cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2024): April 2024" : 15 Documents clear
Investigation of Mixed Outbreak (measles-rubella) in Rural Community Temanggung, Central Java Rosha, Putri Tiara
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.78239

Abstract

Pada tanggal 31 Agustus 2016 terjadi peningkatan kasus dengan gejala demam dan ruam di masyarakat pedesaan Temanggung. Investigasi untuk memastikan kejadian luar biasa dan mengidentifikasi orang, tempat, waktu, faktor risiko, dan tindakan pengendalian. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus-kontrol dengan rasio 1:1. Informasi mengenai karakteristik pasien dengan mewawancarai ibu. Mixed outbreak dimulai dari 28 Mei hingga 1 Oktober 2016. Kami menemukan 59 kasus di 3 dusun, gejala yang paling umum adalah demam (94,63%), ruam (88,14%), dan flu (47,46%). Tiga orang terkonfirmasi positif IgM rubella dan dua orang positif IgM campak. Attack rate tertinggi terjadi pada laki-laki (12,65%), usia ≥4 tahun (25%) dan tinggal di Kalitengah (74,57%). Sebanyak 38 kasus (64,41%) belum divaksin dan efektivitas vaksin sebesar 52,17%. Faktor risiko yang berhubungan dengan mixed-outbreak adalah tidak divaksinasi (OR=4.47, 95% CI =1.92-10.47). Mixed outbreak telah dikonfirmasi secara klinis, epidemiologis, dan serologis. Kami melakukan beberapa pengendalian seperti promosi kesehatan dan distribusi vitamin A. Kami juga telah bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi campak. On August 31,2016 there were more cases with symptoms of fever and rash in rural community Temanggung. An investigation to confirm the outbreak and identify the person, places, times, risk factors and control measures. It was a case-control study design 1:1 ratio. Information on characteristic patients was obtained by interviewing the mother. A mixed outbreak started from May 28 to October1,2016. We found 59 cases in 3 sub-villages, most common symptoms are fever (94.63%), rash (88.14%), and flu (47.46%). Three were confirmed positive rubella IgM and two were positive measles IgM. The highest attack rates were male (12.65%), ≥4 years old (25%), and in Kalitengah (74.57%). A total of 38 cases (64.41%) had not been vaccinated, and the effectiveness of the vaccine is 52.17%. The risk factors associated with mixed outbreak were unvaccinated (OR=4.47, 95% CI =1.92-10.47). A mixed outbreak has been confirmed clinically, epidemiologically, and serologically. We did some control such as health promotion and vitamin A distribution. We have also worked with stakeholders to increase measles vaccination coverage.
Determinan Stres Kerja Terhadap Guru Pada Masa Pandemi COVID-19 Tahun 2022 Khairunnisa, Rani; Febrianti, Thresya; Deli, Aragar Putri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.59725

Abstract

Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2019 sebesar 37.728 orang (9,8%) mengalami stres yang berdampak pada kecelakaan kerja akibat dari hilangnya konsentrasi dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan stres kerja terhadap guru pada masa pandemi COVID-19 tahun 2022. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional serta menggunakan analisis data Chi Square (α = 0,05) yang dilakukan pada Februari – Juli tahun 2022 dengan sampel penelitian yaitu 100 guru sekolah menengah atas. Hasil analisis data univariat mayoritas responden dalam penelitian dengan kategori normal sebanyak 89 responden (89,0%) dan 2 responden (2,0%) mengalami stres parah dan 1 responden (1,0%) stres sedang serta 8 responden (8,0%) stres ringan. Hasil uji bivariat menyatakan variabel yang berhubungan dengan kejadian stres kerja pada guru yaitu variabel beban kerja (p value = 0,000); variabel konflik peran (p value = 0,021) dan variabel dukungan sosial (p value = 0,004). Based on RISKESDAS data in 2019, 37.728 people (9,8%) experienced stress that impact on work accidents because of loss concentration at work. This study aims to determine the determinants of work stress on teachers during the 2022 COVID-19 Pandemic. The type of study is quantitative with a cross sectional design and used chi square analysis (α = 0,05) conducted in February – July 2022 accompanied sample is 100 teachers of high school. Based on the results of univariate data analysis the majority of respondents in this study were in the normal category as much as 89% (89,0%) and 2 respondents (2,0%) high category and 1 respondent (1,0%) medium category and 8 respondents (8,0%) low category. The results of bivariate test variables associated with the incidence of work stress to teachers were found the workload variable (p value = 0,000), the role conflict (p value = 0,021) and social support (p value = 0,004).
Faktor yang Mempengaruhi Perbedaan Tekanan Darah antar Lengan pada Penderita Hipertensi Zaen, Amilaa Rodhiyana; Rahayu, Sri Ratna
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.68750

Abstract

Pengukuran tekanan darah yang akurat penting dilakukan untuk deteksi dini hipertensi sebagai upaya pencegahan komplikasi yang berkaitan dengan hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi hasil perbedaan tekanan darah antar lengan pada penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Jurangombo Kota Magelang. Penelitian ini merupakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, pengumpulan data dengan melakukan pengukuran tekanan darah, dan wawancara kepada responden. Sampel berjumlah 49 responden penderita hipertensi diambil dengan consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dan uji fisher untuk variabel yang tidak memenuhi syarat. Hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan hasil pengukuran perbedaan tekanan darah antar lengan yaitu faktor pengobatan (p = 0,017; PR = 1,749; 95% CI 1,237 – 2,473),kepatuhan minum obat (p = 0,004; PR = 1,867; 95% CI 1,299 – 2,682), dan faktor aktivitas fisik (olahraga) (p = 0,037;PR = 2,533; 95% CI 0,888 – 7,226). Simpulan penelitian ini didapatkan faktor yang berhubungan dengan hasil pengukuran perbedaan tekanan darah antar lengan yaitu faktor pengobatan, kepatuhan minum obat, dan aktivitas fisik (olahraga). Accurate blood pressure measurement is important for early detection of hypertension as an effort to prevent complications related to hypertension. The aim of the research was to determine the factors that influence the results of differences in blood pressure between arms in hypertension sufferers in the Jurangombo Health Center area, Magelang City. This research is quantitative analytical with a cross sectional approach, data collection by measuring blood pressure, and interviewing respondents. A sample of 49 respondents suffering from hypertension was taken using consecutive sampling. Data analysis was carried out univariately and bivariately using the chi square test and Fisher test for variables that did not meet the requirements. The results of the study found factors that were related to the results of measuring the difference in blood pressure between arms, namely medication factors (p = 0.017; PR = 1.749; 95% CI 1.237 – 2.473), medication adherence (p = 0.004; PR = 1.867; 95% CI 1.299 – 2.682), and physical activity (exercise) factors (p = 0.037; PR = 2.533; 95% CI 0.888 – 7.226). The conclusion of this study was that factors related to the results of measuring differences in blood pressure between arms were found, namely medication factors, compliance with taking medication, and physical activity (exercise).
Kebutuhan Informasi Pasien Praoperasi Herawati, Ira; Handayani, Fitria; Andriany, Megah
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.68799

Abstract

Setiap pasien praoperasi akan mengalami kecemasan. Kecemasan terjadi karena literasi kesehatan yang kurang mengenai penyakit, rencana operasi dan anestesi saat operasi. Tujuan dari penulisan scoping review ini adalah mengetahui informasi yang dibutuhkan pasien preoperasi. Metode yang digunakan dalam scoping review ini adalah dengan mencari artikel yang relevan sesuai dengan keyword. Kriteria inklusi pada scoping review ini adalah partisipan dalam penelitian adalah pasien praoperasi, hasil penelitian menggambarkan informasi yang dibutuhkan pasien praoperasi, penelitian descriptive cross sectional, tahun terbit penelitian dalam rentang waktu 2013-2023 dan penelitian dalam Bahasa Inggris. Hasil dari scoping review ini adalah literasi kesehatan yang kurang dapat berakibat pada konflik keputusan yang akan dialami oleh pasien praoperasi. Informasi yang dibutuhkan pasien praoperasi antara lain penyakit, pemeriksaan yang dibutuhkan, penyebab, pengobatan, komplikasi, risiko tindakan operasi, manfaat, tindakan operasi, masalah yang timbul setelah operasi, lama operasi, perawatan di rumah setelah operasi dan efek operasi pada fungsi tubuh serta kehidupan. Selain itu pasien praoperasi juga membutuhkan informasi mengenai pembiusan antara lain komplikasi anestesi, pilihan anestesi, pilihan obat bius dan pulih setelah anestesi. Anxiety was the most common feeling for preoperative patient. Anxiety occurred due to lack of literacy about disease, surgery plan and anesthesia during surgery. The purpose of this scoping review was to find the information needed by preoperative patients. The method in this scoping review was search the relevant articles according to keywords. The inclusion criteria in this scoping review were the participants are preoperative patients, the results describe the information needed by preoperative patients, cross-sectional descriptive research, the year of publication in the 2013-2023 and in English language. The result of this scoping review was the lack of health literacy can cause conflict of decision for preoperative patients. The information needed by preoperative patients includes disease, examinations, causes, treatment, complications, risks and benefit of the surgery, problems after surgery, surgery duration, home care after surgery and the effects of surgery on body function and life. Preoperative patients also need information about anesthesia, including complications, choice of anesthesia, choice of anesthesia drug and recovery after anesthesia.
Analisis Spasial Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Faktor Lingkungan dan Angka Bebas Jentik Khakim, Lukmanul; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.73039

Abstract

Kasus DBD di Kabupaten Brebes mengalami fluktuasi yang signifikan selama tahun 2020 – 2022, dengan tahun 2022 menjadi periode kasus tertinggi, yaitu sebanyak 348 kasus. Langkah awal dalam penyusunan strategi pemberantasan DBD adalah dengan melakukan analisis spasial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dari hasil analisis spasial kejadian DBD ditinjau dari faktor lingkungan dan angka bebas jentik di Kabupaten Brebes. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), dengan fokus penelitian meliputi ketinggian tempat, curah hujan, kelembaban udara, angka bebas jentik, dan kejadian DBD. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Brebes pada bulan Februari s.d. Mei 2023. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian wilayah, kelembaban udara, dan angka bebas jentik berkontribusi dalam persebaran kejadian DBD di Kabupaten Brebes tahun 2020 – 2022. Sedangkan curah hujan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Pola spasial menunjukkan bahwa kejadian DBD lebih banyak terjadi di kecamatan-kecamatan dengan ketinggian wilayah kategori sedang, kelembaban udara optimal, dan angka bebas jentik yang rendah. DHF cases in Brebes Regency experienced significant fluctuations during the years 2020 to 2022, with 2022 being the highest period of cases, totaling 348 cases. The initial step in formulating a DHF eradication strategy was to conduct spatial analysis. This research aimed to provide an overview of the results of spatial analysis of DHF occurrences concerning environmental factors and larvae absence index in Brebes Regency. This was a quantitative descriptive study based on Geographic Information Systems (GIS), with the research focus encompassing elevation, rainfall, humidity, larvae absence index, and DHF occurrences. The research was conducted in Brebes Regency from February to May 2023. Data analysis employed univariate, bivariate, and spatial analyses. The research results indicated that the elevation of the area, air humidity, and larval indices contributed to the distribution of DHF occurrences in Brebes Regency from 2020 to 2022. Meanwhile, rainfall did not have a significant influence. Spatial patterns revealed that DHF occurrences were more prevalent in sub-districts with moderate elevations, optimal humidity, and low larvae absence index.
Seminar Edukasi sebagai Sarana Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dan Keterjangkauan Akses Hemodialisis Alwi, Luqman; Trisnaningsih, Asyifa Rahma; Rahayu, Sri Ratna; Ramadiani, Fania Rizky; Andar, Nadiya Arawinda; Almas, A Made Dea Rona; Permatasari, Diah Rahmah; Rahmat, Sultan Aulia; Tyas, Lintang Wening Ing
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan pasien hemodialisis tidak diimbangi dengan ketersediaan layanan akses hemodialisis. Hal itu membuat pasien tidak nyaman dan menurunkan kepatuhan serta dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas pasien. Di Kabupaten Kudus, pasien hemodialisis selama ini dirujuk ke Semarang. Namun, saat ini RSU Kumala Siwi Kudus menyediakan layanan akses hemodialisis. Meskipun demikian, masih banyak yang belum mengetahui hal tersebut. Oleh karena itu, diperlukan edukasi untuk memastikan pasien di Kudus dan sekitarnya mendapatkan layanan hemodialisis yang baik dan terjangkau. Dalam pengabdian ini, dilakukan kegiatan seminar edukasi bertemakan kesehatan ginjal dengan fokus pada akses hemodialisis dengan target utama tenaga kesehatan. Materi yang dibawakan berupa pengenalan tentang penyakit ginjal, fungsi ginjal dan proses hemodialisis, akses hemodialisis, nutrisi dan pola makan yang sehat, pengelolaan dan pencegahan komplikasi, dan hak-hak pasien hemodialisis. Dalam kegiatan ini juga terdapat kuesioner pre-test dan post-test serta peninjauan rujukan dan tindakan terkait hemodialisis sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk evaluasi. Terdapat peningkatan pemahaman peserta dan juga jumlah rujukan dan tindakan akses hemodialisis setelah dilaksanakan kegiatan ini. The increase in hemodialysis patients is not accompanied by the availability of hemodialysis access services. This makes patients uncomfortable and reduces compliance, and can increase morbidity and mortality rates. In Kudus Regency, hemodialysis patients have been referred to Semarang. However, Kumala Siwi Kudus General Hospital is now providing hemodialysis access service, yet there are still many who don't know about this. Therefore, a socialization is needed to ensure the availability and affordability of hemodialysis access services there. Educational seminar focuses on kidney health, specifically on hemodialysis access, to health workers was carried out. The topics include introduction to kidney disease, kidney function and the hemodialysis process, access to hemodialysis, nutrition and healthy eating patterns, management and prevention of complications, and the rights of hemodialysis patients. There were pre-test and post-test questionnaires as well as a review in references and procedures related to hemodialysis before and after the educational seminar. There was an increase in participants' understanding and the number of referrals and procedures for hemodialysis access after the educational seminar.
Determinan Kejadian Putus Berobat pada Pasien Tuberkulosis di Kota Semarang Maharani, Silvie Sasria; Ningrum, Dina Nur Anggraini; Miarso, Dani
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.76184

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit kronis yang menular dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menyebabkan kematian terbesar di dunia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, diketahui bahwa angka putus berobat pada tahun 2019 sebesar 18%, tahun 2020 sebesar 16%, dan tahun 2021 sebesar 12,43%. Angka putus berobat masih jauh dari target nasional sebesar <10%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian putus berobat pada pasien tuberkulosis di Kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif observasional dengan rancangan penelitian nested case control. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari sistem SEMAR BETUL bulan Januari sampai Agustus 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel usia (p=0,001; AOR=0,026; CI 95%=0,003-0,204), variabel tipe diagnosis (p=0,015; AOR=7,387. CI 95%=1,470-37,122) dan variabel kepatuhan berobat (p=<0,001; AOR=24,439. CI 95%=5,380-111,013) memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian putus berobat pasien tuberkulosis di Kota Semarang. Dinas Kesehatan Kota Semarang perlu menyusun kebijakan dan program untuk melakukan pencegahan dini kejadian putus berobat pada pasien tuberkulosis. Tuberculosis is a chronic, infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis and causes the largest number of deaths in the world. Based on data from the Semarang City Health Service, it is known that the treatment dropout rate in 2019 was 18%, in 2020 it was 16%, and in 2021 it was 12.43%. The treatment dropout rate is still far from the national target of <10%. This study aims to determine the determinants of treatment dropout in tuberculosis patients in Semarang City. The type of research used is quantitative observational with a nested case control research design. This study used secondary data from the SEMAR BETUL from January to August 2023. The results showed that the age variable (p=0.001; AOR=0.026; 95%CI=0.003-0.204), the diagnosis type variable (p=0.015; AOR=7.387. 95%CI=1.470-37.122), treatment adherence variables (p=<0.001; AOR=24.439. 95%CI=5.380-111.013) have a significant relationship with the incidence of treatment dropout in tuberculosis patients in Semarang City. The Semarang City Health Service needs to develop policies and programs to prevent early treatment dropout in tuberculosis patients.
Efektivitas Vaksin Rotavirus Terhadap Diare pada Anak di Afrika: Systematic Review Kirani, Ari Wahyu; Nadiroh, Biroatul Ummu
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.76224

Abstract

Pada 2019 diare yang disebabkan infeksi rotavirus menyerang anak-anak usia <5 tahun dan menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di wilayah Afrika sub-Sahara. Di Ethiopia misalnya, kematian anak akibat penyakit diare diperkirakan mencapai 95.000 kasus per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keefektivitasan vaksin rotavirus di negara-negara wilayah Afrika terhadap perbandingan angka kejadian diare akut sebelum dan sesudah diperkenalkannya vaksin rotavirus. Serta dapat menjadi gambaran bagi peneliti berikutnya dalam menelaah keefektivitasan vaksin rotavirus. Penelitian ini merupakan systematic literature review menggunakan alur penyusunan PRISMA sebagai acuan dalam pengumpulan artikel, kemudian dianalisis dengan meta-sintesis. Disetiap negara wilayah Benua Afrika menunjukkan hasil yang hampir sama yakni adanya keefektivitasan pemberian vaksin rotavirus yaitu penurunan angka rawat inap akibat diare, penurunan angka kematian dan kesakitan terjadi ketika sudah diperkenalkannya atau pemberian vaksin rotavirus. Berdasarakan hasil systematic review pada jurnal yang berlokasi di wilayah Afrika ditemukan adanya pengaruh sebelum dan sesudah diperkenalkannya vaksin rotavirus terhadap kejadian diare, penurunan kunjungan rawat inap pasien disebabkan oleh diare akut, serta adanya efektivitas pemberian vaksin terhadap menurunnya angka kejadian dan kematian. In 2019 diarrhea caused rotavirus infection affects children <5 years and major public health problem in the sub-Saharan Africa region. In Ethiopia for example, child deaths from diarrheal disease estimated at 95,000/year cases. This study aimed to describe the effectiveness of rotavirus vaccine in African countries by comparing the incidence of acute diarrhea before and after rotavirus vaccination. And can be an illustration for future researchers in examining the effectiveness of rotavirus vaccines. It is a systematic literature review using the PRISMA preparation flow as a reference in collecting articles, analyzed by meta-synthesis. Every country African continent shows almost same results, effectiveness of rotavirus vaccine administration, namely a decrease in hospitalization rates due to diarrhea, a decrease in mortality and morbidity, which occurs when the rotavirus vaccine is introduced or administered. In African region, there was an effect before and after the introduction of rotavirus vaccine on the incidence of diarrhea, decreased in patient hospitalization visits caused by acute diarrhea, and effectiveness of vaccine administration in reducing incidence and mortality.
Cedera dan Keluhan Kesehatan: Profil Risiko dan Tantangan Kesejahteraan Petani di Dusun Kanreapia, Kabupaten Gowa Saleh, Muh; Basri, Syahrul; Ekasari, Ranti
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.76361

Abstract

Pertanian di Indonesia menjadi pekerjaan sektor informal utama, mencakup sebagian besar mata pencaharian masyarakat. Namun, perilaku pekerja pertanian dalam manajemen risiko dan pengelolaan masih jauh dari optimal, meninggalkan pekerja dan lingkungan rentan terhadap potensi risiko dan bahaya. Penelitian ini, dilaksanakan di Dusun Kanreapia, Kabupaten Gowa, pada Juli-November 2023, bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian cedera dan keluhan kesehatan pada petani. Dengan metode cross-sectional study dan 71 responden dipilih melalui purposive sampling, variabel bebas mencakup umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, lama kerja, dan kebiasaan merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31% responden mengalami cedera, dan 32.4% mengalami keluhan kesehatan, terutama nyeri punggung (43.7%). Hubungan antara lama kerja dan kejadian cedera memiliki nilai OR tertinggi (2.250), sedangkan hubungan antara masa kerja dan keluhan kesehatan memiliki OR tertinggi (1.474), meskipun tidak signifikan secara statistik. Rekomendasi melibatkan pembatasan jam kerja dan pemberdayaan masyarakat dengan membentuk "Kader K3 Pertanian" untuk pengetahuan berkelanjutan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor pertanian. Agriculture in Indonesia serves as a primary occupation within the informal sector, encompassing a significant portion of the population's livelihoods. However, the risk management and operational practices of agricultural workers remain far from optimal, leaving both workers and the environment vulnerable to potential risks and hazards. Conducted in Kanreapia Village, Gowa Regency, from July to November 2023, this research aims to identify injury occurrences and health complaints among farmers. Employing a cross-sectional study method with 71 respondents selected through purposive sampling, independent variables include age, gender, education, work period, tenure, and smoking habits. The research findings reveal that 31% of respondents experienced injuries, with 32.4% reporting health complaints, particularly back pain (43.7%). The relationship between work tenure and injury incidents showed the highest Odds Ratio (2.250), while the association between work period and health complaints had the highest Odds Ratio (1.474), though statistically insignificant. Recommendations involve implementing work hour restrictions and community empowerment through the establishment of "Agricultural HSE Cadres" for sustained knowledge transfer on Occupational Health and Safety (OHS) in the agricultural sector.
Jarak Kehamilan dan Obesitas sebagai Faktor Risiko Preeklamsia pada Kehamilan Martanti, Listyaning Eko; Ariyanti, Ida; Sari, Sherly Permata
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.76450

Abstract

Preeklamsia Berat (PEB) menjadi salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu apabila tidak ditangani secara benar dengan insiden 0,51-38,4%. Angka kematian ibu akibat preeklamsia berat masih menjadi penyebab utama dengan prevalensi 26,47% (76,97 per 100.000 kelahiran hidup). Tujuan penelitian ini adalah menganalisa faktor jarak kehamilan dan obesitas terhadap kejadian preeklamsia berat pada ibu hamil di RSUP Dr. Kariadi dan RST Bhakti Wira Tamtama Kota Semarang. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan April s.d. Mei tahun 2022. Sampel penelitian adalah ibu hamil dengan preeklamsia berat sejumlah 52 responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen menggunakan kuisioner. Data dianalisis menggunakan chi-square. Hasil menunjukkan terdapat hubungan antara jarak kehamilan (p-value=0,011) dan obesitas (p value=0,043) dengan kejadian preeklamsia berat pada ibu hamil. Risiko PEB dapat meningkat pada ibu hamil dengan jarak kehamilan berisiko (<2 tahun atau >5 tahun) sebesar 6,8 kali dan ibu hamil obesitas 4,49 kali. Severe pre-eclampsia is one of the causes of maternal morbidity and mortality if not properly managed, with an incidence 0.51-38.4%. Maternal mortality rate due to severe pre-eclampsia remains the leading cause with a prevalence of 26.47% (76.97 per 100,000 live births). This study aims to analyse the factors of pregnancy spacing and obesity on the incidence of severe pre-eclampsia in pregnant women at Dr. Kariadi Hospital and Bhakti Wira Tamtama Hospital. This study used observational analysis method with cross-sectional design. The research was conducted from April to May 2022. The research sample was 52 pregnant women with severe pre-eclampsia using purposive sampling technique. The instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using chi-square. The results showed that there was a relationship between pregnancy spacing (p value = 0.011) and obesity (p-value = 0.043) with the incidence of severe pre-eclampsia in pregnant women. The risk of severe pre-eclampsia can increase in pregnant women with a risky pregnancy interval (<2 or >5 years) by 6.8 times and obese pregnant women 4.49 times.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue