cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2016)" : 22 Documents clear
PENERAPAN MANAJEMEN PENCEGAHAN PENYAKIT DI PETERNAKAN P4S MUPU AMERTA, BANJAR SALE, DESA ABUAN, BANGLI Suyasa I K. G.; N. P. Sarini; S. A. Lindawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.649 KB)

Abstract

This activity aim was to learn aplication of preventive deseases at P4S Mupu Amerta cattle farm, Banjar Sale, Desa Abuan, Bangli as student obligation for apprentice study at Animal Husbandry Faculty, Udayana University. This studi show that Mupu’s farm good preventive deseases  was aplicated, through biosecurity, sanitation, vaccination and others.  Biosecurity measure which is implemented in that farm including permanent stable, apropriate distance to neighberhood, has private equipment and tight selection for visitors. In addition to Biosecurity, Sanitation, was applied not only to make stable clean and tidy but also farm as a hole.  Vaccination, on the other hand, the owner regularly give their catle SE vaccine, vitamin and worm medication. In conclusion, in Mupu’s farm comprehensive preventive deseasses was applied and the student obtain knowledge on deseasses prevention.
Panduan Bagi Penulis Tim Penyusun eJPT 2016
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.185 KB)

Abstract

-
PENGARUH PEMBERIAN LEVEL ENERGI TERHADAP KECERNAAN NUTRIEN RANSUM SAPI BALI BUNTING 7 BULAN Upeksa I G.N.D; N N. Suryani; N P. Sarini
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.984 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level energi yang mampu untuk meningkatkan kecernaan nutrien ransum pada sapi bali bunting 7 bulan. Penelitian ini dilaksanakan di Stasiun Penelitian Peternakan Sobangan selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan 12 ekor sapi bali bunting 7 bulan yang diberikan perlakuan energi yang berbeda dan sapi dibagi dalam 3 kelompok sesuai dengan bobot badan. Pemberian level energi terdiri dari ransum yang mengandung 2000 kkal ME/kg (A), 2100 kkal ME/kg (B), 2200 kkal ME/kg (C) dan 2300 kkal ME/kg (D) dengan bobot badan awal 300 kg ± 23,31 dan diulang 3 kali. Analisis sampel ransum dan feses dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik , kecernaan serat kasar, kecernaan protein kasar. Hasil penelitian menunjukkan semakin meningkat kandungan energi ransum, maka semakin meningkat pula kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan serat kasar sapi yang paling tinggi adalah pada perlakuan D namun secara statistik menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05). Sedangkan kecernaan protein kasar diperoleh semakin menurun dengan semakin meningkatnya kandungan energi ransum walaupun secara statistik hasil tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum dengan level energi 2000-2300 ME/kg, tidak berpengaruh terhadap kecernaan nutrien ransum yang meliputi kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan serat kasar dan kecernaan protein kasar pada sapi bali bunting 7 bulan.
KEMAMPUAN DEGRADASI ISOLAT BAKTERI LIGNOSELULOLITIK ASAL CACING TANAH (Lumbricus rubellus) TERHADAP BERBAGAI SUBSTRAT LIGNOSELULOSA Slamet I K; I G.L.O Cakra; I M Mudita
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.376 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan degradasi dari isolat bakteri lignoselulolitik asal cacing tanah terhadap substrat murni (asam tanat, CMC, xylan) dan substrat alami (eceng gondok, dan daun apu). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 2 bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pada substrat asam tanat isolat bakteri EB3LC menghasilkan nilai yang lebih tinggi dan secara statistik menunjukan berbeda nyata (P<0,05) terhadap EB2LC, namun berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap EB1LC dan EB4LC. Pada substrat CMC isolat bakteri EB3LC menghasilkan nilai yang lebih tinggi dan secara statistik menujukan berbeda nyata (P<0,05) terhadap EB1LC dan EB4LC, namun berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap EB2LC. Pada substrat xylan dan eceng gondok, isolat bakteri EB3LC menunjukan nilai yang lebih tinggi secara kuantitaif, namun secara statistik menunjukan berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap EB1LC, EB2LC, dan EB4LC. Pada substrat Daun Apu isolat bakteri EB3LC menghasilkan nilai yang lebih tinggi dan secara statistik berbeda nyata (P<0,05) terhadap EB1LC, EB2LC, dan EB4LC (1,532 cm, 1,536 cm, dan 1,529 cm). Hasil uji kemampuan degradasi menunjukan bahwa isolat bakteri EB3LC menunjukan hasil tertinggi pada semua substrat uji.
EVALUASI AKTIVITAS ANTIMIKROBA KEFIR UBI UNGU PADA MASA SIMPAN BERBEDA TERHADAP BAKTERI PATOGEN Melati N.P.Y; S.A Lindawati; I N.S. Miwada
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.713 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antimikroba tertinggi selama penyimpanan terhadap bakteri patogen dan profil mikrobiologi kefir ubi ungu (Total bakteri asam laktat, Coliform dan Escherichia coli). Penelitian ini dilaksanakan dari Tanggal 21 Februari sampai 22 Mei 2015 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Mikrobiologi Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan (0, 1, 3, 5 dan 7 hari penyimpanan) dan empat ulangan pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kefir ubi ungu dengan masa simpan 0, 1, 3, 5, dan 7 hari memiliki kemampuan aktivitas antimikroba terhadap bakteri patogen (Staphylococcus aureus dan Escherichia coli) dengan diameter masing-masing sebesar 0,22-0,70 cm dan 0,56-0,82 cm. Aktivitas antimikroba tertinggi terhadap Staphylococcus aureus diperoleh pada masa simpan 3 hari. Total bakteri asam laktat sebesar 0,26 x 105–1,80 x 105 CFU/g, total Coliform sebesar 4,81 x 102 – 0,24 x 102 CFU/g dan tidak adanya pertumbuhan Escherichia coli selama penyimpanan. Simpulan dari penelitian ini bahwa kefir ubi ungu memiliki aktivitas antimikroba berspektrum luas, dengan aktivitas tertinggi pada masa simpan 3 hari terhadap Staphylococcus aureus dan (0-7 hari) terhadap Escherichia coli masing-masing sebesar 0,70 cm dan 0,82 cm dengan diikuti total BAL masing-masing 1,64 x 105 dan 1,80 x 105 CFU/g.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI HIJAUAN KEMBANG TELANG (Clitoria ternatea) PADA BERBAGAI LEVEL APLIKASI PUPUK BIO-SLURRY Parwata I N.A; N N.C. Kusumawati; N N. Suryani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.934 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis optimal pupuk bio-slurry terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kembang telang (Clitoria ternatea) yang dilaksanakan di Stasiun Penelitian Fakultas Peternakan Universitas Udayana yang terletak di Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli selama 10 minggu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan yaitu C0 (0 ton/ha), C5 (5 ton/ha), C10 (10 ton/ha) dan C15 (15 ton/ha) dengan 4 blok sebagai ulangan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, jumlah polong, jumlah bunga, berat kering batang, berat kering daun, berat kering polong, berat kering total hijauan, luas daun, dan nisbah berat kering daun dengan berat kering batang. Hasil penelitian menunjukan pemberian bio-slurry 10 ton/ha (C10) menghasilkan pertumbuhan dan produksi tanaman kembang telang tertinggi dan berbeda secara nyata (P<0,05) pada variabel jumlah cabang, jumlah daun, berat kering batang, berat kering polong, dan berat kering total hijauan. Dosis optimal pupuk yang diperlukan untuk memproduksi berat kering total hijauan kembang telang (Clitoria ternatea) yang maksimal yaitu sebesar 6,56 gram adalah 11,2 ton/ha, dan dosis optimal yang diperlukan untuk memproduksi berat kering polong yang maksimal sebesar 13,13 gram adalah 10,9 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan secara umum pemberian pupuk bio-slurry dengan dosis 10 ton/ha memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kembang telang (Clitoria ternatea).
SINTESIS PROTEIN MIKROBA RUMEN SAPI BALI JANTAN YANG DIBERI RANSUM DENGAN KANDUNGAN PROTEIN DAN ENERGI BERBEDA Setiawan I P.I.B; N P. Mariani; I K.M Budiana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.672 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar sintesis protein mikroba sapi bali jantan yang diberi ransum dengan kandungan protein dan energi berbeda telah dilaksanakan di Kelompok Ternak Wibuh Mandiri di Banjar Tangkeban, Desa Batuyang Kangin, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, selama 3 bulan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kelompok berat badan sebagai ulangan. Perlakuan tersebut adalah A (ransum dengan protein 15,42% dan Gross Energy 4,02Mkal/kg Dry Matter), B (ransum dengan protein 14,74% dan GE 3,75Mkal/kg DM), C (ransum dengan protein 13,11% dan GE 3,79Mkal/kg DM), D (ransum dengan protein 10,33% dan GE 3,92Mkal/kg DM) dan E (ransum dengan protein 10,58% dan GE 3,53Mkal/kg DM). Variabel yang diamati adalah BOTR (Bahan Organik Terdegradasi dalam Rumen), produksi mikrobial nitrogen, sintesis protein mikroba, absorpsi purin, ekskresi purin derivat dan ekskresi allantoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan organik terdegradasi dalam rumen sapi yang mendapat perlakuan A adalah 2,07 kg/h. Sapi yang mendapat perlakuan B, C, D dan E bahan organik tercerna di dalam rumen masing-masing 2,05; 1,92; 1,86; dan 1,87 kg/h, lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan A, namun secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Mikrobial nitrogen sapi bali tertinggi dihasilkan oleh sapi yang mendapat perlakuan A yaitu sebesar 66,25 g/h. Sapi bali yang mendapat perlakuan B, C, D dan E mikrobial nitrogen masing-masing 65,74; 61,54; 59,47; 59,87 g/h. Sapi bali yang mendapatkan perlakuan A sintesa protein mikrobanya yaitu sebesar 414,05 g/h. Sapi yang mendapatkan perlakuan B, C, D dan E sintesa protein mikrobanya lebih rendah 0,77%, 7,66%, 11,39% dan 10,64% dibandingkan dengan perlakuan A, namun secara statistik menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05). Absorpsi purin tertinggi selama penelitian dihasilkan oleh sapi yang mendapatkan perlakuan A, yaitu sebesar 91,12 mMol/h. Ekskresi derivat purin tertinggi dihasilkan oleh sapi yang mendapat perlakuan A, yaitu sebesar 101,33 mMol/h. Sapi bali yang mendapat perlakuan A ekskresi allantoinnya sebesar 86,13 mMol/h, sedangkan sapi bali yang mendapat perlakuan B, C, D dan E ekskresi allantoinnya 0,04%; 0,58%; 0,81% dan 0,91% lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan A, namun secara statistik menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05).Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, pemberian ransum dengan kandungan protein dan energi berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap sintesa protein mikroba pada sapi bali jantan periode sedang tumbuh
KEMAMPUAN DEGRADASI SUBSTRAT LIGNOSELULOSA DARI INOKULAN DENGAN BERBAGAI TINGKAT PENGGUNAAN CACING TANAH (Lumbricusrubellus) Juliartawan I K; Cakra I G.L.O; Mudita I M
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.833 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan degradasi substrat lignoselulosa dari inokulan dengan berbagai tingkat penggunaan cacing tanah (Lubricus rubellus) telah dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 3 bulan. Evaluasi kemampuan degradasi substrat lignoselulosa didasarkan pada diameter zone bening yang terbentuk pada substrat asam tanat (sebagai sumber lignin), carboxymethylcellulosa/CMC (sebagai sumber selulosa) dan Xylan (sebagai sumber xylanosa/hemiselulosa). Penelitian dilaksanakan dengan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah BC1 yaitu inokulan yang diproduksi dari0,1% cacing tanah (Lumbricus rubellus), BC2 yaitu Inokulan yang diproduksi dari 0,2% cacing tanah (Lumbricus rubellus), BC3 yaitu Inokulan yang diproduksi dari 0,3%  cacing tanah (Lumbricus rubellus) dan BC4 yaitu Inokulan yang diproduksi dari 0,4% cacing tanah (Lumbricus rubellus). Hasil penelitian menunjukan bahwa inokulan BC4 mampu menghasilkan degradasi substrat lignin yang tertinggi (0,98 cm) dan berbeda nyata (P<0,05) dengan inokulan BC1 (0,81 cm), namun berbeda tidak nyata dengan inokulan BC2 (0,90 CM) dan BC3 (0,92 cm). Pada substrat hemiselulase (Xylan) menunjukkan bahwa inokulan BC4 mampu menghasilkan degradation yang tertinggi (1,740 cm), dan berbeda tidak nyata terhadap inokulan BC1 (1,233 cm), BC2 (1,247 cm), BC3 (1,250 cm). Sedangkan terhadap substrat selulosa (CMC) keempat inokulan mempunyai kemampuan degradasi yang berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa peningkatan penggunaan cacing tanah sampai 0,4% mampu meningkatkan degradasi substrat lignin (Asam Tanat) dan sustrat xylan (Hemiselulosa) dari inokulan yang diproduksi
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI HIJAUAN Stylosanthes guianensis PADA BERBAGAI LEVEL APLIKASI PUPUK Bio-Slurry Susanti N P.R.N.; A.A.A.S Trisnadewi; N M. Witariadi
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.212 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bio-slurry terhadap pertumbuhan dan produksi hijauan Stylosanthes guianensis. Penelitian dilaksanakan selama 10 minggu di Stasiun Penelitian Fakultas Peternakan Universitas Udayana di Desa Pengotan, Kabupaten Bangli. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat perlakuan yaitu : tanpa pupuk (S0), 5 ton/ha (S5), 10 ton/ha (S10), dan 15 ton/ha (S15).  dan empat blok sebagai ulangan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang), variabel produksi (berat kering daun, berat kering batang dan berat kering total hjauan), dan variabel karakteristik tumbuh (luas daun per tanaman, nisbah berat kering daun dengan berat kering batang). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk bio-slurry 5 ton/ha (S5), 10 ton/ha (S10), dan 15 ton/ha (S15) tidak berpengaruh terhadap variabel pertumbuhan, variabel produksi, dan variabel karakteristik. Pemberian perlakuan 5 ton/ha (S5) memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi Stylosanthes guianensis dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
PENGARUH PEMBERIAN KULTUR BAKTERI SELULOLITIK ISOLAT RUMEN KERBAU MELALUI AIR MINUM SEBAGAI SUMBER PROBIOTIK TERHADAP LEMAK ABDOMEN DAN KOLESTEROL DARAH ITIK BALI Somadiarsa I K.; I G.N.G Bidura; N W. Siti
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.954 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian kultur bakteri selulolitik isolat rumen kerbau melalui air minum sebagai sumber probiotik terhadap penurunan lemak abdomen dan kolesterol darah itik bali. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah: air minum tanpa kultur bakteri selulolitik sebagai kontrol (A); air minum dengan 0,20% kultur bakteri selulolitik (B); dan air minum dengan 0,40% kultur bakteri selulolitik (C). Variabel yang diamati: lemak bantalan, lemak mesenterium, lemak empedal, lemak abdominal, dan kadar kolesterol darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase lemak bantalan (ped-fat), lemak abdomen (abdominal-fat), dan kolesterol darah itik yang diberi air minum dengan tambahan kultur bakteri selulolitik dengan level 0,20% dan 0,40% memberi hasil nyata (P<0,05) lebih rendah dibandingkan kontrol (perlakuan A), sedangkan lemak empedal yang diberi air minum dengan tambahan kultur bakteri selulolitik pada level 0,40% memberi hasil nyata (P<0,05) lebih rendah dibandingkan kontrol (perlakuan A) dan persentase mesenterik fat pada perlakuan A, B dan C tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kultur bakteri selulolitik isolat rumen kerbau pada level 0,20% dan 0,40% melalui air minum sebagai sumber probiotik dapat menurunkan jumlah lemak abdomen dan kadar kolesterol darah itik bali.

Page 1 of 3 | Total Record : 22