordance  theory,  civil-military  relations, historical  and  cultural  factors, civilian supremacy.
Konstruksi Sosial Masyarakat Terhadap Waria Arfanda, Firman; Anwar, Sakaria
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Waria adalah kaum marjinal yang mendapat tekanan secara struktur dan kultur. Waria sering dikucilkan bahkan mendapat perlakuan diskriminatif. Melakukan kajian tentang sikap masyarakat terhadap waria menjadi sangat penting melihat fenomena ini. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai sikap masyarakat terhadap waria dilihat dari aspek pengetahuan, perasaan, dan sikap terhadap waria menurut kecenderungan perilaku dan harapan-harapan masyarakat. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan studi wacana yang bertujuan untuk menggambarkan, meringkaskan berbagai sikap masyarakat terhadap waria. Hasil analisis menunjukkan bahwa dominan masyarakat tidak mengetahui tentang apa dan bagaimana waria itu. Selanjutnya dominan masyarkat merasa bahwa nilai yang dianutnya bertentangan dengan keberdaan waria di tengah-tengah masyarakat. Dan yang kebih ekstrim adalah bahwa masyarakat cenderung menjauhi waria kecuali jika memiliki kepentingan yang terkait dengan keberadaan dari seorang waria tersebut. Hal yang demikian itulah yang kemudian mengkonstruksi pemikiran masyarakat mengenai waria yang lebih cenderung memberi label negatif terhadap kaum waria. Kata Kunci : Waria, Sikap, Konstruksi Sosial dan Masyarakat Abstract : Transvestites are marginalized, under pressure in the structure and culture. Transvestites are often ostracized even got a discriminatory treatment. Conduct a study on public attitudes towards transgender becomes very important seeing this phenomenon. This study aimed to get a picture of public attitudes towards transgender seen from the aspect of knowledge, feelings, and attitudes towards transsexuals according to the tendency of behavior and expectations of society. The writing is descriptive method with the study of discourse that aims to describe, summarize the various attitudes towards transsexuals. The analysis showed that the dominant society does not know about what and how transvestites. Furthermore, the dominant community feel that contrary to the values espoused keberdaan transvestites in the midst of society. And the kebih extreme is that people tend to stay away from transvestites unless it has the benefit associated with the presence of a transvestite. It is thus that are then construct thinking about transsexual people are more likely to give a negative label to transgender. Key words : Transvestite, Attitude, Social Konstruction and Society
Kebijakan Dan Prinsip Prinsip Kenegaraan Nabi Muhammad Saw Di Madinah (622-632 M) (Tinjauan Perspektif Pemikiran Politik Islam) Syam, M. Basir
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Karya ilmiah ini merupakan suatu studi pemikiran politik Islam. Pendekatan yang digunakan adalah studi naskah terhadap Al Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad serta fakta historis yang telah ditulis oleh para ahli sejarah baik dari kalangan muslim maupun penulis Barat non muslim. Obyek kajiannya adalah peran Nabi Muhammad SAW sebagai kepala negara di Madinah pada tahun 622-632 M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW bukan monarki absolut sebagaimana yang berkembang di dunia sepanjang sejarah manusia, melainkan negara republik. Hal ini terbukti bahwa selain memimpin warga negara yang heterogen agama dan etnis, beliau menjalankan pemerintahan yang bersifat demokratis dengan indikator musyawarah atau konsultasi yang terbuka, persamaan kedudukan warga negara, keadilan sosial yang merata tanpa diskriminasi, penghargaan terhadap kemerdekaan (HAM) dalam beragama, hidup, berpikir, hak milik dan jaminan sosial. Yang sangat menarik bahwa kekuasaan atau kepemimpinan harus dipertanggung jawabkan secara publik selain kepada Allah SWT. Kata kunci : Prinsip, Kenegaraan, Nabi Muhammad SAW. Abstract : This scientific work is a study of Islamic Political Thought. The approach used is the study of the Koran texts and tradition of the Prophet Muhammad as well as the historical facts that have been written by the historians of the Muslim and non-Muslim western writer. The object of study is the role of the Prophet Muhammad as head of state in Medina in AD 622-632. The results showed that the country that was built by the Prophet Muhammad is not the absolute monarchy as that developed in the world throughout human history, but the republic. It is evident that in addition to leading citizens heterogeneous religion and ethnicity, he was running a democratic government with indicator open deliberation or consultation, equality of citizens, social justice is equally without discrimination, respect for independence (HAM) in religion, life, thought, property rights and sosial security. Very interesting that power or leadership must be accountable to the public in addition to Allah.Key words : Principle, the State, the Prophet Muhammad.
Migrasi Dan Keselamatan Insan: Kajian Kes Pemerdagangan Kanak-Kanak Di Thailand Misran, Firdaus; Othman, Zarina
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Non-military threats appear to have dominated the world’s political agenda, mainly consisting of human trafficking, drug trafficking, foreign migrants smuggling and others. Today, the human trafficking issue has turned into the exploitative form such as commercial sex, especially with regards to victimizing children. This phenomenon has extended to almost every corner in the world. This study is carried out in order to comprehend the development and growth of sex industries exploiting children in Thailand, which pose a threat to Thailand’s human security apparatus. Child sex exploitation in Thailand is associated with the presence of organized crime groups, which pose a threat to personal security, community security, and health security within the human security segments, thus threatening human security as a whole. This study has three main objectives, first; to identify the factors that facilitate the sex industry in Thailand, particularly those stemmed within Thailand’s communities and the South East Asian region in general. Second, to identify the role of organized crime groups luring children into sex industries which also pose a threat to Thailand’s human security. Third, to comprehensively analyse the human security threat in the personal, community and health dimensions, initiated by the booming child sex industries in Thailand. The study employs primary data collection methods such as interviews with Thai people, who once lived in the locations where sexual exploitation of children were held, an interview with the government official who’s in charge of the Malaysia-Thailand border surveillance activities, and also the method of observation which is a field work visit to Thailand’s sex destination ‘hot spot’. Secondary data was collected from a range of selected printed document and research publications such as books, journals and PhD theses. The result shows that organized crime groups are taking advantage of the social and economic pressure among Thai people. As a strategy these groups attract their interest and offer them a benefit, facilitating the growth of the commercial sex industry in Thailand. The phenomenon of Child Sex in Thailand is threatening human security in terms of personal, community and health security. Children are victims of exploitation, sexual violence and infectious diseases such as STI, STD, HIV and AIDS.Key words : child sex exploitation, human security, national security, organized crimes group, human trafficking.Abstrak : Ancaman bukan ketenteraan dilihat semakin mendominasi agenda politik dunia antaranya termasuklah isu pemerdaganggan orang, pengedaran dadah, penyeludupan migran asing dan sebaginya. Isu pemerdaganggan orang pada hari ini dilihat daripada sudut eksploitasi seperti seks komersial, terutamanya yang berlaku di kalangan kanak-kanak di mana merupakan suatu fenomena global yang wujud hampir di setiap negara di seluruh dunia. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimanakah industri seks yang mengeksploitasi kanak-kanak di Thailand berkembang dan mengancam keselamatan insan di negara tersebut. Eksploitasi seks kanak-kanak di Thailand melibatkan kumpulan jenayah terancang dan ini mengancam keselamatan personal, komuniti dan kesihatan justeru ianya mengancam keselamatan insan. Tiga objektif utama kajian ini adalah untuk mengenalpasti faktor-faktor yang menyebabkan industri seks kanak-kanak tumbuh berkembang dalam komuniti masyarakat terutamanya negara Thai dan umumnya dirantau Asia Tenggara. Kedua, untuk mengenalpasti peranan sindiket jenayah terancang dalam mempengaruhi keselamatan insan yang wujud disebabkan oleh industri eksploitasi seks kanak-kanak di negara Thai. Ketiga, untuk menganalisa ancaman keselamatan insan dalam aspek personal, komuniti dan kesihatan yang dibawa oleh industri seks komersial kanak-kanak di negara Thailand. Kajian ini menggunakan kaedah pengumpulan data primer iaitu temubual bersama masyarakat Thai yang pernah tinggal lokasi-lokasi eksploitasi seks komersial kanak-kanak berlangsung, temubual pegawai kerajaan yang menjaga sempadan negara Malaysia- Thailand dan juga kaedah pemerhatian ‘lokasi panas’ di Thailand. Selain itu pengumpulan data sekunder turut dilakukan melalui dokumen dan penyelidikan bercetak terpilih seperti penerbitan bahan buku-buku berkaitan, jurnal dan tesis Ph.D. Dapatan kajian mendapati sindiket jenayah terancang mengambil kesempatan diatas tekanan ekonomi dan sosial yang berlaku dikalangan masyarakat Thai sebagai strategi untuk mereka mendapatkan keuntungan dan menjadi nadi penting kepada pertumbuhan industri seks komersial di Thailand. Eksploitasi seks komersial kanak-kanak di Thailand adalah merupakan suatu fenomena yang mengancam keselamatan insan dari sudut personal, komuniti dan kesihatan, Kanak-kanak merupakan mangsa eksploitasi yang dilihat menjadi mangsa kepada kekejaman seksual serta ancaman penyakit berjangkit seperti STI, STD, HIV dan AIDS. Kata kunci : eksploitasi seks kanak-kanak, keselamatan insan, keselamatan negara, kumpulan jenayah terancang, pemerdagangan orang.
Kultivasi Nilai-Nilai Budaya Toraja Orang Tua Dan Anak Melalui Komunikasi Keluarga Di Kota Makassar “Cultivation Cultural Values Toraja Parents And Children Through Family Communication In Makassar City” Bahfiarti, Tuti
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Komunikasi  keluarga  merupakan  bagian  komunikasi  interpersonal  yang  melibatkan  pertukaran  pesan baik secara verbal dan non verbal antara orang tua dan anak dalam menanamkan atau mengkultivasi anak terhadap nilai-nilai budaya orang tuanya. Tujuan penelitian ini adalah mengkategorisasi kultivasi nilai-nilai budaya Toraja orang tua dan anak melalui komunikasi keluarga. Tipe penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan mengkaji secara mendalam kultivasi nilai-nilai budaya Toraja. Hasil penelitian menemukan pola kultivasi pertama, orang tua dan anak aktif dan berpartisipasi dalam mempelajari nilai- nilai budaya Toraja. Kedua, orang tua yang aktif dan memiliki partisipasi yang tinggi dalam mengajarkan nilai-nilai budaya Toraja pada anak-anak mereka. Ketiga, anak yang lebih proaktif dan berpartisipasi dalam mempelajari nilai-nilai budaya Toraja, dari tetangga sesama Etnik Toraja, teman bermain, dan teman-teman di sekolah yang juga memiliki etnik sama.Kata kunci : Komunikasi Interpersonal, Komunikasi Keluarga, Kultivasi, Nilai Budaya TorajaAbstract : Family communication is part of interpersonal communication that involves the exchange of messages, both verbal and non-verbal between parents and children in instilling or cultivate the child to cultural values of their parents. The purpose of this study was categorizing cultivation cultural values Toraja parents and children through family communication. This type of research uses qualitative descriptive study to examine in depth the cultivation of cultural values Toraja. The study found a pattern of cultivation first, parents and children of active and participatory in learning cultural values Toraja. Second, parents are active and have a high participation in the teaching of cultural values Toraja on their children. Third, children are more proactive and participatory in learning cultural values Toraja, Toraja ethnic fellow neighbors, playmates and friends at school who also have the same ethnicity.Key words : Interpersonal Communication, Family Communication, Cultivation, Cultural Values Toraja
Kesedaran Patriotik Dalam Kalangan Belia Bandar Di Semenanjung Malaysia Gill, Sarjit S.; Ramli, Mohd Rahimi; Talib, Ahmad Tarmizi
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Dewasa ini wujud pelbagai bentuk tindakan dan provokasi yang bertentangan dengan budaya dan nilai patriotisme dalam kalangan masyarakat Malaysia terutama golongan belia. Makalah ini memberi tumpuan mengenai kesedaran belia bandar terhadap nilai patriotisme. Masalah kurangnya kesedaran terhadap nilai patriotisme sudah tentu akan menggugat dan menghalang pemupukan nilai tersebut sebagai unsur pembentukan sebuah bangsa Malaysia yang bersatu padu. Seramai 500 orang belia yang menetap di kawasan bandar di Semenanjung Malaysia terlibat dalam kajian ini. Hasil kajian ini diperoleh melalui soal selidik yang dianalisis secara deskiptif. Keseluruhan pengukuran patriotisme ini berasaskan lima nilai patriotisme, iaitu nilai kesetiaan, kebanggaan, kekitaan, berdisiplin, serta berusaha dan produktif yang mendokong perasaan cintakan negara. Hasil kajian ini menunjukkan bahawa kesedaran belia terhadap nilai patriotisme adalah tinggi. Ketahanan nasional melalui kesedaran belia terhadap nilai patriotik mampu menjadi faktor perantara terhadap ikatan perpaduan masyarakat multi-etnik di Malaysia.Kata kunci : Nilai Patriotisme, Belia, Ketahanan NasionalAbstract : Lately there exist some various forms of action and provocation that contradicts with the culture and patriotism values among Malaysian especially youths. This article focuses on the awareness on patriotism values among the urban youth. The problem occurred such as lack of awareness onpatriotism values of course would threaten and prevent the value inculcation as the main formation element of Malaysian ethnic that is united. A total of 500 youths that reside in the urban areas in Peninsular Malaysia were involved in this study. This survey results achieved through questionnaire with descriptive analyses. Overall this patriotism measurement were based on the five patriotism values, namely loyalty value, pride, belonging, disciplined and strive and productive which support and feeling of love for the country. This survey results show that the awareness on patriotism value is high among the youths. The national resilience through awareness among youth on patriotic values could become an intermediary factor in bonding of unity in multi-ethnic community in Malaysia.Key words : Patriotism Value, Youth, National Resilience
Kebangkitan Politik Identitas Islam Pada Arena Pemilihan Gubernur Jakarta Endang Sari
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 2 Number 2, Dec 2016
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTulisan ini, membahas kebangkitan politik identitas Islam pada arena pemilihan gubernur Jakarta. Perspektif konstruktivisme yang digunakan oleh peneliti adalah pandangan Pierre Van Den Bergh (1991) yang berpendapat bahwa politik identitas baik etnik maupun agama sengaja dikonstruksi oleh elit politik untuk mendapatkan kuasa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Fenomenologi dengan memakai pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebangkitan politik identitas Islam terjadi melalui upaya pembangunan citra diri dan menegakkan harga diri sebagai Muslim yang terhina sehingga sesama Muslim harus memilih mereka yang seagama dan seiman. Kondisi ini dihadirkan untuk membangun psikologis sebagai mayoritas yang terluka sekaligus ruang untuk membangun batas kuasa mayoritas kepada mereka yang dipandang minoritas demi mempertahankan demarkasi kekuasaan dan kepentingan elit politik dengan mengatasnamakan agama  
Penguatan Nilai-Nilai Hibua Lamo Pada Masyarakat Kabupaten Halmahera Sosiawaty Sosiawaty; Muhammad Kausar Bailusy; Gustiana Anwar Kambo
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 3 Number 2, Dec 2017
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menggambarkan dan menganalisis upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk menghadirkan kembali nilai-nilai Hibua Lamo dalam proses politik di Halmahera Utara dan (2) menggambarkan dan menganalisis  internalisasi masyarakat dalam memahami nilai-nilai Hibua Lamo yang dihadirkan kembali  oleh tokoh masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat upaya-upaya menghadirkan kembali nilai-nilai Hibua Lamo dengan merevitalisasi nilai-nilai tersebut yang dilakukan oleh elit dan tokoh masyarakat. Upaya-upaya tersebut dilatarbelakangi keresahan melihat dampak kehancuran yang disebabkan oleh konflik horisontal yang terjadi pada tahun 1999.  Upaya merevitalisasi nilai-nilai Hibua Lamo tersebut dengan melalui  kekuatan konstruksi sosial yang menciptakan realitas sosial yang memiliki tujuan dan motivasi yang dalam aspek politik dapat dimaknai dalam rangka memperoleh legitimasi untuk meraih kekuasaan  melalui hegemoni produksi wacana nilai-nilai kebudayaan (Hibua Lamo).
Kekuatan Partai Golkar di Toraja Utara Gustiana A. Kambo
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 2 Number 2, Dec 2016
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tulisan ini menggambarkan kekuatan yang dimiliki oleh partai politik golongan karya dalam melakukan proses kelembagaannya, terutama dalam kekuatan politik yang bersumber dari mekanisme internal dan eksternal. Dengan menggunakan metode dan tradisi fenomenologis yang berasumsi pada pemaknaan subjektif berdasarkan pengamatan nyata terhadap tatanan sosial politik. Hasil penelitian menujukkan adanya transformasi pemahaman masyarakat terutama pada partai politik ketika partai menunjukkan kemampuan dalam mengelola institusi secara optimal dengan mengakar pada kepentingan konstituennya.
Strategi Komunikasi Penyuluhan Program KB Vasektomi untuk Masyarakat Miskin Perkotaan di Makassar Irvan Roberto; Tahir Kasnawi; Andi Alimuddin Unde
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 2 Number 2, Dec 2016
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di kota Makassar, kesertaan pria dalam Program KB vasektomi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan angka yang cenderung menurun dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi komunikasi penyuluhan program KB vasektomi bagi masyarakat miskin perkotaan di Makassar dan bentuk penerimaan oleh masyarakat miskin perkotaan terhadap penyuluhan program KB vasektomi tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, studi kepustakaan, dan wawancara dengan 16 orang informan (8 orang informan internal, yakni Kepala Badan KB Kota Makassar, Kabid Penggerakan Masyarakat, Kepala UPT KB Kecamatan Tamalate, serta 5 orang penyuluh KB dan 8 orang informan eksternal yang terdiri atas para keluarga/suami yang ada di wilayah kecamatan tamalate yang terkategori miskin dan tokoh agama serta tokoh masyarakat di wilayah tersebut). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Badan KB Kota Makassar telah melaksanakan beberapa langkah dalam merumuskan strategi komunikasi penyuluhan program KB vasektomi, mulai dengan menentukan tujuan pesan komunikasi, mengenal khalayak/sasaran, menentukan komunikator, menyususn pesan, memilih saluran komunikasi, serta melakukan monitoring dan evaluasi. Hasil lain menunjukkan bahwa penerimaan masyarakat/keluarga miskin perkotaan di Makassar terhadap program KB vasektomi berbeda-beda satu sama lain. Adapun faktor yang memengaruhi penerimaan vasektomi sebagai metode kontrasepsi pria, yakni sumber pesan, jumlah anak, dorongan istri, kondisi ekonomi keluarga, dan kesadaran diri. Sementara faktor yang memengaruhi penolakan masyarakat/keluarga miskin perkotaan terhadap program KB vasektomi meliputi kurangnya pemahaman/pengetahuan, persepsi yang keliru terhadap program KB vasektomi, sikap istri yang melarang suami, dan kepercayaan/agama yang dianut. strategi komunikasi penyuluhan program KB vasektomi oleh Badan KB kota Makassar untuk masyarakat miskin perkotaan di Kecamatan Tamalate telah dilaksanakan dengan perencanaan komunikasi yang cukup baik mengingat hal tersebut dilakukan dengan memperhatikan elemen-elemen penting dari sebuah strategi komunikasi.