cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL PUSTAKA BUDAYA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2016)" : 6 Documents clear
VARIASI INOVASI LEKSIKAL BAHASA MELAYU RIAU DI KECAMATAN PULAU MERBAU Junaidi, Junaidi; Yani, Juli; Rismayeti, Rismayeti
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPeneliti melakukan penelitian yang berjudul Variasi Inovasi Leksikal Bahasa Melayu Riau di Kecamatan Pulau Merbau. Dialektologi adalah mengkaji dialek khususnya dari segi variasi inovasi leksikal yang terdapat pada dialek Melayu Riau tepatnya di Kecamatan  Pulau Merbau. Penelitian ini yang menjadi objek penelitiannya adalah dialek Melayu Riau tepatnya di Kecamatan Pulau Merbau. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan variasi inovasi leksikal dan bagaimana perbedaan dan persamaan inovasi leksikal tersebut. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Kata kunci: Variasi Inovasi Leksikal, Bahasa melayu Riau, Kecamatan Pulau  Merbau.AbstractResearchers conducted the research entitled “innovative-varriation towards Riau Malay language lexical in the district of Merbau Island. Dialectology analyzed dialect especially in lexical Innovative-varriattion which can be found in the dialect of Riau Malay Language in the district of Merbau Island. The object of the research is its dialect and the purpose of the research is to describe lexical innovative varriattion and what are the differences and similarities of the lexixal innovation. The method of the research is descriptive-qualitative.   Key Words: Lexical innovative varriation, Riau-Malay Language, Distric                                   of Merbau Island
PEMIKIRAN JESSE H SHERA DAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ILMU PERPUSTAKAAN DI INDONESIA Widiyastuti, Widiyastuti
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakNama Jesse Hauk Shera tidak asing lagi di dunia perpustakaan, banyak buku yang telah dia tulis tentang ilmu perpustakaan. Shera merupakan tokoh yang meletakkan ilmu perpustakaan sebagai sebuah ilmu, pemikiran Shera ini kemudian menegaskan keilmuan yang melandasi kepustakawanan di seluruh dunia. Shera mengungkapkan dalam bukunya “The foundations of education for librarianship”. Perkembangan ilmu perpustakaan di Indonesia secara falsafah atau hakikat ilmu perpustakaan pada awal 1990 an, yaitu dengan ditandai munculnya program pascasarjana ilmu perpustakaan di Universitas Indonesia. Perkembangan ilmu perpustakaan di Indonesia diantaranya dipelopori oleh Sulistyo-Basuki dan Putu Laksman Pendit yang mengusung konsep ilmu perpustakaan ditinjau dari aspek filsafatnya.Kata Kunci:     Pemikiran Jesse H Shera, Perkembangan Pendidikan Ilmu Perpustakaan, IndonesiaAbstractIn the library world, name Jesse Hauk Shera is very famous. She has written many books related to library. Shera is a founder who makes library science to be science. This Shera’s thinking then clarifies the sience as the foundations for library science in the world. Shera explaines in her book “ The Foundations of Education for Librarianship”,. Philosophically, the development of library science in Indonesia or substantial library science in the early 1990s, marked by the opening magister program in library science in Universiy of Indonesia. The development of library science in Indonesia lead by Sulistyo-Basuki and Putu Laksman Pendit where both famouf figures bring the concept of library science is seen from phylosophy aspect.Keywords:    Jesse H Shera thinking, The develppment of Library Science Education, Indonesia
PENGUASAAN PERBENDAHARAAN BAHASA MELAYU STANDARD DALAM KALANGAN PELAJAR MELAYU DI SEKOLAH PONDOK DI PATANI, THAILAND Jehwae, Phaosan
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenguasaan Perbendaharaan kata Bahasa Melayu Standard sangat penting. Bahasa Melayu berdistribusi luas di wilayah Selatan Thai dan digunakan sebagai bahasa formal, iaitu untuk pengajaran formal berbagai-bagai pengetahuan agama Islam. Setelah kerajaan Thai mewajibkan seluruh sekolah pondok menggunakan bahasa Thai dalam pembelajaran bidang akademik, kerajaan Thai mulai memberi gaji kepada guru yang mengajar mata pelajaran sekular yang bersifat akademik. Kedudukan bahasa Melayu sebagai bahasa ilmu telah terjejas kecuali dalam bidang agama. Masa persekolahan,  pelajar Melayu di Patani terlalu banyak menggunakan bahasa Thai dibandingkan dengan bahasa Melayu. Pemahaman berkait dengan latar belakang pendidikan pelajar-pelajar Melayu di Patani adalah amat penting, iaitu bagi memahami tahap pendedahan dan penggunaan Bahasa Melayu Standard (BMS) dalam kalangan pelajar Melayu. Bahawa pelajar Melayu di sekolah pondok di Patani amat lemah menguasai perbendaharaan kata dalam BMS. Kelemahan menguasai perbendaharaan kata dalam BMS sudah pasti berimpak negatif kepada penggunaan BMS pada merit yang baik atau memuaskan. Kata Kunci: Perbendaharaan bahasa Melayu standard, Pelajar Melayu, Sekolah pondok, PataniAbstractThe understanding vocabularies and structures of standard Malay Language is very important. Malay language contributed widely in the northern part of Thai and it is practiced by people formally.  That is to teach about various knowledge of Islam. After Thai kingdom required all religious schools to use Thai language in all subjects. Thai government also starts to pay salary to every teacher who teaches secular subjects. Except religious subjects, Malay language has decreased. Thai language is practiced in schools rather than Malay language. The understanding about the background of students of Patani is very important because it is related to their knowledge to use Standard Malay language.  Their understanding in Standard Malay Language is very low. It is then giving negative impact on the use of Standar Malay Language in daily life.Key words: Vocabulary of Standar Malay Language, Malay students, Religious School, Patani.
ADAT BAGITO Juswandi, Juswandi
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi Kabupaten Kuantan Singingi tepatnya Kecamatan Kuantan Hilir Seberang (KHS), merupakan Kecamatan baru pemekaran dari Kecamatan Kuantan Hilir Baserah, sekarang berdiri sendiri yang bernama  Kecamatan Hilir Seberang di Kecamatan inilah masih banyak tersimpan berbagai bentuk budaya dan tradisi, salah satunya  “Bagito” itu ada. Bagito artinya menerima seseorang yang datang dari daerah lain untuk mengaku sebagai keluarga  sendiri  (mengambil dunsanak) baik diri sendiri mapun keluarga, maka di anggaplah sebagai saudara kandung. Dengan adanya Bagito maka bertambahlah sanak saudatanya semua yang ada dalam suku tempat ia bergabung “Bagito” Kata Kunci: Adat Bagito.AbstractIn the regency of Kuantan Singingi, there is a district name Kuantan Hilir Seberang. This district has separed from district of Kuantan Hilir Baserah and now it becomes new district. In this district, there is “Bagito” tradition which still exists and practices by people. “Bagito” mean receiving someone from different areas to be their own relatives.  The person is confessted to be sibling. By having “Bagito”, the number of family becomes wider. The method used in the research is descriptive by using qualitative approach. The technique used in the research is interview in reader to get real information about the data. The result of the research shown that “Bagito” tradition may strengthen (friendship) all members in a big family. This tradition also can show them where is their origin family and where is “Bagito”, but all of them unite in the family.Keywords: Bagito tradition, Kuantan Hilir Seberang, family
PENGUATAN INFORMASI EKOWISATA MELALUI FILM DOKUMENTER DI KELURAHAN SEI MEMPURA Fauzi, Mohd.
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mensinergikan kegiatan tri darma perguruan tinggi dengan ekowisata di kelurahan Sei Mempura dengan memberikan wawasan baru tentang penguatan informasi ekowisata melalui film dokumenter di kelurahan Sei Mempura serta menerapkan pendekatan partisipatif bagi masyarakat lokal dalam rangka penguatan informasi ekowisata melalui film dokumenter di kelurahan Sei Mempura. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan beberapa tahapan. tahap pertama membuat film dokumenter di kelurahan Sungai Mempura dan mewawancarai dinas terkait. Tahap kedua membuat laporan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi ekowisata yang ada di kelurahan Sungai Mempura sangat potensial untuk dikembangkan terutama. Promosi yang terus menerus harus dilakukan, salah satunya adalah dengan pembuatan film dokumenter.Kata kunci: Ekowisata, film, penelitian AbstractThis research aimed to sinchronize the university services to the society by producing documenter film about Sungai Mempura village. This research used descriptive-qualitative by using two steps. Firstly, we produced the documenter film of Sungai Mempura village. Secondly, we made a report about the research. The result of the reasearch shown that the ecotourist in Sungai Mempura village was very potential and exotic and needed to be developed. The continuous promotion should be made and this film will give useful contribution to promote this natural richness which giving benefits to people. Keywords: ecotouris, film, research
PENYEGARAN POLA PENGINDEKSAN SUBJEK Sudiar, Nining; Mafar, Fiqru; H, Rosman
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengindeksan subjek merupakan salah satu kegiatan inti dalam pengolahan koleksi perpustakaan. IbM ini bertujuan untuk menyegarkan kembali serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pustakawan di lingkungan Unilak dalam proses pengindeksan subjek. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 02 April 2015 melalui beberapa tahap kegiatan. Tahap pertama tahap penyegaran konsep dasar pengindeksan subjek. Tahap kedua adalah penyegaran mengenai jenis konsep. Tahap ketiga adalah penyegaran mengenai jenis subjek. Tahap keempat adalah penyegaran mengenai tajuk subjek. Tahap kelima adalah tahap praktik penentuan subjek. Tahap terakhir adalah tahap evaluasi dan motivasi. Hasil analisa terhadap pretest dan posttest menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan peserta dalam hal pengindeksan subjek koleksi perpustakaan.Kata Kunci: Pengindeksan Subjek, Universitas Lancang KuningAbstractSubject indexing is one of the core activities in the processing of library collections. IbM aims to refresh and improve their knowledge and ability librarians within Unilak in the process of indexing the subject. This activity is carried out in several stages of activity. The first stage of the indexing phase refresher basic concepts of the subject. The second stage is a refresher on the types of concepts. The third stage is a refresher on the type of subject. The fourth stage is a refresher on the subject code. The fifth stage is the stage of determining the subject practices. The last stage is the stage of evaluation and motivation. Analysis of the pretest and posttest showed that there is an increase in the ability of the participants in terms of subject indexing of library collections.Keywords: Subject Indexing, Lancang Kuning University

Page 1 of 1 | Total Record : 6