Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP DI KAWASAN TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Management of Capture fisheries in the Area of Karimunjawa National Park Santi, Yulia; Anggoro, Sutrisno; Suryanti, Suryanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 2 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.593 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i2.24233

Abstract

ABSTRAKPerikanan  tangkap  di  kawasan  Taman  Nasional  Karimunjawa  dikelola  oleh  lebih  dari  satu  instansipengelola.  Setiap  instansi  diduga  mempunyai  peran  masing-  masing  sesuai  tupoksinya.  Saat  ini  belum diketahui secara nyata instansi apa saja yang mengelola beserta perannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi instansi pengelola yang berperan dalam pengelolaan perikanan tangkap di kawasan TNKJ, persepsi,  aspirasi  dan  partisipasi  nelayan  terhadap  pengelolaan  perikanan  tangkap  serta  bagaimana  strategi pengelola  dalam  pengawasan  perikanan  tangkap.  Metode  penelitian  ini  adalah  studi  kasus  dengan  analisis deskriptif, dimana pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Penentuan responden menggunakan metode purposive sampling, responden terdiri dari nelayan dan instansi pengelola. Hasil penelitian menunjukan bahwa  instansi yang  mengelola  perikanan tangkap adalah Unit  Pelaksana  Teknis   Pelabuhan Perikanan Pantai Karimunjawa, Balai Taman Nasional Karimunjawa, Dinas Perikanan, Polisi Air   dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dan Satuan Kerja Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan   Perikanan. Pembagian peran masing- masing instansi pengelola sudah sesuai dengan bidang masing-masing  serta tidak terjadi tumpang tindih kewenangan. Sinkronisasi dan koordinasi sudah dilakukan, hal ini terbukti   dengan  adanya  Nota  Kesepakatan Bersama. Sebanyak 80% nelayan setuju dengan peraturan yang diterapkan. Partisipasi nelayan terhadap sosialisasi dan pelatihan rendah yaitu 35% dan 19%. Strategi pengelola dalam pengawasan perikanan tangkap adalah dengan membentuk dan memberdayakan Pengawas   Perikanan  dan  Kelompok  Masyarakat  Pengawas  secara  sinergi. Strategi untuk  meningkatkan partisipasi  nelayan  dalam  sosialisasi  dan  pelatihan  adalah  dengan  memberikan penyadaran  motivasi dan  apresiasi berupa penghargaan dan pendampingan. ABSTRACTCapture   fisheries   in Karimunjawa National   Park   are   managed by   more   than one   management institutions.  Each  institution  is  assumed  to  have  their  respective  roles  according  to  their  basic  tasks  andfunctions. It is not yet known exactly what institutions are managing along with their roles. The purposes of  this study  were to know what institutions  were involved  in the management of capture fisheries in TNKJ  areas, perceptions, aspirations and participation of fishermen on the management of capture fisheries and  how the management strategy in the supervision of capture fisheries. This research method was case study with descriptive analysis, where data collected by interview and literature study. Determination of  respondents used purposive sampling method, respondents consist of fishermen and manager institution. The results showed that the institutions that managed capture fisheries were Technical Implementation Unit  Karimunjawa Fishery Port, Karimunjawa National Park Office, Fisheries Official, Water Police and Indonesian National Army – Navy and Work Unit of Supervision of Marine and Fisheries Resources. The  division of roles of each institution agency was in accordance with their respective fields and there was no  overlapping authority. Synchronization and coordination had been done, it was proved by the Memorandum of Understanding (MoU). As many as 80% of fishermen agree with the regulations applied. The  participations of fishermen on socialization and training were low at 35% and 19%. The management strategies in the supervision of capture fisheries were by establishing and empowering Fisheries Supervisor  and a group of supervisor community (PokMasWas). The strategies to increase the participation of fishermen in socialization and training were by giving awareness of motivation and appreciation in the form  of recognition and assistance.
Perilaku Pencegahan COVID-19 pada Ibu Rumah Tangga berdasarkan Protection Motivation Theory Santi, Yulia; Indarjo, Sofwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i1.53063

Abstract

Abstrak Kabupaten Cirebon berada pada nilai CFR (Case Fatality Rate) tertinggi di Jawa Barat yaitu 2,5%. Kasus terkonfirmasi mencapai 7.792 kasus, 4.432 kasus terjadi pada wanita usia produktif 20-54. adanya peningkatan kasus pada klaster keluarga ibu rumah tangga, Puskesmas Kamarang merupakan Puskesmas yang memiliki laju insidensi kasus 7,9%. Dimana 56% kasus terjadi pada ibu rumah tangga, dan 1 orang ibu rumah tangga meninggal dunia usia 37 tahun. Protection Motivation Theory menjelaskan bagaimana individu termotivasi untuk bereaksi dengan cara protektif terhadap ancaman yang dirasakan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain studi analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu ibu rumah tangga usia 20-54 tahun, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan total sampel 290 orang. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner, analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat , bivariat, dengan menggunakan uji chi square, dan analisis multivariat dengan uji regresi. terdapat hubungan antara respon efikasi (p=0,002), efikasi diri (p=0,028), dan niat (p=0,000) dengan perilaku pencegahan COVID-19. sedangkan efikasi diri melalui variabel antara yaitu niat. Respon efikasi, efikasi diri, dan niat merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada ibu rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Kamarang. Abstract Kabupaten Cirebon is in the CFR (Case Fatality Rate) value in Jawa Barat, namely 2,5%. Confirmed cases reached 7.792 cases, 4.432 cases occured in women of productive age 20-54 years. In early 2021 there was an increase in cases in the housewife family cluster, Puskesmas Kamarang that has a case incidence rate of 7,9%. Where 56% of cases occured in housewives, and 1 housewife died at the age 37 years. Protection Motivation Theory explains how individuals are motivated to react in a protective way to perceived threats.This type of research is quantitative research with anstudy design observational analytical using aapproach cross-sectional. The sample in this study were housewives aged 20-54 years, sampling using purposive sampling technique with a total sample of 290 people. The research instrument was in the form of a questionnaire sheet, the data analysis carried out was univariate , bivariate, using test chi square, and analysis multivariate with regression test. that there was a relationship between response efficacy (p=0.002), self-efficacy (p=0.028), and intention (p=0.000) with COVID-19 prevention behavior, while self-efficacy through an intervening variable, namely intention. Response efficacy, self-efficacy, and intention are factors related to COVID-19 prevention behavior in housewives in the working area of the Puskesmas Kamarang Keywords: Housewife, Protection Motivation Theory, COVID-19 Prevention Behavior
PERHITUNGAN EFISIENSI PANAS PADA HEAT RECOVERY STEAM GENERATOR DI PT PLN INDONESIA POWER UBP GRATI Santi, Yulia; Ansori, Rihhadatul 'Aisy; Mufid, Mufid; Arti, Hayuk Dwi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6872

Abstract

PLN Indonesia Power UBP Grati bergerak di bidang pembangkitan listrik menggunakan gas dan uap. PLTGU Grati menggunakan Heat Recovery Steam Generator (HRSG) untuk menghasilkan uap panas (steam). HRSG merupakan alat boiler yang berasal dari sisa gas buang turbin yang digunakan untuk memanaskan air, kemudian diubah menjadi uap dengan suhu dan tekanan yang tinggi. Turbin uap (steam turbine) memanfaatkan uap tersebut untuk menjalankan proses. Penggunaan HRSG meningkatkan efisiensi bahan bakar pada unit turbin gas (GT) dan sangat efektif untuk menjalankan turbin uap (ST). Kapasitas produksi uap dari HRSG bergantung pada kapasitas energi panas, termasuk gas buang dari unit GT. HRSG berperan penting dalam pembangkitan listrik di PLTGU. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung efisiensi panas HRSG yang dapat meningkat jika kehilangan panas ke atau dari lingkungan. Perhitungan efisiensi panas HRSG dilakukan secara kuantitatif yaitu dengan mengumpulkan data dari Central Control Room (CCR). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ketika laju aliran energi yang diperlukan untuk mengubah air menjadi uap panas adalah 73,55802 MW dan laju aliran energi gas buang HRSG adalah 118,3423 MW, sehingga efisiensi HRSG optimal adalah 62,16%. Efisiensi HRSG dapat menurun akibat kondisi kurang baik pada dinding HRSG, penyumbatan pada pipa-pipa HRSG, dan korosi akibat pengendapan sulfur.