cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Evaluasi Ekonomi dalam Program Vaksinasi HPV di Low-Middle Income Countries : Kajian Sistematik Apriyanti, Hana; Sjaaf, Amal Chalik; Sembiluh, Dhini Sari
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i4.49321

Abstract

Abstrak Salah satu beban penyakit terbesar bagi sistem kesehatan negara-negara di dunia adalah kanker serviks. Penting untuk melakukan evaluasi ekonomi dari program vaksinasi dikarenakan terbatasnya sumber daya. Banyak faktor tantangan di Low-Middle Income Countries (LMIC) yang mempengaruhi kinerja dan interpretasi evaluasi ekonomi Program Vaksinasi HPV. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan metode dan hasil dari studi Evaluasi Ekonomi Program Vaksinasi HPV yang diterbitkan serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan untuk menerapkannya di LMICs. Kajian sistematik dari studi yang diterbitkan dari 2010-2020 dalam 9 database online mengenai Evaluasi Ekonomi Program Vaksinasi HPV di LMIC. Sembilan penelitian tersebut menunjukan Cost-Effectiveness Analysis vaksin HPV adalah yang paling umum digunakan, dengan merekomendasikan penggunaan rasio ICER per DALY dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB), vaksin HPV bivalen, dengan target populasi anak berusia 9-13 tahun, dengan harga GAVI sekitar US$ 4,50. Penting untuk memahami bahwa efektivitas biaya berkaitan erat dengan anggaran yang tersedia untuk memastikan keberlanjutan program pencegahan kanker serviks. Program Vaksinasi HPV di LMIC hemat biaya; asalkan menggunakan penganggaran yang realistis dan parameter cakupan program yang layak digunakan. Abstract There are still many challenging factors in Low Middle Income Countries (LMIC) that influence the performance and interpretation of model-based economic appraisals of vaccines, especially HPV Vaccine. This study was to summarize the methods and results from publishes Economic Evaluation of HPV Vaccination Programs studies and identify their robustness and limitations for implementation in LMICs. Systematic review from studies published 2010-2020 in 9 online databases discussing the Economic Evaluation of HPV Vaccination in LMICs were searched. From nine studies in LMICs, assessment of the cost-effectiveness of HPV vaccines was the most common, recommended the use of ICER per DALY compared with the country’s Gross Domestic Product (GDP), bivalent HPV vaccine, 9 to 13-year-olds, at a GAVI negotiated price of US$4.50. The outcome is important for policy makers to understand the cost effectiveness should have some relation to the budget available for allocation to ensure sustainability of cervical cancer preventing program. The HPV Vaccination Program in LMICs is cost-effective; provided realistic budgeting is employed and feasible program coverage parameters are used. Keywords: HPV Vaccination Program, Low-Middle Income Countries, Economic Evaluation
Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pelayanan KB di Jawa Tengah Wijayanti, Urip Tri; Nindiyastuti, Nadia Ayu Irma; Najib, Najib
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i3.49552

Abstract

COVID-19 telah dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO. Untuk menghadapi wabah tersebut dilakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai pencegahan penularan COVID-19. Kondisi ini menyebabkan pembatasan dalam pelayanan KB. Tujuan penelitian ini menganalisis perbedaan layanan KB sebelum dan sesudah era pandemi COVID-19. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Responden penelitian adalah semua pasangan usia subur (PUS) di Jawa Tengah tahun 2019 dan 2020. Penelitian berdasarkan data sekunder dari laporan statistik rutin perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 dan 2021. Hasil penelitian menyatakan bahwa era pandemi COVID-19 berdampak terhadap pelayanan KB di Jawa Tengah, yaitu terjadinya penurunan pelayanan KB. Jumlah kepesertaan KB aktif mengalami penurunan dan kenaikan selama era pandemi COVID-19. Hal tersebut terlihat dari penurunan jumlah kepesertaan KB aktif pada metode kontrasepsi suntikan, pil, MOW, dan MOP serta kenaikan jumlah kepesertaan KB aktif pada metode kontrasepsi IUD, implan, dan kondom. Rekomendasi pemerintah khususnya BKKBN terus berupaya mengadakan terobosan-terobosan untuk kegiatan pelayanan KB serentak dalam berbagai program. Masyarakat dapat mematuhi kebijakan dan mengikuti berbagai layanan KB yang ada sehingga dapat mengantisipasi kasus baby boom pasca pandemi COVID-19.
Health-Related Quality of Life Penderita Diabetes Melitus di Masa Pandemi COVID-19 Nafiah, Dewi Aliatun
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i4.49723

Abstract

Abstrak Health-related quality of life mengacu pada aspek kesehatan fisik, psikologis, dan sosial yang dipengaruhi oleh pengalaman seseorang atas keyakinan, harapan, dan persepsi. Studi pendahuluan pada penderita diabetes menunjukkan bahwa 44,4% memiliki kualitas hidup rendah dan 55,6% memiliki kualitas hidup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan HRQOL penderita diabetes di masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Boja II. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2021. Sampel penelitian ini sebesar 67 orang. Hasil uji multivariabel menunjukkan bahwa variabel usia (p=0,042) dan komorbiditas (p=0,016) berhubungan dengan HRQOL penderita diabetes di masa pandemi COVID-19. Sedangkan tidak ada hubungan antara jenis kelamin, status pernikahan, tingkat pendidikan, status pekerjaan, pendapatan keluarga, durasi diabetes, komplikasi, dan ketakutan pada COVID-19 dengan HRQOL penderita diabetes di masa pandemi COVID-19. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara usia dan komorbiditas dengan HRQOL penderita diabetes di masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Boja II. Abstract Health-related quality of life refers to aspects of physical, psychological, and social health that are influenced by one's experience of beliefs, expectations, and perceptions. A preliminary study on diabetics showed that 44,4% had a low HRQOL and 55,6% had a high HRQOL. The objective was to determine the factors associated with HRQOL of diabetics during the COVID-19 pandemic at the Boja II Public Health Center. The research was analytic observational with a cross-sectional design. This research was conducted from June to July 2021. The sample of this research was 67 people. The multivariable test showed that age (p=0,042) and comorbidity (p=0,016) were associated with the HRQOL of diabetics. Meanwhile, there was no relationship between sex, marital status, educational level, occupational status, family income, diabetes duration, complication, and fear of COVID-19 with HRQOL of diabetics during the COVID-19 pandemic. The conclusion was that there was a relationship between age and comorbidity with the HRQOL of diabetics during the COVID-19 pandemic at the Boja II PHC. Keywords: HRQOL, diabetes mellitus, COVID-19
Pernikahan Usia Remaja dan Risiko terhadap Kejadian BBLR di Kabupaten Kendal Widyastuti, Asti; Azinar, Muhammad
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i4.50194

Abstract

Abstrak Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan menyatakan bahwa batas minimal usia menikah baik pria maupun wanita adalah 19 tahun. Wanita yang menikah di usia kurang dari 19 tahun berakibat mengalami kehamilan remaja dan berisiko melahirkan bayi BBLR. Berdasarkan data statistik pemuda Jawa Tengah, pada tahun 2019 di terdapat 40,45% pemuda di Kabupaten Kendal melakukan perkawinan. Kasus BBLR di Kabupaten Kendal tahun 2019 mengalami peningkatan sebesar 3,2% dari tahun 2018. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pernikahan usia remaja dan risiko terhadap kejadian BBLR di Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan data sekunder sebanyak 579 data kelahiran primigravida tahun 2020-2021 di Kabupaten Kendal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai p value variabel <0,05 (p = 0,001). Terdapat 18,92% remaja yang menikah pada saat usia <19 tahun melahirkan bayi dengan kondisi berat lahir <2500 gram atau BBLR. Simpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara pernikahan usia remaja dengan kejadian BBLR. Abstract Based on the Law of the Republic of Indonesia Number 16 of 2019 concerning Marriage, minimum age for marriage is 19 years. Women who marry at the age of less than 19 years are risk of giving birth to LBW. Based on Central Java youth statistics, in 2019 there were 40.45% of youth in Kendal Regency married. LBW cases in Kendal in 2019 increased by 3.2% from 2018. The purpose of this study was to determine association between adolescent marriage and the risk of LBW in Kendal Regency. This study used a crosssectional design with a quantitative approach and used secondary data of 579 primigravida births in 2020-2021 in Kendal Regency. The results of this study indicate that the p value of variable <0.05 (p = 0.001). There were 18.92% of adolescents who married at the age of <19 years gave birth to a baby with birth weight condition <2500 grams or LBW. The conclusion of this study is there is an association between adolescent marriage and the LBW. Keywords: Low Birth Weight, Teenage Marriage
EDUKASI PENCEGAHAN COVID-19 SECARA DARING UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN COVID-19 PADA MAHASISWA Indarjo, Sofwan; Budiono, Irwan; Azinar, Muhammad; Fauzi, Lukman; Gardyna, Zahra Amalia; Nugrahani, Anna; Istighfaroh, Maulina
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i3.50543

Abstract

ABSTRAK Persentase mahasiswa Jurusan IKM FIK UNNES yang memahami dan menjalankan protokol kesehatan sebesar 69%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan pengetahuan COVID-19 pada mahasiswa setelah diberikan edukasi pencegahan COVID-19. Studi ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest design. Responden penelitian ini adalah 286 mahasiswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Pemberian edukasi sebanyak 6 kali selama 6 minggu. Data pretest dan pottest dianalisis dengan uji t berpasangan. Skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi pertama hingga keenam menunjukkan adanya perbedaan (nilai p<0,01). Skor pengetahuan sebelum edukasi sebesar 44,12+12,52 meningkat menjadi 60,74+11,69 setelah edukasi. Simpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan pada skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi pencegahan COVID-19 secara daring pada mahasiswa. ABSTRACT The percentage of students who understand and implement health protocols was 69%. The purpose of this study was to determine changes in knowledge of COVID-19 in students after being given education on prevention of COVID-19. This study was a quasi-experimental design with one group pretest posttest design. The respondents of this study were 286 students who were selected by simple random sampling technique. Health education was given 6 times for 6 weeks. Pretest and pottest data were analyzed by paired t-test. Knowledge scores before and after the first to sixth education showed a difference (p value <0.01). Knowledge score before education was 44.12+12.52 increased to 60.74+11.69 after education. The conclusion of this study was that there was a significant difference in knowledge scores before and after online COVID-19 prevention education among students.
Pengaruh Intervensi Gizi Kerja melalui Pemberian Makanan Tambahan terhadap Produktivitas Kerja pada Pekerja Bagian Packing Farhati, Ulfa Laela; Wahyuningsih, Anik Setyo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i4.51127

Abstract

Abstrak roduktivitas kerja Provinsi Jawa Tengah masih berada di bawah angka produktivitas kerja nasional, sedangkan Kabupaten Wonogiri berada pada 20% kabupaten/kota dengan produktivitas kerja terbawah. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja yaitu asupan kalori. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh intervensi gizi kerja melalui pemberian makanan tambahan terhadap produktivitas kerja pada pekerja bagian packing di PT X. Jenis penelitian ini yaitu quasi eksperimental dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Instrumen yang digunakan yaitu lembar food record, lembar observasi dan alat ukur berupa microtoise, timbangan badan dan oximeter. Teknik pengambilan data berupa observasi dan pengukuran. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 38 pekerja. Analisis menggunakan uji Nonparametrik Wilcoxon. Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret – April 2021. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pemberian makanan tambahan terhadap produktivitas kerja dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Simpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh yang signifikan antara pemberian makanan tambahan terhadap produktivitas kerja. Abstract Work productivity of Central Java Province was still below national work productivity rate, while Wonogiri Regency in the 20% district/city with lowest work productivity. One of the factors that affect work productivity is calorie intake. A person whose caloric intake is not fulfilled will decrease productivity and require supplementary feeding. The purpose of this study was to determine the influence of occupational nutrition intervention through supplementary feeding on work productivity of packing workers at PT X. The type of research was quasi-experimental with one group pretest and posttest design. Instruments used are food record sheets, observation sheets and measuring instruments which are microtoise, body scales and oximeter. Data collection techniques were observation and measurement. Sampling technique used purposive sampling obtained the sample was 38 workers. Analysis used Nonparametric Wilcoxon test. The resarch conducted in March – April 2021. Results of the analysis showed that there was a significant effect of supplementary feeding on work productivity with a value of p=0,000 (p <0,05). The conclusion there was a significant effect of supplementary feeding on work productivity. Keywords: Work Productivity, Supplementary Feeding, Occupational Nutrition
Hospital Baserate Klaim Persalinan JKN-KIS Rumah Sakit Prasiska, Tomy Oeky; Pujiyanto, Pujiyanto; Absor, Sholihul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i4.51659

Abstract

Abstrak Total klaim kasus persalinan JKN-KIS tahun 2019 sebesar Rp 23,6 triliun, meliputi sectio caesaria sebesar Rp.18,7 triliun dan persalinan vaginal sebesar Rp. 4,8 triliun. Hospital baserate menggambarkan informasi keuntungan atau kerugian rumah sakit dengan pembayaran INA CBGs. Penelitian bertujuan menganalisis hospital baserate klaim persalinan Rumah Sakit Muhammadiyah Aisyiyah (RSMA) Jawa Timur. Studi longitudinal retrospektif klaim persalinan tahun 2017-2020 dilakukan pada 24 rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan hospital baserate persalinan RSMA Jawa Timur lebih tinggi dibandingkan tarif yang berlaku, kecuali RSMA C9 dan RSMA D12, sehingga dipastikan RSMA C9 dan RSMA D12 mendapatkan keuntungan klaim persalinan. Hasil uji korelasi rank Spearman menunjukkan tidak ada hubungan antara klasifikasi rumah sakit dengan lama perawatan persalinan vaginal (p:0.06) dan persalinan sectio caesaria (p:0,825), tidak ada hubungan antara klasifikasi rumah sakit dan lama perawatan terhadap surplus/defisit klaim persalinan vaginal (p:0.243) dan persalinan sectio caesaria (p:0.086). RSMA Jawa Timur belum efesien mengelola kasus persalinan dan harus memonitor hospital baserate secara berkala. Hospital baserate menjadi indikator pengambilan keputusan strategis peningkatan mutu dan efesiensi rumah sakit. Abstract The total claims for JKN-KIS deliveries in 2019 was Rp. 23.6 trillion, including sectio caesarea Rp. 18.7 trillion and vaginal delivery Rp. 4.8 trillion. Hospital baserate provides information on profits or losses of hospitals with this payment. This study aims to analyze the hospital baserate of delivery claims at Muhammadiyah Aisyiyah Hospital (RSMA) East Java. Longitudinal retrospective study was conducted 2017-2024 claim in 24 hospitals. The results showed the hospital baserate for deliveries was higher than the tariff, except for RSMA C9 and D12, means they get benefits from claims. The results of the Spearman rank correlation test showed that there was no relationship between hospital classification and the length of care for vaginal delivery (p: 0.06) and cesarean delivery (p: 0.825), between hospital classification and length of stay with surplus/deficit vaginal delivery (p:0.243) and cesarean section (p:0.086). The East Java's RSMA hasn't been efficiently managed JKN-KIS delivery claims and must monitor the hospital baserate regularly. Hospital baserate is instrument for strategic decision-making to improve quality and efficiency. Keywords: hospital baserate, JKN-KIS, delivery
Evaluasi Proses dalam Program Penanganan Stunting di Semarang P. H, Firmansyah Kholiq Pradana; Sriatmi, Ayun; Kartini, Apoina
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i4.52122

Abstract

ABSTRAK Kota Semarang merupakan kota yang berhasil menekan angka stunting 2,5% pada tahun 2019. Akan tetapi, pandemi Covid-19 program stunting di kota Semarang mengalami hambatan pada proses yang berpotensi meningkatkan resiko prevalensi stunting, yaitu terbatasnya akses intervensi yang menyebabkan menurunya mutu program stunting.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengevaluasi proses pelaksanaan program stunting di Kota Semarang menggunakan model Proses CIPP. Penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini rdiri dari 5 informan utama yaitu tenaga gizi puskesmas dan 15 informan triangulasi. penentuan informan menggunakan teknik purposive. Analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukan indikator perencanaan, adanya perubahan kegiatan pada program stunting masa pandemi karena penutupan layanan posyandu. Indikator pelaksanaan adalah kegiatan pemantauan dilaksanakan door to door, tidak adanya pemberian PMT F100, penyuluhan online tidak efektif, berkurangnya ibu yang mengikuti konsultasi gizi, tidak ada pemantauan terkait pemberian vitamin A. Indikator monitoring menyatakan bahwa empat dari lima kegiatan stunting tidak mencapai target. Saran dalam penelitian ini adalah, meningkatkan inovasi program penanggulangan stunting menggunakan teknologi digital selama masa pandemi. ABSTRACT Semarang is a city that has succeeded in reducing the stunting rate by 2.5% in 2019. Covid-19 pandemic caused stunting program in Semarang has encountered obstacles in the process that can increase the risk of stunting prevalence. The purpose of this study was to determine the implementation process of the stunting using the CIPP Process model. This research is a survey research with a qualitative approach. The informants of this study consisted of 5 main informants and 15 triangulation informants. when informants use purposive techniques. Data analysis using content analysis. The results showed planning indicators, changes in activities in the stunting program during the pandemic due to the closure of posyandu services. The implementation indicators are door to door monitoring activities, no provision of PMT F100, ineffective online counseling, reducing mothers who attend consultations, no monitoring related to vitamin A administration. Monitoring indicators state that four activities did not reach the target. Suggestions in this study are to increase stunting prevention innovation programs using digital technology during the pandemic. Keyword: Program, Stunting, CIPP Process
Higiene dan Sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan Firdani, Fea; Djafri, Defiman; Rahman, Aulia
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i1.45612

Abstract

ABSTRAK Meningkatnya jumlah orang yang mengkonsumsi makanan di luar rumah dapat menyebabkan timbulnya penyakit bawaan makanan (foodborne diseases) apabila menyiapkan makanan dalam jumlah besar tidak memperhatikan kebersihan dari makanan dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran higiene dan sanitasi tempat pengelolaan makanan (TPM) di sekitar Universitas Andalas tahun 2020. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif observasional, yang dilakukan pada 25 TPM. Data dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara dengan penjamah makanan menggunakan lembar checklist dan kuesioner. Diketahui bahwa 17 TPM (68%) yang tidak memenuhi syarat higiene dan sanitasi tempat pengelolaan makan, 11 TPM (44%) peralatan masaknya yang tidak memenuhi syarat, 14 TPM (56%) proses pengolahan yang tidak memenuhi syarat dan semua lingkungan TPM tidak memenuhi syarat (100%). Diharapkan kepada pemilik TPM untuk memperbaiki higiene dan sanitasi peralatan masak, proses pengolahan dan lingkungan TPM terutama menyediakan tempat sampah tertutup yang terpisah antara sampah organik dan anorganik, saluran air limbah yang tertutup dan menyediakan tempat cuci tangan dengan air yang mengalir. Kata kunci : Higiene; sanitasi, TPM ABSTRACT The increasing number of people who consume food outside the home can cause foodborne diseases when preparing large amounts of food regardless of the cleanliness of the food and the environment. This study aims to determine the hygiene and sanitation of food management places (TPM) around Andalas University in 2020. This type of research is descriptive observational research, conducted on 25 TPM. The data was collected using observations and interviews with food vendors using checklist sheets and questionnaires. It is known that 17 TPM (68%) ineligible for hygiene and sanitation where food management is managed, 11 TPM (44%) ineligible cooking utensils, 14 TPM (56%) processing processes are ineligible, and all TPM environments are ineligible (100%). It is expected to TPM owners to improve hygiene and sanitation of cooking utensils, processing and environment TPM mainly provide a separate closed trash can between organic and inorganic waste, closed wastewater channels and provide a place to wash hands with running water. Keywords: Hygiene; sanitation, TPM
Kualitas Informasi COVID-19 pada Media Sosial terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat Kota Semarang Desty, Rani Tiara; Arumsari, Wahyuni
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i4.49286

Abstract

Abstrak Dalam pandemik COVID-19 ini, komunikasi merupakan sebuah langkah penting guna menyampaikan informasi yang dibutuhkan seseorang ataupun masyarakat. Pemberitaan COVID-19 di tayangkan di media sosial. Kasus terkonfirmasi di Kota Semarang sebesar 30.027 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan informasi COVID-19 pada media sosial terhadap pengetauan, sikap dan perilaku masyarakat di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan studi obeservasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian adalah warga semarang yang memiliki media sosial dengan rentang usia 15-65 tahun. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pesan di media sosial dengan pengetahuan responden (p=0,204). Tidak ada hubungan yang signifikan antara kualitas pesan di media sosial dengan sikap responden (P=0,155). Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pesan di media sosial dengan perilaku responden. Pemberian informasi yang valid, sepesifik, dan terpercaya pada media sosial dapat meningkatkan perilaku usaha pecegahan terhadap COVID-19. Abstract In this COVID-19 pandemic, communication is an important step to convey the information that a person or society needs. News of COVID-19 is broadcast in social media. Confirmed cases in the city of Semarang are 30,027 cases. The purpose of this study was to determine the relationship of COVID-19 information on social media to knowledge, attitudes and behavior of people in Semarang City. This study uses an analytic observational study with a cross-sectional design. The research sample is Semarang residents who have social media with an age range of 15-65 years. The results showed that there was no significant relationship between the quality of messages on social media and respondents' knowledge (p = 0.204). There is no significant relationship between the quality of messages on social media with the attitude of the respondents (p=0.155). There is a significant relationship between the quality of messages on social media and the behavior of respondents. Providing valid, specific, and reliable information on social media can improve the behavior of prevention efforts against COVID-19. Keyword: Social media, COVID-19, Behavior

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue