cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 2088411     EISSN : 25282891     DOI : https://doi.org/10.31947
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 481 Documents
DISTRIBUSI FILM DALAM DISKURSUS MEDIA DI INDONESIA Irwanto Irwanto
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v8i2.6349

Abstract

  ABSTRACTThe research aimed to comprehend and describe: the discourse construction process concerning the film distribution, the film position in the state position, and what strength and interest affecting the discourse concerning the film distribution in Indonesia. The researched the Fairclough’s Critical Discourse Analysis method to disclose the main problem in discursive practice. The media have facilitated the debate forum among the government, regulators, and film-makers about these issues. In the discourse production of the film distribution, the media continuously criticize the film monopoly distribution. Although filmmakers have the same opinion to encourage the issuance of the film regulation, the media take the exhibitor’s side to facilitate more locations for the other investors to develop more cinemas. Based on the analysis, Gramedia group, in this case, KOMPAS, actually spreads the discourse as their strategy to obtain more opportunities in the frame of developing their new business in the film distribution. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk, memahami dan mendeskripsikan proses konstruksi diskursus mengenai distribusi film di Indonesia, posisi perfilman dalam sistem kenegaraan di Indonesia, dan kepentingan apa yang berpengaruh Penelitian ini menggunakan metode Critical Discourse Analysis Fairclough untuk membongkar masalah utama dalam praktik diskursif. Media telah memfasilitasi forum debat antara pemerintah, regulator, dan film-makers mengenai isu-isu tersebut. Dalam produksi diskursus distribusi film, media terus-menerus mengkritik monopoli distribusi film di Indonesia. Meski pembuat film memiliki pendapat yang sama untuk mendorong penerbitan peraturan film tersebut, media tersebut mengambil sisi eksibitor untuk memfasilitasi lebih banyak tempat bagi investor lain untuk membangun lebih banyak bioskop di Indonesia. Berdasarkan analisisnya, Gramedia Group, dalam hal ini KOMPAS, sebenarnya menyebarkan diskursus mengenai perfilman sebagai strategi mereka untuk mendapatkan lebih banyak kesempatan dalam rangka membangun bisnis baru mereka dalam distribusi film.
PEMANFAATAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN MAHASISWA DI UNIVERSITAS PATTIMURA, AMBON Pahrul Idham Kaliky
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i1.354

Abstract

Abstrak Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis penggunaan media internet dalam proses pembelajaran di kalangan mahasiswa Universitas Pattimura di kota Ambon. Studi ini diawali dengan asumsi bahwa pemakaian internet dalam proses pembelajaran pada amahasiswa di Universitas Pattimura Ambon belum dimanfaatkan secara penuh. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman tentang manfaat internet dalam pembelajaran dibandingkan dengan metode lainnya untuk keperluan bisnis dan industri. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan populasi mahasiswa 1000 orang dan sampel sebanyak 91 orang. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan internet dalam proses pembelajaran di kalangan mahasiswa Universitas Pattimura: (1) belum digunakan secara formal, dan hanya digunakan secara informal. Mahasiswa menggunakan internet untuk membantu menyelesaikan tuigas-tugas yang dibebankan kepada mereka, (2) Hambatan yang dialami oleh mahasiswa dan dosen dalam memanfaatkan internet adalah fasilitas yang disediakan belum memadai, diantaranya hardware and software. Hal ini disebabkan oleh karena kurangnya perhatian serta kebijakan dari pimpinan Universitas Pattimura yang bersentuhan dengan teknologi informasiAbstract This research aims to analyze the using of communication internet in the instruction process at Pattimura University students Ambon City. This study is carried out based on the assumption that, in general, the using internet in instruction process at Pattimura University Students has not been totally utilized. This is caused by the lack of understanding of its advantages compared to other methods in regard to the need of business and industry. The type of research is descriptive qualitative. The population of this research are 1000 students. And the number of sample are 91 student. The Result of research indicated that the execution of internet communication online used in the the instruction process at Pattimura University students The study found that; (1) the using of communication internet in the instruction process at Pattimura University students Ambon City are not formal situation but informal. The student usually using internet to find out information about assignment. (2) The resistance in its implementation, due to lack of attention and support of all existing personal. Resistance of it because affected by technology choice which less precisely or old fashion have and implementation which is less strategic. Failure for examples: when conducting transaction emerge by the message 'stop-object reference note set the to an instance of an object’. 
PESAN-PESAN TWITTER DILIHAT DARI PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK NO.11 TAHUN 2008 DI KOTA MAKASSAR Fajar Yunus
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.2 April - Juni 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v3i2.576

Abstract

Abstract Twitter is one of the social media that is being widely used in public nowadays. The aims of the study are to describe and to analysis (1) Twitter Messages from Perspectives of Information and Electronic Transaction Constitution No.11, 2008 in Makassar City, (2) factors affecting legal consequences of tweet content being viewed from Perspectives of Information and Electronic Transaction Constitution No.11, 2008 in Makassar City. The object of the study is the virtual media (online and social media). this study is focusing on the research on virtual world, internet. twitter as the social media is the main focus on this research.other methods were literature searching and interview with competent informers. The results of the research indicated that although the socialization of this law had started in Makassar City since 2009, Makassar public had not been aware of the information and electronic transaction law. in reality, the public still does not care of the violation of the law.Abstrak Twitter merupakan salah satu social media yang sedang naik daun di kalangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis (1) Pesan-Pesan Twitter Dilihat dari Perspektif Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik No.11 Tahun 2008 di Kota Makassar, (2) faktor-faktor apa yang mempengaruhi Pesan-Pesan Twitter Dilihat dari Perspektif Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik No.11 Tahun 2008 di Kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji media virtual dalam hal ini media online .Berbeda dengan penelitian yang berorientasi pada ruang dan tempat penelitian secara langsung, penelitian ini lebih menitikberatkan fokus kajiannya pada dunia virtual melalui sarana internet yaitu jejaring sosial Twitter dan melakukan penelusuran kepustakaan serta wawancara narasumber yang memiliki kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun sosialisasi terhadap undang-undang ini sudah mulai disosialisaikan kepada masyarakat Kota Makassar sejak tahun 2009, masyarakat Kota Makassar belum betul-betul aware dengan Undang-Undang ITE ini, masyarakat masih melakukan pembiaran terhadap pelanggaran-pelanggaran undang-undang tersebut. 
MAKNA TAYANGAN INDONESIA LAWYERS CLUB DI TVONE (WACANA KRITIS MENGENAI KETERLIBATAN ANAS URBANINGRUM DALAM KORUPSI HAMBALANG) Mayasari Mayasari; Andi Alimuddin Unde; Muhammad Iqbal Sultan
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i1.612

Abstract

Abstract Development of the mass media have impact in the history of human life. The Study aims to determine the representation of the discourse on Anas Urbaningrum shown through the texts that are present in the interaction process during Indonesia Lawyers Club program lasted six episodes that discuss topics related to corruption cases involving Anas Urbaningrum.This study used a qualitative research approach. Qualitative Methods in Critical Discourse Analysis of Social Cognition models used to analyze representations of discourse and text about the production process in the event program Anas Urbaningrum Indonesia Lawyers Club.The results of this study indicate that the six episodes of "Indonesia Lawyers Club" which is sampled in this study, represent a qualitative discourse on Anas Urbaningrum differently. The first sample, Anas marginally represented. In the second sample, Anas represented as it is in accordance with the events that occurred. In the third sample, Anas marginally represented. In the fourth sample, Anas represented as it is. In the fifth sample, Anas represented as it is. And on the sixth sample, Anas marginally represented. Analysis of the social context also presents two discourse representations regarding Anas, which are marginal and it is, but with an agreement that Anas guilty. The production process and the message of the speakers and Karni Ilyas representing Anas uses three major schemes, namely the role of the scheme, persons, and events that indicate the position of the speaker against Anas.Abstrak Pekembangan media massa memberi dampak besar dalam sejarah kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses representasi wacana mengenai Anas Urbaningrum ditampilkan melalui teks-teks yang hadir dalam proses interaksi selama program acara Indonesia Lawyers Club berlangsung pada enam episode yang membahas topik terkait kasus korupsi yang melibatkan Anas Urbaningrum. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Metode kualitatif dengan Analisis Wacana Kritis model Kognisi Sosial digunakan untuk menganalisis representasi wacana dan proses produksi teks mengenai Anas Urbaningrum dalam program acara Indonesia Lawyers Club. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam episode “Indonesia Lawyers Club” yang menjadi sampel dalam penelitian ini secara kualitatif merepresentasikan wacana mengenai Anas Urbaningrum secara berbeda. sampel pertama, Anas direpresentasikan secara marjinal. Pada sampel kedua, Anas direpresentasikan secara apa adanya sesuai dengan peristiwa yang terjadi. Pada sampel ketiga, Anas direpresentasikan secara marjinal. Pada sampel keempat, Anas direpresentasikan secara apa adanya. Pada sampel kelima, Anas direpresentasikan secara apa adanya. Dan pada sampel keenam, Anas direpresentasikan secara marjinal. Analisis konteks sosial juga menghadirkan dua representasi wacana mengenai Anas, yaitu secara marjinal dan apa adanya, namun dengan satu kesepakatan bahwa Anas bersalah. Proses produksi pesan para narasumber dan Karni Ilyas yang merepresentasikan Anas menggunakan tiga skema utama, yaitu skema peran, person, dan peristiwa yang menunjukkan posisi Anas terhadap narasumber tersebut. 
PEMANFAATAN JARINGAN KOMUNIKASI DALAM REKRUTMEN KADER PARTAI KEADILAN SEJAHTERA SULAWESI SELATAN Muhammad Syahban Sidiq; Hafied Cangara; Andi Alimuddin Unde
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v1i4.322

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menggambarkan dan mengkaji tentang pemanfaatan jaringan komunikasi dalam rekrutmen kader Partai Keadilan Sejahtera Sulawesi Selatan. Fokus penelitian ini berorientasi pada analisis model jaringan komunikasi, proses komunikasi dalam jaringan, pemanfaatan jaringan komunikasi, dan faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pemanfaatan jaringan komunikasi dalam rekrutmen kader PKS.  Penelitian ini merupakan studi jaringan komunikasi yang bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model jaringan komunikasi dalam rekrutmen kader PKS Sulsel dikembangkan dengan pola linear menggunakan kekuatan jaringan kader partai untuk menyentuh semua kalangan masyarakat. Proses pemanfaatan jaringan dimulai dengan sebelumnya membangun hubungan komunikasi yang efektif dalam jaringan. Pemanfaatan jaringan komunikasi ditingkatan kader partai pada umumnya diarahkan pada pembangunan jaringan komunikasi yang baru dimasyarakat. Pemanfaatan jaringan komunikasi dalam rekrutmen kader PKS Sulsel sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu diantaranya adalah faktor pemahaman kader. Untuk itu, penting keberadaan sarana tarbiyah bagi PKS sebagai basis pembentukan pemahaman dan kepribadian kader terekrut.     ABSTRACTThe aims of the research are to develop and to study the utilization of communication network in the recruitment of cadres of Partai Keadilan Sejahtera of South Sulawesi. The focus of the study is oriented towards communication network model analysis, communication process in the network, utilization of communication network, and factors affecting the effectiveness of communication network utilization in the recruitment of cadres of PKS.  This study is a descriptive qualitative study on communication network.  Data collection was conducted through observation and interviews.  The results of the research indicated that communication network model in the recruitment of cadres of Partai Keadilan Sosial of South Sulawesi developed in linear pattern using the party cadres’ network strength to touch upon the entire society.  Network utilization process begins with developing an effective communication channel in the network.  Utilization of communication network in the cadre level is proposed for new community communication network.  Utilization of communication network in recruitment of PKS cadres in South Sulawesi is very much influenced by many factors.  One among other determinant factors is the cadres’ knowledge and therefore an education process is required for PKS cadres as a base for gaining knowledge and good conduct.
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM MENYOSIALISASIKAN TATA CARA PERIZINAN USAHA DI BADAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KOTA MAKASSAR Ayu Pratiwi Natsir; Mursalim Mursalim
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v8i1.8897

Abstract

Strategi Komunikasi Dalam Menyosialisasikan Tata Cara Perizinan di Badan Perizinan Terapdu dan Penanaman Modal Kota Makassar, (Studi Kasus Izin Usaha). Dibimbing oleh Moeh.Iqbal Sultan dan Mursalim.Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi dalam menyosialisasikan tata cara perizinan usaha pengurusan surat izin usaha yang diselenggarakan oleh Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal di Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian iniadalah pendekatan kualitatif dimana dalam penelitian yang di lakukan bersifatdesksriptif yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan darikejadian yang diteliti.Dalam penelitian ini, yang menjadi fokus penelitian dibagi atas sembilan (9) dimensi yaitu manajemen dan penyelenggaranperizinan usaha publik,prosedur tata cara perizinan usaha, persyartan teknisdan administrasi usaha,perincian biaya tata cara perizinan usaha, jangkawaktu penyelesaian perizinan usaha, pejabat yang berwenang danbertanggung jawab, janji perizinan usaha, standar tata cara perizinan usahadan lokasi menyosialisasikan tata cara perizinan usaha.Hasil penelitian diBadan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Makassarmenunjukkan bahwa strategi komunikasi dalam menyosialisasikan tata caraperizinan usaha pengurusan izin usaha di Kota Makassar yangdiselenggarakan oleh Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal belumsepenuhnya strategi dalam memberikan tata cara perizinan usaha kepadamasyarakat. Hal ini diliat dari perincian biaya perizinan usaha, waktupenyelesaian perizinan usaha dan janji tata cara perizinan usaha yang belumterpublikasikan dengan baik serta lokasi tata cara perizinan usaha yangkurang strategis tentunya akan berimbas pada proses penyelesaian surat izinusaha yang dibutuhkan.
POLA KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM PENGASUHAN ANAK - KASUS ORANG TUA BEDA AGAMA Triansari Trianasari; Andi Subhan Amir
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i1.345

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui pola komunikasi orang tua yang berbeda agama dalam pengasuhan anak; (2) Untuk mengetahui faktor – faktor penghambat dalam komunikasi keluarga beda agama dalam mengasuh anak. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan dan berlokasi di Makassar. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah 3 keluarga yang terdiri dari orang tua yang berbeda agama. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif- kualitatif, yaitu dengan menggambarkan. Memberikan informasi dan penjelasan tentang masalah yang diteliti berdasarkan hasil observasi dan wawancara mendalam terhadap informan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yakni melalui data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan pengumpulan literature yang berkaitan dengan penelitian ini. Keseluruhan data yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisi secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa orang tua yang berbeda agama memiliki pola komunikasi yang otoriter, dan ada pula yang memiliki pola komunikasi demokratis. Orang tua yang otoriter cenderung memaksakan pilihan anak karena kurangnya komunikasi antar pribadi yang efektif dengan anak. Sedangkan mereka yang memiliki pola komunikasi demokratis, lebih membebaskan kepada anak dalam menentukan pilihannya. Orang tua yang demokratis lebih memiliki komunikasi antar pribadi yang lebih efektif.Abstract The purpose of this study were: (1) To determine the communication patterns of parents with different religions in child care, (2) To determine the factors inhibiting the communication interfaith families in parenting. The study lasted for 3 months and is located in Makassar. The population in this study was three families consisting of parents with different faiths. The research method used in this research is descriptive-qualitative, ie by describing. Provide information and an explanation of the issues, based on the observation and depth interviews with informants. Data were collected in two ways, namely through primary and secondary data. The primary data were obtained from interviews and observations. Secondary data were obtained from the literature and a collection of literature related to this study. Overall data were then collected and analyzed by descriptive-qualitative. The results of this study showed that parents with different religions have authoritarian patterns of communication, and others who have a pattern of democratic communication. Authoritarian parents tend to force selection of children due to lack of effective interpersonal communication with the child. While those who have a pattern of democratic communication, better unleashing the child in determining his choice. Parents who had more democratic interpersonal communication, have more effective communication. 
STRATEGI KOMUNIKASI BADAN PERTANAHAN NASIONAL DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK PERTANAHAN DI KABUPATEN MAROS Andi Muhammad Irvan; Andi Alimuddin Unde; Muhammad Iqbal Sultan
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v3i1.566

Abstract

Abstract Land issue of a problem is complicated enough,so not only must in solving nothing other aspect of live,such as social,economic and political.The aim of the study is to analyze the communication strategy of the National Land Board in resolving conflict over land Maros.Communication in the negotiation process is a key determinant of the success of land conflict resolutio . The method used is descriptive qualitative approach to determining sources or informants done intentionally (purposive). This research was conducted at the National Land Agency Maros regency, South Sulawesi Province. The collection of data obtained through observation, in-depth interviews, and documentation.The results showed that the communication strategy in resolving the conflict over land in Maros. Performed with mentoring and mediating parties involved in land disputes. In addition, the disclosure of information relating to various matters including the provision of required records and make an effort to collect data and facts that exist in the field. Conflict resolution was also carried out in the process of disseminating information as a form of persuasive effort to increase public awareness of the orderly administration of land, to the efforts to address land disputes. With this effort, expected future land disputes can be minimized.Abstrak Masalah pertanahan merupakan suatu permasalahan yang cukup rumit,sehingga dalam penyelesaiannya bukan saja harus memperhatikan aspek yuridisnya tetapi harus juga memperhatikan aspek kehidupan lainnya.Penelitian ini bertujan menganalisis strategi komunikasi Badan Pertanahan Nasional dalam menyelesaikan konflik pertanahan di kabupaten Maros.Komunikasi dalam proses negosiasi merupakan salah satu penentu dari keberhasilan penyelesaian konflik pertanahan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan penentuan narasumber atau informan dilakukan secara sengaja (purposive). Penelitian ini dilaksanakan di Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Pengumpulan data diperoleh melalui pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi komunikasi dalam menyelesaikan konflik pertanahan di Kabupaten Maros. Dilakukan dengan melakukan pendampingan dan memediasi pihak-pihak yang terlibat di dalam sengketa pertanahan. Selain itu, keterbukaan informasi terkait dengan berbagai hal-hal yang dibutuhkan diantaranya penyediaan arsip serta melakukan upaya untuk menghimpun data dan fakta-fakta yang ada dilapangan. Upaya penyelesaian konflik juga dilakukan dalam proses penyebarluasan informasi sebagai bentuk upaya persuasive guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tertib administrasi pertanahan, hingga pada upaya penanganan sengketa pertanahan. Dengan upaya ini, diharapkan di masa mendatang sengketa- sengketa pertanahan dapat diminimalisir.
FRAMING MEDIA TERKAIT POLEMIK PENGESAHAN QANUN BENDERA DAN LAMBANG ACEH Yuhdi Fahrimal; Hasrullah Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v3i4.601

Abstract

Abstract Framing is the way in which the reality constructed by media. This research aimed to investigative and analyze the framing and the siding of the polemic about the legalization of the Flag Qanun and Logogram of Aceh. The research used the qualitative method with the framing analysis approach the text of the online news website were analyzed using Gamson and Modigliani model, which refers to a frame consisting of two supporting elements, namely the framing devices and the reasoning devices. The research objects were two online news websites; Kompas.com and Antaranews.com. The total sample frames comprised 56 pieces of news from the two online news website in three mounthstime from March through May 2013. The research results revealed that the two websites considered the polemic about the Flag Qanun and Logogram of Aceh important because there was a news value in it. The framing substance used by two online news websites was the same, i.e. the Flag Qanun and Logogram of Aceh was inconstitutional and therefore had to be revised. Such a framing had an implication that the media took side with the groups who were against the Flag Qanun and Logogram of Aceh.Abstrak Framing merupakan strategi media mengonstruksi realitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis framing dan keberpihakan media dalam polemik pengesahan Qanun Bendera dan Lambang Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis framing. Teks berita dari situs berita online dianalisis menggunakan model Gamson dan Modigliani. Penelitian ini dilakukan di dua situs berita online: Kompas.com dan Antaranews.com. Sampel frame berjumlah 56 berita dari dua situs berita online dalam waktu tiga bulan (bulan Maret, April, dan Mei 2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua situs berita menganggap penting polemik Qanun Bendera dan Lambang Aceh karena nilai berita yang terkandung di dalamnya. Substansi framing yang dipakai yang dipakai dua situs berita online sama, yaitu, Qanun Bendera dan Lambang Aceh bertentangan dengan konstitusi dan harus direvisi. Framing ini mengarahkan keberpihakan media kepada kelompok kontra Bendera dan Lambang Aceh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media mengonstruksi realitas kewenangan Aceh memiliki Bendera dan Lambang Daerah dapat mengganggu stabilitas keamanan dan kedaulatan Republik Indonesia. Konstruksi ini menjadikan media memainkan genre media kebangsaan yang memandang kepentingan bangsa dan negara jauh lebih penting daripada peraturan daerah yang melanggar peraturan perundang-undangan. Media mendorong agar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh berunding guna menyelesaikan polemik secara hati-hati dan demi kepentingan bersama serta masa depan perdamaian di Aceh. 
STRATEGI PENCITRAAN DINAS PENERANGAN TNI AU DALAM KASUS KECELAKAAN PESAWAT MILITER DI INDONESIA Image Strategy of Information Service in The Cases Airforce Military Aircraft Accident in Indonesia Ririn Indraswari
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.3 Juli - September 2011
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v1i3.312

Abstract

AbstractThe aims of study are to (1) understand the image strategy of information servis of Air Force Military in the casses of military aircraft accident in Indonesia, (2) determine the level of alertness of the information service of Air Force in delivering information to media and public in the cases of military aircraft accident in Indonesia. The mothods of collecting the data were observation, interview, documentation. The result reveal that image strategy made by information service of Air Force is preventive action on the crisis by giving attention to standard operation procedures. Then it is followed by emergency actions by immediately sending crises control team, i.e. PPKPU investigation team to find out facts and causes during the accident and image recovery action by involving external assistance, i.e. mass media that can function as the sources of information for the society. Furthermore, the level of alertness in the delivery of information to media and publc by making use mass media, information service of Air Force quickly holds a press conference to clarify the news outside although aircraft accident is still under the investigation of PPKPU investigation team.AbstrakPenelitian ini bertujuan (1) mengetahui strategi pencitraan Dinas Penerangan TNI AU dalam kasus kecelakaan pesawat militer di Indonesia. (2) mengetahui tingkat kesigapan Dinas Penerangan TNI AU dalam penyampaian informasi ke media dan publik dalam kasus kecelakaan pesawat militer di Indonesia. Pengumpulan data digunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Selanjutnya data yang didapat dianalisis dengan menggunakan teknik analisis model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pencitraan yang dilakukan Dinas Penerangan TNI AU adalah dengan melakukan tindakan pencegahan terhadap krisis, dengan memperhatikan standar operasional prosedurnya. Kemudian langkah-langkah darurat dengan menurunkan segera tim pengendali krisis yaitu tim investigasi PPKPU untuk mencari fakta dan penyebab kecelakaan pada saat kejadian, dan tindakan pemulihan citra dengan melibatkan bantuan eksternal, yaitu media massa yang dapat difungsikan sebagai sumber informasi bagi masyarakat. Selanjutnya tingkat kesigapan dalam penyampaian informasi ke media dan publik dengan pemanfaatan media massa, Dinas Penerangan TNI AU dengan cepat melakukan konferensi pers untuk mengklarifikasi berita-berita yang ada diluar, walaupun kecelakaan pesawat yang terjadi masih dalam proses penyelidikan oleh tim investigasi PPKPU.

Filter by Year

2011 2023


Filter By Issues
All Issue Volume 12 No. 2 Juli-Desember 2023 Volume 12 No. 1 Januari-Juni 2023 Volume 11 No. 2 Juli-Desember 2022 Volume 11 No. 1 Januari-Juni 2022 Volume 10 No. 2 Juli-Desember 2021 Volume 10 No. 1 Januari-Juni 2021 Vol. 9 No. 2 Juli - Desember 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019 Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2019 Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018 Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018 Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017 Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017 Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016 Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 More Issue