Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

POLA KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM PENGASUHAN ANAK - KASUS ORANG TUA BEDA AGAMA Trianasari, Triansari; Amir, Andi Subhan
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui pola komunikasi orang tua yang berbeda agama dalam pengasuhan anak; (2) Untuk mengetahui faktor – faktor penghambat dalam komunikasi keluarga beda agama dalam mengasuh anak. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan dan berlokasi di Makassar. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah 3 keluarga yang terdiri dari orang tua yang berbeda agama. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif- kualitatif, yaitu dengan menggambarkan. Memberikan informasi dan penjelasan tentang masalah yang diteliti berdasarkan hasil observasi dan wawancara mendalam terhadap informan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yakni melalui data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan pengumpulan literature yang berkaitan dengan penelitian ini. Keseluruhan data yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisi secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa orang tua yang berbeda agama memiliki pola komunikasi yang otoriter, dan ada pula yang memiliki pola komunikasi demokratis. Orang tua yang otoriter cenderung memaksakan pilihan anak karena kurangnya komunikasi antar pribadi yang efektif dengan anak. Sedangkan mereka yang memiliki pola komunikasi demokratis, lebih membebaskan kepada anak dalam menentukan pilihannya. Orang tua yang demokratis lebih memiliki komunikasi antar pribadi yang lebih efektif.Abstract The purpose of this study were: (1) To determine the communication patterns of parents with different religions in child care, (2) To determine the factors inhibiting the communication interfaith families in parenting. The study lasted for 3 months and is located in Makassar. The population in this study was three families consisting of parents with different faiths. The research method used in this research is descriptive-qualitative, ie by describing. Provide information and an explanation of the issues, based on the observation and depth interviews with informants. Data were collected in two ways, namely through primary and secondary data. The primary data were obtained from interviews and observations. Secondary data were obtained from the literature and a collection of literature related to this study. Overall data were then collected and analyzed by descriptive-qualitative. The results of this study showed that parents with different religions have authoritarian patterns of communication, and others who have a pattern of democratic communication. Authoritarian parents tend to force selection of children due to lack of effective interpersonal communication with the child. While those who have a pattern of democratic communication, better unleashing the child in determining his choice. Parents who had more democratic interpersonal communication, have more effective communication. 
POLA KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM PENGASUHAN ANAK - KASUS ORANG TUA BEDA AGAMA Triansari Trianasari; Andi Subhan Amir
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i1.345

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui pola komunikasi orang tua yang berbeda agama dalam pengasuhan anak; (2) Untuk mengetahui faktor – faktor penghambat dalam komunikasi keluarga beda agama dalam mengasuh anak. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan dan berlokasi di Makassar. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah 3 keluarga yang terdiri dari orang tua yang berbeda agama. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif- kualitatif, yaitu dengan menggambarkan. Memberikan informasi dan penjelasan tentang masalah yang diteliti berdasarkan hasil observasi dan wawancara mendalam terhadap informan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yakni melalui data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan pengumpulan literature yang berkaitan dengan penelitian ini. Keseluruhan data yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisi secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa orang tua yang berbeda agama memiliki pola komunikasi yang otoriter, dan ada pula yang memiliki pola komunikasi demokratis. Orang tua yang otoriter cenderung memaksakan pilihan anak karena kurangnya komunikasi antar pribadi yang efektif dengan anak. Sedangkan mereka yang memiliki pola komunikasi demokratis, lebih membebaskan kepada anak dalam menentukan pilihannya. Orang tua yang demokratis lebih memiliki komunikasi antar pribadi yang lebih efektif.Abstract The purpose of this study were: (1) To determine the communication patterns of parents with different religions in child care, (2) To determine the factors inhibiting the communication interfaith families in parenting. The study lasted for 3 months and is located in Makassar. The population in this study was three families consisting of parents with different faiths. The research method used in this research is descriptive-qualitative, ie by describing. Provide information and an explanation of the issues, based on the observation and depth interviews with informants. Data were collected in two ways, namely through primary and secondary data. The primary data were obtained from interviews and observations. Secondary data were obtained from the literature and a collection of literature related to this study. Overall data were then collected and analyzed by descriptive-qualitative. The results of this study showed that parents with different religions have authoritarian patterns of communication, and others who have a pattern of democratic communication. Authoritarian parents tend to force selection of children due to lack of effective interpersonal communication with the child. While those who have a pattern of democratic communication, better unleashing the child in determining his choice. Parents who had more democratic interpersonal communication, have more effective communication. 
ANALISIS FRAMING KASUS DWI KEWARGANEGARAAN ARCANDRA TAHAR DI KORAN KOMPAS Masita Masita; Syamsuddin Aziz; Andi Subhan Amir
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i1.1883

Abstract

This study aim to examine how KOMPAS daily frame dual citizenship case of Arcandra Tahar. Qualitative research method apply in this study and employ framing analysis by Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki Model through seven news story in August 2016 regard to dual citizenship case of Arcandra Tahar. The result showed that : (1) The government has victimized Arcandra as foreign, (2) Arcandra consider as purely Indonesian citizen, (3) The case has ruined the government’s credibility.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana framing yang dilakukan oleh harian KOMPAS terkait kasus dwi kewarganegaraan Arcandra Tahar. Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif dengan melakukan analisis framing model Zhongdag Pan dan Gerald M. Kosicki terhadap tujuh berita yang memuat diskurus mengenai kewarganegaraan ganda Arcandra Tahar di harian KOMPAS selama bulan agustus 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Arcandra dicitrakan sebagai korban dari pemerintah terkait kasus kewarganegaraan gandanya, (2) Arcandra dicitrakan sebagai orang yang layak untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia, (3) KOMPAS menyajikan kasus ini sebagai kasus yang menjatukan kredibilitas pemerintah. 
YOUTUBE SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI BAGI KOMUNITAS MAKASSARVIDGRAM Fatty Faiqah; Muhammad Nadjib; Andi Subhan Amir
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i2.1905

Abstract

The purpose of this research are: (1) To find out how the community of Makassarvidgram utilize YouTube as a media of communication; (2) To find out what are the strengths and weaknesses youtube as a media of communication for the community of Makassarvidgram. This research was conducted for approximately three months, ie May-July 2016 which was held in the city of Makassar. The population of this research is Makassar vidgram community. The respondents of this research are determined at random on some community members joined in Makassar vidgram. This type of research uses a qualitative method by using the theory of New Media as a research platform. Mechanical depth interviews with informants to collect primary data. Secondary data is done by observation, library research both from books and Internet sites that are relevant to the focus of the problem. The results showed that the use youtube as a means of communication for Communities Makassarvidgram categorized quite helpfull.  The response of the informants regarding the advantages and disadvantages are more to the excess one, that will make youtube looks very priceless, effective and efficient as a communication media for this community.  Skripsi ini bertujuan untuk : (1) untuk mengetahui bagaimana komunitas Makassarvidgram memanfaatkan Youtube sebagai sarana komunikasi; (2) untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kelemahan youtube sebagai suatu sarana komunikasi bagi komunitas Makassarvidgram.Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih tiga bulan, yaitu mei-juli 2016 yang dilaksanakan di Kota Makassar. Adapun populasi penelitian ini adalah komunitas Makassar vidgram. Responden penelitian ini ditentukan secara acak pada beberapa anggota yang tergabung dalam komunitas Makassar vidgram. Tipe penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teori New Media sebagai landasan penelitian. Teknik wawancara mendalam terhadap narasumber untuk mengumpulkan data primer. Data sekunder dilakukan dengan observasi, studi pustaka baik itu dari buku-buku, dan situs internet yang relevan dengan focus permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan youtube sebagai sarana komunikasi bagi Komunitas Makassarvidgram termasuk kategori cukup membantu. Penelitian ini juga menemukan karakteristik youtube berdasarkan pemanfaatan yang dirasakan oleh penggunanya, berdasarkan masing-masing kebutuhan pengguna Respon dari para informan mengenai kelebihan dan kekurangan youtube sebagai sarana komunikasi yang lebih condong pada kelebihannya, membuat youtube ternilai sangat efektif dan efisien sebagai sarana komunikasi bagi komunitas ini. 
PERAN PERSONAL BRANDING NURDIN ABDULLAH DALAM PEMBENTUKAN TIM RELAWAN Andi Wirangga LBM Sungkawawo; Hasrullah Hasrullah; Andi Subhan Amir
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v6i1.5176

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan peran personal branding Nurdin Abdullah dalam pembentukan tim relawan; 2) Mendeskripsikan bentuk personal branding Nurdin Abdullah melalui persepsi relawan. Penelitian dilaksanakan di kota Makassar, dengan observasi langsung dan melakukan wawancara kepada informan. Informan ditentukan dengan cara purposive sampling, dengan menentukan satu informan kunci yang menjelaskan peran Nurdin Abdullah. Tipe penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode kualitatif. Data primer dikumpulkan dengan melakukan wawancara dan observasi non partisipan, serta data sekunder dikumpulkan melalui referensi buku, jurnal penelitian sebelumnya, dan internet yang terkait dengan penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : 1) Peran personal branding Nurdin Abdullah dapat menarik perhatian masyarakat untuk menjadi relawan, kekita menjabat sebagai Bupati Bantaeng. Nurdin Abdullah sebagai Bupati Bantaeng, merupakan salah satu aset yang dimiliki untuk meraih kekuasaan yang lebih besar. Tim relawan terbentuk karena melihat keberhasilan yang dilakukan Nurdin Abdullah ketika menjadi Bupati Bantaeng dengan panggilan hati nurani. Tim relawan terbentuk jauh sebelum pemilihan Gubernur, guna untuk meminta Nurdin Abdullah menjadi calon Gubernur, kemudian memenangkan, lalu mengawasi kinerja ketika terpilih. 2) Relawan melihat terdapat delapan konsep personal branding yang dimiliki oleh Nurdin Abdullah ketika sebagai Bupati Bantaeng. Spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, perbedaan, terlihat, kesatuan, keteguhan, dan nama baik diperoleh Nurdin Abdullah ketika menjabat sebagai Bupati Bantaeng.
333 SOUNDCLOUD SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF DISTRIBUSI KARYA MUSIK MUSISI INDIE KOTA MAKASSAR Andi Muhammad Fauzi Ramadhan; Sudirman Karnay; Andi Subhan Amir
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v6i2.5337

Abstract

ABSTRACT The purpose of this research is: (1) To find motive of indie musicians on using Soundcloud as an alternative media distribution for musical pieces. (2) To find effort of indie musicians on using Soundcloud as an alternative media distribution for musical pieces. This research is in Makassar, on indie musicians who using Soundcloud. As for the method of this research used Descriptive Qualitative. The result of this research shows that indie musicians in Makassar have different motives on using Soundcloud as an alternative media distribution. The first, musicians used soundcloud to promote their works. The second, as an effort to distribute their works through the download feature. The third, Soundcloud is unsophisticated and very friendly media. The fourth, Soundcloud is utilized by musicians for the sake of protection feature for their uploaded works. The fifth, musicians used Soundcloud as a means of documentation for their works. The variety of Soundcloud uses been applied by indie musicians. The musician effort to utilize the feature not just confined by uploaded the works. Makassar indie musicians also integrated their Soundcloud account to another social media. Furthermore, they are providing download feature for their listeners, so they can download it for free. However, no musicians yet utilized description feature to describe the music context of their works. 
Twitter Presiden dan Representasi Kebijakan Pemerintahan Indonesia - Analisis Isi Twitter Presiden Jokowi Nurul Ichsani; Andi Subhan Amir; Ainun Jariyah Yusuf
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.5479

Abstract

Sebanyak 8.716.605 pengikut pada platform Twitter, Presiden Jokowi tidak hanya berinteraksi dengan para pengikutnya tetapi juga mengendalikan isu yang ingin dikembangkan. Oleh karena itu, twitter Presiden Jokowi dapat digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi arah kebijakan pemerintahan Indonesia di bawah kendali Presiden Jokowi. Artikel ini bertujuan untuk mengidentikfikasi kebijakan pemerintah selama tahun 2016 yang paling banyak ditweet. 386 tweet Presiden Jokowi dikumpulan melalui Twitonomy dan dianalisis dengan menggunakan analisis isi. Hasil kajian menunjukkan terdapat 28 bidang kebijakan yang ditweet oleh Presiden Jokowi. Selain itu, juga ditunjukkan bahwa urusan luar negeri, sosial, serta pertahanan dan keamanan adalah bidang kebijakan yang paling banyak ditweet selama tahun 2016.
AHMADIYAH DALAM POTRET MEDIA CETAK (Analisis Isi Berita Surat Kabar Kompas, Republika, dan Suara Pembaruan) Andi Subhan Amir
Profetik: Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to: (1) identify trends in attitudes towards news content of daily newspaper of Kompas, Republika and Suara Pembaruan in presenting news of Ahmadiyah case and (2) determine the dominant news topic in the news presentation on the Ahmadiyah case of a daily newspaper of Kompas, Republika, and Suara Pembaruan. The study was carried out for about three months from September to December 2011. The object of this study was Ahmadiyah news published in the daily newspaper of Kompas, Republika, and Suara Pembaruan.The type of research is descriptive quantitative using content analysis method. Population and samples in this study were all news coverage about the Ahmadiyah case published on daily newspaper of Kompas, Republika, and Suara Pembaruan. The news were taken within period of February 6, 2011 to April 31 2011. The entire population used as samples due to limitation of population. Data collection techniques for primary data used coding sheets. Whereas for the secondary data, It was obtained from the study of literature from books or from internet sites that are relevant to the focus of the. The results showed that all three printed media (Kompas, Republika, and Suara Pembaruan) in presenting news about Ahmadiyah case, in relation to the incident of Cikeusik Ahmadiyah, tended to be neutral. The most dominant news topic in the presentation of news on the Ahmadiyah case in daily newspaper of Kompas, Republika, and Suara Pembaruan was about law. The percentage for this category by 65%, more than half of the total 210. This indicated that Kompas, Republika, and Suara Pembaruan strived to present news objectively by seeing Cikeusik riot as legal issues.
THE UTILIZATION OF DIGITAL MEDIA IN HEALTH COMMUNICATION IN INDONESIA Moehammad Iqbal Sultan; Andi Subhan Amir
Jurnal Riset Komunikasi Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v14i2.22079

Abstract

The digital era has brought many changes in various aspects of life, including the health sector. Digital media is a health communication tool to disseminate information, education, and knowledge about health. Digital media plays an essential role in changing how people get and understand health information. This research article describes the use of digital media in health communication in Indonesia and how it has changed the traditional paradigm of delivering health information. A qualitative approach through literature review and in-depth interviews with stakeholders using digital media for health communication in Indonesia. These stakeholders include health practitioners, health app developers, digital health service users, and health communication experts. This article shows how digital media, such as websites, mobile apps, and social media, have improved people's health knowledge and behavior. The findings show that digital media have become important health information channels, facilitating interactions between healthcare providers and the public. However, challenges related to information reliability and digital literacy are of concern. Therefore, this study emphasizes the importance of ongoing efforts to improve digital literacy and ensure the reliability of health information disseminated through digital media.
Reimagining Journalism: Exploring the AI Revolution - A Thorough Analysis of Potential Advantages and Challenges Moehammad Iqbal Sultan; Abu Jafar Md. Shafiul Alam Bhuiyan; Andi Subhan Amir
Komunikator Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jkm.20172

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) into journalism has caused a significant shift in the industry. AI-powered tools are now a part of the journalistic workflow, transforming how news is collected, reported, and shared. These tools can assist with fact-checking, research, and content generation. This technological advancement has the potential to revolutionize how we interact with news in the digital age. In this article, we explore the relationship between AI and journalism, examining its advantages and challenges. Through a comprehensive analysis of academic literature and interviews with experts in journalism and AI, this article embarks on a journey of discovery. It concludes that a balanced and ethical approach is crucial to the integration of AI in journalism. The article emphasizes the importance of ethical guidelines to govern the use of AI in newsrooms, with a focus on transparency, accountability, and eliminating bias. As AI-infused journalism continues to evolve, it is the responsibility of journalists to ensure that this technological marvel enhances human capabilities and does not undermine the fundamental principles of journalism.